PENYERUPAAN DAN PEMULIAAN
Pembacaan Alkitab :
Rm. 8:29; Flp. 3:10; 1:19-21a; 1 Yoh. 3:2;
Rm. 8:30; Ibr. 2:10; 1 Ptr. 5:10; 1 Tes. 2:12; Rm. 8:23; Ef. 4:30
GARIS BESAR
I. Dalam perampungan ekonomi ilahi.
II. Penyerupaan—Rm. 8:29 :
A. Penyerupaan adalah perampungan transformasi kaum imani dalam hayat.
B. Penyerupaan adalah diserupakan kepada gambar Putra sulung Allah :
1. Putra sulung Allah adalah Kristus sebagai manusia-Allah.
2. Diserupakan kepada gambar Putra sulung Allah adalah agar kaum imani menjadi dewasa dalam hayat sebagai manusia-Allah :
a. Untuk diserupakan kepada kematian Kristus dalam segala hal melalui kuat kuasa kebangkitan-Nya — Flp. 3:10.
b. Untuk memperhidupkan Kristus untuk memperbesar Dia melalui suplai yang limpah lengkap dari Roh Yesus Kristus (yang adalah manusia-Allah itu) — Flp. 1:19-21a.
c. Untuk menjadi cetak-ulang dari manusia-Allah itu, Kristus, sehingga kaum imani dapat menjadi persis seperti Dia, Putra sulung Allah itu — 1 Yoh. 3:2.
III. Pemuliaan — Rm. 8:30 :
A. Pemuliaan adalah penyebaran kemuliaan Kristus dari kaum imani oleh pertumbuhan mereka kepada kematangan dalam hayat Kristus.
B. Ini juga adalah masuknya kaum imani ke dalam kemuliaan Allah — Ibr. 2:10; 1 Ptr. 5:10; 1 Tes. 2:12.
C. Ini juga adalah penikmatan kaum imani akan penebusan tubuh mereka — Rm. 8:23; Ef. 4:30.
D. Ini juga adalah perampungan akhir dari keselamatan lengkap Allah di dalam kaum imani.
E. Perampungan akhir dari keselamatan lengkap Allah adalah Yerusalem Baru — kristalisasi dari keesaan dan pembauran antara Allah dengan manusia, antara Allah Tritunggal yang telah melalui proses dan rampung dengan umat pilihan tripartit-Nya yang telah dilahirkan kembali, ditransformasi, diserupakan, dan dimuliakan.
IV. Kaitan antara penebusan yudisial Allah dengan penyelamatan organik Allah :
A. Penebusan yudisial Allah melayakkan dan menempatkan kaum imani pada kedudukan untuk menikmati penyelamatan organik Allah dan masuk ke dalam kasih karunia Allah yang lebih tinggi bagi perampungan ekonomi kekal Allah dan pencapaian tujuan akhir Allah.
B. Secara yudisial, gereja Allah, yang telah Dia tebus dan Dia peroleh melalui darah-Nya sendiri (Kis. 20:28), telah dihasilkan melalui penebusan yudisial Allah. Di pihak lain, secara organik, gereja Allah tersusun dengan umat Allah yang telah dilahirkan kembali dalam hayat ilahi. Aspek organik ini menghasilkan Tubuh Kristus (Ef. 1:22-23).
C. Penyelamatan organik Allah perlu dipertahankan secara konstan melalui penebusan yudisial Allah :
1. Pada saat persekutuan kaum imani dengan Allah terganggu karena dosa-dosa mereka, persekutuan itu dapat dipulihkan melalui darah penebusan Kristus — 1 Yoh. 1:6-7.
2. Pada saat kaum imani ada masalah di hadapan Allah karena perbuatan dosa mereka, Kristus, Penebus mereka, bertanggung jawab menyelesaikan masalah mereka dalam status-Nya sebagai Penasehat mereka di langit di hadapan Allah — 1 Yoh. 2:1-2.
D. Transfigurasi akhir kaum imam dalam tubuh mereka untuk masuk ke dalam kemuliaan Allah adalah penebusan tubuh mereka (Ef. 4:30; Rm. 8:23), ini mengandung elemen penebusan, karena walaupun kaum imam itu telah rnenjadi rehani, telah diperbaharui, dan telah ditransformasi, namun tubuh mereka masih milik ciptaan lama, oleh karena itu tubuh ini masih memerlukan penebusan yudisial Allah sehingga dapat menerima penyelamatan organik Allah dan ditransfigurasi untuk masuk ke dalam kemuliaan (Flp. 3:21; Rm. 8:30).
E. Penebusan yudisial Allah yang sebagai prosedur itu tidak akan memiliki tujuan apabila tanpa penyelamatan organik Allah. Penebusan itu hanyalah untuk orang-orang berdosa agar mereka ditebus, diampuni dosa-dosanya, dan menjadi umat yang dibenarkan oleh Allah, namun tujuannya tidak jelas bagi kebanyakan kaum imani yang dengan salah menganggap bahwa tujuan penebusan mereka itu adalah untuk naik ke surga, dan mereka tidak menyadari bahwa, menurut wahyu Kitab Suci, penebusan yudisial Allah sebagai prosedur itu haruslah disertai dengan penyelamatan organik Allah sebagai tujuannya, yaitu adalah untuk melahirkan kita kembali, menggembalakan kita, menguduskan kita secara watak, memperbaharui kita, dan mentransformasi kita dan membangun kita ke dalam Tubuh Kristus, yang secara ultima merampungkan Yerusalem Baru sebagai tujuan akhir dari keselamatan organik Allah, untuk menjadi perbesaran dan ekspresi Allah di dalam kekekalan.
Di dalam berita sebelumnya kita telah meliput tentang kelahiran kembali, penggembalaan, pengudusan, pembaharuan, transformasi, dan pembangunan. Kelahiran kembali adalah untuk mendapatkan hayat Allah diletakkan ke dalam kita sebagai tambahan untuk hayat kita. Setelah kelahiran kembali, kita masih perlu penggembalaan Allah dalam hayat. Lebih jauh lagi, kita perlu dikuduskan dalam watak kita dengan membiarkan Allah mengubah keanehan kita dengan sifat kudus-Nya sebagai elemennya. Manusia yang diciptakan oleh Allah itu benar, jujur, dan tidak bengkok, tetapi setelah jatuh, manusia itu menjadi penuh tipu muslihat, tidak jujur, dan aneh. Di antara kita ada banyak pasangan yang telah menikah selama bertahun-tahun, tetapi adakah suami dan istri yang tidak pernah saling berbohong? Para suami selalu menyatakan bahwa mereka itu setia dan jujur terhadap istriistri mereka, tetapi Allah tahu bahwa mereka sering menghadapi istri-istri mereka dengan penuh kepalsuan supaya diri mereka sendiri dapat memperoleh beberapa keuntungan dan istri-istri mereka menderita kerugian. Kita orang-orang yang telah jatuh itu bobrok sejak lahirnya. Maka, kita memerlukan pekerjaan pengudusan Allah untuk mengubah kita secara watak.
Lebih jauh lagi, kita perlu pembaharuan. Pembaharuan yang dimaksud di dalam Kitab Suci adalah untuk mendapatkan esens ilahi ditambahkan ke dalam diri kita. Pembaharuan adalah suatu perkara pengubahan pikiran kita. Di dalam 2 Korintus 3 Paulus mengatakan bahwa perjanjian yang lama itu terdiri dari huruf-huruf dan tidak memiliki hayat di dalamnya, tetapi kita, sebagai para minister perjanjian yang baru, bukanlah para minister dari huruf melainkan adalah para minister Roh (ay 6). Orang-orang Yahudi menghormati hukum Musa menurut huruf, maka hati mereka berpaling dari Allah. Jadi ketika mereka berpaling dari Allah untuk hidup dan berjalan menurut hukum Musa dalam huruf, selapis demi selapis selubung diletakkan pada hati mereka. Orang-orang Yahudi telah menerima pengajaran-pengajaran tradisional dari nenek moyang mereka melalui beberapa generasi, make pikiran mereka telah terpaku, terbentuk, dan sulit untuk diubah. Sama halnya dengan orang-orang Kristen yang usang di dalam Kekristenan hari ini. Hati mereka harus berpaling kepada Tuhan supaya selubung-selubung yang menutupi mereka itu dapat diangkat. Mak, di dalam 2 Korintus 3:16 Paulus berkata, "Tetapi apabila hati mereka berpaling kepada Tuhan, maka selubung itu akan diambil."
Ketika hati kita berpaling dari Tuhan kepada hal-hal lain, hal-hal itu menjadi lapisan-lapisan selubung yang menutupi kita. Hari ini sekolah-sekolah teologi yang berbeda itu masing-masing memiliki konsepsi mereka sendiri. Hanya ada satu Alkitab, namun setiap orang yang membacanya itu berbeda. Misalnya, secara umum, mereka yang mengajar mengenai Trinitas di dalam teologi menganggap bahwa Bapa adalah Bapa, Putra adalah Putra, dan Roh adalah Roh. Di dalam konsep mereka, Bapa, Putra, dan Roh itu terpisah. Banyak yang ngotot pada konsep tradisional, sehingga mereka tidak dapat melihat kebenaran yang murni di dalam Alkitab. Contoh yang lain adalah mengenai roh insani. Banyak orang yang belum pernah melihat bahwa manusia itu memiliki satu roh. Tetapi, sedikitnya ada tiga ayat di dalam Kitab Suci yang menunjukkan Roh Allah dan roh manusia sekaligus. Pertama, Yohanes 4:24 mengatakan bahwa Allah itu Roh dan bahwa mereka yang menyembah Dia harus menyembah di dalam roh (roh manusia). Kedua, Yohanes 3:6 mengatakan bahwa yang dilahirkan dari Roh (Roh Allah) adalah roh (roh manusia). Ketiga, Roma 8:16 mengatakan bahwa Roh itu bersaksi bersama-sama dengan roh kita bahwa kita adalah anak-anak Allah. Jika kita memiliki satu pikiran yang diperbaharui, kita dapat melihat dengan jelas dari tiga ayat ini bahwa di dalam kita kita memiliki roh insani.
Saya takut bahwa setelah mendengar berita-berita ini selama tiga atau empat hari, beberapa dari kalian yang ada di sini masih memiliki selubung di dalam Italian. Alkitab mengatakan bahwa pembaharuan adalah di dalam roh pikiran kalian (Ef. 4:23). Hanya bila roh Anda menjadi roh pikiran Anda, barulah Anda dapat diperbahami. Ini berarti bahwa pikiran Anda dapat diperbaharui hanya bila memiliki roh yang menyebar ke dalam pikiran. Jika pikiran Anda dipenuhi dengan diri Anda sendiri, Anda tidak dapat diperbaharui. Satu Korintus 15:45 berkata, "Adam yang akhir telah menjadi Roh pemberi hayat." Ayat ini dengan jelas mengacu kepada Kristus sebagai Roh itu, tetapi jika Anda ngotot untuk tidak percaya, maka tidak akan ada bantuan bagi Anda. Anda perlu mengesampingkan apa yang Anda pertahankan dan membuka diri Anda sendiri kepada Tuhan. Tnhan akan berkata kepada Anda, "Anak-Ku, firman-Ku mengatakan bahwa Aku adalah Roh, maka kamu juga harus mengatakan bahwa Aku adalah Roh." Jika Anda menerima firman Tuhan dengan cara demikian, maka pikiran Anda akan diperbaharui.
Kita bukan hanya perlu diperbaharui melainkan juga ditransformasi. Transformasi adalah suatu perkara hayat ilahi yang bekerja secara metabolis di dalam kita agar kita dapat ditransformasi bukan hanya dalam watak kita yang di dalam melainkan juga gambar kita yang di luar, yaitu ditransformasi ke dalam gambar yang sama seperti Tuhan. Setelah transformasi, kita masih perlu dibangun. Kita perlu diikat dan dijalin bersama dalam hayat ilahi bagi pembangunan Tubuh Kristus yang akan merampungkan pembangunan Yerusalem Baru.
PENYERUPAAN
Di dalam berita ini kita akan meliput perkara penyerupaan dan pemuliaan. Menyajikan kebenaran itu tidaklah mudah. Augustinus mengatakan bahwa jika Anda berusaha untuk memahami Allah Tritunggal, itu sama seperti memakai satu sendok kecil untuk mengukur samudera. Ini memang demikian. Sebagaimana kebenaran mengenai Allah Tritunggal itu sangat dalam, demikian juga kebenaran mengenai penyempaan. Kita bukan hanya perlu ditransformasi dan dibangunkan, melainkan kita juga perlu diserupakan.
Diserupakan kepada Gambar Putra Sulung Allah
Kepada siapa atau kepada apakah kita diserupakan? Apakah kita diserupakan kepada rupa orang China atau Amerika atau Jepang? Kita diserupakan kepada rupa Putra sulung Allah. Roma 8:29 berkata, "Sebab mereka yang dikenal-Nya dari semula, mereka juga ditakdirkan-Nya dari semula untuk diserupakan kepada gambar Putra-Nya, supaya Ia dapat menjadi yang Sulung di antara banyak saudara." Allah menakdirkan kita untuk diserupakan kepada gambar Putra-Nya adalah agar Putra-Nya itu menjadi yang Sulung di antara banyak Putra-Nya.
Putra Sulung Allah
Adalah Kristus sebagai Manusia-Allah
Mengenai Putra Allah, ada satu pertanyaan yang sangat sulit di dalam teologi, yaitu : Berapa banyakkah putra yang Allah miliki? Ibrani 12:23 menyinggung tentang gereja dari yang sulung. Putra-putra sulung di sini mengacu kepada kita, orang-orang kudus. Tetapi bagaimana kita dapat mengatakan bahwa orang-orang kudus adalah putra-putra sulung? Yakobus 1:18 mengatakan bahwa Allah "menjadikan kita oleh firman kebenaran, supaya kita dapat menjadi semacam yang sulung dari antara ciptaan Allah." Sebagai bahan penyusun gereja, kita adalah buah sulung di antara ciptaan-ciptaan Allah. Mengatakan bahwa buah-buah sulung itu mengacu kepada putra-putra sulung adalah suatu cara pembicaraan yang relatif. Harinya akan tiba saat orang-orang Kafir dan orang-orang Yahudi akan berpaling untuk menyembah Allah. Meskipun situasi itu belum datang, hari ini kita kaum imani mengambil pimpinan untuk menyembah Allah. Maka, di dalam hal ini kita adalah putra-putra sulung, buah-buah sulung dari antara ciptaan Allah.
Di pihak lain, Yohanes 1 mengatakan bahwa Kristus adalah Putra tunggal Allah (ay 18), sedangkan Roma 8 mengatakan bahwa Kristus akan menjadi yang Sulung di antara banyak saudara (ay 29). Kristus adalah Putra tunggal Allah, dan kemudian Dia menjadi Putra sulung Allah dengan banyak saudara. Maka, sebagai Putra Allah, Kristus memiliki dua status, yang satu adalah Putra tunggal dan yang lainnya adalah Putra sulung. Apakah perbedaan antara Putra tunggal Allah dan Putra sulung Allah? Putra tunggal Allah hanya memiliki keilahian tetapi tidak memiliki keinsanian, sedangkan Putra sulung Allah memiliki keilahian dan keinsanian. Ketika Allah menjadi daging, Dia membawa jtailahian ke dalam keinsanian; ketika Tuhan dibangkitkan, Dia membawa keinsanian masuk ke dalam keilahian, yaitu, Dia membaurkan keinsanian dengan keilahian. Perbauran isinsanian dengan keilahian ini menghasilkan status yang kedua dari Putra Allah, yaitu, Putra sulung Allah.
Di dalam kekekalan Tuhan hanyalah Putra tunggal Allah. Di dalam waktu Dia telah menjadi daging untuk menjadi seorang manusia, tetapi Dia belum menjadi Putra sulung Allah. Kapankah Dia menjadi Putra sulung Allah? Roma 1:3-4 berkata, "Tentang Putra-Nya, yang keluar dari benih Daud menurut daging, yang telah ditunjuk sebagai Patra Allah di dalam kuat kuasa menurut Roh kekudusan dari kebangkitan-Nya dari antara orang mati, Yesus Kristus Tuhan kita." Di sini ada dua "menurut" di sini : menurut daging, Dia adalah benih Daud, seorang manusia; menurut Roh kekudusan, Dia adalah Putra Allah. Dia ditunjuk sebagai Putra Allah di dalam kuat kuasa menurut Roh kekudusan dari kebangkitan dari antara orang mati.
Kapan dan bagaimanakah penunjukkan itu terjadi? Ini memerlukan sedikit penjelasan. Satu Petrus 3:18 berkata, "Sebab Kristus juga telah mati sekali untuk dosa-dosa, Sang Benar demi sang tidak benar, supaya Ia dapat membawa kamu kepada Allah, Ia, yang di satu pihak telah dibunuh dalam daging, tetapi di pihak lain yang telah dihidupkan dalam Roh." Ayat ini memberi tahu kita bahwa setelah Dia mati dalam daging, Kristus masih tetap aktif dalam Roh-Nya. Apakah yang sedang Dia lakukan? Di dalam Yohanes 12:24 Tuhan mengatakan bahwa Dia adalah sebutir gandum yang menghasilkan banyak buah dengan jatuh ke dalam tanah dan mati. Ketika sebutir gandum jatuh ke dalam tanah, kulit luarnya mati dan membusuk, tetapi hayat di dalamnya aktif. Butir gandum itu di satu pihak mati dan di pihak lain hidup. Ketika butir gandum itu mati, kematian ini memberikan suatu kesempatan kepada hayat yang di dalamnya untuk bekerja menghasilkan tunas-tunas yang lembut. Inilah kabangkitan. Ketika Tuhan dikuburkan di dalam kuburan, daging-Nya, keinsanian yang dahulu bersama-sama dengan Dia itu mati. Tetapi, keilahian-Nya, Roh kekudusan itu, mempunyai kesempatan yang besar untuk bekerja. Pertama, Dia membangkitkan keinsanian Kristus. Pada waktu yang sama, Dia meninggikan keinsanian Yesus ke dalam keilahian. Pada saat itulah Allah berkata, "Engkau adalah Putra-Ku; hari ini Aku telah memperanakkan Engkau" (Kis. 13:33). "Hari ini" di sini mengacu kepada hari kebangkitan Tuhan. Maka, pada saat itulah Roh kekudusan mempertinggi keinsanian Kristus dan membangkitkan daging-Nya sehingga Allah berkata, "Hari ini Aku telah memperanakkan Engkau." Sejak waktu itu dan seterusnya, Dia telah menjadi Putra sulung Allah.
Karena Dia adalah Putra sulung, maka pasti ada saudara-saudara juga. Kalau tidak, bagaimana Dia dapat disebut yang Sulung? Saudara-saudara-Nya adalah kita orang-orang yang telah diselamatkan. Sebenarnya, kita dan Dia sebagai Putra sulung semuanya dilahirkan di dalam persalinan yang sama. Kita telah dilahirkan di dalam kebangkitan-Nya. Satu Petrus 1:3 mengatakan bahwa pada waktu kebangkitan Kristus, yaitu, di dalam kebangkitan-Nya, Allah telah melahirkan kembali kita semua. Anda tidak selamanya mengira bahwa Anda baru dilahirkan kembali dua bulan yang lalu, atau Anda telah dilahirkan kembali enam puluh tujuh tahun yang lalu. Anda telah dilahirkan kembali dua ribu tahun yang lalu dengan dibangkitkan bersama dengan Kristus. Ada beberapa orang mungkin tidak dapat menerima perkataan ini. Sekali lagi, ini adalah suatu masalah pikiran. Allah memiliki jadwal-Nya sendiri dan Anda memiliki jadwal Anda sendiri; dua jadwal ini memiliki cara perhitungan yang berbeda. Kita perlu mengambil cara perhitungan Allah. Menurut perhitungan-Nya, Dia telah memilih kita sebelum pondasi dunia diletakkan (Ef. 1:4); lebih jauh lagi, Kristus telah disembelih sejak pondasi dunia diletakkan, yaitu, dari penciptaan tingkat-tingkat langit dan bumi (Why. 13:8). Menurut cara perhitungan Allah, pada saat kebangkitan Kristus, yaitu, dua ribu tahun yang lalu, kita telah dibangkitkan bersama dengan Dia dan dilahirkan kembali (1 Ptr. 1:3).
Setelah kelahiran kembali, kita menjadi anak-anak Allah, banyak putra Allah, yang adalah banyak saudara Kristus. Tetapi, kita masih perlu diserupakan kepada gambar Putra Allah. Kita akan diserupakan, bukan kepada Putra tunggal Allah melainkan kepada Putra sulung Allah, karena Putra tunggal Allah tidak memiliki keinsanian, sedangkan Putra sulung Allah memiliki keilahian dan keinsanian. Mengapa setelah kita dilahirkan kembali menjadi banyak putra Allah kita masih perlu diserupakan kepada gambar Putra sulung Allah? Meskipun kita telah dilahirkan kembali menjadi banyak putra Allah, kita belum serupa putra-putra Allah. Mungkin pagi hari ini beberapa dari kalian para suami dan istri masih bertengkar, dan setelah bertengkar Anda datang ke sidang. Oleh karena itu, kita perlu diserupakan kepada gambar Putra Allah agar Dia dapat menjadi yang sulung di antara banyak saudara. Di Amerika Serikat hari ini kira-kira ada seratus dua puluh juta orang, yaitu setengah dari populasinya, yang adalah orang Protestan dan orang Katholik. Tetapi, ke manapun Anda pergi hari ini, bila Anda mengamati, dapatkah Anda membedakan orang-orang Kristen? Jika Anda mendengar pembicaraan orang-orang di kantor-kantor, khususnya pada hari Senin, semuanya adalah tentang ke mana mereka telah pergi berdansa atau pergi pelesiran di akhir minggu, dan banyak perkataan kotor yang diucapkan. Banyak di antara mereka adalah orang Kristen, tetapi mereka belum diserupakan kepada gambar Kristus. Maka, hari ini kita secara mendesak perlu diserupakan kepada gambar Putra sulung Allah. Diserupakan kepada gambar Putra sulung Allah itu sama dengan menampilkan gambar-Nya. Ketika kita semua menampilkan gambar-Nya, dunia akan melihat Kristus sebagai Putra sulung Allah karena semua saudara-Nya akan dimanifestasikan di sini.
Diserupakan kepada Kematian Tuhan
Bagaimana kita dapat diserupakan kepada gambar Putra sulung Allah? Untuk mengetahui bagaimana diserupakan kepada gambar Putra sulung Allah itu, kita harus memahami bagaimana Putra sulung Allah itu hidup di bumi. Putra sulung Allah adalah Putra Allah dan juga Putra Manusia. Dia adalah manusia-Allah, dan Dia menempuh kehidupan seorang manusia di atas bumi. Kehidupan yang Dia tempuh di bumi adalah kehidupan yang Allah dambakan agar ditempuh oleh manusia sewaktu Dia menciptakan manusia. Setelah kejatuhan, manusia tidak dapat menempuh kehidupan yang Allah inginkan untuk ditempuh oleh manusia. Maka, Putra tunggal Allah datang untuk menjadi Putra Manusia. Di dalam ke empat Injil, dari awal sampai akhir, Tuhan menyebut diri-Nya sendiri Putra Manusia (Mat. 8:20; 26:64); Dia hidup sebagai manusia di bumi. Dia hidup sebagai seorang manusia yang setiap hari berada di bawah bayangan salib, menyangkal dan menyalibkan diri-Nya sendiri setiap hari. Dia memberi tahu orang-orang bahwa tidak ada perkataan-perkataan yang Dia katakan yang diucapkan oleh diri-Nya sendiri dan tidak ada hal-hal yang Dia lakukan yang dilakukan dari kedambaan-Nya sendiri (Yoh. 8:28-29; 14:10). Dia mengucapkan perkataan-perkataan dan melakukan hal-hal menurut kehendak Bapa-Nya. Dengan melakukan ini, Dia memenuhi apa yang Allah tuntut secara yudisial. Inilah sebabnya mengapa Dia bersyarat untuk mati bagi kita di atas kayu salib. Di dalam penghidupan insani-Nya di bumi selama tiga puluh tiga setengah tahun, Tuhan Yesus dites dan diuji oleh Allah. Pada akhirnya, menurut tuntutan kebenaran Allah secara yudisial, Dia bersyarat untuk pergi ke atas kayu salib untuk menanggung dosa-dosa kita dan mati bagi kita. Allah menganggap Dia sebagai seorang berdosa, bahkan sebagai dosa (2 Kor. 5:21), dan mengutuk Dia di atas kayu salib. Kematian-Nya benar-benar merupakan suatu perkara yudisial bagi penggenapan tuntutan kebenaran Allah secara yudisial. Ini adalah hal yang Dia lakukan sebagai Putra Manusia. Kehidupan yang tersalib yang Dia tempuh di bumi sebagai Putra Manusia menjadi suatu cetakan; kita harus diserupakan kepada cetakan yang demikian (Flp. 3:10b).
Hari ini kita orang-orang yang telah diselamatkan adalah sama dengan Dia. Menurut daging, kita adalah putra-putra Adam; kita juga dapat mengatakan bahwa menurut Roh kekudusan, kita adalah putra-putra Allah. Tetapi, kita belum hidup seperti putra-putra Allah. Apakah Anda hidup seperti atau tidak seperti seorang putra Allah itu tergantung pads apakah Anda hidup di bawah bayangan salib. Sudahkah Anda mati terhadap diri Anda sendiri dalam menghadapi istri Anda, suami Anda, anak-anak Anda, atau orang yang lain? Menyerahkan diri kita sendiri, tetap tinggal di atas salib, mati terhadap diri kita sendiri adalah diserupakan kepada kematian Tuhan. Jadi ketika kita diserupakan kepada kematian-Nya, Roh itu akan bekerja di dalam kita. Ini adalah seperti sebutir gandum yang jatuh ke dalam tanah dan mati; kulit luarnya membusuk, tetapi hayat yang di dalamnya mulai bekerja. Ini ditunjukkan di dalam sebuah kidung : "Hanya pada saat bekerja/Hayat-Nya tercurah melaluiku. / Jika tidak ada maut, tidak ada hayat..." (Kidung #307, terjemahan langsung).
Jika kita ingin mengalami diserupakan kepada gambar Putra Allah, maka kita perlu setiap hari diserupakan kepada kematian-Nya. Ini bukanlah perkara kesabaran. Kita tidak perlu belajar untuk berusaha untuk bersabar; kita perlu mati. Ketika istri Anda membuat Anda marah, semakin Anda berusaha untuk bersabar, semakin Anda akan sakit lambung. Yang Anda perlukan bukanlah bersabar melainkan mati. Mungkin Anda akan mengatakan bahwa Anda tidak tahu bagaimana caranya untuk mati. Anda perlu berdoa dengan tidak putus-putusnya. Ketika istri Anda mengubah raut mukanya terhadap Anda, berdoalah kepada Tuhan. Jika Anda tidak dapat berdoa dengan bersuara, berdoalah di dalam hati Anda. Semakin Anda berdoa, semakin Anda tahu bagaimana untuk mati terhadap diri Anda sendiri. Terima kaaih kepada Tuhan karena saudara dan saudari di antara kita sedikit banyaknya telah mempunyai pengalaman yang demikian. Ada beberapa yang mungkin tidak memiliki banyak pengalaman. Ketika mereka pulang ke rumah dalam keadaan gembira dan melihat perubahan raut muka istri mereka akan berkata, "Oh Tuhan, amin." Tetapi ketika mereka sedang tidak gembira, mereka akan membalas kepada istrinya dengan memperhatikan perubahan raut muka juga atau bahkan mulai memukul istrinya. Ini bukanlah menjadi putra-putra Allah, melainkan putra-putra Adam, bahkan putra-putra iblis (1 Yoh. 3:10). Penghidupan kita menjadi suatu ekspresi putra-putra iblis. Jika kita hidup dengan cara ini, bagaimana mungkin Kristus dapat menjadi yang Sulung di antara kita? Maka, kita perlu mempunyai pengalaman penyerupaan setiap hari di dalam penghidupan kita.
Kesimpulannya, penyerupaan adalah perampungan dari transformasi kaum imani dalam hayat, dan penyempurnaan juga adalah diserupakan kepada gambar Putra sulung Allah, yang adalah Kristus sebagai manusia-Allah. Diserupakan kepada gambar Putra sulung Allah adalah agar kaum imani menjadi dewasa dalam hayat sebagai manusia-Allah. Ini adalah diserupakan kepada kematian-Nya dalam segala hal melalui kuat kuasa kebangkitan Kristus (Flp. 3:10) dan memperhidupkan Kristus untuk memperbesar Dia melalui suplai yang limpah lengkap dari Roh Yesus Kristus, manusia-Allah (Flp. 1:19-21a). Ini adalah untuk menjadi cetak ulang dari manusia-Allah itu, Kristus, sehingga kita dapat persis seperti Dia, Putra sulung Allah (1 Yoh. 3:2).
PEMULIAAN
Dimuliakan adalah masuk ke dalam kemuliaan. Setelah melalui kelahiran kembali, penggembalaan, pengudusan watak, pembaharuan, transformasi, pembangunan, dan penyerupaan kepada gambar Putra sulung Allah, kaum imani menjadi matang dan bersyarat untuk diangkat, dan mereka tinggal menantikan kedatangan Tuhan kembali. Ketika Tuhan datang kembali, mereka akan masuk ke dalam kemuliaan untuk menikmati bagian yang tertinggi dari keputraan ilahi (Rm. 8:23). Maka, pemuliaan adalah penyebaran kemuliaan Kristus dari kaum imani oleh pertumbuhan mereka kepada kematangan dalam hayat Kristus. Kita dapat mengatakan bahwa pemuliaan adalah manifestasi kemuliaan Putra sulung Allah dari dalam diri kita, atau bahwa pemuliaan ini adalah kita masuk ke dalam kemuliaan (Ibr. 2:10; 1 Ptr. 5:10; 1 Tes. 2:12). Kemuliaan ini adalah Allah Tritunggal. Maka, masuk ke dalam kemuliaan adalah masuk ke dalam Allah Tritunggal. Ketika seluruh diri
kita masuk ke dalam Allah Tritunggal, kita dimuliakan. Pemuliaan juga adalah penikmatan kaum imam akan penebusan tubuh mereka (Rm. 8:23; Ef. 4:30). Ini juga adalah perampungan akhir dari keselamatan lengkap Allah di dalam kaum imani. Pada poin ini, pekerjaan organik Allah telah lengkap. Pekerjaan organik Allah adalah dari kelahiran kembali sampai pemuliaan, dari sejak Allah masuk ke dalam manusia sampai ketika manusia secara praktis dibawa masuk ke dalam Allah. Kelahiran kembali adalah Allah masuk ke dalam manusia, sedangkan pemuliaan adalah manusia masuk ke dalam Allah. Jadi, manusia benar-benar dibaurkan dan diikat dengan Allah untuk mengekspresikan gambar Allah. Itulah pemuliaan. Perampungan akhir dari keselamatan lengkap Allah adalah Yerusalem Baru kristalisasi dari keesaan dan pembauran antara Allah dengan manusia, antara Allah Tritunggal yang telah melalui proses dan rampung dengan umat pilihan tripartit-Nya yang telah dilahirkan kembali, ditransformasi, diserupakan, dan dimuliakan.
Kaitan antara Penebusan Yudisial Allah
Dan Penyelamatan Organik Allah
Akhirnya, kita akan melihat kaitan antara penebusan yudisial Allah dan penyelamatan organik Allah. Penebusan yudisial Allah dan penyelamatan organik Allah itu sangat herhubungan. Penebusan yudisial telah digenapkan oleh Maus di bumi dalam waktu tiga puluh tiga setengah tahun. Penyelamatan organik sedang dilaksanakan oleh Kristus sejak dari kebangkitan-Nya sampai kekekalan. Hubungan antara keduanya adalah bahwa pertama, penebusan yudisial Allah sebagai prosedur melayakkan dan menempatkan kaum imani pada kedudukan untuk menikmati penyelamatan organik Allah dan masuk ke dalam kasih karunia Allah yang Iebih tinggi bagi perampungan ekonomi kekal Allah dan upencapaian tujuan akhir Allah.
Kedua, secara yudisial, gereja Allah dihasilkan melalui penebusan yudisial Allah. Tanpa penebusan yang demikian, gereja tidak dapat dihasilkan, karena Kisah Para Rasul 20:28 mengatakan bahwa Allah telah membeli, menebus gereja-Nya melalui darah-Nya sendiri. Di pihak lain, secara organik, gereja Allah disusun dengan umat Allah yang telah dilahirkan kembali dalam hayat ilahi. Aspek organik ini menghasilkan Tubuh Kristus (Ef. 1:22-23).
Ketiga, penyelamatan organik Allah perlu dipertahankan secara berkesinambungan melalui penebusan yudisial Allah. Anda tidak seharusnya mengatakan bahwa karena Anda telah memiliki penebusan yudisial dan oleh karena itu telah masuk ke dalam penyelamatan organik, Anda tidak ada hubungan dengan aspek yudisial lagi atau Anda tidak memerlukan aspek yudisial lagi. Tidak, Anda masih memerlukan penebusan yudisial Allah. Penyelamatan organik Allah perlu dipertahankan secara konstan melalui penebusan yudisial Allah. Misalnya, pada saat persekutuan kaum imani dengan Allah terganggu karena dosa-dosa mereka, mereka perlu memulihkan persekutuan mereka melalui darah penebusan Kristus. Maka, 1 Yohanes 1:6-9 mengatakan bahwa jika kita berdosa, kita perlu mengaku dosa-dosa kita kepada Allah dan meminta pengampunan-Nya; kemudian Allah akan membasuh dosa-dosa kita dengan darah Kristus dan memulihkan persekutuan kita dengan Dia. Oleh karena itu, secara organik, pada saat persekutuan kita dengan Allah terputus, persekutuan ini harus dipulihkan melalui darah penebusan. Lagi pula, pada saat kaum imani ada masalah di hadapan Allah karena perbuatan dosa mereka, Kristus, Penebus mereka, bertanggung jawab menyelesaikan masalah mereka dalam status-Nya sebagai Penasehat mereka di langit di hadapan Allah (1 Yoh. 2:1-2). Kita tidak seharusnya mengatakan bahwa karena kita berada di dalam penyelamatan organik, kita tidak ada hubungan dengan penebusan lagi. Penebusan itu masih tetap ada di sini untuk mempertahankan kita karena kita kadang-kadang masih lemah.
Keempat, transfigurasi akhir kaum imani dalam tubuh mereka untuk masuk ke dalam kemuliaan Allah adalah penebusan tubuh mereka (Ef. 4:30; Rm. 8:23). Mengapa pada waktu itu tubuh kita masih perlu ditebus? Pada waktu itu kita akan telah ditransformasi ke dalam gambar Tuhan dan akan segera diangkat ke dalam kemuliaan, jadi mengapa tubuh kita masih perlu ditebus? Ini disebabkan karena walaupun kaum imani itu begitu rohani, telah diperbaharui, dan telah ditransformasi, tubuh mereka masih milik ciptaan lama dan oleh karena itu masih memerlukan penebusan yudisial Allah agar dapat menerima penyelamatan organik Allah dan ditransfigurasi untuk masuk ke dalam kemuliaan (Flp. 3:21; Rm. 8:30). Diangkat dan ditransfigurasinya kita masuk ke dalam kemuliaan adalah suatu perkara organik, tetapi tubuh kita masih perlu ditebus. Maka, perlu ada penebusan tubuh.
Kelima, penebusan yudisial Allah sebagai prosedur itu tidak akan memiliki tujuan apabila tanpa penyelamatan organik Allah. Penebusan itu hanyalah untuk orang-orang berdosa agar mereka ditebus, diampuni dosa-dosanya, dan menjadi umat yang dibenarkan oleh Allah, namun tujuannya tidak jelas bagi kebanyakan kaum imani yang dengan salah menganggap bahwa tujuan penebusan mereka itu adalah untuk naik ke surga, dan mereka tidak menyadari bahwa, menurut wahyu Kitab Suci, penebusan yudisial Allah sebagai prosedur itu haruslah disertai dengan penyelamatan organik Allah sebagai tujuannya, yaitu adalah untuk melahirkan kita kwnbali, menggembalakan kita, menguduskan kita secara watak, memperbaharui kita, dan mentransformasi kita, dan membangun kita ke dalam Tubuh Kristus, yang secara ultima merampungkan Yerusalem Baru sebagai tujuan akhir dari keaelamatan organik Allah, untuk menjadi perbesaran dan ekepresi Allah di dalam kekekalan.