BELAJAR MIERAWAT SIDANG KELUARGA DENGAN FLEKSIBEL MERAWAT KAUM BERIMAN BARU
DALAM SIDANG KELUARGA
Akhir-akhir ini, sebelum sidang keluarga, beberapa orang saleh mempersiapkan diri untuk sharing(bagi-nikmat) dengan orang beriman baru mengenai membaca Alkitab. Ketika mereka membaca pelajaran tentang membaca Alkitab di Pelajaran Hayat bersama orang beriman baru, mereka sampai pada 2 Petrus 1:21, yang mengatakan, "Sebab tidak pernah nubuat dihasilkan oleh kehendak manusia, tetapi oleh dorongan Roh Kudus orang-orang berbicara atas nama Allah." Pada bagian ini, orang beriman baru bertanya, "Apakah Roh Kudus?" Kaum saleh memberi tahu dia sedikit mengenai Allah ynng Tritunggal, Bapa, Putra, dan Roh Kudus. Kemudian setelah mereka menyanyikan sebuah kidung mengenai Allah Tritunggal yang misterius, pertanyaannya tampaknya telah terjawab, maka mereka melanjutkan membaca pelajaran itu. Beberapa saat kemudian, ia bertanya lagi, "Mengapa Tuhan tidak mau menyelamatkan manusia, bahkan seorang yang baik, kalau mereka tidak datang kepada-Nya?" Dalam perjalanan pulang, kaum saleh merasa bahwa jawaban mereka kurang memadai dan mereka berpikir bagaimana agar dapat menjawab dengan lebih baik lagi.
Kaum saleh ini tahu bahwa tujuan sidang keluarga adalah untuk merawat orang beriman baru, tetapi mereka seharusnya mengambil kesempatan itu untuk membantu orang beriman baru ini mengenal Roh Kudus. Karena, pertanyaan ini diajukan oleh orang beriman baru, maka kaum saleh seharusnya meninggalkan topik pembacaan Alkitab untuk dilanjutkan nanti dan hanya berfokus pada pertanyaannya. Juga akan lebih baik untuk tidak mengajak bernyanyi pada saat itu, karena butir-butir lain yang ditunjukkan oleh kidung mungkin akan mengalihkan perhatian dalam menjawab pertanyaannya. Kaum saleh mungkin mulai dengan berkata, "Saudari, inilah beban kami ketika bersidang denganmu. Kami ingin membantumu mengenal bahwa Allah yang kita sembah dan Juruselamat yang kita percayai adalah Roh, dan Roh ini adalah Roh Kudus." Kemudian mereka dapat menghabiskan banyak waktu untuk menjelaskan mengenai Roh Kudus.
Begitu seseorang dibaptis, kita harus sesegera mungkin membantunya untuk mengenal dua roh, yaitu, Roh Kudus berbaur dengan roh manusia. Dalam kasus ini, orang beriman baru yang bertanya mengenai Roh; karena itu kaum saleh tidak perlu memperkenalkannya lagi. Lebih baik kaum saleh menggunakan seluruh waktu dalam sidang keluarga itu untuk membawa orang beriman baru ke dalam pemahaman bahwa Allah adalah Roh (Yoh. 4:24), dan bahwa Kristus adalah Roh Pemberi-hayat (1Kor. 15:45b). Namun, mengatakan bahwa Allah Tritunggal adalah suatu rahasia akan terlalu jauh, mengalihkan perhatian dari hal utama, yakni Roh Kudus.
Kita harus belajar menghadiri sidang keluarga dengan tujuan yang jelas. Namun pada saat yang sama, kita harus cepat memegang kesempatan ketika pertanyaan atau subyek tertentu diajukan dalam sidang. Jika kaum saleh telah melakukan hal yang tepat dalam menjawab pertanyaan yang pertama mengenai Roh Kudus, saudari ini akan gembira dan mungkin akan melupakan pertanyaan yang kedua. Pertanyaan yang kedua, tentang mengapa Tuhan tidak mau menolong manusia kecuali mereka datang kepada-Nya, mungkin akan mengalihkan perhatian dari tujuan utama sidang. Strategi musuh ialah menghancurkan pekerjaan dalam sidang keluarga dengan mengalihkan kita dari tujuan kita. Kita harus selalu membawa sidang kembali ke tujuan semula.
MEMEGANG SETIAP KESEMPATAN UNTUK
MERAWAT ORANG BERIMAN BARU
Seorang saudara menelepon seorang beriman baru karena ia tidak ikut bersidang. Saudara ini tidak menginginkan adanya waktu luang yang terlalu lama di antara keselamatan seseorang dengan sidang atau janji berikutnya. Dalam percakapan mereka, orang beriman baru itu bertanya mengapa tidit perbedaan antara dua penjelasan mengenai penciptaan di pasal satu dan pasal dua kitab Kejadian. Karena saat itu adalah percakapan telepon dan topiknya membutuhkan waktu untuk menjelaskannya, saudara ini mengajaknya untuk mempelajari pasal ini lebih lanjut dalam sidang keluarga berikutnya. Saudara ini mempertimbangkan bagaimana menjawab pertanyaan orang beriman baru ini.
Sungguh beralasan untuk mendiskusikan topik yang demikian pada waktu yang lain, kita harus memanfaatkan setiap menit untuk menginjeksikan, menyuplaikan sesuatu mengenai hayat dan kebenaran kepada orang beriman baru dalam merawat mereka. Mengambil dua atau tiga menit untuk menjelaskan Kejadian 1 dan 2 akan membantu meningkatkan mutu pembicaraan di telepon.
Untuk menjawab pertanyaan mengenai perbedaan Kejadian 1 dan 2, Anda seharusnya menekankan lebih dahulu bahwa Kejadian 1 adalah garis besar penciptaan dan Kejadian 2 adalah penjelasan dari garis besar tersebut. Kej adian 1:26 mengatakan bahwa Tuhan menciptakan manusia menurut gambar dan rupaNya. Kemudian pasal 2 menjelaskan mengenai penciptaan manusia. Tuhan menggunakan dua bahan dalam menciptakan manusia, debu tanah dan nafas Allah (ayat 7). Allah memakai debu tanah untuk membentuk tubuh manusia, dan Ia menggunakan nafas hidup-Nya untuk menciptakan roh di dalam manusia. Jadi, hari ini kita mempunyai tubuh dan roh. Dengan kata-kata singkat ini, Anda akan membantu saudara baru ini mengenal kedua pasal ini. Kemudian Anda dapat menyarankan agar kalian dapat bertemu lagi dalam waktu dekat untuk membicarakan perkara ini lebih lanjut.
Ketika kita mempersekutukan topik apa pun dengan orang beriman baru, kita harus ingat bahwa ia adalah bayi yang baru lahir (1 Ptr. 2:2a; 1 Kor. 3:1b); karena itu, kita harus memberinya makanan bayi. Untuk membuat pelayanan kita efektif, kita harus belajar bagaimana merawat orang lain dan memberikan bagian ayat Akitab itu kepadanya. Pada tahap nwal, merawat seorang bayi dengan tulisan rasul Paulus mungkin akan terlalu berat. Hubungan kita dengan orang beriman baru yang masih bayi mencakup dua aspek yang berbeda. Aspek pertama berkaitan dengan pendidikan atau pengetahuannya. Jika seseorang adalah profesor, kita tidak boleh berbicara dengannya secara kekanak-kanakan, kalau tiduk, ia mungkin mengira kita meremehkannya. Kita harus memperlakukannya sebagai orang yang terpelajar, sarjana. Aspek kedua berkaitan dengan kondisi dan umur rohaninya. Menurut pendidikan manusia, ia mungkin tahu ilmu pengetahuan, filsafat, atau psikologi, tetapi menurut pemahaman rohani, ia adalah bayi, tidak mengenal hal-hal rohani. Karena itu, kita harus membantunya sebagai orang yang tidak tahu apa pun tentang hal rohani. Sebagai contoh, kita dapat menunjukkan kepadanya Kejadian 1:26 dan 2:7 dan menekankan perkara mengenai manusia diciptakan oleh Tuhan menurut gambar dan rupa-Nya, dan dibentuk dari debu tanah dengan nafas Allah masuk ke dalamnya sebagai roh hayat. Kita harus menekankan dua hal ini barkali-kali, memperlakukannya sebagai bayi, merawatnya dengan hal-hal yang dalam ini dalam bentuk makanan bayi. Makanan bayi sangat bergizi, tetapi jumlah dan bentuknya harus mudah dicerna oleh bayi.
MEMAKAI WAKTU DENGAN HIKMAT
KETIKA MERAWAT ORANG BARU
Kadang-kadang orang beriman baru mungkin meminta Anda untuk ikut dalam kegiatan olahraga mereka. Prinsipnya, Anda harus menentukan apakah Anda memiliki waktu atau tidak. Kemudian Anda harus menentukan apakah tujuan Anda adalah untuk menemani orang beriman baru itu atau untuk ambil bagian dalam kegiatan olahraga. Jika Anda hanya ingin ikut ambil bagian dalam kegiatan olahraga, Anda telah jatuh ke alam yang lain. Beban Anda seharusnya adalah memegang kesempatan untuk meluangkan waktu berbincang-bincang dengan orang beriman baru, dalam hal ini melalui kegiatan olahraga. Jika Anda tidak punya waktu untuk melakukannya, tetapi ingin meluangkan waktu bersama orang beriman baru, Anda dapat menawarkan waktu yang lain untuk menemaninya. Ia mungkin ingin meluangkan waktu bersama Anda, tetapi Anda tidak seharusnya menggunakan diri atau waktu Anda dengan cara yang sia-sia. Kapan pun Anda meluangkan waktu bersama orang beriman baru, Anda harus memegang kesempatan untuk membantu mereka dalam hal rohani.
PERSIAPAN UNTUK SEDANG KELUARGA
Sebelum mengunjungi orang baru untuk sidang keluarga, perlu ada waktu untuk persiapan. Dalam persiapan itu, harus ada persekutuan antara anggota kelompok penjengukan mengenai tujuan sidang keluarga. Anda tidak seharusnya pergi ke sidang keluarga tanpa tujuan yang jelas. Tentu saja, Anda tidak boleh membuat tujuan Anda menjadi sesuatu yang formal tanpa ada fleksibilitas. Akan tetapi, bagaimanapun fleksibelnya Anda, Anda tetap harus mempunyai tujuan.
MERAWAT SIDANG KELUARGA
SESUAI ATMOSFERNYA
Cara kita merawat sidang keluarga - kidung yang dinyanyikan dan ayat- ayat yang kita baca - haruslah sesuai dengan atmosfir dari sidang keluarga kali itu. Memulai sidang keluarga dengan menyanyikan kidung tanpa membangkitkan atmosfer yang tepat adalah melaksanakan cara agamawi. Hanya menyanyikan sebuah kidung adalah sesuatu yang agamawi. Dalam pemahaman umum kita, memulai sebuah sidang dengan kidung tidaklah salah. Namun melalui mempelajari dan melaksanakannya beberapa tahun terakhir ini, praktek semacam itu adalah salah. Praktek agamawi ini hanya mengkonfirmasikan pemahaman masa lampau orang beriman baru terhadap kekristenan.
MERAWAT SIDANG KELUARGA DENGAN LINCAH,
PENUH INSPIRASI, DAN WAHYU
Cara kita memulai sidang haruslah lincah dan spontan, bebas dari segala yang agamawi. Ketika kita berdoa, memilih kidung, membaca Alkitab, atau meminta orang baru untuk mengatakan sesuatu, kita harus melakukannya dengan hidup, mempersiapkan atmosfernya dengan baik. Mungkin sebelum kidung dinyanyikan, salah seorang saudara atau saudari membaca firman terlebih dahulu. Orang yang lain mungkin merasa perlu membaca kembali firman itu. Kemudian yang lain dapat menjelaskan firman itu dengan satu atau dua kalimat. Selanjutnya, mungkin ada doa baca. Untuk membaca demikian mungkin memerlukan waktu sepuluh menit. Pembacaan yang demikian akan memberi kesan kepada orang baru mengenai sesuatu. yang hidup dan mempersiapkannya untuk memasuki kidung. Dengan demikian, partisipasinya melebihi dari sekadar menyanyikan kidung.
Apa pun yang kita lakukan dalam setiap sidang haruslah hidup, penuh inspirasi, membarakan orang, dan dapat dipakai oleh Roh untuk mengilhamkan dan menyingkapkan kepada orang-orang mengenai rahasia Allah. Aktivitas kita tidak seharusnya hanya sebagai kegiatan agamawi. Membantu orang disegarkan atau mencintai Alkitab dapat juga menjadi kegiatan agamawi yang umum dalam kekristenan. Jenis pekerjaan ini sangatlah umum. Namun membaca dan menyanyikan kidung nomor 397 mengenai Kristus yang begitu subyektif akan memberi kesan kepada orang beriman baru secara khusus. Menekankan bahwa Kristus bersifat subyektif adalah hal yang benar-benar baru bagi orang Kristen di kekristenan. Kristus tidak hanya tokoh sejarah yang obyektif; Kristus lebih-lebih adalah Penyelamat kita. yang sangat subyektif. Membantu orang baru dengan topik yang sedemikian ini adalah memperhatikan sidang keluarga dengan lincah, membarakan, menyingkapkan, dan bebas dari segala hal yang agamawi.
Jalan baru itu hidup dan mutlak di luar agama. Jalan baru memberi orang penyingkapan, wahyu dan inspirasi. Jalan baru bukanlah pekerjaan dari format atau bentuk suatu agama, melainkan sepenuhnya di dalam realitas hayat. Ketika Anda menyuplaikan Kristus, menekankan Dia Sang subyektif, tidak hanya orang baru akan menerima bantuan, tetapi juga orang-orang yang bersama melayani di sidang keluarga itu.
BELAJAR MENGGUNAKAN PERKATAAN ORANG
BERIMAN BARU SECARA POSITIF
Dalam sidang kampus, walaupun seorang saudara baru sudah menerima bantuan dari praktek menyeru nama Tuhan, ia menanyakan apakah perbedaan perasaan yang diterima saat menyeru nama Tuhan dengan saat mengulang-ulang sebuah motto seperti, "Jangan berhenti" atau "Pantang menyerah".
Mungkin cara terbaik untuk membantu saudara ini adalah dengan sederhana mendorongnya untuk tidak berhenti menyeru nama Tuhan, mendorongnya untuk terus berhubungan dengan Tuhan sepanjang hari. Jalan terbaik untuk membantu orang beriman baru adalah menggunakan perkataannya dan mengatakan sesuatu yang tepat sesuai dengan kebutuhannya. Dalam kasus ini, Anda mungkin berkata, "Saudara, jangan berhenti berkontak dengan Tuhan. Jangan berhenti tinggal di dalam roh. Jangan berhenti menyeru nama Tuhan. Jangan mundur dari semua hal yang positif ini." Ketika kita memakai perkataannya dan memberinya hal-hal yang positif, ini dapat mengilhami, mengesankan, dan menjaganya di dalam atmosfer dan roh dari persekutuan dalam sidang itu.
MENANGANI MASALAH DALAM SIDANG KELUARGA
Beberapa orang saleh bersidang dengan seorang beriman baru yang baru saia berhenti dari pekerjaannya. Dalam memperhatikan orang baru ini, salah seorang saudara menawarkan bantuan kepadanya untuk menuliskan data riwayat, hidup yang diperlukan untuk mencari pekerjaan baru. Saudara ini juga merasa bahwa orang baru. ini membutuhkan bantuan mengenai hal kekuasaan, tetapi tidak yakin bagaimana mempersekutukan hal ini tanpa meninggalkan alam perawatan terhadap seorang bayi dalam Kristus.
Pada kasus ini, lebih baik tidak menjamah masalah pekerjaannya. Membantunya mengenai pekerjaannya hanya akan membuatnya semakin tenggelam dalam masalah itu. Saudara yang merawat orang beriman baru ini seharusnya menekankan hal berkontak dengan Tuhan dan kembali ke roh. Pekerjaan kita di antara manusia ada di alam rohani. Saudara ini seharusnya berusaha membawa orang beriman baru itu ke dalam alam rohani, ke dalam pengalaman atas penyertaan Tuhan, dan ke dalam pengurapan-Nya yang kaya.
BELAJAR MERAWAT SIDANG KELUARGA
MENURUT SASARAN YANG PASTI
Sekelompok orang saleh selama beberapa minggu dengan tekun mengunjungi pasangan yang baru menikah. Pasangan itu sangat terbuka kepada kaum saleh ini, tetapi mereka tetap belum dibaptis. Mereka telah mengajukan pertanyaan-pertanyaan dasar seperti roh manusia dan lainnya dan kaum saleh telah menjawab pertanyaannya. Pada kunjungan yang baru lalu, pasangan itu bertanya apa yang Tuhan ingin mereka lakukan sebagai orang Kristen. Mengetahui mereka belum dibaptis, kaum saleh menunjukkan kepada mereka Yohanes 3:5 mengenai baptisan. Pasangan itu menjawab bahwa mereka belum siap dan mereka perlu mempelajari Alkitab terlebih dahulu. Pada saat itu, kaum saleh merasa tidak perlu memaksa lebih lanjut mengenai baptisan. Namun sekarang mereka tidak tahu apa langkah selanjutnya untuk membantu keluarga ini maju bersama Tuhan.
Kaum saleh ini berlaku secara umum dalam merawat orang beriman baru, tidak mengambil langkah-langkah yang pasti untuk membantu mereka. Ketika pasangan ini bertanya apa yang Tuhan kehendaki untuk dilakukan orang yang percaya kepada-Nya, saat itu adalah kesempatan emas untuk membaptis mereka. Pada saat itu, kaum saleh dapat menunjukkan Markus 16:16 yang mengatakan, "Siapa yang percaya dan dibaptis akan diselamatkan." Kemudian mereka dapat menunjukkan kepada pasangan itu bahwa perkataan ini diucapkan oleh Tuhan sendiri. Mereka boleh berkata, "Perkataan dalam Markus 16:16 mendorong kita untuk percaya dan dibaptis. Kalian sungguh-sungguh telah percaya karena itu kalian telah diselamatkan. Namun kalian belum dibaptis. Hari ini kalian bertanya, "Apa yang Tuhan ingin orang Kristen lakukan?" Setelah membaca ayat ini, katakan. kepada kami apa yang seharusnya kalian lakukan." Pada saat ini, mereka mungkin berkata, "Kami harus dibaptis." Dengan demikian, kaum saleh bisa membantu. pasangan ini untuk dibaptis. Kita tidak seharusnya memaksa orang untuk melakukan sesuatu, tetapi dalam taraf tertentu, kita seharusnya memaksa mereka menerima firman Tuhan.
Ketika kita pergi ke sidang keluarga, kita harus selalu mempunyai tujuan yang pasti. Tujuan utama dari sidang keluarga ialah merawat orang beriman baru; dan setiap ibu yang merawat bayinya melakukannya dengan tujuan yang pasti. Jenis perawatan yang seorang ibu lakukan tergantung pada keadaan bayinya. Merawat orang beriman baru tanpa tujuan dalam jangka panjang akan menimbulkan resiko merugikan kesehatan rohani mereka.
MENGGUNAKAN PELAJARAN HAYAT
DI SIDANG KELUARGA
Dalam merawat sidang keluarga selama enam bulan secara mingguan, Kita terutama harus berusaha membantu orang beriman baru dengan menggunakan pelajaran-pelajaran dalam Pelajaran Hayat. Tentu saja, Anda tidak dapat menyelesaikan 48 pelajaran dalam waktu 20 minggu lebih. Tetapi sebagai orang yang merawat sidang keluarga, Anda harus mengenal seluruh pelajaran itu. Buku Pelajaran Hayat disusun berdasarkan urut- urutan pengalaman orang Kristen, tidak berdasarkan doktrin. Tetapi pelajaran-pelajaran ini tidak seharusnya diajarkan seperti buku teks. Anda harus menaruh keempat puluh delapan pelajaran ini di dalam hati Anda, menjadi sangat paham dengan isinya. Kemudian ketika Anda mempersiapkan diri pergi ke sidang keluarga, di dalam Anda akan ada perasaan mengenai butir mana yang akan disampaikan untuk merawat orang baru. Sasaran dan tujuan Anda mungkin ingin membantu orang-orang baru untuk mengenal dan mengalami roh yang dilahirkan kembali. Namun ketika Anda tiba di sidang keluarga, atmosfer dan kebutuhan sesungguhnya mungkin berbeda sama. sekali. Kebutuhan yang mendesak mungkin adalah menanggulangi berhala. Menunda perkara ini untuk minggu berikutnya akan terlambat. Karena itu, Anda harus mengesampingkan perkara roh manusia dan segera menyinggung perkara menanggulangi berhala. Melalui membicarakan bahan ini, Anda membicarakan salah satu bahan dari keempat puluh delapan pelajaran dalam kunjungan itu.
Dalam. kunjungan Anda berikutnya, Anda mungkin masih ingin membicarakan roh manusia dalam merawat orang baru. Akan tetapi, atmosfernya mungkin masih tidak cocok untuk roh manusia, sebagai gantinya terasa perlu mempersekutukan hal mengenal Alkitab. Dalam atmosfer yang demikian, memaksa membicarakan beban Anda mengenai roh manusia adalah sesuatu tindakan yang kaku, berbuat demikian. berarti salah. Anda harus menyesuaikan diri dengan situasinya, merasakan atmosfernya, dan memberikan perkataan mengenai Alkitab, wahyu ilahi. Dengan melakukan ini, Anda secara spontan membicarakan pelajaran lain dari keempat puluh delapan pelajaran itu. Anda mungkin tidak menggunakan salinan dari buku Pelajaran Hayat, tapi Anda membicarakan salah satu pelajarannya. Dengan melakukannya berkali-kali, pada akhirnya Anda akan membicarakan setiap pelajaran dalam buku itu dengan cara yang lincah, fleksibel, dan sesuai dengan situasi.
Menggarap sidang keluarga adalah merawat kaum beriman baru dengan makanan bayi yang terkandung dalam Pelajaran Hayat. Setiap pelajaran bagaikan sepiring makanan bayi. Anda harus menyimpan setiap pelajaran di dalam"saku" hati Anda. Kemudian, begitu ada keperluan, Anda akan seperti seorang dokter yang mampu memenuhi setiap keperluan pasien setelah sebelumnya mendiagnosis penyakitnya. Anda tidak hanya tahu obat apa yang harus disiapkan, tetapi juga mempunyai obatnya untuk diberikan. Kita harus merawat bayi-bayi dengan makanan bayi.
Kita tidak boleh memimpin sidang keluarga tanpa tujuan. Kita harus memimpin sidang keluarga dengan tujuan menginjeksikan salah satu Pelajaran Hayat ke dalam orang beriman baru. Kita mungkin tidak mampu menyelesaikan 48 pelajaran dengan seorang beriman baru dalam waktu enam bulan, tetapi kita mungkin dapat menyelesaikan setidaknya 20 pelajaran dalam kurun waktu itu. Materi yang ada dalam satu pelajaran mungkin terlalu banyak untuk satu kali injeksi, tetapi kita harus sadar bahwa setiap pelajaran sepertilah sebuah "keranjang buah persik". Mungkin hanya sebagian dari isi keranjang itu yang dibutuhkan oleh orang beriman baru yang kita rawat. Kita harus merawat orang beriman baru sesuai dengan kebutuhan mereka.
BELAJAR MERAWAT ORANG
ADALAH PERKARA SEUMUR HIDUP
Selama bertahun-tahun dalam gereja, kita menderita kerugian karena dua hal. Kita tidak merawat kaum saleh dalam sidang keluarga, dan kita tidak tahu bagaimana merawat kaum saleh. Dulu, mungkin ada orang yang dibaptis, kita pun mempunyai beban untuk mengunjunginya; tetapi setelah beberapa kunjungan, kita kehilangan minat karena kita tidak tahu apa yang harus dilakukan, dan hanya sedikit hasilnya. Begitu juga, orang beriman baru yang kita kunjungi kurang berminat menerima kunjungan kita. Kita semua harus belajar menggarap sidang keluarga untuk merawat orang beriman baru dengan makanan bayi.
Dari tahun 1940 sampai 1943, di gereja Chefoo, saya mulai belajar bagaimana mengunjungi rumah-rumah dan bagaimana merawat orang beriman baru. Sekarang saya membuka beberapa pintu untuk Anda pelajari sebanyak mungkin. Dalam pelatihan ini, saya hanya membuka pintu, menunjukkan arah kepada Anda, dan membiarkan Anda belajar lebih banyak lagi. Perlahan-lahan, hari demi hari, melalui perawatan kita sepanjang tahun terhadap dua atau tiga orang beriman baru, kita akan menghasilkan dua atau tiga buah yang tetap ke dalam kehidupan gereja. Dalam seumur hidup kita, kita mungkin membawa 100 sampai 150 orang ke dalam kehidupan gereja. Yakinlah bahwa ketika kita memasuki kemah abadi (Luk. 16:9), 100 sampai 150 orang itu akan menyambut kita. Hidup yang demikian sungguh indah! Merawat orang beriman dalam sidang keluarga akan membangun gereja dan membantu kita mengetahui arti dibangunkan bersama orang lain.