← Daftar isi Pandangan Menyeluruh dari Jalan yang Ditetapkan Allah Prinsip-prinsip Dasar · bab 7/31

CARA MENGONTAK ORANG DALAM PENGINJILAN HARUS FLEKSIBEL

Ayat Alkitab :

Luk. 14:15-23; 1 Kor. 9:19-23

EMPAT LANGKAH PELAYANAN PERJANJL4N BARU

Pelayanan kita terhadap Tuhan dalam Perjanjian Baru mencakup menginjil dan bersidang secara teratur, untuk merampungkan kehendak Allah. Melalui banyak pengkajian, saya menemukan empat langkah dalam pelayanan Perjanjian Baru.

Langkah pertama ialah penginjilan imam Injil Perjanjian Baru untuk menyelamatkan orang dosa bagi kepuasan Allah (Rm. 15:16). Langkah kedua ialah merawat orang yang baru percaya. Setelah dibaptis, orang yang baru percaya ini harus mulai dirawat, dipelihara. Yohanes 21:15 mengatakan, "Sesudah sarapan Yesus berkata kepada Simon Petrus : Simon anak Yohanes, apakah engkau mengasihi Aku lebih daripada mereka ini? Jawab Petrus kepada-Nya : Benar Tuhan, Engkau tahu bahwa aku mengasihi Engkau. Kata Yesus kepadanya : Peliharalah anak-anak domba- Ku." Tuhan secara khusus memberi tahu kita untuk memelihara anak-anak domba-Nya, orang-orang yang baru percaya. Setelah melahirkan anak, seorang ibu mulai merawat, memelihara bayinya. Tanpa perawatan yang tepat, bayi yang baru lahir akan mati.

Langkah berikut dari pelayanan Perjanjian Baru ialah menggenapkan kaum saleh. Merawat, kaum saleh baru belumlah cukup; kita juga harus menggenapkan mereka. Setelah sedikit pertumbuhan dalam hayat, mereka harus digenapkan agar dapat membangun Tubuh Kristus mitma meperti yang dilakukan orang-orung yang berkarunia. Tuhan telah memberikan karunia-karunia kepada Tubuh-Nya, yakni rasul, nabi, penginjil, gembala dan pengajar, "untuk memperlengkapi orang-orang kudus bagi pekerjaan pelayanan, bagi pembangunan Tubuh Kristus."Hal ini jelas diperlihatkan kepada kita dalam Efesus 4:11-12.

Langkah keempat ialah melatih kaum saleh untuk bertutur-sabda bagi Tuhan dalam sidang-sidang gereja. Hal ini jelas diungkapkan dalam 1 Korintus 14. Menurut pasal ini bertutur-sabda bukanlah menyatakan hal-hal yang kelak akan terjadi atau meramal, melainkan berbicara bagi Tuhan, mengutarakan Tuhan, dan menyampaikan Tuhan agar kita boleh melayankan dan menyalurkan kepada orang lain. Melalui tutur-sabda yang sejati, orang tidak hanya akan menerima doktrin atau pengajaran, tetapi pembicaraan kita juga akan melayankan Kristus sebagai suplai makanan kepada mereka.

Jadi empat langkah pelayanan Perjanjian Baru kita yang diungkapkan dalam Alkitab ialah menginjil, merawat anak domba, menggenapkan kaum saleh dan bertutur-sabda bagi pembangunan gereja.

MENGGANTI SIDANG PEMBERITAAN PADA

HARI TUHAN DENGAN SIDANG TUTUR SABDA

YANG ORGANIK OLEH KAUM SALEH

Satu Korintus 14:26 mengatakan bahwa bilamana kita berkumpul, hendaklah tiap-tiap orang mempersembahkan sesuatu. Hal ini sangat berbeda dengan sidang yang pemberitaannya hanya dilakukan oleh satu orang, sedangkan yang lain hanya menjadi pendengar. Setelah sejangka waktu, sidang semacam ini bisa membunuh perkembangan fungsi rohani setiap anggota. Karena itu, kita harus mengejar, mendambakan, dan menuntut karunia tutur-sabda yang utama ini (ay. 1, 12, 39).

Di antara orang Kristen hari ini tidak ditemukan pelaksanaan tutur-sabda yang organik untuk pembangunan gereja; sepanjang sejarah kekristenan juga tidak ada catatan tentang pelaksanaan tutur-sabda secara korporat. Saudara Watdiman Nee nampak akan hal ini sekitar lima puluh tahun yang lalu. Pada tahun 1937 dia menyampaikan berita yang diterbitkan dalam buku Kehidupan Gereja yang Normal. Dalam buku ini Saudara Watchman Nee menegaskan bahwa sidang hari Minggu pagi dengan satu orang berbicara dan yang lainnya hanya menjadi pendengar bukan termasuk sidang gereja. Pada tahun 1948 Saudara Watchman Nee kembali menyampaikan berita-berita yang diterbitkan dalam buku Urusan-urusan Gereja. Kali ini dia lebih tegas lagi. Dia mengatakan bahwa sidang minggu pagi semacam itu sama seperti "adat istiadat bangsa-bangsa"(2 Raj. 17:8). Dia dengan tegas meminta kita semua untuk sungguh-sungguh menolak dan meninggalkan tradisi yang tidak alkitabiah itu.

Di satu pihak, pemberitaan oleh satu orang saja memang membina kaum saleh, namun di pihak lain, hal ini dapat mengesampingkan bahkan membunuh fungsi, kemampuan, dan kapasitas setiap orang beriman. Kapasitas dan fungsi rohani banyak orang Kristen telah terbunuh karena praktek semacam ini. Banyak orang Kristen yang tidak tahu bagaimana berbicara bagi Tuhan. Inilah keadaan kekristenan hari ini, dan keadaan kita pun hampir sama.

Saya mulai mengadakan pengkajian menyeluruh tentang pelayanan Perjanjian Baru pada bulan Oktober 1984. Dalam pengkajian tersebut, saya teringat akan perkataan Saudara Watdiman Nee. Pada tahun 1948 dia dengan tegas menolak sidang pemberitaan yang besar pada hari Tuhan dan meminta kita semua dengan sekuat tenaga meruntuhkan tradisi yang merugikan itu. Saya telah mendengar semua hal itu, namun ketika saya keluar dari daratan China ke Taiwan pada tahun 1949, saya belum melaksanakannya. Di kemudian hari, saya benar-benar menyesal atas hal ini dan mohon Tuhan mengampuni saya. Sejak itu saya meniup nafiri bahwa sidang hari Tuhan dengan satu orang berbicara dan yang lainnya mendengar harus dihapus.

Meskipun hal ini telah saya beritakan di Taiwan pada tahun 1984, saya tidak mengusulkan untuk menghentikan sidang pemberitaan pada hari Tuhan kepada gereja di Taipei selama hampir tiga tahun. Lebih dari tiga ribu kaum saleh menghadiri sidang-sidang ini. Mereka semua telah terpengaruh dan sungguh-sungguh terkesan bahwa sidang yang terbaik, pertamatama ialah pemecahan roti dan yang kedua ialah sidang pemberitaan. Mereka menyukai sidang pemberitaan karena merasa terawat oleh berita-berita yang disampaikan setiap hari Tuhan. Menghentikan sidang semacam ini secara mendadak tentu akan melukai dan merugikan gereja. Karena itu, saya melatih saudara saudari selama lebih dari tiga tahun. Kemudian pada bulan November 1987, para penatua di Taipei memutuskan untuk menghentikan sidang pemberitaan besar pada hari Tuhan dan memulai pelaksanaan tutur-sabda yang organik seperti yang dikatakan dalam 1 Korintus 14.

MENGONTAK ORANG

DENGAN MENGUNJUNGI MEREKA

Dalam berita ini saya tidak berniat mengadakan suatu pergerakan yang disebut kebangunan. Dalam pengalaman saya selama lebih dari enam puluh tahun, saya merasakan bahwa cara kebangunan besar tidak akan berhasil. yang akan berhasil ialah jalan yang ditetapkan Allah yang diwahyukan dalam Perjanjian Baru. Jalan yang ditetapkan Allah dalam penginjilan ialah setiap orang beriman mengunjungi orang secara langsung dan pribadi. Perjanjian Baru menyuruh kita, "Pergilah!" (Mat. 28:19; Mrk. 16:15). Kita harus mengontak orang melalui mengunjungi rumah mereka. Mengunjungi orang untuk menginjil bukan hanya mengetuk pintu; tetapi juga pergi ke tempat mereka berada. Tuhan Yesus sendiri pergi mengontak orang (Mat. 4:18-22; 9:9; Yoh 4:1-42), juga mengutus dua belas murid-Nya untuk melukukan hal yang sama (Luk. 9:1-6). Kemudian Din mengutus tujuh puluh murid pergi ke setiap kota dan tenipat untuk mendapatkan rumah anak-anak damai (Luk 10: 1, 4-5). Secara jasmani, sebagai seorang manusia, Tuhan tidak dapat pergi ke banyak tempat untuk mengunjungi banyak orang, karena itu Din mengutus tujuh puluh murid-Nya untuk melakukan pekerjaan ini.

Prinsip dasar dalam penginjilan ialah Anda pergi mengunjungi orang, bukan menyuruh orang datang kepada Anda. Jika Anda pergi mengunjungi mereka, Anda akan nampak perbedaan yang besar. Pergi dan kunjungilah orang dosa di rumah mereka. Duduk dan berbicaralah kepadanya. Berdoalah bersamanya dan mintalah supaya dia mengikuti Anda berdoa. Setelah itu katakanlah kepadanya, "Karena Anda telah berdoa kepada Tuhan Yesus dan percaya kepada-Nya, Anda bisa dibaptis sekarang. Mari, Anda kami baptis." Ini sangat berbeda dengan mengundung orang untuk datang menemui Anda. Banyak orang saleh yang berhasil dalam menginjil melalui jalan yang ditetapkan Allah.

FLEKSIBEL DALAM CARA KITA MENGONTAK ORANG

Kita harus fleksibel dalam cara kita mengontak orang dalam, penginjilan. Apa yang dimaksud dengan fleksibel? Manusia umumnya sangat berpegang pada sesuatu yang formal. Kita mudah membuat sesuatu menjadi formal, menurut aturan tertentu. Di Taipei, karena banyak gedung tinggi yang bertingkat-tingkat, maka kami menyuruh para peserta pelatihan sepenuh waktu untuk selalu belok ke kiri setelah keluar pintu. Di dalam gedung semacam itu bisa jadi ada lebih dari 80 unit pada satu tingkat, karena itu peraturan ini dibuat supaya para peserta dapat memakai waktu mereka dengan efisien. Akan tetapi gedung seperti itu tidak begitu banyak di Amerika Serikat. Sebagian besar orang tinggal di rumah-rumah biasa. Untuk melaksanakan secara kaku peraturan "belok kiri" di Amerika Serikat tentunya tidak perlu, karena keadaan yang berbeda.

Cara terbaik bagi kaum saleh untuk mengunjungi orang di rumahnya ialah membentuk tim. Satu tim biasanya terdiri dari tiga orang, satu yang cukup berumur, satu yang muda, dan lainnya setengah baya. Boleh satu saudari dan dua saudara atau satu saudara dan dua saudari. Namun hal ini dijadikan sesuatu keharusan yang kaku di Amerika. Karena tidak mendapatkan saudara yang cukup berumur atau saudara yang muda, tim tidak jadi dibentuk. Akibatnya, tidak ada hasil oleh karena kita terlalu formal. Kita semua harus belajar fleksibel. Ini bukan berarti saya mengabaikan persekutuan yang lalu. Jika Anda melaksanakannya menurut keadaan dan situasi, maka kita akan berhasil.

BERBAGAI CARA MENGINJIL MENGONTAK ORANG

Jangan mengira bahwa satu-satunya cara untak mengontak orang ialah membentuk tim yang terdiri dari tiga orang. Banyak cara untuk mengunjungi orang. Dalam berita ini, saya akan menyajikan berbagai cara menginjil mengontak orang.

Mengunjungi Kerabat

Cara terbaik dan terutama ialah mengunjungi kerabat sendiri. Misalnya, Anda mengunjungi kakek Anda. Meskipun kakek Anda mengasihi Anda, dia mungkin tidak mau mendengarkan Anda, karena itu Anda harus pergi bersama beberapa saudara yang tua dan matang. Lalu ketika Anda mengunjunginya, dia akan mendengarkan saudara-saudara ini sehingga beroleh selamat dan dibaptis. Apa yang tidak dapat Anda perbuat selama 25 tahun penginjilan kepadanya, dapat dilakukan dalam waktu yang singkat oleh saudara-saudara tua ini.

Anda juga pasti memiliki kerabat lainnya untuk dikontaki. Anda harus membuat daftar semua nama mereka dan pergi mengunjunginya satu per satu. Anda tidak perlu mengetuk pinta orang yang tidak Anda kenal. Mungkin orang tersebut akan membanting pintu di hadapan Anda. Itu bukanlah sambutan yang hangat. Lebih baik Anda terlebih dahulu mengunjungi orang-orang yang akan menyambut Anda dengan hangat. Kerabat dekat Anda tidak mungkin membanting pintu di hadapan Anda. Anda berhak mengunjungi mereka. Ada begitu banyak rumah yang akan menyambut kita dengan hangat, begitu banyak kerabat yang harus kita kunjungi untuk diberitakan Injil.

Mengunjungi Tetangga

Kelompok kedua yang harus kita kunjungi adalah tetangga kita. Kita semua memiliki tetangga dan telah tinggal di lingkungan yang sama selama bertahun-tahun. Kita adalah orang Kristen yang mengasihi Tuhan dan berada dalam pemulihanNya. Kita menuntut Kristus dan ingin memperhidupkan Dia, tinggal dalam-Nya, menikmati Dia dan mengalami Dia; namun bertahun-tahun berlalu, tetangga kita mungkin belum beroleh selamat.

Apakah keadaan ini normal? Tuhan berkata, "Siapa saja yang tinggal di dalam Aku,... ia berbuah banyak." Tetapi "setiap ranting pada-Ku yang tidak berbuah, dipotong-Nya (Bapa), Bukan kamu yang memilih Aku, tetapi Akulah yang memilih kamu. Aku telah menetapkan kamu, supaya kamu pergi dan menghasilkan buah dan buahmu itu tetap" (Yoh. 15:5, 2, 16). Tuhan berkata, "Aku telah menetapkan kamu." Karena kita adalah ranting- ranting pokok anggur, kita telah dipilih dan ditetapkan. Penetapan kita, masa depan kita, dan takdir kita adalah menghasilkan buah. Itulah sebabnya Paulus berkata, "Sebab itu adalah keharusan bagiku. Celakalah aku, jika aku tidak memberitakan Injil!" (1 Kor. 9:16). Kita semua harus memiliki pengenalan ini.

Ada yang berkata, "Asal aku telah beroleh selamat, maka kelak aku pasti naik ke surga beserta Tuhan." Kita pasti naik surga, namun di sana Tuhan akan bertanya, "Berapa banyak buah yang telah kau hasilkan untuk-Ku?" Jika kita tidak menghasilkan buah, kita akan menghadapi bahaya kehilangan kenikmatan akan Kristus pada zaman ini. Kemudian ketika Tuhan datang kelak, Dia akan meminta pertanggungjawaban kita (Rm. 14:10,12). Jika kita tidak mendapatkan keuntungan untuk Tuhan, Dia akan berkata, "Campakkanlah dia [hamba yang tak berguna itu] ke dalam kegelapan yang paling gelap"(Mat. 25:2630). Perkataan dalam Matius 25 sangatlah serius.

Tuhan memberi beban kepada saya untuk memperingatkan semua saudara saudari terhadap kewajiban menghasilkan buah dan akibatnya yang serius jika tidak melaksanakan hal ini. Jika saya tidak memperingatkan Anda, bagaimana saya dapat mempertanggungjawabkannya di hadapan Tuhan. Saya akan menanggung kesalahan itu (Yeh. 3:18-19; Kis. 20:26-27). Jika tidak menghasilkan buah, hari ini Anda akan dipotong dari kenikmatan atas kekayaan Kristus, dan kelak Anda akan dihakinu sebagai hamba yang jahat, malas, tidak berguna, kemudian dicampakkan ke dalam kegelapan yang paling gelap. Keperluan penginjilan ini telah ditaruh di atas diri Anda.

Janganlah berputus asa, Tuhan masih memberi kita kesempatan hidup. Bahkan sebagai seorang yang sudah cukup berumur, saya percaya Tuhan akan memberi saya lebih banyak tahun lagi untuk hidup, supaya saya bisa menghasilkan lebih banyak buah, Dalam satu tahun kita hanya perlu membawa satu orang kepada Tuhan dan bagi gereja. Ada orang merasa sulit menghasilkan satu buah dalam setahun. Saya akan berkata kepada mereka untuk mencoba keluar selama 52 kah setahun, hanya sekali seminggu. Jika dalam 52 minggu mereka masih belum mandapatkan satu pun, mereka tidak perlu khawatir karena luhan sedang mengajar mereka untuk sabar. Mereka harum tetap keluar tahun depan dan tidak perlu khawatir tidak mendapatkan satu orang pun. Mereka cukup melakukan tugas mereka seminggu sekali. Jika pada tahun kedua mereka masilh belum menghasilkan buah, mereka masih memiliki kesempatan pada tahun ketiga. Jika pada tahun ketiga mereka bisa mendapatkan satu buah saja, mereka tidak seharusnya menganggap hal ini sepele.

Menurut pengkajian saya terhadap sejarah, tidak ada satu gereja pun di dunia ini yang secara berkesinambungan mengalami peningkatan 33 persen setiap, tahun. Jika setiap orang saleh bisa mendapatkan satu orang setiap, tiga tahun, gereja akan mengalami peningkatan 33 persen setiap, tahun. Sepanjang sejarah, belum ada gereja yang demikian, karena itu kita jangan mengabaikan hal mendapatkan satu orang setiap tiga tahun. Jika kita semua dapat melaksanakannya, ini benar-benar luar biasa.

Banyak saudaii tidak bekerja dan tinggal di rumah menjaga anak- anaknya. Seorang saudari dapat menciptakan hubungan yang baik dengan tetangga, sehingga semua tetangga tahu bahwa saudari ini adalah orang yang baik dan tepat, bahwa ia mendidik anak-anaknya dengan baik. Mereka akan membiarkan anak-anak mereka bermain ke rumah saudari ini dan inilah kesempatan bagi saudari ini untuk membuka sidang keluarga anak- anak yang terdiri dari lima orang atau lebih. Waktu yang terbaik ialah siang atau sore hari sesudah anak-anak pulang sekolah. Banyak ibu yang menginginkan tetangga yang baik untuk menjaga anak-anak mereka, dan anak-anak mereka juga perlu anak-anak lain untuk berteman. Perlahan- lahan, saudari ini bisa mendapatkan anak-anak lebih banyak, mungkin mencapai 15 orang. Melalui anak-anak inilah setiap pintu rumah akan terbuka bagi saudari ini.

Ada banyak cara untuk mengontak orang. Jika Anda belum mendapatkan cara, berdoalah, "Tuhan, beri tahu aku apa yang harus aku lakukan. Aku sunggah-sungguh Tuhan; aku harus membawa orang ke hadapan-Mu. Berilah aku jalan." Tuhan mungkin menyuruh Anda keluar dan berdiri di depan pintu rumah setiap, hari dari jam 5 sore sampai jam 6 sore. Anda harus berdiri di sana danj angan melakukan yang lain. Perhatikanlah tetangga Anda pulang ke rumah mereka. Kelihatannya hal ini aneh, namun setelah satu minggu, mungkin ada orang yang menghampiri dan berbicara pada Anda. Inilah kesempatan Anda mendapatkannya.

Ada satu denominasi besar di Seoul (Korea Selatan) yang khusus melatih para saudari untuk mengontaki tetangga mereka. Seoul adalah kota besar yang berpenduduk kira-kira 10 juta jiwa dan memiliki gedung-gedung apartemen yang tinggi. Banyak ibu yang membawa anak-anak mereka pergi berbelanja. Mereka harus membeli keperluan mereka dan mengangkut barang-barang mereka sambil menuntun anak. Denominasi tersebut mengetahui masalah yang merepotkan ini lalu mengutus beberapa saudari untuk menunggu ibu-ibu yang akan pulang setelah berbelanja itu di depan elevator (tangga berjalan). Ketika seorang ibu melewati elevator itu, saudari-saudari itu pun berkata, "Bisa kami bantu? Kami bantu Anda mengangkat barang-barang ini. Biar kami bantu menuntun anak Anda." Saat itu terbukalah kesempatan besar bagi para saudari untuk mendapatkan orang.

Mengunjungi Sahabat, Teman Sejawat,

dan Teman Sekolah

Kita juga harus mengunjungi sahabat, teman sejawat, dan teman sekolah kita. Setiap orang pasti memiliki sahabat, teman sekolah, atau teman sejawat. Jika Anda mengajar di sebuah sekolah, maka guru-guru dan karyawan di sana adalah teman sejawat Anda. Jika Anda seorang pelajar, Anda pasti memiliki banyak teman sekelas. Pertama-tama kita harus menanamkan kesan yang baik antara diri kita dengan teman sejawat atau teman sekolah. Barulah kita dapat membicarakan Kristus kepada mereka dan membuat janji untuk mengunjungi mereka. Kita bisa menggunakan sedikit waktu untuk berbicara kepada mereka. Mungkin mereka mencoba menghindar, namun jika kita tekun, akhirnya mereka mau. dikunjungi. Ketika Anda mengunjungi mereka, ajaklah juga kaum. saleh yang lain.

Menelepon Membuat Janji

Kita harus belajar memanfaatkan telepon dengan berhikmat. Telepon dapat menjadi alat yang sangat berguna. Hari ini ada salesman yang menghasilkan jutaan dolar setiap tahun melalui telepon. Mereka terus- menerus menghubungi calon pembeli satu per satu. Kita dapat menggunakan telepon dan membuat janji dengan orang untuk membicarakan Kristus. Kita bahkan juga dapat menggirimkan buku telepon untuk menelepon orang. Carilah satu. nama dan hubungilah, "Pak/bu, saya mendapatkan nama Anda dari buku telepon. Saya seorang Kristen yang mengasihi Tuhan Yesus dan ingin berbicara dengan Anda sebentar." Kebanyakan dari mereka akan menolak Anda, tetapi mungkin ada tiga orang yang menerima Anda dari seratus orang yang dihubungi. Lalu Anda dapat mengunjungi ketiga orang itu.

Hampir tiap hari kotak surat rumah saya dipenuhi selebaran iklan. Karena mengganggu, semua selebaran iklan itu saya buang. Suatu hari saya bertanya pada diri saya sendiri, "Mengapa banyak perusahaan menghabiskan uang untuk mencetak dan mengirim selebaran iklan ini?" Akhirnya saya menemukan bahwa bila mereka menerima satu persen tanggapan saja, mereka sudah tidak rugi. Mereka biaaanya menerima tiga person tanggapan dan mereka mendapat keuntungan. Kita jangan selalu berharap mendapat anak damai dalam setiap rumah. Sebenarnya banyak rumah yang memiliki serigala-serigala (Luk. 10:3). Dalam satu malam mungkin kita bisa mengetuk 26 pintu rumah dan tidak mendapatkan siapa pun selain serigala-serigala yang menolak kita. Hal ini sering terjadi pada banyak orang saleh, namun saat mereka mendatangi rumah terakhir barulah mereka menemukan satu anak damai. Kita tidak tahu kapan kita bisa mandapatkan anak damai. Mungkin selama 104 minggu kita tidak mendapatkan seorang pun anak damai. Tetapi sejenak lagi mungkin baru mendapatkan satu. Kita harus benar-benar melatih ketekunan, kesabaran, dan iman kita. Saya tidak percaya jika seseorang pergi terus-menerus 52 kali setahun, tetapi tidak mendapat satu orang. Jika Anda tekun, Anda pasti mendapatkan satu orang.

Membuat Janji dengan Membeli Barang

Bila seorang saudara pergi ke toko untuk membeli alat-alat tulis dan jika pada saat itu kebetulan tidak ada pembeli lain selain Anda di toko itu, maka penjaga toko itu pasti akan gembira. Anda jangan menyia-nyiakan kesempatan untuk berbicara dengannya. Ada baiknya bila Anda memiliki kartu yang berisi nama, alamat, nomor telepon, atau hal lain yang menunjukkan bahwa Anda adalah seorang Kristen. Kemudian pada kesempatan semacam ini, Anda dapat memberikan kartu itu dan berkata, "Saya ingin membicarakan Kristus kepada Anda sebentar." Jangan bicara terlalu panjang karena itu adalah jam kerjanya. Cukup dua menit saja. Lalu tanyalah, "Dapatkah saya berkunjung ke tempat Anda?" Inilah cara membuat janji dengan membeli sesuatu. Jika Anda ingin membeli tiga macam. barang, janganlah membeli ketiga barang itu di satu toko saja. Belilah salah satu jenis barang di satu toko, kemudian pergilah ke toko lain untuk membeli barang yang kedua, dan buatlah janji di sana. Umpan Anda adalah membeli barang. Para saudari harus memperhatikan berapa jumlah barang yang harus mereka beli dalam sebulan. Akan ada banyak kesempatan untuk membicarakan Kristus kepada orang.

Orang-orang itu ada di sana adalah untuk kita. Anda mungkin tidak ingin membeli sesuatu, namun ketika Anda melihat penjaga toko yang berdiri tanpa melakukan sesuatu di sana, Anda boleh mengeluarkan beberapa dolar untuk sepasang kaus kaki. Anda membeli barang itu dengan tujuan untuk membuka hatinya. Ini sangat berrnanfaat; kita di sini adalah untuk Kristus. Lagi pula Anda dapat membeli kaus kaki yang ukurannya sama dengan kaki penjaga toko. Kemudian setelah Anda beli, katakan kepadanya, "Pak/bu, sebenarnya saya ingin memberitakan Kristus kepada Anda, bukan untuk membeli kaus kaki. Saya berikan kaum kaki ini kepada Anda sebagai hadiah." Ini mungkin agak aneh, namun dapat membangkitkan minat orang sehingga kita bisa mengontak mereka, menginjil kepada mereka.

Kita harus menghemat waktu kita untuk keluar mengontak orang. Cara apa pun yang kita pakai, kita harus berdoa, "Tuhan utuslah anak damai yang terbaik kepadaku." Kita harus yakin bahwa Tuhan akan menjawab doa ini. Bahkan jika kita berdoa, "Tuhan akan memberi cara-cara yang lain untuk mengontak orang. Kita jangan terlalu kaku. Kita harus menggunakan hikmat. Ketika para saudari pergi ke salon, mereka harus pergi dengan tujuan, Mereka bahkan harus sering pergi dengan tujuan agar dapat berkontak dengan orang. Mereka yang bekerja di salon akan membuka pintu bagi para saudari ini. Dengan demikian mereka disambut dengan hangat. Manusia diciptakan Allah adalah untuk tujuan-Nya. Selama kita bisa mengontak mereka, mereka pasti beroleh selamat, namun jangan berharap, untuk melakukan pekerjaan itu dengan tergesa-gesa. Kita harus mengontak orang dengan ketekunan dan secara perlahan-lahan. Jika kita setia kepada Tuhan setiap minggu, kita percaya bahwa kita akan membawa paling sedikit, dua orang ke hadapan Tuhan setiap tahun. Setiap orang dari antara kita bisa melakukannya. Ini tergantung dari jerih lelah. ketekunan, ketahanan, dan kesabaran kita.

Membuat Janji melalui Menjual Barang

Mungkin di antara kalian ada yang memiliki barang bagus untuk dijual dari rumah ke rumah. Pergilah keluar bukan sebagai orang yang ingin memberitakan Kristus melainkan sebagai salesman. Sebagian besar orang akan membuka pintu bagi salesman. Juallah barang Anda dengan harga yang sangat murah. Anda dapat menunjukkan kepada mereka bahwa Anda hanya mendapat 5% dan potongan 5% itu akan Anda berikan kepada mereka. Setelah transaksi selesai, katakanlah, "Saya menjual barang ini begitu murah karena saya memang tidak bermaksud menjual, tetapi ingin memberitakan Kristus." Berikan kartu nama Anda dan mintalah beberapa menit untuk berbicara kepada mereka. Pada umumnya, pembeli akan memberi Anda waktu. Lalu setelah berbicara sebentar, Anda dapat membuat janji untuk datang kembali. Ini cara lain untuk mendapatlkan orang dengan Injil.

Masuk ke Tetangga yang Tertutup

Pintu rumah seseorang tak selamanya tertutup. Hampir setiap hari orang membuka pintu mereka, nanum kita harus menemukan cara supaya mereka tetap membuka pintu. Seorang saudara mengatakan bahwa dia pernah mengunjungi kelompok masyarakat menengah ke atas dan tidak ada yang mau membuka pintu karena tidak ada yang mengenal, dia. Karena itu dia mulai mendatangi tempat itu terus-menerus bukan untuk mengetuk pintu, tetapi hanya melewatinya berkali-kali. Orang-orang yang tinggal di sana sering melihat dia di tempat itu dan akhirnya ada seorang yang berbicara, dan terbuka kepadanya. Jika seseorang bisa mengundang Anda ke rumahnya, maka dua atau tiga minggu kemudian yang lain juga akan terbuka kepada Anda.

Cara lain untuk mendapatkan orang ialah membentuk tim penyanyi pujian yang terdiri dari enam orang dan pergi ke lingkungan masyarakat menengah atas. Nyanyikan lagu-lagu natal ke suluruh tempat itu sekitar pukul tujuh malam. Mungkin mereka sedang atau telah makan malam. Lalu nyanyikan lagi malam berikutinya. Pergilah tiap malam selama satu minggu dan tunggulah apa yang akan terjadi. Anda mungkin tidak perlu mengetuk setiap pintu. Beberapa orang pasti akan keluar dan berkata, "Lagu pujian kalian sangat bagus dan luar biasa. Kita semua suka lagu itu. Kami juga ingin mengenal kalian." Dengan dumikian, pintu-pintu rumah akan banyak yang terbuka bagi Anda.

Jalan Kesetiaan dan Doa

Kita tidak harus terikat pada satu cara tertentu dalam menginjil. Tuhan tidak membimbing kita dengan satu cara saja dalam menginjil. Dalam Lukas 14, pertama-tama tuan itu mengutus hambanya untuk pergi ke jalan dan lorong kota (ay. 21). Hamba itu kembali dan berkata, "Apa yang tuan perintahkan itu sudah dilaksanakan, sekalipun demikian masih ada tempat" (ay. 22). Kemudian Tuannya berkata, "Pergilah ke semua jalan dan lorong" (ay. 23). Dalam hal ini Tuhan snagat fleksibel dan Dia mengubah caranya. Mengunjungi dan berbicara dengan orang di gang-gang dan lorong-lorong kota jauh lebih mudah dibandingkan di jalan besar dan di jalan protokol. Dengan siapa kita dapat berbicara di jalan protokol? Kita dapat menunggu orang yang kehabisan bensin dan juga kebetulan berhenti tepat di depan kita. Mungkin itu adalah satu kesempatan yang sangat baik untuk berbincang-bincang dengannya. Bila kita berhikmat, kita dapat menyediakan air dan berkata, "Pak, apa Anda haus? Saya punya air minum."

Kita mungkin berpikir, "Bagaimana aku bisa menemukan orang di jalan seperti ini setiap minggu?" Dalam 52 minggu, kita pasti menemukan satu orang. Jika kita keluar berdiri di tepi jalan protokol sekali seminggu untuk menanti seseorang yang kehabisan bensin, dalam 52 minggu kita pasti menemukan satu orang. Jika kita masih belum bertemu seorang pun, Tuhan pasti tetap menganggap kita sebagai hamba yang setia. Kita juga harus berdoa, "Tuhan berilah aku satu orang." Tuhan akan menjawab kita; Dia akan memberi kita satu orang. Orang terkasih yang sedang mengendarai mobil ini mungkin membawa sepupunya, sehingga kita juga berkesempatan bertemu dengan sepupunya.

Menginjil sebagai Keharusan

Jika kita diam di rumah, kita pasti tidak akan mendapatkan apa-apa. Kita telah diam di rumah bertahun-tahun. Siapa yang telah kita kontaki melalui Injil? Sangatlah bernilai jika kita menggunakan berbagai cara untuk dapat melayankan Kristus kepada orang lain. Akan tetapi, keperluan kita yang mendesak saat ini bukanlah suatu cara, melainkan kesungguhan kita mendapatkan orang bagi Kristus. Kita haras sungguh-sungguh. Janganlah kita mentoleransi kemandulan kita. Jika kita tidak menghasilkan buah, Tuhan akan memotong kita dari kenikmatan akan Dia, dan Dia akan menghakimi serta menghukum kita saat kedatangan-Nya. Menginjil adalah keharusan bagi kita, karena celakalah kita jika tidak menginjil (1 Kor. 9:16). Jika kita semua bersungguh-sungguh, Tuhan pasti memberi kita orang- orang yang diselamatkan untuk dipersembahkan sebagat kurban kepada Allah.

Jika semua orang saleh telah melaksanakan penginjilan dari rumah ke rumah sejak tahun 1986, saya percaya semua gereja akan berlipat ganda sekarang. Namun Iblis juga bekerja untuk merusak orang-orang saleh dan menghancurkan iman mereka dengan menaruh rasa ragu dalam hati mereka. Kita harus berkata kepada Iblis bahwa kita tidak memiliki waktu dan telinga untuk mendengar tipuannya. Kita mau bersungguh-sungguh untuk pergi mengontak orang. Saya percaya Tuhan kita, Tuhan yang kita layani, akan senang melihat hal ini.