MULUT MENGAKU
Minggu ke-5 -- Senin Doa baca: Rm. 10:10
"Karena dengan hati orang percaya dan dibenarkan, dan dengan mulut orang mengaku dan diselamatkan".
PENTINGNYA DENGAN MULUT MENGAKU
Setelah seseorang percaya kepada Tuhan, ia tidak seharusnya menyembunyikan diri. Setelah seseorang percaya kepada Tuhan, ia harus dengan mulut mengaku. Dengan mulut mengakui Tuhan adalah satu perkara yang sangat penting.
1. Begitu Percaya Harus Membuka Mulut
Begitu seseorang percaya kepada Tuhan, ia harus mengakui Tuhan di hadapan manusia. Jika seseorang mempunyai anak, setelah anak itu berumur satu tahun, dua tahun belum bisa berbicara, bahkan sampai umur tiga tahun masih belum bisa berbicara, bagaimana pendapat kita? Apakah ia terlambat dalam hal berbicara? Haruskah sampai usia tiga puluh tahun baru bisa berkata, "satu, dua, tiga, empat", dan pada usia lima puluh tahun baru bisa memanggil, "Papa, mama"? Jika sewaktu kecil sudah bisu, mungkin seumur hidupnya akan bisu. Sewaktu kecil tidak dapat memanggil papa, mama; mungkin seumur hidupnya tidak bisa memanggil. Demikian juga seseorang yang baru beroleh selamat, jika tidak segera mengakui Tuhan, mungkin seumur hidupnya akan menjadi bisu. Jika sewaktu kecil tidak bisa berbicara, maka mungkin sampai besar juga tidak bisa berbicara.
Ada orang yang telah menjadi orang Kristen selama sepuluh atau dua puluh tahun masih tetap bisu, karena pada minggu pertama dan minggu kedua telah membisu, akhirnya terus bisu sampai tua. Hal mengakui Tuhan harus dimulai saat baru beroleh selamat. Begitu beroleh selamat, saat itu juga harus mengakui, maka jalan mengakui yang selanjutnya sudah terbuka. Jika seseorang pada minggu pertama, bulan pertama, atau tahun pertama membisu, maka mungkin seumur hidupnya akan menjadi bisu. Sebab itu, begitu seseorang percaya Tuhan, ia harus dengan sebisanya membicarakan tentang Tuhan kepada orang lain. Meskipun tidak mudah atau tidak senang mengatakan di hadapan manusia, tetap harus mengatakan. Bagaimanapun harus berkata-kata di hadapan sanak famili dan teman-teman. Jika tidak mau belajar berkata-kata di hadapan umum, mungkin seumur hidup di hadapan Tuhan akan menjadi orang yang bisu. Kita tidak mengharapkan ada orang Kristen yang bisu. Sebab itu, sejak permulaan kita harus belajar membuka mulut. Jika pada permulaan tidak mau melakukan, kelak kemudian hari akan sulit melakukannya; selain Tuhan membelaskasihaninya secara khusus, ada kebangunan rohani, barulah ia dapat membuka mulut, tetapi hal itu sangat membuang tenaga. Sebab itu, setiap orang yang baru percaya harus mencari kesempatan untuk mengakui Tuhan. Pengakuan ini adalah satu perkara yang besar. Pengakuan ini sangat berfaedah bagi dirinya.
2. Dengan Mulut Mengaku dan Diselamatkan
Roma 10:10 mengatakan, "Karena dengan hati orang percaya dan dibenarkan, dan dengan mulut orang mengaku dan diselamatkan." Dengan hati percaya, orang dibenarkan; ini adalah perkara di hadapan Tuhan. Tetapi, dengan mulut mengaku, diselamatkan; ini membicarakan perihal beroleh selamat di hadapan manusia. Anda percaya atau tidak, itu adalah perkara di hadapan Allah, tidak seorang pun mengetahuinya. Jika Anda sungguh-sungguh percaya, Anda dibenarkan di hadapan Allah. Tetapi jika Anda hanya dengan hati percaya, namun mulut tidak mengaku, orang lain takkan mengakui Anda sebagai orang yang telah beroleh selamat; mereka masih mengganggap Anda belum percaya, karena mereka tidak melihat bahwa Anda berbeda dengan mereka. Sebab itu Alkitab menekankan, dengan hati percaya masih belum cukup, harus ditambah dengan mulut mengaku; harus mengutarakan dengan mulut.
Sebab itu, setiap orang yang baru percaya Tuhan harus mencari kesempatan mengaku Tuhan. Dalam pergaulan sehari-hari, baik terhadap teman sekolah, teman sekerja, famili atau pun sahabat, Anda harus mencari kesempatan berkata kepada mereka, "Aku sudah percaya Tuhan Yesus." Lebih cepat mengakui lebih baik. Begitu Anda mengakui, mereka segera mengetahui dengan jelas kalau Anda sudah percaya Yesus. Demikianlah Anda diselamatkan, Anda ditolong keluar dari orang-orang yang tidak percaya.
Kami pernah melihat, ada orang yang sudah percaya Tuhan pada mulanya masih ragu-ragu, tetapi setelah ia berdiri mengatakan, "Aku sudah percaya Yesus", ia segera menjadi teguh. Menjadi orang Kristen, yang paling ditakutkan ialah kalau tidak mau mengaku; jika ia mau mengaku, maka satu langkah ini telah ia tempuh, ia akan menjadi teguh. Banyak orang yang percaya Tuhan, pada mulanya masih terombang-ambing, tetapi begitu mereka berkata "Aku percaya", mereka segera menjadi teguh.
Catatan:
Minggu ke-5 -- Selasa Doa baca: Yoh 12:42-43
"Namun banyak juga di antara pemimpin yang percaya kepada-Nya, tetapi oleh karena orang-orang Farisi mereka tidak mengakuinya berterus terang, supaya mereka jangan dikucilkan. Sebab mereka lebih suka akan kehormatan manusia daripada kehormatan Allah."
3. Mengaku, Akan Mengurangi Kesulitan
Anda dengan hati percaya, dan dengan mulut mengaku, Anda akan mendapat faedah yang besar, yaitu akan mengurangi banyak kesulitan yang mungkin mengganggu Anda.
Jika Anda tidak berkata, "Aku sudah mengikuti Tuhan Yesus, aku sudah menjadi milik Tuhan", bagaimanapun, orang lain akan memandang Anda sama dengan mereka. Akibatnya, jika mereka melakukan hal-hal dosa, atau hal-hal hawa nafsu, mereka akan menganggap Anda adalah salah satu bagian dari mereka. Meskipun hati Anda mengatakan, bahwa Anda adalah orang Kristen yang tidak selayaknya bercampur dengan mereka, namun Anda tidak bisa menolak mereka, Anda pun memperkenankan mereka. Anda mencoba mencari alasan untuk menolak mereka, mungkin Anda terhindar. Tetapi lain kali, mereka tetap masih akan menarik Anda, dan Anda harus mencari alasan lagi. Sekali, dua kali Anda bisa berdalih, mencari alasan menolak, tetapi perkaranya tetap tidak dapat lewat. Maka betapa baiknya jika mulai hari pertama sudah membuka kartu, mengakui kalau Anda adalah orang yang telah percaya Tuhan. Asal sekali, dua kali, Anda terus mengakui, orang lain tidak akan memaksa Anda lagi.
4. Tidak Mengakui Tuhan, Hati Nurani Tertuduh
Jika seseorang tidak mau membuka mulut mengakui Tuhan, ia masih akan menghadapi satu kesulitan lain yang besar. Kesulitan ini dialami oleh orang-orang yang percaya kepada Tuhan, ketika Tuhan masih di bumi.
Tuhan Yesus ditolak oleh orang-orang Yahudi. Orang Yahudi menolak Tuhan Yesus dengan keras, juga menentang Tuhan Yesus dengan hebat. Dalam Yohanes pasal 9, kita melihat, orang-orang Yahudi berketetapan, barangsiapa mengakui Yesus adalah Mesias, ia akan dikucilkan dari tempat ibadah. Sampai pasal 12, Alkitab mencatat, banyak pemimpin orang Yahudi telah percaya Tuhan Yesus, tetapi karena takut dikucilkan dari tempat ibadah (Synagoge), mereka tidak berani mengakui-Nya dengan terus terang. Renungkanlah, bisakah orang-orang ini merasa sentosa? Mengakui Tuhan memang tidak enak, tetapi tidak mengakui Tuhan, lebih tidak enak. Tempat apakah synagoge orang-orang Yahudi? Tempat melawan Tuhan Yesus. Di sana mereka merencanakan rencana jahat, tipu muslihat, membuat perangkap untuk mencelakakan Yesus; di sana mereka menyiapkan perkara-perkara yang tidak halal. Jika seseorang sungguh-sungguh percaya Yesus dan berada di tengah-tengah mereka, apakah yang harus ia perbuat? Berapa besarkah kekuatan yang ia miliki untuk menahan diri dari membuka mulut? Pada saat demikian, sulit bagi dia untuk membuka mulut mengakui Tuhan, tetapi menyuruhnya untuk tidak membuka mulut mengakui Tuhan, tentu akan lebih sulit.
Apakah karena ingin mendapatkan kehormatan dan kedudukan dari manusia, lalu Anda memaksa diri menutup mulut? Saya rasa keadaan pemimpin-pemimpin dalam Yohanes 12, akan lebih baik jika mereka dikucilkan dari synagoge, lebih enak mengakui Tuhan. Jika Anda pura-pura percaya, itu tak ada persoalan. Namun jika Anda sungguh-sungguh percaya Tuhan, tapi Anda munafik, bersimpati kepada orang yang menentang Tuhan, hati nurani Anda pasti akan menuduh Anda. Ketika mereka menentang Tuhan, hati Anda merasa tidak sentosa, tetapi mulutAnda berkata, "Ini sungguh lucu", bukankah keadaan demikian sangat menyengsarakan orang?
Tidak mengakui Tuhan adalah satu perkara yang paling menyedihkan. Tidak mengakui Tuhan di hadapan orang, adalah paling sengsara. Jika kita ditawari untuk menggantikan kedudukan pemimpin-pemimpin itu, tentu kita tidak mau. Mereka terlalu sengsara! Jika Anda tidak percaya, kita tak dapat berkata apa pun; tapi jika Anda sungguh-sungguh telah percaya, Anda keluar dari synagoge, Anda akan merasa nyaman dan riang gembira. Mungkin Anda mengalami kesulitan, tetapi berdasarkan pengalaman, kita dapat memberitahu Anda, jika Anda tidak berbuat demikian, kesulitan Anda akan lebih besar, hati Anda akan merasa sengsara.
Satu perumpamaan: Jika Anda mendengar seseorang berkata-kata jahat mengumpat orang tua Anda, mengatakan orang tua Anda demikian-demikian, dan Anda tetap duduk mendengarkannya; bahkan Anda masih pura-pura bersimpati kepadanya, maka ijinkanlah saya bertanya, "Sebenarnya orang macam apakah Anda?" Apalagi Tuhan kita. Dia telah mengorbankan jiwa, menolong Anda, tidakkah Anda dapat berkata sepatah kata pun untuk Tuhan yang Anda sembah dan yang Anda layani? Jika tidak, Anda adalah orang yang tak berguna. Kita harus mempunyai keberanian berdiri untuk Tuhan, mengakui: "Aku milik Tuhan!"
Catatan:
Minggu ke-5 – Rabu Doa baca: Kis. 4:20
"Sebab tidak mungkin bagi kami untuk tidak berkata-kata tentang apa yang telah kami Iihat dan yang telah kami dengar."
KESALAHAN YANG PERLU DIKOREKSI
1. Dengan Perbuatan Baik Menggantikan
Mengaku dengan Mulut
Ada sebagian orang yang baru beroleh selamat, mereka dipengaruhi oleh ajaran tradisional yang salah, yang mengira, "Jika seseorang mempunyai perbuatan yang baik, inilah yang penting; mengakui dengan mulut atau tidak, itu tak begitu penting. Berubah di atas bibir saja, tidak ada gunanya; yang penting perbuatannya yang berubah." Ini adalah pikiran yang salah, yang harus kita betulkan. Ingat, kita tidak mengatakan, bahwa perubahan perbuatan (tingkah laku) itu tidak perlu. Jika perbuatan Anda tidak berubah, hanya berkata di atas bibir saja, itu memang tidak berguna. Jika perbuatan Anda sudah berubah, namun mulut tidak mengaku, itu juga tidak berguna. Perubahan tingkah laku, sekali-kali tidak bisa menggantikan pengakuan dengan mulut. Perbuatan sudah berubah, tetap masih perlu mengaku dengan mulut.
Setiap orang yang baru percaya, pada kesempatan yang pertama harus menyatakan kepada orang lain, "Aku sudah percaya Tuhan Yesus." Jika Anda diam seribu bahasa, terhadap diri Anda orang lain akan timbul banyak dugaan, mereka akan menggunakan cara-cara filsafat untuk membicarakan perbuatan Anda. Segala macam teori akan mereka kemukakan, tetapi tidak menjamah Tuhan Yesus. Sebab itu, Anda harus memberitahu mereka, mengapa tingkah laku Anda berubah? Perbuatan yang baik tidak bisa menggantikan pengakuan dengan mulut; perbuatan yang baik sudah seharusnya ada, tetapi pengakuan dengan mulut juga perlu. Anda harus berkata kepada orang lain, "Yesus adalah Tuhanku, aku mau melayani Dia." Meskipun tingkah laku Anda sudah sangat baik, Anda masih perlu mengatakan kata-kata ini.
Ada orang berkata, "Jika perbuatan seseorang baik, ia boleh tidak membuka mulut. ingatlah, terhadap orang yang berkata demikian, kalau suatu hari dia melakukan perbuatan yang tidak baik, tak akan ada orang yang memberi komentar. Tetapi, jika Anda berdiri dan mengaku "Aku adalah orang Kristen", begitu perbuatan Anda sedikit jelek, segera ada orang yang angkat suara dan menegur Anda. Mempunyai perbuatan baik tanpa pengakuan dengan mulut, akan memberi kesempatan untuk melakukan perbuatan-perbuatan yang kurang baik, dan memberi kesempatan menghindari teguran orang lain. Jangan percaya perkataan yang mengatakan, "Asal perbuatan baik sudah cukup." Hal mengaku dengan mulut tidak boleh ditiadakan, bahkan harus dilaksanakan.
2. Takut Kalau Tidak Awet Menjadi Orang Kristen
Ada juga orang yang berpendapat, "Jika aku mengaku dengan mulut, tapi kemudian aku tidak awet menjadi orang Kristen, bukankah akan ditertawakan orang? Bagaimana jika lewat 3 tahun atau 5 tahun lagi aku gagal dalam hal menjadi orang Kristen? Sebab itu, lebih baik aku tidak mengaku lebih dulu. Bila kemudian hati aku sudah stabil, barulah aku mengaku." Terhadap orang-orang yang berkata demikian, kita boleh berkata, "Jika Anda takut perbuatan Anda jelek, takut jatuh, lalu tidak mengakui, sudah dapat dipastikan, Anda pasti jatuh. Karena Anda telah membuka pintu belakang, Anda tidak ingin melalui pintu depan. Karena sebelumnya Anda sudah siap tidak mengaku, menunggu Anda stabil baru mengakui. Kita berani memastikan, Anda pasti akan jatuh. Lebih baik Anda berdiri dan berkata, “Aku milik Tuhan." Tutuplah pintu belakang Anda terlebih dulu, agar di kemudian hari, jika Anda ingin mundur atau jatuh, itu sudah tidak mudah lagi. Demikianlah kesempatan untuk maju akan lebih besar daripada kesempatan untuk mundur, dan Anda mempunyai kemungkinan untuk maju.
Jika Anda ingin menunggu perbuatan Anda baik dulu baru membuka mulut, maka seumur hidup, Anda tidak akan dapat membuka mulut, Anda akan membisu seumur hidup; meskipun akhirnya mungkin perbuatan Anda bisa baik, Anda akan tetap bisu. Jika sejak mula Anda tidak membuka mulut, mulut ini akan tidak mudah dibuka. Sebaliknya, jika Anda membuka mulut, kesempatan mempunyai perbuatan yang baik lebih besar. Jika ingin menunggu perbuatan Anda baik dulu baru membuka mulut, maka kesempatan membuka mulut juga tidak ada lagi, kesempatan mempunyai perbuatan baik juga tidak ada lagi; akhirnya kedua-duanya tidak Anda miliki.
Satu hal yang dapat menghibur kita, yaitu Allah tidak hanya menyelamatkan kita, Ia pun menjaga kita. Janganlah takut kalau setelah berdiri mengatakan, "Aku percaya Tuhan", lewat beberapa hari lagi Anda akan gagal. Anda jangan kuatir, Allah bertanggung jawab atas diri Anda. Lebih baik dengan sederhana Anda berdiri dan mengatakan, "Aku milik Allah." Serahkanlah diri Anda kepada Allah. Allah tahu Anda memerlukan bimbingan, hiburan dan lindungan. Anda harus yakin, Allah pasti memelihara keselamatan Anda, karena dengan pemeliharaan ini barulah penebusan-Nya bisa berarti.
Minggu ke-5 -- Kamis Doa baca: Kis. 18:9-10
"Pada suatu malam berfirmanlah Tuhan kepada Paulus di dalam suatu penglihatan: jangan takut! Teruslah memberitakan firman dan jangan diam! Sebab Aku menyertai engkau dan tidak ada seorang pun yang akan menjamah dan menganiaya engkau, sebab banyak umat-Ku di kota ini:"
3. Takut kepada Orang
Ada orang tidak berani mengaku, alasannya: ia takut kepada orang. Banyak orang yang benar-benar tidak mempunyai pikiran apa-apa, mereka dengan senang hati mau berdiri dan mengaku, tetapi begitu melihat raut muka orang lain, dia tidak berani mengaku. Begitu melihat wajah ayah dan ibunya, ia merasa sukar untuk mengaku; melihat wajah teman-temannya, juga merasa sukar untuk mengaku. Banyak orang yang terbentur pada kesulitan ini, takut kepada orang, tidak berani buka mulut. Asalnya memang penakut, bukan dalam hal percaya Tuhan saja mereka kecil hati. Jika Anda meminta mereka di hadapan umum mengatakan, "Aku adalah orang yang percaya Tuhan," itu seolah-olah meminta nyawanya, bagaimana pun ia tidak berani membuka mulut.
Bagi orang yang demikian, dengarkanlah firman Tuhan, "Takut kepada orang mendatangkan jerat” (Amsal 29:25). Ketakutan Anda itu adalah jerat Anda. Mungkin, orang yang Anda takuti itu sebenarnya justru senang mendengar pengakuan Anda; kalaupun ia tidak senang mendengarkan, ia belum tentu seperti yang Anda bayangkan begitu menakutkan. Anda takut kepada orang, mungkin orang itu juga takut kepada Anda. Sebab itu, tidak sepatutnya kita mempunyai hati yang takut kepada orang. Kita yang mengikuti Tuhan, tidak boleh menjadi orang penakut. Orang penakut, takkan bisa menjadi orang Kristen yang baik, tidak bisa melayani Tuhan. Orang Kristen harus mempunyai keberanian untuk memberitahu sanak famili dan handai taulannya, harus mempunyai keberanian di hadapan perorangan atau pun umum, mengakui Tuhan itu siapa. Sejak semula, kita harus berada di jalan ini.
4. Merasa Malu
Ada orang tidak mau mengaku disebabkan karena malu. Ia merasakan menjadi orang Kristen itu memalukan. Di hadapan orang-orang yang tidak percaya, benar-benar ada rasa yang demikian. Jika Anda mengatakan, "Aku adalah orang Kristen", pasti akan banyak orang berkata, "Pengetahuan Anda kurang tinggi, pikiran Anda kurang baik, bahkan merasakan Anda adalah orang yang tidak banyak gunanya." Di mana dan kapan saja, bila Anda mengatakan hal-hal yang lain, Anda tidak merasa malu, tetapi begitu Anda mengaku sebagai orang Kristen, segera terkandung perasaan malu di dalam Anda. Kita harus mengenyahkan perasaan ini. Orang lain memang merasa malu menjadi orang Kristen, tapi kita harus membuang perasaan ini.
Bagaimana kita baru bisa mengenyahkan perasaan malu ini? Kita akan melihatnya dari dua aspek:
Pertama: Ketika Tuhan Yesus disalib di kayu salib, Dia telah menanggung dosa dan rasa malu kita. Ketika Tuhan menanggung dosa kita, sesungguhnya Dia telah menerima "rasa malu" yang sangat besar. Sebab itu, bila hari ini kita di hadapan Allah menerima rasa malu dari orang, itu adalah perkara yang layak. Rasa malu yang kita terima hari ini, jauh tak memadai dengan rasa malu yang Tuhan terima di salib. Maka sekali pun ada rasa malu, kita tidak perlu merasa heran. Kita harus tahu, bahwa kita adalah milik Tuhan.
Kedua: Ada sebuah nyanyian yang sangat baik, "Kalau malu karena Tuhan! Fajar yang merah juga boleh tidak mengenal matahari! Dikaulah yang memancarkan cahaya ilahi, menerangi hati nuraniku yang gelap." Tuhan telah mengaruniai kita, Tuhan telah menyelamatkan kita, tetapi kita merasa malu mengakui Tuhan, maka fajar juga boleh merasa malu untuk mengakui matahari yang membuatnya terang. Hari ini, Tuhan telah mengaruniai Anda, Tuhan telah menyelamatkan Anda; Tuhan menunjang Anda, Tuhan akan membawa Anda naik ke sorga, tetapi jika Anda merasa malu mengakuiNya, itu berarti segala karunia-Nya boleh Anda permalukan dan boleh tidak Anda akui! Di atas diri Anda, Tuhan telah berbuat banyak, bolehkah Anda merasa malu mengakui Tuhan? Tidak mungkin demikian!
Sebenarnya, yang patut kita rasakan malu adalah bermabuk-mabukan, menghamburkan hawa nafsu, melakukan perbuatan gelap, berdosa, berbuat jahat. Tuhan telah menolong kita lepas dari semua itu, seharusnyalah kita merasa mulia; sedikit pun tidak patut merasa malu! Orang yang mengakui Tuhan bukan orang yang patut merasa malu, orang yang mengakui Tuhan, adalah orang yang patut merasa mulia dan gembira!
Orang yang tidak berani membuka mulut mengakui Tuhan adalah orang yang memalukan. Sebaliknya orang yang malu mengakui Yesus adalah orang yang paling memalukan. Orang yang demikian tidak ada gunanya.
Catatan:
Minggu ke-5 -- Jumat Doa baca: Mat. 10:32-33
"Setiap orang yang mengakui Aku di depan manusia, Aku juga akan mengakuinya di depan Bapa-Ku yang di sorga. Tetapi barangsiapa menyangkal Aku di depan manusia, Aku juga akan menyangkalnya di depan Bapa-Ku yang di sorga."
5. Tamak Kemuliaan Manusiawi
Para pemimpin Yahudi dalam Yohanes pasal 12, tidak mau mengakui Tuhan, disebabkan mereka tamak akan kemuliaan dari manusia, melebihi kemuliaan dari Allah. Demikian pula, banyak orang yang tidak berani mengakui Tuhan, karena mereka mau keduanya: mau Kristus, juga mau synagoge. Aku mau Kristus, maka aku percaya Tuhan; aku juga mau synagoge, maka aku tidak mengakui Tuhan. Orang yang mau kedua-duanya pasti tidak mutlak.
Anda harus nampak, jika Anda ingin belajar melayani Tuhan, Anda harus memilih salah satu di antaranya, Kristus atau synagoge. Jika tidak, selamanya Anda tidak akan bisa menjadi orang Kristen yang baik. Bagaimanapun Anda harus memilih salah satu di antara Tuhan dan manusia. Para pemimpin takut kalau mereka mengakui Tuhan, mereka akan kehilangan pergaulan manusia, mereka takut dikucilkan dari synagoge. Tetapi orang yang mutlak memilih Tuhan, ia tidak akan takut dikucilkan dari synagoge.
Jika setelah Anda percaya Tuhan, tidak ada orang yang menganiaya Anda, Anda harus bersyukur kepada Tuhan. Namun, jika setelah Anda mengakui Tuhan, ada yang menganiaya Anda, Anda tetap harus bersyukur kepada Tuhan. Hal ini tidak mengherankan! Jangan sekali-kali seperti para pemimpin tadi, mereka masih menyayangi synagoge, sehingga tidak membuka mulut, tidak mengakui dirinya adalah orang yang percaya Tuhan Yesus. Hari ini, bila dalam gereja semua orang sama seperti mereka, niscaya tiada gereja. Jika sejak mula Petrus percaya Tuhan, ia pulang ke rumah, diam seribu bahasa; jika Paulus, Luther, Darby dan lain-lain, orang-orang yang percaya Tuhan, juga membisu; jika semua orang di dalam gereja membisu, tidak berani mengakui Tuhan; memang kesulitan mereka akan kurang, tetapi hari ini pasti tidak ada gereja di muka bumi ini.
Gereja mempunyai satu ciri khas, yaitu berani percaya kepada Tuhan; gereja juga mempunyai satu ciri khas, yaitu berani mengakui telah percaya Tuhan. Beroleh selamat bukan hanya percaya kepada Tuhan Yesus; beroleh selamat, berarti setelah Anda percaya, Anda pun mengakui bahwa Anda adalah orang yang percaya Tuhan. Pengakuan ini sangat penting. Kekristenan bukan melulu masalah perbuatan, kekristenan juga adalah masalah di mulut, harus mengaku dengan mulut. Bagaimanapun Anda harus berkata, "Aku adalah orang Kristen." Orang Kristen yang hanya mempunyai perbuatan baik masih belum terhitung, harus mengaku dengan mulut baru terhitung. Jika menghapus mengaku dengan mulut, tiadalah kekristenan. Firman Alkitab cukup jelas: "Karena dengan hati orang percaya dan dibenarkan, dan dengan mulut orang mengaku dan diselamatkan." Kekristenan adalah masalah hati yang percaya dan mulut yang mengaku.
MENGAKUI TUHAN DAN PENGAKUAN TUHAN
Tuhan berkata, "Setiap orang yang mengakui Aku di depan manusia, Aku juga akan mengakuinya di depan BapaKu yang di sorga" (Matius 10:32). Puji Tuhan, hari ini kita mengakui Tuhan, kelak Tuhan akan mengakui kita. Tuhan berkata pula, "Tetapi barangsiapa menyangkal Aku di depan manusia, ia akan disangkal di depan malaikatmalaikat Allah" (Lukas 12:9). Oh, betapa besar perbandingan ini! Anda hanya di hadapan manusia mengakui, bahwa Tuhan yang Anda percayai ini adalah yang melampaui segala-galanya, terunggul dari semua orang, Dia adalah Anak Allah yang sejati. Tetapi Tuhan akan mengakui Anda di hadapan Bapa serta malaikat-malaikat di sorga. Jika Anda merasa keberatan untuk mengakui Tuhan di hadapan manusia, suatu hari kelak, ketika Tuhan datang di dalam kemuliaan Bapa, Dia juga akan keberatan untuk mengakui orang semacam Anda. Hari ini, jangan karena takut kepada manusia (Yesaya 51:12), sehingga kita tidak berani mengakui Tuhan di hadapan manusia. Jadi, jika hari ini di depan manusia kita keberatan mengakui Yesus Kristus, Anak Allah yang hidup, pada suatu hari, tatkala Tuhan kita kembali, Dia juga akan keberatan untuk mengakui kita di hadapan Bapa dan para malaikat yang mulia. Oh! Betapa seriusnya hal ini!
Sebenarnya, sekarang sedikit pun tidak ada kesulitan bagi kita untuk mengakui-Nya. Dibandingkan dengan pengakuan-Nya terhadap kita; pengakuan-Nya terhadap kitalah yang sebenarnya sangat sulit; karena kita adalah anak yang hilang, tiada berkebaikan apa pun pada diri kita. Karena Dia kelak mau mengakui kita, bukankah hari ini kita harus mengakui-Nya dengan tegas di hadapan manusia?
Semoga saudara saudari yang baru beriman, sejak permulaan sudah berani mengakui Tuhan di depan orang banyak. Sekali-kali jangan menjadi orang Kristen secara sembunyi-sembunyi.
Catatan:
Minggu ke-5 – Sabtu Doa baca: Kis 22:15
"Sebab engkau harus menjadi saksi-Nya terhadap semua orang tentang apa yang kau lihat dan yang kau dengar."
TIDAK SATA PERLU DENGAN MULUT MENGAKU TUHAN
PERLU JUGA BERSAK.SI BAGI TUHAN
Apakah artinya kesaksian? Dalam Kisah Para Rasul 22:15 Tuhan menyuruh Ananias memberitahu Saulus, "Sebab engkau harus menjadi saksi-Nya terhadap semua orang tentang apa yang kau lihat dan yang kau dengar." Jadi, dasar kesaksian ialah apa yang kita lihat dan apa yang kita dengar. Anda tidak dapat bersaksi atas perkara yang tidak Anda lihat, Anda juga tidak dapat bersaksi atas perkataan yang tidak Anda dengar. Paulus telah melihat dengan matanya sendiri, ia pun telah mendengar dengan telinganya sendiri, kemudian Allah menyuruhnya bersaksi atas apa yang ia lihat dan yang ia dengar itu. Satu Yohanes 4:14 menerangkan, bahwa kesaksian ini ialah "Kami telah melihat dan bersaksi, bahwa Bapa telah mengutus Anak-Nya menjadi Juruselamat dunia." Apa yang kita lihat, itulah yang kita saksikan.
Syukur kepada Allah, Anda telah percaya kepada Tuhan, Anda telah bertemu dengan Dia, percaya kepada-Nya, menerima-Nya dan memperoleh-Nya. Anda adalah seorang yang telah diselamatkan, telah dilepaskan dari dosa, telah beroleh pengampunan dan telah beroleh damai sejahtera. Setelah Anda percaya kepada Tuhan, Anda adalah seorang yang bersukacita; sukacita semacam itu tak pernah Anda miliki sebelumnya. Hari ini, Anda harus bersaksi atas pengalaman-pengalaman Anda. Ini tidak berarti Anda harus berhenti bekerja dan menjadi penginjil, melainkan Anda harus bersaksi atas apa yang Anda lihat dan dengar kepada keluarga, teman-teman dan semua kenalan Anda, dan membawa orang-orang itu ke hadapan Tuhan. Jika kesaksian Anda tidak berlangsung terus, Injil akan berhenti sampai diri Anda. Anda benar-benar sangat bersalah terhadap Tuhan!
TELADAN-TELADAN BERSAKSI
Berikut ini kita akan membaca lagi empat ayat dalam Alkitab yang memberi teladan sangat baik kepada kita untuk bersaksi.
1. Pergi ke Kota dan Berkata kepada Orang-orang yang di Situ
Dalam Injil Yohanes pasal 4, terkisah Tuhan membicarakan masalah air hidup dengan seorang perempuan Samaria. Tuhan menunjukkan kepadanya, bahwa manusia takkan puas hidup di dunia ini tanpa air hidup. "Barangsiapa minum air ini, ia akan haus lagi, tetapi barangsiapa minum air yang akan Kuberikan kepadanya, ia tidak akan haus untuk selama-lamanya. Sebaliknya, air yang akan Kuberikan kepadanya, akan menjadi mata air di dalam dirinya, yang terus-menerus memancar sampai kepada hidup yang kekal." Hanya kepuasan yang batini itulah yang memberi kepuasan yang sejati. Perempuan tersebut telah kawin dengan lima orang laki-laki; satu suami demi satu suami, hingga yang kelima, tetapi tetap tidak puas. Ibarat orang minum air, setelah minum tetap akan haus lagi, dan selalu tak puas. Bahkan suami yang ada padanya sekarang bukan suaminya; ia menjadi seorang yang tak pernah puas. Akan tetapi, Tuhan memiliki air hidup yang dapat memuaskannya. Ketika Tuhan menyingkapkan siapa dirinya, dan ketika ia beroleh Tuhan, ia segera meninggalkan tempayannya dan pergi ke kota, mengatakan kepada orang-orang di situ, "Mari lihat! Di sana ada seorang yang mengatakan kepadaku segala sesuatu yang telah kuperbuat. Mungkinkah Dia Kristus itu?" Yang pertama-tama ia lakukan ialah bersaksi. Apakah yang ia saksikan? Ia bersaksi tentang Kristus. Segala perbuatan perempuan ini mungkin ada yang diketahui oleh orang-orang di kota itu, tetapi mungkin ada banyak pula yang tidak diketahui, namun sekarang telah dikatakan semua oleh Tuhan Yesus. Ia bersaksi kepada orang-orang di kota, "Mungkinkah Dia Kristus itu?" Begitu ia melihat Tuhan, ia segera membuka mulut kepada orang, dan menyuruh orang menyelidiki apakah Ia benar Kristus. Banyak orang yang percaya kepada Tuhan karena perkataan perempuan tersebut.
Catatan:
Minggu ke-6 – Minggu Doa baca: Mrk 5:19
"Yesus ... berkata kepada orang itu: Pulanglah ke rumahmu, kepada orang-orang sekampungmu, dan beritahukanlah kepada mereka segala sesuatu yang telah diperbuat oleh Tuhan atasmu dan bagaimana Ia telah mengasihani engkau!
2. Pulang ke Rumah dan Beritahu Orang Lain
Mari kita baca Injil Markus 5:1-20. Di sini ada seorang yang dirasuk roh jahat; dalam Alkitab, boleh dikata bahwa dia adalah seorang yang paling parah dirasuk roh jahat. Orang itu dirasuk sekelompok roh jahat, ia selalu tinggal di pekuburan, tiada seorang pun yang berdaya mengikatnya, dengan rantai besi pun tak berdaya. Siang malam ia berkeliaran di pekuburan dan di bukit-bukit sambil berteriak-teriak dan memukuli dirinya dengan batu. Tuhan Yesus mengusir roh-roh jahat itu keluar dari dirinya, roh-roh jahat itu lalu masuk ke dalam kawanan babi yang berjumlah 2000 ekor. Babi-babi itu terjun ke dalam danau. Setelah ia diselamatkan, Tuhan berkata kepadanya, "Pulanglah ke rumahmu, kepada orang-orang sekampungmu, dan beritahukanlah kepada mereka segala sesuatu yang telah diperbuat oleh Tuhan atasmu dan bagaimana Ia telah mengasihani engkau!"
Setelah Anda menerima kasih karunia, Tuhan menghendaki Anda memberitahukan kepada orang-orang dalam keluarga Anda, kepada kerabat, teman, tetangga atau teman sekerja Anda, bahwa Anda telah beroleh selamat. Anda tidak saja harus memberitahukan kepada mereka, bahwa Anda telah percaya Yesus, bahkan memberitahukan kepada mereka segala sesuatu yang telah diperbuat Tuhan atas Anda dan bagaimana Ia telah mengasihani Anda. Tuhan menghendaki Anda memberitahukan kepada orang segala sesuatu yang telah diperbuat Tuhan atas Anda, dan bersaksi tentang perkara yang Anda alami sendiri kepada mereka. Ketika Anda melakukan demikian, berarti Anda menyalakan/menghidupkan orang lain, sehingga keselamatan tidak berhenti pada diri Anda saja, melainkan dapat dilanjutkan terus kepada orang lain.
3. Memberitakan Yesus di Rumah-rumah Ibadat
Kisah Para Rasul 9:19-21 -- "Saulus tinggal beberapa hari bersama-sama dengan murid-murid di Damsyik. Ketika itu juga ia memberitakan Yesus di rumah-rumah ibadat, dan mengatakan bahwa Yesus adalah Anak Allah. Semua orang yang mendengar hal itu heran dan berkata: Bukankah dia ini yang di Yerusalem mau membinasakan barangsiapa yang memanggil nama Yesus ini? Dan bukankah ia datang ke sini dengan maksud untuk menangkap dan membawa mereka ke hadapan imam-imam kepala?” Kata "ketika itu juga" di sini merupakan kata yang penting, dapat diterjemahkan "segera itu juga." Jadi "segera itu juga ia memberitakan Yesus di rumah-rumah ibadat, dan mengatakan bahwa Yesus adalah Anak Allah."
Saulus pada mulanya pergi ke Damsyik untuk menangkapi orang-orang yang percaya Tuhan, tetapi di tengah jalan ia bertemu dengan Tuhan yang berbicara kepadanya. Setelah tersorot oleh cahaya, ia rebah ke tanah dan matanya menjadi buta. Lalu ada orang membawanya ke Damsyik. Tiga hari lamanya ia tidak dapat melihat, ia tidak makan dan minum. Tuhan mengutus Ananias untuk menumpangkan tangan ke atasnya dan setelah itu ia dapat melihat lagi, ia pun bangun, dibaptis, setelah makan pulihlah kekuatannya. Selang beberapa hari ia segera pergi ke rumah ibadat untuk memberitakan Yesus adalah Anak Allah; ia segera bersaksi. Untuk berbuat demikian, baginya agak sulit, sebab sebelumnya ia adalah seorang yang mencelakakan murid-murid Tuhan, ia mungkin juga sebagai anggota majelis Yahudi. Majelis Yahudi beranggotakan 71 orang, Saulus mungkin salah satu di antaranya. Ia membawa surat kuasa Imam Besar untuk menangkapi orang-orang yang percaya Tuhan Yesus lalu membawanya kepada imam kepala. Akan tetapi, sekarang ia sendiri telah menerima Tuhan Yesus, bagaimana ia seharusnya? Dulu ia yang menangkapi orang yang menerima Tuhan, sekarang mungkin ia sendiri yang akan ditangkap. Menurut pandangan manusia, lebih baik ia melarikan diri atau menyembunyikan diri, tetapi ia malahan pergi ke rumah-rumah ibadat dan bersaksi bahwa Yesus adalah Anak Allah; bukan di satu rumah ibadat saja, melainkan di banyak rumah ibadat. Hal ini menerangkan, bahwa perkara pertama yang harus dilakukan seorang setelah ia menerima Tuhan ialah bersaksi bagi Tuhan. Setelah matanya sembuh, Paulus segera menggunakan kesempatan untuk bersaksi, yaitu mengatakan bahwa Yesus orang Nazaret adalah Anak Allah. Inilah yang wajib dilakukan oleh setiap orang yang percaya Tuhan.
4. Seorang Mendapatkan Seorang
Setelah seorang percaya kepada Tuhan, ia tidak saja harus pergi ke kota, pulang ke rumah dan pergi ke rumah-rumah ibadat untuk bersaksi, bahkan ia harus memiliki satu kesaksian yang istimewa, yakni secara pribadi, seorang memimpin seorang lainnya untuk percaya Tuhan. Demikianlah kesaksian yang tercantum dalam Injil Yohanes 1:40-45. Begitu Andreas percaya Tuhan, ia segera memimpin kakaknya, Petrus, untuk menjumpai Tuhan. Walau kemudian Petrus menjadi rasul yang lebih berkarunia daripada Andreas, tetapi Andreaslah yang memimpin Petrus percaya Tuhan. Filipus adalah teman Natanael, ia percaya Tuhan lebih dahulu, ia juga memimpin temannya itu menerima Tuhan. Andreas memimpin saudaranya, Filipus mendapatkan temannya, mereka semua membawa orang kepada Tuhan secara pribadi, yakni seorang mendapatkan seorang.
Catatan: