← Daftar isi Keterangkatan dan Kesusahan Besar · bab 1/4

BAB 1

Dalam berita ini saya akan mengemukakan satu topik yang sangat penting. Topik ini ialah "keterangkatan". Keterangkatan adalah satu istilah yang istimewa; istilah ini mengacu kepada diangkatnya kita ke angkasa pada saat kedatangan Tuhan kembali. Kita semua tahu bahwa Tuhan akan segera datang lagi. Alkitab mengatakan, bahwa sebelum Dia turun ke bumi, Dia akan mengangkat kita ke angkasa, kemudian Dia akan turun. TindakanNya mengangkat kita ke angkasa itu disebut keterangkatan.

Mengenai keterangkatan, ada beberapa pendapat di antara orang Kristen. Ijinkan saya hari ini mengemukakan sedikit kepada kita semua. Yang ada di depan kita, dan yang kita harapkan, ialah keterangkatan. Namun, suatu kesusahan yang mengerikan juga ada di depan kita. Kesusahan ini boleh disebut pencobaan, juga boleh disebut tiga setengah tahun yang terakhir. Menurut Alkitab, kesusahan ini sangat besar. "Sebab pada masa itu akan terjadi siksaan yang dahsyat seperti yang belum pernah terjadi sejak awal dunia sampai sekarang dan yang tidak akan terjadi lagi" (Mat. 24:21). Baik keterangkatan maupun kesusahan besar ada di depan kita. Jadi, jika kita tidak terangkat, kita pasti mengalami kesusahan besar; bila kita tidak mengalami kesusahan besar, kita pasti terangkat. Di antara orang-orang Kristen ada beberapa pandangan yang berbeda mengenai hal keterangkatan.

TIGA PENDAPAT YANG BERBEDA

Ada orang Kristen mengatakan, bahwa semua orang yang diselamatkan, yang benar-benar dilahirkan kembali dan mempunyai hayat baru akan terangkat sebelum kesusahan besar. Ini berarti, seluruh gereja akan terangkat sebelum kesusahan besar.

Orang Kristen yang lain mengatakan, bahwa seluruh gereja akan mengalami kesusahan besar dan kemudian terangkat. Ini berarti, semua orang yang beroleh selamat, yang benar-benar dilahirkan kembali dan mempunyai hayat yang baru akan mengalami pencobaan sebelum mereka terangkat.

Sebagian orang Kristen lain mengatakan bahwa di antara semua orang yang beroleh selamat, sebagian kecil akan terangkat sebelum kesusahan besar dan sebagian besar akan mengalami kesusahan besar sebelum mereka terangkat. Mereka mengatakan, tidak semua orang yang dilahirkan kembali akan terangkat sebelum kesusahan besar, tetapi hanya orang-orang yang dilahirkan kembali yang telah berjaga-jaga, mempersiapkan diri, dan menantikan kedatangan Tuhan kembali hari demi hari, akan terangkat sebelum kesusahan besar. Mereka yang dilahirkan kembali yang tidak berjaga-jaga, tidak mempersiapkan diri, dan tidak menantikan kedatangan Tuhan kembali, tidak akan terangkat sebelum kesusahan besar. Dengan kata lain, seluruh gereja tidak akan terangkat sebelum kesusahan besar; hanya sebagian kecil akan terangkat sebelum kesusahan besar. Ini juga tidak berarti bahwa seluruh gereja harus mengalami kesusahan besar, baru terangkat. Ini berarti, sebagian besar akan mengalami kesusahan besar. Mereka yang mempunyai pandangan ini berdiri di tengah-tengah di antara pendapat pertama dan kedua.

Singkatnya, kelompok yang pertama mengatakan, bahwa seluruh gereja (semua orang yang dilahirkan kembali) akan terangkat sebelum kesusahan besar. Kelompok yang kedua mengatakan, bahwa seluruh gereja (semua orang yang telah dilahirkan kembali) akan terangkat sesudah kesusahan besar. Kelompok yang ketiga mengatakan, bahwa sebagian kecil yang berjaga-jaga, mempersiapkan diri, dan menantikan kedatangan Tuhan akan terangkat sebelum kesusahan besar, sedangkan yang lain (juga yang telah dilahirkan kembali) akan mengalami kesusahan besar, kemudian terangkat.

Kita harus berhati-hati! Mengenai keterangkatan, meskipun ada tiga pendapat yang berbeda, sikap kita harus adil dan tepat, karena di antara ketiga kelompok ini ada orang-orang yang sangat baik pengenalannya terhadap Alkitab dan sangat rohani. Mereka semua mempunyai argumentasinya. Misalnya, di antara mereka yang percaya bahwa seluruh gereja akan terangkat sebelum kesusahan besar adalah: J.N. Darby, William Kelly, R. A. Torrey, D.L. Moody, J. H. Brookes, J. M. Gray, A. C. Gaebeloin, J. A. Saiss, C. I. Scofield, dan lain-lain.

Di antara mereka yang percaya bahwa seluruh gereja akan mengalami kesusahan besar dan kemudian terangkat adalah: George Muller, A. J. Gordon, A. B. Simpson, Dr. Erdman, Profesor Moorhead, H. W. Frost, Robert Cameron, James Wright, B. W. Newton, dan lain-lain.

Di antara mereka yang percaya bahwa sebagian kecil akan terangkat sebelum kesusahan besar dan sebagian besar akan mengalami kesusahan besar sebelum terangkat adalah: Hudson Taylor, R. C. Chapman, Robert Govett, G. H. Pember, D. M. Panton, Paul Rader, dan lain-lain.

Karena mereka masing-masing adalah sarjana yang handal dan rohaniwan, maka dalam hal ini tidaklah mungkin mengikuti manusia. Jika Anda hendak mengikuti seseorang, siapakah yang akan Anda ikuti? Mereka semua adalah anak-anak Allah yang luar biasa! Situasi seperti ini hanya menyebabkan kita mengakui, bahwa bahkan orang-orang yang terbaikpun bisa membuat kesalahan. Kita perlu datang hanya kepada Tuhan dan memohon peneranganNya.

Karena ada sarjana-sarjana yang handal dan orang-orang rohani pada tiap pihak, maka bila berbeda pendapat, tak seorangpun boleh mencela yang lain, dan tak seorangpun boleh mengatakan sesuatu yang tidak pantas bagi seorang Kristen, seperti, "Ajaran seperti itu berasal dari Iblis," atau "Pemikiran seperti itu berasal dari Iblis," dan sebagainya. Kita harus menyadari, bahwa mereka adalah saudara-saudara kita, dan hayat mereka dalam Kristus mungkin lebih dalam daripada hayat kita. Kita sama sekali tidak boleh menganggap mereka sebagai "nabi-nabi palsu," atau menganggap mereka "tidak tahu prinsip-prinsip nubuat," atau menganggap pandangan mereka "abstrak" atau merupakan "ajaran yang licik." Jika kita berkata begitu, kita tidak hanya menyakiti saudara-saudara, kita juga menyakiti Tuhan. Kita harus mengemukakan alasan-alasan saja dan membuat penilaian yang jelas berdasarkan Alkitab.

Tidak mungkin ketiga pendapat itu benar semua. Mungkin ketiganya salah, atau hanya satu yang benar dan dua yang lain salah. Jika kita ingin tahu siapa yang benar dan siapa yang salah, kita harus menilai segala sesuatu menurut Alkitab. Hanya Alkitab mempunyai wewenang untuk menilai. Kita harus menemukan bukti-bukti dari Alkitab, dan kita harus melihat alasan siapa yang paling meyakinkan dan alasan siapa yang tidak dapat dipertahankan.

Namun, kita harus sangat berhati-hati terhadap satu hal, yaitu kita tidak dapat sekadar mengutip ayat-ayat setiap kali kita mencari bukti dari Alkitab. Kita tidak boleh menyimpulkan bahwa asalkan mempunyai beberapa ayat itu, berarti memiliki bukti. Kita harus hati-hati agar ayat-ayat yang kita kutip memang benar-benar membuktikan hal-hal yang kita bicarakan. Jika kita hanya mengutip ayat-ayat tanpa menanyakan apakah ayat-ayat itu cocok dengan pokok persoalan, itu akan seperti seorang pengacara yang tidak cakap, yang mengutip banyak undang-undang yang tidak relevan untuk membela kliennya. Bukankah itu praktik hukum yang tidak dapat diterima? Sekarang kita akan memulai dengan mempertimbangkan pandangan kelompok pertama.

I. ALASAN-ALASAN DAN PERKIRAAN UNTUK PERCAYA

BAHWA SELURUH GEREJA AKAN TERANGKAT

SEBELUM KESUSAHAN BESAR

Kira-kira satu tahun setelah saya beroleh selamat, saya membaca banyak buku yang ditulis oleh mereka yang percaya bahwa seluruh gereja akan terangkat sebelum kesusahan besar. Karena itu, saya juga mengira bahwa seluruh gereja akan terangkat sebelum kesusahan besar, hanya saja saya tidak mengatakan hal itu kepada siapapun. Kemudian, ketika saya membaca I Korintus 15 dan I Tesalonika 4 dengan cermat, saya merasa ada yang tidak bisa terselamatkan kalau mengatakan seluruh gereja akan terangkat sebelum kesusahan besar. Memang benar bahwa kedua bagian Alkitab itu membicarakan tentang keterangkatan, namun dalam bagian mana dari kedua bagian itu mengatakan, bahwa seluruh gereja akan terangkat sebelum kesusahan besar? Siapa yang memberi kita wewenang untuk mengatakan I Korintus 15 dan I Tesalonika 4 mengatakan kepada kita seluruh gereja akan terangkat sebelum kesusahan besar? Sementara saya menanyakan pertanyaan ini kepada diri sendiri, saya merasa kesulitan. Sejak saat itu, saya meneliti Alkitab dengan cermat. Setelah mengkaji bertahun-tahun, penelitian saya menunjukkan bahwa mereka yang mengajarkan bahwa seluruh gereja akan terangkat sebelum kesusahan besar, membuat dua kesalahan besar. Pertama, ayat-ayat Alkitab yang mereka kutip tidak benar-benar membuktikan bahwa seluruh gereja akan terangkat sebelum kesusahan besar. Kedua, mereka mengandalkan terlalu banyak perkiraan yang mereka gunakan sebagai fakta. Saya akan berbicara dahulu tentang tidak dapat diandalkannya alasan-alasan mereka, dan kemudian saya akan menunjukkan berbagai perkiraan mereka.

A. Alasan-alasan yang Tidak Dapat Diandalkan

Menurut yang saya ketahui, mereka yang percaya bahwa seluruh gereja akan terangkat sebelum kesusahan besar, mempunyai tujuh alasan yang mereka anggap benar dan dapat diandalkan. Saya percaya, saya tidak melewatkan apapun, dan jika ada yang terlewatkan, itu hanyalah butir-butir yang terkecil. Ketujuh alasan yang mereka pegang sangat tidak meyakinkan. Kita akan mempertimbangkannya satu per satu dan melihat betapa tidak dapat diandalkan alasan-alasan itu.

1. Alasan Pertama

Roma 5:9 mengatakan, "Lebih-lebih, karena kita sekarang telah dibenarkan oleh darahNya, kita pasti akan diselamatkan dari murka Allah." Satu Tesalonika 1:9-10 mengatakan, "Sebab mereka sendiri berceritera tentang kami, bagaimana kami kamu sambut dan bagaimana kamu berbalik dari berhala-berhala kepada Allah untuk melayani Allah yang hidup dan yang benar, dan untuk menantikan kedatangan AnakNya dari sorga, yang telah dibangkitkanNya dari antara orang mati, yaitu Yesus, yang menyelamatkan kita dari murka yang akan datang."

Mereka mengatakan bahwa ayat-ayat ini memberitahu kita, bahwa kita akan diselamatkan dari murka melalui darah Yesus, dan bahwa Tuhan akan membebaskan kita dari murka yang akan datang. Apakah murka yang akan datang itu? Tidakkah itu menunjuk pada kesusahan besar? Karena itu, dibebaskan dari murka yang akan datang berarti dibebaskan dari kesusahan yang akan datang. Kita harus terangkat agar bebas dari kesusahan yang akan datang; jika kita tidak terangkat, kita harus mengalami kesusahan besar. Karena itu, mereka percaya bahwa keterangkatan pasti terjadi sebelum kesusahan besar.

Satu Tesalonika 5:9-11 mengatakan, "Karena Allah tidak menetapkan kita untuk ditimpa murka, tetapi untuk beroleh keselamatan oleh Yesus Kristus, Tuhan kita, yang sudah mati untuk kita, supaya entah kita berjaga-jaga, entah kita tidur, kita hidup bersama-sama dengan Dia. Karena itu nasihatilah seorang akan yang lain dan saling membangunlah kamu seperti yang memang kamu lakukan."

Mereka mengatakan bahwa kesusahan besar adalah murka Allah yang besar. Karena Allah tidak menetapkan kita untuk ditimpa murka, kita tidak akan mengalami kesusahan besar. Jika kita mengalami kesusahan besar, itu berarti bahwa kita akan mengalami murka besar. Tetapi karena Allah tidak menetapkan kita untuk ditimpa murka, maka kita semua pasti terangkat sebelum kesusahan besar.

Berdasarkan ayat-ayat Alkitab di atas, apakah alasan-alasan mereka itu cukup memadai? Apakah ada bukti bahwa kata-kata dalam I Tesalonika 5:9-11 mengacu kepada kesusahan besar? Jika pertanyaan ini tidak dapat dijawab dahulu, bagaimana mereka dapat menggunakan ketiga kutipan itu sebagai bukti bahwa seluruh gereja akan terangkat sebelum kesusahan besar?

Kita mundur selangkah, katakan kita mengakui bahwa "murka" ini mengacu kepada kesusahan besar, kita masih tidak dapat berdasarkan ayat-ayat tersebut mengatakan bahwa seluruh gereja akan terangkat sebelum kesusahan besar. Tidak salah, kesusahan besar adalah murka Allah; tidak salah, kesusahan besar adalah penghukuman Allah. Memang benar bahwa ayat-ayat Alkitab itu mengatakan bahwa kita tidak akan menderita murka Allah. Tetapi ayat-ayat itu tidak mengatakan bahwa kita tidak akan menderita murka Iblis dan tidak akan diserang Iblis. Karena di dalam kesusahan besar akan ada murka dari Iblis, ada aniaya dari Iblis! Allah menghukum orang-orang yang tidak percaya, sedangkan Iblis menyerang orang-orang yang percaya. Jika kita meneliti kitab Wahyu, kita akan melihat bahwa yang diderita orang Kristen ialah murka dan serangan Iblis. Selama kesusahan besar, tidak hanya murka Allah yang ada, tetapi juga ada murka dan aniaya dari Iblis. Karena itu, menurut Alkitab, ayat-ayat yang mereka kutip tidak dapat dianggap sebagai alasan-alasan yang sah.

2. Alasan Kedua

Yeremia 30:6-7 mengatakan, "Cobalah tanyakan dan selidiki, adakah laki-laki melahirkan? Mengapakah setiap laki-laki Kulihat tangannya pada pinggangnya seperti seorang perempuan yang melahirkan? Mengapakah setiap muka berubah menjadi pucat? Hai, alangkah hebatnya hari itu, tidak ada taranya; itulah waktu kesusahan bagi Yakub, tetapi ia akan diselamatkan dari padanya."

Daniel 12:1 mengatakan, "Pada waktu itu juga akan muncul Mikhael, pemimpin besar itu, yang akan mendampingi anak-anak bangsamu; dan akan ada suatu waktu kesesakan yang besar, seperti yang belum pernah terjadi sejak ada bangsa-bangsa sampai pada waktu itu. Tetapi pada waktu itu bangsamu akan terluput, yakni barangsiapa yang didapati namanya tertulis dalam Kitab itu."

Mereka berkata, Yeremia mengatakan, "Itulah waktu kesusahan bagi Yakub," dan Daniel mengatakan, "Bangsamu akan terluput." Sebab itu, kesusahan besar akan menimpa orang Yahudi saja, tidak akan menimpa gereja, karena gereja bukan rumah Yakub, bukan bangsa Israel.

Jika kita mempertimbangkan hanya yang dikatakan Yeremia dan Daniel saja, maka kesusahan besar itu memang terbatas bagi orang Yahudi. Tetapi kita harus ingat apa yang dikatakan Tuhan. Dia tidak hanya mengatakan, "Ada tertulis," tetapi juga mengatakan, "Ada pula tertulis" (Mat. 4:4,7). Tidaklah cukup hanya melihat satu segi dari Alkitab, kita perlu melihat ayat lain dalam Alkitab. "Ada pula tertulis", ini adalah prinsip yang sangat penting. Menurut ayat lain, kesusahan besar tidak hanya menimpa orang Yahudi, karena Wahyu 3:10 dengan jelas mengatakan, "Maka Akupun akan melindungi engkau dari hari pencobaan yang akan datang atas seluruh dunia untuk mencobai mereka yang diam di bumi." Semua orang setuju bahwa ini mengacu kepada kesusahan besar. Itu adalah waktu pencobaan yang akan menimpa seluruh penghuni bumi, dan tidak hanya orang Yahudi. Yeremia dan Daniel berkata kepada orang Yahudi, sebab itu hanya menyinggung orang Yahudi. Jadi, kita dapat berkata bahwa, di satu pihak, kesusahan besar adalah waktu kesusahan Yakub, tetapi di pihak lain, kesusahan besar itu juga hari pencobaan yang akan menimpa seluruh penghuni bumi. Sebab itu, mereka tidak dapat mengutip kedua ayat ini sebagai bukti. Secara argumen ini tidak dapat dilewatkan.

3. Alasan Ketiga

Wahyu 4:1 mengatakan, "Kemudian dari pada itu aku melihat: Sesungguhnya, sebuah pintu terbuka di sorga dan suara yang dahulu yang telah kudengar, berkata kepadaku seperti bunyi sangkakala, katanya: Naiklah kemari."

Wahyu 4:4 mengatakan, "Dan sekeliling takhta itu ada dua puluh empat takhta, dan di takhta-takhta itu duduk dua puluh empat tua-tua, yang memakai pakaian putih dan mahkota emas di kepala mereka."

Mereka mengatakan bahwa Wahyu 2 dan 3 mengacu kepada zaman gereja, dan dalam Wahyu 4:1 "Naiklah kemari" mengacu kepada seluruh gereja yang terangkat. Yohanes mewakili gereja. Karena itu, ketika suatu suara berkata kepada Yohanes, "Naiklah kemari," itu berarti seluruh gereja akan terangkat. Kedua puluh empat tua-tua juga mengacu kepada seluruh gereja, karena itu, kedua puluh empat tua-tua yang duduk di kedua puluh empat takhta mengacu kepada seluruh gereja di sorga, yakni gereja yang dimuliakan. Kesusahan besar di dalam Wahyu dimulai dalam pasal 6. Tetapi dalam pasal 4, seluruh gereja berada di sorga. Ini berarti, gereja tidak akan mengalami kesusahan besar, melainkan akan terangkat sebelum kesusahan besar.

Namun, Wahyu 4:1 tidak ditujukan kepada ketujuh gereja dalam pasal 2 dan 3; melainkan ditujukan kepada Yohanes secara perseorangan. Peristiwa ini terjadi di masa lalu, bukan di masa yang akan datang . Itu adalah firman Tuhan secara pribadi kepada Yohanes ketika ia berada di pulau Patmos. Yohanes diangkat dari pulau Patmos karena Tuhan hendak memperlihatkan kepadanya apa yang harus terjadi setelah hal-hal itu. Kitab Wahyu adalah catatan mengenai apa yang dilihat Yohanes. Jika ayat ini dapat dikutip sebagai bukti bahwa seluruh gereja akan terangkat sebelum kesusahan besar, maka "Roh Tuhan tiba-tiba melarikan Filipus" (Kis. 8:39) juga dapat dikutip sebagai bukti bahwa seluruh gereja akan terangkat sebelum kesusahan besar. Kita tahu, meskipun Roh Tuhan melarikan Filipus, dia kemudian ditemukan di Asdod; kita semua tahu, ini tidak dapat dianggap sebagai bukti.

Mengatakan dua puluh empat tua-tua mewakili seluruh gereja sama sekali tidak dapat diandalkan. Menurut Alkitab, dua puluh empat tua-tua itu tidak dapat dianggap sebagai wakil seluruh gereja, karena:

(1) Angka dua puluh empat bukanlah angka gereja. Alkitab tidak pernah menggunakan angka dua puluh empat untuk mewakili gereja. Angka yang mewakili gereja ialah tujuh atau kelipatan tujuh.

(2) Alkitab tidak pernah menggunakan tua-tua untuk mewakili gereja. Memang benar bahwa ada tua-tua di antara orang Yahudi di dalam Perjanjian Lama, dan ada tua-tua di dalam Perjanjian Baru. Tetapi gereja bukanlah tua-tua. Menurut fakta-fakta historis, Allah mula-mula memilih para malaikat, lalu bangsa Yahudi, dan terakhir gereja. Bukan hanya gereja tidak terhitung sebagai tua-tua, orang Yahudi juga tidak terhitung sebagai tua-tua. Tua-tua dalam ayat ini berhubungan dengan sorga, bumi, dan laut; mereka tidak berhubungan dengan umat manusia. Katakan ada tua-tua dalam gereja, dapatkah kita mengatakan bahwa seluruh gereja terdiri dari tua-tua? Meskipun ada kepenatuaan dalam gereja, dapatkah kita mengatakan bahwa seluruh gereja terdiri dari para tua-tua?

(3) Wahyu 4:2 mengatakan, "Sebuah takhta terdiri di sorga, dan di takhta itu duduk Seorang." "Seorang" itu adalah Allah. Pasal 5:6 mengatakan, "Di tengah-tengah takhta dan keempat makhluk itu dan di tengah tua-tua itu berdiri seekor Anak Domba." Siapakah Anak Domba ini? Kita tahu ini adalah Kristus. Wahyu 4:4 mengatakan, "Dan sekeliling takhta itu ada dua puluh empat takhta, dan di takhta-takhta itu duduk dua puluh empat tua-tua . . . mahkota emas di kepala mereka." Ketiga ayat ini memberitahu kita bahwa Allah duduk di atas takhta di tengah; Kristus berdiri di tengah-tengah takhta dan keempat makhluk dan tua-tua; dan dua puluh empat tua-tua duduk di atas dua puluh empat takhta yang mengelilingi takhta itu. Jika kedua puluh empat tua-tua itu mewakili seluruh gereja, yang duduk di sorga, dapatkah Allah duduk di atas takhta; gereja juga duduk di atas takhta, dan mengenakan mahkota emas di kepalanya; sedang Kristus malah tidak duduk di atas takhta dan tidak mengenakan mahkota di kepalaNya? Baru pada pasal 19 Kristus mengenakan mahkota di kepalaNya, dan baru pada pasal 20 Kristus duduk di atas takhta. Mungkinkah gereja duduk di atas takhta mengenakan mahkota di kepalanya sebelum Kristus? Apakah maksudnya duduk di atas takhta dan mengenakan mahkota? Itu menunjukkan kekuasaan, menunjukkan pemerintahan. Mungkinkah gereja dapat mempunyai kekuasaan dan pemerintahan sebelum Kristus? Kita tahu, ini tidak mungkin. Jadi kedua puluh empat tua-tua itu pasti tidak mewakili gereja.

(4) Alkitab tidak mengatakan bahwa pakaian putih tua-tua itu telah dicuci dalam darah adi. Di tempat lain, bila jubah putih disebutkan, dikatakan bahwa jubah itu telah dicuci di dalam darah Anak Domba (Wahyu 7:14). Ketika Alkitab menyebut pakaian putih, tidakkah itu mengacu kepada kebenaran Kristus? Karena pakaian putih tua-tua itu tidak dicuci di dalam darah Anak Domba, tidakkah itu berarti mereka tidak mempunyai dosa? Karena gereja telah dicuci di dalam darah Anak Domba, bagaimana mungkin tua-tua yang tidak dicuci di dalam darah Anak Domba mewakili gereja?

(5) Nyanyian yang dinyanyikan tua-tua itu bukan nyanyian penebusan. Wahyu 4:11 mengatakan, "Ya Tuhan dan Allah kami, Engkau layak menerima puji-pujian dan hormat dan kuasa; sebab Engkau telah menciptakan segala sesuatu; dan oleh karena kehendakMu semuanya itu ada dan diciptakan." Nyanyian yang dinyanyikan tua-tua itu berhubungan dengan ciptaan Allah, bukan nyanyian penebusan mereka. Wahyu 5:8-10 mengatakan, "Tersungkurlah keempat makhluk dan kedua puluh empat tua-tua itu di hadapan Anak Domba itu . . . Dan mereka menyanyikan suatu nyanyian baru, katanya: Engkau layak menerima gulungan kitab itu dan membuka meterai-meterainya; karena Engkau telah disembelih dan dengan darahMu Engkau telah membeli mereka bagi Allah dari tiap-tiap suku dan bahasa dan kaum dan bangsa. Dan Engkau telah membuat mereka menjadi suatu kerajaan, dan menjadi imam-imam bagi Allah kita, dan mereka akan memerintah sebagai raja di bumi." Meskipun ini adalah nyanyian penebusan, mereka memuji Tuhan karena Dia menebus orang lain, bukan karena menebus mereka. (Baik terjemahan bahasa Mandarin lama maupun Alkitab Versi King James bahasa Inggris, salah menerjemahkan "mereka" menjadi "kita". Jika "mereka" diterjemahkan menjadi "kita," maka bagaimana kata "mereka" yang berikutnya dapat berarti? Versi Mandarin menerjemahkan "mereka" dalam ayat 10; tetapi Versi bahasa Inggris King James menerjemahkan "kita". Di antara semua sarjana yang handal, yang telah mempelajari naskah-naskah kuno, tidak ada yang menganggap terjemahan kata "mereka" menjadi "kita" dapat dipercaya. Tetapi mereka yang percaya bahwa seluruh gereja akan terangkat sebelum kesusahan besar, berpegang pada terjemahan yang tidak dapat dipercaya itu dengan keras kepala. Bagaimana ini dapat menjadi alasan yang sah?) Dapatkah kita mengatakan bahwa kedua puluh empat tua-tua itu adalah gereja, sedang nyanyian yang mereka nyanyikan ialah nyanyian penebusan orang lain? Apakah itu masuk akal?

(6) Tua-tua itu adalah tua-tua di alam semesta. Wahyu 4:4 mengatakan, "Dan di takhta-takhta itu duduk dua puluh empat tua-tua." Wahyu 4:7 mengatakan, "Adapun makhluk yang pertama sama seperti singa, dan makhluk yang kedua sama seperti anak lembu, dan makhluk yang ketiga mempunyai muka seperti muka manusia, dan makhluk yang keempat sama seperti burung nasar yang sedang terbang." Hal-hal yang disebutkan di sini bukan gereja, bangsa Yahudi, orang-orang kafir, atau bumi; ruang lingkup di sini ialah seluruh alam semesta. Dapatkah gereja dianggap sebagai tua-tua alam semesta? Jika tidak, maka kedua puluh empat tua-tua di sini pasti bukan gereja; mereka adalah tua-tua alam semesta.

(7) Wahyu 5:8 mengatakan, "Ketika Ia mengambil gulungan kitab itu, tersungkurlah keempat makhluk dan kedua puluh empat tua-tua itu di hadapan Anak Domba itu, masing-masing memegang satu kecapi dan satu cawan emas, penuh dengan kemenyan: itulah doa orang-orang kudus." Sungguh menakjubkan, melihat bahwa di dalam ayat ini doa orang-orang kudus dibawa kepada Allah oleh tua-tua. Gereja dapat berdoa, gereja dapat berdoa bagi orang lain, tetapi gereja tidak dapat membawa doa-doa orang lain kepada Allah. Bukan itu yang dilakukan gereja; gereja tidak pernah melakukannya. Jelaslah tua-tua itu bukan gereja yang terangkat.

(8) Dalam pasal 7:13-14, terdapat satu perkara yang mengherankan, yaitu ada tiga macam orang: tua-tua, Yohanes, dan mereka yang keluar dari kesusahan yang besar. Tua-tua itu bertanya kepada Yohanes siapakah mereka, dan dari mana mereka datang. Yohanes menjawab, "Tuanku, tuan mengetahuinya." Jika kita mengatakan bahwa kedua puluh empat tua-tua itu mewakili gereja, dan Yohanes juga melambangkan gereja yang terangkat, maka kita menghadapi masalah yang sulit, karena tua-tua itu bertanya kepada Yohanes, dan Yohanes bertanya kepada tua-tua itu. Ini berarti bahwa wakil menanyai wakil, lambang menanyai lambang. Ini akan membuat gereja menanyai gereja siapa mereka, dan gereja menanyai gereja dari mana mereka datang.

(9) Dalam Wahyu 7:14, Yohanes menyebut salah seorang dari tua-tua itu "tuanku," dan tua-tua itu tidak membetulkan Yohanes dengan mengatakan kepadanya untuk tidak memanggilnya "tuan". Jelas bahwa posisi Yohanes lebih rendah daripada posisi tua-tua itu. Yohanes mengakui bahwa posisi tua-tua itu lebih tinggi. Jika tua-tua itu adalah gereja, maka Yohanes adalah seorang tua-tua juga. Jika Yohanes juga seorang tua-tua, dia hanya perlu menyebut tua-tua itu "saudara" tua-tua. Mengapa Yohanes menyebutnya "tuanku"? Karena itu kita bisa menyimpulkan bahwa tua-tua itu bukanlah gereja yang terangkat.

(10) Angka dua puluh empat harus diartikan secara harfiah: itu bukan suatu tanda. Karena dalam kitab Wahyu Yohanes berkata, bahwa salah seorang dari kedua puluh empat tua-tua itu berbicara kepadanya beberapa kali. Jelas bahwa pada waktu itu benar-benar ada dua puluh empat tua-tua. Karena itu, angka dua puluh empat adalah angka yang harfiah dan bukan tanda atau lambang. Jika kedua puluh empat tua-tua itu adalah gereja, maka salah seorang dari kedua puluh empat tua-tua itu yang berbicara kepada Yohanes berarti seperdua puluh empat dari gereja berbicara kepada Yohanes. Kita tahu bahwa ini tidak mungkin. Jika dua puluh empat di sini adalah angka yang sebenarnya, maka tua-tua itu harus juga sebenarnya. Karena angka dua puluh empat bukan suatu tanda, tua-tua itu juga bukan suatu tanda. Kita tidak dapat menganggap tua-tua itu sebagai tanda dan menganggap angka dua puluh empat sebagai angka yang harfiah. Kalau tidak, hal ini menjadi gurauan yang sama sekali abstrak.

Karena itu, tidaklah terlewatkan jika ada yang mengatakan bahwa kedua puluh empat tua-tua itu adalah gereja. Kedua puluh empat tua-tua itu tidak mungkin gereja.

4. Alasan Keempat

Satu Tesalonika 4:16-17 mengatakan, "Sebab pada waktu tanda diberi, yaitu pada waktu penghulu malaikat berseru dan sangkakala Allah berbunyi, maka Tuhan sendiri akan turun dari sorga dan mereka yang mati dalam Kristus akan lebih dahulu bangkit; sesudah itu, kita yang hidup, yang masih tinggal, akan diangkat bersama-sama dengan mereka dalam awan menyongsong Tuhan di angkasa. Demikianlah kita akan selama-lamanya bersama-sama dengan Tuhan."

Mereka mengutip ayat ini dan berkata, "Bukankah ini mengacu kepada keterangkatan?" Saya mengatakan, ya, dan saya percaya memang demikian. Tetapi saya ingin bertanya, apakah I Tesalonika 4 menyebutkan saat keterangkatan kita. Satu Tesalonika 4 hanya memberitahu kita fakta tentang keterangkatan kita; ia tidak mengatakan kapan kita akan terangkat. Jika ada yang mengatakan bahwa ayat ini menyebutkan fakta keterangkatan, saya mengakuinya. Tetapi saya tidak dapat menemukan waktu keterangkatan itu dari ayat ini. Bagaimanapun saya membacanya, dari depan atau dari belakang, saya hanya dapat menemukan fakta keterangkatan, tidak dapat menemukan bukti bahwa seluruh gereja akan terangkat sebelum kesusahan besar.

Seorang saudara berkata kepada saya, "Apakah engkau tidak mempercayai 1 Tesalonika 4?" Saya berkata, "Satu Tesalonika 4 tidak berkata sebanyak perkataan Anda. Satu Tesalonika 4 milik saya hanya mengatakan bahwa kita akan terangkat, tidak mengatakan bahwa seluruh gereja akan terangkat sebelum kesusahan besar." Ayat ini tidak dapat digunakan sebagai bukti. Mengambil ayat ini sebagai bukti adanya keterangkatan, ini boleh saja; Tetapi mengambil ayat ini sebagai bukti bahwa seluruh gereja akan terangkat sebelum kesusahan besar, tidaklah benar.

5. Alasan Kelima

Satu Korintus 15:51-52 mengatakan, "Sesungguhnya aku menyatakan kepadamu suatu rahasia: kita tidak akan mati semuanya, tetapi kita semuanya akan diubah, dalam sekejap mata, pada waktu bunyi nafiri yang terakhir. Sebab nafiri akan berbunyi dan orang-orang mati akan dibangkitkan dalam keadaan yang tidak dapat binasa dan kita semua akan diubah."

Mereka berkata, karena ayat ini mengatakan kita semua akan diubah, mati atau hidup, tidakkah ini berarti bahwa semua orang akan terangkat sebelum kesusahan besar? Saya akan berkata bahwa argumen ini sama seperti yang di dalam I Tesalonika 4. Sesungguhnya, ayat ini hanya memberitahu kita, gereja akan terangkat, tetapi tidak memberitahu kita seluruh gereja akan terangkat sebelum kesusahan besar. Ayat ini tidak mengatakan seluruh gereja akan terangkat sebelum kesusahan besar; sebaliknya, ada bukti bahwa keterangkatan akan terjadi setelah kesusahan besar. Kita melihat ini dari kata-kata, "Pada waktu bunyi nafiri yang terakhir . . . orang-orang yang mati akan dibangkitkan dalam keadaan yang tidak dapat binasa dan kita semua akan diubah." Nafiri yang manakah nafiri yang terakhir? Hanya kitab Wahyu yang membicarakan tujuh nafiri (sangkakala). Nafiri ketujuh adalah nafiri yang terakhir. Nafiri yang terakhir yang disebut dalam I Korintus 15 berkaitan dengan nafiri ketujuh yang disebut dalam kitab Wahyu. Jika nafiri yang terakhir dalam I Korintus 15 dibunyikan sebelum kesusahan besar, bagaimana mungkin, setelah nafiri terakhir ini, tujuh nafiri lain dibunyikan dalam kesusahan besar? Jika nafiri yang terakhir dibunyikan sebelum kesusahan besar, maka seharusnya tidak ada bunyi nafiri lagi selama kesusahan besar. Jika nafiri yang terakhir bukan nafiri ketujuh dalam Wahyu, maka nafiri yang terakhir itu termasuk nafiri yang mana? Misalnya, dapatkah seorang mengatakan, "Ini adalah uangku yang terakhir, tetapi aku masih mempunyai tujuh yuan lagi?" Jika dia berkata demikian, hal itu akan sangat tak berarti. Karena itu, I Korintus 15 bukanlah bukti bahwa seluruh gereja akan terangkat sebelum kesusahan besar; sebaliknya, ayat ini membuktikan bahwa keterangkatan terjadi setelah kesusahan besar.

6. Alasan Keenam

Lukas 21:36 mengatakan, "Berjaga-jagalah senantiasa sambil berdoa, supaya kamu beroleh kekuatan untuk luput dari semua yang akan terjadi itu, dan supaya kamu tahan berdiri di hadapan Anak Manusia."

Mereka berkata, bahwa ayat ini dengan jelas mengatakan, "Supaya kamu beroleh kekuatan untuk luput dari semua yang akan terjadi itu, dan supaya kamu tahan berdiri di hadapan Anak Manusia." Bukankah ini janji bahwa seluruh gereja akan terangkat sebelum kesusahan besar? Ya, ini adalah janji. Tetapi dapatkah ayat ini dianggap bukti bahwa seluruh gereja akan terangkat sebelum kesusahan besar? Ayat ini tidak menjanjikan bahwa begitu seorang beroleh selamat, dia tidak akan mengalami kesusahan besar. Ayat ini tidak menganjuri orang untuk percaya kepada Tuhan dan dilahirkan kembali secepatnya agar dapat luput dari kesusahan besar. Ayat ini mengatakan, "Berjaga-jagalah senantiasa sambil berdoa." Ini adalah sesuatu yang terjadi setelah penyelamatan. Manusia tidak diselamatkan dengan berjaga-jaga dan berdoa. Kita diselamatkan oleh kasih karunia dan melalui iman. Tidak ada hubungan langsung antara keterangkatan dengan penyelamatan. Seseorang terangkat melalui berjaga-jaga dan berdoa. Menurut teks asli ayat ini, teks ini dapat diterjemahkan sebagai, "Tetapi berjaga-jagalah senantiasa, sambil berdoa (memohon) agar kamu dianggap layak luput dari segala hal yang akan terjadi itu, dan berdiri di hadapan Anak Manusia." Karena itu, keterangkatan bukanlah persoalan kasih karunia tetapi persoalan kelayakan. Ayat ini adalah suatu janji, tetapi janji dengan syarat. Jika seluruh gereja akan terangkat sebelum kesusahan besar, apakah semua orang Kristen berjaga-jaga senantiasa dan berdoa? Jika sebagian dari mereka tidak berbuat demikian, maka ayat ini tidak dapat digunakan sebagai bukti bahwa seluruh gereja akan terangkat sebelum kesusahan besar.

7. Alasan Ketujuh

Wahyu 3:10 mengatakan, "Karena engkau menuruti firmanKu, untuk tekun menantikan Aku, maka Akupun akan melindungi engkau dari hari pencobaan yang akan datang atas seluruh dunia untuk mencobai mereka yang diam di bumi."

Mereka menganggap ayat ini sebagai bukti yang terbesar. Mereka mengatakan ayat ini dengan jelas menjanjikan, bahwa gereja tidak akan mengalami kesusahan besar. Ayat ini memang benar sebuah janji. Tetapi apakah ayat ini mengatakan bahwa semua orang Kristen akan dilindungi dari kesusahan besar? Tidak, karena sekali lagi, ayat ini mempunyai syarat; ia bukan tidak bersyarat. Ayat ini tidak menjanjikan bahwa semua orang Kristen tidak akan mengalami kesusahan besar. Ayat ini mengatakan, "Karena engkau menuruti firmanKu, untuk tekun menantikan Aku, maka Akupun akan melindungi engkau dari hari pencobaan yang akan datang." Karena Anda telah menuruti firmanNya untuk tekun menantikanNya maka Anda akan diselamatkan. Tuhan hanya menyelamatkan mereka yang menuruti firmanNya untuk menantikanNya; Dia tidak menyelamatkan semua orang tanpa peduli apakah mereka menuruti firmanNya atau tidak.

Apakah menuruti "firmanKu untuk tekun menantikan Aku" (firman ketekunanKu; Tl.) itu? Di dalam Wahyu 1, ada kata-kata, "sekutumu dalam kesusahan, dalam Kerajaan dan dalam ketekunan menantikan Yesus" (ayat 9). Ayat ini mengatakan kepada kita dengan sangat jelas bahwa hari ini adalah saat kita bertekun dengan Kristus; pemerintahan kita bersama Kristus baru akan terjadi pada masa yang akan datang. Hari ini adalah saat Kristus bertekun (menahan derita). Orang mengejekNya, Dia tidak memukul mati mereka; orang mengutukiNya, Dia berlaku seakan-akan tidak mendengar mereka; orang menentangNya, Dia tidak mengancam mereka. Tampaknya, bagaimanapun orang lain memperlakukan Dia, Dia tidak peduli. Hari ini adalah saat Dia ditentang dan dihujat oleh manusia. Ini adalah firman ketekunan (menahan derita) Kristus. Demikianlah Kristus hari ini, demikian juga seharusnya semua orang Kristen. Hari ini banyak penentangan dan penganiayaan, namun Kristus menahan semuanya. Kita harus bertekun (menahan derita) bersama Kristus. Dua ribu tahun telah berlalu, dan kita belum melihat Kristus membalas sekalipun. Dia bertahan sampai seakan-akan Dia tidak ada di alam semesta ini.

Ijinkan saya bertanya, apakah setiap orang Kristen yang telah dilahirkan kembali, yang telah beroleh selamat, yang bersandar kepada darah, menuruti firman ketekunan Kristus? Jika semua orang Kristen telah menuruti firman ketekunan, maka mereka tidak akan mengalami kesusahan besar. Jika ada orang yang belum menuruti firman ketekunan Kristus, janji ini bukan untuk dia. Janji ini bersyarat. Jika seseorang belum memenuhi syarat itu, dia tidak dapat menerima faedah yang dinyatakan oleh syarat itu.

Pada suatu musim panas, di Kuling ada suatu penelaahan Alkitab. Sekelompok orang mempelajari Wahyu 2 dan 3. Suatu kali saya pergi dan mendengarkan pertemuan mereka. Pada hari itu mereka sedang membicarakan Wahyu 3:10. Seorang saudara berkata, "Ada sekelompok orang yang mengatakan, bahwa seluruh gereja tidak akan terangkat sebelum kesusahan besar. Betapa butanya mereka! Tidakkah ayat ini mengatakan dengan jelas, bahwa seluruh gereja akan terangkat sebelum kesusahan besar?" Setelah pertemuan, ketika saya sedang berjalan bersama empat atau lima saudara dari antara mereka, saya bertanya kepada mereka, "Apakah ayat ini menjanjikan bahwa seluruh gereja akan terangkat sebelum kesusahan besar? Sudahkah semua orang Kristen menuruti firman ketekunan Kristus dewasa ini?" Tentunya belum. Jika kita berpegang pada janji ayat ini dan mengabaikan syarat dalam kalimat sebelumnya, seluruh dunia dapat berpegang pada janji Yohanes 3:16 dan mengatakan bahwa semua orang di dunia pasti diselamatkan. Jika seseorang mengatakan ini, Anda dapat mengatakan kepadanya bahwa dia telah melewatkan beberapa kata, "setiap orang yang percaya kepadaNya." "Setiap orang yang percaya kepadaNya," adalah sebuah syarat; "tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal" adalah sebuah janji. Orang tidak dapat hanya meminta hidup kekal tanpa percaya kepada Tuhan. Jika orang dosa tidak percaya, dia akan binasa; dia tidak akan memiliki hidup kekal. Demikian juga, jika seorang Kristen belum menuruti firman ketekunan Kristus, dia tidak akan dilindungi dari hari pencobaan, yang akan datang atas seluruh bumi, untuk mencobai mereka yang hidup di bumi. Mereka yang percaya bahwa seluruh gereja akan terangkat sebelum kesusahan besar telah mengabaikan kata-kata, "menuruti firman untuk tekun menantikan Aku (firman ketekunanKu)." Karena itu, ayat yang mereka kutip tidak dapat dianggap sebagai bukti.

Mereka berkata bahwa janji itu diberikan kepada seluruh gereja di Filadelfia. Gereja di Filadelfia menuruti firman ketekunan Kristus, dan gereja di Filadelfia mewakili seluruh gereja. Jadi dapat dikatakan bahwa seluruh gereja telah menuruti firman ketekunan Kristus, dan dengan demikian seluruh gereja akan terangkat sebelum kesusahan besar.

Namun, kita harus tahu bahwa Wahyu 2 sampai 3 membicarakan tujuh gereja di Asia pada saat itu. Ketujuh gereja itu benar-benar ada pada saat itu. Meskipun ketujuh gereja itu menunjukkan tujuh zaman gereja, ketujuh gereja itu ada pada waktu yang sama pada waktu itu. Apakah Tuhan mengucapkan kata-kata yang sama kepada gereja di Efesus, Smirna, Pergamus, Tiatira, Sardis, dan Laodikia? Tidak. Mengapa Tuhan hanya menyampaikan perkataan ini kepada gereja di Filadelfia? Firman Tuhan kepada gereja di Filadelfia membuktikan bahwa gereja di Filadelfia tidak mewakili semua gereja. Jika ia mewakili, maka gereja-gereja di Laodikia, Tiatira, dan lain-lain seharusnya diberi janji yang sama seperti janji kepada gereja di Filadelfia.

Pada tahun 1931 saya berada di Peking dan saya bertemu dengan seorang teman, orang Barat, yang berkata kepada saya, "Bukankah Tuhan menjanjikan kepada gereja di Filadelfia bahwa mereka tidak akan mengalami pencobaan? Bukankah gereja di Filadelfia mewakili seluruh gereja? Bukankah ini bukti bahwa seluruh gereja akan terangkat sebelum kesusahan besar?" Saya berkata, "Tuhan memberikan janji kepada gereja di Filadelfia, tetapi tidak semua gereja adalah gereja di Filadelfia. Karena itu, Tuhan tidak berjanji kepada seluruh gereja."

Semua butir ini menunjukkan kepada kita bahwa alasan-alasan yang dikemukakan oleh mereka yang percaya bahwa seluruh gereja akan terangkat sebelum kesusahan besar, tidak dapat diandalkan. Di samping itu, mereka juga membuat beberapa kesalahan mendasar. Kita juga akan membahasnya pada berita selanjutnya.