← Daftar isi Keselamatan Lengkap Allah Memiliki Dua Aspek-aspek Yudisial dan Aspek Organik · bab 2/5

KELAHIRAN KEMBALI DAN PENGGEMBALAAN

Pembacaan Alkitab :

Yoh. 3:6b; 1 Ptr. 1:23; Yoh. 3:15, 36; Tit. 3:5;

2 Kor. 5:17; Gal. 6:15; 1 Ptr. 2:2; Yoh. 21:15-17;

Ef. 4:12; 1 Ptr. 5:1, 4; Yoh. 14:6; 10:9-11, 14-16;

1 Ptr. 2:25; 5:4; Ibr. 13:20; Why. 7:16-17

GARIS BESAR

I. Dalam perkembangbiakan dan perawatan hayat ilahi.

II. Kelahiran kembali :

A. Kelahiran kembali adalah inti dari seluruh keselamatan Allah dan adalah permulaan dari keselamatan Allah dalam aspek organiknya :

1. Ini adalah untuk melahirkan kembali dan mencipta ulang kaum imani di dalam roh mereka melalui Roh Allah — Yoh. 3:6b.

2. Melalui firman hayat Allah — 1 Ptr. 1:23.

3. Agar kaum imani memiliki hayat Allah yang rohani selain hayat alamiah mereka — Yoh. 3:15.

4. Hayat Allah yang rohani itu ilahi dan kekal — Yoh. 3:36.

5. Hayat ilahi ini adalah dasar dan sarana kehidupan dan penghidupan rohani kaum imani.

B. Kelahiran kembali yang demikian ini adalah suatu pembasuhan di dalam keselamatan Allah (Tit. 3:5), dan pembasuhan ini adalah suatu pembaharuan yang besar bagi kaum imani oleh keselamatan Allah agar mereka dapat membuang segala sesuatu berasal dari hayat alamiah mereka dan ciptaan lama, dan menjadi ciptaan baru Allah (2 Kor. 5:17; Gal. 6:15).

III. Penggembalaan :

A. Langkah kedua dari keselamatan organik Allah Tritunggal.

B. Penggembalaan meliputi pemberian makan — 1 Ptr. 2:2; Yoh. 21:15-17; Ef. 4:11; 1 Ptr. 5:1-4.

C. Tuhan adalah hayat dan Gembala yang baik — Yoh. 14:6; 10:9-11, 14-16.

D. Tuhan adalah Gembala Kepala dan Gembala yang agung — 1 Ptr. 2:25; 5:4; Ibr. 13:20; Why. 7:16-17.

Doa : Oh Tuhan, kami berterima kasih kepada-Mu dari lubuk hati kami karena kami telah dibebaskan dari segala perkara pribadi dan telah dikumpulkan bersama ke dalam nama-Mu, duduk di sini di hadapan-Mu dan mendengarkan pembicaraan-Mu. Berbicaralah, Oh Tuhan, karena kami sedang mendengarkan-Mu. Kami sungguh rindu kepada-Mu dari dalam kami, dan kami tahu bahwa fu-man-Mu adalah benar-benar diri-Mu sendiri, firman-Mu adalah ekspresi-Mu, dan firman-Mu adalah pencapaian-Mu atas kami. Kami sungguh menghormati hal ini. Kami berdoa agar Engkau kembali memberikan pengutaraan kepada kami, pengutaraan yang segar, pengutaraan yang instan, pengutaraan yang dapat memenuhi kebutuhan-Mu hari ini. Kami berdoa agar Engkau membuat orang-orang yang berbicara dari antara kami untuk berbicara dan orang-orang yang mendengarkan dari antara kami agar dapat mendengar. Oh Tuhan, kiranya tidak ada seorangpun dari antara kami yang menganggap dirinya telah mengetahui dan memahami. Oh Tuhan, buatlah kami mengenal bahwa kami semua ini seperti anak-anak, karena kami hanya mengetahui sedikit saja dari apa yang seharusnya kami ketahui. Oh Tuhan, rahmatilah kami dan lawatlah kami. Kiranya Roh kasih karunia-Mu mengurapi kami hari ini, mengurapi sidang ini, mengurapi setiap peserta, dan mengurapi setiap gerakan dan tindakan. Lebih jauh lagi, Oh Tuhan, kami tidak dapat melupakan musuh-Mu. Sekalipun Engkau memberi toleransi kepadanya, kami tetap berkata, Tuhan, Engkau harus membatasi dia, dan Engkau harus membelenggunya. Tuhan, buatlah garis batas di sekelilling kami oleh darah adi-Mu dan jangan biarkan musuh-Mu menyeberang satu langkahpun untuk mengalihkan perhatian atau mengganggu kami. Peliharalah kami dalam dua sampai tiga hari ini. Selain itu, hardiklah dia dan perintahkan dia untuk meninggalkan kami. Oh Tuhan, kami damba menjadi leluasa di hadapan-Mu untuk menikmati kehadiran-Mu. Amin.

ILUSTRASI-ILUSTRASI DI DALAM KITAB SUCI

MENGENAI ASPEK YUDISIAL

DAN ASPEK ORGANIK DARI KESELAMATAN ALLAH

Di dalam berita sebelumnya kita telah melihat bahwa keselamatan lengkap Allah itu terdiri dari dua aspek : aspek yudisial dan aspek organik. Ini benar-benar adalah suatu perkara yang besar dan panting yang tidak dapat dipahami dengan mudah oleh pikiran kita. Pada permulaan dari berita ini saya akan memberikan penjelasan yang lebih jauh mengenai perkara ini berdasarkan beberapa ilustrasi yang ditemukan di dalam Kitab Suci.

Darah Anak Domba dan Daging Anak Domba

Mengenai aspek yudisial dan aspek organik dari keselamatan Allah, ada beberapa ilustrasi di dalam Alkitab, baik Perjanjian Lama maupun Perjanjian Baru. Di dalam Perjanjian Lama, ilustrasi yang paling jelas adalah perayaan Hari Raya Paskah oleh bangsa Israel. Ketika mereka merayakan Paskah,.situasinya adalah seperti ini: Pertama-tama, mereka diperbudak di Mesir selama empat ratus tahun lebih dan gagal dalam usaha mereka untuk mendapatkan kebebasan; kedua, seperti halnya orang-orang Mesir, mereka penuh dosa di hadapan Allah, mereka patut mati, dan mereka patut menerima penghukuman Allah. Kemudian Allah mengutus Musa untuk memimpin mereka keluar dari Mesir, tetapi mereka mempunyai dua masalah yang membuat mereka sulit untuk keluar. Pertama-tama, seperti halnya orang-orang Mesir, mereka berada di bawah kutukan Allah dan patut menerima hukuman mati. Lagi pula, Firaun dan tentara Mesir sulit untuk mereka atasi. Oleh karena itu, Allah memberi mereka Paskah untuk menyelamatkan mereka dalam dua aspek ini.

Keluaran 12 memperlihatkan kepada kita cara merayakan Paskah. Pads hari keempat belas dari bulan yang pertama itu setiap keluarga dari bangsa Israel harus membunuh seekor anak domba. Setelah anak domba itu dibunuh, domba itu dibagi menjadi dua bagian, satu bagian adalah darahnya dan satu bagian lainnya adalah dagingnya. Allah memerintahkan bangsa Israel untuk memercikkan darah anak domba itu pada ke dua sisi tiang dan pada pasak rumahrumah mereka, karena pada malam itu Allah akan mengutus malaikat pemusnah untuk memukul semua anak sulung di tanah Mesir, dan bila malaikat itu melihat darah pada pintu rumah manapun juga, ia akan melewatinya. Bangsa Israel menuruti firman Allah, sehingga ketika Sang pemusnah itu datang ke rumah mereka, dia melewatkan mereka. Fungsi dari darah anak domba adalah untuk melepaskan mereka dari kutukan dan hukuman mati dari Allah. Ini adalah aspek yudisial.

Allah bukan hanya memerintahkan bangsa Israel untuk memercikan darah anak domba itu melainkan juga untuk memanggang daging anak domba itu dan memakannya di dalam rumah yang telah diperciki darah. Mereka harus memakannya dengan pinggang yang terikat, dengan mengenakan sepatu, dan dengan memegang tongkat; mereka juga harus memakannya dengan segera. Saya percaya bahwa sewaktu mereka makan, mereka itu berdiri, bukan duduk. Ini berarti bahwa setelah makan mereka harus pergi dari Mesir. Maka, setelah mereka memercikan darah anak domba itu, bangsa Israel juga perlu memakan daging anak domba itu dengan segera. Pada pihak yudisial, darah itu dipercikan pada pintu untuk memenuhi keperluan Allah; pads pihak organik, daging itu dimakan dan diterima masuk ke dalam bangsa Israel untuk memenuhi keperluan mereka untuk bergerak. Jalan di hadapan mereka sangat panjang, sedikitnya tiga hari perjalanan. Tanpa makan daging anak domba itu, mereka bahkan tidak akan dapat pergi selama tiga jam, apa lagi kalau tiga hari. Tanpa makan daging anak domba itu, mereka akan terkejar oleh orang-orang Mesir. Oleh karena itu, setiap keluarga harus makan daging anak domba itu sampai mereka kenyang sehingga mereka dapat siap untuk melakukan perjalanan. Ini adalah pihak organik.

Maka, Paskah di dalam Perjanjian Lama memperlihatkan kepada kita bahwa keselamatan Allah mempunyai aspek penebusan dan aspek penyelamatan. Aspek penebusan, yang dilambangkan oleh darah anak domba, adalah menurut tuntutan yudisial Allah; aspek penyelamatan, yang dilambangkan oleh daging anak domba, menurut persiapan organik hayat Allah.

Jubah dan Anak Lembu

Selanjutnya, marilah kita melihat suatu ilustrasi di dalam Perjanjian Baru. Lukas 15 membicarakan tentang seorang putra yang meninggalkan rumah untuk mengembara ke luar negeri dan menjadi putra yang boros. Pads suatu hari putra yang boros ini kembali ke rumah dengan pakaian yang compang-camping. Meskipun ia tetap adalah putra ayahnya, tetapi secara luaran ia nampak seperti putra yang boros. Ketika dia masih jauh jaraknya dari rumah, ayahnya melihat dia dan lari untuk memeluk serta menciumnya. Setelah itu, ayahnya segera memerintah hamba-hambanya, katanya, "Ambil segera jubah yang terbaik dan kenakan itu padanya." Jubah itu dikenal oleh seluruh keluarga itu karena jubah itu telah dipersiapkan sebelumnya oleh sang ayah untuk dikenakan kepada putranya apabila ia kembali. Putra itu telah menjadi putra yang boros, dan walaupun ia telah kembali ke rumah ayahnya, ia masih tetap harus mengenakan jubah itu sehingga ia dapat kelihatan seperti seorang putra di hadapan ayahnya. Ini adalah aspek penebusan. Sang ayah mempunyai syarat-syarat tertentu, dan untuk menjadi putranya ada tuntutan-tuntutan tertentu. Ketika putra itu meninggalkan rumah untuk mengembara ke luar negeri, ia kehilangan statusnya sebagai seorang putra dan menjadi seorang putra yang boros. Ketika ayahnya mengenakan jubah itu kepadanya, ia segera menjadi putra lagi. Ini mengacu kepada aspek yudisial dari keselamatan Allah.

Namun, tidak cukup hanya dikenakan jubah dan menjadi seorang putra saja. Pada saat ini, di satu pihak, putra itu berbahagia, tetapi di pihak lain, ia pasti berkata di dalam hatinya, "Ayah, yang saya perlukan sekarang bukanlah dikenakan jubah yang di luar. Saya belum diberi makanan yang di dalam. Saya diberi makan kelopak carob selama bertahun-tahun. Hari ini saya kembali dengan perut yang kosong. Cepatlah dan berilah saya makanan." Mungkin putra itu malu untuk mengatakannya, tetapi ayahnya lalu berkata, "Bawalah anak lembu tambun itu; sembelihlah, dan marilah kita makan dan bersukacita." Pada saat itu putra itu pasti menari dengan suka cita. Setelah makan anak lembu tambun itu, putra itu dipuaskan dan tidak lapar lagi. Malta, jubah itu menandakan aspek yudisial dari keselamatan Allah, dan anak lembu itu menandakan aspek organik dari keselamatan Allah.

Darah Tuhan dan Daging Tuhan

Seminggu sekali kita datang ke meja Tuhan, dan di atas meja itu roti dan cawan dipamerkan. Cawan yang menandakan darah yang Tuhan curahkan untuk dosa-dosa kita, adalah untuk memenuhi keperluan penebusan; maka, ini berhubungan dengan aspek yudisial dari keselamatan Allah. Roti, yang menandakan Tuhan sebagai roti hayat, berhubungan dengan aspek organik dari keselamatan Allah. Di dalam Yohanes 6 Tuhan berkata, "Daging-Ku adalah benarbenar makanan, dan darah-Ku adalah benar-benar minuman" (ay 55). Perkataan ini diucapkan berdasarkan lambang Paskah. Di dalam lambang Paskah di dalam Perjanjian Lama, bangsa Israel memercikkan darah anak domba itu dan memakan daging anak domba itu. Namun, di dalam penggenapan Paskah di dalam Perjanjian Baru, kita minum darah Tuhan dan makan daging Tuhan. Minum darah itu adalah yudisial untuk penebusan; makan daging itu adalah organik untuk pergerakan setelah menerima penebusan. Ketika Tuhan menetapkan meja-Nya sebelum kematian-Nya, Dia memakai roti dan cawan sebagai simbol (Mat. 26:26-28). Apabila kita makan roti dan minum cawan, ini menandakan bahwa kita makan daging Tuhan dan minum darah Tuhan. Hasil total dari kedua butir ini adalah bahwa kita menerima Allah sebagai hayat kekal kita, karena Tuhan berkata, "Dia yang makan daging-Ku dan minum darah-Ku mempunyai hayat yang kekal" (Yoh. 6:54). Oleh karena itu, kita makan dan minum Tuhan supaya kita dapat memiliki Dia sebagai hayat kekal kita. Hanya dengan minum darah yang yudisial itu, dan dengan makan daging yang adalah organik itu, sasaran keselamatan Allah dapat dirampungkan.

EMPAT CARA PENGUTARAAN

DI DALAM INJIL YOHANES

MENGENAI MENERIMA HAYAT YANG KEKAL

Menerima hayat yang kekal diutarakan dalam empat cara di dalam Injil Yohanes. Pertama, Yohanes 3:16 berkata, "Karena Allah begitu mengasihi dunia ini sehingga Dia telah memberikan Putra tunggal-Nya, supaya setiap orang yang percaya ke dalam Dia...akan memiliki hayat yang kekal." Kemudian Yohanes 3:14-15 berkata, "Dan sama seperti Musa meninggikan ular di padang gurun, demikian juga Putra Manusia harus ditinggikan, supaya setiap orang yang percaya ke dalam Dia dapat memiliki hayat yang kekal." Kemudian Yohanes 6:54 berkata, "Dia yang makan daging-Ku dan minum darah-Ku memiliki hayat yang kekal." Terakhir, dengan cara yang sederhana, Yohanes 3:36 berkata, "Dia yang percaya ke dalam Putra memiliki hayat yang kekal." Keempat potongan ayat ini memperlihatkan kepada kita bahwa tujuan Allah mengasihi kita adalah supaya kita memiliki hayat kekal-Nya; bahwa Tuhan ditinggikan di atas kayu salib sebagai ular tembaga itu untuk membereskan si ular tua, Satan, juga adalah bertujuan agar kita dapat memiliki hayat kekal Allah; bahwa kita makan daging Tuhan dan minum darah Tuhan agar kita ditebus dan menikmati segala sesuatu yang telah Tuhan Yesus berikan kepada kita dalam hayat — semuanya ini adalah agar kita memiliki hayat kekal Allah; dan terakhir, bahwa kita percaya ke dalam Tuhan adalah supaya kita dapat memiliki hayat kekal Allah.

Hayat kekal yang dibicarakan di dalam Kitab Suci, oleh orang-orang Kristen umum disebut sebagai hidup selamanya. Menurut pemahaman mereka, menerima hidup selamanya itu berarti bahwa suatu hari kita semua akan naik ke surga untuk menilunati berkat-berkat dan kebahagiaan selamalamanya. Ketika saya mendengar perkataan yang demikian pada mass muda saya, saya tidaklah puas. Lambat laun, saya mulai mengetahui bahwa hidup selamanya itu adalah hayatyang kekal, yang benar-benar adalah hayat Allah. Hayat ini adalah benar-benar diri Allah sendiri. Allah mengasihi kita supaya kita dapat menerima Dia sebagai hayat kekal kita. Tuhan Yesus telah mati bagi kita di atas kayu salib sebagai ular tembaga dan membereskan Satan agar kita dapat menerima Allah sebagai hayat kekal kita. Dia telah mengorbankan nyawa-Nya dan mencurahkan darah-Nya agar kita dapat menerima Allah sebagai hayat kekal kita. Pendeknya, kita percaya dalam Tuhan supaya kita dapat menerima Allah sebagai hayat kekal kita.

LIMA BUTIR PENEBUSAN YUDISIAL

DAN DELAPAN BUTIR PENYELAMATAN ORGANIK

DARI KESELAMATAN LENGKAP ALLAH

Allah adalah hayat yang kekal, dan Dia damba untuk masuk ke dalam kita untuk menjadi hayat kita. Dia masuk ke dalam kita dengan penuh tujuan. Setelah Dia masuk ke dalam kita, hal pertama yang Dia lakukan adalah melahirkan kita kembali. Jangan mengira bahwa maksud Allah hanyalah untuk menebus Anda. Tetapi, maksud Allah adalah untuk melahirkan Anda kembali. Misalnya Anda bukan orang yang baik, dan says ingin mengubah Anda menjadi sebaik saya. Namun, tidak peduli seberapa banyak saya berusaha untuk mengubah Anda, Anda tetap tidak dapat menjadi sama seperti saya. Yang harus saya lakukan adalah masuk ke dalam Anda dan membuat Anda dilahirkan kembali dengan gen saya. Dengan cara demikian, Anda akan memiliki hayat dan sifat saya serta dapat benar-benar menjadi seperti saya. Demikianlah caranya, yaitu Allah masuk ke daim kita untuk melahirkan kita kembali dengan hayat dan sifat-Nya agar kita dapat memiliki hayat dan sifat-Nya. Inilah kelahiran kembali.

Kita semua telah percaya dalam Tuhan Yesus. Kita semua telah diselamatkan dan dosa-dosa kita telah diampuni dan dibasuh. Bukan hanya demikian, kita juga telah dibenarkan, didamaikan kepada Allah, dan dipisahkan, dikuduskan. Lalu, apakah kita telah dilahirkan kembali? Kita telah percaya dalam Tuhan, dosa-dosa kita telah diampuni, dosa-dosa kita telah dibasuh, kita telah dibenarkan oleh Allah, kita telah didamaikan kepada Allah, dan kita telah dipisahkan, kita telah dikuduskan kepada Allah. Semua butir ini adalah benar. Tetapi apakah kita tahu bahwa kita telah dilahirkan kembali? Jika kita yakin mengenai butir-butir yang disebutkan di atas, maka tidak mungkin kita mengatakan bahwa kita belum dilahirkan kembali.

Saya percaya bahwa kita semua mengenal kelima butir penebusan yudisial dari keselamatan Allah yang mencakup pengampunan dosa-dosa, pembasuhan dosa-dosa, pembenaran oleh Allah, pendamaian kepada Allah, dan pengudusan kedudukan. Tetapi beberapa orang mungkin tidak mengenal apa kelahiran kembali itu, atau apakah mereka mengetahui bahwa mereka telah menerima hayat yang kekal. Dilahirkan kembali dan menerima Allah sebagai hayat kekal kita adalah butir pertama dari penyelamatan organik dari keselamatan lengkap Allah. Di dalam penyelamatan organik hal yang pertama adalah agar kita dilahirkan kembali dan menerima hayat kekal Allah. Setelah ini, kita mendapatkan penggembalaan, pengudusan watak, pembaharuan, transformasi, pembangunan, penyerupaan, dan pemuliaan.

Bagi kita, delapan poin ini, dimulai dari kelahiran kembali, melalui penggembalaan, pengudusan watak, pembaharuan, transformasi, pembangunan, dan penyerupaan, dan sampai kepada pemuliaan, tidaklah mudah untuk dipahami. Kita sangat mengenal lima butir tentang aspek yudisial. Kita tahu bahwa kita ini penuh dosa dan bahwa ketika kita bertobat, mengakui dosa-dosa kita di hadapan Allah, dan percaya dalam Tuhan, kita menerima pengampunan dosadosa, dan dosa-dosa kita pasti dibersihkan, kita dibenarkan oleh Allah sehingga kita dapat didamaikan kepada Dia, dan kita dikuduskan secara kedudukan. Kita mengenal semua hal ini. Maka, beberapa orang mungkin berkata, "Lima hal ini cukup bagi k.ita untuk naik ke surga. Allah tidak akan pernah mengutuk kita lagi. Dia telah mengampuni kita selamalamanya, sehingga kita dapat hidup dalam damai sejahtera." Oleh karena itu mereka memberitakan injil kepada orang lain dengan berkata, "Damai sejahtera dan bersukacitalah dengan percaya dalam Yesus. Berusahalah untuk menjadi orang yang baik dan berusahalah untuk membantu orang lain, kemudian pada suatu hari kalian akan naik ke surga." Mereka merasa bahwa ini sudah cukup baik dan tidak perlu membicarakan hal-hal yang lain. Inilah kondisi umum Kekristenan hari ini. Tetapi Alkitab mengatakan bahwa ini tidak cukup. Selain kelima butir ini, Alkitab meliput delapan butir lainnya : kelahiran kembali, penggembalaan, pengudusan watak, pembaharuan, transformasi, pembangunan, penyerupaan, dan pemuliaan.

Kita tidak boleh meremehkan kelima butir tentang segi yudisial, dan bahkan kita lebih lebih lagi tidak boleh meremehkan delapan butir pada aspek organik. Kelompok sebelumnya yang terdiri dari lima butir itu adalah dasarnya, seperti pondasi sebuah rumah. Kita perlu membangun kelompok selanjutnya yang terdiri dari delapan butir di atas pondasi dari kelompok sebelumnya yang terdiri dari lima butir. Saya tahu bahwa kita saudara dan saudari di dalam pemulihan Tuhan sudah sangat jelas mengenai kelima butir yang pertama ini. Ini memperlihatkan bahwa kita mempunyai persekutuan yang jelas dan adekuat mengenai kelima butir itu sebagai pondasinya. Oleh karena itu, beban kita hari ini adalah bersekutu tentang kedelapan butir selanjutnya agar kita dapat memperoleh suatu pengetahuan yang lebih menyeluruh mengenai delapan butir yang organik ini.

KELAHIRAN KEMBALI DAN PENGGEMBALAAN

PERKEMBANGBIAKAN DAN PERAWATAN

HAYAT ILAHI

Di dalam berita ini kita akan melihat perkara tentang kelahiran kembali dan penggembalaan di dalam aspek organik dari keselamatan Allah. Keselamatan organik Allah dimulai dengan kelahiran kembali dan dilanjutkan dengan penggembalaan. Kelahiran kembali adalah perkembangbiakan hayat Allah melalui membagikan hayat Allah ke dalam kaum imani supaya mereka dapat dilahirkan kembali dan berbagian dalam hayat Allah. Penggembalaan adalah perawatan hayat Allah agar kaum imani yang telah dilahirkan kembali dapat bertumbuh dan memiliki keberadaan diri mereka di dalam hayat ilahi, sehingga memanifestasikan fungsi hayat ilahi di dalam mereka.

KELAHIRAN KEMBALI

Kelahiran Kembali Adalah Inti Keselamatan Lengkap Allah

dan Permulaan Keselamatan Allah

dalam Aspek Organiknya

Tidak mudah untuk membicarakan atau memahami kebenaran mengenai kelahiran kembali sebagai suatu perkara yang organik. Ketika pertama kali saya percaya dalam Tuhan, saya juga tidak tahu apa kelahiran kembali itu. Ketika saya bertanya kepada pastor-pastor China, kebanyakan dari antara mereka mengatakan bahwa kelahiran kembali berarti bahwa semua hal yang lampau telah mati seperti hari kemarin dan semua hal yang selanjutnya akan lahir seperti hari ini. Pada suatu hari sewaktu saya sedang menghadiri sebuah sidang Perhimpunan Kaum Persaudaraan, saya melihat bahwa mereka mempunyai sebuah buku yang berjudul A True Explanation of Regeneration (Penjelasan yang Benar tentang Kelahiran Kembali). Ketika saya melihatnya, saya sangat gembira. Saya mendapatkan buku itu dan dengan cepat membacanya sampai selesai. Akhirnya, saya menemukan bahwa buku itu tidak memberikan penjelasan yang jelas mengenai kelahiran kembali. Kemudian, saya membaca sebuah buku tulisan Saudara T. Austin-Sparks, yang di dalamnya ia mengatakan bahwa kelahiran kembali adalah memiliki hayat Allah selain hayat alamiah kita. Ketika saya membacanya di dalam saya sangat diterangi. Sejak saat itu, saya terus menerus semakin diterangi. Dari lubuk hati saya yang dalam saya sepenuhnya menyadari bahwa Allah memiliki kedambaan hati-Nya, kerelaan kehendak-Nya, yaitu, mendapatkan sekelompok orang dan membuat mereka menjadi sama seperti Dia, dengan gambar-Nya yang di luar serta hayat dan sifat-Nya yang di dalam.

Melahirkan Kembali dan Mencipta Ulang Kaum Imani

di dalam Roh Mereka melalui Roh Allah

Bagaimanakah Allah mencapai hal ini? Ini adalah melalui Roh-Nya. Setelah kita bertobat dan percaya dalam Tuhan, dosa-dosa kita diampuni dan kita didamaikan kepada Allah. Kemudian Allah yang mengasihi kita dan yang adalah Roh pemberi hayat ini masuk ke dalam kita untuk melahirkan roh kita kembali. Yohanes 3 menyinggung tentang Nikodemus, seorang pemimpin orang Yahudi. Ia dengan penuh hormat memanggil Tuhan Yesus bagaikan Orang yang datang dari Allah sebagai seorang pengajar bagi Israel, dan oleh karena itu ia datang untuk meminta nasihat dari-Nya. Namun, Tuhan Yesus berkata kepadanya, "Jika seseorang tidak lahir baru, ia tidak dapat melihat kerajaan Allah" (ay 3). Nikodemus tidak memahami anti kelahiran kembali. Ia mengira bahwa kelahiran kembali itu adalah agar manusia masuk ke dalam rahim ibunya untuk kedua kalinya dan dilahirkan. Karena itu ia berkata kepada Tuhan Yesus, "Bagaimana mungkin seseorang dilahirkan kalau ia sudah tua? Bukankah ia tidak dapat masuk kembali ke dalam rahim ibunya untuk kedua kalinya dan dilahirkan?" (ay 4). namun kelahiran kembali yang Tuhan maksudkan adalah supaya seseorang itu dilahirkan oleh air (yaitu, kematian) dan Roh itu (yaitu, hayat) (ay 5). Kemudian Tuhan selanjutnya berkata, "Karena apa yang dilahirkan dari daging adalah daging dan apa yang dilahirkan dari Roh adalah roh" (ay 6). Roh yang pertama adalah Roh ilahi, yang mengacu kepada Allah. Allah itu Roh. Ketika kita dilahirkan dari Dia, kita dilahirkan dari Roh itu dan akhirnya, kita adalah roh, roh yang kedua yang ditunjukk.an di dalam Yohanes 3:6. Inilah dilahirkan kembali.

Melalui Firman Hayat Allah

Satu Petrus 1:23 berkata, "Telah dilahirkan kembali bukan dari benih yang dapat binasa, tetapi dari benih yang tidak dapat binasa, melalui firman Allah yang hidup dan yang menghuni." Ini memperlihatkan kepada kita bahwa kelahiran kembali adalah melalui firman hayat Allah. Sebagian besar orang yang dilahirkan kembali itu dilahirkan kembali melalui firman Allah. Firman Allah sebagai suatu gen masuk ke dalam kita dan bekerja di dalam kita. Dengan cara inilah kita dilahirkan kembali.

Agar Kaum Imani Memiliki Hayat Allah yang Rohani

Yohanes 1:12-13 berkata, "Tetapi semua orang yang menerima-Nya diberi-Nya otoritas untuk menjadi anak-anak Allah, yaitu kepada mereka yang percaya ke dalam nama-Nya, orang-orang yang diperanakkan bukan dari darah atau dari keinginan daging, atau dari keinginan manusia, melainkan dari Allah." Potongan ayat ini memberi tahu kita bahwa cara untuk dilahirkan kembali adalah menerima Tuhan Yesus dengan percaya ke dalam Dia. Dia adalah Firman dari Allah (1:1), dan Dia juga adalah terang dari Allah (ay 9). Bila kita meneruna Dia, kita memiliki otoritas untuk menjadi anak-anak Allah. Otoritas ini tak lain adalah hayat Allah. Allah memberikan hayat-Nya kepada kita sebagai otoritas kita agar kita dapat menjadi anak-anak Allah. Maka, kita bukan dilahirkan dari darah, atau dari keinginan daging, atau keinginan manusia, melainkan dari Allah. Inilah kelahiran kembali, yang merupakan suatu perkara yang besar.

Oleh karena itu, kita dapat mengatakan bahwa kelahiran kembali adalah inti dari keselamatan lengkap Allah dan permulaan keselamatan Allah dalam aspek organiknya. Ini adalah dari Allah sendiri sebagai Roh itu masuk ke dalam roh kita untuk membuat kita hidup. Dengan kata lain, kita dilahirkan kembali, dibuat hidup di dalam roh kita oleh Roh Allah. Inilah kelahiran kembali.

Ini sungguh adalah pengalaman kita. Sebelum kita percaya dalam Tuhan Yesus, kita sangat bingung tentang segala sesuatu sehingga kita bahkan tidak tahu untuk apa menjadi seorang manusia itu. Tetapi setelah kita diselamatkan, kita menjadi jelas di dalam roh kita. Ini adalah Roh Allah masuk ke dalam roh kita untuk menghidupkan roh kita dan membuka pengertian kita sehingga kita mulai mengenal apa adanya Allah, apa adanya alam semesta, dan apa adanya diri kita sendiri. Kemudian kita mengenal bahwa Allah yang melahirkan kita kembali ini berhuni di dalam roh kita.

Ketika saya melihat bahwa saya, seorang yang telah dilahirkan kembali dari Allah, memiliki Allah berhuni di dalam saya, saya sangat bergairah sehingga saya hampir berlari ke jalan dan berteriak, "Teman-teman, jangan menjamah saya. Says tidak dapat dijamah. Saya memiliki Allah di dalam saya." Beberapa orang mungkin berkata, "Bukankah orang ini gila?" Ya, kita semua seharusnya gila karena memiliki Allah di dalam kita. Dengan melihat bahwa kita memiliki Allah di dalam kita, kita dapat melepaskan apa yang dahulu kita kasihi dan apa yang tidak dapat kita lepaskan di masa yang lampau. Kita telah dijadikan hidup di dalam roh kita oleh Roh Allah; Dia telah meletakkan gen-Nya di dalam kita sehingga kita dapat memiliki hayat dan sifat-Nya.

Melalui kelahiran kembali kaum imani memiliki hayat Allah yang rohani selain hayat alamiah mereka (Yoh. 3:15). Hayat Allah yang rohani itu ilahi dan kekal (ay 36). Hayat ilahi yang demikian ini adalah dasar dan sarana dari kehidupan dan penghidupan rohani kaum imani. Secara rohani, segala penghidupan kita adalah berdasarkan atas hayat ilahi Allah di dalam kita.

Kelahiran Kembali yang Demikian ini

adalah suatu Pembasuhan di dalam Keselamatan Allah,

dan Pembasuhan ini adalah suatu Pembaharuan yang Besar

bagi Kaum Imani oleh Keselamatan Allah

Titus 3:5 berkata, "Bukan karena perbuatan baik yang telah kita lakukan melainkan menurut rahmat-Nya Dia telah menyelamatkan kita, melalui pembasuhan kelahiran kembali dan pembaharuan Roh Kudus." Ayat ini mengacu kepada keselamatan Allah. Allah menyelamatkan kita menurut rahmat-Nya melalui pembasuhan kelahiran kembali dan pembaharuan Roh Kudus. Kelahiran kembali adalah suatu pembasuhan yang besar di dalam kita. Kelahiran kembali bukan hanya membasuh dosa-dosa kita saja melainkan juga

membasuh semua elemen insani alamiah kita sampai segala sesuatu dari manusia lama kita disingkirkan seluruhnya.

Di antara mereka yang hadir di sini, ada beberapa orang Hakka dan ada juga beberapa orang yang berasal dari Shantung. Baik itu orang Hakim dari China Selatan maupun penduduk asli Shantung dari China Utara, keduanya tidak dapat dirubah. Namun, Allah telah memilih kita dan juga telah melahirkan kita kembali. Kelahiran kembali adalah Allah masuk ke dalam kita, dan kemudian Dia membasuh kita lapis demi lapis. Ketika Dia masuk ke dalam kita, Dia segera menjadi hayat kita. Kita semua tahu bahwa setiap jenis hayat memiliki selera yang tersendiri. Hayat kucing memiliki seleranya sendiri, hayat anjing memiliki seleranya sendiri, demikian juga dengan hayat kuda, hayat sapi, hayat kambing, dan lain-lain. Orang Hakim memiliki selera mereka sendiri, dan orang Shantung juga memililti selera mereka sendiri. Semua selera kita berasal dari lima indera kita indera penglihatan, indera pendengaran, indera penciuman, indera pencicipan, dan indera perabaan. Orang Hakim memiliki pandangan Hakka yang berasal dari indera penglihatan mereka, dan mereka juga memiliki cara berbicara Hakim yang berasal dari indera pendengaran mereka. Selain itu, orang Hakim memiliki cars hidup Hakka. Segala hal yang masuk melalui kelima indera itu menyusun selera kita. Namun, pada suatu hari Allah Tritunggal masuk untuk menjadi hayat kita. Ketika kita memiliki Dia sebagai hayat kita, selera batin kita diubah. Inilah pekerjaan organik Allah.

Baiklah saya akan membicarakan sedikit tentang pengalaman saya. Saya diselamatkan pada usia sembilan belas tahun. Sebelum waktu itu, saya adalah seorang penduduk asli Shantung di mana seluruh diri saya dipenuhi dengan cita rasa Shantung. Hiburan favorit saya pada saat itu adalah menonton opera Peking dan bermain sepak bola, sepak bola inilah yang paling saya sukai. Pada hari Minggu beberapa orang dari antara kami bermain sepak bola dari pukul tujuh atau delapan pagi sampai pukul enam atau tujuh sore. Bukan hanya demikian, jika saya tidak menonton opera Peking, saya merasa sangat tidak puas. Ibu saya tidak sanggup menangani saya. Sejak masa muds kami ia selalu membawa kami kekebaktian orang Kristen hari Minggu, ia juga berjanji bahwa asalkan kami pergi ke kebaktian itu, ia akan memberi kami daging dan makanan enak lainnya. Meskipun demikian, says tetap tidak mau kebaktian. Saya hanya ingin bermain sepak bola. Asalkan saya bermain sepal( bola, saya lupa akan makan dan tidur.

Pada suatu hari Nona Peace Wang datang ke kampung halaman saya untuk memberitakan injil. Ketika saya mendengar berita ini, karena rasa ingin tahu maka saya datang untuk mendengar pemberitaannya. Pada sore hari itu ia memberitakan suatu berita mengenai bagaimana Satan, seperti Firaun di Mesir, menawan orang-orang di dalam sistemnya. Pemberitaannya penuh dengan kuat kuasa sehingga ketika saya mendengar berita itu, tiba-tiba saya tergugah dan berkata pads diri saya sendiri, "Says tidak mau mengikuti Satan; tetapi, saya mau Allah." Sore itu setelah mendengarkan pemberitaan injil itu, saya keluar dari kapel itu, dan dalam perjalanan saya ke rumah, sewaktu saya sedang berdiri di jalan, saya mengangkat kepala saya dan berbicara kepada langit, saya berkata, "Oh Allah, saya tidak mau dunia ini lagi. Mulai dari sekarang, bahkan jika Engkau memberikan seluruh dunia ini kepada saya, saya tidak menginginkannya. Saya hanya mau Engkau saja. Mulai sekarang, saya hanya ingin membawa Alkitab bersama says untuk memberitakan injil di desa-desa. Sekalipun saya harus minum air gunung dan makan akar pohon, saya rela." Saya berdoa demikian. Sejak saat itu, saya dibebaskan dari opera Peking. Tetapi saya masih mempertimbangkan di dalam diri saya bahwa bermain sepak bola itu baik untuk kesehatan saya dan tidak berbahaya, maka saya tidak merasakan adanya masalah dengannya. Oleh karma itu, pada hari Minggu, saya pergi ke kebaktian gereja di pagi hari, dan kemudian di sore hari saya bermain sepak bola. Pada suatu hari, saya sedang berada di lapangan bermain bola dengan yang lainnya. Sampai pada suatu saat sewaktu saya sedang berdiri di sana, bola itu menggelinding ke arah saya dan berhenti tepat di depan kaki saya. Setiap orang di sana memperhatikan bagaimana saya akan menendang bola itu, dan saya juga memperlihatkan gerakan untuk menendangnya. Pada akhirnya, ketika saya akan menendang, kaki saya tidak dapat berfungsi dan saya tidak dapat melanjutkan permainan. Karena itu saya berbalik dan meninggalkan lapangan itu. Teman-teman saya bertanya kepada saya, "Ada apa dengan kamu?" Saya menjawab, "Tidak ada apa-apa." Sejak saat itu, saya tidak pernah bermain sepak bola lagi. Inilah pengalaman saya akan pembasuhan kelahiran kembali, dan pembasuhan di dalam diri saya ini telah berlangsung selama tujuh puluh tahun. Hingga hari ini, saya masih merasa bahwa saya memiliki dua atau tiga lapis sifat Shantung saya yang usang yang masih harus dibasuh. Pembasuhan ini masih tetap berlangsung sekarang.

Baiklah kita berikan ilustrasi lainnya. Tiga puluh tahun yang lalu saya memberitakan firman Allah di sini di Amerika Serikat. Pada waktu itu banyak kaum hippies datang untuk mendengarkan pembicaraan saya. Beberapa dari mereka ada yang memakai ikat kepala, dan ada beberapa yang memiliki janggut yang panjang, dan roman muka yang gelap. Di antara mereka ada satu orang yang mirip Yohanes Pembaptis. la biasa pergi ke kampus-kampus dan berteriak, "Bertobatlah!" Ia berjanggut lebat dan sangat besar dan kuat, karena itu ia kelihatan sangat menakutkan. Ia juga datang ke sidang-sidang kita. Ia tidak beralas kaki dan ia duduk di depan saya sambil menggoyang-goyangkan kakinya. Pada akhirnya, setelah beberapa hari, janggutnya yang panjang itu hilang. Setelah lewat beberapa hari lagi, ia datang dengan memakai sepasang sandal. Tetapi, kelima jarinya masih telanjang. Setelah lewat beberapa hari lagi, ia memakai sepasang sepatu. Bila kita melihat dia hari ini berdiri di sini, kita tidak akan mengira bahwa ia adalah seorang bekas kaum hippies. Saya tidak menasehati dia agar mengubah dirinya sendiri. Namun, setelah ia mendengar firman Allah, Roh pemberi hayat mulai membasuh dia dari dalam. Pandangannya berubah, perasaan pendengarannya berubah, dan seleranya berubah. Inilah pembasuhan kelahiran kembali.

Maka, kelahiran kembali adalah suatu permandian dalam keselamatan Allah (Tit. 3:5). Permandian yang demikian adalah suatu pembaharuan yang besar bagi kaum imani oleh keselamatan Allah agar mereka keluar dari segala kehidupan alamiah mereka dan ciptaan lama serta menjadi ciptaan baru (2 Kor. 5:17; Gal. 6:15). Permandian kelahiran kembali dimulai dengan kelahiran kita kembali dan dilanjutkan dengan pembaharuan Roh, keduanya adalah aspek organik keselamatan dan adalah perkara-perkara hayat. Di dalam pembasuhan kelahiran kembali ada pembaharuan Roh Kudus. Setelah pembasuhan kelahiran kembali, Roh Kudus terus bekerja di dalam kita untuk mencipta-ulang kita supaya kita dapat menjadi satu ciptaan baru, dengan demikian membuat kita diperbaharui. Pada akhirnya, pembaharuan ini membuat kita dapat membuang segala sesuatu yang berasal dari hayat alamiah kita dan ciptaan lama dan menjadi ciptaan baru Allah.

PENGGEMBALAAN

Langkah Kedua

dari Keselamatan Organik Allah Tritunggal

Sekarang kita akan melanjutkan untuk melihat penggembalaan di dalam keselamatan organik Allah. Setelah kaum imani dilahirkan kembali dan menerima Allah sebagai hayat kekal mereka, mereka masih perlu menerima penggembalaan dalam hayat Allah. Di dalam keselamatan organik-Nya Allah Baps dari Trinitas Ilahi pertama-tama melahirkan kita kembali oleh Allah Roh dan kemudian menggembalakan kita dalam Allah Putra sebagai Gembala kita agar kita dapat bertumbuh dan berada di dalam hayat-Nya untuk kekekalan. Ini adalah langkah kedua di dalam keselamatan organik Allah Tritunggal.

Penggembalaan Meliputi Pemberian Makan

Penggembalaan meliputi pemberian makan, seperti ibu menyusui yang memberi makan bayinya agar bayi itu bertumbuh, seperti yang disinggung di dalam 1 Petrus 2:2. Dengan cara demikian Tuhan memberi amanat kepada Petrus untuk memberi makan kepada domba-domba-Nya dan menggembalakan kawanan-Nya demi kepentingan-Nya (Yoh. 21:15-17). Dia juga membangkitkan orang-orang seperti Petrus untuk menjadi wakil-wakil gembala-Nya untuk memberi makan kepada domba-domba-Nya dan menggembalakan kawanan-Nya (Ef. 4:11; 1. Ptr. 5:1-4).

Satu Petrus 2:2 berkata, "Sama seperti bayi yang baru lahir, yang rindu akan air susu firman yang murni..." Saya melihat kembali pengalaman says dan memang demikianlah adanya. Senang sekali membaca buku, dan saya juga melakukannya dengan rajin. Ketika saya diselamatkan, saya mulai mencintai Alkitab dan menikmati pembacaan firman Allah. Setiap saya membacanya, saya diterangi dan merasakan kemanisannya yang tiada bandingan. Pada waktu itu saya belum menikah. Saya mencintai Alkitab sedemikian rupa sehingga setiap malam setelah berdoa berlutut di tempat tidur saya, saya tidak meletakkan Alkitab itu. Melainkan, saya membawa Alkitab itu bersama saya ke tempat tidur dan meletakkannya di samping bantal. Setelah saya membacanya kembali dalam jangka waktu yang pendek di bawah sorotan lampu, saya merasa begitu manis. Ketika saya bangun di pagi hari, saya segera mengambil Alkitab itu dan membacanya. Tentunya, sewaktu saya mengenang kembali, saya mengakui bahwa itu adalah kasih karunia yang diberikan Allah kepada saya. Dengan mencintai Alkitab dan rindu akan air susu di dalam firman, saya menerima pemberian makan dan penggembalaan Tuhan.

Lebih jauh lagi, di dalam Kidung Agung Tuhan memerintahkan pengasih-Nya untuk mengikuti jejak-jejak kawanan-Nya dan berada di tempat di mana Dia memberikan rumput kepada domba-domba-Nya (Kid. 1:7-8). Kemudian, Dia juga akan menggembalakan kawanan-Nya di antara bunga-bunga bakung, yaitu, di antara orang-orang yang mencari Tuhan dan yang menempuh suatu kehidupan yang bersandar dalam Allah dengan hati yang murni (2:16; 6:3).

Tuhan Adalah Hayat dan Gembala yang Baik

Injil Yohanes bukan hanya memberi tabu kita bahwa Tuhan adalah hayat (11:25; 14:6) melainkan juga bahwa Tuhan adalah Gembala yang baik yang telah datang supaya kita dapat memiliki hayat dan memilikinya dengan lebih berlimpah (10:10-11). Dia sendiri adalah padang rumput kita agar kita dapat memakan-Nya dengan bebas dan dirawat oleh-Nya (10:9).

Membentuk Kaum Imani Yahudi dan Kaum Imani

Kafir menjadi Satu Kawanan di bawah Penggembalaan-Nya

Lebih jauh lagi, Injil Yohanes memberi tahu kita bahwa Tuhan sebagai Gembala yang baik rela mengorbankan nyawa-Nya untuk membentuk kaum imani Yahudi dan kaum imani Kafir menjadi satu kawanan di bawah penggembalaan-Nya sendiri sebagai satu Gembala (10:14-16).

Tuhan Adalah Gembala Kepala

Dan Gembala yang Agung

Kaum imani sepanjang zaman telah berada di bawah penggembalaan Tuhan sebagai Gembala yang baik (1 Ptr. 2:25). Sebagai Gembala Kepala (5:4) dan Gembala yang agung dari kawanan Allah (Ibr. 13:20), Dia akan menggembalakan kita untuk kekekalan sebagai Anak Domba Allah dan membimbing kita ke mata-mata air hayat agar kita memiliki kepuasan yang kekal, tanpa haus atau lapar (Why. 7:16-17). Dengan ini Dia merampungkan bagian yang besar dari keselamatan organik Allah.

Kita semua telah dilahirkan kembali dan berada di bawah penggembalaan Tuhan sebagai Gembala yang baik. Jadi, kita berbagian dalam hayat Allah dan dirawat dan bertumbuh kepada kematangan di dalamnya (Ef. 4:13b; Kol. 1:28), memanifestasikan fungsi hayat Allah di dalam kita bagi perampungan ekonomi kekal Allah dan pencapaian tujuan kekal Allah.