← Daftar isi Makna Baptisan (1) · bab 2/8

KESELAMATAN SEISI KELUARGA

Minggu ke-2 – Senin Doa baca: Kis. 16:31

"Jawab mereka: Percayalah kepada Tuhan Yesus Kristus dan engkau akan selamat, engkau dan seisi rumahmu:"

I. JANJI KESELAMATAN YANG ALLAH BERIKAN

ADALAH SATUAN KELUARGA

Janji keselamatan yang Allah berikan kepada kita adalah satuan keluarga, bukan perorangan. Kalau saudara saudari yang baru beriman sejak mula pertama sudah memahami hal ini, ia akan terhindar dari banyak kesulitan, dan akan beroleh banyak faedah. Sebab satuan keselamatan Allah bukan perorangan, melainkan keluarga.

Ketika Alkitab membicarakan tentang hidup yang kekal, satuannya adalah perorangan bukan keluarga. Tetapi tentang keselamatan, dikaruniakan keluarga demi keluarga; satuannya sungguh-sungguh adalah keluarga. Kita harus memakai sedikit waktu untuk membaca beberapa ayat, dan kita akan mengetahui dengan jelas betapa keselamatan adalah masalah keluarga demi keluarga. Dengan demikian, kita boleh datang dan memohon kepada Allah sesuai dengan firmanNya itu; tidak saja untuk diri sendiri, juga untuk keluarga kita. Kita datang kepada Allah dan mohon Allah menepati janji-Nya.

Aku mempunyai satu harapan, yakni semoga anak-anak yang lahir di tengah-tengah kita, jangan sampai kita membuang waktu di kemudian hari untuk menyelamatkan dan menolong mereka dari dunia. Banyak orang yang secara jasmani terlahir dalam keluarga kita, secara rohani pun seharusnya terlahir dalam keluarga kita. Janganlah kita setahun demi setahun kehilangan mereka, lalu setahun demi setahun menyelamatkan mereka lagi. Jangan kita hanya melahirkan mereka ke dalam dunia, kita pun harus membawa mereka ke hadapan Tuhan.

Jika saudara saudari dapat melihat jalan ini dengan tepat, maka berapa banyaknya anak yang kita miliki, sebanyak itu pula orang yang beroleh selamat. Tuhan telah menyerahkan mereka ke dalam tangan kita, bila mereka tidak beroleh selamat, kita tak dapat membiarkan mereka keluar. Kalau kita harus menyelamatkan mereka lagi dari luar, banyak waktu yang akan kita habiskan. Semua ikan kecil yang dilahirkan ikan besar, haruslah berdiri di pihak kita, jangan biarkan mereka pergi ke laut, setelah sejangka waktu kemudian baru ditangkap lagi. Dapat tidaknya generasi kedua gereja berlangsung terus, tergantung pada apakah anak-anak yang kita lahirkan dimiliki Tuhan atau tidak.

Kuharap saudara saudari nampak pentingnya hal ini. Ada tidaknya jalan bagi gereja generasi berikutnya di belakang kita, tergantung ada tidaknya kita membawa anak-anak yang lahir di antara kita sendiri ke hadapan Tuhan. Kalau anak-anak yang kita lahirkan hilang semua, mungkin tak lama lagi lenyaplah semua generasi kedua kita itu. Sebaliknya, jika generasi demi generasi, anak-anak yang lahir di antara kita itu dapat berdiri dengan teguh, kemudian ditambah lagi dengan orang dari luar, tentu jumlah kita akan bertambah, dan gereja pun akan menjadi kuat. Janganlah lahir satu hilang satu, melainkan lahir satu dilahir-ulangkan pun satu, begitu baru benar.

CONTOH-CONTOH DALAM ALKITAB

A. Ditinjau dari Perjanjian Lama

1. Seisi Keluarga Masuk ke Dalam Bahtera

Kejadian 7:1 — "Lalu berfirmanlah TUHAN kepada Nuh: Masuklah ke dalam bahtera itu, engkau dan seisi rumahmu."

1 Petrus 3:20 -- "…..yaitu delapan orang, yang diselamatkan oleh air bah itu."

Bahtera bukan untuk perorangan, melainkan untuk keluarga. Pada pasal sebelumnya dikatakan, bahwa ada seorang yang benar di hadapan Allah, yaitu Nuh. Alkitab tidak mengatakan anak-anak dan menantu-menantu Nuh orang benar, hanya Nuh seorang yang dikatakan benar oleh Allah. Tetapi, ketika Allah menyediakan keselamatan bagi Nuh, Ia menyuruh Nuh masuk ke dalam bahtera beserta seisi keluarganya. Maka masuk ke dalam bahtera satuannya ialah keluarga, bukan seorang pribadi.

Orang yang baru beriman harus membawa semua anggota keluarganya masuk ke dalam bahtera. Anda boleh berkata kepada Tuhan, “Tuhan, aku telah percaya kepadaMu, tetapi Engkau mengatakan, bahwa seisi keluargaku boleh masuk ke dalam bahtera. Tuhan, sekarang mohon Engkau memasukkan seisi keluargaku ke dalam bahtera." Allah pasti menghormati iman Anda yang demikian.

Catatan:

Minggu ke-2 – Selasa Doa baca: Kel. 12:3

"Katakanlah kepada segenap jemaah Israel: Pada tanggal sepuluh bulan ini diambillah oleh mesing-masing seekor anak domba, menurut kaum keluarga, seekor anak domba untuk tiap-tiap rumah tangga "

2. Seisi Keluarga Menerima Sunat

Kejadian 17:12-13 -- "Anak yang berumur delapan hari haruslah disunat, yakni setiap laki-laki di antara kamu, turun-temurun: baik yang lahir di rumahmu, maupun yang dibeli dengan uang dari salah seorang asing, tetapi tidak termasuk keturunanmu. Orang yang lahir di rumahmu dan orang yang engkau beli dengan uang harus disunat; maka dalam dagingmulah perjanjianKu itu menjadi perjanjian yang kekal"

Allah memanggil Abraham dan berjanji akan membuatnya menjadi umatNya. Dan sunat itulah sebagai tanda bukti perjanjian Allah dengan Abraham. Barangsiapa yang disunat, ialah umat Allah; dan barangsiapa tidak disunat, ia bukan umat Allah. Tetapi Allah berkata kepada Abraham, kau beserta seisi rumahmu harus disunat. Orang yang lahir di rumahmu dan yang dibeli, semua harus disunat. Maka janji sunat bukan diberikan kepada Abraham seorang, melainkan kepada seisi keluarganya. Jadi satuan sunat adalah keluarga. Janji Allah ditujukan kepada keluarga Abraham, bukan hanya kepada Abraham seorang.

3. Seekor Anak Domba Paskah Untuk Sekeluarga

Keluaran 12:3,7 -- "Katakanlah kepada segenap jemaah Israel: Pada tanggal sepuluh bulan ini diambillah oleh masing-masing seekor anak domba, menurut kaum keluarga, seekor anak domba untuk tiap-tiap rumah tangga." "Kemudian dari darahnya haruslah diambil sedikit dan dibubuhkan pada kedua tiang pintu dan pada ambang atas, pada rumah- rumah di mana orang memakannya."

Anak domba hari Paskah jelas diperuntukkan bagi keluarga, bukan seorang. Di sini Anda nampak betapa pentingnya keluarga di hadapan Allah. Anak domba hari Paskah adalah masalah keluarga, bukan masalah perorangan. Bukan seorang menyembelih seekor anak domba, melainkan keluarga menyembelih seekor anak domba. Darahnya dibubuhkan pada kedua tiang pintu, sehingga seisi keluarga dapat terlindung; dan malaikat maut hanya melewatinya saja, tidak memasuki rumah itu.

Ada satu perkara yang sangat mengherankan, yaitu keselamatan yang disediakan Tuhan Yesus Kristus bukan kepada seorang saja, melainkan juga untuk keluarga, ibarat anak domba Paskah. Kalau Anda seorang yang makan, maka yang diperoleh hanya Anda seorang. Tetapi kalau keluarga Anda yang makan, maka keluarga Anda pulalah yang diperoleh. Beroleh selamat adalah masalah keluarga, seperti halnya makan anak domba, dan membubuhi darah; semua itu adalah bersama-sama keluarga.

4. Sekeluarga Beroleh Jabatan Imam

Jabatan imam yang Allah janjikan juga merupakan masalah keluarga, bukan masalah perorangan. Kitab Bilangan 18:1 mengatakan, "TUHAN berfirman kepada Harun: Engkau ini dan anak-anakmu beserta seluruh sukumu haruslah menanggung akibat setiap kesalahan terhadap tempat kudus." Kata "sukumu" menurut bahasa aslinya seharusnya diterjemahkan "keluargamu."

Bilangan 18:11 -- "dan inipun adalah bagianmu: Persembahan khusus dari pemberian mereka yang lain, termasuk segala persembahan unjukan orang Israel; semuanya itu Kuberikan kepadamu dan kepada anak-anakmu laki-laki dan perempuan bersama-sama dengan engkau; itulah suatu ketetapan untuk selama-lamanya. Setiap orang yang tahir dari seisi rumahmu boleh memakannya."

Lihatlah, semua persembahan diberikan Allah kepada keluarga Harun, bukan untuk Harun seorang, sebab keluarganya yang diterima Allah. Ingatlah, imam itu bukan dijabat oleh Harun seorang, melainkan oleh sekeluarganya. Jadi satuan jabatan imam mutlak adalah sekeluarga.

Catatan:

Minggu ke-2 – Rabu Doa baca: Yos 6:17

"Dan kota itu dengan segala isinya akan dikhususkan bagi TUHAN untuk dimusnahkan; hanya Rahab, perempuan sundal itu, akan tetap hidup, ia dengan semua orang yang bersama-sama dengan dia dalam rumah itu, karena ia telah menyembunyikan orang suruhan yang kita suruh "

5. Seisi Keluarga Beroleh Selamat

Yosua 2:19 - "Setiap orang yang keluar nanti dari pintu rumahmu, harus sendiri menanggung akibatnya, kalau darahnya tertumpah, dan kami tidak bersalah; tetapi siapa pun juga yang ada di dalam rumahmu, jika ada orang yang menciderainya, kamilah yang menanggung akibat pertumpahan darahnya."

Yosua 6:17 - "Dan kota itu dengan segala isinya akan dikhususkan bagi TUHAN untuk dimusnahkan; hanya Rahab, perempuan sundal itu, akan tetap hidup, ia dengan semua orang yang bersama-sama dengan dia dalam rumah itu, karena ia telah menyembunyikan orang suruhan yang kita suruh."

Di sini kita nampak Rahab juga beroleh selamat beserta seisi keluarganya. Sebab apa? Sebab ia menerima orang suruhan itu. Ketika ia menerima orang suruhan itu, Allah memberikan satu tanda, yaitu mengikat seutas tali dari benang kirmizi pada jendela rumahnya. Barangsiapa yang berada dalam rumah yang ada tali dari benang kirmizi tersebut, satu pun tiada yang terbunuh, sedang seluruh penduduk kota Yerikho harus dimusnahkan. Benang kirmizi adalah keselamatan, dan keselamatan benang kirmizi itu menyelamatkan Rahab serta keluarganya, bukan menyelamatkan dia seorang.

6. Seisi Keluarga Mendapatkan Berkat

Dua Samuel 6:11 - "Tiga bulan lamanya tabut Tuhan itu tinggal di rumah Obed-Edom, orang Gad itu, dan TUHAN memberkati Obed-Edom dan seisi rumahnya."

Anda lihat bahwa satuan berkat Tuhan dalam Perjanjian Lama juga keluarga. Tabut tinggal di rumah Obed-Edom, Tuhan lalu memberkati seisi rumahnya. Maka satuan berkat ialah seisi keluarga, bukan seorang pribadi.

Anak-anak Allah, khususnya yang menjadi kepala keluarga, harus nampak di hadapan Allah, yaitu satuan perlakuan Allah terhadap manusia selalu adalah keluarga. Bila Anda tak mengerti hal ini, entah Anda akan kehilangan berapa berkat. Kalau Anda sebagai kepala keluarga, Anda harus berpegang pada prinsip ini. Anda harus berkata, 'Tuhan, Engkau telah berfirman bahwa perlakuanMu bukan hanya untuk aku seorang, melainkan juga untuk seisi rumahku, maka kiranya Engkau menyelamatkan seisi keluargaku."

Tidak saja kepala keluarga yang harus berpegang pada prinsip ini, orang lain pun harus bermohon untuk keluarga ayahnya. Rahab bukan kepala keluarga, ia masih mempunyai ayah. Tetapi karena Rahab berpegang pada Allah, maka sekeluarga ayahnya juga beroleh berkat. Maka kalau Anda seorang kepala keluarga, itu paling baik, sebab Anda bisa berbicara di hadapan Allah sebagai wakil seluruh keluarga. Tapi walau Anda bukan kepala keluarga, Anda pun boleh berbuat seperti Rahab, yaitu berbicara dalam iman bagi keluarganya itu, “Tuhan, semoga Kau memimpin keluargaku agar keluargaku datang ke hadiratMu, menerima kasih karunia dan berkatMu."

7. Seisi Keluarga Bersukacita

Ulangan 12:7 -- "Di sanalah kamu makan di hadapan TUHAN, Allahmu, dan bersukaria, kamu dan seisi nanahmu, karena dalam segala usahamu engkau diberkati oleh TUHAN Allahmu." Anda beserta seisi rumah Anda dapat menerima berkat Allah dan bersukaria di sana.

Ulangan 14:26 – “Dan haruslah engkau membelanjakan uang itu untuk segala yang disukai hatimu, untuk lembu sapi atau kambing domba, untuk anggur atau minuman yang memabukkan, atau apapun yang diingini hatimu dan haruslah engkau makan di sana di hadapan TUHAN AILahmu dan bersukaria, engkau dan seisi rumahmu."

Nampakkah Anda? Allah berjanji kepada umat Israel, bahwa kelak mereka akan makan minum dan bersukaria di hadapan Allah keluarga demi keluarga. Dengan kata lain, satuan berkat adalah keluarga, bukan seorang pribadi.

Minggu ke-2 -- Kamis Doa baca: Kis 16:34

"Lalu ia membawa mereka ke rumahnya dan menghidangkan makanan kepada mereka. Dan ia sangat bergembira, bahwa ia dan seisi rumahnya telah menjadi percaya kepada Allah."

B. Ditinjau dari Perjanjian Baru

Bagaimanakah dalam Perjanjian Baru? Kalau dalam Perjanjian Lama berkat-berkat itu diperoleh sekeluarga demi sekeluarga, maka dalam Perjanjian Baru juga demikian.

1. Zakheus dan Seisi Keluarga

Lukas 19:9 - "Kata Yesus kepadanya: Hari ini telah terjadi keselamatan kepada rumah ini." Perjanjian Baru juga mengumumkan asas yang serupa, sungguh ajaib sekali. Mungkin ada orang memberitakan Injil selama 20 tahun, selalu mengatakan bahwa keselamatan dikaruniakan kepada perorangan. Akan tetapi, di sini Tuhan mengatakan, bahwa keselamatan terjadi kepada rumah (keluarga) ini.

Maka ketika Anda memberitakan Injil, Anda harus memperhatikan keselamatan keluarga, jangan hanya mengharapkan keselamatan perorangan. Jika Anda benar-benar percaya dan berharap demikian, pekerjaan ini akan mengalami perubahan besar. Hal ini mutlak tergantung pada iman dan harapan Anda. Kalau Anda mengharap orang datang satu persatu, ia akan datang satu persatu, tetapi kalau Anda percaya orang akan datang sekeluarga demi sekeluarga, mereka akan datang sekeluarga demi sekeluarga. Lingkupan keselamatan Allah ialah keluarga. Janganlah Anda menciutkan lingkupan itu.

2. Pegawai Istana dan Keluarganya

Yohanes 4:53 -- "Maka teringatlah ayah itu, bahwa pada saat itulah Yesus berkata kepadanya: "Anakmu hidup." Lalu ia pun percaya, ia dan seluruh keluarganya."

Dalam kisah ini, yang beroleh kesembuhan hanya seorang, yaitu anak pegawai istana. Namun Alkitab mencatat bahwa ia pun percaya, ia dan seluruh keluarganya. Maka di hadapan Allah kita boleh berpegang pada asas ini. Walaupun yang langsung beroleh kasih karunia hanya seorang anak, tetapi seluruh keluarga telah berubah dan percaya kepada Tuhan. Beroleh buah-buah yang sehebat inilah yang menjadi permintaan dan harapan kita.

3. Kornelius dan Keluarganya

Kisah Para Rasul 10:2 -- "Ia saleh, ia serta seisi rumahnya takut akan Allah dan ia memberi banyak sedekah kepada umat Yahudi dan senantiasa berdoa kepada Allah."

Kisah Para Rasul 11:14 - "Ia akan menyampaikan suatu berita kepada kamu, yang akan mendatangkan keselamatan bagimu dan bagi seluruh isi rumahmu."

Kornelius beroleh selamat bukan seorang diri, melainkan seluruh isi rumahnya. Kornelius mengundang kerabat dan handai-taulannya datang untuk mendengarkan perkataan Petrus. Setelah Petrus berbicara, semua orang dalam keluarganya menerima Tuhan, dan Roh Kudus lalu turun ke atas mereka semua.

4. Lidia dan Keluarganya

Kisah Para Rasul 16:15 - "Sesudah ia dibaptis bersama-sama dengan seisi rumahnya." Rasul memberitakan Injil kepada keluarga Lidia, dan mereka seisi keluarga percaya serta dibaptis bersama.

5. Kepala Penjara Sekeluarga

Kisah Para Rasul 16:31 - "Jawab mereka: "Percayalah kepada Tuhan Yesus Kristus dan engkau akan selamat, engkau dan seisi rumahmu." Ayat ini adalah salah satu ayat yang terkenal dalam kalangan agama Kristen. "Percayalah kepada Tuhan Yesus Kristus dan engkau akan selamat, engkau dan seisi rumahmu." Firman Allah tidak mengatakan, "Percayalah kepada Tuhan Yesus, dan engkau akan beroleh hidup kekal, engkau dan seisi rumahmu”, melainkan, "Percayalah kepada Tuhan Yesus dan engkau akan selamat, engkau dan seisi runahmu"

Gereja di Filipi dimulai dari seorang kepala penjara. Paulus berkata, "Percayalah kepada Tuhan Yesus Kristus dan engkau akan selamat, engkau dan seisi rumahmu." Ayat 34 -- "Lalu ia membawa mereka ke rumahnya dan menghidangkan makanan kepada mereka. Dan ia sangat bergembira, bahwa ia dan seisi rumahnya telah menjadi percaya kepada Allah"

Di sini kalian lihat sungguh baik sekali. Pada mulanya janji ini hanya diberikan kepada sang kepala penjara seorang, tiada orang lain yang mendengar kata-kata, "Percayalah kepada Tuhan Yesus dan engkau akan selamat, engkau dan seisi rumahmu." Tetapi kepala penjara itu membawa keluarganya dan meminta Paulus memberitakan Injil kepada mereka, segera setelah itu mereka semuanya memberi diri untuk dibaptis. Selanjutnya kepala penjara itu membawa mereka ke rumahnya dan menghidangkan makanan kepada mereka Dan akhirnya ia sangat bergembira, bahwa ia dan seisi rumahnya telah percaya kepada Allah.

Catatan:

Minggu ke-2 -- Jumat Doa baca: Luk. 10:5-8

"Kalau kamu memasuki suatu rumah, katakanlah lebih dahulu: Damai sejahtera bagi rumah ini. Dan jikalau di situ ada orang yang layak menerima damai sejahtera, maka salammu itu akan tinggal atasnya. Tetapi jika tidak, salammu itu kembali kepadamu °

6. Krispus dan Keluarganya

Kisah Para Rasul 18:8 — "Tetapi Krispus, kepala rumah ibadat itu, menjadi percaya kepada Tuhan bersama-sama dengan seisi rumahnya …. dan memberi diri mereka dibaptis."

Dalam Alkitab ada contoh orang percaya kepada Tuhan secara pribadi, ada pula contoh orang percaya kepada Tuhan secara keluarga. Lihatlah kasih karunia Allah mudah sekali dilimpahkan atas keluarga. Krispus percaya pada Tuhan bersama sekeluarga dan memberi diri mereka dibaptis.

7. Janji Pentakosta adalah untuk Kamu Beserta Anak-anakmu

Kisah Para Rasul 2:39 -- "Sebab bagi kamulah janji itu dan bagi anak-anakmu dan bagi orang yang masih jauh, yaitu sebanyak yang akan dipanggil oleh Tuhan Allah kita."

Janji Pentakosta ialah dosa manusia bisa memperoleh pengampunan, dan manusia bisa menerima Roh Kudus. Ini adalah bagi "kamu" dan "anak-anak"-mu; bukan hanya bagi "kamu" saja. Maka khususnya bagi para kepala keluarga, haruslah berpegang pada janji ini di hadapan Allah: "O Tuhan, janjiMu adalah bagi kami dan anak-anak kami, tidak seharusnya hanya aku seorang saja yang menerima, semoga anak-anakku pun menerimanya."

8. Damai Sejahtera Bagi Rumah Ini

Lukas 10:5-6 -- "Kalau kamu memasuki suatu rumah, katakanlah lebih dahulu: Damai sejahtera bagi rumah ini. Dan jikalau di situ ada orang yang layak menerima damai sejahtera, maka salammu itu akan tinggal atasnya. Tetapi jika tidak, salammu itu kembali kepadamu."

Tuhan berkata, ketika seorang pergi memberitakan Injil, dan ia masuk ke suatu rumah, ia harus berkata, "Damai sejahtera bagi rumah ini!" Ini memperlihatkan kepada kita, bahwa damai sejahtera Allah diberikan kepada orang dengan satuan keluarga, bukan diberikan kepada seorang saja. Kalau dalam rumah itu ada seorang yang layak menerima damai sejahtera, maka salam itu pasti akan tinggal atas keluarga itu.

Ayat ini sangatlah jelas. Satuan perlakuan Allah terhadap manusia adalah keluarga. Syukur pada Allah, damai sejahtera pun diberikan sekeluarga demi sekeluarga.

9. Keluarga Stefanus

Satu Korintus 1:16 – "Juga keluarga Stefanus aku yang membaptiskannya." Di sini Paulus mengatakan, bahwa ia pernah membaptiskan setiap orang dalam keluarga Stefanus. Seperti halnya kepala penjara dan Lidia, mereka pun sekeluarga percaya dan dibaptis.

10. Keluarga Onesiforus

Dua Timotius 4:19 -- "Salam kepada Priska dan Akwila dan kepada keluarga Onesiforus." Pasal 1:16 - "Tuhan kirarrya mengaruniakan rahmat--Nya kepada keluarga Onesiforus yang telah berulang-ulang menyegarkan hatiku. Ia tidak malu menjumpai aku di dalam penjara." Keluarga ini melayani Paulus, dan keluarga ini tidak malu karena Paulus dipenjarakan. Kalian nampak bahwa itu bukan masalah perorangan, melainkan masalah keluarga.

Dari contoh-contoh di atas, kita telah melihat banyak bukti, bahwa perlakuan Allah terhadap manusia, teristimewa dalam keselamatan, baik dalam Perjanjian Lama maupun Perjanjian Baru selalu dengan satuan keluarga.

Catatan:

Minggu ke-2 -- Sabtu Doa baca: Luk. 19:9

"Kata Yesus kepadanya: Hari ini telah terjadi keselamatan kepada rumah ini, karena orang inipun Anak Abraham."

KEPALA KELUARGA HARUS BANGKIT MENGUMUMKAN

Sekarang aku akan khusus berkata kepada para kepala keluarga. Dalam Alkitab hampir semua orang yang bertanggung-jawab adalah kepala keluarga. Maka sebagai kepala keluarga, kita harus khusus bertanggung-jawab di hadapan Allah dalam hal membawa keluarga kita sendiri kepada Tuhan serta melayani Tuhan. Kalian harus berdiri di atas kedudukan sebagai kepala keluarga, dan mengumumkan bahwa keluarga Anda harus percaya kepada Tuhan, seorang pun tiada yang terkecuali. Kepala keluarga harus dapat memastikan bagi keluarganya sendiri. Sekalipun ada anak-anak yang tidak percaya, Anda tetap harus mengumumkan bahwa keluarga Anda ingin percaya kepada Tuhan. Sebab keluarga ini keluarga Anda, bukan keluarga mereka, maka Andalah yang bertanggung-jawab, bukan mereka.

Anda boleh menghafalkan kitab Yosua 24:15 dan berkata di hadapan Allah bersama sekeluarga Anda, "Tetapi aku dan seisi rumahku, kami akan beribadah kepada Tuhan!" Sejak sekarang dan seterusnya semua orang harus mengakui bahwa keluarga ini adalah keluarga yang percaya kepada Tuhan. Anda harus berbicara di atas kepastian ini dengan iman, dan harus membiarkan anak-anak dan istri Anda berdiri di atas kedudukan ini pula. Bagaimanapun juga Anda harus berpegang pada prinsip ini! Aku sebagai kepala keluarga, maka keluargaku ini harus percaya kepada Allah, tidak boleh percaya kepada Iblis. Aku menetapkan bahwa keluargaku ini harus menyembah kepada Allah. Anda dapat mengumumkan dengan iman, dan Anda dapat memimpin dengan wewenang Anda. Jika demikian, dengan sendirinyalah Anda dapat membawa anak-anak Anda kepada Tuhan.

Pengumuman Yosua 24:15 seharusnya dilakukan oleh setiap kepala keluarga. Anda harus membawa anak-anak dan orang-orang dalam keluarga Anda, dan memberitahu mereka, "Tetapi aku dan seisi rumahku, kami akan beribadah kepada Tuhan!" Anda ada dalam keluarga ini, keluarga ini haruslah beribadah kepada Allah; sebab keluarga ini milik Anda, maka Andalah yang menetapkan masalah beribadah kepada Tuhan.

KEADAAN YANG KUSAKSIKAN DI NEGERI INGGRIS

Perihal ini sudah lama kutemukan dalam Alkitab, namun pengalamanku tidak cukup. Syukur pada Allah, ketika aku berada di negeri Inggris, aku diberi kesempatan untuk bertemu dengan segolongan saudara yang percaya akan kebenaran keselamatan seisi keluarga tersebut. Aku nampak di antara mereka selalu ada puluhan keluarga yang semuanya Kristen. Di sana-sini aku nampak puluhan keluarga, hal ini sangat mengesankan. Allah menggenapkan janji-Nya sesuai dengan iman manusia. Di tengah-tengah mereka boleh dikata hampir semua keluarga beroleh selamat. "Percayalah kepada Tuhan Yesus Kristus dan engkau akan selamat, engkau dan seisi numahmu." Di antara mereka jarang yang terkecuali, mereka semua datang dengan sekeluarga: Ayah, ibu, suami, istri dan anak-anak semuanya datang. Ketika aku berdialog dengan mereka satu persatu, aku menjadi sangat kagum.

Aku pernah ke satu tempat untuk mengunjungi saudara George Cutting --- Pengarang buku terkenal: "Selamat, Tahu dan Sukacita." Saat itu, buku tersebut nomor dua terlaris setelah Alkitab. Ketika aku menjenguk Saudara Cutting ini, ia sudah berusia lebih dari 80 tahun, sudah ubanan dan selalu berbaring di atas ranjang, juga sudah agak pikun. Ia berkata padaku, "Saudara Nee, Anda tahu kita tak dapat hidup tanpa Dia, Dia pun tak dapat hidup tanpa kita." Persekutuannya begitu intim dengan Tuhan. Syukur pada Tuhan, Cutting dengan sekeluarganya berjumlah lebih dari 80 orang, seorang pun tiada yang tidak selamat. Anak, menantu, cucu dan buyutnya, besar kecil, lelaki dan perempuan, semua telah beroleh selamat. Cutting sendiri justru seorang yang percaya akan janji: "Percaya Tuhan Yesus dan engkau akan selamat, engkau dan seisi rumahmu", maka seisi keluarganya beroleh selamat.

Cutting sangat menekankan hal ini. Ia sangat memperhatikan keselamatan sekeluarga demi sekeluarga, bukan seorang atau dua orang. Sekeluarga Cutting paling sedikit 80 orang lebih, semuanya telah percaya Tuhan. Syukur pada Allah, bahwa perkataan dan janji "Percayalah kepada Tuhan Yesus dan engkau akan selamat, engkau dan seisi rumahmu" sungguh benar dan harus dipercaya.

Minggu ke-3 – Minggu Doa baca:Kis. 11:14

"Ia akan menyampaikan suatu berita kepada kamu, yang akan mendatangkan keselamatan bagimu dan bagi seluruh isi rumahmu."

HARUS MEMBAWA SEKELUARGA KE HADAPAN TUHAN

Kuharap saudara suadari yang baru percaya mau memperhatikan perkara ini. Setelah Anda beroleh selamat, hendaklah Anda menghimpun keluarga Anda dan mengumumkan, "Sejak hari ini keluargaku adalah milik Tuhan." Baik mereka sudah benar-benar milik Tuhan maupun belum, baik mereka menyetujui maupun menentang, Anda harus mengumumkan demikian. Sebab Anda adalah kepala keluarga, Anda wajib berbuat demikian. Dan Anda harus pegang tali pengekang ini. Keluargaku haruslah beribadah kepada Tuhan. Kukatakan pada kalian, ketika dengan iman Anda berdiri tegap sedemikian, niscayalah hal itu akan sukses.

Jika orang yang diselamatkan itu sekeluarga demi sekeluarga, bukan seorang demi seorang, entah berapa besar perbedaannya. Aku beritahu saudara saudari, jangan sekali-kali kalian mengabaikan anak-anak kalian. Agama Protestan mempunyai satu kegagalan yang besar, yaitu mereka mengabaikan generasi penerus mereka, dan membiarkan mereka bebas memilih kepercayaan masing-masing. Katolik tidak perlu memberitakan Injil, tetapi anak-anak yang mereka lahirkan sudah lebih banyak daripada kita. Anda tak pernah melihat Katolik memberitakan Injil di jalan-jalan seperti yang dilakukan Bala Keselamatan, mereka hanya dengan melahirkan anak segenerasi demi segenerasi, akhirnya dua menjadi empat dan empat menjadi delapan. Setiap anak yang dilahirkan penganut Katolik menjadi anggota gereja. Mereka tidak begitu memperhatikan penambahan dari luar. Setiap anak yang dilahirkan, tak peduli beriman benar atau palsu, semua tercakup ke dalam lingkungan mereka. Tak heran kalau hari ini penganut Katolik lebih banyak tiga kali lipat daripada penganut Protestan. Karena itu, kita jangan sekali-kali lengah dan mengabaikan anak-anak dalam keluarga kita sendiri, sehingga mereka terlepas.

Ku katakan sekali lagi, orang yang baru percaya sejak awal harus membuat pengumuman demikian, "Seisi keluargaku milik Tuhan! Bukan aku sendiri menjadi milik Tuhan, melainkan seisi keluargaku." Anda harus memegang tali pengekang ini. Hal ini kelak pasti tergenap pada diri Anda. Anda wajib senantiasa mengumumkan, "Aku dan seisi keluargaku pasti beribadah kepada Tuhan." Anda hidup dalam satu keluarga, Anda harus beribadah kepada Tuhan, dan harus memimpin orang-orang dalam keluarga Anda ke hadapan Tuhan, seorang pun tidak terluput.

Keselamatan keluarga adalah satu prinsip yang paling besar. Anda seorang beroleh selamat, keluarga Anda pun beroleh selamat. Dalam hal ini Anda sendiri harus berdiri teguh di hadapan Allah, kemudian Anda akan nampak keluarga Anda berubah di hadapan Allah. Marilah kita memperhatikan masalah ini, karena hal inilah yang paling diberkati Tuhan. Dengan berbuat demikian, semoga lebih banyak orang yang akan kita bawa ke hadapan Tuhan.

Catatan: