PISAHKAN DIRI DARI DUNIA
Minggu ke-4 – Senin Doa baca: 1 Yoh. 2:15
"Janganlah kamu mengasihi dunia dan apa yang ada di dalamnya. Jikalau orang mengasihi dunia, maka kasih akan Bapa tidak ada di dalam orang itu "
TERLEPAS DARI DUNIA
Dalam Alkitab ada cukup banyak perintah mengenai memisahkan diri dari dunia. Contoh-contoh dan pengajaran-pengajaran dalam Perjanjian Lama pun cukup banyak. Misalkan Babel, Sodom, Ur-Kasdim, Mesir, semuanya melambangkan dunia, yang memperlihatkan kepada kita bagaimana keadaan dunia. Mesir mewakili kesenangan dunia; Ur-Kasdim mewakili keagamaan dunia; menara Babel mewakili kekacau-balauan dunia; Sodom mewakili kedosaan dunia. Manusia bukan saja harus melepaskan diri dari Mesir, bahkan harus seperti Abraham keluar dari Ur-Kasdim. Setelah Lot pergi ke Sodom, umat Israel tertawan ke Babel, mereka harus keluar dari tempat itu. Alkitab menggunakan empat tempat yang berbeda untuk mewakili dunia, bersamaan dengan itu juga memperlihatkan kepada anakanak Allah jalan melepaskan diri dari dunia.
I. LAMBANG ORANG ISRAEL KELUAR DARI MESIR
1. Hasil Penebusan Adalah "Keluar"
Dengan anak domba Paskah, Allah menyelamatkan orang Israel. Ketika malaikat Allah membunuh setiap anak sulung di tanah Mesir, jika nampak darah teroles pada ambang pintu, maka malaikat pemusnah itu akan melewatinya. Tetapi jika pada pintu tidak ada darah, maka anak sulung dalam rumah itu akan dibunuh. Persoalannya tidak tergantung pada baik atau buruknya pintu, tidak tergantung pada ciri-ciri khas pada tiang pintu dan ambang pintu, tidak tergantung pada ada tidaknya tempat baik dalam rumah itu, juga tidak tergantung pada ada tidaknya rasa hormat anak sulung di rumah itu kepada orang tuanya. Persoalannya tergantung pada ada tidaknya darah. Perbedaan binasa dan beroleh selamat tidak tergantung pada bagaimana budi pekerti dalam keluarga Anda, tidak tergantung pada bagaimana tingkah laku Anda, melainkan tergantung pada ada tidaknya Anda menerima darah. Dasar beroleh selamat adalah darah, hal ini sama sekali tidak ada hubungannya dengan diri Anda sendiri.
Orang yang telah menerima kasih karunia adalah orang yang telah ditebus oleh darah. Tetapi ingatlah, begitu Anda ditebus oleh darah, Anda harus segera berangkat, Anda harus segera pergi. Bukan setelah Anda ditebus oleh darah adi, lalu membeli sebuah rumah dan tinggal menetap di tempat lama Anda, melainkan semua orang yang telah diselamatkan oleh darah, harus pada malam itu juga berangkat. Sebelum tengah malam, mereka telah menyembelih anak domba, dengan hisop mengoleskan darah ke ambang pintu, dan segera makan. Ketika makan harus berikat pinggang dan membawa tongkat, siap untuk berangkat.
Hasil pertama dari penebusan ialah memisahkan diri, keluar, meninggalkan tempat itu. Tidaklah mungkin setelah Allah menebus seseorang, lalu tetap menaruh orang itu pada kedudukan yang lama, dan membiarkannya tetap tinggal di dalam dunianya yang lama. Tidak mungkin demikian! Begitu dilahirkan kembali, begitu beroleh selamat, setiap orang harus membawa tongkat dan berangkat. Begitu malaikat pemusnah mengadakan pemisahan antara orang yang beroleh selamat dengan orang yang binasa, Anda harus segera keluar. Begitu malaikat pemusnah memisahkan Anda, Anda harus segera berangkat keluar dari Mesir.
Tongkat dipakai untuk menempuh perjalanan. Tidak ada seorang pun yang membawa tongkat, lalu berbaring di tempat tidur. Tongkat bukan bantal, tongkat dipakai untuk berjalan. Siapa yang beroleh selamat, baik orang dewasa maupun anak-anak, harus membawa tongkat, dan pada malam hari itu juga keluar. Begitu seseorang ditebus oleh darah, saat itu juga ia harus keluar dari Mesir, segera memisahkan diri dari dunia, tidak tetap tinggal di sana.
Ingatlah! Penebusan darah adalah menyelamatkan Anda dari dunia. Begitu Anda ditebus oleh darah, di bumi ini Anda segera menjadi orang asing, menjadi pelancong. Bukannya Anda tidak tinggal lagi dalam dunia ini, melainkan Anda harus segera memisahkan diri dari dunia. Di mana ada penebusan, di situ pasti timbul keadaan ini. Begitu Anda tertebus, saat itu juga jalan hidup Anda telah berubah, Anda pasti segera meninggalkan dunia. Sebab itu, pemisahan darah adalah memisahkan orang mati dengan orang hidup; pemisahan darah juga memisahkan orang dunia dengan anak-anak Allah. Anda tidak dapat tetap di dunia lagi.
Catatan:
Minggu ke-4 -- Selasa Doa baca: Kel. 10:25-26a
"Tetapi Musa berkata: Bahkan korban sembelihan dan korban bakaran harus engkau berikan kepada kami, supaya kami menyediakannya untuk TUHAN, Allah kami. Dan juga ternak kami harus turut beserta kami dan satu kaki pun tidak akan tinggal, sebab dari ternak itulah kami harus ambil untuk beribadah kepada TUHAN, Allah kami."
2. Firaun Selalu Mempersulit
Melalui kisah keluarnya orang Israel dari Mesir, kita nampak betapa sulitnya mereka keluar dari Mesir! Karena Firaun selalu menarik mereka. Ketika bani Israel akan keluar dari Mesir, Firaun hanya memperbolehkan orang-orang yang kuat dan muda, tetapi anak-anak dan orang-orang tua harus ditinggalkan. Firaun tahu, jika anak-anak dan orang-orang tua ditinggalkan, maka orang-orang yang kuat dan muda itu pasti tidak akan berjalan jauh, dan tidak lama lagi pasti akan kembali. Tipu muslihat Iblis selalu tidak merelakan kita mempunyai pemisahan yang mutlak dengan Mesir. Sebab itu dari permulaan Musa sudah menolak rintangan yang berasal dari Firaun. Karena jika Anda menyisakan sedikit barang untuk tidak dibawa keluar, atau menyisakan satu orang untuk tidak dibawa keluar, Anda pasti tidak dapat pergi jauh, Anda pasti akan kembali lagi.
Ingatlah perkataan Firaun yang pertama kali kepada Musa, "Sembahlah Allah di negeri Mesir, layanilah Allah di negeri Mesir, janganlah pergi ke padang gurun." Kemudian Firaun menganjuri mereka jangan pergi terlalu jauh. Pada ketiga kalinya ia hanya memperbolehkan yang muda-muda pergi. Keempat kalinya ia berkata kepada mereka, pergilah, tetapi lembu dan domba harus ditinggalkan. Siasat Firaun yaitu: Kalian harus melayani Allah di Mesir. Kalian boleh menjadi umat Allah, tetapi harus menjadi umat Allah di Mesir. Dia tahu, bila seseorang melayani Allah di Mesir, orang ini pasti tidak ada kesaksiannya. Dia tahu, jika seseorang melayani Allah di Mesir, orang ini pasti akan melayani Firaun juga; orang ini akan menjadi hamba Allah, juga menjadi hamba Iblis.
Jika Anda ingin melayani Allah di dalam dunia, Anda pasti akan menjadi hamba Iblis juga, Anda harus membuat batas baginya. Sebab itu dia tidak membiarkan Anda pergi, kalaupun membiarkan Anda pergi, juga tidak memperbolehkan Anda pergi terlalu jauh. Kalaupun ia membiarkan Anda pergi, juga hanya mengizinkan yang muda dan kuat saja, yang lainnya masih tetap tinggal di Mesir. Firaun sangat hafal dengan perkataan dalam Matius pasal 6, "Di mana hartamu berada, di situ juga hatimu berada." Harta selalu bersatu dengan manusia. Dia mengetahui, kalau lembu dan domba ditinggalkan di sini, maka orang Israel tidak dapat berjalan jauh, tidak lama kemudian mereka pasti balik dan berjalan mengikuti lembu dan domba. Tetapi Allah menghendaki lembu dan domba yang mengikuti orang. Allah menghendaki kita beroleh selamat dalam hal harta benda.
Sebab itu, begitu Anda beroleh selamat, Anda harus keluar, harus pergi ke padang gurun, dan membawa semua orang dan semua harta benda Kalau tidak demikian, pasti akan tetap tinggal di Mesir dan tidak terpisah dari Mesir. Perintah Allah, "Orang yang melayani-Nya harus memisahkan diri dari dunia."
3. Jalan Kita Berada Di Padang Gurun
Jika hanya dengan mulut Anda mengaku Yesus itu Tuhan, hanya dengan mulut Anda mengatakan, hari ini saya telah percaya Tuhan, ini masih kurang. Anda masih harus keluar dari antara mereka, menjadi seorang yang memisahkan diri. Ini lebih maju setahap lagi daripada dengan mulut mengaku Yesus. Jangan menjadi orang Kristen yang bisu, tapi hanya dalam perkataan saja tidak cukup, Anda harus memisahkan diri terhadap orang dunia. Anda tidak dapat mempertahankan teman yang lama, Anda tidak dapat mempertahankan hubungan yang lama, Anda tidak dapat mempertahankan pertalian yang lama Anda harus nampak, hari ini saya menghargai kedudukan saya di hadapan Tuhan, saya harus menjauhi kedudukan saya yang lama. Manusianya harus keluar, hartanya juga harus keluar. Mungkin orang lain akan berkata, "Anda bodoh." Tetapi janganlah Anda mendengarkan perkataan itu. Hari ini juga saya harus keluar dari tempat itu. Sejak Anda dan saya menjadi orang Kristen, jalan kita selalu berada di padang gurun, bukan di Mesir.
Minggu ke-4 -- Rabu Doa baca: Ibr. 11:13
"Dalam iman mereka semua ini telah mati sebagai orang-orang yang tidak memperoleh apa yang dijanjikan itu, tetapi yang hanya dari jauh melihatnya dan melambai-lambai kepadanya dan yang mengakui, bahwa mereka adalah orang asing dan pendatang di bumi ini "
Dengan perkataan Perjanjian Baru, Mesir mewakili dunia, padang gurun juga mewakili dunia. Mesir mengacu kepada dunia moral, dunia yang bermakna moral; padang gurun mengacu kepada dunia material. Orang Kristen berada dalam dunia material, bukan berada dalam dunia moral. Kita harus nampak, dunia ada dua macam. Yang pertama mengacu kepada tempat (lokasi), yang lainnya mengacu kepada suatu susunan/sistem. Banyak perkara yang berhubungan dengan benda-benda material. Barang-barang yang indah, yang menyebabkan orang mempunyai keinginan mata, menyebabkan orang mempunyai keinginan daging, menyebabkan orang mempunyai keinginan bermewah-mewah, itu adalah Mesir. Dunia masih mempunyai makna yang lain, yaitu tempat kediaman, atau dunia material.
4. Harus Meninggalkan Dunia Moral
Hari ini orang Kristen adalah orang yang keluar dari sistematis dunia ini, keluar dari susunan dunia ini. Hari ini kita terlepas dari dunia, berarti terlepas dari dunia moral, bukan terlepas dari dunia material. Kita harus meninggalkan dunia moral, bukan meninggalkan lokasi dunia. Dengan kata lain, kita masih tetap di dalam dunia, tetapi dunia ini merupakan satu padang gurun bagi kita.
Terhadap kita, dunia itu apa? D.M. Panton pernah mengucapkan perkataan yang indah sekali, "Ketika aku hidup, dunia adalah satu jalan; ketika aku mati, dunia adalah satu kuburan." Bagi seorang imani yang hidup di bumi, dunia hanya merupakan satu jalan; ketika ia mati, dunia hanya merupakan satu kuburan, untuk mengubur dirinya. Setiap orang yang percaya Tuhan, harus memisahkan diri dari dunia. Dalam pandangan orang dunia, Anda adalah orang yang berada di padang gurun, Anda adalah pelancong. Merekalah baru orang yang benar-benar di dalam dunia.
5. Di dalam Dunia Kita Adalah Pendatang, Adalah Pelancong
Kita harus nampak, bahwa di dalam dunia ini, kita adalah pendatang, adalah orang asing. Dipandang dari sudut dunia moral kita adalah orang yang telah keluar. Mereka hendak menahan Anda tetap tinggal di sana; tetapi jika Anda tetap tinggal di sana, Anda tidak mungkin bisa melayani Allah. Mereka menghendaki kita lebih berdekatan dengan mereka; tetapi kalau sudah lebih dekat sedikit, Anda tidak mungkin bisa melayani Allah. Mereka menghendaki kita meninggalkan orang dan barang-barang kita di dunia; tetapi begitu barang-barang itu kita tinggalkan, kita tidak mungkin bisa melayani Allah.
Sebab itu, sejak hari ini, pandangan kita harus tertuju ke tanah yang dijanjikan. Kita telah terpisah dari Mesir. Dasar pemisahan ini adalah darah. Darahlah yang membeli Anda. Yang tidak dibeli oleh darah adalah orang Mesir; yang tidak mendapat penebusan adalah orang dunia. Yang tertebus, telah menjadi orang dalam dunia yang lain. Sebab itu, saya harus terlepas dari dunia ini.
Misalkan Anda pergi ke toko membeli sebuah arloji. Apa yang terjadi setelah Anda membeli arloji itu? Pada saat terjadi jual beli, tentu pada saat itu juga terjadi pemindahan tangan. Tidak mungkin setelah saya membeli arloji, lalu saya berkata kepada pemilik toko, pakailah arloji ini! Tidak mungkin demikian! Membeli berarti pindah tangan. Di mana terjadi jual beli, di situ juga terjadi pemindahan tangan. Hari ini saya membeli beras satu karung, beras itu pasti meninggalkan toko itu. Setelah dibeli lalu dibawa pergi. Ingatlah, darah telah membeli kita, maka kita harus meninggalkan dunia. Begitu seseorang dibeli oleh darah Tuhan, haruslah Ia menuju ke tanah yang dijanjikan. Membeli satu, pergi satu. Tidak ada seorang pun yang telah dibeli yang tidak keluar, begitu dibeli langsung keluar. Setelah seseorang dibeli, tidak dapat tidak berjalan mengikuti Tuhan. Jika saya telah dibeli oleh Tuhan, saya harus meninggalkan dunia dan berjalan mengikuti Tuhan.
Catatan:
Minggu ke-4 -- Kamis Doa baca: 2 Kor 5:15
"Dan Kristus telah mati untuk semua orang, supaya mereka yang hidup, tidak lagi hidup untuk dirinya sendiri, tetapi untuk Dia, yang telah mati dan telah dibangkitkan untuk mereka."
II. DI DALAM PERKARA APA MEMISAHKAN DIRI DARI DUNIA
Mungkin kalian ingin bertanya, "Kita harus keluar dari perkara apa saja? Perkara apa saja yang terhitung sebagai dunia? Atas perkara apa saja kita harus memisahkan diri dari orang dunia?" Sebelum membicarakan perkara ini, terlebih dulu kita harus nampak bahwa hati dan roh kita harus keluar dari dunia. Jika Anda ingin tetap hidup di dalam dunia, maka tidak perlu dibicarakan lagi kelanjutannya. Karena walaupun Anda telah melepaskan seratus perkara, tetapi Anda tetap di dunia, itu sedikit pun tidak ada gunanya. Sebab itu, manusia kita, roh dan hati kita harus terlebih dulu terlepas dari dunia, barulah perkara-perkara yang terhitung sebagai dunia menyusul terlepas.
Kita harus dengan mutlak keluar dari Mesir, terpisah dari dunia. Jangan takut orang lain mengatakan kita adalah orang yang "istimewa". Setelah itu, kita menarik satu prinsip untuk membereskan perkara-perkara itu. Dalam beberapa perkara saya harus mempunyai perbedaan dengan orang dunia. Dalam beberapa perkara saya harus mempertahankan kerukunan dengan orang dunia, bukan sengaja berselisih dengan orang lain. Baik di rumah, di kantor atau di mana saja, saya harus menjadi orang yang tidak ada sengketa dengan orang lain. Sekarang kita akan menyinggung lima hal:
1. Hal-hal yang Dianggap Orang Dunia
Tidak Patut Dilakukan Orang Kristen
Anda harus meninggalkan hal-hal yang dianggap orang dunia tidak patut dilakukan orang Kristen. Menjadi orang Kristen, tarafnya harus mulai dari penilaian orang dunia. Setiap orang dunia telah menentukan satu hukum, satu peraturan, satu standar bagi orang Kristen. Jika standar ini saja Anda belum bisa mencapainya, Anda terlalu kurang. Apa saja yang kita kerjakan, janganlah sampai ditegur oleh orang kafir, "Apakah orang Kristen juga mengerjakan perkara ini?" Kalau demikian, habislah harga diri Anda. Kalau Anda ditegur demikian, Anda tidak dapat berkutik lagi. Misalkan Anda berada di suatu tempat, dan orang kafir bertemu dengan Anda, lalu ia berkata, "Apakah Anda orang Kristen juga datang ke sini?" Banyak sekali tempat yang orang kafir kunjungi, jika Anda mengatakan tempat itu salah, mereka masih mendebat, tempat itu benar. Tetapi jika Anda juga pergi ke sana, mereka akan berkata, "Bolehkah Anda datang ke sini?" Ada beberapa perkara dosa, jika mereka yang melakukan, mereka tidak mengatakan apa-apa, tetapi jika Anda yang melakukan, mereka akan angkat suara. Sebab itu, perkara yang dianggap orang kafir tidak patut dilakukan, janganlah kita lakukan. Ini adalah permintaan yang minimum. Jika orang kafir menganggap hal itu tidak patut dilakukan oleh orang Kristen, kita harus meninggalkannya.
Ada beberapa orang muda telah beroleh selamat, tetapi orang tua mereka belum beroleh selamat. Ada kalanya di rumah anak-anak ini meminta sesuatu, lalu orang tua mereka menjawab, "Apakah kalian yang percaya Tuhan Yesus juga mau meminta barang-barang ini?" Kalau perbuatan orang Kristen dikoreksi oleh orang dunia, ini adalah perkara yang memalukan. Abraham berdusta, lalu dicela oleh Abimelek, dalam Alkitab hal ini adalah perkara yang paling memalukan. Sebab itu, hal-hal yang dianggap orang kafir tidak patut kita lakukan, yang dianggap orang dunia tidak patut kita lakukan, tidak boleh kita lakukan. Kita harus mempunyai perbedaan atau pemisahan diri.
Apakah Dansa Bisa Bersaksi Bagi Tuhan
Ada seorang perempuan muda, dalam sidang pemberitaan Injil tergerak dan percaya Tuhan. Ia bertanya, "Apakah saya harus melepaskan berdansa?" Ada orang berbalik bertanya kepadanya, "Apakah Anda dalam berdansa bisa bersaksi bagi Kristus?" Tetapi ia tetap bersikeras untuk berdansa, ketika bertemu dengan pasangan dansanya yang pertama lalu bertanya, "Apakah Anda seorang Kristen?" Jawabnya, "Pertanyaan Anda sungguh berarti sekali, saya bukan orang Kristen!" Pasangan dansanya bertanya kepadanya, "Apakah Anda orang Krisen?" Ia menjawab, "Ya." Pasangan dansa itu berkata, "Mengapa Anda datang ke sini, untuk apa Anda datang ke sini?" Pertanyaan ini membuat dia salah tingkah. Sejak itu perempuan muda itu tidak lagi pergi berdansa. Apakah setiap perkara dalam penghidupan sehari-hari kita bisa bersaksi bagi Tuhan?
Minggu ke-4 -- Jumat Doa baca: Gal. 6:14
"Tetapi aku sekali-kali tidak mau bermegah, selain dalam salib Tuhan kita Yesus Kristus, sebab olehnya dunia telah disalibkan bagiku dan aku bagi dunia."
2. Perkara yang Tidak Selaras dalam Hubungan Kita dengan Tuhan
Segala perkara yang membuat hubungan antara Anda dengan Tuhan tidak selaras, itupun harus dikesampingkan. Ketika Tuhan di bumi, Ia dihina, dipermalukan, maka kita di sini tidak bisa mencari kemuliaan. Tuhan di bumi adalah seorang yang tersalib seperti perampok, kita tidak dapat menjadi seorang yang dielu-elukan. Tuhan kita di bumi difitnah sebagai kerasukan setan, kita tidak dapat dinilai oleh orang, bahwa kita paling pandai, paling terbuka, pikiran kita paling baik. Jalan yang Tuhan tempuh adalah jalan yang perlu kita tempuh juga. Sebab itu, segala hal yang tidak selaras dengan Tuhan, harus kita kesampingkan.
Galatia 6:14 memperlihatkan kepada kita, salib berdiri di antara dunia dan Tuhan. Di pihak sini adalah Tuhan, di pihak sana adalah dunia; di tengah-tengah adalah salib. Sikap kita terhadap dunia adalah menggunakan salib. Ketika Anda nampak salib, Anda dapat berkata, aku memegahkan salib, "Sebab olehnya dunia telah disalibkan bagiku dan aku bagi dunia." Dunia berkebalikan dengan salib, dunia juga berkebalikan dengan Tuhan kita. Sebab itu, jika hati Anda terbuka, di hadapan Allah tidak degil, begitu Anda datang ke hadapan Tuhan, perbedaan dunia dengan salib dengan sendirinya menjadi jelas. Apa pun yang tidak berdiri di pihak Tuhan, apapun yang berkebalikan dengan kedudukan Tuhan, adalah dunia yang harus kita tinggalkan.
3. Segala Perkara yang Membuat Hayat Rohani Kita Padam
Apakah dunia? Kita sulit menyebutnya satu persatu, karena tidak akan habis kita sebutkan. Tetapi kita dapat memegang satu prinsip dasar, "Segala perkara yang membuat hayat rohani Anda padam di hadapan Tuhan, itulah dunia." Jika ada satu perkara bisa membuat Anda tidak bergairah berdoa di hadapan Allah, itulah dunia. Jika ada satu perkara bisa membuat Anda tidak senang membaca firman Allah, itulah dunia. Jika ada satu perkara yang membuat Anda di hadapan orang tidak dapat membuka mulut untuk bersaksi, itulah dunia. Jika ada satu perkara bisa membuat Anda merasa ada sekatan dengan Tuhan, sehingga Anda perlu mengaku dosa, itulah dunia. Dunia adalah suatu suasana; suasana itu menyebabkan kita dingin, menyebabkan kita mundur, menyebabkan hati kita yang mengasihi dan memikirkan Tuhan menjadi dingin. Jadi, kita dapat memperoleh satu prinsip umum, yaitu segala sesuatu yang dapat membuat keadaan rohani kita padam di hadapan Allah, itulah dunia. Itu harus dibuang.
Misalnya terhadap suatu perkara, yang dalam anggapan orang lain bukan dosa, apakah itu terhitung perkara dunia? Banyak urusan yang menurut pandangan manusia sangat baik, tetapi setelah Anda melakukannya beberapa kali, api di dalam Anda tidak lagi berkobar, hati nurani Anda di hadapan Allah menjadi lemah. Setelah Anda melakukan perkara tertentu, pembacaan Alkitab Anda menjadi tawar. Bukan tidak ada waktu, melainkan tidak ada selera untuk membaca. Setelah Anda melakukan perkara tertentu, Anda tidak dapat bersaksi di depan orang, di dalam Anda merasa kosong. Jadi, masalahnya bukan dosa atau tidaknya, melainkan perkara itu menyebabkan hayat rohani padam atau tidak. Segala sesuatu yang dapat menyebabkan hayat rohani Anda padam adalah dunia, di hadapan Allah kita harus menolaknya.
Catatan:
Minggu ke-4 -- Sabtu Doa baca: 1 Kor. 6:12
"Segala sesuatu halal bagiku, tetapi bukan semuanya berguna. Segala sesuatu halal bagiku, tetapi aku tidak membiarkan diriku diperhamba oleh suatu apapun "
4. Segala Perkara yang Membuat Kita
Tidak Dapat Menyatakan Bahwa Kita Adalah Orang Kristen
Masih ada satu perkara yang harus disinggung, yaitu hubungan masyarakat. Segala pergaulan dalam masyarakat, berteman atau berpesta-pora yang bisa membuat kita menaruh pelita kita di bawah gantang, itulah dunia. Banyak pergaulan, pesta-pora dan hubungan masyarakat, yang dapat menyebabkan Anda harus menaruh pelita di bawah gantang dan tidak dapat menyatakan bahwa Anda adalah orang Kristen. Ketika mereka berbicara, Anda harus berpura-pura mempunyai sopan santun, mendengarkan dan tersenyum. Perasaan batin Anda tertekan, tetapi wajah tetap tersenyum; batin merasakan ini adalah dunia, lahir tetap menyatakan setuju; batin merasakan ini adalah dosa, lahir tetap harus mengatakan ini benar. Anda tidak seharusnya berhubungan dengan orang-orang dalam keadaan demikian. Banyak anak Allah, karena dalam pergaulan masyarakat, dalam hubungan antar manusia tidak dapat membedakan dengan jelas, akhirnya sedikit demi sedikit terseret ke dalam dunia.
Sebab itu, saudara-saudari yang baru percaya, begitu Anda menjadi orang Kristen, Anda harus jelas terhadap kedudukan diri Anda, Anda harus memilih. Kita bukannya dengan sengaja tidak berhubungan dengan orang lain. Kita bukan Yohanes pembaptis, tidak makan dan tidak minum; kita adalah orang-orang yang mengikuti Tuhan, makan dan minum. Tetapi ketika kita berhubungan dengan orang lain, kita harus mempertahankan kedudukan kita. Orang lain tidak dapat melanggar kedudukan kita sebagai orang Kristen, orang hanya dapat menghormati kedudukan kita sebagai orang Kristen. Ketika saya berdiri pada kedudukan sebagai orang Kristen, mungkin juga harus dicela oleh orang lain, tetapi saya harus tetap berdiri pada kedudukan itu.
Sebab itu, jika kita sungguh-sungguh mau menempuh jalan yang berlainan dengan dunia, kita harus berhati-hati setiap kali berhubungan dengan orang lain. Dalam hubungan itu kita harus dapat menyatakan kedudukan kita sebagai orang Kristen. Jika kita tidak dapat menyatakan kedudukan kita sebagai orang Kristen, lebih baik kita tinggalkan hubungan itu. Sebab itulah dalam Mazmur pasal 1 dikatakan, "Tidak berdiri di jalan orang berdosa, dan tidak duduk dalam kumpulan pencemooh." Kalau Anda berdiri di jalan orang berdosa, cepat atau lambat, Anda akan sampai pada tempat dosa itu. Jika Anda duduk dengan orang pencemooh, cepat atau lambat Anda pasti tertular olehnya. Dosa dan cemooh itu dapat menular, kita harus belajar menjauhkan diri dari perkara-perkara tersebut, seperti menjauhkan diri dari penyakit menular.
5. Hal-hal yang Dianggap Tidak Dapat Dilakukan
oleh Kaum Imani yang Lemah
Masih ada satu perkara, yaitu apa saja yang Anda lakukan, jika itu menyebabkan jatuhnya orang yang lemah hati nuraninya, itupun dunia; anak-anak Allah harus belajar meninggalkannya. Di depan telah kita singgung perkara yang dianggap oleh orang dunia tidak patut dilakukan oleh orang Kristen, sekarang kita singgung perkara-perkara yang dalam anggapan orang-orang Kristen yang paling dangkal, tidak patut kita lakukan. Jika orang kafir menganggap perkara ini tidak patut kita lakukan, tetapi Anda melakukannya, itu berarti Anda telah kehilangan kesaksian. Jika orang Kristen yang paling dangkal, paling lemah, menganggap perkara ini tidak patut kita lakukan, Anda tidak seharusnya melakukannya. Ini adalah perintah dalam Alkitab. Perkara-perkara yang tidak patut dilakukan itu bukan dikatakan oleh orang Kristen yang kuat, melainkan oleh orang Kristen yang lemah. Belum tentu komentar mereka terhadap perkara itu benar; yang mereka katakan tidak patut dilakukan, mungkin sebenarnya patut. Tetapi karena hati nurani mereka lemah, Anda tidak boleh menjadi batu sandungan bagi mereka. Mereka menganggap Anda berada pada jalan yang salah. Kalau Anda tetap melakukannya, Anda akan menjatuhkan mereka. Paulus mengatakan, "Segala sesuatu halal bagiku, tetapi bukan semuanya berguna." (1 Korintus 6:12). Segala sesuatu halal, tetapi perkara yang mereka anggap dunia, jangan Anda lakukan demi faedah mereka
Minggu ke-5 – Minggu Doa baca: 2 Kor 6:17-18
"Sebab itu: Keluarlah kamu dari antara mereka, dan pisahkanlah dirimu dari mereka, firman Tuhan, dan janganlah menjamah apa yang najis, maka Aku akan menerima kamu. Dan Aku akan menjadi Bapamu, dan kamu akan menjadi anak-anak-Ku laki-laki dan anak-anak-Ku perempuan, demikianlah firman Tuhan, Yang Mahakuasa."
III. KELUAR DARI DUNIA,
KITA AKAN DITERIMA OLEH TUHAN YANG MAHAADA
Dalam 2 Korintus 6:17-18 Tuhan berfirman kepada kita, "Keluarlah kamu dari antara mereka, dan pisahkanlah dirimu dari mereka, firman Tuhan, dan janganlah menjamah apa yang najis, maka Aku akan menerima kamu. Dan Aku akan menjadi Bapamu, dan kamu akan menjadi anak-anak-Ku laki-laki dan anak-anak-Ku perempuan, demikianlah firman Tuhan, Yang Mahakuasa."
Seluruh Perjanjian Baru, sampai 2 Korintus pasal 6 barulah pertama kali mengatakan "Tuhan Yang Mahakuasa". Tuhan Yang Mahakuasa ini seharusnya adalah "Elshadai". "El" berarti "Allah", "sha" berarti "dada" atau "buah dada ibu", "Shadai" berarti "mempunyai susu". Di dalam bahasa Ibrani, arti shadai adalah "Mahaada". Istilah "Allah Yang Mahakuasa" dalam Perjanjian Lama, semuanya adalah "Elshadai", seharusnya diterjemahkan "Allah Yang Mahaada". Susu ibu adalah keperluan bagi anak bayi. Dada ibu mempunyai susu, berarti segala kebutuhan Anda dapat disuplai dari sini. Akar kata "shadai" adalah "dada ibu", artinya "apa saja ada".
Dalam 2 Korintus 6:17 mengatakan, jika kamu keluar dari mereka, tidak menyentuh barang-barang yang najis dari mereka, Aku akan menerima kamu. Aku akan menjadi Bapamu, dan kamu akan menjadi anak-anak-Ku laki-laki dan anak-anak-Ku perempuan. Inilah firman Tuhan yang Mahaada. Apakah Anda nampak, ini bukanlah kata-kata di bibir saja. Tuhan seolah berkata, "Kamu meninggalkan demikian banyak hal bagi-Ku, memisahkan diri dari mereka, keluar dari antara mereka, memutuskan hubungan dengan mereka, tidak menjamah apa yang najis, kedua tanganmu sudah kosong, apa saja tidak ada. Ketika kamu berbuat demikian, Aku akan menerima kamu." Ingatlah, orang yang merasa dirinya diterima oleh Tuhan, adalah orang yang telah memisahkan diri dari dunia. Banyak orang di hadapan Tuhan tidak merasakan Tuhan itu mustika, karena tidak melepaskan segala sesuatu dan menganggapnya sampah. Jika tidak mengganggap segala sesuatu itu sampah, tentu memustikakannya. Orang yang demikian tidak tahu bahwa Allah adalah Bapa kita, kita adalah anak-anak-Nya. Juga tidak mengetahui bahwa yang berkata demikian adalah Tuhan yang Mahaada. Apakah Anda melihat keistimewaan "shadai" di sini? Sampai di sinilah kata shadai baru berguna. Karena segalanya telah kubuang, sekarang aku memerlukan "shadai", aku memerlukan satu Bapa, Dialah Yang Mahaada.
Sebab itu ada Mazmur yang memberitahu kita, ketika orang tua meninggalkan aku, maka Yehovah menerima aku. Dia menjadi Bapaku. Dalam Mazmur ada sepatah kata lagi, "Ketika hati dan tenagaku lemah, Tuhanlah menjadi tenaga di dalam hatiku" (Mazmur 73:25 Tl.). Ketahuilah, justru di sinilah mustikanya: Anda di pihak sana harus membuang, barulah di pihak sini mendapatkan. Setelah orang buta itu diusir keluar dari rumah ibadah barulah ia bisa bertemu dengan Tuhan. Jika Anda tetap di dalam rumah ibadah, Anda tidak akan bertemu dengan Tuhan. Ketahuilah, jika kita diusir, kita pasti melihat berkat Tuhan di atas diri kita.
Sebab itu, orang-orang yang baru beroleh selamat seharusnya keluar dari dunia, barulah dapat merasakan kemesraan dan kemanisan Tuhan. Di sebelah sana membuang, di sebelah sini mengecap rasa Tuhan.
Catatan: