← Daftar isi Pandangan Menyeluruh dari Jalan yang Ditetapkan Allah Prinsip-prinsip Dasar · bab 22/31

MEMIMPIN ORANG BARU MEMASUKI PELAKSANAAN KEHIDUPAN GEREJA

Dalam berita ini kita akan melanjutkan persekutuan mengenai sidang keluarga.

MEMIMIPIN ORANG BERIMAN BARU

UNTUK BERSIDANG BERSAMA GEREJA

Begitu Anda berjerih lelah dalam sidang keluarga, Anda akan sadar bahwa orang beriman baru yang Anda rawat perlu dipimpin memasuki pelaksanaan kehidupan gereja. Anda tidak boleh lupa bahwa tujuan mendapatkan orang adalah membawa mereka memasuki kehidupan gereja yang tepat untuk perluasan Kristus bagi pembangunan Tubuh Kristus. Jangan menunggu terlalu lama untuk membawa orang beriman baru memasuki pelaksanaan kehidupan gereja. Sebenarnya, dari hari Anda membaptis orang beriman baru, Anda harus mengarahkan mereka memasuki sidang-sidang gereja. Jika memungkinkan, hal yang terbaik adalah mengarahkan orang beriman baru memasuki sidang gereja pada hari Tuhan, karena sidang itu yang terbaik mewakili karakter dari kehidupun gereja.

Segera setelah membaptis seorang, kita harus membawanya memasuki sidang-sidang gereja dan memberinya kesan mengenai kehidupan gereja. Setelah kunjungan awal ini, kita harus mengajaknya berkali-kali dalam sidang keluarga yang berkelanjutan untuk bersidang bersama kaum saleh dan gereja. Kita harus membantunya menyadari bahwa orang Kristen seperti kawanan domba. Seperti halnya domba tidak dapat hidup berpisah dari kawanannya, orang Kristen tidak dapat hidup berpisah dari yang lain dan harus sering berkumpul.

Mengadakan sidang di rumah orang baru hanyalah tahap permulaan. Ketika kita mengadakan sidang keluarga di rumahrumah mereka, kita harus tetap berusaha membawa mereka keluar dari rumah mereka untuk memasuld sidang-sidang lain, seperti sidang-sidang kelompok kecil atau sidang-sidang besar gereja. Kita harus membantu mereka membangun pelaksanaan bersidang dengan kaum saleh dan dengan gereja.

MEMIMPIN ORANG BERIMAN BARU MENGINJIL

Kita harus memelopori membawa orang beriman baru memasuki pelaksanaan menginjil. Mula-mula, kita membaptis mereka, kemudian merawat mereka dalam sidang keluarga. Ketika kita merawat mereka, kita harus membantu mereka berbeban terhadap kerabat mereka. Kita mungkin berkata kepada mereka, "Kami membawa Kristus kepada Anda, dan sekarang kami mendorong Anda membawa Kristus kepada kerabat Anda." Ketika kita menemani orang beriman baru mengunjungi kerabat mereka, "pintu yang hangat" akan terbuka bagi kita. Kita harus mernimpin orang beriman baru mengunjungi kerabat mereka, membantu mereka menyadari bahwa ini adalah bagian lain dari pelaksanaan kehidupan gereja.

MEMIMPIN ORANG BERMAN BARU MERAWAT

ORANG SALEH YANG LAIN

Sejak awal, kita juga harus memimpin orang baru untuk merawat orang saleh yang lain. Dalam membesarkan anak, orang tua yang baik selalu mernimpin anak-anak mereka untuk melakukan hal yang sama dengan yang mereka lakukan. Ketika kita merawat sidang keluarga, kita harus perlahan-lahan mernimpin orang baru memasuki pelaksanaan kehidupan gereja. Pelaksanaan kehidupan gereja adalah : pertama, menginjil untuk mendapatkan orang beriman baru; kedua, bersidang bersama kaum saleh dan seluruh gereja; dan ketiga, merawat orang saleh yang lain. Sejak permulaan kehidupan kristiani mereka, orang beriman baru harus dibawa masuk kepada kebiasaan merawat orang beriman yang lain.

Kita harus berkonsentrasi pada ketiga hal ini dalam membantu orang beriman baru. Tapi kita harus tahu bahwa setiap butir dari ketiga hal ini tidaklah mudah untuk dilaksanakan. Kelihatannya mungkin mudah, tetapi sebenarnya cukup sulit. Kita semua harus belajar melaksanakan ketiga hal ini untuk membawa orang-orang baru memasuki kehidupan gereja yang tepat.

TIDAK MERAWAT ORANG BERIMAN BARU

MENURUT WATAK KITA

Dalam merawat orang beriman baru dalam sidang keluarga, kita harus menyadari bahwa setiap orang mempunyai watak yang berbeda. Ada yang senang ramai, ada yang senang diam, tenang. Bahkan di antara kita, banyak orang saleh yang jarang berteriak nyaring dalam sidang-sidang. Ketika kita memimpin orang beriman baru untuk menyeru nama Tuhan, tidak perlu memperhatikan apakah seruan mereka keras atau lembut. Tujuan utama kita dalam sidang keluarga adalah merawat orang beriman baru. Kita, semua sangat ingin melihat orang-orang baru berdoa dengan keras dan berteriak haleluya dengan nyaring. Tetapi kita harus sadar bahwa sering kali mereka yang berteriak dengan nyaring dan "gila" tidak begitu bisa dipercaya. Biasanya, orang-orang yang dapat lebih dipercaya dan stabil adalah orang-orang yang lebih tenang.

Kita seharusnya tidak menuntut orang-orang baru untuk menyeru atau. berdoa dengan cara kita. Mereka punya watak mereka sendiri, dan kita mempunyai watak kita sendiri. Tugas utama kita adalah menyuplai mereka, yaitu melayankan dan menyalurkan Kristus kepada mereka. Kapan saja kita. bersidang bersama mereka, kita harus yakin bahwa kita telah merawat mereka.

Kita seharusnya tidak secara berlebihan memperhatikan respons mereka. Ketika seorang ibu merawat anaknya, ia merasa nyaman selama ia menyadari anaknya telah dirawat. Inilah yang utama bagi ibu yang merawat. Bagaimana respon anak adalah masalah kedua. Ketika kita merawat orang beriman baru, kita harus percaya pada perawatan yang telah kita suplaikan kepada mereka lebih daripada hal lain apa pun yang kita lakukan.

Karena saya mengidap banyak penyakit dan kelemahan dalam kehidupan saya, saya telah berada di bawah rawatan banyak dokter dan saya telah belajar banyak hal dari mereka. Mereka hanya memperhatikan perawatan mereka dan bukan reaksi kesukaan atau ketidaksukaan dari pasien-pasien mereka. Kita harus merawat orang-orang baru dalam sidang keluarga dengan cara yang sama, memberi mereka suplaian yang tepat tanpa terganggu oleh reaksi mereka. Akan tetapi, kita harus melakukan ini dengan cara yang menyenangkan tanpa menyinggung atau menyandung mereka, agar mereka mempunyai kesan yang baik terhadap kita.

MERAWAT ORANG BERIMAN BARU

DENGAN MAKANAN BAYI

Dalam salah satu sidang keluarga, satu keluarga beriman baru mengusulkan agar keluarga mereka dan orang saleh yang lain saling menukarkan hadiah Natal. Ketika usulan ini diberikan, kaum saleh hanya tersenyum dan mencoba untuk menghindarinya dengan mengalihkan pembicaraan ke sebuah kidung dan bagian firman. Sidang itu berakhir tanpa pembicaraan lebih jauh mengenai Natal. Tetapi beberapa hari kemudian, referensi yang lain mengenai Natal diberikan oleh salah seorang anggota keluarga mereka ketika mereka sedang berjalan ke salah satu sidang dengan kelompok tadi. Keluarga itu telah dibawa masuk ke dalam kenikmatan dan pengalaman akan Tuhan dalam banyak kesempatan, akan tetapi kaum saleh masih agak khawatir bagaimana bersekutu dengan mereka mengenai perayaan Natal tanpa menyinggung mereka.

Dalam pembicaraan dengan orang beriman baru, Anda jangan pernah lupa bahwa mereka adalah bayi-bayi dan mereka harus diberi makan dengan makanan bayi. Ketika mereka mengajukan pertanyaan mengenai Natal, Anda harus menggunakan perkara Natal ini untuk merawat mereka. Anda tidak seharusnya dengan serius dan tegas ingin mengoreksi mereka, karena bertindak begitu berarti tidak merawat mereka seperti bayi. Ibu-ibu yang merawat tidak hanya merawat bayi-bayinya, tetapi juga mengasuh mereka dengan bermain bersama mereka. Bermain bersama dengan mereka adalah mengasuh mereka. Pengasuhan ini membuat mereka gembira. Begitu mereka diasuh, merasa senang, sang ibu lalu merawat mereka. Anda harus belajar bagaimana "bermain" dengan orang beriman baru. Tujuan Anda bermain dengan mereka adalah merawat mereka; karena itu, Anda tidak seharusnya terganggu dengan perkara Natal. Anda dapat berkata dengan cara yang lembut dan penuh kasih, "Natal ada karena Kristus. Tanpa Kristus, tidak akan ada liburan Natal. Cerita Natal muncul karena Kristus datang menjadi Juruselamat kita. Walaupun Anda mempunyai pohon Natal, Anda harus memastikan bahwa Anda mendapatkan Kristus." Anda harus perlahan-lahan memalingkan mereka dari hal-hal yang salah mengenai Natal menuju realitas Kristus. Begitu Anda memalingkan mereka kepada Kristus, membicarakan sesuatu mengenai Kristus, dengan spontan Anda menyuplai mereka dengan Kristus. Akhirnya, melalui jenis persekutuan yang lembut ini, mereka akan senang karena mereka mengetahui sesuatu tentang arti sebenarnya dari Natal, dan segera mereka akan melupakan perkara saling menukar hadiah Natal. Anda harus melatih kesabaran dan kebijaksanaan Anda, tapi Anda jangan lupa akan tujuan Anda menyuplaikan Kristus kepada orang beriman baru sebagai rawatan bagi mereka.

Pada tahun saya beroleh selamat, saya mengenal bahwa yang disebut hari Natal itu adalah suatu hal yang palsu. Saya mulai berdebat dengan setiap orang yang melakukan hal-hal yang berhubungan dengan Natal. Itu salah. Perlahan-lahan, saya belajar "bermain" dengan bayi-bayi rohani. Kita semua harus mempelajari rahasia ini. Dalam dunia Barat, ada masalah pada perayaan Natal, tetapi di Timur Jauh, terutama di China, ada masalah pada perayaan tradisional yang berlangsung tiga kali setahun. Kaum beriman muda sulit mengatasi perayaan dan peringatan ini, tetapi dengan bantuan Tuhan, kita dapat membantu mereka dengan menerapkan prinsip yang telah saya bicarakan di sini.

BELAJAR FLEKSIBEL

DALAM MERAWAT ORANG BERIMAN BARU

PADA TINGKATAN YANG BERBEDA TINGKATANNYA

Kaum saleh mengunjungi seorang beriman baru dengan latar belakang kekristenan yang kuat, dan mulai mengajarnya dengan kidung yang sangat mudah untuk membantunya menyeru nama Tuhan. Mereka memberitahunya bahwa mereka senang menyanyikan kidung itu pada pagi hari, terutama ketika mereka merasa tidak begitu baik atau ketika mereka mempunyai banyak masalah. Ia menjawab dengan berkata, "Ya, tampaknya kita sering mendapatkan banyak masalah." Berdasarkan jawaban ini, kaum saleh membaca Roma 8:28-29 dengannya dan mulai bersekutu dengannya mengenai isi dari kedua ayat ini. Ketika membaca ayat 29, ia memperhatikan perkataan "ditentukan dari semula", yang mengingatkannya sebuah ayat di Efesus 1 yang sedang ia baca mengenai perkara pemeteraian dan penjaminan. Kaum saleh kemudian melihat Efesus 1 dan mulai bersekutu dengannya mengenai perneteraian dan penjaminan. Orang beriman baru ini tertarik dengan persekutuan kaum saleh atas hal ini dan mengatakan bahwa ia belum pernah mendengar hal yang sedemikian sebelumnya. Kaum saleh bersekutu sedikit lebih jauh lagi mengenai hal ini, dan pada akhir sidang, mereka menyanyikan kidung itu kembali dan mendorongnya untuk mengingatnya pada minggu yang akan datang.

Prinsipnya, ketika mengenalkan sesuatu seperti kidung baru pada orang beriman baru, hal yang terbaik adalah menghindari mengunakan kata ajar dalam persekutuan. kita. Anda harus mencoba tidak berkata, "Kami ingin mengajar Anda sebuah kidung baru." Lebih baik mengatakan, "Kami ingin menyanyikan sebuah kidung dengan. Anda," atau "Maukah Anda menyanyikan sebuah kidung bersama-sama dengan. kami?" Menggunakan kata-kata ajar atau mengajar akan membawa masuk unsur yang merusak situasi dengan orang baru.

Orang beriman baru, pada prinsipnya, seperti bayi; karena itu, kita harus memberi mereka makan dengan makanan bayi. Tetapi kita juga harus belajar fieksibel ketika kita sadar bahwa orang yang kita rawat lebih dari satu orang bayi. Dalam kasus ini, orang yang dirawat kaum saleh bukanlah seorang bayi. Jadi, kaum saleh harus sangat fleksibel dan menyesuaikan diri mereka dengan tingkatan orang-orang beriman baru. Kaum saleh juga mencoba berurusan dengan banyak hal yang berbeda dalam satu kunjungan ini. Lebih baik mempertimbangkan mana hal yang menjadi topik pembicaraan untuk kunjungan itu dan merawat orang bara dengan makanan yang tepat berdasarkan topik pembicaraan itu. Dalam perkara ini ada kebutuhan untuk banyak berlatih, karena kita sering melakukan lebih dari yang seharusnya kita lakukan dalam satu kali kunjungan. Orang yang telah terlatih dan berpengalaman akan mampu mengatasi situasi ini dengan cara yang tepat.

Dalam sidang keluarga ini, kaum saleh seharusnya tidak meninggalkan topik pembicaraan mereka mengenai menyanyikan kidung untuk membantu orang baru menyeru nama Tuhan. Orang baru mengalihkan topik pembicaraan ke masalah penderitaari, tetapi untuk menjaga topik pembicaraan pada menyeru nama Tuhan dan menghindari peralihan topik pembicaraan, mereka mungkin berkata, "Tidak hanya kita orang Kristen menderita, tetapi setiap orang di bumi ini menderita. Inilah sebabnya kita perlu menyeru nama Tuhan. Untuk diselamatkan dari penderitaan, kita harus menyeru nama Tuhan." Dengan perkataan singkat demikian, orang baru ini akan dibawa kembali kepada topik pembicaraan. Daripada dibawa oleh orang baru dari satu topik ke topik pembicaraan yang lain, kaum saleh seharusnya membawanya kembali kepada hal berseru, menggunakan semua perkataannya untuk menguatkan topik pembicaraan mereka. Berdasarkan pimpinan Tuhan, kaum saleh mungkin merasa ingin menjelaskan sedikit mengenai nama Tuhan yang berkuasa dan di atas segala nama. Kemudian mereka dapat membawanya berseru beberapa kali, dan ketika mereka berseru, salah seorang dari mereka dapat memulai berkidung. Dengan spontan, orang baru ini akan mengikuti mereka juga berkidung. Kemudian mungkin adalah waktu yang tepat untuk mempersekutukan suatu kesaksian singkat dari pengalaman mereka menyeru nama Tuhan. Kesaksian ini tidak seharusnya diberikan dengan cara pengaj aran, tetapi dengan cara yang spontan begitu kesempatan itu muncul. Kita semua harus belajar mengesampingkan cara pengajaran dalam cara yang formal dan mengambil cara merawat orang baru dengan cara yang sangat hidup, fleksibel, dan menyenangkan.

MELATIH DAYA PEMBEDA DALAM MENGINJIL

Prinsip dalam mengunjugi orang dengan Injil adalah mula-mula membantu mereka diselamatkan dan dibaptis. Ketika kita menginjil, kita harus belajar melatih daya pembeda kita untuk mengetahui apakah seseorang akan sulit didapatkan atau tidak. Jika kita melihat bahwa hngkungan, keluarga, dan lainnya bisa menyulitkan seseorang didapatkan, kita tidak seharusnya mencurahkan waktu kita pada orang itu. Seorang tukang kayu memilih jenis kayu tertentu berdasarkan apa yang ingin ia buat dari kayu itu. Ia harus membedakan jenis material apa yang cocok digunakan. Kita juga harus membedakan dengan cara yang sama ketika kita menginjil, karena ada banyak macam manusia di bumi ini. Kita harus bijaksana dan belajar membedakan orang-orang ketika kita berbicara dengan mereka.

MENGHINDARI JERIH LELAH YANG SIA-SIA

MELALUI BELAJAR BERJERIH LELAH

DENGAN CARAYANG TEPAT

Saya telah memperhatikan bahwa ketika beberapa orang saleh pergi keluar, mereka dengan cepat mendapatkan orang, sedangkan yang lain mungkin pergi dengan setia, tetapi mendapatkan hasil yang sedikit. Masalah pada kelompok kaum saleh yang kedua adalah kekurangan pelatihan. Walaupun kita banyak berjerih lelah, jerih lelah kita mungkin sia-sia, jika kita tidak berjerih lelah dengan cara yang tepat. Jerih lelah dalam penginjilan dan sidang keluarga harus teratur, konsisten, dan berkesinambungan. Jika salah satu anggota kelompok yang terdiri dari tiga orang sakit, lebih baik bagi kedua orang yang lain untuk mengunjungi orang baru daripada melakukan penggantian orang dalam kunjungan mereka. Mengganti orang yang berjerih lelah dalam sidang keluarga tertentu hampir pasti akan mengakibatkan banyak kerugian. Cara terbaik adalah tidak mengganti orang yang mengunjungi sidang keluarga. Mengganti orang merusak koordinasi di antara kaum saleh yang telah berjerih lelah bersama merawat sidang keluarga. Hasil dari penggantian akan membingungkan di antara kaum saleh yang berjerih lelah, dan waktu dengan orang beriman baru akan terbuang. Karena itu., lebih baik mempertahankan anggota- anggota yang sama dalam kelompok-kelompok penjengukan.

Kita semua harus belajar bagaimana melaksanakan jalan baru Allah melalui pelatihan. Dalam tahun-tahun belakangan ini, kita mempelajari sejarah, biografi, dan autobiografi kaum saleh. Kita menemukan bahwa diantara umat Tuhan, hanya lulusan seminari yang beijerih lelah berdasarkan cara pelatihan. Para lulusan ini diperkerjakan oleh denominasi untuk menjadi pendeta. mereka. Pendeta-pendeta ini telah dilatih, tetapi yang disebut orang awam tidak terlatih. Orang awam hanya bertindak berdasarkan kesukaan dan ketidaksukaan mereka. Akan tetapi, hari ini kita menyadari bahwa jika kita ingin melaksanakan jalan baru berdasarkan Perjanjian Baru, kita harus dilatih.

Walaupun kata dilatihtidak digunakan dalam surat-surat 1 dan 2 Timotius dan Titus, pemikiran ini tersirat di dalamnya. Untuk melayani Tuhan, kita harus dilatih. Dalam. 2 Timotius 2:2 Paulus menyuruh Timotius untuk mempercayakan hal-hal yang telah ia dengar kepada orang-orang yang dapat di percayai, yang pandai mengajar orang lain. Mempercayakan kepada orang-orang yang dapat dipercayai menyiratkan pelatihan. Sebuah tagas tidak dapat dialihkan kepada seseorang yang tidak mengetahui apa pun mengenai tugas itu. Ada kebutuhan pelatihan. Tidak ada seorang ibu yang mempercayakan tugas memasak kepada anaknya tanpa melatihnya terlebih dahulu.

Paulus mendirikan sebuah teladan dengan tinggal di Efesus selama tiga tahun (Kis. 20:31) untuk melatih kaum saleh. Dalam Kisah Para Rasul 20:20 Paulus memberi tahu para penatua Gereja di Efesus bahwa ia tidak pernah lalai memberitakan kepada mereka apa pun yang berguna, dan ia mengajarkannya di depan umum dan dari rumah ke rumah, menasihati setiap orang dengan air mata (ayat 31). Ajaran Paulus di depan umum dalam sidang-sidang dan berkunjung dari rumah ke rumah adalah pelatihan terhadap kaum saleh. Paulus kemudian mendesak Timotius untuk tinggal di Efesus agar ia dapat menasihati orang-orang tertentu untuk tidak mengajarkan ajaran lain (1 Tim. 1:3). Ini juga semacam pelatihan yang dilaksanakan oleh Timotius.

Hanya sedikit hasil dalam kekristenan, karena yang disebut orang-orang awam tidak dilatih. Banyak orang yang membara untuk Tuhan, tetapi gairah mereka hanya menghasilkan sangat sedikit hasil, karena mereka berlatih melayani Tuhan dengan cara mereka sendiri. Kita, dalam pemulihan Tuhan, juga perlu pelatihan. Pemulihan Tuhan sendiri sangatlah istimewa, dan hal pelatihan juga merupakan hal yang istimewa dalam pemulihan Tuhan. Di bawah pelatihan, kita seharusnya tidak melakukan apa pun berdasarkan kesukaan atau ketidaksukaan kita, atau berdasarkan lingkungan kita. Sebahknya, kita harus melakukan apa pun menurut butir-butir pelatihan.

MENGHINDARI PERAWATAN ORANG-ORANG BARU

DARI KELOMPOK KE KELOMPOK

Satu kelompok orang saleh membaptis seorang beriman baru dalam daerah yang dirawat oleh kelompok orang saleh yang lain. Kelompok pertama ingin memperkenalkan kelompok kedua kepada orang beriman baru ini sehingga mereka dapat memulai perawatan orang baru ini dalam sidang keluarga. Kaum saleh merasa was-was, apakah berbuat demikian ini adalah cara terbaik untuk merawat orang beriman baru.

Cara terbaik merawat orang beriman baru adalah mencoba menghindari perawatan macam apa pun dari satu kelompok ke kelompok yang lain. Kecuali orang-orang baru yang dibaptis pindah dari satu bagian kota ke bagian yang lain, yang terbaik adalah tidak mengalihkan orang-orang baru dari kelompok ke kelompok. Ketika ada kebutuhan untuk peralihan, itu harus dilakukan dengan sangat hati-hati dan dipertimbangkan dengan mantap. Jika sebuah pasangan ingin mengadopsi seorang anak, mereka harus melewati beberapa prosedur. Demikian juga, kapan pun seorang beriman baru dialihkan dari satu kelompok kaurn saleh ke kelompok yang lainnya, itu harus dilakukan dengan cara yang sangat tepat. Namun, melakukan peralihan dengan cara yang tepat itu sulit. Kita harus menyadari bahwa mendapatkan apa pun yang bernilai di bumi ini tidaklah mudah. Mencapai pendidikan sampai pada tingkat doktor tidaklah mudah. Seseorang harus melewati enam tahun sekolah dasar, tiga tahun sekolah menengah pertama, tiga tahun sekolah menengah atas, empat tahun perguruan tinggi, dan lima tahun pendidikan pasca-sarjana. Jika hal-hal seperti pendidikan tidaklah mudah, betapa lebih sulit lagi mencapai hal-hal dalam Tuhan, Raja kita. Tidak ada perkara apa pun yang berhubungan dengan Raja merupakan perkara yang ringan. Menyelamatkan jiwa dan merawat orang dalam sidang keluarga bukanlah perkara kecil. Bagi seorang ibu yang merawat, perkara menyapu halaman rumah tidaklah begitu penting, tetapi merawat anaknya adalah perkara yang paling penting. Perawatan orang beriman baru dalam sidang keluarga adalah hal yang paling penting; karena itu, kita harus sangat berhati-hati dalam mengalihkan perawatan sidang keluarga dari satu kelompok kepada kelompok yang lain.

Jika seseorang baru pindah dah satu kota ke kota yang lain, kita harus melakukan sesuatu dengan cara yang tepat untuk mengatasi peralihan itu. Kita harus menelepon beberapa orang saudara di kota yang baru untuk merekomendasikan orang baru itu kepada saudara-saudara. Kemudian kita harus menyuplai orang baru itu untuk mendorongnya berhubungan dengan kaum saleh di lokalitas baru. Kita harus memastikan bahwa orang baru itu telah dihubungi oleh kaum saleh. Kalau tidak, kita akan kehilangan satu orang hasiljerih lelah kita.

MERAWAT ORANG BERIMAN BARU

SEPERTI ANAK KITA SENDIRI

Dalam membesarkan orang beriman baru sebagai anakanak, yang terbaik jika Anda mempunyai anak-anak Anda sendiri. Akan tetapi, jika Anda tidak memiliki anak-anak Anda sendiri melalui kelahiran, Anda dapat mengangkat anak-anak lain. Pengangkatan anak-anak rohani terjadi ketika Anda tidak mempunyai anak-anak Anda sendiri. Ketika Anda mengangkat anak-anak ini, tindakan terbaik adalah menganggap mereka sebagai anak- anak Anda sendiri.

EMPAT LANGKAH YANG DIPERLUKAN DALAM

MELAKSANAKAN JALAN BARU TUHAN

Seorang saudara menghubungkan pengalaman masa lalunya yang sukses menginjil dan membaptis cukup banyak orang, tetapi dikarenakan dirinya sendiri belum cukup matang, maka ia tidak mempunyai buah yang tetap. Belakangan ini ia mendapatkan salah seorang temannya di universitas, tetapi ia enggan menggerakkan temannya untuk menginjil karena temannya ini kurang pertumbuhan. Saudara ini juga enggan mempunyai terlalu banyak anak-anak rohani karena takut tidak mempunyai seorang pun yang tetap.

Membawa orang kepada Tuhan agak lebih mudah, tetapi untuk membesarkan mereka sangat tidak mudah. Dalam pengamatan kita beberapa tahun belakangan, kita menemukan bahwa kita memerlukan setidaknya empat langkah dalam membesarkan orang beriman baru. Langkah pertama adalah mengunjungi orang-orang dengan mengetuk pintu rumah mereka untuk mendapatkan mereka. Kedua, setelah mendapatkan mereka melalui menyelamatkan dan membaptis mereka, ada kebutuhan untuk merawat dan mengasuh orangorang baru dalam sidang keluarga. Ketiga, ada kebutuhan sidang-sidang keluarga untuk menggenapkan kaum saleh. Keempat, kita harus belajar melaksanakan sidang-sidang kita dalam kebersamaan dengan ajaran universal. Berjalan berdasarkan keempat langkah ini adalah untuk melaksanakan jalan baru Tuhan. Kita harus belajar bagaimana mengunjungi orang sebagai imam Injil Perjanjian Baru agar mereka diselamatkan (Rm. 15:16). Kemudian kita harus memelihara mereka seperti halnya anak-anak kecil kita untuk merawat mereka dan mengasuh mereka sehingga kita dapat membesarkan mereka. Langkah ini memerlukan banyak waktu, tetapi kita j angan mengharapkan mempunyai buah yang tetap tanpa melaksanakan rawatan yang tepat dalam sidang-sidang keluarga. Setelah menghasilkan buah, kita harus baik-baik menjaga buah itu; kalau tidak, buah itu tidak akan tetap. Begitu kita mempunyai buah, kita harus berusaha sebaik mungkin merawatnya, walaupun kita sendiri mungkin masih muda dan kurang bertumbuh dalam. hayat. Sering kah, anakanak dalam sebuah keluarga, dibesarkan tidak hanya oleh orang tua mereka, tetapi juga oleh saudara laki-laki atau perempuan yang lebih tua. Sama halnya dengan kehidupan gereja hari ini. Kita harus menyadari bahwa saudara dan saudari yang lebih tua dalam pemulihan Tuhan dapat membantu kita membesarkan anak-anak rohani kita.

MEMENUHI PENGHARAPAN ORANG

TERHADAP SIDANG GEREJA

Kekristenan telah membangun dengan cara yang salah dan telah memberi orang-orang kesan yang salah terhadap kehidupan bersidang di antara umat Tahan. Karena kesan yang salah ini, hari ini banyak orang mempunyai pengharapan tertentu begitu mereka menghadiri perhimpunan yang disebut sidang gereja. Ketika mereka menghadiri suatu sidang orang Kristen, mereka sering kah berkata bahwa mereka "pergi ke gereja". Inilah alasan kita harus mempunyai sidang-sidang keluarga. Dalam sidang keluarga, orang baru tidak teralihkan perhatiannya dengan bentuk gereja, dan mereka dapat menerima perawatan. Ketika kita merawat mereka di rumah mereka, perlahan-lahan kita harus memberi tahu merekajalan yang sesuai dengan Alkitab untuk mendapatkan orang bagi Tuhan. Kemudian, ketika mereka terbantu dengan menyadari jalan yang sesuai dengan Alkitab untuk bersidang dan melayani, mereka tidak akan menaruh banyak perhatian pada bentuk sidang-sidang gereja. Di rumah mereka kita merawat dan nengasuh mereka untuk membesarkan mereka dan mendidik mereka, sehingga mereka dapat menyadari apakah hal yang sejati. Dalam banyak kasus, ketika kaum saleh telah melakukan pekerjaan yang baik mendidik orang-orang baru dalam sidang keluarga, orang baru akan sangat senang menghadiri sidang kelompok, karena selera mereka telah diubah. Dengan perubahan selera ini, orang baru ini tidak lagi mempunyai selera pada formalitas kekristenan.

KEKAYAAN KRISTUS SEBAGAI UNSUR PENARIK

DALAM SETIAP SIDANG

Untuk melaksanakan jalan Perjanjian Baru, kita harus mempunyai kekayaan Kristus sebagai isi kita. Sidang kita harus mempunyai kekayaan Kristus sebagai isinya; kalau tidak, orangorang baru akan kecewa. Ketika mereka membandingkan bagian luar kekristenan yang atraktif dengan cara kita bersidang dan pelaksanaan kita, mereka tidak akan terkesan dengan cara kita. Karena itu, kita harus mempunyai isi yang kaya dalam sidang keluarga, sidang kelompok, dan sidang gereja yang lebih besar. Semua sidang ini harus penuh dengan kekayaan Kristus. Begitu orang merasakan kekayaan ini, mereka akan kehilangan selera mereka pada penampilan luar kekristenan.

LATIHAN DAN PELAKSANAAN

JALAN YANG DITETAPKAN ALLAH

(3)

BAB

23 24 25 26 27 28 29

30 31