BAB 2
Kita telah melihat bahwa alasan-alasan yang dimiliki saudara-saudara yang percaya seluruh gereja akan terangkat sebelum kesusahan besar tidak dapat diandalkan. Gagasan mereka tidak memiliki bukti yang Alkitabiah. Inilah kesalahan pertama mereka. Dalam berita ini saya akan membahas kesalahan mereka yang kedua.
B. ANGGAPAN-ANGGAPAN MEREKA YANG PERCAYA
SELURUH GEREJA AKAN TERANGKAT SEBELUM KESUSAHAN BESAR
Saudara-saudara kita yang percaya bahwa seluruh gereja akan terangkat sebelum kesusahan besar tidak hanya mempunyai alasan-alasan yang terlalu dipaksakan dan yang tak dapat dianggap sebagai alasan, mereka juga mempunyai terlalu banyak anggapan. Setiap kali kita berbicara tentang kebenaran yang Alkitabiah, baik sebagai bukti maupun sebagai latar belakang, kebenaran itu harus sesuai dengan Alkitab. Jika apa yang dikatakan itu memerlukan terlalu banyak anggapan dan perkiraan, pernyataan itu tidak dapat dipercaya. Saudara-saudara yang percaya seluruh gereja akan terangkat sebelum kesusahan besar mengandalkan terlalu banyak anggapan. Sekarang saya akan menunjukkan anggapan-anggapan mereka satu per satu.
1. Anggapan Pertama
Saudara-saudara kita mengatakan, bahwa Wahyu pasal 1 sampai pasal 3 membicarakan gereja, dan pasal 4 sampai pasal 19 tidak lagi membicarakan gereja, karena dari pasal 4 sampai pasal 19, istilah gereja tidak lagi disebutkan. Jadi, pasal 1 sampai pasal 3 membahas gereja dalam zaman ini, dan pasal 4 sampai pasal 19 membahas kesusahan besar yang akan datang. Karena pasal 4 sampai pasal 19 tidak menyebutkan gereja, gereja pasti tidak ada lagi di dunia. Kalau gereja tidak ada lagi di dunia, ia pasti telah terangkat ke sorga.
Marilah kita pertimbangkan, apakah layak dan pantas menjadikan anggapan-anggapan sebagai alasan hanya dikarenakan istilah tertentu tidak disebutkan dengan jelas, sedangkan argumentasi tersebut sedang berlangsung. Meskipun kata gereja tidak disebutkan dengan tegas dalam pasal 4 sampai pasal 19, tetapi di dalamnya tetap ada realitas gereja. Berikut ini adalah beberapa contoh:
Wahyu 5:9 mengatakan, "Dan mereka menyanyikan suatu nyanyian baru, katanya . . . karena Engkau telah disembelih dan dengan darahMu Engkau telah membeli mereka bagi Allah dari tiap-tiap suku dan bahasa dan kaum dan bangsa." Jika kelompok orang ini, yang telah dibeli dengan darah Tuhan, bukan gereja, siapakah mereka? Meskipun Kitab Suci tidak dengan istilah yang jelas mengatakan bahwa mereka adalah gereja, dapatkah kita mengatakan bahwa mereka bukan gereja?
Wahyu 6:9 mengatakan, "Dan ketika Anak Domba itu membuka meterai yang kelima, aku melihat di bawah mezbah jiwa-jiwa mereka yang telah dibunuh oleh karena firman Allah dan oleh karena kesaksian yang mereka miliki." Jika kelompok orang ini bukan gereja, siapakah mereka? Meskipun Kitab Suci tidak menggunakan kata gereja di sini, dapatkah kita mengatakan bahwa mereka bukan gereja?
Wahyu 7:14 mengatakan, "Mereka ini adalah orang-orang yang keluar dari kesusahan yang besar; dan mereka telah mencuci jubah mereka dan membuatnya putih di dalam darah Anak Domba." Jika kelompok orang ini bukan gereja, siapakah mereka? Meskipun Kitab Suci tidak menggunakan kata gereja di sini, kita semua tahu bahwa hanya gereja yang dapat mengalami penyucian jubah oleh darah Anak Domba.
Wahyu 12:17 mengatakan, " . . . keturunannya yang lain, yang menuruti hukum-hukum Allah dan memiliki kesaksian Yesus." Jika kelompok orang ini bukan gereja, siapakah mereka? Meskipun Kitab Suci tidak menggunakan kata gereja di sini, dapatkah kita mengatakan bahwa mereka bukan gereja?
Wahyu 17:6 mengatakan, "Dan aku melihat perempuan itu mabuk oleh darah orang-orang kudus dan darah saksi-saksi Yesus." Jika kelompok orang-orang yang dibunuh itu bukan gereja, siapakah mereka? Kita semua tahu bahwa perempuan di sini mengacu kepada Gereja Katolik Roma. Di masa lalu, tak terkira banyaknya orang kudus yang telah dianiaya oleh Gereja Katolik Roma. Tak terhitung banyaknya orang-orang kudus yang dibunuh di Spanyol. Meskipun Kitab Suci tidak menggunakan kata gereja di sini, dapatkah kita mengatakan bahwa orang-orang yang dibunuh di sini bukan gereja?
Wahyu 19:11-14 mengatakan, "Ada seekor kuda putih; dan Ia yang menungganginya bernama: "Yang Setia dan Yang Benar . . . dan Ia memakai jubah yang telah dicelup dalam darah dan namaNya ialah: "Firman Allah". Dan semua pasukan yang di sorga mengikuti Dia; mereka menunggang kuda putih dan memakai lenan halus yang putih bersih." Banyak orang mengakui bahwa ini adalah situasi ketika Tuhan Yesus akan datang bersama gereja ke bumi. Bahkan saudara-saudara yang percaya bahwa seluruh gereja akan terangkat sebelum kesusahan besar mengakui ini. Apakah Kitab Suci di sini secara terus terang menggunakan kata gereja? Dapatkah kita mengatakan bahwa gereja tidak ada hanya karena Kitab Suci tidak menggunakan kata gereja di sini? Karena saudara-saudara kita mengakui bahwa gereja ada di dalam pasal 19, mengapa mereka menyangkalnya mengenai pasal-pasal yang lain, yang juga menunjukkan fakta adanya gereja?
Wahyu 22:6 mengatakan, "Lalu Ia berkata kepadaku, Perkataan-perkataan ini (menunjukkan seluruh kitab Wahyu, termasuk pasal 4 sampai pasal 19) tepat dan benar; dan Tuhan, Allah yang memberi roh kepada para nabi, telah mengutus malaikatNya untuk menunjukkan kepada hamba-hambaNya apa yang harus segera terjadi." Juga ayat 16 mengatakan, "Aku, Yesus, telah mengutus malaikatKu untuk memberi kesaksian tentang semuanya ini (menunjukkan hal-hal yang dicatat di seluruh kitab Wahyu, termasuk pasal 4 sampai pasal 19) kepadamu bagi jemaat-jemaat." Ini menunjukkan bahwa meskipun kata gereja tidak disebutkan di dalam pasal 4 sampai pasal 19, satu-satunya tujuan menyebutkannya ialah bagi jemaat-jemaat. Karena itu, bagaimana kita dapat mengatakan bahwa dalam pasal 4 sampai pasal 19 gereja tidak disebutkan?
Saudara-saudara kita telah mutlak salah dengan membuat anggapan dan perkiraan seperti itu. Kita dapat melihat bahwa pokok-pokok yang kita kemukakan membuktikan, dari pasal 4 sampai pasal 19 ada banyak fakta adanya gereja. Meskipun kata gereja tidak disebutkan secara tegas, tetapi kita tidak dapat berkata bahwa tidak ada fakta mengenai gereja di sana.
Satu lagi, mereka mengatakan, "isteri Anak Domba"dalam Wahyu 21:9 adalah gereja (meskipun menurut konteks yang mendahului ayat ini, isteri Anak Domba mengacu kepada Yerusalem Baru). Ijinkan saya bertanya, apakah kata gereja disebutkan secara tegas dalam Wahyu 21:9? Menurut mereka, karena kata gereja tidak disebutkan secara tegas, maka gereja tidak mungkin ada di situ. Lalu mengapa mereka mengatakan bahwa Wahyu 21:9 mengacu kepada gereja, sedangkan kata gereja tidak disebutkan dengan tegas? Jika mereka mengakui gereja ada di sini, mengapa mereka tidak mengakui gereja juga ada di dalam pasal-pasal yang lain? Dari sini kita nampak bahwa anggapan-anggapan mereka itu tidak dapat dipertahankan.
Jika dari pasal 4 sampai pasal 19 gereja masih ada, maka perkiraan mereka bahwa seluruh gereja terangkat sebelum kesusahan besar (mulai dari pasal 4) tidak dapat diandalkan. Jika masih ada orang-orang milik gereja pada masa kesusahan besar, bagaimana kita dapat mengatakan bahwa seluruh gereja sudah terangkat sebelum kesusahan besar?
2. Anggapan Kedua
Saudara-saudara kita mengatakan, begitu seluruh gereja terangkat, banyak orang akan diselamatkan di bumi, menjadi apa yang disebut orang-orang kudus yang keluar dari kesusahan besar. Mereka mengatakan, orang-orang ini akan diselamatkan pada saat kesusahan besar. Dasar Alkitab mereka ialah Wahyu 7:9-17: "Suatu kumpulan besar orang banyak yang tidak dapat terhitung banyaknya, dari segala bangsa dan suku dan kaum dan bahasa . . . Mereka ini adalah orang-orang yang keluar dari kesusahan yang besar." Karena itu, orang-orang ini diselamatkan pada saat kesusahan besar. Jika mereka mengakui orang-orang ini adalah orang-orang percaya yang telah mengalami kesusahan besar, teori mereka akan runtuh sendiri. Karena itu mereka lalu mengatakan bahwa orang-orang ini diselamatkan pada saat kesusahan besar. Dengan begitu, mereka menyelamatkan anggapan mereka.
Saya tidak mengatakan bahwa pada saat kesusahan besar tidak ada seorangpun akan diselamatkan. Namun, saya mengatakan bahwa orang-orang dalam Wahyu 7:9-17 itu tidak diselamatkan pada saat kesusahan besar. Saya berkata demikian bukannya tanpa dasar, atau pernyataan kosong; saya berkata demikian, ada dasarnya.
(1) Sejauh mengenai angka, tampaknya tidak mungkin kelompok orang-orang ini diselamatkan pada saat kesusahan besar. Pada saat kesusahan besar, bagaimana mungkin ada orang-orang yang tak terhitung banyaknya diselamatkan? Pada waktu kesusahan besar, berapakah angka yang terbesar? Wahyu 9:16 menyebutkan dua ratus juta. Angka dalam pasal 7, yang tak seorangpun dapat menghitung, paling sedikit tentunya di atas dua ratus juta. Menurut sensus penduduk dunia, dewasa ini (1930-an) di seluruh dunia hanya ada satu milyar tujuh ratus juta orang. Wahyu 6:8 mengatakan, "Dan kepada mereka diberikan kuasa atas seperempat dari bumi untuk membunuh dengan pedang, dan dengan kelaparan dan sampar, dan dengan binatang-binatang buas yang di bumi." Ini berarti kira-kira empat ratus juta orang akan mati, menyisakan kira-kira satu milyar dua ratus juta orang. Wahyu 9:15 mengatakan, "Untuk membunuh sepertiga dari umat manusia." Ini berarti lebih dari empat ratus juta orang lagi akan mati, menyisakan kira-kira delapan ratus juta orang. Wahyu 8:11 mengatakan, "Banyak orang mati," Wahyu 11:13 mengatakan, "Tujuh ribu orang mati oleh gempa bumi." Ini berarti tujuh ribu orang yang dikenal akan mati; yang lainnya, yang tak dikenal, entah berapa banyak yang mati. Dalam pasal 15 sampai pasal 16 kita tidak tahu berapa banyak orang lagi akan mati, karena masa itu merupakan kesusahan besar yang sebenarnya. Dalam Wahyu 9:16, jumlah tentara pasukan berkuda adalah dua ratus juta. Matius 25 mengatakan, ketika Tuhan datang lagi ke bumi, masih akan ada banyak domba dan kambing. Tanpa menghitung ini, berapa orang yang masih akan tersisa? Sebab itu, jika berdasarkan angka mengatakan bahwa orang-orang yang tak terhitung jumlahnya itu beroleh selamat pada masa kesusahan besar, ini tidak dapat diterima.
(2) Dipandang dari sudut pandang sejarah, juga tidak mungkin orang-orang ini diselamatkan pada masa kesusahan besar. Mungkinkah jumlah keseluruhan dari hasil kesaksian para rasul di bumi, kesaksian orang-orang kudus di bumi selama berabad-abad, dan kesaksian gereja di bumi selama dua ribu tahun ini, masih tidak melebihi jumlah yang didapatkan pada saat-saat menjelang akhir jaman? Dapatkah kita mengatakan bahwa jumlah semua orang yang diselamatkan selama dua ribu tahun ini lebih sedikit daripada jumlah yang diselamatkan pada waktu kesusahan besar? Dalam Alkitab, tidak kita temukan ajaran mengenai orang-orang percaya pada masa kesusahan besar. Karena itu, secara realistis, mengatakan bahwa orang-orang ini diselamatkan selama kesusahan besar adalah tidak mungkin.
(3) Dari aspek situasi, hal ini juga tidak mungkin. Kita tahu bahwa penghakiman yang turun dari Allah dibagi menjadi meterai, sangkakala, dan cawan. Tetapi penghakiman meterai dan sangkakala berbeda dari penghakiman cawan. Meterai dan sangkakala adalah hukuman perbaikan oleh Allah dengan harapan bahwa manusia akan bertobat karena hukuman itu. Sedang mengenai cawan, itu adalah hukuman Allah saja. Tak seorangpun dapat berharap bertobat karena hukuman ini. Karena itu, dalam Wahyu 9:20-21, setelah meterai dan sangkakala, ada kata-kata, "Tetapi manusia lain . . . tidak juga bertobat," dan "Mereka tidak bertobat." Tetapi setelah cawan tidak disebutkan pertobatan.
Karena itu, selama kesusahan besar, Alkitab menunjukkan kepada kita dengan jelas, bahwa sebagian orang akan terbunuh oleh kesusahan besar, dan yang lain akan tetap tidak bertobat, bagaimana bisa ada orang-orang yang tak terhitung banyaknya diselamatkan selama kesusahan besar? Belum lagi kenyataan bahwa pada saat itu Iblis "tritunggal" akan memperdaya dan memaksa manusia di bumi.
Jika kelompok orang yang tak terhitung banyaknya itu tidak diselamatkan selama kesusahan besar, mereka pastilah gereja yang diselamatkan sebelum kesusahan besar. Jika mereka adalah gereja, bagaimana kita dapat mengatakan bahwa seluruh gereja akan terangkat sebelum kesusahan besar? (Mengenai penjelasan terinci tentang kelompok orang ini, saya akan menerbitkannya dalam buku saya "Renungan Tentang Wahyu". Jika Tuhan menghendaki.)
3. Anggapan Ketiga
Saudara-saudara kita mengatakan, selama kesusahan besar Roh Kudus tidak ada lagi di bumi, karena ketika Tuhan Yesus mengangkat gereja ke sorga, Dia juga mengangkat Roh Kudus ke sorga, sehingga Roh Kudus tidak ada lagi di bumi. Mereka mendasarkan anggapan mereka pada II Tesalonika 2:6-8: "Dan sekarang kamu tahu apa yang menahan dia, sehingga ia baru akan menyatakan diri pada waktu yang telah ditentukan baginya. Karena secara rahasia kedurhakaan telah mulai bekerja, tetapi sekarang masih ada yang menahan. Kalau yang menahannya itu telah disingkirkan, pada waktu itulah si pendurhaka baru akan menyatakan dirinya." Mereka mengatakan, bahwa inilah orang dosa besar, yang adalah anak kebinasaan, dan yang umum disebut Antikristus. Yang menahan ialah Roh Kudus. Setelah Roh Kudus disingkirkan, si pendurhaka akan dinyatakan. Bagaimana Roh Kudus disingkirkan? Roh Kudus akan disingkirkan dengan diangkat. Setelah itu, Antikristus akan dinyatakan, dan kesusahan besar akan mulai. Mereka mengatakan, "Karena Roh Kudus tidak ada lagi di bumi, bagaimana mungkin gereja masih ada di bumi? Karena itu, seluruh gereja pasti telah diangkat sebelum kesusahan besar."
Dapatkah anggapan seperti itu berlaku? Tidak. Kita mempunyai banyak bukti Alkitab untuk membuktikan bahwa anggapan seperti itu salah.
(1) Pertama kita perlu bertanya, apakah yang menahan itu Roh Kudus? Alkitab menyebut Roh Kudus dengan banyak nama, misalnya, Roh itu, Roh hikmat, Roh wahyu, dan lain-lain. Banyak pula nama lain yang dikaitkan dengan kata Roh. Memang benar, Alkitab juga menyebut Roh Kudus sebagai Penghibur. Tetapi segera setelah itu, Alkitab mengatakan kepada kita bahwa itu adalah Roh Kebenaran. Ayat Alkitab manakah yang mengatakan bahwa Roh Kudus adalah yang menahan? Tidak ada ayat Alkitab yang mengatakan bahwa Roh Kudus adalah yang menahan. Mengatakan bahwa yang menahan adalah Roh Kudus jelas merupakan anggapan belaka.
(2) Dapatkah kata "disingkirkan" dijelaskan menjadi "diangkat"? Ayat Alkitab mengatakan "disingkirkan" bukan "diangkat". Apakah "disingkirkan" merupakan ungkapan yang layak untuk menggambarkan (menjelaskan) Roh Kudus? Dapatkah kita mengatakan, bahwa "disingkirkan" berarti "diangkat"? Alkitab tidak mengijinkan kita berkata demikian. Nyatalah bahwa mengatakan disingkirkan berarti diangkat adalah suatu anggapan belaka.
(3) Apakah Alkitab mengatakan bahwa selama kesusahan besar Roh Kudus tidak berada di bumi? Mereka mengatakan, tidak ada Roh Kudus di bumi selama kesusahan besar. Mereka juga mengatakan, selama kesusahan besar orang-orang yang tak terhitung banyaknya akan diselamatkan. Bagaimana kedua hal ini dapat dipadukan? Roh Kudus tidak ada lagi ada di bumi; namun orang yang diselamatkan lebih banyak daripada ketika Roh Kudus ada di bumi. Ajaran macam apa ini? Saya percaya bahwa jika ada satu orang yang diselamatkan selama kesusahan besar, itu tetap merupakan karya Roh Kudus di bumi, karena yang lahir dari daging adalah daging, dan yang lahir dari Roh adalah roh.
(4) Wahyu 4:5 mengatakan, "Tujuh obor menyala-nyala di hadapan takhta itu: itulah ketujuh Roh Allah." Wahyu 5:6 mengatakan, "Aku melihat . . . berdiri seekor Anak Domba seperti telah disembelih, bertanduk tujuh dan bermata tujuh: itulah ketujuh Roh Allah yang diutus ke seluruh bumi." Alkitab memberitahu kita bahwa selama kesusahan besar Roh Kudus benar-benar bekerja, karena Alkitab mengatakan Dia "diutus ke seluruh bumi."
(5) Alkitab tidak pernah mengatakan bahwa Roh Kudus akan diangkat ke sorga sebelum kesusahan besar. Sebaliknya, Alkitab mengatakan bahwa selama kesusahan besar Roh Kudus akan dicurahkan sebagai hujan yang terakhir. Mengenai hal ini, kita dapat membaca kedua alinea berikut ini dalam Alkitab.
Yoel 2:28-32 mengatakan, "Kemudian daripada itu akan terjadi, bahwa Aku akan mencurahkan RohKu ke atas semua manusia, maka anak-anakmu laki-laki dan perempuan akan bernubuat; orang-orangmu yang tua akan mendapat mimpi, teruna-terunamu akan mendapat penglihatan-penglihatan. Juga ke atas hamba-hambamu laki-laki dan perempuan akan Kucurahkan RohKu pada hari-hari itu Aku akan mengadakan mujizat-mujizat di langit dan di bumi; darah dan api dan gumpalan-gumpalan asap. Matahari akan berubah menjadi gelap gulita, dan bulan menjadi darah sebelum datangnya hari TUHAN yang hebat dan dahsyat itu. Dan barangsiapa yang berseru kepada nama TUHAN akan diselamatkan."
Kisah Para Rasul 2:15-21 mengatakan, "Orang-orang ini tidak mabuk seperti yang kamu sangka, karena hari baru pukul sembilan, tetapi itulah yang difirmankan Allah dengan perantaraan nabi Yoel: Akan terjadi pada hari-hari terakhir - demikianlah firman Allah - bahwa Aku akan mencurahkan RohKu ke atas semua manusia; maka anak-anakmu laki-laki dan perempuan akan bernubuat, dan teruna-terunamu akan mendapat penglihatan-penglihatan, dan orang-orangmu yang tua akan mendapat mimpi. Juga ke atas hamba-hambaKu laki-laki dan perempuan akan Kucurahkan RohKu pada hari-hari itu dan mereka akan bernubuat. Dan Aku akan mengadakan mujizat-mujizat di atas, di langit dan tanda-tanda di bawah, di bumi: darah dan api dan gumpalan-gumpalan asap. Matahari akan berubah menjadi gelap gulita dan bulan menjadi darah sebelum datangnya hari Tuhan, hari yang besar dan mulia itu. Dan barangsiapa yang berseru kepada nama Tuhan akan diselamatkan."
Di sini saya ingin kita semua memperhatikan apa yang dikatakan Petrus, "Tetapi itulah yang difirmankan Allah dengan perantaraan nabi Yoel." Petrus tidak mengatakan bahwa hari Pentakosta menggenapkan apa yang dikatakan Yoel. Hari Pentakosta tidak memenuhi secara harfiah apa yang dikatakan Yoel. Hari Pentakosta tidak mempunyai lima pemandangan luar biasa yang digambarkan dalam Yoel 2:30-31: "Darah dan api dan gumpalan-gumpalan asap, Matahari akan berubah menjadi gelap gulita, dan bulan menjadi darah." Tidak ada pemandangan yang luar biasa seperti itu pada hari Pentakosta. Kapankah kata-kata Yoel akan dipenuhi? Kata-kata itu akan dipenuhi pada waktu kesusahan besar. Kita dapat mencari kelima pemandangan yang luar biasa ini dalam kitab Wahyu.
Wahyu 6:12 mengatakan, "Ketika Anak Domba itu membuka meterai yang keenam . . . matahari menjadi hitam bagaikan karung rambut dan bulan menjadi merah seluruhnya bagaikan darah." Pemandangan matahari dan bulan yang luar biasa di sini cocok dengan kata-kata nabi Yoel.
Dalam Wahyu 8:7-10, ketika sangkakala yang pertama dan kedua dibunyikan, ada api dan darah. Ketika sangkakala yang ketiga dibunyikan, juga ada api. Ini cocok dengan perkataan nabi Yoel mengenai pemandangan api dan darah yang luar biasa.
Dalam Wahyu 9:2, ketika sangkakala yang kelima dibunyikan, asap naik dari lobang jurang maut bagaikan asap tanur besar. Ini juga cocok dengan perkataan nabi Yoel mengenai pemandangan gumpalan-gumpalan asap.
Karena itu, kita dapat mengatakan bahwa hal-hal itu akan tergenap selama kesusahan besar. Roh Kudus akan sangat dicurahkan pada saat itu. Saat Pentakosta hanyalah sekadar pencicipan. Karena itu, Petrus tidak mengatakan itu "menggenapkan" apa yang dikatakan nabi Yoel. Dia hanya mengatakan bahwa itulah yang difirmankan dengan perantaraan nabi Yoel. Ini berarti situasi tertentu itu agak serupa dengan apa yang telah dikatakan nabi Yoel. Ini berarti situasi tertentu itu menyerupai peristiwa-peristiwa yang dikatakan oleh nabi Yoel.
Karena itu, menurut nabi Yoel, selama kesusahan besar, Roh Kudus akan melakukan pekerjaan yang belum pernah dilakukan sebelumnya. Pada waktu itu, tanpa kuasa Roh Kudus, manusia pasti tidak mampu menanggung banyak penganiayaan dan penderitaan itu. Berdasarkan apa yang dikatakan nabi Yoel, Roh Kudus tidak akan diangkat pada waktu kesusahan besar; malahan Ia akan dicurahkan seperti yang tidak pernah terjadi sebelumnya, dan akan melakukan pekerjaan yang luar biasa.
Jika selama kesusahan besar Roh Kudus masih berada di bumi, maka pemikiran saudara-saudara kita bahwa keterangkatan Roh Kudus merupakan keterangkatan gereja, tidak lagi mempunyai dasar Alkitab.
4. Anggapan Keempat
Saudara-saudara kita mengatakan bahwa murid-murid dalam kitab Injil semua mengacu kepada murid-murid Yahudi, dan bukan gereja, karena gereja baru terbentuk pada hari Pentakosta. Murid-murid itu adalah murid-murid Yahudi, sedangkan kita adalah orang-orang Kristen; karena itu apa yang dikatakan Tuhan dalam keempat kitab Injil tidak ada hubungannya dengan kita, orang-orang Kristen. Hanya Surat-surat Kiriman, dan Surat-surat yang ditulis oleh Paulus di dalam penjara yang ada sangkut pautnya dengan kita.
Mengapa mereka mengatakan ini? Karena dalam keempat kitab Injil Tuhan selalu mengatakan untuk berjaga-jaga dan mempersiapkan diri bagi kedatanganNya kembali. Jika tidak, ketika Tuhan datang kembali, mereka akan ditinggalkan. Dikarenakan mereka berpendapat bahwa seluruh gereja akan terangkat sebelum kesusahan besar, maka mereka hanya dapat memaksakan peringatan Tuhan kepada murid-murid dalam keempat kitab Injil, kepada yang disebut murid-murid Yahudi. Dalam keempat kitab Injil, Tuhan tidak pernah mengatakan bahwa semua orang yang beroleh selamat akan terangkat sekaligus. Tuhan selalu mengatakan bahwa hanya mereka yang berjaga-jaga dan mempersiapkan diri akan terangkat. Mereka tahu bahwa seluruh gereja terdiri dari orang-orang yang beroleh selamat, tetapi tidak semuanya berjaga-jaga dan mempersiapkan diri. Karena itu, jika seluruh gereja terangkat sebelum kesusahan besar, mereka harus membuktikan bahwa perintah untuk berjaga-jaga dan mempersiapkan diri bukan untuk gereja. Dengan demikian, gereja tidak akan terbagi menjadi dua kelompok - mereka yang berjaga-jaga dan yang tidak berjaga-jaga, yang mempersiapkan diri dan yang tidak mempersiapkan diri. Kalau tidak, mereka tidak dapat mengatasi halangan yang besar ini. Kita dapat membuktikan bahwa mengatakan murid-murid itu bukan orang Kristen adalah anggapan saja. Bukankah kedua belas murid itu orang-orang Kristen? Kita mengatakan ya, dan kita mempunyai alasan-alasan berikut ini:
(1) Jika kedua belas murid bukan orang-orang Kristen, mengapa Alkitab begitu memperhatikan perkara-perkara transisi? Matius mempunyai 28 pasal, Markus mempunyai 16 pasal. Jika orang mengatakan keempat kitab Injil adalah untuk mereka yang disebut murid-murid Yahudi, mengapa Alkitab menggunakan begitu banyak pasal untuk mencatat perkara-perkara transisi, namun menggunakan beberapa kitab yang hanya berisi beberapa pasal singkat untuk mencatat hal-hal mengenai orang Kristen?
(2) Pada waktu itu murid-murid memang benar orang Yahudi. Tetapi pada waktu Pentakosta, bukankah mereka masih merupakan kelompok orang-orang yang sama? Bukankah mereka yang disebut sokoguru gereja adalah kelompok orang yang sama? Meskipun penunjukannya mungkin berlainan, bukankah mereka kelompok orang-orang yang sama? Sebelum Pentakosta dan sebelum gereja didirikan, bukankah Tuhan telah memilih mereka? Bukankah Tuhan membina orang-orang ini untuk menjadi benih, menjadi dasar? Bukankah Tuhan khususnya bermaksud agar mereka memikul tanggung jawab di dalam gereja? Misalnya seseorang bermaksud membuka toko serba ada. Sebelum dia membukanya, dia melatih sekelompok orang lebih dahulu, mengajarkan kepada mereka pengetahuan umum mengenai perdagangan. Setelah toko dibuka, dapatkah sekelompok orang ini mengatakan bahwa latihan yang telah mereka terima sebelumnya tidak dapat digunakan lagi? Memang benar, saat itu gereja belum didirikan, tetapi dapatkah kita mengatakan bahwa ajaran-ajaran yang diterima sebelumnya tidak dapat digunakan, dan bahwa hanya yang ditulis Paulus yang berguna? Dapatkah kita mengesampingkan semua kata-kata petunjuk dan peringatan yang diberikan oleh Tuhan? (Tentu, kita mengakui bahwa dalam kitab Injil sering kali Tuhan Yesus berbicara kepada para murid sebagai orang-orang Yahudi. Kita akan berbicara mengenai hal ini secara terinci dalam buku Renungan Tentang Matius. Saat ini, cukuplah mengatakan suatu perbedaan: mengenai perkara-perkara lingkungan, Tuhan memandang murid-muridNya sebagai orang-orang Yahudi; dalam perkara-perkara kerohanian, Tuhan memandang murid-muridNya sebagai gereja).
(3) Apakah Alkitab mengatakan secara tegas bahwa murid-murid itu adalah orang-orang Kristen? Kisah Para Rasul 11:26 mengatakan, "Di Antiokhialah murid-murid itu untuk pertama kalinya disebut Kristen." Bukankah ini berarti murid-murid itu orang Kristen? Lagi pula, sebutan Kristen adalah sebutan yang digunakan orang lain untuk mengejek para murid pada waktu itu. Mereka mengenakan sebutan ini pada para murid untuk mengejek mereka karena menjadi seperti Kristus. Dapatkah kita mengatakan bahwa karena seseorang mempunyai dua nama, dia lalu menjadi dua orang? Dapatkah kita mengatakan bahwa karena para murid itu kemudian disebut orang-orang Kristen, segala sesuatu yang berkaitan dengan mereka ketika mereka disebut murid-murid tidak berkaitan dengan mereka sebagai orang-orang Kristen? Para murid adalah orang-orang Kristen; mereka adalah gereja.
(4) Suatu bukti lain ialah Matius 28:19: "Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa muridKu dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus." Di sini dikatakan membuat semua bangsa menjadi murid. Ini berarti, semua orang yang beroleh selamat di dunia ini adalah murid, dan bahwa orang-orang Yahudi bukanlah satu-satunya yang disebut murid. Istilah "semua bangsa" sama dengan "bangsa-bangsa bukan Yahudi" di dalam teks aslinya. Bangsa-bangsa yang dibicarakan dalam Injil Matius adalah bangsa-bangsa bukan Yahudi. Mereka mengatakan bahwa para murid adalah orang-orang Yahudi, tetapi Alkitab dan Tuhan mengatakan bahwa di antara para murid tidak hanya terdapat orang Yahudi, tetapi bangsa-bangsa bukan Yahudi juga. Karena itu, kata-kata yang diucapkan Tuhan kepada murid-murid Yahudi dalam keempat kitab Injil adalah untuk murid-murid bukan Yahudi juga, karena bangsa-bangsa bukan Yahudi, sebagaimana juga orang Yahudi, adalah murid-murid Tuhan Yesus.
Dari sini kita nampak, kata-kata yang diucapkan Tuhan Yesus kepada para muridNya mengenai berjaga-jaga dan mempersiapkan diri, adalah dikatakan kepada semua orang Kristen. Karena itu, setiap orang yang tidak berjaga-jaga dan mempersiapkan diri seperti yang diperintahkan Tuhan mungkin saja akan menderita kerugian pada waktu kedatangan Tuhan. Jadi, bagaimana mungkin seluruh gereja - berjaga-jaga ataupun tidak berjaga-jaga, siap ataupun tidak siap - terangkat sebelum kesusahan besar?
5. Anggapan Kelima
Saudara-saudara kita mengatakan bahwa semua kata-kata, yakni semua ajaran, yang dikatakan oleh Tuhan dalam keempat kitab Injil adalah untuk orang-orang Yahudi. (Mr. Scofield mengatakan bahwa Matius 5-7 mengangkat hukum Taurat ke posisi yang paling menakutkan).
Sekarang mari kita lihat apakah kata-kata Tuhan ditujukan kepada mereka yang berada di bawah hukum (Taurat), atau ditujukan kepada orang-orang Kristen.
a. Apa yang Dikatakan Tuhan Sendiri
Matius 28:20 mengatakan, "Ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman." Firman ini dikatakan oleh Tuhan kepada semua murid ketika Dia di bumi. Dia memerintahkan murid-muridNya untuk pergi dan menjadikan semua bangsa muridNya. Dia juga menugaskan murid-murid untuk mengajar mereka dengan ajaran-ajaranNya agar mereka menaatinya. Karena itu, semua ajaran dalam kitab Injil disampaikan kepada orang-orang Kristen, bukan kepada orang Yahudi. Perintah Tuhan tidak hanya diberikan kepada murid-murid pada waktu itu, tetapi juga kepada mereka yang mendengar ajaran para rasul dan percaya.
b. Apa yang Dikatakan Roh Kudus
Yohanes 14:26 mengatakan, "Tetapi Penghibur, yaitu Roh Kudus, yang akan diutus oleh Bapa dalam namaKu, Dialah yang akan mengajarkan segala sesuatu kepadamu dan akan mengingatkan kamu akan semua yang telah Kukatakan kepadamu." Roh Kudus akan mengingatkan kita akan semua yang telah Tuhan katakan, apapun juga kata-kata itu. Dengan kata lain, Roh Kudus akan membimbing kita kembali kepada kata-kata Tuhan Yesus.
c. Apa yang Dikatakan Paulus
Kolose 3:16 mengatakan, "Hendaklah perkataan Kristus diam dengan segala kekayaannya di dalam kamu dalam segala hikmat" (Tl.). Inilah yang diperintahkan Paulus kepada orang-orang Kristen di Kolose. Tetapi bagaimana keadaan hari ini? Orang-orang yang percaya bahwa seluruh gereja akan terangkat sebelum kesusahan besar mengatakan, bahwa ajaran keempat kitab Injil disampaikan kepada orang Yahudi, bukan kepada orang Kristen. Tetapi perkataan Tuhan, atau Roh Kudus, atau Paulus kepada kita, tidaklah demikian. Baik Roh Kudus maupun Paulus membawa kita kembali kepada ajaran-ajaran Tuhan Yesus dalam keempat kitab Injil.
Mengapa saudara-saudara kita mengatakan bahwa ajaran keempat kitab Injil tidak ada hubungannya dengan gereja? Karena banyak tempat dalam keempat kitab Injil yang mengatakan bahwa barangsiapa tidak berjaga-jaga dan berdoa dan tidak mempersiapkan diri dalam penantian akan ditinggalkan ketika Tuhan datang. Jika kita mengutip sebuah ayat dari kitab Injil yang menyebutkan bahwa keterangkatan bersyaratkan berjaga-jaga dan bersiap, mereka akan menjawab bahwa kata-kata itu adalah untuk orang Yahudi dan bukan untuk orang Kristen. Menurut mereka, entah seseorang berjaga-jaga dan bersiap atau tidak, dia akan terangkat, asalkan dia berada dalam gereja. Ini hanyalah teori manusia. Tuhan tidak berkata begitu; Roh Kudus tidak berkata begitu; dan Paulus juga tidak berkata begitu. Karena itu, anggapan seperti itu tidak dapat diandalkan.
Jika ajaran-ajaran Kristus ketika Dia berada di bumi disampaikan kepada kita, gereja, maka kita tahu bahwa dilahirkan kembali saja tidaklah cukup. Kita masih harus berjaga-jaga dan mempersiapkan diri. Tidak mungkin seluruh gereja (orang-orang yang dilahirkan kembali) terangkat sebelum kesusahan besar, karena tidak seluruh gereja berjaga-jaga dan bersiap.
6. Anggapan Keenam
Matius 24:14 mengatakan, "Dan Injil Kerajaan ini akan diberitakan di seluruh dunia menjadi kesaksian bagi semua bangsa, sesudah itu barulah tiba kesudahannya." Saudara-saudara kita mengatakan bahwa Injil kerajaan berbeda dengan Injil kasih karunia. Gereja diselamatkan melalui Injil kasih karunia. Injil kerajaan adalah untuk orang-orang Yahudi. Mereka mengatakan, ada dua masa pemberitaan Injil kerajaan. Satu masa ialah ketika Tuhan hidup di bumi; satu lagi pada waktu kesusahan besar. Gereja memberitakan Injil kasih karunia, bukan Injil kerajaan.
Mengapa mereka mengatakan bahwa Injil kasih karunia adalah untuk gereja dan Injil kerajaan untuk orang Yahudi? Karena mereka berpendapat bahwa kita bergantung pada kasih karunia dalam segala hal; bahkan keterangkatan kita tergantung dari kasih karunia. Berjaga-jaga dan mempersiapkan diri adalah pekerjaan, bukan kasih karunia. Yang dibicarakan dalam keempat kitab Injil ialah kerajaan; karena itu, acuan-acuan pada mempersiapkan diri dan berjaga-jaga di dalamnya semuanya adalah untuk orang-orang Yahudi dan tidak menyangkut orang-orang Kristen. Mereka memberi perhatian khusus terhadap hal membedakan Injil kasih karunia dengan Injil kerajaan; namun seharusnya Injil Allah hanyalah satu. Dalam isinya, Injil kasih karunia dan Injil kerajaan tentunya mempunyai perbedaan khusus sendiri-sendiri. Tetapi, sebenarnya Injil kerajaan mencakup Injil kasih karunia. Karena itu, kebenaran kerajaan adalah untuk kita. Kita tidak seharusnya mendorongnya kepada orang Yahudi hanya karena kebenaran-kebenaran kerajaan itu tinggi dan dalam serta menuntut sesuatu terhadap kita. Bukan hanya kitab Injil yang membicarakan kerajaan; bahkan kitab Kisah Para Rasul, yang berbicara paling banyak mengenai gereja, juga membicarakan kerajaan. Marilah kita lihat apa yang dikatakan kitab Kisah Para Rasul mengenai ini. Dengan demikian, kita akan melihat hubungan kerajaan dengan kita.
a. Apa yang Diberitakan Tuhan Yesus
Kisah Para Rasul 1:3 mengatakan, "Kepada mereka Ia menunjukkan diriNya setelah penderitaanNya selesai, dan dengan banyak tanda Ia membuktikan, bahwa Ia hidup. Sebab selama empat puluh hari Ia berulang-ulang menampakkan diri dan berbicara kepada mereka mengenai Kerajaan Allah." Setelah Tuhan bangkit, apa yang dibicarakanNya selama empat puluh hari? Dia membicarakan hal-hal yang berhubungan dengan kerajaan.
b. Apa yang Diberitakan Filipus
Kisah Para Rasul 8:12 mengatakan, "Tetapi sekarang mereka percaya kepada Filipus yang memberitakan Injil tentang Kerajaan Allah dan tentang nama Yesus Kristus, dan mereka memberi diri mereka dibaptis, baik laki-laki maupun perempuan." Di sini dikatakan bahwa Injil yang diberitakan Filipus adalah Injil tentang kerajaan Allah.
c. Apa yang Diberitakan Paulus
Kisah Para Rasul 14:22 mengatakan, ". . . menguatkan hati murid-murid itu dan menasihati mereka supaya mereka bertekun di dalam iman, dan mengatakan, bahwa untuk masuk ke dalam Kerajaan Allah kita harus mengalami banyak sengsara." Dengan perkataan inilah Paulus dan Barnabas membesarkan hati murid-murid. Apakah di sini dikatakan bahwa Injil tentang kerajaan Allah bukan Injil kasih karunia?
Kisah Para Rasul 19:8 mengatakan, "Selama tiga bulan Paulus mengunjungi rumah ibadat di situ dan mengajar dengan berani. Oleh pemberitaannya ia berusaha meyakinkan mereka tentang Kerajaan Allah." Di sini dikatakan bahwa Paulus, selama tiga bulan, menerangkan dan meyakinkan mereka akan hal-hal mengenai kerajaan Allah. Jika ini bukan tentang kasih karunia, lalu tentang apa?
Kisah Para Rasul 20:24-25 mengatakan, "Tetapi aku tidak menghiraukan nyawaku sedikitpun, asal saja aku dapat mencapai garis akhir dan menyelesaikan pelayanan yang ditugaskan oleh Tuhan Yesus kepadaku untuk memberi kesaksian tentang Injil kasih karunia Allah. Dan sekarang aku tahu, bahwa kamu tidak akan melihat mukaku lagi, kamu sekalian yang telah kukunjungi untuk memberitakan kerajaan Allah." Injil macam apakah yang diberitakan Paulus? Bagian atas mengatakan,"Memberi kesaksian tentang Injil kasih karunia Allah," dan bagian bawah mengatakan, "Memberitakan Kerajaan Allah." Dari sini kita nampak bahwa pemberitaan mengenai kerajaan Allah sama dengan Injil kasih karunia Allah. Di satu pihak, dikatakan Injil kasih karunia Allah; di pihak lain, dikatakan Injil kasih karunia Allah ialah pemberitaan mengenai kerajaan Allah. Siapa dapat mengatakan bahwa Injil kasih karunia berbeda dengan Injil kerajaan? Paulus berkata bahwa Injil kerajaan sama dengan Injil kasih karunia.
Kisah Para Rasul 20:31 mengatakan, "Sebab itu berjaga-jagalah dan ingatlah, bahwa aku tiga tahun lamanya, siang malam, dengan tiada berhenti-hentinya menasihati kamu masing-masing dengan mencucurkan air mata." Ini adalah akhir dari pekerjaan rasul. Rasul Paulus tidak pernah berhenti memberitakan tentang kerajaan Allah.
Di bagian Alkitab yang manakah dikatakan bahwa Injil kerajaan tidak ada hubungannya dengan kita, orang-orang Kristen? Alkitab tidak berkata demikian. Sebaliknya, Alkitab mengatakan bahwa pemberitaan mengenai kerajaan Allah adalah Injil kasih karunia. Kita dapat melihat bahwa anggapan seperti itu tidak dapat diandalkan. Ini menunjukkan kepada kita bahwa ajaran-ajaran mengenai berjaga-jaga dan menyiapkan diri dalam kitab Injil ditujukan kepada kita, orang-orang Kristen.
7. Anggapan Ketujuh
Saudara-saudara kita mengatakan bahwa pekerjaan yang dilakukan Tuhan di bumi pada dasarnya adalah untuk orang Yahudi. Pelayanan Tuhan adalah untuk orang yang bersunat; karena itu, kita dapat melihat bahwa Tuhan khususnya melayani orang Yahudi. Dengan kata lain, zaman Injil dimulai setelah Tuhan mati.
Apakah yang mereka katakan itu dapat diandalkan? Itu tidak dapat diandalkan. Saya tidak mengatakan bahwa ketika Tuhan hidup di bumi, tidak ada latar belakang Yahudi. Orang Yahudi mempunyai hukum, perjanjian, dan janji dari masa lalu. Hukum Taurat juga berakhir pada saat kematian Tuhan. Tetapi menurut Alkitab, zaman Injil tidak dimulai pada saat kematian Tuhan; ketika Tuhan sedang bekerja di bumi, Injil sudah dimulai. Ada banyak bukti untuk ini. Mereka bersikeras menempatkan pekerjaan Tuhan di bawah hukum Taurat. Mereka mengatakan bahwa gereja ada di bawah kasih karunia dan bukan di bawah hukum Taurat; karena itu semua perintah dan peringatan Tuhan di dalam Injil tidak ada hubungannya dengan gereja. Namun Alkitab tidak mengizinkan mereka untuk beranggapan seperti itu. Mari kita lihat apa yang dikatakan Alkitab mengenai saat hukum Taurat berakhir dan Injil dimulai.
(1) Matius 11:13 mengatakan, "Sebab semua nabi dan kitab Taurat bernubuat hingga tampilnya Yohanes." Lukas 16:16 mengatakan, "Hukum Taurat dan kitab para nabi berlaku sampai kepada zaman Yohanes; dan sejak waktu itu Kerajaan Allah diberitakan dan setiap orang menggagahinya berebut memasukinya." Alkitab mengatakan kepada kita bahwa hukum Taurat berakhir ketika Yohanes tampil untuk memberitakan. Sejak saat itu, yakni sejak Yohanes mulai memberitakan, Injil kerajaan diberitakan. Alkitab tidak mengatakan bahwa hukum Taurat berakhir di kayu salib. Alkitab tidak mengatakan bahwa hukum Taurat berakhir pada waktu Pentakosta. Alkitab tidak mengatakan bahwa hukum Taurat berakhir dengan Stefanus. Alkitab tidak mengatakan bahwa hukum Taurat berakhir pada pemberitaan Paulus. Alkitab tidak mengatakan, bahwa hukum Taurat berakhir pada Kisah Para Rasul 28. Alkitab mengatakan bahwa hukum Taurat berakhir dengan Yohanes (Pembaptis). Meskipun pada waktu itu kedua pihak masih tidak jelas, dan meskipun baru setelah kayu salib segala sesuatu ditetapkan, bagaimanapun juga zaman Injil telah mulai.
(2) Kisah Para Rasul 10:36-37 mengatakan, "Itulah firman yang Ia suruh sampaikan kepada orang-orang Israel, yaitu firman yang memberitakan damai sejahtera oleh Yesus Kristus . . . di seluruh tanah Yudea, mulai dari Galilea, sesudah baptisan yang diberitakan oleh Yohanes." Segera setelah Yohanes Pembaptis mulai memberitakan pembaptisan, zaman Injil dimulai.
(3) Kisah Para Rasul 13:23-26 mengatakan, "Dan dari keturunannyalah, sesuai dengan yang telah dijanjikanNya, Allah telah membangkitkan Juruselamat bagi orang Israel, yaitu Yesus. Menjelang kedatanganNya Yohanes telah menyerukan kepada seluruh bangsa Israel supaya mereka bertobat dan memberi diri dibaptis. Dan ketika Yohanes hampir selesai menunaikan tugasnya, ia berkata: Aku bukanlah Dia yang kamu sangka, tetapi Ia akan datang kemudian dari padaku. Membuka kasut dari kakiNyapun aku tidak layak. Hai saudara-saudaraku, baik yang termasuk keturunan Abraham, maupun yang takut akan Allah, kabar keselamatan itu sudah disampaikan kepada kita." Kita perlu memperhatikan bahwa waktu "kabar keselamatan itu" dimulai adalah waktu zaman Injil dimulai. Kapan kabar keselamatan ini dimulai? Kabar keselamatan ini dimulai dari Yohanes Pembaptis. Karena itu, zaman Injil juga dimulai pada waktu itu.
(4) Markus 1:1 mengatakan, "Inilah permulaan Injil tentang Yesus Kristus, Anak Allah." Jika kita membaca dari ayat 1 sampai ayat 15, kita akan menyadari bahwa permulaan Injil Yesus Kristus, Anak Allah, dimulai ketika Yohanes Pembaptis memberitakan baptisan pertobatan. Ini paling jelas. Alkitab tidak mengatakan bahwa Injil dimulai pada waktu kematian Kristus.
(5) Lukas 4:17-19 mengatakan, "KepadaNya diberikan kitab nabi Yesaya dan setelah dibukaNya, Ia menemukan nas, di mana ada tertulis: "Roh Tuhan ada padaKu, oleh sebab Ia telah mengurapi Aku, untuk menyampaikan kabar baik kepada orang-orang miskin; dan Ia telah mengutus Aku untuk memberitakan pembebasan kepada orang-orang tawanan, dan penglihatan bagi orang-orang buta, untuk membebaskan orang-orang yang tertindas, untuk memberitakan tahun rahmat Tuhan telah datang." Kita mengatakan bahwa hal-hal yang dicatat di sini termasuk Injil kasih karunia. Kapan Tuhan mengatakan Injil ini dimulai? Ayat 21 mengatakan, "Lalu Ia mulai mengajar mereka, kataNya: "Pada hari ini genaplah nas ini sewaktu kamu mendengarnya." Tuhan mengatakan, "Hari ini". Jadi, nas itu digenapi pada "hari ini". Zaman Injil dimulai pada hari itu dan bukan pada saat kematianNya.
(6) Yohanes 4:23 mengatakan, "Tetapi saatnya akan datang dan sudah tiba sekarang, bahwa penyembah-penyembah benar akan menyembah Bapa dalam roh dan kebenaran; sebab Bapa menghendaki penyembah-penyembah demikian." Bagaimana orang-orang dalam zaman hukum Taurat menyembah Allah? Menurut daging dan menurut upacara. Pembersihan adalah menurut daging; pencemaran juga menurut daging. Tetapi Tuhan mengatakan, "Tetapi saatnya akan datang dan sudah tiba sekarang, bahwa penyembah-penyembah benar akan menyembah Bapa dalam roh dan kebenaran; sebab Bapa menghendaki penyembah-penyembah demikian." Kapan kita menyembahNya dalam roh dan kebenaran? Dalam zaman kasih karunia. Tuhan mengatakan, "Sudah tiba sekarang." Kita lihat bahwa hari itu adalah saat kasih karunia. Tuhan mengatakan, "Sudah tiba sekarang".
(7) Yohanes 5:25 mengatakan, "Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya saatnya akan tiba dan sudah tiba, bahwa orang-orang mati akan mendengar suara Anak Allah, dan mereka yang mendengarnya, akan hidup." Ini Injil atau hukum Taurat? Kita semua tahu bahwa ini adalah Injil. Tuhan berkata, "Sudah tiba." Tidakkah ini berarti bahwa zaman Injil dimulai pada saat itu? Zaman itu tidak perlu menunggu hari kemudian, tetapi "Sudah tiba."
Menurut ayat-ayat yang telah kita kutip, kita dapat menegaskan bahwa ketika Kristus hidup di bumi, zaman Injil telah dimulai. Zaman tersebut bukan dimulai dalam Matius 28, juga bukan dalam Kisah Para Rasul 2, ataupun dalam Kisah Para Rasul 28. Zaman Injil dimulai ketika Tuhan Yesus keluar bekerja. Jika demikian, maka semua kata-kata dalam keempat kitab Injil adalah untuk orang-orang Kristen. Dengan demikian, kata-kata yang menunjukkan bahwa keterangkatan hanyalah untuk orang yang berjaga-jaga, berdoa, dan mempersiapkan diri, seperti yang dikatakan dalam keempat kitab Injil, adalah untuk semua orang Kristen. Jika demikian, tidak semua orang Kristen akan terangkat sebelum kesusahan besar. Karena itu, syarat untuk keterangkatan bukanlah kelahiran kembali, tetapi berjaga-jaga. Karena demikian halnya, bagaimana kita dapat mengatakan bahwa seluruh gereja akan terangkat sebelum kesusahan besar?