← Daftar isi Keselamatan Lengkap Allah Memiliki Dua Aspek-aspek Yudisial dan Aspek Organik · bab 1/5

KESELAMATAN LENGKAP ALLAH MEMILIKI DUA ASPEK-ASPEK YUDISIAL DAN ASPEK ORGANIK

Pembacaan Alkitab :

Rm. 1:17a; 3:21-26; 9:30-31; Luk. 24:47;

Ibr. 1:3; Rm. 5:10a; 1 Kor. 1:2; Ibr. 13:12; Rm. 1:17b;

Kis. 11:18; Rm. 5:10b, 17b, 18b, 21b

GARIS BESAR

I. Aspek yudisial dari keselamatan Allah :

A. Menurut kebenaran Allah — Rm. 1:17a; 3:21-26; 9:30-31.

B. Prosedur keselamatan Allah.

C. Allah memenuhi semua tuntutan hukum benar-Nya bagi orang-orang berdosa menurut kebenaran-Nya.

D. Agar orang-orang berdosa diampuni di hadapan Allah (Luk. 24:47), dibasuh (Ibr. 1:3), dibenarkan (Rm. 3:24-25), didamaikan kepada Allah (Rm. 5:10a), dan dikuduskan kepada Allah secara kedudukan (1 Kor. 1:2; Ibr. 13:12), dengan demikian masuk ke dalam kasih karunia Allah untuk perampungan tujuan keselamatan Allah.

II. Aspek organik dari keselamatan Allah :

A. Melalui hayat Allah — Rm. 1:17b; Kis. 11:18; Rm. 5:10b, 17b, 18b, 21b.

B. Tujuan keselamatan Allah.

C. Untuk merampungkan semua tujuan yang ingin Allah dapatkan dalam kaum imani di dalam ekonomi-Nya melalui hayat ilahi-Nya.

Doa : Tuhan, kami menyembah Engkau karena Engkau adalah Allah yang berbicara. Kami berterima kasih pada-Mu dari lubuk hati kami karena di dalam pemulihan-Mu Engkau tidak pernah berhenti berbicara kepada kami; Engkau telah berbicara kepada kami berulang kali. Tuhan, kami percaya bahwa saat ini Engkau masih akan mengutarakan kepada kami firman mengenai keselamatan-Mu dari sudut yang lain. Firman-Mu adalah terang dan wahyu; firman-Mu juga adalah roh dan hayat. Kiranya Engkau menjadi satu roh dengan kami di sini untuk berbicara bersama dengan kami, berbicara di dalam pembicaraan kami, dan bahkan membuat pembicaraan kami menjadi pembicaraan-Mu. Tuhan, buatlah kami melupakan hal-hal yang lampau dengan menyingkirkan selubung-selubung usang kami lapis demi lapis agar kami dapat dengan tenang mendengarkan firman-firman-Mu yang segar, firman-firman yang belum pernah Engkau ucapkan ditengah-tengah kami sebelumnya. Tuhan, anugerahkan kasih karunia-Mu kepada kami. Kami bersandar di dalam darah adi-Mu, di dalam rahmat-Mu, di dalam kasih karunia-Mu, dan terlebih lagi di dalam kehadiran-Mu. Karol minta Engkau mengurapi sidang ini, urapilah setiap orang, urapilah setiap tindakan, dan urapilah semua perkataan, baik itu berupa kesaksian-kesaksian, pembagian-pembagian nikmat, ataupun nubuat-nubuat kami. Amin.

Di dalam konferensi ini kita akan melihat keselamatan lengkap Allah, khususnya aspek organiknya. Beban sentral dari berita-berita ini dapat diekspresikan oleh pernyataanpernyataan berikut ini :

1.

Keselamatan lengkap Allah memiliki dua aspek aspek yudisial dan aspek organik.

2.

Aspek yudisial adalah prosedur keselamatan Allah melalui penebusan Kristus agar keselamatan Allah memenuhi tuntutan benar hukum-Nya.

3.

Aspek organik adalah penggenapan keselamatan Allah melalui hayat Kristus agar kaum imani ditransformasi serta bertumbuh dan matang dalam hayat Allah.

4.

Keselamatan Allah adalah dengan Kristus sebagai intinya, Tubuh Kristus sebagai jalurnya, dan Yerusalem Baru sebagai sasarannya, dan rampung sepenuhnya melalui Roh pemberi-hayat.

Kita juga telah memakai poin-poin utama dari beritaberita ini untuk menggubah sebuah kidung baru (nadanya sama dengan Kidung #388) [Berikut ini adalah terjemahan hurufiah dari bahasa mandarin] :

1. Allah, penyelamatan yang dilaksanakan oleh hayat-Mu

Memenuhi tuntutan kebenaran-Mu;

Keselamatan-Mu itu sempurna, tak bercacat,

Bukan hanya benar secara yudisial

melainkan juga hanya secara organik.

2. Penebusan itu dirampungkan secara yudisial,

Penyelamatan itu dilaksanakan secara organik;

Secara yudisial, kebenaran-Mu dipuaskan,

Secara organik, kedambaan hati-Mu dipenuhi.

3. Secara yudisial, aku telah dibenarkan oleh-Mu,

Secara organik, aku dijadikan satu dengan-Mu :

Melahirkan kembali untuk menjadi manusia-Allah,

Menguduskan aku secara watak,

dan memperbaharui seluruh diriku.

4. Mentransformasi dan menyerupakan aku

kepada gambar mulia Tuhan,

Memanifestasikan metabolisme dalam hayat;

Mematangkan dalam hayat untuk menjadi manusia dewasa,

Berkoordinasi dengan orang lain

untuk dibangun sebagai satu Tubuh.

5. Tubuhku akan ditebus dan masuk ke dalam kemuliaan,

Aku akan mencapai keputraan hingga bagian yang tertinggi;

Berbaur dengan-Mu untuk saling huni,

Kota kudus Yerusalem Baru menjadi nyanyianku.

KESELAMATAN LENGKAP ALLAH

MEMILIKI DUA ASPEK —

ASPEK YUDISIAL DAN ASPEK ORGANIK

Keselamatan lengkap Allah memiliki dua aspek : aspek yudisial dan aspek organik. Tidaklah begitu mudah untuk memahami apa organik itu dan apa yudisial itu. Namun, dengan kata yudisial kita mengetahui bahwa ini memiliki hubungan dengan hukum, dan dengan kata organik kita mengetahui bahwa ini memiliki hubungan dengan hayat. Oleh karena itu, keselamatan lengkap Allah mempunyai aspek yudisial, aspek yang berhubungan dengan hukum, dan aspek organik, aspek yang berhubungan dengan hayat.

Kita semua tahu bahwa Allah begitu mengasihi orangorang dunia sehingga Dia telah memberikan Putra tunggal-Nya kepada mereka agar mereka dapat memiliki hayat yang kekal (Yoh. 3:16). Allah telah memberikan Putra tunggal-Nya kepada orang-orang dunia agar mereka dapat menerima hayat yang kekal dengan percaya ke dalam Dia dan menerima Dia. Di dalam kekekalan Allah memiliki kerelaan kehendak, yaitu kedambaan hati-Nya, untuk menjadi satu dengan manusia, bahkan untuk membuat manusia menjadi sama seperti Dia, menjadi spesies-Nya. Maka, di dalam penciptaan manusia Dia menciptakan manusia dalam gambar-Nya dan menurut rupa-Nya agar manusia menjadi sebuah bejana untuk diisi-Nya. Dia menciptakan tanam-tanaman dan binatang-binatang menurut jenisnya masing-masing; namun, ketika Dia menciptakan manusia, Dia menciptakan manusia dalam gambar-Nya dan menurut rupa-Nya (Kej. 1:11-12, 20-21, 24-27). Gambar adalah sesuatu yang di dalam dan rupa adalah sesuatu yang di luar. Karena Allah menciptakan manusia dengan cara demikian, apakah Adam yang diciptakan itu manusia atau Allah? Ya, ia adalah seorang manusia tetapi ia memiliki gambar Allah dan rupa Allah. Oleh karena itu, pada waktu penciptaan, pemikiran mengenai manusia-Allah sudah ada.

Di dalam Perjanjian Baru Allah datang untuk melahirkan kembali manusia dengan diri-Nya sendiri sebagai hayat. Yohanes 1:12 berkata, "Tetapi siapa yang menerima-Nya diberi-Nya kuasa supaya menjadi anak-anak Allah, yaitu mereka yang percaya ke dalam nama-Nya." Ketika kita menjadi anak-anak Allah, kita memiliki hayat dan sifat Allah. Karena kambing melahirkan kambing dan sapi melahirkan sapi, tentunya Allah melahirkan allah-allah. Jika sapi melahirkan sapi dan kambing melahirkan kambing tetapi Allah melahirkan manusia, ini akan menjadi sesuatu yang aneh sekali. Karena yang dilahirkan pasti sama dengan yang melahirkannya. Tidak ada seekor sapi yang melahirkan seekor keledai atau seekor kambing melahirkan seekor anjing. Maksud hati Allah adalah membuat kita menjadi sama seperti Dia sehingga kita dapat menjadi sama persis dengan Dia bukan hanya dalam gambar yang di dalam dan rupa yang di luar melainkan juga dalam hayat dan sifat-Nya. Kita umat Allah yang telah dilahirkan kembali memiliki hayat Allah dan juga sifat Allah. Ini sungguh mustika.

Namun, manusia yang diciptakan Allah itu berdosa dan jatuh dengan mengikuti Satan, jadi, manusia melanggar kebenaran Allah. Allah begitu mengasihi orang-orang dunia sehingga Dia bahkan ingin membuat manusia menjadi sama seperti Dia oleh hayat-Nya. Namun, manusia dibujuk oleh Satan dan menjadi jatuh dengan berbuat dosa; maka, manusia telah melanggar kebenaran Allah. Yang dilanggar manusia itu bukanlah kasih karunia Allah atau kasih Allah melainkan kebenaran Allah. Menurut seluruh Kitab Suci, kebenaran Allah adalah prinsip Allah dalam melakukan segala sesuatu. Apapun yang Allah lakukan adalah benar, dan kebenaran-Nya sebagai pondasi takhta-Nya (Mzm. 89:15) adalah yang paling tegas. Oleh karena itu kita melihat dua hal di sini : kasih Allah dan kebenaran Allah. Menurut kasih-Nya, Allah ingin membuat manusia menjadi sama seperti Dia. Namun manusia berdosa dan melanggar kebenaran Allah. Kebenaran Allah itu tegas; apapun yang Allah ingin lakukan bagi manusia haruslah memenuhi tuntutan kebenaran-Nya. Segala sesuatu yang diperlukan oleh kebenaran menjadi hukum. Oleh karena itu, Alkitab memperlihatkan kepada kita bahwa setelah Allah menciptakan manusia dan setelah manusia jatuh, setelah sejangka waktu, Allah datang untuk memberikan hukum kepada manusia. Hukum Allah itu ditulis dan dibuat menurut kebenaran-Nya. Karena Allah itu benar, setiap butir hukum yang dibuat oleh-Nya adalah benar, dan setiap butirnya adalah suatu tuntutan yang benar; maka, hukum itu menjadi hukum kebenaran (Rm. 8:4a; 9:31).

Oleh karena itu, mengenai segala yang ingin Allah lakukan bagi manusia menurut kedambaan hati-Nya, ada suatu keperluan yang besar secara yudisial. Segala yang ingin Allah lakukan bagi manusia menurut hayat-Nya secara organik memerlukan Allah menebus kembali orang-orang berdosa yang telah jatuh menurut tuntutan benar-Nya secara yudisial. Kebenaran Allah menuntut agar Allah menebus orang-orang berdosa. Seolah-olah kebenaran Allah itu berkata kepada Allah, "Oh Allah, memang baik kalau Engkau mengasihi mereka, dan memang baik juga kalau Engkau damba untuk melaksanakan banyak hal di dalam mereka secara organik. Tetapi pertama-tama Engkau harus menebus mereka untuk memuaskan tuntutan-tuntutan hukum benar-Mu." Inilah penebusan. Dengan menebus orang-orang berdosa secara yudisial, Allah dapat dengan bebas melakukan apa yang Dia inginkan dengan seenak-Nya oleh hayat-Nya secara organik menurut kedambaan hati-Nya. "Melakukan segala sesuatu dengan seenaknya" kedengarannya sama sekali tidak positif. Bagaimana kita dapat mengatakan bahwa Allah dapat melakukan segala sesuatu dengan seenak-Nya? Ya, memang, karena penebusan-Nya, hari ini Allah kita dapat melakukan segala sesuatu dengan seenak-Nya. Jika Dia ingin menyelamatkan seorang perampok, Dia dapat melakukannya; jika Dia ingin menyelamatkan seorang pelacur, Dia juga dapat melakukannya. Maka, di dalam Alkitab kita melihat seorang perampok yang diselamatkan (Luk. 23:39-43) dan kita juga melihat para pelacur yang diselamatkan (Mat. 21:31-32; cf. Luk. 7:37; Yoh. 4:17-18). Hari ini Allah benarbenar dapat melakukan segala sesuatu dengan seenak-Nya. Jadi, keselamatan lengkap Allah itu terdiri dari penebusan yang dituntut secara yudisial dan penyelamatan yang dirampungkan melalui hayat Allah secara organik. Kita perlu membedakan ketiga hal ini: penebusan Allah, yang yudisial; penyelamatan Allah yang organik; dan keselamatan lengkap Allah, yang merupakan totalitas penebusan Allah dan penyelamatan Allah.

PENGAMATAN SATAN TERHADAP ALLAH

Allah rela membiarkan malaikat tertinggi yang Dia ciptakan (Yeh. 28:13-14) memberontak melawan Dia bersama-sama dengan sekelompok malaikat dan menjadi penentang-Nya. Dengan cara demikian Satan telah menjadi "partai oposisi" di alam semesta ini yang secara khusus untuk mengamati Allah dan menentang Allah. Alkitab memberi tahu kita bahwa Satan menentang Allah dan memberontak melawan Allah. Oleh karena itu, Allah telah memvonis dia, Allah memerintahkan agar dia dilemparkan ke dalam jurang tanpa dasar untuk pengakhirannya (Yes. 14:12-15). Namun, penghukuman ini belum dilaksanakan. Surat penghakimannya sudah ada di sini, tetapi pelaksanaannya masih belum. Maka, Satan masih tetap bebas di alam semesta ini. Meskipun Alkitab mengatakan bahwa Allah telah membelenggu Satan, seberapa banyak Dia membelenggu Satan itu tergantung pada-Nya. Inilah sebabnya mengapa kita memiliki banyak kesukaran dan penderitaan, bencana-bencana alam dan malapetaka, kegagalan, dan kerusakan buatan manusia, dan lain-lain. Hal-hal ini terjadi karena Satan masih ada di sini mengganggu kita. Allah itu berdaulat atas segala sesuatu. Dia telah mengumumkan vonis bahwa Satan akan dilemparkan ke dalam jurang yang dalam, tetapi Allah tidak menyingkirkan Satan dengan segera. Jika Allah telah menyingkirkan Satan, maka Dia tidak akan mempunyai partai oposisi. Allah ingin membiarkan satu partai oposisi untuk membuktikan kesempurnaan-Nya. Tanpa partai oposisi, kesempurnaan Allah tidak dapat termanifestasikan. Allah boleh saja melakukan apa yang Dia inginkan untuk diri-Nya sendiri, dan apapun yang Dia katakan, terjadilah. Namun partai oposisi ada di sini untuk membuktikan bahwa apapun yang Allah katakan dan lakukan adalah selaras dengan hukum benar-Nya.

Lebih jauh lagi, Allah memberikan kepada penentang-Nya, Satan, kebebasan untuk menjadi pengamat di dalam rapat-rapat yang diadakan oleh Dia dengan malaikatmalaikat-Nya dan bahkan memberikan hak untuk mengkritik perbuatan-perbuatan-Nya (Ayb. 1:6- 12; 2:1-6). Ketika Allah sedang mengadakan sidang dengan para malaikat-Nya, Satan juga pergi mengamati. Para malaikat tidak menghentikannya, karena mereka tahu bahwa dia memiliki hak itu. Satan pergi ke dalam sidang-sidang itu dan bahkan membuat beberapa kritikan. Kitab Ayub memperlihatkan kepada kita bahwa Allah dan Satan mengadakan suatu percakapan. Satan berkata kepada Allah, "Engkau lihat bagaimana Ayub itu. Engkau telah memberikan begitu banyak hal yang baik kepadanya. Engkau telah mendapatkannya untuk menjadi orang saleh-Mu yang sempurna." Allah berkata, "Baiklah, mulai dari sekarang, Aku serahkan Ayub kepadamu. Kamu boleh melakukan apapun juga menurut kesukaanmu tetapi kamu tidak boleh mengambil nyawanya." Ini bukan hanya pada zaman Ayub saja, tetapi bahkan sampai hari inipun Satan masih tetap mendakwa kita di hadapan Allah siang dan malam (Why. 12:10).

Maka, segala yang ingin Allah lakukan bagi manusia melalui hayat-Nya secara organik menurut kasih-Nya hams juga memperhatikan segala kritikan penentang-Nya, Satan. Ini juga menuntut agar keselamatan yang ingin Allah rampungkan bagi manusia, termasuk penebusan dan penyelamatan, pertama-tama memenuhi tuntutan yudisial kebenaran Allah.

PEMENUHAN TUNTUTAN YUDISIAL ALLAH

SEBAGAI PROSEDURNYA DAN PERAMPUNGAN

APA YANG INGIN ALLAH LAKUKAN SECARA

ORGANIK SEBAGAI TUJUANNYA

Dalam keselamatan lengkap Allah, apa yang Dia lakukan dalam aspek yudisial adalah prosedurnya, dan apa yang Dia lakukan dalam aspek organik adalah tujuannya. Dalam aspek prosedur, apa yang telah Allah penuhi menurut tuntutan yudisial-Nya adalah penebusan, termasuk pengampunan dosa-dosa, pembasuhan dosa-dosa, pembenaran, pendamaian kepada Allah, dan pengudusan kedudukan. Kita dahulu adalah orang-orang berdosa di bawah kutukan Allah dan juga adalah musuh-musuh Allah, tetapi sekarang kita telah diampuni, dibasuh dari dosa-dosa kita, dibenarkan oleh Allah, didamaikan kepada Allah, dan dikuduskan kepada Allah secara kedudukan. Ini adalah ditebus. Tetapi, keselamatan lengkap Allah itu tidak hanya sedemikian saja. Jika Anda hanya telah menerima kelima butir penebusan ini saja, apa yang telah Anda terima itu hanyalah keselamatan yang sepihak saja dan bukan keselamatan yang lengkap. Aspek pertama dari keselamatan lengkap Allah adalah aspek yudisial, dan apa yang telah dirampungkannya bagi kita adalah pengampunan dosa-dosa kita, pembasuhan dari dosa-dosa kita, pembenaran, pendamaian kepada Allah, dan pengudusan secara kedudukan. Kelima butir ini melayakkan dan menempatkan kita pada kedudukan untuk masuk ke dalam kasih karunia Allah. Roma 5:2 berkata, "Kita telah beroleh jalan masuk ke dalam kasih karunia ini. Di dalam kasih karunia ini kita berdiri." Bagaimana mungkin seorang yang berdosa dapat memperoleh jalan masuk ke dalam kasih karunia Allah? Pastilah ada pemenuhan aspek yudisial sehingga orang berdosa itu dapat meneruna pengampunan dosa-dosa, pembasuhan dosa-dosa, pembenaran oleh Allah, pendamaian kepada Allah, dan pengudusan kedudukan posisi. Semua butir ini adalah perkara prosedur, kelayakan, dan kedudukan. Aspek yudisial melayakkan dan menempatkan kita orang-orang berdosa pada kedudukan untuk masuk ke dalam kasih karunia Allah untuk menikmati keselamatan yang telah Allah rampungkan bagi kita menurut hayat-Nya secara organik dalam aspek tujuan (Rm. 5:10). Di sini kita melihat bahwa Allah telah merampungkan suatu keselamatan dengan dua aspek : aspek penebusan dan aspek penyelamatan. Penebusan dirampungkan secara yudisial, dan penyelamatan dilaksanakan secara organik.

Aspek kedua dari keselamatan lengkap Allah adalah aspek tujuan. Dalam aspek tujuan, apa yang telah Allah laksanakan oleh hayat-Nya secara organik adalah penyelamatan, yang mencakup (1) kelahiran kembali agar kita menerima hayat kekal Allah, (2) penggembalaan agar kita bertumbuh dan berada dalam hayat ilahi, (3) pengudusan dalam watak kita, (4) pembaharuan dalam pikiran kita, (5) transformasi dalam gambar kita, yang menghasilkan (6) pembangunan Allah, (7) penyerupaan kepada gambar Putra sulung Allah, yaitu kematangan dalam hayat ilahi, dan (8) pemuliaan, yang merupakan perampungan ekonomi kekal Allah (Rm. 8:30). Apa yang dirampungkan secara yudisial adalah langkah awal yang adalah penebusan dengan kelima butirnya, sedangkan apa yang dilaksanakan secara organik adalah langkah selanjutnya, yang adalah penyelamatan, yang berbeda dengan penebusan dan mencakup delapan butir. Penebusan dirampungkan secara yudisial, sedangkan penyelamatan dilaksanakan secara organik. Kedelapan butir dalam aspek organik ini menghasilkan gereja Allah untuk menyusun Tubuh Kristus yang akan merampungkan Yerusalem Baru, yang adalah sasaran dari dari ekonomi kekal Allah, yaitu, suatu organisme yang tersusun dari Allah Tritunggal yang telah melalui proses dengan umat pilihan-Nya yang telah dilahirkan kembali, dikuduskan, ditransformasi, dan dimuliakan, yang diikat dan dibaurkan menjadi satu untuk menjadi perbesaran dan ekspresi Allah di dalam kekekalan.

Allah Tritunggal yang telah melalui proses dan umat pilihan-Nya yang telah dilahirkan kembali, dikuduskan, ditransformasi, dan dimuliakan akan diikat dan dibaurkan menjadi satu untuk menyusun suatu organisme sebagai perbesaran dan ekspresi Allah di dalam kekekalan. Di dalam permulaan kitab Kejadian, ketika Allah menciptakan Adam, Adam hanya seorang diri tanpa pasangan. Kemudian Allah mengambil satu rusuk dari Adam dan membangunnya menjadi seorang perempuan. Adam dan perempuan ini diikat menjadi satu (Kej. 2:21-24). Ini adalah pertambahan Adam. Di dalam Yohanes 3, suatu pasal tentang kelahiran kembali, Yohanes berkata, "Dia yang empunya mempelai perempuan adalah mempelai laki-laki" (ay 9). Mempelai Laki-laki itu adalah Kristus, dan mempelai perempuan itu adalah suatu susunan yang hidup dari seluruh umat yang telah dilahirkan kembali, yang memiliki hayat dan sifat ilahi, sebagai pertambahan Kristus, mempelai perempuan yang korporat. Oleh karena itu, di dalam ayat 30 Yohanes selanjutnya berkata, "Dia harus bertambah, tetapi aku harus berkurang." Pertambahan di dalam ayat ini adalah mempelai perempuan itu dalam ayat sebelumnya, dan mempelai perempuan ini adalahsuatu susunan yang hidup dari seluruh umat yang telah dilahirkan kembali. Pada akhirnya, Wahyu 21 menyingkapkan kepada kita bahwa seluruh Yerusalem Baru sebagai istri Anak Domba, Kristus (ay 2, 9), menjadi perbesaran dan ekspresi Allah.

Sayang sekali, kebanyakan kaum imani generasi demi generasi menganggap penebusan, yang adalah prosedur yang telah Allah rampungkan bagi kita, sebagai tujuan keselamatan Allah, mereka menekankan kelima butir yang telah Allah rampungkan bagi kita dalam aspek penebusan menurut kebenaran-Nya secara yudisial, sambil mengabaikan kedelapan butir yang akan Allah lakukan bagi kita dalam aspek penyelamatan melalui hayat-Nya secara organik. Ini adalah suatu kekurangan yang besar di dalam mayoritas kaum imani hari ini, yaitu dalam keselamatan dalam hayat Allah. Akibatnya, mereka mengabaikan hal menuntut dan bertumbuh kepada kedewasaan dalam hayat Allah dan sulit melihat segala sesuatu tentang pembangunan Tubuh Kristus, apalagi tentang perampungan sasaran akhir dari ekonomi kekal Allah, yaitu Yerusalem Baru. Terlebih lagi, bahkan mengenai Yerusalem Baru sebagai kesimpulan seluruh Alkitab, hampir tak ada seorangpun yang tahu tentangnya, beberapa orang menganggap Yerusalem Baru sebagai surga tempat kaum imani tinggal setelah kematian mereka. Karena kurangnya pengetahuan mengenai keesaan yang universal dari Kristus dan sasaran yang unik dari ekonomi Allah, mereka membentuk sekte-sekte yang berlainan dan mendirikan gereja-gereja mereka sendiri menurut bagian-bagian kebenaran yang tidak lengkap yang mereka lihat, sehingga menimbulkan kondisi Kekristenan yang terpecah-belah dan kacau-balau pada hari ini.

ASPEK YUDISIAL

DARI KESELAMATAN ALLAH

Kita harus dapat melihat dengan jelas bahwa keselamatan lengkap Allah itu ada dua aspek : aspek yudisial dan aspek organik. Aspek yudisial adalah menurut kebenaran Allah (Rm. 1:17a; 3:21-26; 9:30-31) sebagai prosedur keselamatan Allah untuk memuaskan tuntutan hukum benar Allah atas orang-orang berdosa. Ini adalah agar orang-orang berdosa diampuni di hadapan Allah (Luk. 24:47), dibersihkan (Ibr. 1:3), dibenarkan (Rm. 3:24-25), didamaikan kepada Allah (Rm. 5:10a), dan dikuduskan kepada Allah secara kedudukan (1 Kor. 1:2; Ibr. 13:12), dengan demikian masuk ke dalam kasih karunia Allah bagi perampungan tujuan keselamatan Allah. Namun, penebusan sebagai aspek yudisial tidak dapat melaksanakan tujuan keselamatan Allah, karena penebusan itu hanyalah prosedumya, bukan tujuannya. Misalnya, seorang juru masak meluangkan banyak waktu memasak di dapur untuk mempersiapkan suatu pesta. Namun, memasak itu bukanlah tujuannya melainkan hanyalah suatu prosedur. Kemudian ketika para tamu berkunjung untuk menikmati pesta itu, itulah tujuan dari hal memasak itu. Demikian pula, di dalam keselamatan Allah kita tidak seharusnya tetap tinggal di dalam aspek prosedur, aspek yudisial; melainkan, kita hams melanjutkannya ke aspek tujuan, aspek organik.

ASPEK ORGANIK

DARI KESELAMATAN ALLAH

Aspek organik dari keselamatan Allah adalah melalui hayat Allah (Rm. 1:17b; Kis. 11:18; Rm. 5:10b, 17b, 18b, 21b). Aspek yudisial adalah menurut kebenaran Allah untuk merampungkan penebusan Allah, sedangkan aspek organik adalah melalui hayat Allah untuk melaksanakan keselamatan Allah, termasuk kelahiran kembali, penggembalaan, pengudusan watak, pembaharuan, transformasi, pembangunan, penyerupaan, dan pemuliaan. Ini adalah tujuan keselamatan Allah untuk merampungkan segala yang ingin Allah capai dalam kaum imani di dalam ekonomi-Nya melalui hayat ilahi-Nya.