BUTIR-BUTIR PENTING PENERAPAN IMAMAT INJIL
Ayat Alkitab :
Mat. 28:19; Yoh. 15:16; 1 Kor. 15:58; 2 Tim. 4:2
DATANG KEPADA TUHAN
DAN PERGI MENYELAMATKAN ORANG DOSA
Dalam kidung kita, ada syair yang mustika yang mengatakan :
"Bolehkah d'ngan hampa tangan, ku pulang jumpa Tuhan?
Tak pernah kerja buat Tuhan, tiada yang ku sembahkan.
Bolehkah d'ngan hampa tangan, ku pulang jumpa Tuhan?
D’ngan tak pernah pimpin orang menghadap pada Tuhan?"
(Kidung, No. 668)
Kisah di balik penulisan kidung ini sangat menjamah orang. Dulu, ada seorang beriman yang hampir meninggal dan sangat menyesal karena tidak pernah membawa seorang pun kepada Tuhan. Seorang hamba Tuhan memberi tahu orang ini bahwa di a akan menggubah. sebuah kidung yang akan membantu orang lain untuk bangkit dan merebut kesempatan menyelamatkan jiwa sewaktu mereka masih hidup. Hal menyelamatkan orang dosa adalah hal yang perlu kita pertimbangkan dengan serius. Jika hari ini kita harus menghadap Tuhan, bagaimanakah keadaan kita atas hal ini?
Empat setengah tahun yang lalu, Tuhan telah memimpin saya untuk membicarakan hal penginjilan. Saya tidak bermaksud membicarakan satu doktrin atau konsepsi. Beban saya, yang saya percaya berasal dari Tuhan, datang dari pemahaman saya bahwa kebanyakan orang Kristen hari ini, termasuk kita, tidak memiliki beban yang tulus dan riil untuk menyelamatkan orang dosa. Sebagian memang memiliki beban ini, tetapi mereka tidak memiliki cara yang tepat untuk melaksanakan beban mereka. Karena itu, hasilnya sedikit.
Saya mulai mempelajari firman Tuhan untuk melihat jalan penginjilan yang Allah tetapkan. Dari pengkajian ini kita nampak bahwa jalan yang ditetapkan Allah adalah menyuruh kaum beriman pergi kepada orang. Dalam Perjanjian Baru, istilah "pergi" adalah istilah yang penting. Istilah penting lainnya adalah "datang". Saya pernah menyampaikan satu, dua berita mengenai dua istilah ini ketika saya ada di Shanghai lebih dari empat puluh tahun yang lalu. Saya berkata bahwa dalam Perjanjian Baru ada dua istilah yang penting. Tuhan mengatakan, "Marilah (datanglah) kepada-Ku" (Mat. 11:28; Yoh. 6:37; 7:37). Setelah kita datang kepada Tuhan, Dia menyuruh kita "Pergilah" (Mat. 28:19). Dia ingin kita datang kepadaNya dan kemudian pergi kepada orang lain. Setelah istilah "datang", ada istilah "pergi."
Sebenarnya, penginjilan adalah perkembangbiakan diri Kristus di dalam persona-Nya dan pekerjaan penebusan-Nya yang ajaib. Asalkan kita memberitakan Dia melalui kuat kuasa Roh Kudus, perkembangbiakan ini tidak seharusnya ditentang atau dikritik. Jika tidak ada tentangan dalam tiga tahun terakhir ini, sekarang mungkin ribuan orang dosa telah dibawa kepada Tuhan, dan telah ada kebangunan yang sangat besar di antara kita. Namun, perkara menjenguk orang dosa untuk menginjil ini justru menjadi satu pokok pembicaraan yang diperdebatkan. Ini sungguh memalukan!
Dalam Perjanjian Baru, perkara yang utama adalah datang kepada Tuhan, bahkan datang secara terus-menerus. Kita perlu datang kepada-Nya. Kemudian setelah datang kepada-Nya untuk menjamah Dia, Dia akan menyuruh kita pergi! Semakin kita datang kepada-Nya, semaldn Dia mengusik kita. untuk pergi. Dia mungkin mengusik kita untuk pergi ke negara lain atau kepada orang tua kita. Pengalaman saya adalah setiap kah saya datang kepada Tuhan, hampir tanpa perkecualian, Dia selalu menyuruh saya pergi.
Dia menyuruh kita pergi bersama-Nya. Kita harus pergi ke sanak keluarga kita dan ke setiap orang bersama Kristus. Kerajaan Allah disebarluaskan dengan kepergian kita dan dengan pemberitaan kita. Inilah prinsip Perjanjian Baru yang ditetapkan Allah, tetapi tanpa kerelaan kita untuk pergi, prinsip-Nya tidak dapat dirampungkan.
Dia tidak pernah menyuruh malaikat-Nya untuk melakukan ini, karena hal penginjilan ini sepenuhnya berdasarkan prinsip inkarnasi. Allah hidup bersama manusia, manusia bekerja bersama Allah. Tanpa perbauran Allah dengan manusia, tanpa inkarnasi Persona ilahi menjadi daging, yang membawa serta persona insani, Allah tidak dapat merampungkan kehendakNya. Dalam Kisah Para Rasul 10, seorang malaikat pergi kepada Kornelius dan menyuruhnya mengutus orang-orang pergi ke Yope untuk menemui Petrus (Kis. 10:3-6). Ini dilakukan supaya Petrus datang kepada Kornelius untuk menginjil kepadanya. Ketika saya masih muda dan membaca bagian ini, saya bertanya kepada diri sendiri, "Mengapa malaikat itu tidak mau menginjil kepada Kornehus?" Di kemudian hari saya nampak satu prinsip bahwa kita diselamatkan melakd manusia, bukan melalui malaikat. Sebagai manusia, kita tidak hanya harus pergi dan menginjil tetapi juga harus berdoa bagi sasaran Injil kita. Tanpa kepergian dan pemberitaan kita, ditambah doa kita, orang tidak dapat diselamatkan.
Kita tidak perlu berdoa untuk mengetahui apakah menginjil adalah kehendak Tuhan bagi kita. Jika kita memikirkan perkara pernikahan, kita harus banyak berdoa. Namun, mengenai penginjilan, Tuhan hanya menyuruh kita pergi dan menjadikan semua bangsa murid-Nya (Mat. 28:19). Paulus mengatakan bahwa kits. harus menginjil "baik atau tidak baik waktunya" (2 Tim. 4:2). Ini berarti kita perlu menginjil baik ada kesempatan maupun tidak ada kesempatan, dan baik diterima maupun tidak diterima. Baik atau tidak baik waktunya, kita harus memberitakan firman. Tuhan berkata, "Pergilah ke semuajalan dan lorong dan paksalah orang- orang yang ada di situ, masuk" (Luk. 14:23). Kita harus pergi mendapatkan orang bagi Tuhan.
Begitu kita pergi menginjil, kita akan dibangunkan, dan kita akan melihat gereja di lokal kita dibangunkan. Si jahat adalah penentang terhadap penginjilan. Jika ia dapat menghentikan kita menginjil selama lima tahun lagi, akibat yang kita terima adalah kematian. Inilah sasaran si jahat. Dalam beberapa tahun belakangan ini, kaum saleh di Taipei telah diyakinkan bahwa mereka perlu menginjil. Mereka semua sehati sepikir untuk pergi menginjil. Karena itu, jumlah yang hadir dalam sidang pemecahan roti (sekitar tiga ribu orang lima tahun yang lalu) kini telah menjadi lima ribu orang.
BUTIR-BUTIR UNTUK PENERAPAN IMAMAT INJIL
Tidak Perlu Menunggu Orang Lain
Saya berbeban menggugah kita semua untuk pergi menginjil, tetapi agar dapat melakukannya secara efektif, kita perlu melaksanakan butir-butir praktis tertentu bagi penerapan imamat Injil. Ada orang mungkin berkata bahwa mereka tidak tahu cara menginjil. Jika kita merasa demikian, kita tetap harus pergi menginjil. Kita tidak boleh menunggu. Mungkin ada sebagian dari kita yang telah tergugah. Jika kita melihat keperluan untuk menginjil, dan kita berbeban, maka kita harus berdoa dan bersekutu dengan beberapa orang yang dekat dengan kita. Mereka mungkin memiliki beban yang sama. Lalu kita boleh pergi. Tidak ada salahnyajika kita pergi. Kita tidak perlu menunggu para penatua melakukan sesuatu. Para penatua juga tidak perlu menunggu seorang pun untuk melakukan sesuatu. Siapa saja yang berbeban harus pergi menginjil.
Seorang saudara bersaksi bagaimana kakeknya berjerih lelah mengunjungi orang bagi Kristus. Kakeknya bekerja di sebuah toko roti di Jerman. Pekeejaannya dimulai pukul empat dini hari, dan dia bekerja di sana selama lebih dari sepuluh jam sehari. Begitu pulang ke rumah, dia mandi dan berpakaian rapi, lalu membawa Alkitabnya dan pergi mengunjungi orang. Dia melakukan ini hampir setiap hari. Dia pergi kepada orang yang belum percaya dan juga kepada orang yang sudah percaya. Ini adalah kebiasaannya. Melalui mengunjungi orang, setiap, tahun dia membantu sejumlah besar orang saleh. Saya percaya pasti ada orang yang diselamatkan melalui kontaknya dengan mereka.
Jika Anda bina mendapatkan satu orang dalam setahun, ini sangat baik! Dalam penginjilan, kita perlu seperti seorang petani. Semua petani tahu bagaimana bersandar kepada Allah. Para petani harus berjeyih lelah dengan sabar dan tekun, tetapi tak peduli berapa banyak mereka berjerih lelah, tanpa berkat Allah, satu badai saja dapat menghancurkan semua pekeijaan mereka. Kita harus mengunjungi orang seperti para petani. Kita harus berjerih lelah dengan sabar dan mutlak bersandar kepada Allah.
Kita tidak perlu menunggu siapa pun. Pergilah saja. Ada orang mungkin berkata, "Menginjil itu baik, tetapi aku tidak merasa bahwa aku harus pergi." Mereka mungkin tidak mengatakan secara terbuka, tetapi di dalam batin mereka mungkin merasa dernikian. Karena itu, kita tidak boleh menunggu orang lain. Jika kita memutuskan untuk menunggu orang lain, langit dan bumi mungkin sudah berlalu sebelurn mereka menerima beban menginjil. Kita tidak seharusnya menunggu; sebaliknya, kita harus mengumpulkan satu atau dua orang yang dekat dengan kita. Kita mungkin ingin mengajak seorang yang lebih muda dan seorang yang lebih tua untuk pergi bersarna kita.
Ke mana kita harus pergi? Kita boleh pergi ke mana saja! Kita harus mengunjungi orang dengan mengetuk pintu-pintu mereka. Menginjil dari rumah ke rumah ini adalah kepergian kita demi iman. Jika kita mendapatkan satu orang dalam setahun, itu sangat baik. Sepanjang sejarah sangat sulit mendapatkan satu gereja yang memiliki pertumbuhan sebesar tiga puluh persen dalam. setiap tahunnya. Tetapi jika kita masingmasing mendapatkan satu orang dalam tiga tahun, gereja di tempat kita berada akan memiliki pertambahan tiga puluh tiga persen setiap tahunnya. Jika kita mau terus mengunjungi rumah ke rumah selama tiga tahun, saya percaya kita masing-masing akan mendapatkan paling sedikit satu orang. Kita harus pergi menginjil, dan bukannya beralasan.
Jika kita dapat membeii kepada Tahan dua siang atau dua malam setiap minggu, ini sangat baik. Kita bisa melakukan hal ini (terutama di negara ini) karena kebanyakan dari kita tidak bekerja pada hari Sabtu dan Minggu. Kita dapat memberikan bagian dari dua hari ini kepada Tuhan; juga pada hari yang lain dari satu minggu. Kita mungkin hanya bekerja delapan jam setiap hari, ini memberi kita waktu pada malam hari. Jika kita memberi Tuhan dua waktu malam kita setiap, minggu untuk mengunjungi orang, kita masih memiliki lima malam untuk perkara yang lain. Kita harus keluar secara teratur dun tetap setiap minggu. Kepergian kita bukan untuk kesenangan kita tetapi untuk kesenangan-Nya. Mungkin kepergian kita membuat kita menderita, tetapi Dia senang. Jika kita ngotot untuk hidup seperti ini, kita akan mendapatkan beberapa orang bagi Tuhan. Kita mungkin tidak mendapatkan orang pada minggu yang pertama, tetapi pada minggu-minggu berikutnya, paling sedikit satu orang akan didapatkan bagi-Nya.
Kita tidak perlu mencoba mendapatkan terlalu banyak. yang paling baik adalah tidak mencoba membaptis lebih banyak daripada yang dapat Anda rawat dengan baik. Kita semua tahu prinsip hukum alam bahwa seorang ibu memerlukan waktu sembilan bulan untuk mengandung seorang anak, dan ia hanya dapat bersalin sekali dalam setahun. Karena itu, kita harus memberi perawatan yang terbaik kepada orang yang telah kita baptis. Ini lebih menguntungkan daripada membaptis sejumlah besar orang, tetapi tidak bisa merawat mereka.
Dalam sejangka waktu, mungkin dua atau tiga minggu atau bahkan dua bulan, kita akan melihat dua atau tiga orang dibaptis. Kernudian kita perlu meluangkan waktu dengan mereka, memperhatikan mereka seperti bayi-bayi kita. Kita perlu merawat, memelihara dan mengasuh mereka. Pengasuhan kita akan membuat mereka senang. Kita mungkin perlu waktu satu atau dua tahun untuk memperhatikan mereka, baru mereka bisa bertumbuh. Kita akan menghasilkan buah dan buah kita tetap. Menghasilkan buah yang tetap adalah jerih lelah yang panjang. Ini tidak tergantung pada keberantungan, tetapi pada kerajinan, kesabaran, ketekunan, iman, doa, dan jerih lelah. Jika kita mengasihi Tuhan, dan mau hidup bagi Kerajaan-Nya, kita akan pergi secara terus-menerus dan teratur untuk menginjil dan memperhatikan orang-orang baru yang kita dapatkan.
Sejak awal pemulihan Tuhan di daratan China, saudara Watdiman Nee sering melakukan penginjilan. Dia adalah murid dalam suatu sekolah dengan murid kira-kira 500 orang. Ketika dia mulai melihat pemulihan Tuhan, hal pertama yang ia lakukan adalah menginjil. Dia memberitakan kepada setiap orang, dan pemberitaannya mencapai semua murid. Kemudian ketika saya masuk ke pemulihan Tuhan, kami sering keluar ke jalan-jalan untuk menginjil pada malam hari. Banyak orang didapatkan. Pada awal pemulihan Tuhan, penginjilan sangatlah membubung dan menang.
Ketika kami tiba di Taipei, kami mencetak traktat yang cukup untuk setiap penduduk di Taipei. Kemudian kami mencetak poster-poster Injil dengan huruf-huruf yang besar dan menempelkannya di stasiun kereta api, halte bis, tempat-tempat penyeberangan, dan semua tempat-tempat penting. Posterposter itu berbunyi seperti : "Allah mengasihi manusia", "Percayalah kepada Kristus!" Kami membentuk tim-tim. Injil. Setiap Minggu sore, kami pergi ke suatu taman di Taipei yang memiliki sekitar tiga ribu tempat duduk. Setiap Minggu sore, kami memenuhi tempat itu dan mengumpulkan lebih dari empat ratus nama. Hari berikutnya, Senin malam, kaum saleh berkumpul bersama dan mengelompokkan catatan nama-nama mereka menurut alamat mereka. Kemudian kami membagi numm-nama mereka kepada kaum saleh supaya dapat diperhatikan oleh mereka. Ratusan diselamatkan melalui usaha ini, dan banyak dari mereka yang sekarang menjadi penatua dalam gereja-gereja, bahkan ada cucu-cucu mereka yang berada dalam kehidupan gereja sekarang. Dalam tahun-tahun belakangan ini, kita terlalu berdiam diri. Pada awal kehidupan gereja, kami menggugah seluruh kota dengan Injil. Akhirnya, setiap orang di Taipei tahu bahwa ada sekelompok orang yang menginjil.
Pergi dalam Tim
Ketika kita pergi menginjil, kita seharusnya pergi dalam tim tiga orang. Setelah bertahun-tahun mengalami dan mempelajari Alkitab, kita menemukan bahwa ini adalah cara yang paling ekonomis dan efektif untuk menginjil. Kita sendiri harus terlebih dulu digugah, kemudian membawa dua orang saleh lainnya, membentuk satu tim, pergi mengunjungi orang.
Kita tidak perlu menunggu para penatua mengumumkan satu sidang doa untuk mendoakan hal ini atau untuk mempersiapkan satu daftar nama dan peraturan bagi tim.-tim. ini. Kita harus melupakan semua itu dan pergi saja! Mungkin setelah itu, para penatua dan yang lainnya baru mengikuti kita untuk menginjil. Kita tidak seharusnya mencoba "menyatukan" gereja ke dalam praktek penginjilan. Dari tahun 1949 sampai tahun 1955 suasana Injil di dalam gereja di Taipei cukup tinggi, tetapi seluruh gereja tetap tidak disatukan ke dalam praktek penginjilan.
Dalam satu tim yang keluar menginjil, paling baik terdiri dari saudara dan saudari; paling sedikit satu saudara untuk membaptis orang yang baru percaya, dan paling sedikit satu saudari, sehingga jika yang dibaptis adalah perempuan, saudari itu dapat memperhatikannya. Satu tim yang terdiri dari tiga orang, dengan dua saudara dan satu saudari atau satu saudara dengan dua saudari adalah sangat baik. Percobaan dan pengujian kita di Taipei telah menunjukkan bahwa cara ini akan membawa hasil. Kita perlu pergi secara terlatih. Saya mungkin bisa memainkan piano selama dua tahun, tetapi tanpa dilatih, saya tetap tidak akan tahu bagaimana memainkan piano dengan baik. Untuk menginjil secara efektif, kita harus berdoa dan berusaha mempelajari rahasia menginjil.
Mempersiapkan Diri
Dalam hal mempersiapkan diri untuk menginjil, terlebih dulu kita harus mempersembahkan diri kita, menyerahkan diri kita kepada Tuhan. Kita harus memberi tahu Tuhan: "Tuhan, Engkau menyelamatkan aku. Aku adalah milik-Mu. Engkau menebusku. Engkau membayar harga untukku. Engkau membeli aku. Aku harta milik-Mu. Aku harta kekayaan-Mu. Aku kepunyaan-Mu, maka kini aku berikan kepada-Mu apa yang menjadi hak-Mu. Aku ada di sini. "Kemudian kita harus berdoa, mempersiapkan diri, dan memakai beberapa bahan penginjilan untuk menginjil kepada orang. Kita boleh memakai beberapa ayat Alkitab, tetapi kita masih perlu dilatih agar bisa berbicara dengan orang. Kita mungkin lebih suka memakai buklet Rahasia Hidup Manusia. Memakni buklet ini tidaklah sederhana. Kita harus menghayatinya sampai kita dapat menghafal setiap paragraf dan setiap bagian. Kita dapat mempraktekkannya di rumah dengan anggota keluarga kita. Tiga puluh delapan ribu orang dibawa kepada Tuhan melalui penggunaan buklet Rahasia Hidup Manusia. Kita harus menyerahkan diri kita untuk dilatih. Jika kita mau merendahkan diri kita, kita dapat dilatih.
Kita bahkan harus belajar bagaimana mengetuk pintu. Ini berarti ketukan kita harus terdengar "manis". Ketika orang yang di dalam membuka pintu, kalimat pertama yang keluar dari mulut kita harus membuat orang membuka pintu lebar-lebar, dan kalimat kedua harus membuka hati mereka. Sikap dan nada suara kita yang salah dapat menyebabkan mereka menutup pintu. Kita boleh berlatih mengetuk pintu di rumah sendiri. Suami dapat berlatih mengetuk pintu, dan membiarkan istrinya mengkritiknya. Latihan seperti irii tidaklah berlebihan. Ketika seorang gadis cilik sedang belajar piano, dia berlatih di depan piano selama berjam-jam. Dia selalu dibetulkan oleh gurunya. Gurunya selalu menunjukkan kepadanya bagaimana mengendalikan jari-jarinya, bagaimana duduk di piano, dsb. Kalau tidak, dia tidak dapat belajar memainkan piano dengan baik.
Dengan cara yang sama, kita harus menyerahkan diri kita untuk dilatih bagaimana berbicara dengan orang dan bagaimana membawa orang kepada Tuhan. Kita harus belajar kapan membawa mereka kepada Tuhan dan kata-kata apa yang harus dikatakan kepada mereka. Kita harus berlatih dan melaksanakannya. Kita bahkan harus belajar bagaimana dibimbing oleh mitra-mitra kita. Ini berarti kita harus belajar dibetulkan. Sambil berlatih, kita akan maju seminggu demi seminggu. Kita perlu memperhatikan apakah orang akan tertarik dengan cara kita berbicara kepadanya. Kita harus belajar dan sabar, selalu belajar dan selalu mencoba. Jangan sekah-kah kecewa atau patah semangat. Sebaliknya, harus berlatih untuk senantiasa tergugah.
Sebisanya Membuat Janji untuk Bertemu
Sebelum Mengunjungi Orang Lain
Sebisa mungkin, buatlah janji untuk bertemu dengan orang-orang tertentu yang akan Anda kunjungi, boleh melalui orang lain yang mengenal mereka; ini sangat membantu. Anda dapat membuat janji melalui sanak keluarga, teman sekelas, atau rekan sejawat Anda. Setelah menginjil kepada rekan sejawat Anda, Anda dapat memintanya memperkenalkan Anda kepada keluarganya atau tetangganya. Kemudian Anda dapat menelepon mereka sebelum mengunjunginya, sehingga Anda dapat mengenalnya lewat telepon. Kita harus belajar menggunakan berbagai cara mengontak orang untuk menyelamatkan mereka. Ini sama seperti melakukan bisnis.
Hindarilah Bersalah kepada Orang Lain
Gereja di tempat Anda mungkin belum tergugah untuk menginjil, namun kita telah tergugah. Kita yang telah tergugah untuk menginjil perlu berhati- hati agar tidak menampilkan sikap yang bisa menyinggung mereka yang belum tergugah. Di dalam gereja, sikap kita harus umum tetapi kita harus setia dalam pekerjaan kita. Kita, tidak seharusnya menentang penginjilan rumah ke rumah, juga tidak berlebihan terhadap hal ini. Sikap kita harus selalu umum. Kita tidak perlu berbangga, tetapi sebaliknya, kita harus selalu berlatih untuk tidak menyinggung orang yang lain. Apa pun yang kita lakukan harus dilakukan dengan bijaksana dan pantas.
Membawa Orang Baru ke Sidang Gereja
Kita harus segera membawa orang-orang baru ke dalam sidang-sidang gereja. Dulu kita berhati-hati dalam membawa orang-orang yang baru ke sidang-sidang gereja, karena sidang-sidang gereja telah menjadi usang. Ini adalah keprihatinan yang beralasan, tetapi juga satu kerugian. Jika Anda membaptis satu orang dan hanya pergi ke rumahnya selama beberapa minggu, maka Anda akan lebih sulit membawa dia ke sidang-sidang gereja. Ini akan menciptakan satu kebiasaan di dalam. orang itu untuk menyukai dan memilih sidang keluarga saja. Jika hari ini Anda keluar dan mendapatkan satu orang dibaptis, Anda harus memberitahunya bahwa Anda akan membawanya ke midang gereja besok. Anda harus melakukan segala yang dapat Anda lakukan untuk membantunya bisa datang ke sidang gereja. Cara terbaik adalah menjemputnya. Ini adalah perhatian yang wajar terhadap orang-orang yang baru dibaptis.
Mengundang Orang yang Belum Percaya
ke Sidang Gereja
Mengundang orang-orang yang belum percaya ke sidang-sidang gereja juga baik. Kita dapat memberi tahu mereka kapan gereja di tempat kita mengadakan sidang. Kita dapat menawarkan antar jemput kepada mereka. Memberi mereka beberapa traktat atau bacaan lain yang mencantumkan alamat balai sidang gereja juga baik. Kemudian pada suatu hari, Roh Kudus akan bekerja, mendorong mereka untuk pergi ke sidang gereja.
Paulus mengatakan bahwa jerih lelah kita di dalam Tuhan tidaklah sia-sia (1 Kor. 15:58). Jika kita berjerih lelah dengan banyak cara, kita akan melihat hasilnya. Anda mungkin mengunjungi seseorang minggu. ini, dan tampaknya tidak ada sesuatu pun yang teijadi. Kemudian tim Injil yang lain mungkin pergi mengunjunginya, dan dia akan dibaptis. Hal seperti ini terjadi di Taipei. Seseorang akhirnya diyakinkan oleh tim Injil kelima yang datang mengunjunginya. Dia dibaptis, karena, dia sadar bahwa tim keenam akan datang kepadanya jika dia menundanya lebih lama; dia diyakinkan karena ketekunan kaum saleh. Dia telah menolak mereka empat kali, tetapi ia menerima Tuhan ketika tim yang kelima mengunjunginya. Ini adalah contoh yang baik tentang perlunya kita pergi secara terus-menerus. Kita harus pergi sampai orang-orang yang belum percaya diyakinkan dan ditandukkan. Kita tidak hanya harus pergi kepada mereka, tetapi juga mengundang mereka datang ke sidang-sidang. Kita harus mengundang setiap orang. Kita harus pergi terus sampai mereka diyakinkan dan ditundukkan. Cepat atau lambat mereka akan menerima I)ihan dan dibaptis. Kita semua harus berlatih agar hal ini terlaksana.
Mengadakan Sidang Rumahan dengan Orang
yang Baru Segera Setelah Mereka Dibaptis
Setelah membawa seseorang kepada Tuhan dan membaptis mereka ke dalam Allah Tritunggal, kita harus segera mengadakan sidang keluarga dengannya. Kita tidak boleh menunda dalam hal ini.
Memberi Kesaksian tentang Peristiwa yang Baik
dalam Sidang Gereja Tanpa Bertele-tele
Setelah mendapatkan beberapa orang bagi Tuhan, sungguh baik bila kita bersaksi tentang beberapa peristiwa yang baik dalam sidang-sidang gereja untuk mendorong orang lain. Kesaksian-kesaksian separti itu dalam sidang- sidang gereja akan menyakinkan orang lain. Namun, ketiaksian-kesaksian itu jangan terlalu panjang agar tidak membosankan mereka. Jika kita bisa berbicara selama satu menit atau dua menit, yang lain juga akan memiliki waktu untuk bersaksi, dan lebih banyak orang saleh akan diyakinkan oleh banyak kesaksian.