BAGAIMANA DENGAN SUKSES MENGONTAK ORANG DOSA
Ayat Alkitab :
Yoh. 15:16; Rm. 15:16
Dalam Perjanjian Baru, panggilan Tuhan yang pertama kepada kita adalah "Mari" ("Datang") (Yoh. 1:39; Mat. 4:19). Setelah kita mengikuti Tuhan, perintah-Nya yang pertama kepada kita. adalah "Pergi" (Yoh. 15:16; Mat. 28:19). Tahan menyuruh kita untuk "pergi dan menghasilkan buah." Untuk melaksanakannya kita perlu mengontaki orang dosa. Namun, menurut pengamatan saya, tidak banyak orang Kristen yang sukses dalam mengontaki orang dosa. Dalam berita ini kita. akan bersekutu tentang bagaimana dengan sukses mengontak orang dosa.
MENYADARI TANGGUNG JAWAB KITA
YANG SERIUS ADALAH PERGI DAN BERBUAH
Untuk menghasilkan buah, pertama-tama kita perlu jelas bahwa jika kita telah diselamatkan oleh Tuhan, kitajuga telah diperintah oleh Tuhan. Ini adalah perkara yang serius dalam Alkitab. Tuhan kita juga adalah Tuan kita. Suatu hari, Tuan ini akan datang dan mendirikan takhta penghakiman, dan Dia akan memanggil kita untuk menghadap dan dihakimi (Rm. 14:10; 2 Kor. 5:10). Dalam Matius 25:14-30, kita adalah hamba-hambaNya, dan Dia adalah Tuan. Dia telah memberi kita masing-masing talenta-talenta sebagai modal untuk melakukan usaha bagi-Nya, dan Dia menuntut supaya kita menghasilkan laba. Hamba yang malas datang kepada tuannya dan berkata, "Tuan, aku tahu bahwa Tuan adalah orang yang kejam yang menuai di tempat di mana Tuan tidak menabur dan memungut dari tempat di mana Tuan tidak menanam. Karena itu, aku takut dan pergi menyembunyikan talenta nan itu di dalam tanah : Ini, terimalah kepunyaan Tuan!" (ay. 24-25). Dia tidak menghilangkan barang milik tuannya, tetapi dia dicela. Tuannya berkata. kepadanya, "Hai kamu, hamba yang jahat dan malas jadi kamu sudah tahu bahwa aku menuai di tempat di mana aku tidak menabur dan memungut dari tempat di mana aku tidak menanam. Karena itu, seharusnya uangku itu kau berikan kepada orang yang menjalankan uang, supaya pada waktu aku kembali, aku menerimanya serta dengan bunganya" (ay. 26-27).
Perumpamaan dalam Matius 25 ini berlaku untuk kita masing-masing. Kita telah ditebus, kita "telah dibeli dan harganya telah lunas dibayar." Karena itu, kita adalah hamba-hambaNya, dan Dia adalah Tuan kita (1 Kor. 7:22-23). Hal pertama yang diinginkan Tuan agar dilakukan oleh hamba- hamba-Nya adalah menggunakan talenta atau modal yang telah Ia berikan untuk berusaha. Laba dari usaha yang kita lakukan bagi Tuhan adalah buah. Kita tidak hanya hamba; kita juga adalah ranting, pelayan (minister), dan imam. Sebagai hamba, kita harus menggunakan apa yang telah Tuhan berikan kepada kita untuk melakukan usaha bagi-Nya; sebagai ranting pada pokok anggur, kita. harus menghasilkan buah; sebagai minister Kristus, kita harus melayankan Kristus ke dalam. orang lain; dan sebagai imam Injil Perjanjian Baru Allah, kita harus menggarap Injil setiap hari. Kita. semua harus menyadari tanggungjawab kita yang serius di hadapan Tuhan, kita harus setia dalam setiap aspek dalam hal ini.
Bagi orang dunia hari ini, kelihatannya Tuhan itu diam. Mereka pernah mendengar tentang Kristus, mereka pernah mendengar tentang Yesus, tetapi mereka tidak peduli. Mereka berkata., "Di mana Kristus? Di mana Yesus? Kamu terus memberitakan dan membicarakan Dia. Tetapi di manakah Dia?" Orang-orang yang belum percaya mungkin berkata demikian, dan banyak orang beriman mungkin juga memiliki perasaan yang sama. Dalam hati mereka mungkin berkata, "Kristus memberi tahu kita. bahwa Dia segera datang, tetapi hampir dua ribu tahun berlalu, dan Dia belum ada di sini." Karena pemikiran semacam ini, kebanyakan orang Kristen hari ini menempuh hidup yang kendur. Dengan berbuat demikian, mereka melanggar atau mengabaikan perintah Tuhan untuk pergi menyelamatkan orang dosa.
Banyak orang Kristen menyukai Yohanes 15, karena pasal ini mengajar kita bagaimana tinggal dalam pokok anggur, bagaimana menikmati kekayaan Kristus. Namun, dalam ayat 16 Tuhan berkata, "Bukan kamu yang memilih Aku, tetapi Akulah yang memilih kamu. Aku telah menetapkan kamu, supaya kamu pergi dan menghasilkan buah dan buahmu itu tetap." Tuhan tidak memilih kita tanpa tujuan. Pemilihan-Nya adalah untuk pengutusan-Nya. Dia mengutus kita untuk tiga hal : pertama, kita harus pergi; kedua, kita harus menghasilkan buah; dan ketiga, buah kita harus tetap. Dalam hal ini, kita tidak ada pilihan; Tuhan menuntut kita agar kita menerima pengutusanNya.
Tak peduli berapa banyak kita telah berbicara tentang hal ini, selalu ada orang yang berpikir, "Itu baik! Tidak ada salahnya menginjil. Jika Tuhan telah memberi beban kepada saudara itu, maka ia harus pergi. Tetapi aku tidak merasa memiliki beban untuk pergi. Jika Tuhan menginginkan aku pergi, Ia pmati memberi beban kepadaku." Kita mungkin tidak mengatakan hal ini, tetapi ini mungkin ada di dalam hati kita. Suatu hari, ketika kita berdiri di depan takhta penghakiman Kristus, kita harus memberikan perhitungan atas apa yang telah kita lakukan. Jika kita tidak setia, kita harus memberi tahu Tuhan mengapa kita tidak berbuah, dan Tuhan akan mencela kita. Dia bahkan mungkin akan mengingatkan kita terhadap berita mengenal Yohanes 15:16 ini, dan bertanya mengapa kita tidak menuruti perintah-Nya untuk berbuah.
Ada orang berkata bahwa mereka sangat sibuk dan tidak punya waktu. Ini tidak benar. Jika rumah kita kebakaran, kita tidak akan berkata, "Aku terlalu sibuk. Aku tidak punya waktu tintuk mengurusi kebakaran." Penggunaan waktu kita tergantung pada apa yang kita anggap, lebih penting. Tetapi tak peduli apakah kita memiliki waktu atau, tidak, baik atau tidak baik waktunya, kita. tidak ada pilihan. Ini bukan tergantung pada kita. Dia adalah Tuan, Dia telah memberi perintah dan masih tetap memberi perintah agar kita pergi dan menghasilkan buah. Dia tidak akan membiarkan kita. Ini sangat serius. Jika kita tidak berbuah, kita akan dipotong dari kenikmatan atas kekayaan pokok anggur (Yoh. 15:2a, 6).
HARUS SERIUS DAN TEKUN PERGI
UNTUKBERBUAH
Jika kita nampak bahwa Tuhan telah memberi perintah kepada kita, kita akan memiliki hati untuk dengan baik-baik mengontaki orang dosa. Kita harus menj adi orang yang serius, antusias. Kita semua harus mencari nafkah untuk hidup. Para saudari, sebagai istri dan ibu, harus memperhatikan rumah tangga masing-masing. Tetapijika mereka telah nampak bahwa Tuhan telah memberi perintah kepada mereka, hati mereka tidak akan sepenuhnya diduduki oleh urusan rumah tangga mereka. Walaupun mereka memperhatikan tanggung jawab mereka dengan baik, tetapi pengharapan mereka yang terdalam. seharusnya adalah keluar mengunjungi orang, menginjil, mengontaki, dan mendapatkan orang dosa.
Tuhan damba mendapatkan orang dosa. Dalam Yohanes 4 Dia memberi tahu murid-murid-Nya, "Pada-Ku ada makanan yang tidak kamu kenal" (ay. 32). Makanan Tuhan adalah mendapatkan orang dosa. Ketika Dia mendapatkan perempuan amoral itu, perempuan itu menjadi makanan-Nya, memuaskan raaa lapar-Nya. Kita semua harus menyadari bahwa Tuhan lapar dan sedang menunggu dipuaskan.
Hari ini dalam kekristenan kurang pemberitaan Injil, ini sungguh memalukan. Orang-orang Kristen suka berbicara tentang hanyak hal dalam Alkitab kecuali berbuah. Dalam Yohanes 15, finggal bukanlah sekadar untuk tinggal; tinggal adalah untuk menghasilkan buah. Tuhan Yesus berkata, "Setiap ranting padaKu yang tidak berbuah, dipotong-Nya" (ay. 2). Dipotong berarti dipotong dari pokok anggur. Banyak orang Kristen telah dipotong, mereka tidak memiliki kenikmatan atas kekayaan Krikus. Ada orang mungkin berkata, "Aku belum membawa natu orang pun kepada Tuhan selama enam tahun ini, tetapi aku masih sangat menikmati Tuhan." Ini adalah berdasar pada perasaan mereka, bukan pada fakta. Faktanya adalah mereka tidak berbuah. Berbuah adalah bukti nyata bahwa kita sungguh-sungguh menikmati Tuhan. Firman-Nya dengan jelas memberitahu kita bahwa jika kita tidak berbuah, kita akan dipotong.
Kita harus nampak bahwa Tuhan telah memberi perintah kepada kita, karena itu kita harus serius dan tekun untuk pergi berbuah dan menjaga buah kita. Ini tergantung pada pengutusan Tuhan dalam, Yohanes 15:16. Pengutusan ini menunjukkan bahwa Ia telah mempersiapkan suatu lingkungan untuk memenuhi setiap keperluan kita, sehingga kita dapat menghasilkan buah yang tetap. Tuhan telah mempersiapkan dan mengatur semua situasi kita agar kita dapat merampungkan amanat kita. Ayat 16 seperti seorang ibu berbicara kepada anak-anaknya, "Aku telah memasak, kalian datang dan makanlah." Jika mereka tidak makan, mereka akan kehilangan kesempatan. Hari ini, banyak orang Kristen kehilangan kesempatan. Tuhan telah mengutus, telah mengatur segala sesuatu. Terutama bagi kita yang ada di Amerika Serikat betapa baiknya pengutusan yang telah kita terima! Kita tidak diutus pergi ke atas gunung yang tinggi dan hidup sendirian di sana. Di mana-mana ada manusia. Tidak hanya demikian, Tuhan juga memberi kita pekerjaan, hanya delapan jam sehari, lima hari dalam seminggu. Setiap malam kita memiliki tiga atau empat jam, dan setiap akhir pekan kita memiliki dua hari. Ini menurut pengaturan dan pengutusan Tuhan. Selain itu, Tuhan memberi kita banyak sanak keluarga. Ada lingkungan dan situasi yang begitu cocok bagi kita untuk mendapatkan orang. Ketika kita berjumpa dengan Tuhan, kita tidak akan memiliki alasan, karena oleh pengutusan-Nya, Ia telah mempersiapkan lingkungan dengan semua situasi yang kita perlukan untuk berbuah. Problem satu-satunya adalah kita tidak mau pergi. Kita harus serius terhadap perkara ini. Ini bukan sekadar perkara menunaikan tugas kita; ini adalah perkara hidup dan mati. Kita harus serius, tulus, dan tekun untuk pergi mendapatkan orang bagi Tuhan.
BERDOA BAGI KESELAMATAN ORANG DOSA
Untuk memiliki kontak yang sukses dengan orang dosa, kita harus menjadi orang yang berdoa setiap waktu (1 Tes. 5:17; Luk. 18:1). Ketika kita sedang bekerja, kita harus berdoa bagi satu atau dua orang yang akan kita garap. Kita harus berdoa : "Tuhan, ingatlah orang-orang ini. Saya mempunyai beban terhadap mereka. Engkau menghendaki agar semua orang diaelamatkan. Ingatlah mereka dan lawatlah mereka dengan keselamatan-Mu." Kita harus menjadi orang yang berdoa dengan tak putus-putusnya siang dan malam. Kehendak Allah bagi keselamatan manusia menuntut doa kita baginya agar bisa dilaksanakan (1Tim. 2:1,4).
BELAJAR MEMBICARAKAN KRISTUS,
BERBICARA BERDASARKAN ROH,
DAN BERBICARA MENURUT PIMPINAN ROH
Dalam mengontak orang dosa, kita harus belajar membicarakan Kristus. Ini tidaklah sederhana. Berbicara tentang hal-hal yang umum itu mudah, tetapi membicarakan Kristus memerlukun banyak latihan. Kita tidak hanya harus membicarakan Kristus secara umum, tetapi juga harus belajar membicarakan Kristus secara khusus. Si musuh sangat licik. Setiap kali kita membicarakan Injil dengan orang dosa, cepat atau lambat orang dosa itu akan mencoba menghentikan pembicaraan kita. Ketika kita sedang membicarakan Kristus, mulut kita jangan sampai dihentikan oleh orang yang belum percaya. Ini tidak mudah dipelajari dan memerlukan banyak latihan. Setiap kali kita pergi menginjil, kita harus terlebih dulu berlatih membicarakan Kristus selama sedikitnya sepuluh menit di rumah kita. Kita semua harus berlatih membicarakan Kristus. Jika kita terus berlatih membicarakan Kristus, ini akan menjadi lebih mudah bagi kita, dan kita bisa menjadi kaya dalam membicarakan Kristus. Baru kemudian, tak peduli bagaimana orang yang belum percaya itu bereaksi terhadap kita, kita akan dapat membicarakan Kristus kepada mereka secara khusus sehingga mereka bisa diselamatkan. Adakalanya kita boleh memberikan cerita pendek mengenai Kristus, tetapi ini tidak boleh menjadi cerita yang bertele-tele. Jika kita berlatih, kita semua dapat membicarakan Kristus kepada orang dosa.
Kita juga harus belajar berbicara berdasarkan Roh. Jika kita ingin berbicara, kita harus berbicara berdasarkan Roh. Membicarakan Kristus dan berbicara berdasarkan Roh akan menyelamatkan kita dan banyak perkataan yang tidak berarti. Tetapi saya tidak dapat memberi tahu Anda apa yang harus Anda katakan. Tuhan berkata, "Apabila mereka menyerahkan kamu, janganlah kamu khawatir tentang bagaimana dan apa yang harus kamu katakan, karena semuanya itu akan dikaruniakan kepadamu pada saat itu juga. Karena bukan kamu yang berkata-kata, me1ainkan Roh Bapamu; Dia yang akan berkata-kata di dalam kamu" (Mat. 10:19-20). Ketika kita berbicara. kepada orang, hati kita harus selalu menengadah kepada. Tuhan. Kita tidak boleh mengatakan yang lain kecuali Kristus, dan kita hanya. boleh berbicara berdasarkan Roh. Ini adalah prinsip-prinsip pengendali. Jika kita memelihara kedua prinsip ini, Roh itu akan memimpin kita untuk mengatakan perkataan yang tepat.
Sekarang karena kita telah diperintah oleh Tuan kita untuk pergi dan berbuah, maka kita. memerlukan semua butir ini sebagai persiapan. Kita perlu serius, tulus, dan tekun dalam pengharapan untuk berbuah. Kita perlu terus-menerus berdoa bagi keselamatan orang dosa, dan belajar membicarakan Kristus, berbicara berdasarkan Roh, dan. berbicara menurut pimpinan Roh. Kita dapat melatih hal-hal. ini dengan dua cara. Pertama, kita dapat membicarakan Kristus berdasarkan Roh di rumah kita. Kita dapat membicarakan Kristus kepada udara, berbicara kepada udara berdasarkan Roh. Ketika kita sedang berbicara, kita harus berlatih menengadah kepada Tuhan untuk menenma pimpinan Roh. Kita semua dapat berlatih dengan cara ini. Cara yang lain untuk berlatih adalah pergi ke kerabat dekat dan membicarakan Kristus kepada mereka dalam satu Roh di bawah pimpinan Tuhan. Dengan latihan semacam ini, kita akan belajar banyak.
CARA PERGI MENGHASILKAN BUAH
Satu Tim
Ketika kita pergi mengontak orang dosa, kita tidak boleh pergi seorang diri, tetapi sebagai satu tim. Menurut penelitian kita yang terbaik adalah tim yang terdiri dari dua saudara dan satu saudari atau satu saudara dan dua saudari. Karena kita akan membaptis orang, harus ada seorang saudara yang melakukan pembaptisan. Lagi pula, tim yang ideal terdiri dari seorang yang tua, seorang yang muda, dan seorang yang setengah baya. Menetapkan tiga tingkatan usia ini sangat berguna. Mungkin sulit untuk membentuk tim seideal ini, tetapi kita harus berusaha sedapat mungkin. Begitu kita telah membentuk tim, setiap anggota harus belajar memikul tanggung jawab khususnya sendiri.
Memiliki Koordinasi yang Baik
Ketika kita menginjil, kita harus terlebih dulu belajar bagaimana mengetuk pintu atau menekan bel dengan tepat. Jika kita pergi ke orang dosa dan menekan bel dengan sembarangan, ia akan tersinggung, dan dia mungkin tidak mau membuka pintu bagi kita. Atau jika dia membuka pintu, dia tidak mau berbicara dengan kita, karena kita telah membuatnya kesal. Kita harus belajar melakukan segala sesuatu dengan cara yang menyenangkan. Tidak ada yang dapat mengajar kita; ini harus dipelajari melalui latihan.
Anggota-anggota dalam satu tim harus saling berterus terang sewaktu menentukan siapa yang paling cocok untuk suatu tanggung jawab. Siapa yang paling cocok untuk menekan bel? Kita tidak boleh terlalu sungkan dan merendah, tetapi harus terus terang dan jujur satu sama lain, dan kita tidak boleh tersinggung oleh anggota tim yang lain. Dalam satu tim ada seorang yang paling cocok menekan bel dengan cara yang tidak menyinggung orang, ada orang yang paling cocok dalam menyapa orang ketika ia membuka pintu. Kita harus belajar ini dalam satu tim. Kita semua dilahirkan dengan watak dan penampilan yang berbeda. Kita harus mempunyai seorang yang menyapa mereka dengan wajah yang tersenyum, yang dapat membuat setiap orang sukacita. Di antara tiga orang dalam satu tim, salah satu mungkin yang paling cocok dalam menekan bel, yang satu mungkin yang paling cocok dalam menyapa orang dengan wajah yang menyenangkan, dan yang ketiga mungkin sangat pandai dalam menjawab pertanyaan orang. Ini adalah tim dengan koordinasi yang baik. Dalam prinsipnya, kita harus berlatih dengan cara ini. Langkah-langkah kecil ini meletakkan dasar bagi kontak kita dengan orang dosa.
Menjawab Menurut Roh
Jika kita ingin berhasil, kita harus belajar menjawab orang dengan tepat. Cara kita menjawab sangat berarti. Jika kita menjawab dengan tepat, orang akan diselamatkan. Jika kita tidak menjawab dengan baik, orang ini dapat binasa. Ini adalah perkara hidup dan mati. Untuk perkara ini, kita harus banyak berdoa, "Tuhan, tolonglah kami dalam menjawab orang." Jika kita banyak berdoa dan bersandar pada Tuhan, Roh Kudus pasti akan memberi kita perkataan yang terbaik pada waktu yang tepat. Ini tergantung pada bagaimana Tuhan memimpin kita. Kadang-kadang Roh itu mungkin memimpin kita untuk berkata, "Kami bukan dari aliran bidah," karena pada waktu itu, mereka sedang mempertimbangkan apakah kita mungkin dari aliran bidah tertentu. Mereka sudah bosan dengan orang-orang macam itu. Kita harus belajar tidak berkata secara biasa. Dengan mengikuti pimpinan Roh, kita dapat menjawab orang dengan baik. Kemudian pembicaraan kita tidak akan menyinggung mereka, tetapi akan membangkitkan minat di dalam mereka.
Mengendalikan Situasi
Setelah kita masuk ke dalum rumah seseorang, kita tidak boleh malu atau takut. Kita tidak perlu takut. Jika mereka tidak mau menyuruh kita duduk, mungkin salah satu dari anggota tim dapat mengatakan, "Mari kita duduk. Kami ingin membaca buklet ini dengan Anda, Rahasia Hidup Manusia." Ketika kita masuk ke dalam rumah mereka, kita tidak boleh membiarkan situasi itu berada di bawah kendali mereka. Kita harus belajar mengendalikan situasi dengan cara yang menyenangkan. Kernudian kita akan mudah berbicara. Kita dapat langsung membaca buklet Rahasia Hidup Manusia. Untuk menggunakan buklet ini, kita harus sangat kenal dengan isinya, dan kita tidak perlu mengikuti urutannya dengan kaku atau membaca setiap kata. Dengan cara yang hidup, menimbulkan perhatian orang, dengan cara yang menarik, kita harus menyajikan butir-butir dalam buklet ini kepada mereka. Kemudian ketika mereka siap, kita dapat memimpin mereka untuk menyeru nama Tuhan. Kita tidak boleh berbicara terlalu banyak dan membuang-buang waktu.
Ketika kita sedang berbicara dengan seseorang, kita juga harus membedakan orang macam apakah dia. Kira-kira tiga puluh tahun yang lalu di Taipei, saya mengelompokkan orang ke dalam lebih dari tiga puluh kelompok. Ada orang yang dilahirkan keras kepala, dan ada orang yang dilahirkan rendah hati. Ada orang yang akan setuju dengan apa pun. Dari pembicaraan mereka, Anda dapat menyadari bahwa mereka adalah orang- orang yang kendur. Bagi mereka, apakah mereka pergi ke surga atau neraka, apakah mereka dibaptis atau tidak, apakah mereka percaya yang lain atau Yesus, semua kurang lebih sama saja. Kita tidak boleh percaya pada orang seperti itu. Bahkan jika dia mau dibaptis, mungkin kita tidak boleh melakukannya. Kita mungkin membuang-buang waktu kita dengan orang seperti itu. Kita harus melatih daya pembeda kita dalam perkara ini.
Memilih dan Memupuk Orang-orang yang Berpotensi
Ketika kita pergi, jangan tergesa-gesa ingin membaptis banyak orang. Kita tidak boleh melahirkan terlalu banyak anak. Jika kita membaptis dua puluh satu orang, kedua puluh satu orang ini akan melelahkan kita. Kita tidak akan dapat membesarkan seorang pun dengan baik. Jika masing- masing dari kita hanya membaptis tiga orang, kita dapat mencurahkan seluruh tenaga kita untuk membesarkan ketiga anak ini dengan baik.
Ketika kita berbicara kepada orang, kita harus berlatih untuk mengenal orang macam apakah mereka. Kemudian Roh itu dapat memimpin kita mengetahui apa yang harus dilakukan. Kita tidak boleh tergesa-gesa ingin membaptis mereka. Jika tidak ada yung dibaptis malam ini, masih ada esok hari. Jika tidak ada orang yang dibaptis minggu ini, masih ada minggu depan. Jika tidak ada yang dibaptis bulan ini, masih ada bulan depan. Bahkan jika kita tidak dapat membaptis satu orang tahun ini, kita masih ada tahun depan. Kita semua harus mempunyai sikap semacam ini. Sasaran kita, pertama-tama adalah menyelamatkan orang, dan kedua, membawa orang- orang yang diselamatkan ini ke dalam kehidupan gereja bagi pembangunan Tubuh Kristus sebagai kesaksian yang hidup. Melalui pengalaman kita telah belajar bahwa membawa orang kepada Kristus tidak sesulit membawa orang yang telah beroleh selamat ke dalam kehidupan gereja. Jika kita membawa satu dari dua puluh orang yang dibaptis ke dalam kehidupan gereja, itu sudah sangat baik. Jika kita keluar sekali seminggu, mungkin hanya selama empat puluh lima minggu dalam setahun, kita dapat dengan mudah membaptis dua puluh sampai tiga puluh. Jika kita dapat membawa satu dari kedua puluh atau ketiga puluh orang ini ke dalam kehidupan gereja, itu sudah sangat baik. Ini adalah perkataan dari pengalaman. Kita tidak boleh khawatir tetapi belajar bagaimana melatih daya pembeda kita.
Jika kita berlatih dengan tekun, setelah keluar selama tiga atau empat minggu, kita pasti bisa mendapatkan dua atau tiga orang dibaptis. Walaupun daya pembeda kita tidak selalu tepat, secara prinsip, kita harus menggunakan daya pembeda kita terhadap dua atau tiga orang ini. Jika kita menyadari bahwa tidak ada seorang pun dari mereka yang bisa memberi harapan, kita harus terus menginjil sampai kita bisa mendapatkan dua atau tiga orang yang kita anggap cukup berpotensi. Kemudian kita boleh berhenti menyelamatkan orang untuk sejangka waktu dan menggunakan waktu kita untuk memperhatikan orang-orang yang baru dibaptis ini. Karena sulit membawa seseorang ke dalam kehidupan gereja, kita harus melakukan hal ini secara selektif. Tentu saja, kita harus menyadari bahwa pemilihan kita bisajadi tidak begitu tepat. Ketika kita sedang memilih, kita harus percaya kepada Tuhan bahwa Dia akan memimpin kita. Kemudian kita dapat memusatkan jerih lelah dan waktu kita untuk memberi makan dan memelihara beberapa orang ini seperti anak-anak kita sendiri, dan kita dapat cukup berharap bahwa mereka akan dibawa ke dalam kehidupan gereja. Jika kita dapat membawa hanya dua dari tiga puluh orang yang dibaptis ke dalam kehidupan gereja dalam setahun, itu sudah sangat baik.
Jika kita mau menerima persekutuan ini dan melatihnya tim demi tim, setiap tim dapat membaptis kira-kira tiga puluh orang dalam satu tahun. Saya percaya bahwa dua sampai empat orang dari orang-orang ini dapat dibawa ke dalam kehidupan gereja. Saya tidak berharap semua anggota gereja pergi menginjil dengan cara ini. Ada sebagian yang tidak terlalu sehat atau ada alasan-alasan lain. Setelah belajar banyak, saya merasa asalkan ada sepertiga dari anggota kita melaksanakan mengunjungi orang untuk menginjil, kita akan mendapat hasil yang baik. Dari seratus lima puluh orang yang bersidang bersama, lima puluh orang harus berbeban dan disuruh keluar dengan cara ini.
Perlunya Pengajaran
Mengunjungi orang dengan cara ini tidak mudah. Kita tidak dapat melakukan ini secara alamiah. Ini adalah sesuatu yang hurus kita pelajari. Agar kita dapat melakukan apa pun dengan ahli, kita harus dilatih. Jika kita ingin bermain basket, kita tidak dapat bermain secara alamiah. Kita harus dibimbing. Jika kita ingin bermain piano, kita perlu pengajaran dan pelatihan. Demikian juga, untuk menginjil dengan berhasil, kita harus dilatih. Dalam Filipi 4 Paulus berkata, "Apa yang telah kamu pelajari dan apa yang telah kamu terima, dan apa yang telah kamu dengar dan apa yang telah kamu lihat padaku, lakukanlah itu" (ay. 9). Karena Paulus adalah orang yang mutlak bagi Allah, dia tidak hanya menerima visi, tetapi juga melaksanakan apa yang dilihatnya. Kemudian ia melatih Timotius, dan berkata, "Semuanya itu kutuliskan kepadamu, ... engkau sudah tahu bagaimana orang harus hidup sebagai keluarga Allah" (1 Tim. 3:14-15). Timotius tidak tahu bagaimana hidup, bagaimana berperilaku dalam rumah Allah, karena itu Paulus mengajarinya. Setiap pasal dalam. I Timotius penuh dengan pengajaran. Paulus mengajar Timotius dengan terperinci. Tentu, Timotius harus berlatih. Ketika ia berbicara kepada seorang saudari yang lebih muda, ia harus melakukannya dengan pantas (5:2). Ketika ia berbicara kepada seorang saudara yang lebih muda, ia harus berbicara dengan cara yang lain (5:1). Hari ini kita ingin belajar dari Tuhan sehingga kita dapat berguna di tangan-Nya. Akhirnya, Tuhan akan mendapatkan orang yang melaluinya Ia dapat menggenapkan ekonomi Perjanjian Baru-Nya untuk membangun Tubuh-Nya sendiri. Setelah itu Ia akan kembali.
Segera Meluangkan Waktu atas Orang
yang Baru Percaya
Setelah kita membaptis orang, kita harus tinggal untuk berbicara dengannya. Jika waktu mengizinkan, kita harus berbicara dengannya selama dua jam. Kita tidak boleh cepat-cepat pergi. Setelah seorang ibu melahirkan seorang anak, dia harus segera mernberi susu kepada bayi kecil ini. Kita harus tinggal selama mungkin untuk memberi orang baru ini makanan mereka yang pertama. Kemudian kita harus kembah paling lama tiga hari lagri. Jika kita melakukan ini, kita pasti bisa memelihara beberapa orang beriman baru ini. Dalam memelihara mereka, kita harus mencoba membawa mereka ke dalam kehidupan gereja. Jika kita melakukan perawatan, pemeliharaan, dan pengasuhan yang tepat terhadap orang-orang baru ini, mereka sangat mungkin bisa dibawa ke dalam kehidupan gereja.
Ini adalah cara kita dengan sukses mengontak orang dosa. Ketika saya mengatakan sukses, maksud saya ialah kita tidak hanya membawa mereka kepada Kristus dan membaptis mereka, tetapi juga memelihara mereka sebagai orang-orang beriman yang sedang bertumbuh dalam hayat dan membawa mereka ke dalam kehidupan gereja. Saya berharap kita semua mau mencoba mengambil jalan ini dan melaksanakan apa yang kita persekutukan dalam berita ini.