← Daftar isi Pandangan Menyeluruh dari Jalan yang Ditetapkan Allah Prinsip-prinsip Dasar · bab 19/31

MERAWAT BAYI YANG BARU LAHIR DENGAN MAKANAN BAYI

Ayat Alkitab :

Yohanes 15:16; 21:15; 1 Ptr. 2:2

SIDANG KELUARGA DAN SIDANG KELOMPOK

Dalam berita ini kita akan melanjutkan persekutuan mengenai sidang keluarga. Saya berbeban agar kita semua memiliki pemahaman yang tepat tentang apa yang dimaksud dengan "sidang keluarga". Ketika kita menyebut "sidang keluarga", ini berarti kita bersidang bersama orang yang baru dibaptis di rumah mereka. Ketika kita. membaptis orang-orang yang baru percaya, kita harus segera mulai mengunjungi mereka di rumah mereka untuk mengadakan sidang bersama mereka. Inilah yang kita sebut sidang keluarga.

Dengan membaca biografi dan sejarah gereja, kita dapat melihat bahwa sejumlah orang beriman yang terkenal diselamatkan di dalam rumah. Misalnya, ketika George Muller berumur sekitar 20 tahun, dia dibawa ke rumah seorang saudara Kristen untuk menghadiri suatu sidang kecil. Meskipun dia bukanlah seorang yang agamis atau beretika, melalui sidang itu dia secara mendalam dijamah Tuhan dan diselamatkan. Akhirnya, dia menjadi salah seorang beriman terkenal sepanjang abad.

Dalam sejarah, banyak contoh orang Kafir yang mengalami keselamatan di dalam rumah orang saleh. Akan tetapi, ketika kita membicarakan sidang keluarga dalam hubungannya dengan jalan baru, jalan yang ditetapkan Allah, kita tidak mengacu kepada macam sidang yang diadakan di rumah orang saleh. Kita secara khusus mengacu kepada sidang yang diadakan bersama orang-orang yang baru beroleh selamat dan dibaptis, di rumah mereka. Kadang-kadang kita mencampuradukkan sidang keluarga dengan sidang kelompok. Sidang keluarga adalah sidang yang dilakukan bersaina orang yang baru dibaptis di rumah mereka. Kadang-kadang mungkin ada orang yang menghadiri sidang keluarga ini, nainun bukan bermaksud untuk mengadakan sidang kelompok, melainkan hanya ingin bertemu dengan keluarga yang baru dibaptis di rumah mereka. Sidang kelompok berbeda dengan sidang keluarga. Setelah kita membantu sejumlah orang baru di rumah mereka selama beberapa bulan, kita harus mengumpulkan mereka untuk membentuk suatu sidang kelompok. Kita bisa menganggap sidang keluarga itu sebagai taman kanak-kanak rohani dan sidang kelompok sebagai sekolah dasar, sekolah menengah pertama, atau bahkan sekolah menengah atas. Memahami sidang keluarga dan sidang kelompok dengan cara ini akan sangat membantu kita, karena kita akan mempersekutukan lebih banyak lagi mengenai keduajenis sidang ini.

MENYADARI BAHWA ORANG BARU

ADALAH BAYI DALAM KRISTUS

Judul berita ini "merawat bayi yang baru lahir dengan makanan bayi" kelihatannya agak kekanak-kanakan, namun ini didasarkan pada banyak pengalaman. Kita harus nampak bahwa tidaklah mudah melaksanakan sidang keluarga. Setelah kita membaptis beberapa orang baru, kita harus kembali mengunjungi mereka dalam satu atau dua hari. Tak peduli berapa umur orang yang baru dibaptis itu, bagaimana tingginya jabatan mereka, atau berapa tinggi pendidikan yang telah mereka capai, persyaratan pertama yang harus dinAliki untuk mengadakan sidang keluarga yang tepat dengan mereka ialah menganggap mereka sebagai bayi.

Jika Anda membawa orang yang lebih tua kepada Tuhan dan membaptis dia, Anda harus datang kembali untuk menjumpainya beberapa hari kemudian. Jika dia berumur lebih dari 70 tahun dan cukup berpendidikan, namun Anda hanya berumur 29 tahun, Anda mungkin merasa kurang leluasa untuk menanganinya. Anda harus mempertimbangkan umumya karena ini adalah sifat manusiawi yang tepat, namun Anda juga harus menyadari bahwa dia baru dibaptis hanya beberapa hari, karena itu dia masih sangat muda di dalam Tuhan. Tujuan Anda bersidang bersamanya adalah untuk merawatnya, bukan mengaj arnya. Anda harus nampak bahwa dia adalah seorang bayi yang baru lahir, dan Anda harus merawatnya dengan makanan bayi.

Anda harus menganggap apa pun yang dia katakan kepada Anda sebagai perkataan anak-anak. Mungkin dia adalah seorang pensiunan profesor di perguruan tinggi dan membicarakan tentang ilmu pengetahuan dan komputer kepada Anda, namun Anda jangan lupa bahwa dia adalah bayi di dalam Kristus. Ini bukan berarti Anda boleh meremehkan dia. Anda memang harus menghormati dia, namun di dalam batin, Anda harus menyadari bahwa dia adalah seorang bayi. Andajangan terbawa oleh apa yang dia bicarakan, karena dalam hal rohani, dia adalah bayi dan hampir tidak mengetahui apa-apa tentang Tuhan.

Anda harus berusaha memperlakukan orang yang baru dibaptis ini seperti seorang ibu yang sedang merawat bayinya. Ini adalah salah satu kiat melaksanakanj alan yang ditetapkan Allah, namun ini adalah hal yang sulit untuk dipelajari. Anda harus belajar untuk selalu memiliki kesadaran subyetif terhadap setiap orang beriman baru, menganggap bahwa mereka adalah bayi. Jika Anda mengaj ar murid taman kanak-kanak dan Anda tahu bahwa mereka adalah anak-anak kecil, Anda akan memperlakukan mereka sebagaimana semestinya. Jika Anda mengajar mahasiswa pasca sarjana, Andatahu bahwa mereka adalah mahasiswa yang telah lulus dari perguruan tinggi. Memperlakukan mereka seperti anak kecil adalah tindakan yang salah. Anda harus memiliki pemahaman kejiwaan yang tepat terhadap seseorang.

Butir utama atau syarat utamanya ialah kita memandang orang yang baru dibaptis sebagai bayi di dalam Kristus. Orang baru mungkin bertanya, "Apakah Alkitab itu?" Meskipun ini kedengarannya bukan seperti pertanyaan yang bersifat kekanak-kanakan, namun Anda harus menjawabnya seperti Anda menjawab seorang anak kecil; Anda harus memiliki konsepsi semacam ini. Anda harus berkata dengan benar, sikap dan nada bicara Anda juga harus benar. Orang baru mungkin banyak mengajukan pertanyaan, namun Anda harus selalu. memiliki konsepsi bahwa Anda sedang menghadapi seorang bayi di dalam Kristus. Jika Anda dapat mempelajari kiat ini, Anda akan disambut oleh setiap orang baru. Mereka akan senang mendengarkan perkataan Anda. Demikian Anda telah membuka jalan untuk merawat mereka. Kadang-kadang setelah sidang, saya pergi melihat bagaimana kaum saleh berbicara dengan orang-orang baru. Seringkali ekspresi dan nada bicara kaum saleh sewaktu berbicara kepada orang-orang baru tidaklah benar. Anda harus membicarakan sesuatu yang dapat membantu orang baru terbuka kepada Anda. Ia akan terbuka kepada Anda dengan mengutarakan sesuatu. Pada saat itu juga, Anda akan menyadari bahwa dia adalah orang yang baru diselamatkan. Kemudian Anda harus berbicara kepadanya dengan menganggap dia sebagai seorang bayi. Jika Anda belajar kiat ini, maka hanya dengan dua atau tiga kalimat, Anda akan disambut dengan hangat olehnya. Dia akan membuka dirinya terhadap Anda, mendengarkan Anda, dan menerima perkataan Anda. Dia akan tertarik dengan apa saja yang Anda katakan.

BELAJAR MERAWAT BAYI YANG BARU LAHIR

Ketika saya masih muda, saya diberi tahu bahwa tidak ada kekuatan manusia yang dapat menyelamatkan manusia, dan kita harus berdoa puasa untuk menerima kekuatan dari atas. Di kampung halaman saya ada sebuah aliran Pentakosta yang mengadakan kebaktian tidak jauh dari balai sidang kami. Mereka terus-menerus menyerukan baptisan dalam Roh Kudus dan menyatakan bahwa mereka semua telah menerimanya. Namun, bertahun- tahun kami melihat bahwa orang yang diselamatkan melalui mereka sangatlah sedikit; sebaliknya dalam kalangan kita, orang-orang yang diselamatkan bertambah hampir setiap hari. Selain itu, kami mempelajari buah orang baru ini. Orang baru yang diselamat di dalam aliran tersebut tidak memiliki suatu kehidupan yang memuliakan Bapa. Namun di antara kita, banyak orang yang dibawa ke dalam lingkungan pembinaan gereja segera setelah diselamatkan. Dalam hal ini, mereka bisa memiliki suatu kehidupan yang tepat. Prinsipnya di sini ialah : Allah tidak akan secara langsung melakukan sesuatu pada zaman Perjanjian Baru, terutama mengenai Injil. Allah harus menggunakan prinsip inkarnasi. Allah siap menyelamatkan orang, namun kita mungkin belum siap, kita mungkin belum terlatih.

Ketika Tuhan Yesus di bumi, Dia bersama Petrus, Yohanes, Yakobus, dan murid lainnya selama tiga setengah tahun. Keempat kitab Injil tidak memberi tahu kita secara terperinci apa yang dilakukan Tuhan terhadap Petrus selama tiga setengah tahun, namun saya tidak percaya bahwa Petrus hanya menyertai Tuhan dalam perjalanan. Petrus pasti menerima banyak pelatihan di bawah pengasuhan Tuhan. Dalam Yohanes 15:16 Petrus dan kita semua dipesan Tuhan untuk menghasilkan buah, "Bukan kamu yang memilih Aku, tetapi Akulah yang memilih kamu. Aku telah menetapkan kamu, supaya kamu pergi dan menghasilkan buah dan buahmu itu tetap." Tuhan menetapkan kita untuk tiga hal : supaya kita pergi, menghasilkan buah, dan buah kita itu tetap. Pada waktu yang lalu kita mungkin telah pergi dan menghasilkan buah, namun buah yang kita hasilkan. tidak banyak yang tetap.

Kita semua harus pergi, menghasilkan buah, dan buah kita harus tetap. Bagaimana kita menjaga buah kita tetap? Jawabannya ada dalam Yohanes 21:15, "Peliharalah anak-anak domba-Ku." Jika kita mengasihi Tuhan, kita dipesan untuk memelihara anak domba-Nya. Seorang ibu yang baik mengetahui bagaimana memelihara bayinya. Dalam Yohanes 21, Petrus dipesan Tuhan untuk memelihara anak domba. Setelah itu, dalam surat kirimannya yang pertama pada pasal kedua, dia berpesan kepada semua orang yang baru percaya, "Jadilah sama seperti bayi yang baru lahir, yang selalu menginginkan air susu yang murni dan rohani" (ayat 2). Bayi-bayi yang baru lahir tidak dapat merawat diri mereka sendiri; mereka memerlukan seorang ibu yang merawat mereka. Kita harus menjadi orang- orang yang merawat. Dengan belajar merawat kita bisa menghasilkan buah dan buah kita bisa tetap.

Pada waktu yang lalu kita mungkin telah membaptis banyak orang, namun hanya sedikit yang tetap. Hal ini disebabkan kita tidak merawat walaupun kita telah menghasilkan buah. Menyelamatkan orang itu mudah, namun untuk menjaganya, membawanya masuk ke dalam Tubuh Kiistus supaya dia dapat berbagian dalam ekonorni Allah bagi pemulihan Tuhan, adalah hal yang sulit, karena kita tidak tahu. bagaimana melaksanakan perawatan. Jika kita mau mempunyai anak, kita harus mempersiapkan diri untuk merawat mereka selama bertahun-tahun. Bahkan perawatan selama tiga tahun pun masih belum cukup memadai untuk memastikan apakah orang baru itu dapat bertahan. Jangan berharap Tuhan akan memberi beban khusus kepada Anda untuk memperhatikan orang-orang tertentu. Hal itu terlalu rohani. Tuhan mungkin selamanya tidak akan memberi Anda beban demikian. Lalu apa yang akan Anda lakukan? Ketika seorang ibu melahirkan anak, dia tidak menerima suatu beban khusus dari Tuhan untuk merawat anaknya, namun dia mau tak mau harus merawatnya bertahun- tahun. Sayangnya, hanya sedikit di antara kita yang rela demikian berjerih lelah, membayar harga untuk ini. Dari begitu banyak yang dibaptis, hampir- hampir tidak ada yang tetap, karena hanya sedikit yang merawat anak domba.

Mengetuk pintu rumah untuk membawa orang kepada Tuhan dan membaptis mereka jauh lebih mudah daripada merawat mereka dalam sidang keluarga. Dalam pengalaman, kita mungkin mengetahui bagaimana mengunjungi orang untuk menginjil, namun ketika kita mengadakan sidang keluarga dengan orang yang baru dibaptis, kita mungkin tidak tahu apa yang harus dilakukan. Tidaklah mudah memiliki sidang keluarga yang sukses. Saya juga sulit mengajarkan pelaksanaan semacam ini. Kita harus banyak mengeluarkan waktu untuk belajar bagaimana mengadakan sidang keluarga.

Anda harus belaj ar kiat untuk menj adi perawat yang tepat. Ketika Anda pergi mengadakan sidang keluarga, Anda harus memperlakukan. orang baru sebagai bayi. Anda harus belajar bagaimana berbicara dengan bayi ini. Jika ada orang yang baru percaya bertanya tentang ilmu pengetahuan, Anda harus berbicara kepadanya seperti Anda berbicara kepada seorang bayi. Jika Anda dengan cara alarniah mengatakan, "Pak, maaf, aku tidak tahu apa-apa tentang ilmu pengetahuan," ini berarti Anda berbicara kepadanya sebagai seorang dewasa, bukan sebagai seorang bayi. Anda harus menyadari walaupun dia adalah seorang profesor, dalam hal rohani dia adalah seorang bayi. Karena itu, Anda jangan memperlakukannya sebagai seorang profesor, tetapi sebagai seorang bayi di dalam Kristus. Ini bukanlah hal yang mudah untuk dipelajari. Dalam sikap, intonasi, dan setiap aspek, Anda harus seperti orang yang berbicara kepada bayi.

Adakalanya orang yang baru percaya tidak terbuka kepada Anda; dia tidak mau mengatakan sesuatu. Dia menyambut Anda di rumahnya dan duduk sampai Anda mulai membicarakan sesuatu, namun dia tidak mengatakan sesuatu. Apa yang harus Anda lakukan? Sekali lagi, Anda harus berusaha berbicara kepadanya sebagai seorang bayi. Anda boleh berkata, "Maukah kita berkidung?" Dia pasti senang. Anda bertanya lagi, "Apakah Andii memiliki suatu nyanyian untuk dinyanyikan?" Dia mungkin mempunyai satu nyanyian. Inilah permulaan, inilah berbicara kepada bayi. Jangan lupa bahwa orang baru adalah bayi rohani. Menurut Petrus, bayi yang baru lahir memerlukan susu, namun mereka tidak tahu bagaimana untuk minum. Cara membantu bayi yang tidak tahu bagaimana minum ialah

menyuapinya. Ketika Anda bersidang dengan orang baru, Anda harus memiliki sikap yang tepat. Anda harus bersikap bahwa Anda datang untuk"bermain" dengan bayi-bayi kecil ini. Anda harus belajar hal ini. Anda bahkan boleh menyanyikan nyanyian anak-anak yang sederhana dengan mereka. Anda harus belajar dan tahu bahwa tak peduli bagaimana. usia, posisi, atau status sosial orang yang baru, ia tetap adalah bayi.

TIDAK MENYANDUNG BAYI YANG BARU LAHIR

Mengenai Berhala

Ada beberapa situasi sulit yang pada akhirnya akan Anda hadapi dalam menginjil dan memperhatikan orang yang baru diselamatkan yang pertama ialah mengenai berhala. Seseorang mungkin beroleh selamat melalui penginjilan Anda tiga hari yang lalu. Ketika Anda datang kembali untuk mengadakan sidang keluarga di rumahnya, dia mungkin segera bertanya, "Apa yang dimaksud dengan berhala?" Anda harus belajar bagaimana "bermain" dengannya, yaitu menjawabnya seperti Anda berbicara kepada seorang bayi. Anda harus belajar untuk memiliki sikap dan intonasi semacam ini. Anda bisa bertanya, "Menurutmu berhala yang bagaimana? Apa kamu membicarakan tentang patung-patung dewa? " Inilah cara untuk "bermain" dengan bayi ini. Lalu dia akan menjawab Anda dengan menunjukkan hal tertentu yang mungkin dia anggap berhala dan berkata, "Bukankah ini berhala?" Anda boleh mengiringi perasaannya dan berkata, "Ya benar, itu adalah berhala yang mana lagi?"

Jangan mengira bahwa masalah berhala adalah masalah yang mudah diatasi. Ini adalah masalah yang sangat sulit. Banyak orang yang baru beroleh selamat telah tersandung oleh masalah ini. Ketika Anda merawat mereka dalam hal-hal lain, mereka menerimanya, namun ketika Anda menyinggung tentang berhala, mereka mungkin tidak mau menerima perkataan Anda. Hal ini terbukti dengan adanya pemujaan terhadap leluhur, terutama di kalangan orang China. Banyak di antara mereka yang tidak mau membuang praktek semacam ini, sehingga sulit untuk mengetahui bagaimana menjawab mereka. Kita tentunya tidak dapat mengatakan bahwa hal itu benar, namun menyalahkannya dengan cara yang tidak tepat, akan membuat kita kehilangan orang baru itu. Karena itu, An da harus ingat bahwa orang ini hanyalah seorang bayi. Dia tahu banyak hal, namun tidak tahu apa-apa tentang Tuhan. Anda harus belajar "bermain" dengannya dalam percakapan Anda. Ketika Anda berbicara kepadanya seperti berbicara kepada seorang bayi, Anda harus memohon hikmat Tuhan untuk mengatasi situasi tanpa menyandung dia. Akhirnya, Anda akan dapat meyakinkan dia, namun bukan seperti seorang dosen meyakinkan mahasiswa; sikap semacam itu tidak dapat merampungkan sesuatu. Anda harus memegang sikap bahwa Anda sedang berbicara kepada seorang bayi.

Mengenai Penyelesaian Perkara Lampau

Masalah sulit lainnya ialah mengenai menanggulangi pelanggaran di masa lampau dan pemberian ganti rugi. Kita semua berbuat salah di masa lampau. Kita semua berbuat salah kepada orang lain. Kadang-kadang kita berbuat salah kepada orang lain dalam hal harta benda. Setelah seseorang beroleh selamat, cepat atau lambat, ia akan menghadapi masalah ini. Kita harus sangat hati-hati, jangan terlalu dini menyinggung masalah ini. Dalam Perjanjian Baru, tidak ada pengajaran yang menyuruh kita memberi tahu orang yang baru beroleh selamat untuk membereskan perkara lampau mereka. Berbuat demikian adalah salah. Keselamatan Tuhan yang penuh kuasalah yang dapat menghasilkan pekeijaan ini. Zakheus diselamatkan dan dia segera berkata kepada Tuhan, "Tuhan, lihatlah, setengah dari milikku akan kuberikan kepada orang miskin dan sekiranya ada sesuatu yang kuperas dari seseorang akan kukembalikan empat kali lipat" (Luk. 19:8). Ini adalah reaksi kuat terhadap kuat kuasa keselamatan Tuhan. Ini bukan hasil dari suatu pengajaran.

Dalam Kisah Para Rasul 19, banyak orang Efesus mengumpulkan kitab- kitab sihir mereka lalu membakarnya. Mereka tidak diajar untuk melakukan hal itu; itu adalah reaksi spontan terhadap keselamatan Tuhan. Karena itu, ketika kita menghadapi persoalan seperti itu, kita harus ingat bahwa orangorang yang baru percaya adalah bayi. Mereka telah mengetahui sesuatu, namun mereka tidak mengerti secara memadai. Mereka mungkin bersungguh-sungguh mengenai berhala, namun Anda lebih baik jangan berbicara kepada mereka terlalu serius. Setelah itu mereka akan menerima perkataan Anda. Anda harus belajar hal ini, bukan hanya mengenai berhala dan penyelesaian perkara lampau, tetapi juga mengenai banyak hal. Karena Anda telah membantu mereka membaca Alkitab, cepat atau lambat, mereka akan mengajukan pertanyaan-pertanyaan semacam ini dari Alkitab. Hampir setiap kali Anda kembali mengunjungi, mereka akan mengajukan pertanyaan. Dalam menjawab pertanyaan itu, Anda harus selalu berusaha berbicara kepada mereka dengan sikap dan intonasi seperti Anda sedang berbicara kepada bayi. Jika Anda belajar hal ini secara tepat, orang pasti menyambut Anda.

Mengenal Pernikahan

Pertanyaan sulit lainnya ialah mengenai pernikahan. Hari ini di bumi banyak pernikahan yang tidak sah. Pria dan wanita muda hidup bersama sebagai suami istri, namun mereka tidak menikah. Mereka itu suami istri atau bukan? Anda mungkin mendapatkan seorang baru, wanita muda yang diselamatkan dengan cara yang ajaib, numun dia tinggal dengan seorang pria tanpa menikah. Bahkan mereka mungkin telah mempunyai anak, Akhirnya, pertanyaan mengenai pernikahan akan muncul. Apakah mereka berdua itu suami istri? Apa yang akan Anda katakan? Jika Anda berkata, "bukan", Anda akan menyandung mereka, tetapi Anda juga tidak bisa berkata kepada mereka bahwa ini bukanlah masalah, karena ini adalah suatu masalah yang besar.

Di China ada masalah mengenai gundik. Suatu hari, saya mengunjungi suatu rumah. Sang suami telah beroleh selamat dan dibaptis. Keselamatannya sungguh luar biasa. Saya tidak mengetahui keadaannya, namun saya merasa bahwa dia cukup baik. Kemudian pada suatu hari, saya datang berkunjung ke rumahnya dan ada empat wanita di sana. Setelah berbicara dengan mereka, saya akhirnya mengetahui bahwa keempat wanita itu adalah istri-istrinya. Karena bantuan orang ini, keempat wanita itu pun beroleh selamat. Dari dalam hati saya dapat bersaksi bahwa kelima orang ini (suami dan keempat istrinya) mengasihi Tuhan Yesus dan kelihatannya saling mengasihi satu sama lain. Saya khawatir sebelum saya keluar dari rumahnya, mereka sudah menyinggung persoalan ini. Bagaimana mengatasi kasus semacam ini? Saya berusaha sebisanya menghindari empat istri itu. Saya hanya berkata, "Sungguh baik melihat kalian semua mengasihi Tuhan." Mereka bersukacita. Kemudian saya berbincang-bincang dengan mereka dan mendorong mereka untuk lebih mengasihi Tuhan dan mengikuti Roh itu. Mereka berkata, "Amin". Setelah beberapa saat, saya berkata, "Saya harus pulang sekarang." Mereka menyetujui dan mengantar saya; saya keluar dari perangkap itu. Setelah itu saya membicarakan masalah ini kepada para pewajib. Apa yang harus kita lakukan terhadap orang dengan keempat istrinya itu? Ini merupakan satu persoalan yang sulit, bahkan sampai hari ini saya masih tidak dapat memberi tahu Anda jawaban yang berbaik.

Satu hal yang harus Anda pelajari dan selalu ingat ialah Anda sedang menangani bayi. Saya menghadapi seorang suami dengan keempat istrinya, kelimanya adalah bayi. Di satu pihak, saya "bermain" dengan mereka, di pihak lain, saya sedang membantu mereka. Kunjungan saya tidak menyandung atau melukai mereka. Jika saya ceroboh dan bertindak seperti pengkhotbah, pendeta, atau pengajar Alkitab, saya pasti telah melukai mereka. Hanya dengan satu kali kunjungan, kelima orang itu akan tersandung. Karena itu, belajarlah untuk mengadakan sidang keluarga selalu di dalam kesadaran bahwa Anda sedang menangani bayi. Ini akan menjaga Anda dan akan membuka jalan bagi Anda dalam memberikan bantuan yang tepat kepada mereka. Jangan lupa bahwa orang baru tadinya adalah orang yang benar-benar jatuh ke dalam dosa. Karena itu tidaklah mudah bagi kita untuk menyelamatkan mereka dari situasi dan kondisi mereka yang jatuh dalam waktu cepat. Ada yang tidak begitu rumit, tetapi banyak juga yang rumit.

Di Amerika Serikat dewasa ini kita mudah menjumpai pasangan yang tidak terikat dalam pernikahan. Mereka hidup bersama dan bahkan telah memiliki anak. Baru-baru ini kita menghadapi masalah seperti ini. Ketika Anda menghadiri suatu sidang keluarga, Anda mungkin menemukan hal-hal aneh. Inilah sebabnya kita perlu sidang keluarga. Jika Anda tidak mengadakan sidang keluarga, Anda tidak bisa mengetahui situasi sebenarnya dari orang yang baru beroleh selamat ini.

Belajarlah untuk berbicara kepada orang, perlakukan mereka seperti bayi setiap saat. Jika Anda memegang prinsip ini dan mempelajari kiat ini, Anda akan terlindung dan tidak membuat orang lain terluka atau tersandung. Jika tidak, Anda akan sering secara tidak sadar menyandung orang-orang baru. Setelah kunjungan Anda, mereka akan berkata, "Sudahlah, aku tidak ingin berhubungan dengan kekristenan. Aku tidak dapat menerima agama ini." Mereka mungkin tidak mengatakannya di hadapan Anda, namun setelah Anda pergi, mereka mengatakan demikian. Belajarlah berbicara kepada orang-orang baru seperti berbicara kepada bayi.