BERDOA
Minggu ke 3 – Senin Doa baca: Filipi 4:6
"Janganlah hendaknya kamu kuatir tentang apapun juga, tetapi nyatakanlah dalam segala hal keinginanmu kepada Allah dalam doa dan permohonan dengan ucapan syukur."
Perkara yang terpenting bagi seorang bayi yang baru lahir ialah bernafas. Berdoa adalah pernafasan hayat rohani; sama seperti pentingnya bernafas bagi seorang bayi yang baru lahir, demikian jugalah pentingnya berdoa bagi orang yang baru percaya. Karena itu, setelah kita percaya Tuhan, setelah berseru kepada nama Tuhan, dan diselamatkan, kita harus tetap berdoa dan berseru kepada Tuhan dengan berkesinambungan. Dengan demikian kita akan mendapatkan udara rohani, yang membuat kita bertumbuh dan kuat di dalam hayat rohani.
MAKNA BERDOA
Makna sesungguhnya dari berdoa ialah manusia berkontak dengan Allah di dalam roh seraya menghirup diri Allah. Berdoa ialah kontak antara roh manusia dengan Roh Allah, yaitu manusia menghirup Allah ke dalam diriNya. Jadi berdoa tidak dititik-beratkan pada memohon sesuatu kepada Allah, melainkan berkontak dan menghirup Allah.
ORGAN BERDOA
Tak peduli manusia melakukan apa saja, tentu memerlukan organ yang tepat. Untuk dapat melihat memerlukan mata, mendengar memerlukan telinga, berdoa memerlukan roh. Berdasarkan Yohanes 4:24 dan Efesus 6:18, kita tahu bahwa Allah itu Roh, karena itu barangsiapa menyembah Dia, berdoa kepadaNya, harus di dalam roh manusianya, yaitu harus menggunakan rohnya. Roh kita adalah bagian yang paling dalam dari diri kita. Berdoa di dalam roh, atau menggunakan roh kita untuk berdoa, berarti memakai bagian yang paling dalam dari diri kita untuk berkontak dengan Allah. Karena itu ketika kita berdoa, jangan hanya berdasarkan pikiran otak, melainkan harus berdasarkan perasaan roh yang di dalam. Organ untuk berdoa bukan otak, melainkan roh.
SANDARAN DOA
Kita ingin menghampiri Allah, berkontak dengan Allah, berdoa kepada Allah, perlu bersandarkan darah yang dialirkan Tuhan Yesus untuk penebusan kita (Ibr.10:19), yang mencuci bersih segala kenajisan dosa yang menghalangi persekutuan kita dengan Allah; bersamaan dengan itu juga perlu di dalam nama Tuhan Yesus (Yoh. 15:16), yaitu di dalam diri Tuhan sendiri. Kita berdoa bukan hanya perlu bersandar darah Tuhan, juga perlu bersandar nama Tuhan, yaitu diri Tuhan sendiri. Kita berdoa di hadapan Allah tidak bisa bersandar perbuatan kita, karena bagaimanapun baiknya perbuatan kita, di hadapan Allah sepertilah kain compang-camping (Yes.64:6); juga tidak bisa bersandarkan diri kita sendiri, karena diri kita adalah najis, tidak bisa diperkenan Allah. Karena itu kita harus bersandar pada darah Tuhan yang mencuci bersih segala kenajisan kelakuan kita, juga bersandar diri Tuhan sendiri, yang menggantikan kita yang najis ini, datang ke hadapan Allah untuk berdoa; demikian seperti Tuhan sendiri datang ke hadapan Allah untuk berdoa. Doa yang demikian baru bisa diperkenan Allah.
DASAR DOA
Berdoa bukan menurut apa yang dipikirkan oleh otak kita, melainkan harus menurut perasaan yang ada di dalam roh kita. Roh Anda merasakan apa, utarakan itu melalui mulut Anda sebagai doa. Begitu Anda datang ke depan Allah untuk berdoa, jangan membuka mulut kepada Allah menurut apa yang telah Anda tentukan terlebih dulu, melainkan utarakanlah kepada Allah apa yang dirasakan di dalam roh Anda saat itu. Jika di dalam roh Anda merasa bahwa Anda harus mengaku dosa, mengaku dosalah; di dalam roh Anda terasa ingin memuji Tuhan, pujilah Tuhan; di dalam roh Anda menyuruh Anda berbuat apa, lakukanlah hal itu.
Minggu ke 3 – Selasa Doa baca: Yohanes 16:24
"Sampai sekarang kamu belum meminta sesuatupun dalam namaKu. Mintalah maka kamu akan menerima, supaya penuhlah sukacitamu."
BERDOA ADALAH HAK UTAMA ORANG KRISTEN
Orang Kristen hidup di dunia ini mempunyai satu hak utama, yaitu hak memperoleh pengabulan doa. Begitu Anda dilahirkan kembali, Anda dapat berdoa kepada Allah, dan Allah mau mendengarkan doa Anda; itulah hak utama yang Allah berikan kepada Anda. Injil Yohanes pasal 16 menerangkan kepada kita, bila kita berdoa dalam nama Tuhan, Allah akan mengabulkan doa kita, agar sukacita kita menjadi penuh. Jika kita sering berdoa, kita akan menjadi orang Kristen yang bersukacita di dunia ini.
Jika kita sering berdoa, namun Allah tidak sering mengabulkan doa kita, atau setelah menjadi orang Kristen beberapa tahun, sulit sekali terdapat satu kali atau dua kali Allah mendengarkan doa kita, atau Allah sama sekali tidak pernah mendengarkan doa kita, kita harus tahu, bahwa pada diri kita telah mengidap satu penyakit yang parah. Kalau setelah kita menjadi orang Kristen tiga atau lima tahun, namun doa kita satupun belum pernah Allah kabulkan, ini membuktikan Kekristenan kita tidak beres; bukan agak tidak beres, melainkan sangat tidak beres. Kita adalah anak-anak Allah, dan doa kita justru tidak dikabulkan oleh Allah, ini adalah keadaan yang tidak seharusnya ada. Setiap orang Kristen harus berlaku sedemikian rupa sehingga Allah bisa mendengar doanya. Sebagai orang Kristen, kita masing-masing harus sering memiliki pengalaman Tuhan mendengarkan doa kita. Ini adalah pengalaman yang mendasar. Jika setelah sejangka waktu Anda masih belum mendapatkan pengabulan doa dari Allah, di hadapan Allah, Anda pasti ada penyakitnya. Dalam hal pengabulan doa, kita sama sekali tidak bisa menipu diri sendiri. Jika ada, ya ada; jika tidak ada, ya tidak ada; jika beres, ya beres; jika tidak beres, ya tidak beres.
Saya ingin bertanya kepada setiap orang yang percaya kepada Tuhan, "Sudahkah Anda belajar berdoa? Pernahkah Allah mengabulkan doa Anda?" Jika tidak pernah, itu tidak wajar. Karena berdoa bukan berbicara kepada udara, tujuan berdoa ialah agar doa itu dikabulkan. Doa-doa yang tidak dikabulkan adalah doa-doa yang sia-sia. Setiap orang Kristen wajib belajar agar doanya dikabulkan. Kalau Anda sudah percaya kepada Tuhan, doa Anda seharusnya didengar oleh Allah. Jika tidak, doa itu percuma saja. Anda harus berdoa terus sampai doa Anda dikabulkan. Berdoa tidak saja untuk pembinaan rohani, bahkan untuk mendapatkan pengabulan Allah.
Berdoa merupakan pelajaran yang tidak mudah dipelajari. Pada satu pihak, sekalipun seseorang telah menjadi Kristen 30 atau 50 tahun, ia tetap belum bisa berdoa dengan baik; sebab berdoa memang bukan perkara yang sederhana. Namun di pihak lain, berdoa juga paling mudah; begitu mudahnya sehingga saat orang percaya kepada Tuhan, ia sudah bisa berdoa. Karena itu masalah berdoa bisa dikatakan paling dalam, namun juga paling dangkal. Dalam sedemikian rupa sehingga tidak habis kita pelajari seumur hidup. Banyak anak Allah ketika menjelang akhir hidupnya, masih belum menyelesaikan pelajaran berdoa itu. Namun, hal ini juga demikian dangkalnya, sehingga orang yang baru percaya saja sudah bisa melakukannya, dan doanya sudah dapat Allah kabulkan. Bila seseorang mempunyai permulaan yang baik pada waktu ia percaya, niscaya doa-doanya sering Allah kabulkan. Sebaliknya, jika seseorang tidak mempunyai permulaan yang baik, walaupun selang tiga atau lima tahun, doanya tetap tidak pernah Allah kabulkan. Kalau dasarnya tidak baik dan kelak ingin memperbaikinya, harus menghabiskan tenaga yang sangat besar. Itulah sebabnya begitu seseorang percaya Tuhan, ia harus belajar berdoa dan mendapatkan pengabulan Allah. Semoga setiap orang yang percaya Tuhan menaruh perhatian atas masalah ini.
Catatan:
Minggu ke 3 – Rabu Doa baca: Matius 7:8
"Karena setiap orang yang meminta, menerima; dan setiap orang yang mencari, mendapat; dan setiap orang yang mengetok, baginya pintu dibukakan."
SYARAT UNTUK MENDAPATKAN PENGABULAN DOA
1. Harus Meminta
Setiap doa harus merupakan permintaan atau permohonan yang sesungguhnya di hadapan Allah.
Ada seorang saudara, setelah beroleh selamat ia berdoa setiap hari. Pada suatu hari, seorang saudari bertanya kepadanya, "Apakah doa-doamu pernah Allah kabulkan?" Mendengar ini, saudara itu merasa heran, sebab ia hanya tahu berdoa saja, tidak tahu bahwa doa itu dapat dikabulkan. Sejak saat itu ia mulai menuntut agar doanya dikabulkan Allah. Kemudian ia menyadari, bahwa dulu doa-doanya tidak pernah Allah kabulkan, sebab doa-doanya itu sangat hampa, tanpa perasaan dan seolah-olah tidak dikabulkanpun tak mengapa. Ini seperti memohon matahari terbit esok pagi, didoakan ia terbit, tidak didoakanpun ia terbit. Saudara ini telah menjadi orang Kristen satu tahun lamanya, doanya tidak pernah Allah kabulkan. Jadi ia hanya bersujud sambil mengucapkan perkataan melulu, tanpa mengutarakan apa yang dimohon. Itu sesungguhnya sama dengan tidak meminta.
Tuhan berkata, "Ketoklah, maka pintu akan dibukakan bagimu." Jika Anda mengetok dinding, Tuhan mustahil membukakan dinding bagi Anda. Namun jika Anda mengetok pintu dengan sungguh-sungguh, Tuhan pasti membukakan pintu bagi Anda. Jika Anda berkata, bahwa Anda mau masuk, Tuhan pasti mengijinkan Anda masuk. Tuhan berkata pula, "Carilah, maka kamu akan mendapatkan." Misalnya, di sini ada suatu benda, di sanapun ada benda lain, yang manakah sebenarnya yang Anda ingini? Anda harus mencari benda yang tertentu, jangan yang ini boleh, yang itupun boleh. Allah ingin tahu, sebenarnya mana yang Anda ingini dan mana yang Anda minta, barulah Allah memberikannya kepada Anda. Meminta berarti menghendaki dengan tekun dan sungguhsungguh. Jadi mencari atau mengetok pintu berarti memohon atau meminta. "Kamu tidak memperoleh apa-apa, karena kamu tidak berdoa" (Yak. 4:2). Banyak orang memiliki perbuatan berdoa, namun tidak ada yang diminta dalam doanya.
Anda harus belajar berdoa secara khusus. Anda tahu doa Anda dikabulkan atau tidak. Jika tidak demikian, Anda akan acuh tak acuh terhadap pengabulan Allah, dan tidak dapat berdoa lagi bila menjumpai kesulitan di kemudian hari. Doa model borongan tidak akan berkhasiat pada saat ada kebutuhan yang sesungguhnya. Kalau doanya borongan, sedangkan kesulitannya khusus, mustahil dapat mengatasi kesulitan itu. Sebab itu, kita wajib berdoa dengan tekun dan khusus barulah dapat mengatasi kesulitan yang khusus pula.
2. Jangan Salah Berdoa
Kita harus berdoa di hadapan Allah, tetapi juga harus disertai syarat kedua, yakni jangan salah berdoa. "Atau kamu berdoa juga, tetapi kamu tidak mpnerima apa-apa, karena kamu salah berdoa" (Yak.4:3). Doa kita kepada Allah, seharusnya dikarenakan kita benar-benar mempunyai keperluan, jangan berdoa sembarangan, yakni tanpa alasan atau di luar batas kemampuan. Jangan menuruti hawa nafsu daging dan seenaknya meminta sesuatu di luar keperluan. Jika demikian, doa kita akan sia-sia saja. Memang kadang kala Allah mengaruniakan sesuatu kepada kita “jauh lebih banyak daripada yang kita doakan dan pikirkan" (Ef. 3:20). Ini adalah masalah lain.
Salah berdoa berarti meminta sesuatu melampaui kapasitas kebutuhan Anda, atau melampaui kekurangan Anda yang sesungguhnya. Jika ada keperluan, Anda boleh berdoa kepada Allah, tetapi kalau keperluan Anda hanya sebanyak itu, Anda harus meminta sebanyak itu pula. Bila Anda meminta lebih dari yang Anda perlukan, itu berarti Anda salah berdoa. Kalau Anda mempunyai kebutuhan yang besar, Anda patut meminta kepada Allah sesuai kebutuhan tersebut. Tetapi jika keperluan Anda tidak begitu banyak, namun Anda meminta banyak, itulah salah berdoa. Anda hanya patut berdoa menurut kapasitas dan keperluan Anda. Jika Anda seenaknya meminta ini dan itu, niscayalah Anda tidak akan mendapatkan pengabulan Allah. Salah berdoa sama halnya seorang anak berumur empat tahun berkata kepada ayahnya, "Ayah, berilah aku bulan yang di langit itu." Allah tidak senang mendengar doa atau permintaan yang salah. Setiap orang Kristen harus belajar berdoa dalam lingkungannya yang wajar, jangan membuka mulut dan bersuara dengan sia-sia, yaitu berdoa di luar kebutuhan yang sesungguhnya.
Catatan:
Minggu ke 3 – Kamis Doa baca: Mazmur 66:18
"Seandainya ada niat jahat dalam hatiku, tentulah Tuhan tidak mau mendengar."
3. Harus Menanggulangi Dosa
Adakalanya walaupun kita telah berdoa, juga tidak salah berdoa, namun Allah tetap tidak mengabulkan doa kita. Mengapa? Ini disebabkan ada suatu penghalang yang mendasar, yaitu ada dosa yang menyekat kita dengan Allah. "Seandainya ada niat jahat dalam hatiku, tentulah Tuhan tidak mau mendengar" (Mzm. 66:18). Bila seseorang dalam hatinya (perhatikanlah istilah "hati" ini) memperhatikan, menyayangi, atau menyimpan dosa yang jelas dan disadarinya, niscaya doanya mustahil Tuhan kabulkan. Dosa itulah suatu rintangan besar yang menyebabkan Tuhan tidak mengabulkan doanya.
Apa artinya "ada niat jahat dalam hatiku?” Itu berarti ada suatu dosa, yang oleh hati Anda tidak rela Anda tinggalkan. Anda tahu bahwa pada diri Anda ada dosa itu, tetapi hari Anda tetap ingin menyimpannya. Anda tidak hanya mempunyai kelemahan itu dalam kelakuan lahiriah Anda, bahkan memperhatikannya dalam niat hati. Ini berbeda dengan oknum dalam Roma pasal 7, walaupun ia mempunyai banyak kegagalan, tetapi hatinya membenci perbuatan-perbuatannya itu. Namun orang dalam ayat ini justru dalam hatinya memperhatikan dosa, enggan meninggalkan dosa. Ia tidak hanya tidak membuang dosa itu dari tingkah lakunya, hatinyapun enggan membuangnya. Karena itu, doa-doa orang sedemikian tidak mungkin Tuhan kabulkan. Satu dosa saja cukup menghalangi pengabulan doa. Maka janganlah kita menyimpan satu dosapun di dalam hati, semua dosa harus kita akui sebagai dosa, dan harus kita letakkan di bawah darah Tuhan. Tuhan bisa bersimpati atas kelemahan kita, namun Dia tidak bisa membiarkan hati kita mementingkan dosa. Sekalipun pada lahirnya Anda telah meninggalkan semua dosa, kalau hati Anda mementingkan dan memperhatikan dosa, enggan menanggalkan dosa, doa Anda akan tidak berguna. Maka sejak awal menjadi orang Kristen, Anda harus mohon Allah melindungi Anda agar Anda senantiasa suci dalam tingkah laku, tidak sampai terjerumus ke dalam dosa, juga agar hati Anda mutlak membenci segala dosa, sehingga tidak ada satupun dosa yang tersimpan dalam hati Anda. Seandainya ada dosa dalam hati Anda, doa Anda akan sia-sia, sebab Tuhan pasti tidak akan mendengarkan doa Anda.
Dalam kitab Amsal 28:13 dikatakan, "Siapa menyembunyikan pelanggarannya tidak akan beruntung, tetapi siapa mengakuinya dan meninggalkannya akan disayangi." Setiap dosa harus diakui. Anda harus berkata kepada Tuhan, "Tuhan, dalam hatiku ada satu dosa yang tetap kuperhatikan dan tak bisa kutangalkan, sekarang aku mohon Engkau mengampuni aku, akupun mau meninggalkannya, mohon Engkau menolong aku untuk meninggalkan dosa itu. Jangan biarkan dosa itu melekat pada diriku. Aku tidak menyukainya, dan aku menolaknya." Bila Anda mengaku dosa di hadapan Allah, niscaya Anda mendapat pengampunan, dan Tuhan akan melewatkan Anda. Dengan demikian barulah doa Anda bisa Allah kabulkan. Jangan sekali-kali kita mengabaikan masalah ini. Tidak berdoa, tidak mungkin mendapatkan, salah berdoa, juga tidak akan mendapatkan. Sekalipun telah berdoa dan tidak salah berdoa, bila hati kita masih menyenangi sesuatu dosa atau memperhatikan dosa, doa kita tetap tidak bisa Allah kabulkan.
Catatan:
Minggu ke 3 – Jumat Doa baca: Markus 11:24
"Karena itu Aku berkata kepadamu: Apa saja yang kamu minta dan doakan, percayalah bahwa kamu telah menerimanya, maka hal itu diberikan kepadamu."
4. Harus Percaya
Masih ada satu syarat lagi, yaitu harus percaya secara positif. Bila kita kurang percaya, doa kita akan tidak ada gunanya. Hal ini jelas sekali dalam Injil Markus pasal 11, yaitu tiap doa harus beriman. Tuhan Yesus mengatakan, "Apa saja yang kamu minta dan doakan, percayalah bahwa kamu telah menerimanya, maka hal itu pasti diberikan kepadamu" (Mrk. 11:24, Tl.). Ketika Anda berdoa, Anda harus percaya. Bila Anda percaya bahwa apa yang Anda doakan itu "telah" Anda terima, maka hal itu pasti Anda peroleh. Semoga setiap orang setelah percaya Tuhan satu minggu saja, sudah memahami makna kata "percaya." Firman Tuhan di sini mengatakan percayalah bahwa kamu telah menerimanya, maka hal itu pasti diberikan kepadamu. Bukan -- percayalah bahwa kamu "pasti akan" menerima, tetapi percayalah bahwa kamu "pasti" menerima.
Apakah yang dimaksud dengan percaya? Percaya di sini tidak hanya percaya Allah dapat, Allah mau, juga percaya Allah telah bekerja, Allah telah menggenapkan. Jika Anda percaya telah mendapatkan, Anda pasti mendapatkan. Jika Allah memberi kepada Anda, dan Anda bisa percaya, serta dengan yakin tahu Allah bisa, Allah mau, Anda tentu bersyukur kepada Allah dan berkata, "Allah telah bekerja!" Banyak orang justru kabur dalam hal ini, karena itu doa mereka tidak mendapatkan jawaban, karena mereka selalu mengharapkan mendapatkan. Pengharapan mengacu kepada perkara yang akan datang, sedang percaya mengacu kepada perkara yang telah lalu. Setiap iman yang sejati selalu berkata, "Puji syukur kepada Allah, Ia telah menyembuhkan sakitku! Syukur kepada Allah, aku telah mendapat! Syukur kepada Allah, aku telah tahir! Syukur kepada Allah, aku telah sembuh!" Maka ketika iman kita mencapai kesempurnaan, tidak saja kita dapat berkata, Allah dapat, Allah mau, bahkan Allah telah melakukan.
Allah telah mengabulkan doa! Allah telah melaksanakannya! Apa saja yang kamu minta dan doakan, percayalah bahwa kamu telah menerimanya, maka hal itu pasti diberikan kepadamu. Sering kali iman kita adalah iman yang "akan menerima," karena itu kita selalu tidak menerima. Kita harus memiliki iman yang "telah menerima." Iman selalu membicarakan "telah", tidak membicarakan "akan." Iman bukan sugesti, melainkan karena kita telah mendapatkan firman Allah, maka kita percaya dengan pasti bahwa Allah dapat, Allah mau, dan Allah telah. Jika tidak mendapatkan firman Allah, jangan sekali-kali kita mencobai Allah dengan menyerempet bahaya rohani atau melakukan petualangan rohani. Sugesti bukan iman. Ada dua langkah yang perlu diperhatikan oleh saudara saudari yang baru percaya dalam permulaan berdoa. Pertama, berdoa dari belum ada janji sampai beroleh janji, atau berdoa dari belum memperoleh firman Allah sampai memperoleh firman Allah. Setiap doa, pada awalnya, selalu memohon kepada Allah dan terus-menerus berdoa, sekalipun memakan waktu tiga atau lima tahun lamanya, harus terus berdoa. Adakalanya doa kita baru lewat satu menit saja, sudah dikabulkan Allah, tetapi ada juga yang belum dikabulkan Allah walau telah didoakan bertahun-tahun lamanya. Inilah yang disebut periode berdoa atau memohon. Sedangkan langkah kedua dari setelah mendapatkan janji sampai terwujudnya janji itu, atau dari setelah mendapatkan firman hingga terlaksananya firman itu. Inilah periode memuji. Dalam periode memuji ini, tidak seharusnya memohon lagi, melainkan harus memuji. Jadi tahap pertama ialah berdoa, tahap kedua ialah memuji Tuhan. Kalau pada tahap pertama dari tiada firman sampai menerima firman, maka pada tahap kedua dari memiliki firman sampai memuji Tuhan dan terus memuji sampai menerima apa yang kita doakan itu. Inilah rahasia berdoa.
Mengapa harus terbagi dalam dua tahap? Sebab setelah kita berdoa dari hampa tangan sampai memperoleh iman, kalau kita mengulangi doa itu, iman kita malah akan pudar. Maka bila sudah beriman, segeralah memuji Allah. Jika kita berdoa lagi, itu akan berarti: berdoa dari beriman sampai tak beriman, akhirnya malah tidak mendapatkan sesuatu. "Akan menerima" itulah penerimaan dalam tangan, sedang "telah menerima" itulah penerimaan dalam roh. Setelah beriman, walau barangnya belum ada, kita harus mendesaknya melalui memuji, jangan mendesaknya dengan doa lagi. Karena Allah telah berfirman memberikan kepada kita, apa lagi yang perlu kita doakan? Kalau batin Anda telah yakin dengan pasti bahwa Anda "telah menerima," untuk apa Anda memohon lagi? Banyak orang Kristen mengalami hal ini, yaitu berdoa hingga beriman, kemudian tidak dapat berdoa lagi, melainkan hanya dapat berkata, "Tuhan! Terpujilah Engkau!" Demikianlah Anda pasti mendapatkan.
Catatan:
Minggu ke 3 – Sabtu Doa baca: Lukas 18:1b
"Harus selalu berdoa dengan tidak jemu-jemu."
5. Harus Terus Berdoa
Satu butir lagi dalam hal berdoa yang harus kita perhatikan, yaitu harus dilakukan secara terus-menerus, jangan berhenti. Dalam Lukas 18:1 dikatakan, "Harus selalu berdoa dengan tidak jemu-jemu." Ada doa yang harus dilakukan terus-menerus, sampai seolah-olah membuat Tuhan repot dan tak dapat tidak mengabulkan doa tersebut. Ini juga merupakan satu iman lagi. Tuhan berkata, "Jika Anak Manusia itu datang, adakah Ia mendapati iman di bumi?" (Luk. 18:8). Iman yang di sini walaupun tidak sama dengan yang disebut di depan, tetapi tidak bertentangan. Kalau Markus mengatakan harus berdoa sampai beroleh iman, maka di sini harus selalu berdoa dengan tidak jemu-jemu, yaitu percaya bahwa doa kita di hadapan Allah yang tidak henti-hentinya itu pada suatu hari tak dapat tidak Allah kabulkan. Beroleh janji atau tidak, tidak kuhiraukan, pokoknya aku akan berdoa sampai Allah tak dapat tidak mengabulkannya.
Banyak orang yang doanya tidak dapat diandalkan. Mereka hanya berdoa satu hari atau dua hari, atau setelah lewat dua bulan sudah dilupakan. Bahkan ada doa yang tidak pernah diulangi untuk kedua kalinya, seolah-olah tidak pernah berdoa sama sekali. Cobalah Anda hitung, berapakah doa Anda yang Anda ulangi sampai dua kali, tiga kali, lima kali, atau sepuluh kali? Tidakkah banyak doa yang Anda sendiri telah melupakannya? Kalau demikian, mungkinkah Allah mau mengabulkannya? Kalau Anda berdoa tanpa minat, mungkinkah Allah berminat mengabulkan doa Anda? Anda sendiri telah melupakan doa Anda itu, bagaimana Allah akan mengingatnya? Sebenarnya Anda sama sekali tidak berminat. Anda harus berkemauan dengan tulus murni, baru Anda mendoakannya terus. Berdoa terus-menerus itu hanya dapat kita lakukan jika kita berada dalam kondisi terdesak, atau dalam keadaan yang sangat memerlukan, dan dalam perasaan yang sangat mengharukan. Mungkin setelah lewat sepuluh tahun Anda tetap tak melupakan: "O, Tuhan, bila Engkau tidak melakukan, aku akan mendoakannya terus."
Jika Anda ingin memohon sesuatu, Anda boleh merepotkan Allah. Jika Anda benar-benar menginginkannya, Anda harus meminta terus sampai Anda mendapatkan pengabulan dari Allah. Terus berdoa demikian sampai Allah tidak berdaya, dan tak dapat tidak mengabulkan doa Anda.
Catatan:
Minggu ke 4 – Minggu Doa baca: Efesus 6:18
"Berdoalah setiap waktu di dalam roh. Dan berjaga-jagalah di dalam doamu itu dengan permohonan yang tak putus-putusnya untuk segala orang kudus."
CARA MELAKSANAKAN DOA
Paling baik setiap orang Kristen menyediakan satu buku doa untuk satu tahun. Buku itu harus dicatat seperti kita membuat pembukuan. Setiap halaman dibagi menjadi empat kolom: Kolom pertama untuk mencatat tanggal mulai berdoa, kolom kedua untuk mencatat perkara yang didoakan, kolom ketiga untuk mencatat tanggal pengabulan doa, dan kolom keempat mencatat proses pengabulan Allah itu. Dengan demikian Anda akan mengetahui berapa banyak doa Anda dalam setahun, dan berapa pula yang telah dikabulkan. Orang Kristen yang baru percaya harus menyediakan buku berdoa semacam ini. Kalau saudara saudari yang telah lama percaya Tuhan mau menyediakan buku doa tersebut, inipun satu hal yang baik. Buku catatan doa sangat besar faedahnya, yaitu dapat mengetahui apakah doa-doa kita dikabulkan atau tidak. Bila Allah menghentikan pengabulanNya, itu membuktikan ada suatu penyakit pada diri kita. Orang Kristen bergairah melayani Tuhan, ini memang satu perkara yang baik; tetapi bila doanya tidak dikabulkan Tuhan, ia tidak akan berguna. Karena jika jalan kita yang menuju kepada Allah tidak tembus, yang menuju kepada manusiapun takkan tembus; bila kita di hadapan Allah tidak berkekuatan, demikian pula di hadapan manusia. Maka kita harus menuntut menjadi orang yang perkasa di hadapan Allah, kemudian baru kita berguna di hadapan manusia.
Ada seorang saudara pernah mencatat 140 nama untuk didoakan keselamatannya. Ada yang baru dicatatnya pagi hari, sorenya sudah beroleh selamat. Setelah lewat 18 bulan, hanya dua orang yang belum diselamatkan. Ini satu contoh yang sangat baik. Semoga Allah lebih banyak mendapatkan orang yang mempunyai buku catatan doa yang demikian. Semoga Andapun bisa melaksanakan cara ini. Berapa banyak doa Anda, berapa banyak pula pengabulan Allah, harus diisi ke dalam buku catatan doa satu persatu. Dan sebelum doa-doa yang tercatat dalam buku doa itu beroleh pengabulan, Anda harus mendoakannya terus. Kecuali Allah menunjukkan bahwa doa itu tidak sesuai dengan kehendakNya, barulah Anda menghentikannya. Selain itu, harus didoakan sampai beroleh pengabulan, sedikitpun jangan kendor. Sejak semula kita harus berlatih dengan ketat. Kita harus belajar menjadi orang yang teliti di hadapan Allah. Doa kita harus dilakukan terus-menerus sampai beroleh pengabulan.
Sewaktu Anda menggunakan buku catatan doa, Anda harus memperhatikan satu hal, yakni ada sebagian perkara yang harus didoakan setiap hari, ada pula yang didoakan sekali seminggu secara bergilir, itu tergantung pada jumlah perkara yang Anda doakan. Jika yang Anda doakan sedikit, setiap perkara boleh Anda doakan menurut catatan dalam buku itu. Tetapi jika perkaranya agak banyak, Anda harus mengaturnya, misalnya, pada hari Senin Anda mendoakan dari nomor sekian sampai nomor sekian; hari Selasa dari nomor sekian sampal nomor sekian, dan seterusnya. Hari demi hari harus melakukan doa dalam waktu-waktu yang tetap, sama halnya dengan Anda membagi waktu untuk mengerjakan urusan yang lain. Buku catatan doa adalah untuk doa-doa yang tetap atau khusus. Buku itu boleh Anda taruh bersama Alkitab atau buku kidung, agar mudah dipakai setiap hari. Selang beberapa saat boleh Anda hitung, berapakah doa yang telah dikabulkan, dan berapa yang masih belum dikabulkan. Jika Anda melakukan hal ini dengan tekun, Anda tentu mendapatkan banyak berkat.
Doa mempunyai dua pihak: yang mendoakan dan yang didoakan. Sering kali jika kita ingin melihat perubahan pada pihak yang didoakan, maka pihak yang mendoakan harus terlebih dulu mengalami perubahan. Kalau keadaan pihak yang didoakan tetap tidak berubah, maka pihak yang mendoakan harus berdoa di hadapan Allah, "Tuhan, perubahan apakah yang kuperlukan? Dosa apakah yang belum kutanggulangi? Hobi apakah yang wajib kutanggalkan? Mungkinkah aku belum belajar beriman dengan sesungguhnya? Ataukah ada sesuatu yang lain yang perlu kupelajari?" Jika di pihak kita perlu perubahan, wujudkanlah lebih dulu, jangan selalu mengharapkan pihak yang didoakan itu yang berubah, sedang pihak yang mendoakan tidak mau berubah.
Begitu seseorang percaya Tuhan, ia wajib mempelajari pelajaran berdoa dengan seksama. Pelajaran berdoa ini harus dipelajari lebih dulu dengan sebaik-baiknya, barulah ia dapat mengenal Allah lebih dalam, dan barulah ia memiliki masa depan rohani yang kaya limpah.
Catatan: