← Daftar isi Pandangan Menyeluruh dari Jalan yang Ditetapkan Allah Prinsip-prinsip Dasar · bab 8/31

SATUAN KESELAMATAN ALLAH

Ayat Alkitab :

Luk. 19:5, 9; Kis. 16:31; 1 Kor. 1:16a

Ketika bersekutu tentang latihan dan pelaksanaan atas jalan penginjilan yang ditetapkan Allah, kita harus mencakup juga satuan keselamatan Allah. Kebanyakan orang, baik Kristen maupun non-Kristen, menganggap keselamatan Allah sebagai masalah individu. Pikiran yang alamiah mengira bahwa satuan keselamatan Allah adalah satu orang. Pemikiran semacam ini berlawanan dengan ekonomi Allah, rencana Allah. Jalan yang ditetapkan Allah adalah mendapatkan keluarga, bukan hanya perorangan. Bahkan dalam Perjanjian Lama, Allah telah mewahyukan satuan keselamatan-Nya. Allah tidak hanya menyelainatkan Nuh dan istrinya dari air bah, Dia juga menyelamatkan anak-anaknya dan menantu-menantunya (Kej. 7:7). Delapan orang termasuk dalam keluarga Nuh (1 Ptr. 3:20; Ibr. 11:7). Itulah lambang yang sempurna dan pertama dari keselamatan Allah atas manusia.

Dalam Keluaran 12, domba Paskah dimakan menurut keluarga. Jika suatu keluarga terlalu kecil, domba Paskah itu bisa dimakan bersama-sama dengan tetangganya yang terdekat duri rumalinya (ay. 3-4). Selain itu, darah domba Paskah dioleskan pada kedua tiang pinta dan ambang atas tempat mereka berada dan bukan pada setiap individu. Menempuh Paskah secara perorangan bertentangan dengan ekonomi Allah. Yesus Kristus, sebagai domba Paskah tidak hanya untuk perorangan; Dia untuk seluruh keluarga. Jika kita tidak memperhatikan keluarga sebagai satuan keselamatan Allah, kita melanggar prinsip ekonomi Allah.

Ketika kita mengundang orang untuk menghadiri sidang gereja, banyak yang akan datang sendirian. Jika kita pergi mengunjungi orang ke rumah mereka, kita akan mendekati meluruh keluarga mereka. Dari hal ini kita dapat nampak bahwa "ketuk pintu" bisa mengontak seluruh keluarga, bukan hanya satu orang. Ketika kita mengetuk pintu rumah orang, kita mengikuti prinsip ekonomi Allah. Sungguh memalukan jika kita meremehkan jalan yang ditetapkan Allah dalam mengontak orang dengan Injil. Kita harus mengambil jalan yang ditetapkan Allah dalam menginjil, yang sesuai dengan wahyu Alkitab.

MENGHINDARI RUPA-RUPAANGIN PENGAJARAN

Jika kita sungguh-sungguh bagi pemulihan Tuhan, kita harum berdiri melawan segala pengajaran yang bertentangan dengan kebenaran. Satuan keselamatan Allah adalah keluarga, ini sesuai dengan kebenaran; karena itu, kita harus berdiri teguh bagi kebenaran ini. Kita harus nampak bahwa kita diutus Tuhan untuk mendapatkan keluarga, seluruh satuan keselamatan Allah. Allah kita dapat tersinggung jika kita hanya memperhatikan individu dalam menginjil, dan bukannya memperhatikan keluarga. Kepergian kita untuk mendekati orang harus mencakup seluruh keluarga mereka.

Kebanyakan dari kita masih terpengaruh ajaran-ajaran yang salah. Rasul Paulus menyebut pengajaran demikian sebagai "berbagai angin pengajaran"(Ef 4:14).Jika satu angin pengajaran jelas salah, tidak ada orang Kristen yang mau mendengarkannya. Misalnya, jika seseorang memberi tahu kita untuk menyembah patung berhala, kita tidak akan mempedulikannya. Akan tetapi mungkin ada orang berkata, "Ya, tentu saja, kita tidak boleh menyembah berhala, namun Allah terlalu abstrak. Kita perlu gambar Yesus. Gambar Yesus bukan berhala." Anehnya, semua "gambar Yesus" melukiskan seorang yang begitu tampan. Menurut sejarah, gambar-gambar itu berasal dari hasil seni selama Abad Pertengahan. Hasil seni ini sama sekah berlawanan dengan gambaran Tuhan Yesus yang ditulis oleh Yesaya. Yesaya 53:2 mengatakan, "Ia tidak tampan dan semaraknya pun tidak ada sehingga kita memandang dia, dan rupapun tidak, sehingga kita menginginkannya." Dia tidak tampan menurut cara berpikir kita yang alamiah. Ini membuktikan bahwa gambar-gambar pada dinding beberapa rumah orang Kristen bukanlah gambar Yesus, tetapi ada orang yang bahkan menyembah gambar-gambar itu. Gambar-gambar semacam itu menipu, menyimpang, dan bahkan setani.

Pada tahun 1936 saya mengunjungi suatu propinsi di China Tengah. Pada suatu hari, seorang yang sangat takwa datang dan memberi tahu saya bahwa kerabat dekatnya telah dirasuki setan. Dia bertanya kepada saya apa yang harus mereka lakukun. Pertama, saya bertanya apakah ada berhala di dalam rumahnya. Setelah berpikir sejenak, dia memberi tahu saya bahwa tidak ada satu pun berhala di rumahnya. Saya menyuruhnya memeriksa kembali untuk melihat apakah ada gambar-gambar di rumah yang mungkin menjadi obyek-obyek penyembahan. Dia mengaku bahwa ada sebuah "gambar Yesus". Ketika saya mendorongnya untuk menghancurkan gambar itu, dia enggan melakukannya karena sebagai seorang Kristen, dia tidak ingin merasa bersalah karena telah menghancurkan "gambar Yesus". Saya menjelaskan kepadanya bahwa itu bukan gambar Yesus yang sesungguhnya, itu hasil lukisan seorang pelukis yang melukis gambar yang tampan dan mengatakan bahwa itu adalah Tuhan Yeaus. Sering kali kerasukan setan bersumber dari penyembahan benda-benda bersifat berhala seperti itu. Begitu saudara ini mengerti situasi yang sebenamya, dia membakar gambar berhala itu, dan setannya pun pergi.

Jika seseorang datang kepada Anda dan menyuruh Anda menyembah berhala secara terang-terangan, Anda akan menolak melakukannya. Karena itu, mereka datang dengan cara yang menipu dan menyimpnng. Di Manila ada satu lapangan luas dengan sebuah katedral Katolik yung besar, yang disebut tempat "Yesus hitam". Mereka membangun satu patung, satu batu pahatan, dan menyebutnya sebagai "Yesus hitam". Mereka mengatakan bahwa Yesus tidak hanya untuk orang kulit putih, tetapi juga untuk orang kulit hitam. Salah satu kaki patung ini hampir aus, karena selama berabad- abad, begitu banyak orang yang menjamahnya. Menjamah kaki "Yesus hitam" ini dianggap sebagai satu kehormatan bagi mereka. Praktek ini adalah akibat dari angin pengajaran yang menyimpang dari jalur inti ekonomi Allah. Efesus 4:14 mengatakan bahwa angin pengajaran berhubungan dengan permainan palsu dan kelicikan manusia. Kelicikan manusia berhubungan dengan sistem yang menyesatkan. Milik si apakah sistem ini? Ini adalah sistem Iblis. Maksud Iblis adalah merusak, menghancurkan pembangunan Tubuh Kristus. Inilah satu-satunya sasaran Iblis.

Menurut Alkitab, cara terutama untuk menginjil adalah mengunjungi orang. Pengajaran apa pun yang berbeda dari ini atau menentang ini adalah angin pengajaran. Mengundang orang datang ke balai sidang bukanlah cara utama dalam menginjil. Jalan yang ditetapkan Allah untuk menginjil pada dasarnya berpusat pada kepergian kita untuk mengunjungi orang di rumah mereka.

Tuhan Yesus memelopori untuk mengunjungi orang. Dia bahkan pergi ke kota Yerikho yang dikucilkan orang. Dalam Alkitab, Yerusalem adalah kota yang diberkati, sedangkan Yerikho adalah kota yang dikutuk. Yerusalem ada di atas gunung, Gunung Sion. Yerikho ada di bawah lembah yang panas dan berdebu. Di Yerikho, Tuhan Yesus pergi ke rumah Zakheus, seorang kepala pemungut cukai. Dalam Lukas 19:5, Dia memberi tahu Zakheus, "Hari ini Aku harus menumpang di rumahmu." Beberapa ayat berikutnya, Dia menyatakan kepada Zakheus, "Hari ini telah terjadi keselamatan kepada seisi rumah ini" (Luk. 19:9). Tuhan menyebut rumah dua kali kepada Zakheus karena Dia memperhatikan satuan keluarga. Jika seseorang menentang kebenaran tentang satuan keselamatan ini, kaum saleh akan kecewa dan disimpangkan. Angin pengajaran seperti itu menghancurkan pembangunan Tubuh Kristus. Segala penentangan terhadap penginjilan dengan mengunjungi orang melalui mengetuk pintu rumah mereka, berasal dari si Iblis. Menginjil dengan mengunjungi rumah orang untuk mendekati keluarga sesuai dengan kebenaran firman.

PERLUNYA MENGENAL

DAN MELAKSANAKAN KEBENARAN

Beban saya adalah membicarakan kebenaran. Sejak ministri saya dimulai di negara ini pada tahun 1962, lebih dari seribu seratus gereja telah dibangkitkan di seluruh dunia. Sebelum 1962 sudah ada seratus gereja, dan kebanyakan berada di Timur Jauh. Sekarang ada lebih dari seribu dua ratus gereja di bumi ini. Setiap gereja dilahirkan melalui pembebasan kebenaran. Jika kita ingin maju terus menurut jalan yang ditetapkan Allah, kita semua harus mengenal kebenaran, dan kita harus menempuh jalan kebenaran.

Melaksanakan kebenaran menuntut banyak hikmat. Ketika kita mengunjungi orang untuk menginjil, seorang gadis berumur tujuh belas tahun mungkin menerima Tuhan. Haruskah kita segera membaptisnya? Kita harus menengadah kepada Tuhan untuk menjadi hikmat kita, agar kita memiliki daya pembeda yang tepat.. Dalam beberapa kasus, membaptis orang semuda itu mungkin membantu orang tuanya untuk menerima Tuhan. Namun, kita tidak boleh tergesa-gesa membaptis orang muda ini. Kita, mungkin perlu memastikannya dulu dengan orang tuanya, supaya mereka tidak tersinggung. Situasi yang sama jika seorang istri diselamatkan ketika suaminya sedang tidak berada di tempat. Jika kita mencoba segera membaptis istrinya, itu mungkin akan membuat suaminya tersinggung. Jika kita memakai hikmat, seluruh keluarga akan terbuka untuk menerima Tuhan dan dibaptis. Kita harus selalu sangat teratur, sopan, dan bijak.

Jika kita tidak memakai hikmat, kita tidak bisa mendapatkan keluarga sebagai satuan keselamatan Allah. Kita harus pergi dengan pandangan membina hubungan jangka panjang. Akhimya kita akan mendapat reputasi yang baik tidak hanya di lingkungan tetangga kita, tetapi juga di seluruh kota. Ini sungguh-sungguh keadaan di Taipei. Hari ini orang-orang di Taipei sangat menghormati kaum saleh dan cukup terbuka bagi kunjungan kaum saleh ke rumah mereka untuk memberitakan Injil Kristus. Lewat sejangka waktu, hubungan positif semacam ini harus dibina di lingkungan tetangga dalam kota-kota di Amerika.

Saya berharap semoga banyak dari kita yang mau sering mengunjungi orang untuk menginjil. Pergi dengan menyanyi juga membantu. Di setiap lingkungan tetangga seharusnya ada-satu suasana yang baik untuk menginjil. Setelah sejangka waktu, ada baiknya juga bagi beberapa orang saleh pindah ke lingkungan tetangga yang baru sehingga suasana yang baik juga dapat tercipta di sana. Jika kita mau menginjil dengan cara yang berbeda-beda, kita akan mendapatkan hasil yang menguntungkan dalam beberapa tahun. Ini tergantung pada jalan yang kita tempuh. Saya harap kita semua mau menerima beban menginjil dan mau menerima latihan untuk melaksanakmmya secara positif dan tepat. Setelah beberapa tahun, sesuatu yang menguntungkan akan terbangun, dan orang akan sadar bahwa ada sekelompok orang Kristen yang mengasihi Tuhan dan mengunjungi orang untuk perluasan Injil Kristus.

Selain itu, ketika kita pergi dan mengunjungi orang untuk Injil di rumah- rumah mereka, kita harus berbicara kepada mereka dan berperilaku sedemikian rupa sehingga kita dapat membangun suatu atmosfir dan situasi yang bisa mencapai seluruh keluarganya. Gaya kita, dalam bicara dan perilaku kita harus mengekspresikan sesuatu yang dapat membangkitkan rasa hormat mereka, sehingga mereka berharap kita juga dapat berbicara kepada seluruh isi keluarga mereka.