TRANSFORMASI DAN PEMBANGUNAN
Pembacaan Alkitab :
2 Kor. 3:16, 18; 4:16; Mat. 16:13-18;
Yoh. 1:51; 2:16-22; 14:23, 2; Rm. 12:3-5;
1 Kor. 1:10-13; 3:9-15; Gal. 6:14-15;
Ef. 3:17; 4:4-6, 11-16; Why. 3:12-13, 4:3a; 21:2, 10-23; 22:1-5
GARIS BESAR
I. Dalam metabolisme dalam hayat ilahi dan dalam pengikatan dan penjalinan di dalam pembangunan.
II. Transformasi :
A. Transformasi bukanlah suatu perubahan atau perbaikan yang luaran, melainkan adalah fungsi metabolisme dari hayat Allah di dalam kaum imani.
B. Oleh kaum imani berpaling kepada Tuhan dan dengan demikian menyingkirkan berbagai macam selubung dari konsep lama mereka — 2 Kor. 3:16.
C. Terlebih lagi, oleh kaum imani, dengan muka yang tidak berselubung, memandang Tuhan dan mencerminkan kemuliaan Tuhan — 2 Kor. 3:18.
D. Maka mereka ditransformasi ke dalam gambar yang sama seperti Tuhan dari satu tingkat kemuliaan kepada tingkat kemuliaan yang lain bagi ekspresi Tuhan.
E. Yakni dari Tuhan Roh, yaitu Kristus sebagai Roh pemberi hayat.
F. Ini menuntut agar manusia jasmaniah kaum imani semakin merosot (dihabisi) sehingga manusia batiniah mereka dapat diperbaharui sehari demi sehari — 2 Kor. 4:16.
III. Pembangunan :
A.
Pembangunan adalah manusia-Allah diikat dan dijalin bersama dengan manusia-Allah lainnya dalam hayat ilahi oleh pertumbuhan mereka dalam hayat ilahi.
B.
Dihasilkan melalui pengikatan dan penjalinan oleh Roh yang mentransformasi — Ef. 4:15-16.
C.
Pembangunan Tubuh Kristus di dalam Perjanjian Baru adalah pembangunan dengan diikat dan dijalin bersama dalam hayat ilahi ini, dan tujuannya adalah untuk merampungkan bangunan kota kudus itu, Yerusalem Baru.
TIGA TAHAP KRISTUS
Dari Kekekalan yang Lampau
Masuk ke dalam Waktu
Kita semua tahu bahwa Tuhan Yesus sebagai Allah yang kekal itu adalah dari kekekalan sampai kekekalan, tetapi pada-Nya ada satu aspek yang terdiri dari tiga tahap. Yang pertama dari tiga tahap itu adalah dari kekekalan yang lampau sampai waktu penciptaan. Dia telah menciptakan tingkat-tingkat langit, bumi, dan manusia. Seluruh alam semesta diciptakan oleh Dia. Di dalam penciptaan-Nya Dia membuat manusia menjadi sentralnya. Di dalam kekekalan yang lampau, Dia hanyalah Putra tunggal Allah, yang sama dengan Allah dan adalah yang Kedua dari Trinitas Ilahi. Pada waktu penciptaan, Dia keluar dari kekekalan dan masuk ke dalam waktu.
Datang dengan Keilahian dan Masuk ke dalam Keinsanian,
Hidup di Bumi selama Tiga Puluh Tiga Setengah Tahun,
dan Mati di atas Kayu Salib bagi
Penggenapan Aspek Yudisial dari Keselamatan Allah
Meskipun Dia telah keluar dari kekekalan, namun Dia dengan keilahian-Nya belum masuk ke dalam keinsanian. Dia telah keluar dari kekekalan untuk masuk ke dalam waktu, tetapi Dia dengan keilahian-Nya tidak masuk ke dalam keinsanian. Di dalam penciptaan-Nya, Dia menciptakan manusia dalam gambar-Nya dan menurut rupa-Nya (Kej. 1:26) agar Dia dapat mencapai tujuan-Nya. Tetapi, manusia jatuh, dan Yehova datang untuk menghakimi manusia yang jatuh itu. Di dalam penghakiman-Nya, Dia mengucapkan suatu nubuat dengan suatu janji, yaitu, bahwa benih perempuan itu akan meremukkan kepala si ular (3:15). Pada waktu itu Adam dan Hawa tidak dapat melakukan apa-apa, sekalipun mereka membenci si ular itu. Tiba-tiba mereka mendengar bahwa benih perempuan itu akan datang dan akan meremukkan kepala si ular, sehingga mereka sangat girang. Tetapi, sementara peremukkan kepala si ular oleh benih perempuan itu adalah untuk membereskan Satan, manusia masih memiliki masalah dosa di hadapan Allah. Karena alasan ini, Allah membunuh suatu korban dan membuat pakaian dengan kulit dari korban itu untuk dikenakan oleh Adam dan Hawa (ay 21). Sebelum mereka mengenakan kulit itu, mereka itu telanjang (ay 7), tanpa penutup apapun di hadapan Allah. Setelah Allah menyediakan pakaian dari kulit itu bagi mereka, mereka ditebus dan ditutupi. Lebih jauh lagi, Allah akan datang secara pribadi untuk menjadi benih perempuan itu untuk menghancurkan Satan.
Maka, empat ribu tahun setelah nubuat dengan janji itu diucapkan, Allah datang secara pribadi. Setelah empat ribu tahun, yaitu dua ribu tahun yang lalu, Dia datang bukan hanya dari kekekalan ke dalam waktu melainkan juga dengan keilahian ke dalam keinsanian. Sekarang Dia bukan hanya di dalam waktu melainkan juga di dalam keinsanian. Dia yang sebagai Allah di dalam kekekalan itu berinkarnasi. Yohanes 1 berkata, "Pada mulanya adalah Firman, dan Firman itu bersama-sama dengan Allah, dan Firman itu adalah Allah...Firman itu telah menjadi daging" (ay 1, 14). Pada waktu itu, manusia ciptaan Allah itu telah jatuh dan telah menjadi daging. Kejadian 6:3 berkata, "Dan Yehova berkata Roh-Ku tidak akan selama-lamanya tinggal bersama manusia, karena manusia itu adalah daging..." (ASV). Karena manusia telah menjadi daging dan Allah tidak mau berhubungan dengan daging, maka Roh Kudus tidak akan berkontak lagi dengan manusia.
Allah ini adalah Firman yang telah menjadi daging itu, tetapi hanya memilild bentuknya saja, tanpa realitasnya. Roma 8:3 mengatakan bahwa Dia mempunyai "rupa daging dari dosa." Dia hanya memiliki rupanya, seperti ular tembaga yang ditinggikan di atas tiang hanya memiliki bentuk ular tetapi tanpa bisa ular (Bil. 21:4-9; Yoh. 3:14). Ini adalah Allah yang kekal masuk ke dalam daging. Dia berada di dalam daging selama tiga puluh tiga setengah tahun. Ini adalah tahap kedua-Nya. Tahap yang pertama adalah di dalam kekekalan, dan tahap yang kedua adalah di dalam daging sampai Dia di atas kayu salib, dan berkata, "Sudah selesai!" (Yoh. 19:30). Di atas kayu salib, Dia mengalirkan darah dan air (ay 34). Darah adalah untuk penggenapan penebusan Allah di dalam aspek yudisial; air adalah untuk perampungan penyelamatan Allah di dalam aspek organik.
Tuhan Yesus di atas bumi seams tiga puluh setengah tahun menggenapkan aspek yudisial dari keselamatan Allah, untuk memenuhi segala yang dituntut Allah menurut kebenaran-Nya. Apa yang Dia lakukan di dalam penghidupan-Nya selama tiga puluh tiga setengah tahun adalah untuk menggenapkan aspek yudisial dari keselamatan Allah. Dia tidak melakukan apa-apa menurut kehendak-Nya sendiri; segala sesuatu yang Dia lakukan adalah dalam ketaklukan kepada Bapa (Yoh. 5:19, 30; 8:28) sampai pada akhirnya ketika Dia pergi untuk mati di atas kayu salib. Pada waktu itu, Dia tahu bahwa itu akan menjadi suatu penderitaan yang besar, maka di Getsemani Dia berdoa dan berbincang-bincang dengan Allah, kata-Nya, "Bapa-Ku, jikalau mungkin, biarlah cawan ini berlalu dari-Ku; tetapi bukan menurut kehendak-Ku, melainkan menurut kehendak-Mu" (Mat. 26:39). Ini adalah pada pihak yudisial. Pada akhirnya, Dia pergi ke atas kayu salib, dan di sana Dia berteriak dengan suara nyaring, kata-Nya, "Allah-Ku, Allah-Ku, mengapa Engkau meninggalkan Aku?" (27:46). Kita harus ingat bahwa di dalam Yohanes 8:29 Tuhan berkata, "Ia yang telah mengutus Aku itu bersama-sama dengan Aku; Ia tidak meninggalkan Aku sendiri." Bapa itu selalu bersama-sama dengan Putra dan tidak meninggalkan Putra seorang diri. Tetapi, untuk sejangka waktu yang pendek di atas kayu salib Dia bertanya kepada Allah mengapa Allah meninggalkan Dia. Allah meninggalkan Kristus di atas kayu salib karena Dia menggantikan tempat orang-orang berdosa (1 Ptr. 3:18) Dia memikul dosa-dosa kita (1 Ptr. 2:24; Yes. 53:6) dan dijadikan dosa bagi kita (2 Kor. 5:21). Kristus menggenapkan semuanya ini di dalam daging. Inilah tahap yang kedua.
Menjadi Roh Pemberi Hayat melalui Kebangkitan-Nya
dari antara Orang Mati bagi Penggenapan Aspek
Organik dari Keselamatan Allah
Pada saat Tuhan Yesus mati di atas kayu salib, darah mengalir, dan bersamaan dengan darah, air juga mengalir. Sekarang keduanya mengalir. Darah adalah untuk aspek yudisial dari keselamatan Allah, sedangkan air adalah untuk aspek organik dari keselamatan Allah. Ketika Roh Kudus menggerakkan kita, kita bertobat, mengakui dosa-dosa kita, dan menerima pengampunan. Pengampunan ini adalah berdasarkan aspek yudisial, yang ditandai oleh darah penebusan. Tetapi, kita masih memerlukan aspek organik dari keselamatan Allah, yang ditandai oleh air yang mengalir bersama-sama dengan darah, agar kita dapat mencapai tujuan kekal Allah di dalam kita. Darah adalah untuk penebusan; air adalah untuk pembagian hayat. Melalui kebangkitan-Nya dari antara orang mati Tuhan telah menjadi Roh pemberi hayat, dan kemudian Dia mendispensikan hayat-Nya ke dalam orang-orang yang telah ditebus bagi penggenapan aspek organik dari keselamatan Allah. Inilah tahap yang ketiga.
Kidung # 300 [terjemahan langsung] berkata, "Roh melahirkan roh, dan roh menyembah Roh / Hingga aku dipenuhi dengan Roh itu; / Roh itu menjadi firman dengan hayat yang berlimpah / Mengalirkan sungai-sungai air hidup." "Roh melahirkan roh" berarti bahwa Allah itu Roh dan kita harus dilahirkan dari Dia di dalam roh kita agar kita dapat dilahirkan kembali. Lebih jauh lagi, karena Allah itu Roh, kita harus menyembah Dia dengan roh kita. Dengan cara ini kita akan dipenuhi dengan Roh itu. Terlebih lagi, Roh itu menjadi firman dengan hayat yang berlimpah yang mengalirkan sungai-sungai air hidup. Inilah kesimpulan seluruh Alkitab — sungai air hayat yang keluar dan takhta Allah dan Anak Domba (Why. 22:10).
Keselamatan Allah dalam aspek yudisialnya hanya memerlukan tiga puluh tiga setengah tahun untuk penggenapannya, tetapi aspek organiknya itu tanpa akhir. Aspek yudisial itu sangat sederhana, hanya terdiri dan lima butir : pengampunan dosa-dosa, pembasuhan dosa-dosa, pembenaran, pendamaian kepada Allah, dan pengudusan kedudukan. Tetapi, aspek organik itu terdiri dari delapan butir — kelahiran kembali, penggembalaan, pengudusan watak, pembaharuan, transformasi, pembangunan, penyerupaan, dan pemuliaan — yang perlu didefinisikan dengan dua puluh dua surat Rasuli dari Roma sampai Wahyu. Tuhan Yesus memerlukan kekekalan untuk menggenapkan pekerjaan organik-Nya, dan para rasul memerlukan dua puluh dua kitab untuk mendefinisikannya.
TRANSFORMASI
Di dalam berita sebelumnya kita telah melihat keselamatan organik Allah dalam kelahiran kembali, penggembalaan, pengudusan watak, dan pembaharuan. Di dalam berita ini kita akan melanjutkan untuk melihat transformasi dan pembangunan.
Transformasi Adalah Fungsi Metabolis
dari Hayat Allah di dalam Kaum Imani
Transformasi bukanlah suatu perubahan atau perbaikan yang di luar melainkan fungsi metabolis dari hayat Allah di dalam kaum imani. Transformasi bukanlah untuk membuat beberapa perbaikan dari luar; ini adalah fungsi metabolisme di dalam dan dimanifestasikan di luar. Ini diekspresikan di dalam satu bans dan kidung baru untuk konferensi ini : "Memanifestasikan metabolisme dalam hayat."
Misalnya seseorang kurang perawatan dan kelihatan kurus dan sakit. Dia tidak dapat memiliki kemajuan hanya dengan mengenakan bedak pada wajahnya. Melainkan, ia perlu menambahkan gizi; maka kondisi fisiknya akan meningkat dan warna wajahnya akan dengan spontan menjadi kemerahan. Lukas 15 memberitahu kita bahwa ketika anak yang boros itu kembali ke rumah, ia dikenakan jubah untuk menutupinya, namun ia masih kelihatan kurus dan sakit. Hanya memiliki jubah itu tidaklah cukup; ia masih perlu makan anak lembu tambun selama beberapa han. Ketika metabolisme mulai bekerja di dalamnya, ia akan secara alami menjadi kuat dan raut wajahnya akan kelihatan elok. Jadi kecantikan yang dikarenakan mengenakan bedak itu bukanlah kecantikan yang sejati; hanya yang diekspresikan secara luaran melalui metabolisme yang di dalamlah yang adalah kesehatan yang sejati dan kecantikan yang riil.
Jika kaum imani benar-benar ingin bertumbuh dalam hayat ilahi, maka elemen hayat ilahi akan bertambah di dalam mereka dan menghasilkan suatu perubahan metabolik. Jadi, watak mereka yang di dalam akan ditransformasi, dan gambar mereka yang di luar juga akan ditransformasi menjadi sama dengan gambar Tuhan. Ini bukanlah pengembangan moral dengan menganalisa diri sendiri dan memperbaiki cara-cara seseorang seperti yang diajarkan oleh aliran Konfusius di China. Itu hanyalah pengembangan moral manusia itu sendiri. Pada saat kita ditransformasi ke dalam gambar Tuhan dengan memandang Dia, ini bukanlah hasil dari pengembangan diri kita, tetapi ini adalah Tuhan Roh, Roh pemberi hayat, dimana Tuhan Kristus sendirilah yang menjadi Roh pemberi hayat itu di dalam kebangkitan-Nya, yang bergerak di dalam kita untuk menghasilkan suatu perubahan metabolik melalui pertambahan elemen hayat ilahi di dalam kita (2 Kor. 3:18). Ini adalah transformasi yang dihasilkan oleh pergerakan dan pekerjaan Tuhan Roh dan hayat ilahi di dalam kita.
Kaum Imani Ditransformasi ke dalam Gambar Tuhan
dengan Berpaling kepada Tuhan
dan Memandang Dia dengan Muka yang Tidak Berselubung
Jika kita damba untuk memilliki transformasi yang demikian ini, kita pertama-pertama harus menyingkirkan berbagai jenis selubung konsep-konsep lama kita dengan berpaling kepada Tuhan (2 Kor. 3:16) dan dengan memandang Dia dengan muka yang tidak berselubung dan mencerminkan kemuliaan-Nya (ay 18). Masalah pada orang-orang Yahudi adalah bahwa mereka memiliki suatu selubung yang tebal pada hati mereka. Jika kita tersembunyi, maka kita tidak dapat ditransformasi. Tetapi, bilamana hati kita berpaling kepada Tuhan, selubung itu akan diangkat. Kemudian kita dapat memandang Tuhan dengan muka yang tidak berselubung seperti sebuah cermin. Maka dari itu, apa yang diekspresikan melalui kita sebagai cermin adalah gambar kemuliaan Tuhan. Dengan cara ini kita ditransformasi ke dalam gambar yang aama dengan Tuhan dan satu tingkat kemuliaan ke tingkat kemuliaan yang lainnya bagi ekspresi-Nya.
Kaum Imani Ditransformasi ke dalam Gambar yang
Sama dengan Tuhan dari Tuhan Roh
Dari Tuhan Rohlah, yaitu, dari Kristus sebagai Roh pemberi hayatlah, kaum imani ditransformasi ke dalam gambar yang sama dengan Tuhan. Roh ini mengandung suplai yang limpah lengkap untuk menjadi elemen baru kita. Paulus mengatakan bahwa ia memperhidupkan Kristus dan memperbesar Kristus oleh suplai yang limpah lengkap dari Roh Yesus Kristus (Flp. 1:19-21a). Jika kita hidup oleh hayat alamiah kita, kita tidak dapat ditransformasi dan kita tidak dapat memperbesar Kristus. Suplai yang limpah lengkap dari Roh Yesus Kristus adalah suatu elemen di dalam kita. Ketika suplai yang limpah lengkap ini masuk ke dalam kita, suplai ini memulai proses metabolisme yang di dalam dan menghasilkan suatu manifestasi yang di luar. Orang-orang akan melihat bahwa apa yang dimanifestasikan melalui kita itu bukanlah diri kita sendiri melainkan Kristus. Kita harus menikmati suplai yang limpah lengkap dari Roh Yesus Kristus dan membiarkan Dia bekerja di dalam kita. Inilah transformasi.
Misalnya Anda dan seorang saudara lain hidup bersama. Setiap hari saudara itu memiliki penyegaran pagi, berdoa, membaca Alkitab, dan merenungkan firman Tuhan. Setelah sejangka waktu, Anda tentu akan melihat beberapa transformasi di dalamnya. Saya biasa bangun lebih dini di pagi hari pada pukul empat atau lima, dan says merenungkan firman Tuhan. Kemudian Roh Kudus datang, dan terang itu datang. Ketika saya menjamah Kristus sebagai Roh itu, elemen-Nya masuk ke dalam saya dan menghasilkan suatu fungsi metabolis di dalam diri saya. Ini mirip dengan metabolisme di dalam tubuh kita. Setelah kita makan makanan yang tepat dan menerima beberapa elemen yang tepat ke dalam kita, segala elemen dari makanan itu menjadi elemen kita melalui pencernaan dan asimilasi sehingga kita kelihatan begitu berseri-seri dan berenergi. Jika Anda menjamah Tuhan hari demi hari dan membiarkan elemen-Nya masuk ke dalam Anda, metabolisme akan secara spontan terjadi di dalam diri Anda sehingga Anda dapat ditransformasi dan pada akhirnya menjadi serupa dengan Tuhan.
Jika kita mempunyai banyak masalah di dalam kehidupan kita sehari-hari, kita tidak perlu meminta nasehat dari orang lain, karena kita memiliki satu roh di dalam kita dan Tuhan sebagai Roh yang berhuni di dalam roh kita itu sangatlah dekat dengan kita. Kita dapat bertanya kepada-Nya tentang segala sesuatu, tanpa perlu memakai telepon atau mesin fax, karena Dia dapat berbicara kepada kita di dalam diri kita. Anda dapat berbicara dengan Dia dan berbincang-bincang dengan Dia tentang segala sesuatu. Firman Tuhan berkata, "Janganlah hendaknya kamu kuatir tentang apapun juga, tetapi nyatakanlah dalam segala hal keinginanmu kepada Allah dalam doa dan permohonan dengan ucapan syukur (Flp. 4:6). Maka, jika Anda mempunyai banyak masalah, Anda hanya perlu memberitahu Dia. Dia ada di dalam Anda, dan Dia beserta dengan Anda saling berhadapan muka. Allah Tritunggal — Bapa, Putra, dan Roh — ada di dalam kita bukan untuk menyulitkan kita melainkan untuk menjadi Penolong, Penghibur, Penopang kita. Saya selalu berdoa, "Oh Tuhan, sekarang saya akan berjalan-jalan. Topanglah saya, sokonglah saya, dan kuatkanlah saya." Ini adalah minum Tuhan. Dengan cara ini saya tidak memiliki kekuatiran. Ketika kekuatiran datang, Anda seharusnya berkata, "Oh Tuhan, kekuatiran ini adalah milik-Mu, bukan milikku; aku menyerahkannya kepada-Mu karena Engkau memikulnya bagiku." Maka, Anda menerima elemen Tuhan ke dalam Anda dan metabolisme secara konstan akan bekerja di dalam Anda. Maka dari itu, apa yang diekspresikan melalui Anda secara luaran adalah Kristus. Inilah memperhidupkan Kristus. Orang-orang yang tidak tahu rahasia ini menganggap memperhidupkan Kristus adalah suatu hal yang sulit. Sebenarnya, Anda hanya perlu mempraktekkan berbicara dengan Tuhan secara konstan; kemudian dengan spontan Anda akan memperhidupkan Kristus.
Transformasi Menuntut agar Manusia Jasmaniah
Kaum Imani Semakin Merosot Sehingga
Manuals Batiniah Mereka Dapat Diperbaharui
Sehari demi Sehari
Akhirnya, transformasi menuntut agar manusia jasmaniah kaum imani semakin merosot (dihabisi) sehingga manusia batiniah mereka dapat diperbaharui sehari demi sehari (2 Kor. 4:16). Hal ini tidak menuntut kita untuk melakukannya sendiri; namun, Tuhan akan bekerja di dalam lingkungan kita untuk menghabisi manusia jasmaniah kita. Ketika manusia jasmaniah kita dihabisi, merosot, manusia batiniah kita diperbaharui sehari demi sehari. Allah selalu memberikan kepada kita suami atau istri yang paling cocok untuk pernikahan kita. Ketika seorang muda mulai memilih pasangan hidup, ia melakukan banyak usaha dan mengikuti banyak prinsip. Setelah banyak menimbang, akhirnya ia memilih seseorang. Meskipun orang-orang di sekitarnya tidak setuju dengan pilihannya, sangat sedikit dari mereka yang tahu bahwa itu adalah pengaturan Allah. Setelah keduanya menikah, mereka mulai saling bertengkar bahkan sejak malam yang pertama. Yang satu tidak dapat tidur tanpa jendela yang terbuka, sedangkan yang lainnya takut kena flu bila jendelanya dibuka. Ketika perdebatan mereka tidak menghasilkan jalan keluar, keduanya mulai bertengkar. Ini adalah saling menghabiskan antara suami dan istri. Semakin suami dihabisi oleh istri, semakin ia menjadi rohani. Sam halnya dengan di dalam kehidupan gereja. Ketika beberapa orang melayani di dalam koordinasi, selalu ada seorang yang mempunyai kepribadian yang kokoh yang tidak dapat dipatahkan. Sekalipun demikian, Anda seharusnya tidak menjadi marah, maka Anda harus sabar, bahkan kadang-kadang sampai menjadi sakit. Tuhan mengatur situasi yang semacam ini agar manusia jasmaniah kita dapat merosot sehingga manusia batiniah kita dapat diperbaharui. Dengan cara ini kita ditransformasi.
PEMBANGUNAN
Setelah transformasi, kita akan melihat pembangunan di dalam aspek organik dari keselamatan Allah.
Pembangunan Adalah Manusia-Allah Diikat dan
Dijalin Bersama dengan Manusia-Allah Lainnya dalam
Hayat Ilahi oleh Pertumbuhan Mereka dalam Hayat Ilahi
Transformasi kaum imani dalam hayat ilahi membuat mereka diikat dan dijalin bersama dengan kaum imani lainnya sebagai sesama anggota Kristus karma pertumbuhan mereka dalam hayat ilahi. Pengikatan dan penjalinan bersama ini menjadi pembangunan manusia-Allah dengan manusia-Allah lainnya dalam hayat ilahi.
Pembangunan itu Dihasilkan Melalui Pengikatan dan
Penjalinan oleh Roh yang Mentransformasi
Bangunan dalam hayat ilahi ini adalah bangunan dinding yaspis dari kota kudus itu, Yerusalem Baru, yang bukanlah hasil dari penumpukan sepotong yaspis di atas potongan yaspis lainnya, melainkan adalah hasil dari pengikatan seluruh batu yaspis oleh Roh yang mentransformasi itu. Bangunan ini juga adalah bangunan yang ditunjukkan di dalam Efesus 4:15-16 sebagai hasil dari pertumbuhan kaum imani ke dalam sang Kepala, Kristus, di dalam segala hal, yaitu "seluruh Tubuh, yang diikat bersama dan dijalin bersama melalui setiap sendi dari suplai yang kaya dan melalui kadar pekerjaan setiap bagiannya, menyebabkan pertumbuhan Tubuh kepada pembangunan dirinya sendiri dalam kasih."
Bagi Perampungan Kota Kudus itu, Yerusalem Baru
Pembangunan Tubuh Kristus yang disinggung di dalam Perjanjian Baru adalah pembangunan dengan diikat dan dijalin bersama dalam hayat ilahi. Pembangunan yang demikian itu pertama-tama dilaksanakan di dalam Tubuh Kristus yang akan merampungkan bangunan kota kudus itu, Yerusalem Baru. Bangunan yang demikian ini adalah suatu kesaksian dan suatu manifestasi yang agung dan fungsi hayat ilahi, yaitu, manifestasi gambar rupa yaspis yang mulia dari Allah (Why. 4:3a).
Wahyu di dalam Perjanjian Baru
Mengenai bangunan Allah di atas bumi hari ini, Perjanjian Baru memiliki wahyu, pengajaran, instruksi, dan peringatan yang cukup. Sekarang marilah kita membahasnya secara ringkas.
Pertama, di dalam Matins 16 setelah Tuhan memimpin kita untuk mengenal Dia sebagai Kristus, Putra Allah yang hidup, Dia segera memberitahu kita bahwa di atas pondasi pengenalan kita akan Dia, Dia akan membangun gereja-Nya untuk menahan pintu gerbang Alam Maut (ay 13-18).
Kedua, di dalam Yohanes 1:51 Tuhan memberi tahu kita secara tidak langsung bahwa bagi umat Allah yang mengembara di bumi, perlu ada suatu rumah Allah yang terbangun di bumi untuk melayani sebagai dasar bagi tangga surgawi-Nya di bumi untuk membawa langit ke bumi dan mengikatkan bumi ke langit. Di dalam pasal dua Dia mengumumkan bahwa rumah Allah ini dibangun oleh Dia di dalam kebangkitan dengan hayat kebangkitan dan kuat kuasa-Nya (ay 16-22). Kemudian di dalam 14:23 Dia memberi tahu murid-murid terdekat-Nya bahwa Dia dan Bapa-Nya akan pergi kepada para pengasih-Nya untuk membuat suatu tempat tinggal bersama-sama dengan mereka (cf. 14:2).
Ketiga, di dalam Roma 12 rasul menasehatkan kita bahwa kita hams berpikir begitu tegas mengenai kita sendiri, sebagaimana Allah telah membagikan kepada masing-masing suatu ukuran iman, sehingga kita dapat berkoordinasi dengan semua anggota sebagai satu Tubuh, yaitu, bangunan Allah (ay 3-5).
Keempat, di dalam 1 Korintus 1 rasul mengutuk penganut sekte dan mendesak kita agar memelihara keesaan di dalam satu Kristus itu (ay 10-13). Di dalam pasal tiga Dia mengatakan bahwa kita adalah ladang garapan Allah, bangunan Allah. Kita perlu menumbuhkan Kristus sebagai gandum dan ditransformasi menjadi emas, perak, dan batu-batu permata, elemen dari Trinitas Ilahi, dan dengan demikian membangun gereja Allah di atas pondasi yang telah diletakkan, yaitu Yesus Kristus. Sebaliknya, jika kita berpartisipasi di dalam pembangunan Allah dengan daging (kayu), menurut keinginan manusia (rumput), dan menurut praktek orang-orang dunia (jerami), pekerjaan kita akan dihabisi oleh Tuhan dan kita akan menderita kerugian (ay 9-15).
Kelima, Galatia memperlihatkan kepada kita bahwa segala penghidupan dan pekerjaan kita harus melalui kematian dan kebangkitan di dalam Kristus agar dibebaskan dari ciptaan lama dan menjadi ciptaan baru bagi pembangunan Allah di atas bumi (6:14-15).
Keenam, Efesus, sebuah kitab yang khusus tentang gereja sebagai Tubuh Kristus, menekankan pembangunan Tubuh itu. Efesus 3:17-19 mengatakan bahwa Kristus damba untuk tempat tinggal-Nya, membangun tempat kediaman-Nya, di dalam hati kita agar kita dapat dipenuhi dengan Allah kepada kepenuhan Allah bagi ekspresi Allah.
Lebih jauh lagi, pasal empat mewahyukan kepada kita bahwa Tubuh Kristus adalah suatu organisme yang tersusun dan terbangun dari Allah Tritunggal — Bapa, Putra, dan Rohdan umat tebusan-Nya, dengan Bapa sebagai sumbernya, Tuhan sebagai elemennya, dan Roh itu sebagai esensnya menjadi faktor-faktor yang mendasar, dengan umat pilihan Allah, yang telah dilahirkan kembali, dan kaum imani yang telah ditransformasi menjadi kerangka luarnya. Tidak diragukan lagi, ini adalah pembangunan yang sebagai hasil dari koordinasi kaum imani yang telah dipilih dan ditransformasi oleh Allah dengan Allah Tritunggal yang telah melalui proses (ay 4-6).
Pasal empat kemudian memperlihatkan kepada kita bahwa kita perlu disempurnakan sampai kita menjadi dewasa dalam Kristus dan menjadi satu dalam iman, tidak ditiup atau diombang ambingkan oleh angin-angin pengajaran yang berbeda. Hanya dengan cara inilah Tubuh Kristus dapat dibangun (ay. 11-14). Pasal yang sama juga memerintahkan kita untuk bertumbuh ke dalam sang Kepala, Kristus, dalam segala hal, supaya dari Dia" seluruh Tubuh, yang diikat bersama dan dijalin bersama melalui setiap sendi suplai yang kaya dan melalui kadar pekerjaan masing-masing bagian, menyebabkan pertumbuhan Tubuh itu kepada pembangunan dirinya sendiri dalam kasih" (ay 15-16).
Ketujuh, di dalam Wahyu 3:12-13 Tuhan berjanji kepada pemenang-Nya bahwa Dia akan membuatnya menjadi suatu tiang di dalam bait Allah-Nya agar ia menjadi satu dengan Allah, dengan Yerusalem Baru, dan dengan Tuhan di dalam nama baru-Nya.
Pada akhirnya, di dalam Wahyu 21 dan 22 Allah yang tersembunyi dan misterius itu menyajikan Yerusalem Baru kepada rasul Yohanes dalam keseluruhannya sebagai perampungan dari semua wahyu, visi, lambang, dan nubuat di dalam Kitab Suci, termasuk Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru. Kota kudus ini, yang tersembunyi dari zaman ke zaman di dalam Allah yang menciptakan segala sesuatu dan manusia, dan yang telah dilihat oleh Yohanes, adalah tempat kediaman (kemah) Allah Tritunggal di dalam kekekalan. Kota ini tersusun dari Allah Tritunggal yang telah melalui proses dan rampung sebagai kota itu sendiri — sifat Bapa sebagai emas adalah dasarnya, mutiara-mutiara yang dihasilkan oleh Putra di dalam sekresi hayat kebangkitan-Nya melalui kematian dan kebangkitan-Nya adalah pintupintu gerbangnya, dan batu-batu permata, khususnya yaspis, yang telah ditransformasi oleh Roh yang mentransformasi adalah dinding dan pondasi-pondasinya — dan umat pilihan-Nya, yang telah ditebus, dilahirkan kembali, dikuduskan, diperbaharui, dan ditransformasi. Di dalam kota itu ada sebuah takhta sebagai sentral bagi pemerintahan kerajaan kekal Allah; ada Allah dan Anak Domba sebagai bait di dalam kota itu untuk menjadi tempat bagi umat pilihan-Nya untuk menyembah dan melayani Dia dan untuk menjadi tempat kediaman mereka; ada Allah dan Anak Domba sebagai terang kota itu; ada sungai air hayat (Roh itu) yang mengalir keluar dari takhta, sentral kota itu, untuk mengairi seluruh kota dan meleraikan dahaganya; dan ada Kristus sebagai pohon hayat yang bertumbuh di dalam sungai air hayat dan menghasilkan bush baru yang berlimpah sebagai suplai untuk seluruh kota itu bagi kepuasan dan sukacitanya. Kota kudus yang demikian menakjubkan dan tidak terduga itu menjadi tempat saling tinggal antara Allah dan umat pilihan-Nya di dalam kekekalan sebagai perbesaran dan ekspresi Allah untuk kekekalan.
PERTANYAAN DAN JAWABAN
Pertanyaan : Apakah perbedaan antara pengudusan watak dan transformasi?
Jawaban : Pengudusan watak adalah suatu perubahan dalam watak, suatu perubahan dalam watak kita yang aneh. Setiap orang mempunyai watak yang ganjil dan aneh, dan tidak ada pengecualian untuk hal ini. Setelah kita dikuduskan, watak kita yang sebelumnya yang ganjil dan aneh itu diubah dan menjadi tepat, sesuai dengan sifat Allah. Di pihak lain, transformasi adalah manifestasi yang di luar sebagai hasil dari metabolisme dalam hayat di dalam kita. Pengudusan watak mengubah watak kita yang aneh, sedangkan transformasi menelan semua kelemahan di dalam kita melalui metabolisme, yang mengakibatkan suatu manifestasi yang di luar.
Pertanyaan : Kapankah kita mencapai kematangan dalam hayat? Pada saat kedatangan Tuhan kembali atau hari ini?
Jawaban : Kematangan adalah suatu perkara sehari-hari, tetapi tidak ada seorangpun yang berani menentukan tingkatan kematangan. Paulus berkata, "Sebab aku tidak menyadari apa-apa tentang diriku sendiri; tetapi bukan karena itu aku dibenarkan, tetapi Dia yang memeriksa aku ialah Tuhan. Karena itu janganlah menghakimi apa-apa sebelum waktunya, sampai Tuhan datang" (1 Kor. 4:4-5). Jika Anda merasa bahwa Anda telah sangat matang sebulan setelah Anda mendengar berita ini, itu memperlihatkan bahwa Anda belum matang. Orang-orang yang tidak matang selalu merasa bahwa mereka itu matang. Sebaliknya, orang-orang yang matang itu merendahkan din dan merasa bahwa mereka belum matang dan masih kekurangan sekali.
Pertanyaan : Kita telah dilahirkan kembali dalam hayat dan diubah dalam watak kita dengan hayat dan sifat Allah. Mengapa kita masih perlu ditransformasi dalam pikiran kita seumur hidup kita?
Jawaban : Allah tidak memakai hayat alamiah kita; Dia hanya memakai hayat-Nya sendiri. Allah telah melahirkan kita kembali dalam hayat, tetapi watak kita itu aneh, maka Dia menguduskan kita dengan sifat kudus-Nya. Lebih jauh lagi, Dia jugs mentransformasi kita secara metabolis dari dalam sehingga kita memiliki ekspresi gambar ilahi yang di luar. Ini adalah pekerjaan aspek organik dari keselamatan Allah. Allah melaksanakan pekerjaan yang organik ini dengan hayat-Nya, dengan sifat-Nya, dan dengan ekspresi dari gambar-Nya. Pada akhirnya, perampungan pekerjaan Allah ini adalah pada saat kita diserupakan dan dimuliakan. Namun, segala hal ini harus dilaksanakan melalui transformasi oleh pembaharuan pikiran. Misalnya, Alkitab dengan jelas memperlihatkan kepada kita bahwa Allah Tritunggal itu secara kekal adalah swa-ada dan saling huni, tetapi banyak yang di dalam Kekristenan yang ngotot bahwa ada tiga Allah yang terpisah. Contoh lain adalah mengenai 1 Korintus 15:45, yang mengatakan dengan jelas bahwa Adam yang akhir telah menjadi Roh pemberi hayat, tetapi banyak yang di dalam Kekriatenan mengatakan bahwa Kristus dan Roh Kudus adalah dua. Ini memperlihatkan bahwa jika pikiran kita tidak dipalingkan, diperbaharui, dan ditransformasi, kita tidak dapat memahami Alkitab secara akurat. Transformasi pikiran kita ini memerlukan waktu seumur hidup kita.