← Daftar isi Keluaran (11) · bab 11/16

MUSA BESERTA DENGAN ALLAH (3)

Pembacaan Alkitab: Kel. 34

Dalam berita yang lalu kita melihat bahwa dalam Keluaran 34:18-35 ada tiga perkara yang penting: berhari raya bersama Tuhan dan beristirahat bersama Tuhan, lima syarat menikmati Tuhan, serta Allah menginfuskan diri-Nya ke dalam Musa. Dalam dua berita yang baru lalu, kita telah melihat perihal berhari raya bersama Tuhan, dan beristirahat bersama Tuhan. Dalam berita ini kita akan melihat lebih lanjut lima syarat yang harus dilakukan untuk berhari raya bersama Tuhan.

YANG SULUNG HARUS DITEBUS DENGAN DOMBA

Syarat pertama dari lima syarat itu tertulis dalam ayat 20, “Tetapi anak yang lahir terdahulu dari keledai haruslah kautebus dengan seekor domba; jika tidak kautebus, haruslah kaupatahkan batang lehernya. Setiap yang sulung dari antara anak-anakmu haruslah kautebus, dan janganlah orang menghadap ke hadirat-Ku dengan tangan hampa.” Ini menandakan orang alamiah kita harus digantikan oleh Kristus, supaya kita bisa menempuh kehidupan yang kudus bagi Allah. Sekalipun kita telah ditebus, kita masih alamiah. Kita adalah “keledai”, adalah binatang yang tidak bersih; kita bukan anak domba. Memang kita telah ditebus, tetapi kita masih belum bersih. Karena kita adalah keledai, maka orang alamiah kita perlu digantikan oleh Kristus.

Dari sudut pengudusan, kita bukanlah domba juga bukan lembu, melainkan keledai. Meskipun kita telah ditebus, orang alamiah kita di pandangan Allah masih tidak bersih. Sebab itu, kalau kita mau dikuduskan bagi Tuhan, kita perlu Kristus menjadi pengganti kita. Domba Paskah melambangkan Kristus menjadi Penebus kita. Melalui Dia sebagai pengganti kita, kita telah tertebus. Namun, karena kita masih tidak bersih, masih alamiah, kita tidak bisa menjadi satu kurban yang hidup untuk memuaskan Allah. Dalam pengudusan, kita perlu Kristus menjadi pengganti kita. Mengenai keledai yang sulung perlu ditebus oleh domba, kita boleh melihat Pelajaran-Hayat Kitab Keluaran berita kedua puluh tujuh.

Entah kita bagaimana lembut, bagaimana baik, kita masih alamiah. Di satu pihak, saya senang bertemu dengan orang yang lembut; di pihak lain, saya juga tahu, orang yang semakin lembut, semakin alamiah. Tentunya saya tidak memberi isyarat bahwa kalau kita mau rohani, kita harus kasar, tidak lembut. Titik berat di sini adalah kelembutan kita pun perlu digantikan oleh Kristus. Kita perlu ingat, hayat alamiah kita adalah “keledai”. Kita telah ditebus, tetapi kita masih sebagai “keledai”. Sekian banyak “keledai” berkumpul menempuh hidup gereja, sekarang kita perlu digantikan oleh Kristus. Kalau “hayat keledai” kita yang alamiah tidak digantikan oleh Kristus, dalam hal menikmati hari raya dan hari Sabat, kita akan mengalami rintangan. Mengganti hayat alamiah kita dengan Kristus adalah syarat bagi kita untuk berhari raya dan berhari Sabat bersama Tuhan.

JANGAN MEMPERSEMBAHKAN DARAH KURBAN SEMBELIHAN

YANG BERCAMPUR DENGAN SESUATU YANG BERAGI

Syarat kedua tercatat dalam Keluaran 34:25a: “Janganlah darah kurban sembelihan yang kepada-Ku kaupersembahkan beserta sesuatu yang beragi.” Ini menunjukkan bahwa kita tidak boleh mencampurkan penebusan Kristus dengan kehidupan dosa kita. Kita tidak sepatutnya menyatakan diri kita telah ditebus, tetapi masih hidup di dalam dosa. Kalau demikian berarti mencampur darah kurban sembelihan dengan sesuatu yang beragi dan mempersembahkannya kepada Allah. Orang yang hidup di dalam dosa, tidak patut membanggakan dirinya telah ditebus.

Kita telah menunjukkan bahwa kita perlu berhari raya Roti Tidak Beragi, yaitu membersihkan semua dosa, dan membuktikan kita telah ditebus oleh darah Kristus. Kaum beriman yang telah membersihkan kehidupan dosanya, membuktikan bahwa ia telah mendapat penebusan Kristus.

Kita tidak sulit untuk mengetahui bahwa kalau kita tetap hidup di dalam dosa, tetapi berkata diri kita telah tertebus, kita sulit menikmati Kristus. Kita semua telah ditebus oleh darah Kristus untuk menikmati Kristus. Namun, kita tetap perlu memenuhi syarat membersihkan semua ragi, yaitu tidak mencampurkan penebusan Kristus dengan kehidupan dosa.

KURBAN SEMBELIHAN PADA HARI RAYA PASKAH TIDAK BOLEH

BERMALAM (TERTINGGAL) SAMPAI PAGI

Syarat ketiga untuk berhari raya dan beristirahat bersama Tuhan terdapat dalam ayat 25b: “Dan janganlah ada dari kurban sembelihan pada hari raya Paskah bermalam (tertinggal) sampai pagi.” Apa artinya kurban sembelihan pada hari raya Paskah tidak boleh tertinggal sampai pagi? Ini melambangkan kita seharusnya pada masa kini menikmati kekayaan Kristus, tidak seharusnya meninggalkannya sampai masa yang akan datang. Hari ini kita perlu menikmati Kristus. Kita perlu pada masa kini menikmati-Nya secukup-cukupnya. Meskipun kita tidak bisa menikmati keseluruhan Kristus, tetapi kita dapat menikmati sepuas-puasnya bagian Kristus yang untuk kita. Bagian yang kita peroleh dari Tuhan, harus kita nikmati semua pada hari ini, tidak seharusnya ditinggalkan sampai “besok pagi”; artinya, kita tidak boleh menunda kenikmatan kita terhadap Kristus sampai masa yang akan datang. Mumpung sekarang nikmatilah Kristus, jangan tunggu sampai masa yang akan datang.

Ada kaum beriman mungkin akan melewati sejangka waktu lagi baru menikmati Kristus. Ada orang muda berkata kepada dirinya sendiri, “Aku masih muda, biar aku terlebih dulu menikmati barang-barang dunia, nanti baru menikmati Kristus.” Jangan melakukan kesalahan ini. Kalau Anda menunda menikmati Kristus sampai kelak, Anda tidak mempunyai syarat ketiga untuk berhari raya bersama Tuhan kurban sembelihan pada hari raya Paskah jangan bermalam sampai pagi. Jangan menunda menikmati kekayaan Kristus.

BUAH BUNGARAN HASIL TANAH PERMAI

HARUS DIBAWA KE DALAM RUMAH TUHAN

Keluaran 34:26a berkata, “Yang terbaik dari buah bungaran hasil tanahmu haruslah kaubawa ke dalam rumah TUHAN, Allahmu.” Di sini kita melihat syarat lainnya lagi: yang terbaik dari buah bungaran hasil tanah permai harus dibawa ke dalam rumah TUHAN. Ini melambangkan pengalaman terhadap Kristus yang terbaik harus dibawa ke dalam persidangan gereja, untuk kepuasan Allah.

Banyak orang beriman sangat miskin dalam mengalami Kristus, akibatnya, mereka tidak mempunyai buah apa-apa. Ada orang mungkin mempunyai buah, tetapi kebanyakan bukan buah bungaran. Kita semua perlu mempunyai beberapa pengalaman yang unggul terhadap Kristus. Sebelum pengalaman terhadap Kristus ini dibawa ke dalam persidangan gereja menjadi kepuasan Allah, kita tidak seharusnya membagikan nikmat kepada orang. Orang yang mempunyai cukup banyak pengalaman mengerti, apa artinya membawa pengalaman yang paling unggul terhadap Kristus ke dalam persidangan gereja, untuk menjadi kepuasan Allah.

JANGAN MASAK ANAK KAMBING DALAM SUSU INDUKNYA

Sekarang kita sampai pada syarat yang terakhir. Syarat ini kelihatannya aneh: “Janganlah engkau masak anak kambing dalam susu induknya” (ayat 26b). Mungkin Anda akan tercengang dengan makna syarat jangan masak anak kambing dalam susu induknya. Syarat ini menunjukkan atau melambangkan, kita tidak boleh dengan susu firman merebus kaum beriman yang muda; dengan kata lain, kita tidak boleh dengan firman hayat yang memberi makanan kepada orang untuk “merebus” mereka (1Ptr. 2:2).

Mungkin pada zaman kuno ada orang dengan susu induk kambing masak anak kambing, boleh jadi rasanya enak sekali. Kita telah menunjukkan bahwa kita tidak seharusnya dengan susu firman menggodok kaum beriman yang muda. Ini berarti dengan susu firman yang memberi hayat, membunuh orang yang masih hijau. Titik berat di sini ialah, firman Allah adalah untuk memberi makanan. Namun, pada hari ini, banyak orang Kristen memakai firman Allah untuk membunuh kaum beriman muda. Kita harus berhati-hati, jangan memakai firman Allah untuk membunuh kaum beriman yang muda. Firman Allah adalah untuk memberi makanan kepada kaum beriman. Kita mungkin dengan firman Allah memberi makan kaum beriman, juga mungkin dengan firman Allah merebus mereka, membunuh mereka. Dulu di antara kita banyak orang pernah dengan firman Allah merebus kaum beriman.

Setelah menghabiskan banyak tenaga dan usaha, saya baru mengetahui mengapa dalam Keluaran 34, pasal yang begitu penting, ketika membicarakan perjanjian yang dihancurkan, telah menyinggung lima hal yang kelihatannya tidak berarti. Mengapa Allah tidak memakai lima perintah dalam Sepuluh Perintah untuk menggantikan hal-hal ini? Bagi kita, makna perintah-perintah ini lebih besar daripada lima syarat yang disinggung dalam pasal ini. Namun, yang penting adalah kita harus melihat maksud hati Allah bukanlah menyuruh umat Israel memelihara perintah. Allah menghendaki orang Israel menikmati hasil bumi tanah permai. Hari ini maksud hati Allah adalah agar kita menikmati Kristus, Ia tidak menghendaki kita giat menjadi orang Kristen yang bajik, bermoral, beretika. Ini bukan berarti kita tidak seharusnya mempunyai etika atau moral. Kalau kita setiap hari menikmati Kristus, setiap waktu beristirahat bersama Tuhan, kita dengan sendirinya bisa memperhidupkan Kristus, melalui hayat Kristus justru melebihi tolok ukur moral yang paling tinggi. Hal yang penting ialah Allah memperhatikan apakah umat-Nya menikmati Kristus atau tidak.

Keluaran 34 adalah pasal pengulangan, di dalamnya terkandung banyak perkara yang sudah pernah disinggung. Tujuan pasal ini adalah memulihkan perjanjian yang sudah dirusak. Ini berhubungan dengan menikmati Kristus, yang dilambangkan oleh tiga hari raya yang disinggung di sini: hari raya Roti Tidak Beragi, hari raya Tujuh Minggu, hari raya Pengumpulan Hasil; juga berhubungan dengan perhentian bersama Tuhan, yang dilambangkan oleh memelihara hari Sabat. Untuk berhari raya bersama Tuhan, beristirahat bersama Tuhan, perlu memenuhi lima syarat. Pertama, kita perlu dengan Kristus menggantikan “hayat keledai” kita, menggantikan hayat alamiah kita. Jangan bersandar “sifat keledai” Anda. Sekalipun “hayat keledai” kita itu kelihatan sangat baik, masih perlu diganti. Kemudian, Anda perlu membersihkan semua ragi dari kehidupan sehari-hari Anda. Selanjutnya hari ini Anda perlu menikmati Kristus menjadi bagian Anda, dan mengalami buah bungaran Kristus, dalam sidang mempersembahkannya kepada Allah, untuk menjadi kepuasan-Nya. Akhirnya, Anda harus berhati-hati. Jangan dengan firman Allah membunuh orang beriman yang masih muda, tetapi harus dengan susu firman merawat mereka, memberi makan mereka. Kalau kita mempunyai pengalaman rohani yang normal, kita akan mengetahui, kelima syarat ini sangat penting bagi kenikmatan kita setiap hari terhadap Kristus.

URUTAN LIMA SYARAT

Supaya syarat-syarat ini terukir di dalam kita, khususnya untuk mengucapkan urutannya, baiklah saya lebih lanjut membicarakan syarat-syarat ini. Tidak saja setiap syarat mempunyai maknanya, urutan lima syarat ini juga mempunyai makna yang istimewa. Syarat pertama adalah anak sulung keledai harus ditebus oleh anak domba. Ini menunjukkan kalau kita hendak menikmati Tuhan, kita harus mengetahui bahwa kita adalah “keledai”, adalah binatang pengangkut barang yang kasihan. Tidak saja demikian, kita sebagai keledai tidaklah bersih. Menurut Imamat 11, keledai berada dalam deretan binatang yang haram. Kita telah melihat, di sini keledai melambangkan hayat alamiah dan apa adanya alamiah kita. Kita tidak dapat dengan apa adanya alamiah kita menikmati Tuhan. Kalau kita tetap adalah binatang haram pengangkut barang, kita tidak bisa menikmati Kristus sebagai hari raya, juga tidak bisa beristirahat bersama Tuhan. Sebab itu, hayat alamiah kita perlu diganti. Dalam Perjanjian Baru ada terang yang limpah tentang hal ini. Hayat alamiah sudah terpaku di salib. Hari ini dalam kehidupan kristiani kita, kita harus dengan mutlak membuang hayat alamiah.

Menurut urutannya, syarat kedua adalah kita, orang-orang yang telah ditebus, tidak seharusnya mencampur darah penebusan dengan kehidupan dosa. Kalau kita mau menikmati Tuhan, kita harus menjauhi ragi. Ini adalah syarat yang kedua, bukan syarat yang pertama. Hal ini sesuai dengan logika. Kalau terlebih dulu menuntut kita jangan mencampurkan darah penebusan dengan ragi, kemudian menuntut hayat alamiah kita harus diganti, ini tidak cocok. Urutan yang tepat adalah pertama-tama hayat alamiah kita harus diganti dengan Kristus; kemudian kita harus belajar menjauhi perkara dosa. Demikian kita memenuhi syarat tidak mencampurkan darah penebusan dengan ragi.

Syarat ketiga, kita harus sekuatnya menikmati bagian Kristus pada masa kini, sedikit pun tidak boleh ditinggalkan untuk masa yang akan datang. Namun, hari ini jarang ada orang Kristen yang bisa menghabiskan bagian Kristus pada masa kini. Jarang ada orang Kristen, termasuk kita, bisa menikmati diri Kristus sampai habis semuanya.

Kita dapat mengambil satu contoh untuk menjelaskan syarat yang ketiga. Misalnya seorang ibu berpesan kepada anaknya untuk menghabiskan makanan yang dihidangkan untuknya, dan mencuci bersih piring yang dipakai. Ibu itu mungkin berkata kepadanya, “Aku minta kamu memakan habis makanan ini, dan mencuci bersih piringnya. Kalau kamu tidak makan habis bagianmu, aku tidak akan mengambilkan makanan lain untukmu.” Dalam hal ini, ada ibu yang tegas terhadap anaknya, tetapi ada juga ibu yang kendur, membiarkan anaknya berbuat seenaknya. Mereka memberi satu macam makanan kepada anak, kalau anak itu tidak senang makan, lalu mereka memberi makanan yang lain. Namun, ada ibu yang bersikeras menghendaki anaknya menghabiskan makanan yang seharusnya dimakan anak-anaknya, baru diberi makanan yang lain. Saya percaya ini menjelaskan bagaimana Allah melatih kita pada hari ini menikmati Kristus. Dia mungkin bisa berkata, “Kamu harus makan habis Kristus yang sudah Kuberikan kepadamu. Kalau kamu tidak menikmati bagian yang diberikan sekarang ini, Aku tidak akan memberikan yang lain kepadamu. Kamu harus menghabiskan bagian Kristus pada hari ini.”

Menurut urutannya, syarat selanjutnya adalah: ketika kita sepenuhnya menikmati bagian Kristus yang untuk kita, seharusnya kita menyimpan bagian yang paling unggul, buah bungaran, untuk kenikmatan dan kepuasan Allah. Bagian terunggul dari kenikmatan kita terhadap Kristus, seharusnya dibawa pulang ke rumah Allah, untuk menjadi kepuasan-Nya. Syarat yang terakhir adalah kita tidak seharusnya dalam wilayah suplai hayat membunuh kaum beriman, khususnya mereka yang masih hijau. Susu dalam Keluaran 34:26 menyatakan wilayah suplai hayat. Dalam menikmati seluruh diri Kristus, dan mempersembahkan Kristus kepada Allah menjadi kepuasan-Nya, kita harus hati-hati. Jangan sampai kita membunuh orang lain. Kita tidak seharusnya masak anak kambing dalam susu induknya.

Kelima syarat ini menggambarkan pengalaman menikmati Tuhan yang sejati. Melalui pengalaman kehidupan kristiani, saya baru mengerti syarat-syarat ini. Melalui pengalaman saya melihat, dalam hayat alamiah, saya hanya seekor keledai, perlu diganti. Saya juga melihat, saya perlu menjauhi ragi, harus memenuhi syarat pada hari ini menikmati Kristus, harus mempunyai pengalaman yang unggul terhadap Kristus, untuk kepuasan Allah, dan jangan di dalam wilayah hayat melakukan dosa pembunuhan rohani. Saya percaya banyak orang di antara kita bisa membuktikan, yang dilambangkan oleh kelima syarat ini sejalan dengan pengalaman kita.