← Daftar isi Makna Baptisan (1) · bab 1/8

MAKNA BAPTISAN

Minggu ke-1 – Senin Doa baca: Mrk. 16:16

"Siapa yang percaya dan dibaptis akan diselamatkan, tetapi siapa yang tidak percaya akan dihukum."

Dalam hal baptisan ini ada dua perkara yang perlu kita pahami dengan jelas. Pertama, ialah perkara yang dihasilkan oleh baptisan bagi kita -- ini wajib kita pahami sebelum kita dibaptis. Kedua, ialah makna baptisan – ini wajib kita tinjau kembali setelah kita dibaptis.

Kalau yang pertama perlu kita pahami sebelum menerima baptisan, maka yang kedua perlu kita menoleh ke belakang untuk memahaminya. Jadi, yang pertama memandang ke depan, yang kedua menoleh ke belakang.

I. PERKARA YANG DILAKUKAN OLEH BAPTISAN

BAGI SESEORANG

Markus 16:16 - "Siapa yang percaya dan dibaptis akan diselamatkan, tetapi siapa yang tidak percaya akan dihukum". Ayat ini mengungkapkan perkara yang diperbuat atau dihasilkan oleh baptisan bagi seseorang.

1. Menyelamatkan Manusia Dari Dunia

"Siapa yang percaya dan dibaptis pasti diselamatkan". Saya rasa hampir semua kaum Protestan takut membaca ayat ini, sehingga setiap kali membacanya harus diubah menjadi "Siapa yang percaya dan diselamatkan pasti akan dibaptis". Namun sabda Tuhan selamanya tidak pernah berbunyi seperti itu. Mereka sengaja mengubah sabda Allah dengan alasan hendak menghindari kekeliruan ajaran Katolik. Tetapi setelah mereka terhindar dari kekeliruan Katolik, mereka terjerumus ke dalam kesalahan lain. Sabda Tuhan cukup tegas dan jelas, "Siapa yang percaya dan dibaptis pasti diselamatkan". Tak ada seorang pun yang berhak mengubahnya menjadi "Siapa yang percaya dan diselamatkan pasti akan dibaptis".

a. Tandingan Keselamatan ialah Dunia

Sekarang mari kita perhatikan, apakah yang menjadi makna kata "diselamatkan" dalam Alkitab? Apa pula yang menjadi tandingan keselamatan tersebut? MenurutAlkitab, tandingan keselamatan bukan neraka, melainkan dunia; hidup kekal adalah oposisi dari kebinasaan. Alkitab tidak pernah menandingkan keselamatan dengan kebinasaan. Diselamatkan berarti menanggalkan dunia, itulah yang diwahyukan Alkitab kepada kita. Asalkan seseorang membaurkan dirinya dengan dunia ini, sudahlah ia berada dalam kebinasaan.

Kebinasaan orang dunia hari ini bukan disebabkan melakukan sesuatu; bukan karena aku membunuh orang, maka aku binasa; bukan karena aku tidak membunuh orang, maka aku tidak binasa; melainkan seluruh dunia ini sudah berada dalam kebinasaan. Aku adalah salah seorang yang ditarik keluar, yaitu diselamatkan Allah dari antara khalayak ramai yang binasa itu. Jadi, ditinjau dari keseluruhannya, seluruh dunia sudahlah binasa, tetapi Allah telah menyelamatkan seorang demi seorang secara individual. Allah tidak memukat semua ikan di laut, lalu memisahkan mana yang baik mana yang buruk, dan mengatakan yang ini diselamatkan, yang itu binasa, melainkan Allah memandang seluruh ikan di dalam laut telah binasa, hanya beberapa yang terpukat Allah itulah yang beroleh selamat, lainnya semua masih berada di dalam laut. Karenanya, beroleh selamat atau binasa soal sudah atau belum percaya, pun bukan ditinjau dari tingkah-laku seseorang, melainkan soal di manakah Anda berada? Jika Anda berada di atas kapal, Anda sudah diselamatkan; jika Anda masih di dalam laut, Anda binasa.

b. Diselamatkan Adalah Masalah Kedudukan

Diselamatkan berbeda dengan beroleh hidup kekal. Kalau yang terakhir itu masalah individual, namun yang terdahulu tidak saja berarti beroleh hidup kekal secara individual, bahkan berarti keluar dari kelompok yang tidak benar. Jadi, diselamatkan berarti aku keluar dari suatu kelompok dan masuk ke dalam kelompok lain. Kalau beroleh hidup kekal hanya masalah sesuatu yang memasuki, tanpa menyinggung dari mana aku keluar, namun diselamatkan telah mencakup masalah keluar maupun masuk. Karenanya, lingkupan diselamatkan lebih luas daripada lingkupan beroleh hidup kekal; ia mencakup hal menanggalkan dunia, yakni keluar dari dunia.

Minggu ke-1 -- Selasa Doa baca: Kis. 2:38

"Jawab Petrus kepada mereka: 'Bertobatlah dan hendaklah kamu masing-masing memberi dirimu dibaptis dalam nama Yesus Kristus untuk pengampunan dosamu, maka kamu akan menerima karunia Roh Kudus"

c. Empat Fakta Besar yang Dimiliki Dunia di Hadapan Allah

Menurut Alkitab, dunia mempunyai empat fakta besar:

1.

Dunia telah terhukum di hadapan Allah;

2.

Dunia berada di bawah cengkeraman si jahat;

3.

Dunia telah menyalibkan Tuhan Yesus;

4.

Dunia bermusuhan dengan Allah, yakni menjadi lawan Allah.

Karenanya, tak peduli bagaimana baiknya seseorang, asalkan ia berada di dalam dunia, ia sudah binasa, ia telah terhukum.

d. Diselamatkan Berarti Dikeluarkan dari Dunia

Maka diselamatkan tak lain berarti aku melepaskan diriku dari kelompok, kedudukan dan hubungan itu. Dengan kata lain, aku keluar dari dalam dunia ini. Umumnya orang selalu memperhatikan keselamatan pada aspek perseorangannya, tetapi sebenarnya yang menjadi masalah ialah dari manakah kita diselamatkan? Keselamatan yang ditekankan Alkitab tak lain ialah diselamatkan dari dalam dunia, bukan dari dalam neraka. Sebab kelompok dunia ini telah terhukum di hadapan Allah.

e. Iman Bersifat Positif, Baptisan Bersifat Negatif

Maka dibaptis berarti dilepaskan. Iman bersifat positif, sedang baptisan bersifat negatif. Baptisan mengeluarkan Anda dari kelompok itu. Dalam dunia ini banyak orang mengetahui aku adalah salah seorang di antara mereka, tetapi kapan aku dibaptis, mereka segera tahu, bahwa aku telah tamat. Bertahun-tahun lamanya mereka mengenal aku, kini aku telah diselamatkan, persahabatanku dengan mereka berakhir sampai di sini, sebab aku sudah tiba di pusaraku, perjalananku dalam dunia ini telah tamat. Aku menyadari diriku telah beroleh hidup kekal, maka sekarang aku dibaptis, dan aku telah diselamatkan. Dengan demikian, siapa pun mengetahui bahwa, aku adalah kepunyaan Tuhan Yesus, aku telah menjadi milikNya.

"Siapa yang percaya dan dibaptis pasti diselamatkan". Setelah seseorang percaya dan dibaptis, semua orang mengetahui ia kini berada di atas kedudukan lain. Tanpa iman tiadalah fakta dalam batin, itu kedustaan. Sesudah beriman, fakta dalam batin sudah ada, kalau ditambah dengan baptisan, maka Anda telah menjadi orang yang di luar dunia ini, Anda tidak ada hubungan lagi dengan mereka. Baptisan merupakan perpisahan, dibaptis berarti Anda telah berpisah dengan mereka.

f. Satu Perkara yang Paling Ganjil dalam Dunia

Ada satu perkara yang paling ganjil dalam dunia ini, yaitu reaksi atau sikap beberapa agama tertentu terhadap baptisan. Di suatu agama tertentu kalau ada seorang masuk Kristen secara diam-diam, ia tidak dianiaya. Banyak orang Yahudi telah percaya Tuhan Yesus, namun kesulitan terbesar bagi mereka bukanlah dalam hal percaya, melainkan dalam hal baptisan. Sebab kapan mereka menerima baptisan, mereka pasti akan diusir. Bahkan ada saudari yang diracuni oleh calon suaminya karena ia menerima baptisan. Hal yang demikian terjadi pula di kota-kota yang bermasyarakat modern/beradab sekalipun, seperti di London, New York dan sebagainya. Kalau Anda percaya di dalam hati tidak diapa-apakan, tapi begitu Anda dibaptis, mereka akan bertindak menganiaya Anda.

Di India juga demikian. Kalau Anda tidak dibaptis, mereka membiarkan Anda, tetapi kapan Anda dibaptis, mereka akan mengusir Anda. Seolah-olah mereka mengijinkan Anda percaya Tuhan, namun tidak mengijinkan Anda dibaptis.

Reaksi atau sikap yang demikian malah lebih hebat lagi dalam suatu agama tertentu lainnya, sampai ada orang yang mengatakan, "Sangatlah sukar kalau ingin mendapatkan orang Kristen hidup di kalangan agama tersebut, sebab setiap orang yang percaya pasti dibunuh." Dr. Swema adalah seorang penginjil paling berprestasi yang bekerja di kalangan agama itu. Ia mengatakan, bahwa pekerjaan penginjilannya selamanya tak mungkin berkembang; sebab bila ada seorang percaya Tuhan, ia harus berusaha menyuruhnya meninggalkan tempat itu. Jika tidak, pasti akan mati terbunuh dua atau tiga hari setelah ia menerima baptisan. Keadaan demikian tetap berlangsung hingga hari ini.

Menerima baptisan berarti memaklumkan diri secara terbuka, bahwa aku sudah keluar. "Siapa yang percaya dan dibaptis pasti diselamatkan." Jangan sekali-kali kata ini dianggap keselamatan jiwa pribadi kita. Masalah beroleh selamat dalam Alkitab adalah masalah keluar dari dunia, bukan keluar dari neraka.

Catatan:

Minggu ke-1 – Rabu Doa baca: Kis. 22:16

"Dan sekarang, mengapa engkau masih ragu-ragu? Bangunlah, berilah dirimu dibaptis dan dosa-dosamu disucikan sambil berseru kepada nama Tuhan!"

2. Baptisan Menghasilkan Pengampunan Dosa

Pada hari Pentakosta, para rasul berseru kepada orang-orang Yahudi, "Hendaklah kamu masing-masing memberi dirimu dibaptis dalam nama Yesus Kristus untuk pengampunan dosamu" (Kisah Para Rasul 2:38). Umat Kristen tertentu boleh jadi merasa perkataan itu sukar diterima, tetapi inilah perkataan yang diucapkan rasul dengan jelas dan tegas. Kita wajib memberi diri kita dibaptis dalam nama Yesus untuk pengampunan dosa kita. Perkataan rasul tadi berfokus pada keharusan dibaptis, bukan percaya. Perkara ini sungguh ajaib.

Petrus hanya mengatakan, "Hendaklah kamu masing-masing memberi dirimu dibaptis." Mengapa ia hanya mengatakan baptisan? Karena ketika itu orang-orang yang mendengarkan khotbah Petrus adalah pembunuh Tuhan Yesus; lima puluh hari yang lalu mereka pernah berteriak-teriak, "Enyahkanlah Dia! Enyahkanlah Dia!" Justru orang-orang itulah yang membuat gaduh di Yerusalem lima puluh hari yang lalu. Sekarang mereka jugalah yang perlu memisahkan diri dari orang-orang Yahudi yang banyak itu. Maka rasul tak perlu menyuruh mereka percaya, mereka sudah dikeluarkan asalkan mau dibaptis. Asalkan aku dibaptis, hubunganku dengan kelompokku yang lama sudah putus. Begitu dibaptis aku sudah meninggalkan kelompok itu, dan dosaku pun telah dibasuh bersih. Sejak saat ini, aku tidak lagi menjadi milik kelompok itu, aku sudah keluar dari antara mereka. Karenanya Petrus berkata, "Hendaklah kamu masing-masing memberi dirimu dibaptis dalam nama Tuhan Yesus untuk pengampunan dosamu." Jadi, perbuatan baptisanlah yang mengeluarkan mereka; sekali mereka keluar, bereslah sudah persoalannya.

3. Baptisan Berfungsi Menyucikan Dosa

Kini kita beralih pada kasus Paulus. Ketika Ananias mendatangi Paulus, Ananias berkata, "Bangunlah, berilah dirimu dibaptis dan dosa-dosamu disucikan" (Kisah Para Rasul 22:16). Dulu Paulus adalah salah seorang yang ada dalam dunia, sekarang ia telah percaya dan nampak Tuhan Yesus, karenanya ia wajib bangun dan memberi dirinya dibaptis. Dengan dibaptis, dosa-dosanya telah disucikan. Begitu hubungannya dengan dunia terputus, dosa-dosanya pun lenyaplah. Jika Anda menjadi orang Kristen tanpa menerima baptisan, dunia ini tetap mengakui Anda sebagai anggota kelompoknya. Meskipun Anda mengatakan telah beroleh selamat, dunia tidak mau mengakuinya; Anda mengatakan sudah percaya Tuhan Yesus, mereka berkata itu tidak kelihatan. Tetapi, begitu Anda turun ke dalam air baptisan, mereka baru melihat dan mengetahui, bahwa Anda sesungguhnya telah percaya Tuhan Yesus. Dibaptis berarti di hadapan Allah, manusia, malaikat, dan Iblis mengakui, aku percaya apa yang Kristus genapkan bagiku adalah perkara yang sesungguhnya, yang sempurna, yang dapat dipercayai. Dibaptis menyatakan dan menyaksikan perkara ini.

Sebab itu Ananias menyuruh Paulus bangun dan memberikan dirinya untuk dibaptis. Mengapa perlu dibaptis? Untuk menyucikan dosa-dosanya. Maksud Ananias bukan berarti baptisan bisa menghapus dosa manusia. Baptisan sendiri tidak bisa menyucikan dosa-dosa manusia, tetapi perkara yang dinyatakan, disaksikan oleh air baptisan, bisa menghapus dosa. Air di seluruh dunia ini tidak ada yang bisa menyucikan sedikit dosa manusia. Tetapi darah yang dinyatakan, disaksikan oleh air baptisan bisa menyucikan semua dosa-dosa manusia. Apakah Anda percaya? Kalau Anda percaya, cepat-cepat bangun memberikan diri dibaptis, dan dosa-dosa Anda disucikan.

Seorang yang di pandangan Allah masih najis, belum mendapatkan pengampunan dosa, tidak boleh dibaptis. Seorang yang tidak mengetahui dosanya telah dicuci bersih, telah memiliki hidup yang kekal, telah beroleh selamat, tidak boleh dibaptis. Kalau orang yang demikian dibaptis, adalah perkara yang salah. Setiap orang yang turun ke dalam air untuk dibaptis harus bersaksi tentang perkara yang ia ketahui. Ia harus mengetahui dosanya telah diampuni, mengetahui segala dosanya telah dicuci bersih di dalam darah Tuhan, barulah ia bisa bersaksi di hadapan umum, bahwa dosanya telah dicuci bersih.

Minggu ke-1 -- Kamis Doa baca: 1 Ptr. 3:20b-21

"Ketika Allah tetap menantikan dengan sabar waktu Nuh sedang mempersiapkan bahteranya, di mana hanya sedikit, yaitu delapan orang, yang diselamatkan oleh air bah itu. Juga kamu sekarang diselamatkan oleh kiasannya, yaitu baptisan--...oleh kebangkitan Yesus Kristus "

4. Baptisan Menyelamatkan Orang Melalui Air

Prinsip sabda Allah selalu sama. Tertulis dalam I Petrus 3:20 - "Pada waktu Nuh ... delapan orang yang diselamatkan oleh air bah itu." Perkataan ini juga memperlihatkan kepada kita, bahwa kita telah diselamatkan oleh baptisan. Bahwa orang yang tidak dapat melalui air, tidak dapat terbilang beroleh selamat, sebab orang yang tak dapat melalui air semuanya tewas tergenang air. Setiap orang yang hidup di jaman Nuh telah menerima baptisan, namun hanya delapan orang yang keluar. Dengan kata lain, air di atas mereka menjadi air kematian. Tetapi air di atas diri kita adalah air keselamatan. Mereka begitu digenangi oleh air, semua berada di bawah air; tetapi kita meskipun melalui air, dapat ke luar dari air. Itulah yang dimaksud baptisan.

Ketika seseorang dibaptis, ia turun dari sebelah sini, dan naik dari sebelah sana. Jadi dibaptis berarti telah keluar atau melalui air. Istilah "keluar" inilah yang perlu kita titikberatkan. Semua orang telah masuk ke dalam air, tetapi kecuali delapan orang itu, seorang pun tiada yang dapat keluar. Hari ini kita telah beroleh selamat melalui air. Mengapa? Sebab ketika kita dibaptis, kita tidak terus tenggelam di dalam air, melainkan keluar dari dalamnya. Jika Anda tidak percaya Tuhan Yesus, tetapi Anda menerima baptisan, niscaya Anda tak dapat keluar lagi. Namun, aku berbeda dengan Anda, setelah aku turun ke dalam air, aku dapat keluar lagi dari dalamnya. Kita dapat keluar dari dalam dunia ini melalui air baptisan. Kita membuat kesaksian di muka semua orang, agar mereka melihat betapa bedanya kita dengan orang-orang dunia lainnya.

5. Baptisan Melepaskan Orang dari Dunia

Keempat ayat di atas tadi dengan jelas memperlihatkan kepada kita apa makna baptisan itu. Sekali aku dibaptis, aku sudah terlepas dari dunia. Hal ini tidak perlu memakan waktu beberapa tahun. Baptisan adalah perkara pertama yang wajib dilakukan oleh setiap orang yang baru percaya. Anda harus menyadari bagaimana kedudukan dunia di hadapan Allah. Diselamatkan berarti Anda memutuskan hubungan dan kedudukan Anda yang dahulu itu. Anda wajib menanggalkan dunia ini sampai sebersih-bersihnya. Sejak kini Anda berada di luar dunia, dan di sebelah yang lain.

Maka wajib kita sadari, begitu kita percaya Tuhan, kita sudah berada di luar dunia. Baptisan kita justru merupakan pernyataan, bahwa kita telah meninggalkan dunia. Dengan baptisan kita telah mengenakan warna yang lain. Sejak kini aku tinggal di dalam bahtera, dan aku menjadi orang yang menuju ke sebelah sana. Terhadap suatu perkara, kita tidak saja mengatakan, "Kita adalah orang yang percaya Yesus, karena itu kita tak pantas melakukan hal ini", tetapi kita pun mengatakan, "Kita adalah orang yang telah dibaptis, sebab itu kita tidak pantas berbuat demikian". Karena kita berada di sebelah sana, kita telah menyeberangi sungai, dan telah berada di seberang sana.

Hari ini kita harus memulihkan kedudukan baptisan di hadapan Allah. Apa artinya baptisan? Baptisan tak lain berarti keluar dari dunia, juga merupakan suatu prosedur untuk meninggalkan dunia. Ketika Anda dibaptis, berarti Anda memberi tahu kepada orang, bahwa Anda telah ke luar. Seperti tertulis dalam sebuah syair: "Mengitari pusaraku, harapan sudah lenyap!" Mereka tahu Anda sudah tak berguna lagi, Anda sudah tidak ada jalan keluar lagi, ya, Anda sudah tamat! Baptisan yang sedemikian barulah berfaedah. Jika tidak demikian, baptisan Anda tentu akan menjadi terlalu ringan, tidak berbobot. Pokoknya, Anda harus nampak, Anda telah meninggalkan lingkaran yang lama dan sudah keluar dari dalamnya. Kalau beroleh hidup kekal ditujukan kepada apa yang telah diperoleh roh Anda di hadapan Anda, maka diselamatkan ditujukan kepada kepada apa yang telah diperoleh roh Anda di hadapan Allah, maka diselamatkan ditujukan kepada terputusnya hubungan Anda dengan dunia ini.

Minggu ke-1 -- Jumat Doa baca: Rm. 6:3-4a

"Atau tidak tahukah kamu, bahwa kita semua yang telah dibaptis dalam Kristus, telah dibaptis dalam kematian-Nya? Dengan demikian kita telah dikuburkan bersama-sama dengan Dia oleh baptisan dalam kematian."

II. MAKNA BAPTISAN

Barangsiapa yang telah dibaptis perlu menoleh ke belakang, melihat apa makna baptisan yang sebenarnya. Hal ini membuat Anda merenungkannya kembali sepuluh atau dua puluh tahun lamanya. Anda perlu mengingat kalimat dibawah ini: "Tidak tahukah kamu, bahwa kita semua yang telah dibaptis dalam Kristus, telah dibaptis dalam kematian-Nya?" Ungkapan Roma 6:3 ini berarti menoleh ke belakang, bukan memandang ke depan.

Kalau perkataan dalam Markus 16, Kisah Para Rasul 22 dan 1 Petrus 3, itu perkataan yang diucapkan sebelum seseorang dibaptis, maka yang dikatakan Roma 6 dan Kolose 2, diucapkan sesudah orang dibaptis, yaitu ditujukan kepada semua orang yang telah menerima baptisan. Di sini seolah-olah Allah berkata pada Anda, "Tidak tahukah kamu, ketika kamu dahulu dibaptis berarti kamu mati bersama Tuhan? Tidak tahukah kamu, ketika kamu dahulu dibaptis berarti dikubur bersama Tuhan? Tidak tahukah kamu, ketika kamu dahulu dibaptis berarti dibangkitkan bersama Tuhan?"

Walau Roma 6 juga menyinggung masalah kebangkitan, tetapi yang ditekankan di sana adalah kematian dan penguburan. Sedang yang dititik-beratkan surat Kolose 2, ialah penguburan dan kebangkitan. Kolose 2 lebih maju selangkah ke depan, ia menitik-beratkan kebangkitan. Fokus Roma 6 ialah kematian – "Tidak tahukah kamu, bahwa kita semua yang dibaptis dalam Kristus, telah dibaptis dalam kematian-Nya?" Itu berarti kita harus mati bersama-Nya. Kematian dan penguburan adalah kasus dalam Roma, sedang penguburan dan kebangkitan ialah kasus dalam Kolose 2.

1. Kabar Sukacita Besar -- Aku Telah Mati

Hal ini sama dengan ketika Tuhan Yesus mati di atas salib; Ia membawa kita ke atas salib, sehingga kita pun mati di sana. Ia telah mengakhiri kita di hadapan Allah. Kematian Tuhan meliputi juga Anda, jadi Anda juga ikut mati, ini adalah satu Injil atau kabar sukacita besar! Kalau seorang mati, pertama pertama yang harus dilakukan apa? Apakah ada orang yang meletakkan orang yang sudah mati untuk dilihat beberapa hari? Lewat beberapa hari saja akan berbau, kulitnya mungkin akan berulat. Seseorang yang telah mati sudah tidak berguna lagi, perkara pertama yang harus dilakukan yaitu mengangkatnya untuk dikubur. Tindakan mengubur ini menyaksikan orang yang dikubur ini sudah mati.

Alkitab memberi tahu kita, karena kita sudah mati tersalib, sebab itu harus dikubur bersama Tuhan. Ketika Anda ditenggelamkan di dalam air, dibaptis, menyatakan Anda percaya darah telah mencuci bersih dosa-dosa Anda, salib-Nya juga sudah menyalibkan orang lama Anda bersama dengan Tuhan.

2. Aku Telah Bangkit dari Kematian

Ketika Tuhan mati tersalib, Anda pun telah mati. Karena yakin diri Anda telah mati, Anda lalu mohon orang mengubur Anda ke dalam air. Dan karena Tuhan Yesus telah bangkit, pun menaruh kuasa kebangkitan-Nya ke dalam Anda, maka Anda beroleh kelahiran ulang karena kuasa tersebut. Kuat kuasa kebangkitan itu bekerja di dalam Anda dan membangkitkan Anda; karena itu, Anda dapat bangun/keluar dari dalam air. Anda kini menjadi seorang yang bangkit, tidak lagi seperti Anda yang dahulu. Hari ini kita wajib senantiasa menoleh ke belakang, meninjau kembali perkara tersebut. Tatkala aku turun ke dalam air, aku yakin diriku telah mati, karenanya aku harus memberi diriku dikubur; ketika aku keluar dari air, aku telah mempunyai corak hidup yang baru, kini aku berada di pihak kebangkitan. Maut berada di sisi sebelah sana, sedang kebangkitan berada di sisi sebelah sini.

3. Aku Berada dalam Kristus

Allah telah menaruh kita ke dalam Kristus, itulah yang tertulis dalam 1 Korintus 1:30, "Tetapi oleh Dia (Allah) kami berada di dalam Kristus." Sebab Kristus telah mati, kita semua pun telah mati. Dasar kematian bersama ini berada di dalam Kristus. Setelah Anda dikubur di dalam air, Anda lalu keluar lagi. Sebab itu Anda wajib berkata, kini aku berada di sebelah sana dari kubur. Itulah kebangkitan. Istilah "memandang" dalam Roma 6 berarti menghitung diri sendiri telah mati pun telah bangkit di dalam Kristus. Kiranya saudara-saudari yang baru beroleh selamat langsung terpimpin di atas jalan ini. Di sini terdapat makna ganda; yang pertama untuk waktu sebelum dibaptis, dan yang kedua untuk waktu sesudah dibaptis. Sebelum dibaptis, karena menyadari diriku telah mati, aku harus dikubur ke dalam air; sedang setelah dibaptis, karena menyadari diriku telah bangkit, maka hari ini aku wajib melayani Allah.

Catatan:

Minggu ke-1 – Sabtu Doa baca: Mat. 28:19

"Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus."

EMPAT ASPEK BAPTISAN

I. DIBAPTIS MASUK DALAM NAMA BAPA DAN ANAK DAN ROH KUDUS

Dalam Injil Matius 28:19 Tuhan Yesus berpesan kepada murid-murid-Nya, "Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus." Berdasarkan ayat ini, kaum beriman dibaptis ke dalam nama Allah Tritunggal, yaitu dibaptis masuk ke dalam nama Bapa, Anak, dan Roh Kudus. Dibaptis ke dalam nama Allah Tritunggal, tersirat persatuan dengan-Nya yang rohani dan misterius. Kata "nama", "menyatakan jumlah total Tritunggal Ilahi ... mempunyai arti yang sama dengan personanya." Sebab itu membaptis kaum beriman ke dalam nama Allah Tritunggal, berarti membaptis mereka ke dalam persona Allah Tritunggal. Nama menunjukkan persona, dan persona ini adalah Allah Tritunggal yang almuhit, yang melalui berbagai proses, menjadi Roh pemberi hayat. Kita membaptis orang ke dalam nama Allah Tritunggal, berarti membaptis mereka ke dalam persona ilahi ini. Membaptis orang ke dalam nama Allah Tritunggal, yaitu membaptis orang ke dalam segala apa adanya Allah Tritunggal.

II. MEMBAPTIS KE DALAM KRISTUS

Galatia 3:27 mengatakan, "Karena kamu semua yang dibaptis dalam Kristus, telah mengenakan Kristus." Dibaptis ke dalam Kristus adalah jalan untuk berada di dalam Kristus. Berdasarkan fakta kita telah dibaptis ke dalam Kristus, boleh dikatakan kita telah mengenakan Kristus, dan kita di dalam Kristus dikarenakan kita telah dibaptis ke dalam Kristus.

III. DIBAPTIS KE DALAM KEMATIAN KRISTUS

Dalam Roma 6:3 Paulus berkata, "Atau tidak tahukah kamu, bahwa kita semua yang telah dibaptis dalam Kristus, telah dibaptis dalam kematian-Nya?” Di sini memperlihatkan kepada kita, ketika kita dibaptis ke dalam Kristus Yesus, bersamaan dengan itu juga dibaptis ke dalam kematian Kristus. Di satu pihak, kita telah dibaptis masuk ke dalam persona Kristus, di pihak lain, kita juga dibaptis masuk ke dalam kematian Kristus.

IV. DIBAPTIS KE DALAM TUBUH KRISTUS

Satu Korintus 11:13 memperlihatkan kepada kita aspek lain pembaptisan: "Sebab dalam satu Roh kita semua, baik orang Yahudi, maupun orang Yunani, baik budak, maupun orang merdeka, telah dibaptis menjadi satu tubuh dan kita semua diberi minum dari satu Roh." Dilihat dari ayat ini, kita juga dibaptis masuk ke dalam Tubuh.

MEMPUNYAI PERSATUAN YANG ORGANIK DENGAN KRISTUS

Mengenai baptisan, Perjanjian Baru mewahyukan, kita telah dibaptis masuk ke dalam nama Bapa, Anak, dan Roh Kudus, dibaptis masuk ke dalam Kristus, dibaptis masuk ke dalam kematian Kristus, dan dibaptis masuk ke dalam Tubuh Kristus. Kita perlu melatih seantero diri kita, sehingga mempunyai pengenalan yang tepat terhadap baptisan yang ajaib ini. Sayang hari ini banyak orang Kristen tidak mempunyai pengertian yang tepat terhadap baptisan. Ada beberapa orang Kristen berdebat tentang air yang dipakai untuk membaptis, ada beberapa orang membuat baptisan menjadi satu liturgi yang mati. Ada beberapa orang menempuh ekstrim yang lain, mengesampingkan sama sekali baptisan dan bahasa lidah. Sampai hari ini, di antara orang Kristen sulit ditemukan orang dengan tepat, sungguh-sungguh dan hidup membaptis orang, membaptis kaum beriman ke dalam nama Allah Tritunggal, ke dalam Kristus, ke dalam kematian Kristus, dan ke dalam Tubuh Kristus. Baptisan yang demikian adalah membaptis ke dalam nama ilahi, membaptis ke dalam persona yang hidup, membaptis ke dalam kematian yang efektif, dan membaptis ke dalam tubuh organik yang hidup, dan menaruh kaum beriman ke satu kedudukan, supaya mereka bisa mengalami persatuan organik dengan Kristus.

Minggu ke-2 – Minggu Doa baca: Kol. 2:12

"Karena dengan Dia kamu dikuburkan dalam baptisan, dan di dalam Dia kamu turut dibangkitkan juga oleh kepercayaanmu kepada kerja kuasa Allah, yang telah membangkitkan Dia dari orang mati "

AIR BAPTISAN ADALAH KESAKSIAN,

ROH KUDUS ADALAH REALITASNYA

Menurut Injil Matius, baptisan adalah membawa orang yang bertobat dari keadaan yang lama ke dalam keadaan yang baru, mengakhiri hayat lamanya, dan supaya hayat baru Kristus bertunas, sehingga mereka menjadi umat Kerajaan. Ketika ministry Yohanes Pembaptis mulai berjalan, hanya lebih dulu dengan air membaptiskan. Hari ini Raja Sorgawi merampungkan ministry-Nya di atas bumi, setelah melalui proses bangkit dari kematian, dan menjadi Roh pemberi hayat, Ia berpesan kepada murid-murid-Nya, untuk membaptis orang-orang yang menjadi murid ke dalam Allah Tritunggal. Baptisan ini ada dua aspek: Aspek yang kelihatan melalui air, aspek yang tidak kelihatan melalui Roh Kudus. Aspek yang kelihatan adalah ekspresi dan saksi dari aspek yang tidak kelihatan; dan aspek yang tidak kelihatan adalah realitas aspek yang kelihatan. Kalau tidak melalui aspek Roh yang tidak kelihatan, maka aspek melalui air yang kelihatan menjadi sia-sia; kalau tidak melalui aspek air yang kelihatan, aspek melalui Roh yang tidak kelihatan itu akan menjadi abstrak, tidak Kedua pihak ini sama-sama diperlukan.

MEMBAPTIS ORANG KE DALAM TUBUH KRISTUS ADALAH

UNTUK KERAJAAN SEGALA TINGKAT LANGIT

Setelah Tuhan berpesan kepada murid-murid untuk membaptis dengan cara yang demikian, tak lama kemudian, Dia pada hari Pentakosta dan di rumah Kornelius, membaptis mereka dan gereja ke dalam Roh Kudus. Kemudian murid-murid karena perkara ini membaptis orang yang baru beroleh selamat, tidak saja di aspek yang kelihatan membaptis ke dalam air, juga di aspek yang tidak kelihatan membaptis ke dalam kematian Kristus, membaptis ke dalam diri Kristus sendiri, membaptis ke dalam Allah Tritunggal, dan membaptis ke dalam Tubuh Kristus. Air melambangkan kematian Kristus dan penguburan, air boleh dianggap sebagai satu makam, mengakhiri sejarah lama orang yang dibaptis. Kalau kematian Kristus tercakup di dalam Kristus, dan Kristus adalah perwujudan kongkret Allah Tritunggal, lagi pula Allah Tritunggal terakhir bersatu dengan Tubuh Kristus, sebab itu membaptis kaum beriman yang baru ke dalam kematian Kristus, ke dalam diri Kristus sendiri, ke dalam Allah Tritunggal, dan ke dalam Tubuh Kristus, di aspek negatif mengakhiri hayat lama mereka, di aspek posotif supaya hayat baru mereka - hayat kekal Allah Tritunggal -- bertunas, untuk Tubuh Kristus. Sebab itu baptisan yang Tuhan tetapkan dalam Injil Matius 28:19, adalah membaptis orang dari hayat mereka ke dalam hayat Tubuh, untuk Kerajaan segala tingkat langit.

DENGAN IMAN MEMBAPTIS ORANG

Setiap kali kita membaptis orang, harus memberi mereka satu berita yang limpah dan lincah tentang makna baptisan. Setelah mereka mendengarkan berita yang demikian, pasti iman mereka akan tersentak, sehingga mereka mempunyai penghargaan yang pantas terhadap baptisan. Kita membaptis kaum beriman jangan sampai menjadi satu liturgi, menganggap baptisan hanya merupakan satu hal yang dilakukan menurut Alkitab, membaptis orang ke dalam air. Baptisan yang demikian kekurangan realitas persatuan organik. Tetapi kalau seorang mendengarkan perkataan yang limpah tentang makna baptisan, dan percaya perkataan ini, mereka pasti damba dibaptis. Kemudian ketika kita membaptis mereka, harus dengan iman, menganggap kita tidak saja membaptis mereka ke dalam air, lebih-lebih membaptis mereka ke dalam realitas rohani. Kita membaptis mereka ke dalam air, berarti membaptis mereka ke dalam Allah Tritunggal --Roh yang almuhit. Ketika seorang dibaptis ke dalam Allah Tritunggal, ia bisa memasuki satu persatuan organik yang akan mengubah seantero dirinya. Melalui persatuan organik kita dengan Allah, kita bersatu dengan Allah Tritunggal, Allah Tritunggal juga bersatu dengan kita.

Catatan: