← Daftar isi Pandangan Menyeluruh dari Jalan yang Ditetapkan Allah Prinsip-prinsip Dasar · bab 23/31

PENGGENAPAN DALAM SIDANG KELOMPOK

Ayat Alkitab:

Ibr. 10:24-25; 2 Tim. 2:2; Ef. 4:11-12

Dalam pelatihan sepenuh waktu ini kita akan membicarakan empat langkah utama dari jalan yang ditetapkan Allah. Dalam berita sebelumnya kita telah membicarakan dua langkah yang pertama : mengunjungi orang sebagai imam Injil Perjanjian Baru dan membesarkan orang beriman baru dalam sidang keluarga. Dalam berita ini kita akan mulai bersekutu mengenai langkah ketiga-sidang kelompok. Langkah keempat, yaitu bertutur sabda bagi pembangunan organik gereja sebagai Tubuh Kristus, akan kita bicarakan kemudian.

PELAKSANAAN PAULUS

ATAS IMAMAT PERJANJIAN BARU

Paulus mengatakan bahwa ia adalah imam Injil Perjanjian Baru (Rm. 15:16). Dalam kitab Kisah Para Rasul dan semua surat Paulus, kita dapat melihat Paulus berlatih melaksanakan imamat Perjanjian Baru ini sampai tingkat yang paling tinggi. Ia melaksanakan penginjilan sebagai imam Perjanjian Baru terutama dengan dua cara. Pertama, ke mana pun ia pergi, ia mengunjungi rumah ibadat. Pada waktu itu, terutama di Asia Kecil, ada rumah-rumah ibadat orang Yahudi di semua kota besar. Selalu ada sekelompok orang yang berkumpul di rumah-rumah ibadat, mereka mempunyai Kitab Suci dan juga mengenal sedikit tentang Allah. Paulus mengambil faedah dari situasi ini. Sebagai orang Yahudi yang telah menjadi orang Kristen dan juga telah menjadi seorang rasul dan seorang penginjil, mengunjungi rumah-rumah ibadat orang Yahudi sangat berfaedah baginya. Dalam melakukan hal ini, ia mengikuti jejak Tuhan. Ketika Tuhan Yesus di bumi, Ia mengelilingi kota-kota dan juga memasuki rumah-rumah ibadat (Mat. 4:23; 9:35). Paulus mengikuti teladan Tuhan dan berhasil menginjil secara demikian.

Paulus juga melaksanakan penginjilan dengan pergi mengunjungi orang-orang. Dalam perjalanannya kali kedua, Paulus mula-mula dicegah Roh Kudus membicarakan firman di Asia, dan kemudian ketika mereka mencoba pergi ke Bitinia, Roh Yesus tidak mengizinkan mereka. Karena itu, mereka dipaksa mengambil jalur langsung ke Makedonia melalui Misia dan Troas (Kis. 16:6-8). Dalam perjalanannya kali kedua, Paulus tidak tahu harus pergi ke mana. Ia mencoba satu jalan dan kemudian jalan yang lain; ia "bereksperimen". Ia mencoba pergi ke kiri (Asia), dicegah. Kemudian ia mencoba pergi ke kanan (Bitinia), tidak diizinkan. Ia tidak ingin kembali, jadi ia maju terus sampai tiba. di kota Troas di Laut Aegea. Sampai di sini ia tidak tahu harus pergi ke mana.

Tampaknya, ketika mereka tiba di Troas, Paulus tidak mempunyai pemikiran untuk menyeberang ke daratan yang lain, jadi Allah memberinya penglihatan. "Pada malam harinya tampaklah oleh Paulus suatu penglihatan : Ada seorang Makedonia berdiri di situ dan memohon kepadanya : Menyeberanglah ke mari dan tolonglah kami! Setelah Paulus melihat penglihatan itu, segeralah kami mencari kesempatan untuk berangkat ke Makedonia, karena dari penglihatan itu kami menarik kesimpulan bahwa Allah telah memanggil kami untuk memberitakan Injil kepada orang-orang di sana" (Kis. 16:9-10). Perkataan "menarik kesimpulan" di ayat-ayat ini menunjukkan bahwa setelah melihat penglihatan dari Allah, perlu menarik kesimpulan, yaitu mengerti dengan mempertimbangkan apa artinya, dengan menggunakan pikiran, yang dijenuhi dan diarahkan oleh roh (Ef 4:23) menurut situasi dan lingkungan sesungguhnya. Setelah mempelajari situasi dan mempertimbangkan penglihatan itu, Paulus menarik kesimpulan. Hari ini beberapa orang terlalu rohani. Mereka mengira, jika Anda mempunyai pimpinan Roh Kudus, Anda harus selalu tahu apa yang harus dilakukan. Namun Paulus tidak serohani itu; ia tetap sebagai manusia.

Dalam Perjanjian Lama, wahyu Tuhan, pembicaraan Tuhan, selalu datang melalui Urim dan Tumim yang ada di tutup dada Imam Besar (Kel. 28:30). Itu mujizat. Tiba-tiba cahaya akan bersinar, bukan pada seluruh tutup dada, tetapi pada. huruf-huruf Ibrani di atas tutup dada, berkali-kali sampai pembicaraan ilahi selesai. Dengan cara. ini kehendak Tuhan diberitahukan kepada umat-Nya. Pemerintahan Allah dalam Perjanjian Lama dilaksanakan melalui perkataan-Nya dalam wahyu ilahi-Nya melalui Urim dan Tumim. Pemerintahan mi, yakni pemerintahan ilahi Tuhan atas umat-Nya, disebut teokrasi. Pada waktu-waktu tertentu teokrasi demikian ini dilaksanakan melalui perkataan dari Urim dan Tumim; tetapi tidak seluruh wahyu Tuhan dalam Perjanjian Lama melewati imamat dengan Urim dan Tumim. Inilah sebabnya, selain imamat, ada nabi-nabi. Nabi-nabi sejalan dengan imamat untuk memperkuatnya. Mereka bemubuat dan juga menerima penglihatan dari Tuhan.

Dalam teokrasi Perjanjian Baru, Urim dan Tumim digantikan oleh roh yang berbaur, yaitu Roh ilahi berbaur dengan roh manusia yang dilahirkan kembali (Rm. 1:9; 8:16; Yoh. 3:6; 4:24; 1 Kor. 6:17). Wahyu Tuhan ada dalam roh kita, tetapi kadang-kadang ini tidak cukup karena kelemahan kita. Dalam kitab Kisah Para Rasul, ada juga tambahan pada Urim dan Tumim Perjanjian Baru. Seperti halnya nabi-nabi ditambahkan pada imamat dalam Perjanjian Lama, imamat Perjanjian Baru juga memerlukan fungsi nabi-nabi Perjanjian Baru. Semua orang beriman Perjanjian Baru adalah imam-imam. Paulus mengatakan bahwa ia adalah seorang imam Perjanjian Baru (Rm. 15:16), tetapi dalam Kisah Para Rasul 16, imamatnya memerlukan fungsi nabi-nabi.

Dalam Perjanjian Lama, penglihatan biasa datang kepada seorang nabi. Di sini dalam Kisah Para Rasul 16, Paulus adalah seorang imam, tetapi ia tidak begitu jelas akan perasaan roh perbauran yang berhuni di dalam dirinya. Jika sudah jelas, ia tidak perlu mencoba-coba, mencoba pergi ke kiri dan kemudian ke kanan. Mungkin ia khawatir akan situasinya dan tidak dapat tidur nyenyak. Kemudian sebuah penglihatan datang padanya. Bahkan setelah penglihatan itu datang, Paulus dan orang-orang yang bersamanya mempertimbangkan benar-benar situasi dan penglihatan mereka, dan menyimpulkan bahwa Tuhan memanggil mereka untak menginjil ke Makedonia. Demikianlah mereka pergi ke Filipi.

Di Filipi Paulus tidak menginjil dengan pergi ke rumah ibadat. Ia keluar mengunjungi orang-orang. Ia pergi ke sebuah tempat sembahyang di luar pintu gerbang di tepi sungai dan berbicara kepada perempuan-perempuan yang berkumpul di situ. Ketika pergi ke tempat ini, ia pergi ke sebuah "pintu yang dingin". Ia tidak mengenal mereka, dan mereka tidak mengenalnya; tetapi salah seorang perempuan, Lidia, menerima Injil dan membuka rumahnya bagi para rasul itu (Kis. 16:13-15). Ini adalah kali pertama masuknya Injil ke benua Eropa. Sebelum ini Injil belum disebarkan ke luar Asia Kecil.

MEMBESARKAN KAUM BERIMAN

SEBAGAI KELUARGA ALLAH

Setelah mempelajari seluruh Perjanjian Baru, kita telah menemukan bahwa membesarkan gereja sepertilah membesarkan keluarga. Dalam membesarkan keluarga, hal yang utama adalah keluarga itu harus bertumbuh. Gereja adalah rumah Allah, yaitu rumah tangga Allah, keluarga Allah (Ef 2:19). Gereja lokal adalah "keluarga lokal" Allah. Kita harus membesarkan keluarga ini dengan cara yang sama seperti kita membesarkan keluarga jasmani kita. Pertama, kita harus melahirkan anak-anak. Kedua, kita. harus merawat bayi-bayi yang baru lahir ini di rumah-rumah mereka. Akan tetapi, hanya mempunyai sebuah keluarga yang merawat bayi-bayi bukanlah tujuannya. Itu adalah jalan, prosedur, untuk mencapai tujuan. Tujuannya adalah membesarkan anak-anak yang masih kecil itu. Membesarkan anak-anak tidak hanya berarti merawat mereka, tetapi juga memperlengkapi mereka. Perlengkapan ini dengan jelas diwahyukan dalam Efesus 4. Pasal ini mengatakan bahwa Kepala yang naik ke surga, Kristus, telah memberikan karunia-karunia kepada manusia untuk memperlengkapi orang-orang kudus (ayat 8, 12). Karunia-karunia ini terbagi menjadi empat kategori. Dia memberikan beberapa orang sebagai rasul-rasul, beberapa orang sebagai nabi-nabi, beberapa orang sebagai pemberita-pemberita Injil, dan beberapa orang sebagai gembala-gembala dan pengajar-pengajar (ayat 11). Sang Kepala memberikan keempat macam karunia ini langsung kepada Tubuh.

Menurut Efesus 4, keempat macam karunia ini harus melakukan pekerjaan memperlengkapi orang-orang kudus. Orang tua, setelah merawat bayi mereka selama beberapa tahun, harus memperlengkapi mereka. Ini terutama dengan mengajar mereka, mendidik mereka. Jika seseorang hanya makan tetapi tidak pernah menerima pendidikan, orang ini akan tidak berguna dalam masyarakat. Setidaknya seseorang harus belajar suatu pekeijaan. Dalam membesarkan keluarga guna membentuk masyarakat suatu bangsa, diperlukan kelahiran, kemudian perawatan, dan kemudian memperlengkapi, yakni pendidikan.

Setelah memperlengkapi, setiap orang saleh perlu berlatih bertutur sabda. Menurut Perjanjian Baru, bertutur sabda akan membangun Tubuh Kristus secara langsung. Ini sepenuhnya diwahyukan dalam 1 Korintus 14. Pasal ini menyingkapkan pembangunan langsung gereja secara lengkap. Akan tetapi, kita tidak dapat melaksanakan 1 Korintus 14 dengan mudah. Kita perlu bertumbuh lebih dahulu dan diperlengkapi. Untuk mendapat gelar sarjana, seseorang harus terlebih dahulu melewati taman kanak-kanak, sekolah dasar, sekolah menengah pertama, sekolah menengah atas, dan kemudian empat tahun universitas. Untuk mendapat gelar master, seseorang harus memasuki sekolah pasca sarjana. Untuk mendapat gelar doktor perlu belajar lebih banyak lagi. Semua langkah ini-taman kanak-kanak, sekolah dasar, sekolah menengah pertama, sekolah menengah atas, universitas, dan sekolah pasca sarjana-adalah untuk memperlengkapi seseorang.

SALING MENGGENAPKAN

DALAM SIDANG-SIDANG KELOMPOK

Ketika mempelajari Perjanjian Baru, saya menemukan bahwa ada langkah-langkah yang sama dalam hal kematangan hayat rohani. Mula- mula, kita harus membawa orang berdosa dilahirkan kembali menjadi bayi- bayi di dalam. Kristus. Kemudian bayi-bayi ini perlu dirawat. Dalam Yohanes 15:16 Tuhan Yesus memberi tahu kita untuk menghasilkan buah dan agar buah kita itu tetap. Dalam Yohanes 21:15 Tuhan meminta kita merawat domba-domba-Nya. Merawat domba-domba Tuhan merupakan jaminan agar buah-buah kita tetap. Petrus mempelajari ini dari Tuhan; karena itu dalam suratnya yang pertama, ia berpesan agar bayi-bayi yang baru lahir itu selalu menginginkan air susu firman yang murni (2:2). Akan tetapi, bayi-bayi yang baru lahir itu tidak dapat makan atau minum sendiri; mereka membutuhkan ibu yang merawat untuk merawat mereka (1 Tes. 2:7). Kita menderita banyak kerugian di masa lalu karena kita tidak memiliki perawatan yang tepat setelah penginjilan kita. Tanpa perawatan yang tepat, seorang bayi yang baru lahir dapat meninggal secara prematur. Ini telah terjadi di tengah-tengah kita selama bertahun-tahun.

Kemudian setelah perawatan, seorang beriman muda perlu pengajaran, pendidikan. Ibrani 10.24 mengatakan, "Marilah kita saling memperhatikan supaya kita saling mendorong dalam kasih dan dalam perbuatan baik." Ayat 24 menggunakan dua kata yang sangat positif. "memperhatikan"dan "mendorong". Kita harus saling memperhatikan, saling mendorong untuk mengasihi, dan saling mendorong untuk berbuat baik. Ini berarti kita harus memperhatikan yang lain, memikirkan yang lain, dan merawat yang lain. Kita juga harus mendorong mereka, menggerakkan mereka. Mereka mungkin telah dingin. Jika demikian, kita harus membarakan mereka kembali. Di tengah-tengah kita perlu hal ini. Tetapi bagaimana ini dapat terwujud? Ayat 24 berakhir dengan tanda titik, dan ayat 25 melanjutkan, "Janganlah kita menjauhkan diri dari pertemuan-pertemuan ibadah kita, seperti yang dibiasakan oleh beberapa orang." Tidak menjauhkan diri dari pertemuan-pertemuan ibadah kita berarti harus memiliki sidang sendiri. Ini bukanlah mengadakan sidang umum, melainkan sidang kelompok.

Sidang kelompok adalah sidang Anda. Dalam sidang umum Anda sulit saling memperhatikan atau saling mendorong. Ini hanya dapat dilakukan dalam sidang yang kecil. Jika terlalu banyak yang hadir dalam sebuah sidang, tidak mudah saling mendorong atau saling memperhatikan dengan cara ini. Saya telah bersidang bersama sebagian besar dari antara kalian dalam sidang-sidang yang dihadiri sekitar dua ratus orang untuk waktu yang cukup lama, tetapi saya masih belum mengetahui nama-nama kebanyakan orang di antara kalian. Akan tetapi, jika Anda datang ke rumah saya dan bersidang dengan saya di ruang tamu saya dalam sidang kelompok, saya akan mengenal setiap orang dari Anda dengan akrab. Banyak dari kita telah bersidang bersama selama lima belas tahun, tetapi kita tidak saling mengenal. Ini adalah hal yang memalukan. Kita semua perlu mengadakan sidang kelompok sendiri. Tidaklah cukup menghadiri sidang kelompok orang lain; setiap orang perlu mempunyai sidang kelompok sendiri.

Sidang kelompok bukanlah berkumpul di balai sidang seperti dikatakan dalam 1 Korintus 14. Ketika seluruh gereja berkumpul, itu bukanlah sidang kelompok. Ibrani 10:24-25 menggambarkan sebuah sidang kelompok. Dalam. ayat-ayat ini ada tiga hal yang menggambarkan sidang kelompok: memperhatikan, mendorong, dan menasihati. Tanpa sebuah sidang kelompok, bagaimana kita saling menasihati? Ketika kita berkumpul dalam. sidang kelompok, Anda dapat mendorong saya, dan saya dapat mendorong Anda. Kita dapat saling menggerakkan untuk memperhatikan yang lain, mengasihi yang lain, dan merawat yang lain. Untuk saling memperhatikan, mendorong, dan menasihati, kita memerlukan sidang kelompok.

PEKERJAAN MEMPERLENGKAPI

DARI ORANG-ORANG YANG BERKARUNIA

Dalam 2 Timotius 1:14 Paulus menyuruh Timotius untuk "memelihara harta (amanat) yang indah". Timotius mempunyai amanat; sesuatu yang telah dipercayakan kepadanya. Harta ini adalah perkataan sehat yang berulang-ulang dikatakan kepada Timotius oleh Paulus. Timotius telah menerima semua perkataan sehat itu ke dalam dirinya seperti harta. Dalam 1 Timotius 6:20, Paulus menyuruh Timotius untuk "memelihara amanat", dan dalam suratnya yang kedua ia mengulangi pesan ini. Kemudian dalam 2 Timotius 2:2, Paulus menyinggung tentang "Apa yang telah engkau dengar

dariku di depan banyak saksi". "Apa" ini adalah pengajaran sehat dan perkataan sehat yang telah didengar Timotius dari Paulus (1 Tim. 1:10; 6:3; 2 Tim. 1:13). Paulus berpesan agar hal ini, yakni harta yang dipunyai Timotius, dipercayakan kepada orang-orang yang dapat dipercayai, yang juga pandai mengajar orang lain (2 Tim. 2:2). Kata "juga" menunjukkan bahwa Timotius harus mengajar orang lain, dan perlu orang lain mengajar yang lain lagi.

Mula-mula, Paulus adalah seorang rasul, seorang penggenap. Ia telah menggenapkan seorang muda, Timotius. Ia memperlengkapi Timotius dengan harta yang indah sehingga. melayakkannya untuk menggenapi orang lain. Dalam 2 Timotius 2:2, penggenap generasi pertama, menugaskan penggenap generasi kedua untuk menggenapkan generasi ketiga.

Efesus 4:11-12 mengatakan bahwa Sang Kepala telah memberikan beberapa orang sebagai rasul-rasul, nabi-nabi, pemberita-pemberita Injil, gembala-gembala dan pengajarpengajar untuk memperlengkapi orang-orang kudus. Dalam sebuah keluarga, semua anggota keluarga di bawah delapan belas tahun harus digenapkan. Penggenapan ini mempunyai sasaran. Dalam Efesus 4:12 sasaran ini ditunjukkan dengan kata "bagi". Kata ini dalam bahasa Yunani berarti menghasilkan untuk tujuan atau dengan pandangan kepada. Karena itu, penggenapan orang-orang kudus memiliki tujuan atau pandangan kepada pekerjaan pelayanan. Kata yang sama yang diterjemahkan "bagi" digunakan dua kali dalam ayat ini : "bagi" pekerjaan pelayanan dan "bagi" pembangunan Tubuh Kristus. Kedua frase ini saling menjelaskan. Keduanya mengacu pada hal yang sama. Pekerjaan pelayanan adalah pembangunan Tubuh Kristus.

PEMBANGUNAN GEREJA

Tidak Langsung oleh Kepala

Efesus 4 adalah pasal yang penting, karena hanya pasal inilah dalam Alkitab yang mewahyukan bahwa Kepala Tubuh tidak membangun Tubuh secara langsung. Beberapa orang telah menggunakan perkataan Tuhan dalam Matius 16:18 "Aku akan mendirikan jemaat-Ku" - untuk mengajarkan bahwa tidak diperlukan siapa pun untuk membangun kita, tetapi hanya diperlukan Tuhan Yesus untuk membangun kita. Namun, Perjanjian Baru tidak hanya Matius 16. Ada keempat kitab Injil, kitab Kisah Para Rasul, dua puluh satu Surat-surat Rasul, dan kitab Wahyu. Di antara Surat-surat Rasul, empat belas ditulis oleh Paulus, Roma sampai Ibrani, di tempatkan terlebih dahulu. Di antara. Surat-surat Paulus, Efesus adalah sebuah kitab yang khusus mengenai gereja, dan pasal empat mengenai pembangunan gereja. Walaupun Tuhan mengatakan, "Aku akan mendirikan jemaat-Ku" dalam Matius 16, seluruh Alkitab tidak memperlihatkan kepada kita bahwa Kristus membangun gereja-Nya secara langsung. Malahan, Efesus 4 menyingkapkan perkara ini dengan terperinci. Memang benar bahwa Kristus membangun gereja-Nya, tetapi Ia melakukannya sebagai Kepala dengan menghasilkan orang-orang yang berkarunia dan memberikan mereka sebagai karunia kepada gereja. Para rasul, para nabi, para pemberita Injil, dan para gembala dan pengajar adalah karunia-karunia dari Kepala bagi Tubuh-Nya.

Karunia-karunia yang Dihasilkan oleh Kepala

Efesus 4 memberi tahu kita bahwa Tuhan turun, tidak hanya ke bumi, tetapi juga telah turun ke bagian bumi yang paling bawah, alam maut. Kemudian Ia keluar dari alam maut ke bumi dalam kebangkitan-Nya, dan dari bumi Ia naik ke tempat tinggi, langit tingkat ketiga. Karena itu, Ia adalah Kristus yang almuhit yang memenuhi semua di dalam segala sesuatu (ayat 8-10). Sebagai Kepala yang sedemikian, Ia telah menerima karunia dari Bapa. Berdasarkan Yohanes 17:2 dan 6, Bapa telah memberikan orang-orang pilihan-Nya kepada Putra agar Putra memberi mereka hidup yang kekal. Pada waktu Kristus naik ke surga untuk mempersembahkan kesegaran kebangkitan-Nya kepada Bapa (Yoh. 20:17), Bapa memberikan berjuta-juta orang yang telah Ia pilih dalam kekekalan lampau sebagai karunia kepada Putra (Mzm. 68:19). Di antara karunia-karunia ini, ada yang menjadi para rasul.

Walaupun Petrus, Yakobus, Yohanes, dan yang lain telah ditunjuk menjadi rasul-rasul sebelum kematian dan kebangkitan Tuhan, mereka belum disusun menjadi rasul-rasul. Tuhan perlu mati, bangkit, dan naik ke surga untuk menjumpai Bapa; kemudian Bapa dapat memberikan semua orang yang terpilih, termasuk Petrus, Yakobus, dan Yohanes, kepada Putra, dan Putra dapat menyalurkan hayat kebangkitanNya ke dalam mereka. Melalui ini mereka disusun menjadi rasul-rasul. Petrus adalah seorang nelayan dengan watak yang agresif Dalam kondisi alamiahnya, ia tidak mungkin menjadi seorang rasul. Petrus ditunjuk menjadi seorang rasul, tetapi ia hanya cocok untuk berkelahi (Yoh. 18:10). Yakobus dan Yohanes, anak-anak guruh, cocok untuk berkelahi memperebutkan tempat pertama di antara murid-murid Tuhan (Mat. 20:21, 24, 27), mereka tidak layak menjadi rasul-rasul. Hanya melalui kematian, kebangkitan, dan kenaikan Kristus, seseorang dapat dilayakkan menjadi seorang rasul. Dalam kebangkitan, Kristus menghembuskan diri-Nya ke dalam murid-murid-Nya sebagai Roh hayat, dan dalam kenaikan-Nya, Ia dicurahkan kepada mereka sebagai Roh kuasa. Mula-mula, Ia menghembuskan diri-Nya ke dalam mereka; kemudian Ia dicurahkan ke atas mereka. Hasilnya, pada hari Pentakosta, Petrus, Yakobus, Yohanes, dan semua orang lain berdiri sebagai rasul-rasul yang layak. Mereka tidak hanya ditunjuk, tetapi juga layak. Mereka layak karena tersusun dengan Kristus yang bangkit sebagai nafas hayat dan dengan Kristus yang naik sebagai kuat kuasa. Kepala yang naik ke surga menyusun karunia-karunia ini secara demikian dan memberikan mereka kepada Tubuh-Nya. Sepuluh ayat pertama dari Efesus 4 menggambarkan prosedur dari Kepala yang naik ke surga menyusun karunia-karunia dan memberikan mereka kepada Tubuh-Nya. Karunia-karunia ini adalah untuk memperlengkapi orang-orang kudus.

Rawatan Rasul-rasul terhadap Gereja-gereja

Ada semacam pengajaran yang berbeda mengenai "otonomi" yang berasal dari beberapa pengajar Kaum Saudara. Pengajaran otonomi mengatakan bahwa begitu para rasul mendirikan sebuah gereja dan menunjuk para penatua, para rasul harus lepas tangan dari gereja dan tidak berhubungan dengan kaum saleh. Jika demikian, bagaimana mungkin para rasul menggenapkan kaum saleh? Itu adalah pengajaran yang aneh, angin pengajaran. Bagaimana kaum saleh dapat digenapi jika orang yang menggenapi tinggal jauh dari mereka? Dengan membaca Perjanjian Baru Anda dapat melihat bahwa yang benar adalah para rasul selalu bersamasama kaum saleh dan berhubungan dengan gereja-gereja. Paulus mendirikan gereja di Efesus dan menunjuk para penatua di sana, tetapi ia tidak pernah menelantarkan Efesus. Ia mengunjungi Efesus berkali-kali; bahkan ia pernah tinggal di Efesus selama tiga tahun (Kis. 20:31). Tentunya dia tidak menelantarkan gereja. Pengajaran otonomi ini diterbitkan dalam sebuah buku oleh salah seorang pengajar Kaum Saudara, dan kita telah menolaknya bertahun-tahun yang lalu.

Paulus tidak meninggalkan gereja-gereja. Ia tidak hanya mengunjungi gereja-gereja, tetapi juga menulis banyak surat kepada gereja-gereja. Setelah mendirikan sebuah gereja dan menetapkan para penatua, para rasul berkali-kali kembali ke gereja-gereja yang mereka dirikan. Ketika mereka tidak dapat pergi berkunjung selama beberapa waktu, mereka merawat gereja-gereja dengan menulis surat-surat. Mereka tidak pernah berhenti merawat gereja-gereja.

Dalam Kisah Para Rasul 20, ketika Paulus pergi ke Yerusalem untuk kali terakhir, ia tidak dapat melupakan gereja di Efesus, karena ia telah berjerih lelah begitu banyak atas mereka. Ia sangat memperhatikan mereka. Maka, ketika ia tiba di Miletus, ia menyuruh orang ke Efesus dengan pesan supaya para penatua jemaat datang ke Miletus (ayat 17). Ia mengingatkan mereka, "Sungguh pun demikian aku tidak pernah lalai melakukan apa yang berguna bagi kamu. Semua kuberitakan dan kuajarkan kepada kamu, baik di depan umum maupun dalam perkumpulan di rumah-rumah" (ayat 20). Ia juga mengatakan, "Sebab aku tidak lalai memberitakan seluruh maksud Allah kepadamu" (ayat 27), dan "Selama tiga tahun, siang malam, aku tanpa henti-hentinya menasihati kamu masing-masing dengan mencucurkan air mata" (ayat 31). Tentunya rasul tidak lepas tangan terhadap gereja; malahan, ia terus menerus menggenapkan mereka dengan mengajar mereka, menasihati mereka. Pengajaran otonomi adalah pengajaran yang salah, dan kita harus menolaknya.

Hasil dari pekerjaan penggenapan para rasul dan orang-orang yang berkarunia lainnya adalah orang-orang yang digenapi mampu melakukan. hal yang sama dengan yang dilakukan oleh orang-orang yang berkarunia itu. Kita semua harus digenapi untuk melakukan hal yang sama sebagai para rasul, para nabi, para pemberita Injil, dan para gembala dan pengajar. Setelah seorang mahasiswa belajar selama empat tahun, ia mampu melakukan apa yang dosennya dapat lakukan. Rasul Paulus adalah "profesor" generasi pertama. Kemudian Timotius menjadi "profesor" generasi kedua. Sekarang kita juga harus menjadi "profesor-profesor".

KEPERLUAN MELAKSANAKAN

JALAN YANG DITETAPKAN ALLAH

Kita semua perlu melaksanakan jalan yang ditetapkan Allah untuk secara organik membangun gereja sebagai Tubuh Kristus. Kita kurang melaksanakan imamat Injil Perjanjian Baru dengan penginjilan yang tepat dengan pergi mengunjungi orang di rumah mereka. Mta kurang merawat orang beriman baru dengan perawatan yang tepat. Juga, selama bertahun-tahun kita hanya mempunyai pengajaran yang umum; kita tidak mempunyai banyak pengajaran untuk menggenapkan orang. Kita tidak mempunyai pelaksanaan yang riil yang diungkapkan dalam Ibrani 10, 2 Timotius 2, dan Efesus 4. Kita tidak mempunyai sidang kelompok yang tepat. yang terakhir, kita kurang bertutur sabda dengan tepat di sidang-sidang gereja seperti yang diwahyukan dalam I Korintus 14. Kita sangat kurang dalam keempat langkah ini.

Imamat Injil Perianiian Baru, sidang keluarga untuk merawat orang beriman baru, menggenapkan kaum saleh bagi pekerjaan pelayanan Perjanjian Baru, dan bertutur sabda bagi pembangunan gereja sebagai Tubuh Kristus adalah empat langkah jalan yang ditetapkan Allah seperti yang diwahyukan dalam Alkitab. Kita semua harus merendahkan diri dan meminta Tuhan mengampuni kita atas kecerobohan kita di masa lalu. Selama bertahun-tahun kita telah terpengaruh oleh tradisi lama kekristenan, dan kita. masih berada di bawah pengaruh ini. Kita tidak secara tepat melaksanakan imamat Injil Perjanjian Baru. Seorang imam harus mempersembahkan kurban. Dalam Perjanjian Lama, imam mempersembahkan kurban berupa hewan. Dalam Perjanjian Baru, Paulus mempersembahkan bangsa-bangsa lain sebagai persembahan yang diperkenan (Rm. 15:16). Kemudian dia menyuruh kaum. beriman muda untuk bertumbuh sehingga mereka sendiri dapat menjadi imam untuk mempersembahkan diri mereka sebagai persembahan yang hidup kepada Allah (Rm. 12:1). Dalam Kolose 1:28-29 Paulus tetap mempunyai keinginan mempersembahkan setiap orang yang dewasa. kepada Allah. Sebagai imam Perjanjian Baru, tidaklah cukup mempersembahkan doa-doa kita dan barang-barang material kita; ini bukanlah kurban yang utama. Dalam Perjanjian Lama, ada kurban utama-kurban bakaran, kurban sajian, kurban keselamatan, kurban penghapus dosa, dan kurban penebus salah. Ini adalah kurban-kurban utama, dan ini semua melambangkan Kristus. Hari ini kita tidak mempersembahkan lembu dan kambing yang melambangkan Kristus; kita mempersembahkan orang dosa yang sudah menjadi anggota Kristus. Dalam Perjanjian Lama, Kristus dikurbankan dalam perlambangan, tetapi hari ini dalam Perjanjian Baru, anggota Kristuslah yang dikurbankan. Doa dan persembahan material kita tidaklah cukup. Kita harus mempersembahkan orang-orang hidup yang beroleh selamat sebagai anggota Kristus.

Allah menghendaki imam-Nya baik dalam Perjanjian Lama maupun dalam Perjanjian Baru, mempersembahkan Kristus. Imam Perjanjian Lama mempersembahkan Kristus yang dilambangkan oleh persembahan hewan, tetapi hari ini imam Perjanjian Baru mempersembahkan Kristus secara korporat, Kristus yang diperbesar. Karena itu, Anda harus pergi untuk mendapatkan orang dosa menjadi anggota Kristus sebagai kurban Anda (Rm. 15:16). Kalau tidak, Anda tidak akan mempunyai apa pun untuk dipersembahkan kepada Tuhan sebagai bagian dari Kristus yang diperbesar.

Jika kita adalah kaum beriman yang sejati, kita harus mengunjungi orang-orang di rumah-rumah mereka untuk membantu mereka percaya dan dibaptis. Ini untuk membuat orang berdosa menjadi anak Allah dan anggota Kristus. Kemudian kita harus mengunjungi rumah-rumah kaum beriman baru ini untuk merawat mereka selama dua atau tiga bulan. Selanjutnya kita harus menggenapkan mereka; tetapi jika kita ingin menggenapkan orang lain, kita sebelumnya memerlukan simpanan. Jika kita tidak mempunyai tabungan di bank, bagaimana kita dapat menulis cek? Untuk membantu orang lain, kita memerlukan simpanan yang banyak. Jika beberapa orang bersedia, saya akan memberi mereka simpanan yang sedemikian. Kita semua perlu simpanan yang dapat kita gunakan untuk membantu orang lain.

PERKATAAN NASIHAT

Dalam berita ini saya berterus terang, tetapi harap paham bahwa keterusterangan saya adalah kesetiaan saya. Saya telah memberi tahu kalian fakta yang sebenarnya, tidak hanya untuk kepentingan kalian, tetapi juga untuk kepentingan Tuhan. Saya bertanggung jawab kepada-Nya. Apa yang saya sekutukan sebagai jalan baru adalah jalan yang ditetapkan Allah. Saya tidak ragu-ragu akan hal ini. Kita telah banyak menderita dan tetap menderita karena jalan lama kita. Lihatlah jumlah kaum saleh yang menghadiri sidang doa. Sangat sedikit. Beberapa orang berkata, "Kami tidak peduli dengan jumlah." Jangan berkata begitu; Tuhan peduli dengan jumlah. Alkitab mengatakan bahwa pada haii Pentakosta, tiga ribu orang dibaptis (Kis. 2:41), dan pada saat yang lain sebanyak lima ribu orang (4:4). Kemudian dikatakan bertambahlah jumlah orang yang percaya kepada Tuhan, baik laki-laki maupun perempuan (5:14), jumlah murid di Yerusalem makin bertambah banyak, juga sejumlah besar imam menyerahkan diri dan percaya (6:7). Inilah catatan Alkitab. Jika kita hanya membesarkan anak-anak kita dan mendapatkan kerabat dekat kia, kita dapat meningkat setidaknya lima persen setahun. Sungguh memalukan karena kita bahkan tidak memperoleh persentase peningkatan itu. Kemandulan adalah hal yang memalukan. Tidak berbuah adalah hal yang memalukan. Tetapi lebih baik kita malu pada hari ini daripada malu pada saat kita berdiri di depan takhta penghakiman Kristus untuk memberikan laporan pelayanan kita. Jika kita menerima peringatan ini, kita dapat menghindari berdiri tanpa buah untuk diperlihatkan kepada-Nya. Kita harus pergi untuk mendapatkan orang diselamatkan bagi Tuhan. Kalau tidak, kita tidak dapat menjumpai- Nya.

Jika Anda tidak dapat pergi, Anda dapat berdoa bagi mereka yang pergi. Tetapi menentang orang yang pergi adalah salah. Jika Anda menentang ini, Anda pasti akan dihukum oleh Tuhan. Siapakah Anda sehingga berani menentang hamba Allah? Tidak semua orang dapat pergi, tetapi setiap orang dapat berdoa. Bahkan ketika Anda tergeletak sakit di ranjang, Anda dapat berdoa untuk mereka yang mengasihi Tuhan dan bersedia mengorbankan wajah mereka dengan menginjil dari rumah ke rumah guna mendapatkan orang bagi-Nya. Anda harus berdoa untuk mereka.