← Daftar isi Pandangan Menyeluruh dari Jalan yang Ditetapkan Allah Prinsip-prinsip Dasar · bab 6/31

KEMULIAAN DAN SUKACITA KAUM BERIMAN DALAM MENGHASILKAN BUAH

Ayat Alkitab :

Yoh. 15:8-11; 1 Tes. 2:7, 11, 19-20

Butir penting pertama dalam pergerakan Tuhan di bumi adalah penginjilan. Kita tidak hanya menekankan penginjilan tetapi juga penginjilan menurut jalan yang ditetapkan Allah. Hari ini penginjilan di antara kebanyakan orang Kristen pada faktanya telah gagal. Menurut pendapat umum, Amerika Serikat adalah negara Kristen terbesar di bumi. Mungkin ada sebanyak 120 juta orang Kristen di Amerika Serikat, dan banyak radio Kristen yang mengudara. Namun, sangat sedikit dari jutaan orang Kristen ini yang berbeban untuk secara pribadi pergi memberitakan Injil Kristus. Inilah situasi di antara kebanyakan orang Kristen di Amerika Serikat saat ini.

BAPA DIMULIAKAN MELALUI KITA BERBUAH

Kita mungkin menyukai perkara tinggal dalam pokok anggur, yaitu tinggal di dalam Kristus, yang terdapat dalam Yohanes 15. Kita mungkin ingin menjadi orang-orang yang menikmati kekayaan yang tidak terduga dari pokok anggur itu. Namun, Yohanes 15:8-11 tidak hanya menekankan perkara tinggal; tetapijuga menekankan perkara menghasilkan buah. Jika kita berbuah, Bapa akan dimuliakan. Bapa tidak akan dimuliakan hanya karena kita tinggal di dalam-Nya. Dia hanya akan dimuliakan jika kita menghasilkan buah. Hanya berbuah yang dapat membebaskan hayat ilahi Bapa. Ketika kita berbuah, hayat ilahi yang ada di dalam Putra, pokok anggur itu, dibebaskan.

Ketika kita tinggal di dalam Putra, kita menyesap hayat di dalam pokok anggur. Kita mengambil bagian dalam kekayaan yang tidak terduga dari sari heyat pokok anggur itu. Cepat atau lambat, hayat yang kita sesap itu akan terbebaskan. Ketika sari hayat ini dibebaskan, hasilnya adalah buah. Berbuah adalah hasil, akibat kenikmatan kits terhadap Kristus. Pembebasan sari hayat inilah yang mengekepresikan Allah. Dalam pembebasan sari hayat, Bapa dimuliakan.

Ilustrasi deri pembabasan seperti ini terlihat dalam bunga anyelir. Jika bunga anyelir tidak bersemi, maka kemuliaannya, keindahannya tetap tersembunyi. Ketika anyelir bersemi, hayat di dalam anyelir dibebaskan. Inilah pemuliaan anyelir. Kita tidak dapat mengapresiasi keindahan anyelir jika bunga itu belum mekar. Jika bunga anyelir tersembunyi, keindahan hayatnya belum terekspresikan. Begitu bunga itu mekar, hayatnya tereksperesikan, hayatnya dimuliakan. Mekarnya anyelir adalah pemuliaannya. Damikian pula, berbuahnya kita adalah pemuliaan Allah.

Ada orang dalam Kekristenan yang berkata bahwa kita memuliakan Allah melalui berbuat baik. Mereka tidak menyadari bahwa Bapa tidak ingin kita. hanya berbuat baik atau hanya mengekspresikan Dia dalam kewajiban-kewajiban etis kristiani. Dia ingin kita mengekspresikan-Nya dengan berbuah bagi pertambahan dan perluasan pokok anggur. Pertambahan dan perluasan pokok anggur adalah pemuliaan Bapa. Pernahkah Anda memperhatikan betapa khususnya perkataan Tuhan dalam potongan ayat di Yohanes 15? Dia mengatakan, "Dalam hal inilah Bapa-Ku dimuliakan" (Yoh. 15:8). "Dalam hal inilah" mengacu kepada berbuah. Jika kita berbuah banyak, Bapa dimuliakan.

Dalam Yohanes 15:9 Tuhan Yesus berkata, "Seperti Bapa telah mengasihi Aku, demikianlah juga Aku telah mengasihi kamu; tinggallah di dalam kasih-Ku itu." Kita, orang-orang Kristen, suka berbicara tentang kasih. Kita suka mengatakan bahwa Allah mengasihi kita. Ketika masih kanak-kanak, saya diajar menyanyikan sebuah nyanyian yang mengatakan, "Yesus cinta padaku, tercatat di Alkitab." Di sini Tuhan Yesus mengatakan, "Seperti Bapa telah mengasihi Aku, demikianlah juga Aku telah mengasihi kamu." Kasih macam apakah ini? Bapa telah mengasihi Putra dalam hal Putra mengekspresikan Bapa. Bapa senang dan bersukacita bahwa Putra adalah ekspresi-Nya. Putra mengasihi para murid dalam prinsip yang sama. Putra ingin para murid-Nya menjadi ekspresi-Nya. Ilustrasi dari prinsip ini ada dalam kitab Kejadian. Allah menciptakan manusia di dalam gambar- Nya sendiri (Kej. 1:27), ini adalah ekspresi dari kasih-Nya yang besar.

Allah mengasihi Putra supaya Putra boleh mengekspresikan Allah, dan Putra telah mengasihi kita supaya kita boleh mengekspresikan-Nya. "Seperti Bapa telah mengasihi Aku, demikianlah juga Aku telah mengasihi kamu; tinggallah di dalam kasih-Ku itu." (Yoh. 16:9). Tinggal di dalam kasih-Nya membuat kita menjadi ekspresi-Nya. Dia memberi tahu kita tentang kasihNyu, dan kemudian Dia menyuruh kita mengekspresikan-Nya. Berbuah berarti mengekspresikan Putra. Putra menyuruh kita berbuah, ini berarti Putra mengasihi kita dengan tak bersudahan. Betapa terhormatnya! Betapa hak yang telah diberikan oleh Putra sehingga kita boleh menghasilkan buah-Nya. Sama seperti Bapa menyuruh Putra mengekspresikan Bapa, Putra menyuruh kita mengekspresikan Putra. Dia menyuruh kita tinggal di dalam kasih-Nya, tidak hanya tinggal di dalam- Nya. Tidak cukup hanya sekadar tinggal di dalam-Nya, kita harus tinggal di dalam kasih-Nya.

Kita tinggal di dalam kasih-Nya dengan melahirkan Dia ke dalam orang bagi ekspresi-Nya. Penginjilan kita adalah menghasilkan buah, melahirkan Kristus ke dalam orang-orang, menjadikan mereka buah Kristus, ekspresi Kristus. Ketika kita membawa Kristus ke dalam seorang dosa, dia menjadi ekspresi Kristus. Ayat 8,9 dan 10 dari Yohanes 15 saling berkaitan. Jika kita menuruti perintah-Nya, kita akan tinggal di dalam kasihNya (ay 10), kita akan menghasilkan buah (ay. 8), dan Bapa akan dimuliakan (ay 8). Ketika kita menghasilkan banyak buah, Bapa akan dimuliakan.

KAUM BERIMAN BARU MENJADI KEMULIAAN

DAN SUKACITA KITA

Dalam Yohanes 15:11 Tuhan mengatakan, "Semuanya ini Kukatakan kepadamu, supaya sukacita-Ku ada di dalam kamu dan sukacitamu menjadi penuh" (ay. 11). Menjadi ranting-ranting dalam pokok anggur ilahi dan berbuah untuk mengekspresikan hayat ilahi adalah perkara yang sukacita, adalah hidup yang sukacita. Banyak orang beriman telah mengalami sukacita besar ketika mereka membaptis orang ke dalam Allah Tritunggal. Mereka bersaksi bahwa setelah membawa satu orang kepada Tuhan, mereka tidak dapat tidur nyenyak sepanjang malam karena sukacita Tuhan telah menjadi sukacita mereka.

Satu Tesalonika 2:19-20 mengatakan, "Sebab siapa pengharapan kami atau sukacita kami atau mahkota kemegahan kami di hadapan Yesus, Tuhan kita, pada waktu kedatangan-Nya, kalau bukan kamu? Sungguh, kamulah kemuliaan kami dan sukacita kami." Dalam Yohanes 15:11 Tuhan mengatakan bahwa sukacita kita bisa menjadi penuh. Dalam 1 Tesalonika 2 Paulus menyinggung kembali sukacita kita. Apakah sukacita kita? Sukacita kita adalah buah yang kita hasilkan. Kedua bagian firman ini berhubungan. Yohanes 15:11 seharusnya dihubungkan dan dibandingkan dengan 1 Tesalonika 2:19-20.

Apakah sukacita kita? Apakah kemuliaan kita? Apakah mahkota kemegahan kita? Sukacita Kristus adalah sukacita kita. Pemuliaan Bapa adalah pemuliaan kita. Dalam Yohanes 15 dan 1 Tesalonika 2, kita memiliki dua kata ini : kemuliaan dan sukacita. Bagi Paulus, buah yang ia hasilkan adalah kemuliaannya dan sukacitanya.

Ketika Tuhan datang dan Anda berdiri di hadapan-Nya, siapa yung akan bordiri bersama-sama dengan Anda dan bagi Anda? Apa yang akan Anda katakan? Jika Anda belum pernah membawa seorang pun kepada Tuhan, ini berarti Anda belum pernah menghasilkan buah apa pun. Anda boleh berkata, "Tuhan, ini talenta-Mu. Talenta-Mu ada di dalam saku. Aku tidak menghilangkannya. Aku terus menjaganya." Berkata demikian kepada Tuhan pada saat Ia datang adalah satu hal yang memalukan bagi kita, bukan kemuliaan atau sukacita (Mat. 25:24-30). Beban saya adalah mempersekutukan jalan yang ditetapkan Allah ini kepada Anda. Jika Anda mau menempuh jalan yang ditetapkan Allah ini, Anda akan menjadi orang yang baru, orang yang manghasilkan buah.

JALAN PENGINJILAN YANG DITETAPKAN ALLAH

ADALAH BAGIAN DARI KEHIDUPAN

KRISTIANI KITA SETIAP HARI

Pada hari-hari ini, siapakah yang menginjil menurut jalan yang telah ditetapkan Allah? Sebagian orang Kristen memang menginjil, tatapi pemberitaan mereka kebanyakan dilakukan dalam jalan yang usang dan tradisional. Di sini ada satu kebutuhan yang mendesak bagi sebagian umat Tuhan untuk menyadari, bahwa kita harus menjadi penginjil-penginjil yang menyalurkan Kristus ke dalam orang lain, sehingga membuat orang lain menjadi bagian dari Kristus, ekspresi Kristus, yang adalah pemuliaan Bapa. Ini harus menjadi bagian yang tetap dari hidup kita sehari-hari. Penginjilan bukanlah perkara sekali-kali. Kita perlu menginjil secara teratur sebagai bagian dari kehidupan kristiani kita. Walaupun kita telah mempersekutukan perkara ini selama hainpir lima tahun, namun tidak banyak yang telah memasuki kehidupan kristiani yang menginjil secara teratur seperti ini. Beban utama kita adalah membuang cara tradisional yang usang dan mengambil jalan penginjilan yang ditetapkan Allah sebagai bagian dari kehidupan kristiani.

Jalan penginjilan yang ditetapkan Allah sebagai bagian dari kehidupan kristiani, sunggah bisa dilaksanakan. Ini tergantung pada apakah kita mau menempuhnya dan apakah kita telah mendengar perkataan Tuhan kepada kita. Firman-Nya kepada kita adalah bahwa kita harus tinggal di dalam-Nya, sehingga kita boleh menghasilkan buah, agar Dia dapat diekspresikan dan diperluas. Bagi Tuhan, memberi perintah seperti itu kepada kita adalah kasih-Nya yang terbesar. Jika presiden Amerika Serikat menyuruh kita mewakili dia, bagaimana perasaan Anda? Peiintah seperti itu akan membuat Anda merasa sangat terhormat. Perintahnya kepada Anda adalah ekspresi kasihnya terhadap Anda. Anda tidak akan memberi tahu dia bahwa Anda terlalu sibuk atau tidak tertarik untuk mewakilinya.

Sejak saya membicarakan jalan yang ditetapkan Allah selama lima tahun terakhir ini, banyak hal yang berfaedah telah ditemukan. Tetapi siapa di antara kita yang mau peduli untuk melihat bahwa jalan yang ditetapkan Allah ini dilaksanakan? Di Amerika Serikat, Allah telah mengatur situasi bagi anak-anak-Nya untuk menempuh hidup yang wajar menurut firman-Nya, tetapi kebanyakan anak Allah di negara ini telah menyalahgunakan pengaturan Allah. Banyak orang Amerika hanya perlu bekerja selama delapan jam setiap hari, sehingga menyediakan paling sedikit dua sampai tiga jam waktu senggang di malam hari untuk melakukan hal lain. Banyak juga yang bebas selama dua hari setiap akhir pekan. Melihat begitu banyaknya waktu senggang yang kita miliki, tidak dapatkah kita menyisihkan dua atau tiga jam saja aelama dua hari senggang ini setiap minggu? Kebanyakan dari kita dapat melakukan ini. Jika kita menempuh hidup yang teratur dan membagi waktu kita, kita dapat dengan mudah manyisihkan dua kali waktu dua atau tiga jam setiap minggu untuk manghasilkan buah. Inilah menuruti perintah Dia yang mengasihi kita, yang telah meninggikan kita sedemikian rupa sehingga kita dapat menjadi ekspresiNya.

Inilah yang diajarkan Perjanjian Baru, tetapi hari ini di bumi tidak banyak orang Kristen yang mau menempuh hidup seperti itu. Jika sepertiga saja dari kaum saleh di suatu lokal mempunyai praktek sedemikian, situasinya akan menjadi mulia. Kita dapat memulai jerih lelah kita dalam Injil dari kerabat kita yang terdekat. Mereka adalah "Yerusalem" kita. Dari kerabat terdekat kita, lingkaran penginjilan kita dapat diperluas ke Yudea, Samaria, dan kamudian ke seluruh pelosok bumi (Kis. 1:8).

Harus ada satu titik permulaan. Kita harus sangat pasti dalam kepergian kita untuk menginjil. Kita harus membuat rencana. Kita tidak boleh bimbang dalam butir mana pun. Selain itu, kita tidak boleh membuat rencana besar yang tidak realistis. Jika kita ingin pergi setiap hari, kita mungkin akan gagal. Untuk jangka panjang, mungkin yang terbaik adalah pergi duaa hari saja setiap minggu. Ini adalah rencana yang lebih praktis bagi saudara saudari yang harus bekerja dan bagi para saudari yang harus mengurus nunah tangganya. Buatlah rencana untuk pergi dua kali seminggu pada dua hari yang sudah ditentukan, setiap kali dua atau, tiga jam. Lakukanlah secara teratur, tetap, dan pasti, kecuali Anda sakit sehingga tidak bisa pergi. Jangan pedulikan emosi Anda, pergi saja. Rencanakan bagi diri Anda dengan cara ini.

Anda harus selalu pergi dengan cara yang teratur. Lebih baik pergi di dalam Tubuh. Kunjungilah orang dalam tim (tidak sendirian). Bahkan jika Anda pergi mengunjungi salah satu dari kerabat dekat Anda, sangat baik membawa satu atau dua saudara saudari dengan Anda, terutama jika kerabat Anda mungkin kenal dengan salah satu dari kaum saleh itu. Dia mungkin bisa mendengar perkataannya.

Begitu Anda telah membaptis dua atau tiga orang, Anda harus mempertimbangkan untuk meluangkan lebih banyak waktu dengan mereka. Mungkin untuk sejangka waktu, Anda tidak bisa pergi untuk membawa orang-orang baru lagi kepada Tuhan. Sebaliknya, Anda mungkin perlu menghabiskan semua waktu Anda untuk merawat dua atau tiga orang baru. Anda. Anda mungkin perlu waktu satu tahum untuk mengasuh seseorang di dalam Tuhan. Ini sangat mirip, dengan membesarkan anak. Semua ibu tahu bahwa membesarkan anak itu tidak cepat dan mudah.

Anda mungkin mulai menemukan bahwa, dua, atau tiga orang yang Anda sedang rawat tidak begitu memberi harapan. Anda tidak boleh membuang mereka, tetapi Anda harus mempertimbangkan apakah maluangkan banyak waktu dengan mereka itu sepadan atau tidak. Jika tidak sepadan, Anda harus keluar mendapatkan dua atau tiga orang lagi. Berjerih lelah dalam Injil adalah seperti pekerjaan seorang petani. Ketika petani bercocok tanam, ia harus mempertimbangkan tanah lahannya. Jika tidak ada sesuatu pun yang bisa tumbuh di atas tanah itu, petani itu harus meninggalkan tanah itu dan bercocok tanam di atas tanah lain yang sungguh-sungguh dapat menghasilkan. Kita masih harus berlatih untuk berhati-hati karena daya pembeda kita tidak melalu dapat diandalkan.

Jika kita melakannakan hal ini sepanjang tahun, setiap tahun, kita pasti dapat membawa paling sedikit satu orang yang memberi harapan ke dalam kehidupan gereja. Ini tergantung pada seberapa besar kita mau menyerahkan diri kita untuk hidup yang sedemikian. Jika kita sungguh-sungguh memberikan diri kita untuk ini, mungkin kita masing-masing dapat membawa tiga orang ke dalam kehidupan gereja setiap tahun. Kita tidak perlu menjadi orang sepenuh waktu untuk mencapai hasil seperti ini. Ini hanya tergantung pada jerih lelah kita secara teratut. Kita harus berjerih lelah secara teratur setiap minggu, setiap tahun, tak peduli cuaca maupun faktor-faktor lain. Kita harus belajar menginjil seperti seorang anak belajar memainkan piano. Tanpa latihan, tidak ada sesuatu pun yang dapat dipelajari.

Setelah mendapatkan orang kita harus meluangkan waktu yang cukup untuk merawat, mengasuh, dan membesarkan mereka sebagai anak-anak rohani kita. Paulus menyamakan dirinya sendiri dengan seorang ibu yang mengasuh dan merawat (1 Tes. 2:7) dan dengan seorang bapa yang menasihati (1 Tes. 2:11). Dia adalah ibu dan juga bapa bagi anak-anak rohaninya. Kekurangan kita ada pada tidak memelihara anak-anak. Setelah melahirkan anak-anak, seringkali kita melupakan mereka. Kita harus mengambil jalan baru dalam merawat anak-anak rohani kita. Jangan mengira bahwa praktek sedemikian mencakup seluruh kehidupan gereja. Kita keluar dua kali seminggu, masing-masing selama dua atau tiga jam, seharusnya hanya menjadi sebagian kecil dari kehidupan gereja kita. Lagi pula, kita harus menghadiri sidang pemecahan roti, sidang doa, dan sidang- sidang gereja lainnya. Keluar mengunjungi orang dua kali seminggu hanyalah sebagian dari kehidupan gereja kita yang normal.

Harus sekuatnya dilatih untuk keluar. Persekutukan dengan kaum saleh di lokal Anda. Jika kalian datang bersama sebagai satu tim, kalian akan mendapatkan cara terbaik untuk membuat orang terbuka kepada kalian, dan cara terbaik untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan mereka. Jika kalian melakukan ini dengan teratur selama setahun, dengan roh dan sikap yang rendah hati, kosong, dan mau belajar, kalian akan menjadi orang-orang yang ahli dalam penginjilan.

Selama bertahun-tahun, kekristenan terus berdoa untuk satu kebangunan. Kita tidak seharusnya berdoa demikian. Kita terus berdoa, "Tuhan, bangkitkanlah sepertiga dari kaum saleh untuk menginjil. Biarlah sepertiga kaum saleh ini menetapkan hati dan menerima beban untuk melaksanakan jalan baru ini sebagai kewajiban mereka, sebagai bagian dari kehidupan kristiani mereka sehari-hari." Jika di setiap gereja, sepertiga dari kaum salehnya dapat dibangkitkan dengan cara ini, akan ada kebangkitan yang sesungguhnya di antara kita hanya dalam waktu setahun. Kebangunan semacam ini bukan berdasarkan emosi, tetapi berdasarkan fakta kita menghasilkan buah. Jika dua pertiga dari kaum saleh dapat dibangkitkan dalam jalan ini, kita akan melihat paling sedikit seratus persen pertambahan setiap tahun.

Banyak dari kita harus menetapkan hati untuk menempuh Jalan yang ditetapkan Allah dalam menginjil dan melaksanakannya dengan membentuk tim untuk pergi mengunjungi orang secara teratur, membawa mereka ke dalam keselamatan. Kita harus berkali-kalii pergi kepada mereka untuk mengadakan sidang keluarga dengan mereka dan untuk memelihara, mengasuh, dan merawat mereka. Sejangka waktu kemudian, kita akan menghasilkan buah yang tetap sebagai hasil dari kita pergi menurut cara yang ditetapkan Allah.