MENGUNJUNGI ORANG DENGAN MENGINJIL SERTA MERAWAT DAN MENGASUH KAUM BERIMAN DI RUMAH MEREKA
Dalam berita ini kita ingin membahas langkah kedua dari pembangunan Tubuh Kristus yang organik yaitu merawat dan mengasuh kaum beriman dalam sidang keluarga mereka.
PENGINJILAN MENGENAI YESUS
ADALAH ANAK ALLAH
Dalam menginjil, seorang saudara baru-baru ini menjumpai seorang yang tidak mempercayai bahwa Yesus adalah Anak Allah. Karena dua butir penting dalam Perjanjian Baru adalah Kristus sebagai Anak (Putra) Allah dan orang-orang yang percaya kepada-Nya sebagai anak-anak Allah, maka sangatlah perlu mengunjungi orang demikian lebih dari sekali. Pada kunjungan Anda yang pertama, Anda dapat menyajikan tentang Kristus adalah Anak Allah. Setelah itu, pada kunjungan yang kedua, Anda dapat membicarakan tentang orang-orang Kristen adalah anak-anak Allah. Anda juga dapat memberi tahu dia bahwa sedikit orang Kristen yang benar-benar mengetahui tentang Persona Kristus secara terperinci.
Kristus sebagai Anak Allah sedikitnya memiliki dua aspek. Pertama, Dia adalah Anak tunggal Allah (Yoh. 3:16). Kedua, Dia adalah Anak sulung Allah di antara banyak saudara (Rm. 8:29; Yoh. 20:17; Ibr. 1:6; 2:12), yang adalah kaum beriman Kristus. Ketika menyajikan kedua hal ini, Anda jangan hanya menunjukkan bahwa Alkitab dapat dipercayai, tetapi tunjukkan juga bahwa Anda mampu menginjil. Teman Anda akan menyadari secara mendalam bahwa Anda sangat berpengetahuan dalam hal- hal rohani. Ini akan membangun suatu kepercayaan di dalam dirinya. Begitu Anda mendapat kepercayaannya, dia akan mudah menerima perkataan Anda.
Alkitab Adalah Sumber dari Tiga Agama
Untuk secara kuat membuktikan bahwa Yesus Kristus adalah Anak Allah, Anda harus menyajikan apa yang Alkitab katakan tentang Dia. Hari ini orang mengenal ada dua jenis kitab, kitab Perjanjian Lama orangYahudi dan kitab Perjanjian Baru orang Kristen. Begitu kedua kitab ini disatukan maka terbentuklah Alkitab, kitab dari segala kitab. Ada agama yang memiliki kitab yang sebagian isinya mengambil dari Alkitab. Ada tiga agama yang pada dasarnya datang dari sumber yang sama. Karena itu, satu-satunya sumber dari ketiga agama itu ialah Alkitab. Penyebab timbulnya situasi demikian adalah adanya satu Allah yang unik. Mereka mengakui adanya satu Allah yang unik, dan ketiganya mempunyai bentuk- bentuk tulisan yang dianggap suci. Orang Yahudi hanya memegang kitab Perjanjian Lama; orang Kristen memegang kitab Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru, dan agama lainnya lagi memegang kitab yang sebagian isinya mengutip dari Alkitab.
Alkitab menyingkapkan semua hal-hal rohani, ilahi, dan misteri, seperti asal usul alam semesta dan manusia. Darwin mereka-reka tentang semua hal ini, namun Alkitab memberi tahu kita dengan jelas dan penuh keyakinan tentang sumber alam semesta dan manusia. Mengenai asal usul alam semesta, kalimat pertama dalam Alkitab dengan jelas menyebutkan, "Pada mulanya Allah menciptakan langit dan bumi" (Kej. 1:1). Dalam perkataan itu tidak terdapat keragu-raguan.
Tentang asal usul manusia, Alkitab dengan jelas mengatakan bahwa Allah menciptakan manusia menurut gambar dan rupa-Nya (Kej. 1:26). Tidak ada satu ahh filsafat besar pun yang dapat dengan jelas memberi tahu kita tentang asal usul manusia, namun Alkitab memberi perincian yang jelas mengenai penciptaan manusia. Kejadian 2:7 mengatakan bahwa Allah membentuk manusia dari debu tanah. Hari ini, para ilmuwan menemukan bahwa seluruh unsur tanah ada di dalam tubuh manusia. Mineral-mineral yang ditemukan di tanah adalah suplai bagi tubuh manusia. Hanya Alkitab yang memberikan perincian yang jelas tentang penciptaan manusia kepada kita.
Yesus Adalah Anak Tunggal juga Anak Sulung
Dengan memiliki dasar sedemikian terhadap isi Alkitab akan mempersiapkan jalan bagi Anda untuk membacakan sejumlah ayat yang paling baik tentang Kristus adalah Anak Allah kepada teman Injil Anda, seperti Yohanes 1:1 dan Roma 9:5. Sejak kekekalan Yesus Kristus adalah Anak tunggal Allah (Yoh. 1:18; 3:16). Dalam kebangkitan Dia menjadi (Kis. 13:33) Anak sulung Allah (Rm. 8:29; Ibr. 1:6), dan kaum berimanNya adalah anak-anak Allah yang juga adalah saudara-saudaraNya (Rm. 8:29); Yoh. 20:17; Ibr. 2:12).
Sebagai orang yang berjerih lelah dalam pekerjaan Injil, Anda jangan hanya belajar tentang Alkitab dan kebenarannya, tetapi juga belajar sedikit tentang isi agama-agama lain. Kemudian ketika Anda menjumpai orang yang menganut agama-agarna itu, Anda akan mengetahui bagaimana berbicara dengan mereka.
MENUNJUKKAN KEPADA ORANG
BAHWA ALLAH ADALAH
KEBUTUHAN MEREKA YANG SEBENARNYA
Dalam mengunjungi dan menginjil kepada orang, beberapa orang saleh berjumpa dengan seorang penganut agama lain lagi yang menghadapi banyak masalah pada masa lalunya, seperti kekurangan makanan, pakaian, tempat tinggal, dan pekerjaan. Dia memberi tahu kaum saleh itu bahwa sejak dia menganut agama itu dan menyembah patung-patung berhalanya, semua keperluan materinya terpenuhi. Karena itu, dia merasa bahwa keselamatan Allah itu tidak perlu. Dalam menyajikan Injil kepadanya, ada yang mengatakan bahwa Anda harus menunjukkan bahwa keselamatan Allah bukan hanya menyelamatkan orang dari masalah di luaran, tetapi juga menyelamatkan manusia dari masalah di dalam batin dan masalah temperamen, hawa nafsu, kegelisahan, dan ketakutan sehari-hari. Tidak peduli berapa banyaknya kekayaan yang dimiliki seseorang, dia masih merasa kosong dan tidak mengetahui apa makna hidup manusia. Penyajian semacam ini memang baik, namun kurang lengkap. Adalah lebih baik menyajikan rahasia hidup manusia dengan mengatakan, "Allah adalah keperluan Anda yang sejati. Masalah Anda yang sesungguhnya ialah Anda tidak memiliki Allah. Anda memiliki kesulitan karena, Anda tidak memiliki Allah. Satu-satunya yang dapat memecahkan semua masalah Anda ialah Allah. Allah adalah suatu rahasia, hidup manusia juga merupakan suatu rahasia. Saya ingin membaca sebuah buklet dengan Anda yang memberi tahu tentang rahasia hidup manusia."
Orang yang bingung dalam pengertiannya tentang agama lain mungkin akan mengajukan pertanyaan yang ragu-ragu dan tidak jelas. Dalam hal ini, berusaha membawa dia ke dalam suatu pembahasan yang riil adalah hal yang terbaik. Jawaban yang Anda berikan tergantung pada suasana dan keadaan percakapan Anda serta pengenalan Anda terhadapnya. Sebagaimana Anda telah mendengarkan dia berbicara, Anda perlu memakai salah satu butir yang dia katakan untuk menyajikan Injil kepadanya.
Beberapa orang saleh menginjili seorang ahli filsafat yang mengatakan bahwa setiap orang memiliki Allah di dalamnya. Menurut pandangannya, apakah seseorang menerima Tuhan atau tidak, setiap orang mempunyai Allah di dalamnya; karena itu setiap orang harus benar-benar menyelidiki diri sendiri dan menemukan kedamaian dan kepuasannya. Dia juga mengatakan bahwa kebencian, amarah, dan kecemburuan hanya merupakan hal yang harus disingkirkan agar sesuatu yang indah dalam diri seseorang bisa ternyatakan. Dia mungkin mengenal beberapa butir tentang suatu agama secara mendalam. Orang-orang saleh itu mempersekutukan tentang Injil dengannya dan mengetahui bahwa dia mempunyai pengalaman yang tidak menyenangkan terhadap kekristenan dan dalam kehidupan keluarganya. Karena pengalaman-pengalaman itulah dia tidak mempercayai apa yang telah dipersekutukan kaum saleh berdasarkan Alkitab.
Ini juga merupakan suatu kasus dari orang yang "mengambang di udara" dengan pemikiran filsafatnya. Kita harus mengembangkan kemampuan untuk dapat membatasi orang pada tahap, tertentu. Dengan membatasi orang pada tahap tertentu, Anda dapat menyajikan sesuatu mengenai firman yang sangat riil bagi kehidupan mereka sehari-hari. Karena orang ini mengetahui sesuatu mengenai kekristenan dan suatu againa lain secara mendalam, Anda harus berbicara kepadanya sesuai dengan tingkat pengetahuan dan tingkat yang cukup riil. Sebenarnya, tidak ada satu buku pun yang seriil Alkitab. Untuk membuat seseorang terkesan pada sifat Alkitab yang riil, Anda harus mempelajari dan memaharni ayat-ayat misalnya mengenai Allah itu adalah Allah yang unik (Ul. 6:4; 32:39; Mzm. 86:10). Anda juga harus belajar ayat-ayat tentang Allah adalah sesuatu bagi kita, misalnya Dia adalah nafas kita (Ms. 17:25), hidup kita (Ef 4:18), dan keselamatan kita. (Mzm. 27:1; Yes. 12:2). Pada saat Anda menyajikan ayat- ayat seperti ini, Anda boleh bertanya, "Dalam agama yang Anda kenal itu, apakah Anda memiliki Allah? Anda mengenal agama itu dengan baik, namun apakah Anda mengenal Allah. Andajuga mengenal banyak hal tentang kekristenan, tetapi Anda masih belum memiliki Allah. Keperluan Anda yang sebenarnya adalah mengenal Allah." Berdasarkan ayat-ayat yang berhubungan dengan Allah menjadi hal-hal tertentu bagi kita, Anda dapat memberikan bantuan kepada orang seperti itu. Namun belajarlah untuk tidak mencela orang atau menunjukkan kekurangan mereka dengan sikap yang merendahkan. Belajarlah membantu orang agar mereka menyadari keperluan mereka akan Allah yang riil dalam kehidupan sehari-hari dan kehidupan insani mereka.
MEMIMPIN ORANG MENIKMATI TUHAN
Sekelompok orang saleh mengunjungi seorang pengacara muda yang sukses di rumahnya selama tiga jam. Pada jam pertama ia menunjukkan kebun pribadinya kepada mereka dan pada jam kedua ketika dia berkomentar mengenai berita bencana alam, dia mulai membuka diri kepada kaum saleh itu. Dia mengatakan bahwa dia telah mengalami Tuhan secara jelas ketika di perguruan tinggi dan bersukacita pada saat itu. Dia juga berkata bahwa hidupnya pada saat itu tidak begitu baik karena ia pergi ke klab-klab malam. Di satu pihak, ia suka mendatangi tempat-tempat seperti itu, namun di pihak lain, dia tidak suka mendatanginya. Kaum saleh itu mulai bersekutu dengannya bahwa masalah manusia yang mendasar ialah dosa. Mereka berkata, "Setelah manusia jatuh menjauhi Allah, ia penuh dengan dosa. Manusia memerlukan keselamatan. Apa yang kamu alami ketika masih di perguruan tinggi adalah Kristus masuk ke dalammu untuk menyelamatkanmu secara kekal dan menjadi keselamatanmu. Hari ini Tiihan sebagai hayat yang kekal, ilahi, dan yang tidak dapat binasa ingin menyelamatkanmu dari setiap hambatan, hawa nafsu, dan problema kehidupan manusia dari hari ke hari dan dari saat ke saat. Namun, hal itu tidaklah sederhana, dan kamu tidak seharusnya berusaha menyelamatkan dirimu. Keperluanmu tak lain adalah menikmati Tuhan dengan cara yang sederhana, yaitu dengan membaca Alkitab beberapa menit setiap hari. Mungkin kita dapat memulai dengan membaca Alkitab bersamamu lima menit sehari." Menanggapi persekutuan ini, dia berkata, "Ya, inilah yang sebenarnya kuperlukan. Aku memerlukan penyelamatan dari hari ke hari." Setelah itu dia melanjutkan membicarakan masalahnya lebih dalam dan hal-hal lain yang mengganggunya. Para saudara mendengar dan menjawab banyak pertanyaannya. Pada akhir pertemuan, dia menanyakan apakah saudara-saudara itu dapat mengunjunginya secara teratur setiap minggu. Para saudara merasakan bahwa hal itu sangat baik, namun mereka merasa masih ada yang kurang dalam kunjungan mereka.
Kaum saleh ini sangatlah terampil dalain menangani situasi, namun masih ada satu hal, yaitu ketika mereka berbicara kepadanya tentang membaca AKitab selama lima menit setiap hari dan dia menyetujuinya, mereka seharusnya memegang kesempatan untuk membaca Alkitab pada kunjungan mereka itu. Mereka dapat berkata, "Mengapa kita tidak menggunakan beberapa menit untuk membaca sedikit ayat Alkitab sekarang?." Mereka berbicara panjang lebar mengenai hal ini dan persekutuan mereka sangat baik, namun sebenarnya akan lebih banyak hal yang dapat dikerjakan, Selain persekutuan, adalah lebih baik untuk mengetahui apakah dia memiliki Alkitab atau tidak. Jika dia memiliki Alkitab, mereka dapat memintanya membuka Alkitab itu dan membaca bersamanya. Kemudian, setelah membaca suatu bagian, mereka dapat menjelaskan sedikit untuk mengesankan dia dengan apa yang dikatakan dalam bagian Alkitab itu. Lalu mereka dapat memintanya berdoa, tidak hanya puas dengan doa yang pendek, tetapi juga mendorongnya berdoa lebih panjang dengan mengatakan, "Mari kita coba berdoa lebih mendalam dan agak lama." Dengan latihan. semacam ini, mereka akan membawanya mengalami Kristus. Mereka melakukan segala sesuatu dengan sangat baik, namun mereka tidak membawanya untuk menikmati Tuhan. Setelah berlatih membaca Alkitab dan berdoa, mereka bisa berbicara kepadanya untuk menguatkan dan meyakinkan bahwa dia perlu berkontak dengan. Tuhan seperti itu setiap hari. Dia akan meminta, "Maukah kalian datang lagi?" Lalu mereka bisa menjawab, "Ya, dan bolehkah kami meneleponmu setiap pagi?"
Janganlah kita lupa bahwa pembicaraan yang terlalu banyak, walaupun percakapannya tepat, pada akhirnya tidak akan menghasilkan apa-apa. Namun dalam hal ini, pembicaraan itu tidaklah mutlak sia-sia karena dia masih ingin mereka kembali beberapa hari kemudian. Kelompok orang saleh yang mengunjunginya harus mengingat dia di hadapan Tuhan dan memohon Tuhan untuk mengingatkan dia akan apa yang telah dia dengar dari mereka. Pelaksanaan yang terbaik ialah membawa orang segera berkontak dengan Tuhan secara teratur setiap hari, bahkan jika perlu kita menelepon mereka. Dengan pelaksanaan. demikian, mungkin setelah beberapa minggu orang ini dapat dibawa ke dalam kehidupan gereja.
BELAJAR FLEKSIBEL DALAM MEMENUHI
KEPERLUAN KAUM BERIMAN BARU
Di dalam salah satu sidang keluarga, kaum saleh mengunjungi seorang saudara yang memberi kesempatan kepada mereka hanya 30 menit tiap kunjungan. Ketika mereka sedang bersekutu, ia sekali-kali melihat arlojinya dan hanya memberi tanggapan bila benar-benar tertarik. Kaum saleh berusaha bersekutu dengannya tentang roh perbauran, namun nampaknya tidak berhasil karena dia tidak tertarik. Dalam persekutuan mereka tentang sidang keluarga ini dengan saudara-saudara lain, kaum saleh ini menyadari bahwa mereka perlu membina hubungan yang lebih akrab dengannya karena mereka hampir tidak saling mengenal. Minggu berikutnya mereka mengunjungi saudara itu dengan membawa makanan dan sengaja meninggalkan Alkitab dan kidung di rumah. Ini cukup mengejutkan saudara baru ini. Kaum saleh bertanya tentang pekerjaannya dan menyantap makanan bersamanya. Saudara baru itu pun lupa akan perhatiannya pada waktu dan mulai berbicara selama hampir 45 menit di dalam pertemuan mereka. Akhirnya, perhatian kaum saleh yang demikian membuka hati saudara baru ini untuk lebih banyak bersekutu.
Contoh ini memperlihatkan bahwa kita jangan berharap untuk mendapatkan orang dalam waktu yang cepat. Harapan seperti itu keliru. Membaptis orang adalah mudah dan hanya sebentar. Namun memimpin orang untuk mengalami Kristus dan membawanya ke dalam kehidupan gereja bukanlah hal yang mudah; ini memerlukan banyak waktu. Karena itu, kita jangan berharap untuk melakukan suatu pekeljaan yang cepat. Harapan demikian akan menjadi faktor penyebab kita banyak melakukan kesalahan ketika kita bersidang dengan orang beriman baru. Sedikit orang yang dapat di bawa ke dalam kehidupan gereja hanya dengan dua atau tiga kali berkunjung. Kita harus membuang harapan yang demikian. Anda harus
dipersiapkan untuk menghabiskan paling sedikit setengah tahun, mungkin 20 kunjungan, untuk mendapatkan satu orang. Jika seseorang berjanji untuk memberi Anda 30 menit setiap minggu, orang ini pasti terbuka. Anda harus membawa orang ini dan sidang keluarga yang Anda adakan bersamanya kepada Tuhan dengan berkata, "Tuhan, aku tidak tahu bagaimana membantu orang ini." Tuhan akan memberi Anda hikmat. Anda juga memiliki anggota tim Anda yang lain yang dapat berdoa bersama dan mencari pimpinan Tuhan mengenai memperhatikan orang beriman di dalam sidang keluarga.
Dalam hal ini, pada saat demikian, membicarakan roh perbauran sepertinya tidak cocok bagi saudara baru ini. Ketika Anda berbicara dengan seseorang, Anda harus melihat dengan jelas orang macam apakah dia itu. Jika Anda mengenal bahwa dia seorang yang suka bersahabat, Anda jangan datang kembali ke rumahnya untuk langsung melambung tinggi pada hal rohani mengenai roh perbauran. Pada sidang yang akan datang, Anda harus lebih tahu dan mengenal diri saudara baru ini. Akan baik jika Anda bertanya jawab tentang bisnis dan kesejahteraannya. Ini akan membuatnya senang. Anda juga harus membiarkan dia berbicara. Jika ada kesempatan, biarkan dia mengenal Anda. Setelah tiga atau empat kali kunjungan seperti itu, Anda dan saudara baru itu akan saling kenal lebih akrab dan hubungan persahabatan yang erat dapat mulai dibina. Setelah itu Anda akan mudah berbicara lebih bebas dengan dia dan memperkenalkan sesuatu tentang keselamatan Allah secara perlahan-lahan. Pada tahap ini, Anda bisa mulai membangkitkan minatnya dalam hal lain. Seminggu demi seminggu, mungkin setelah 20 kali kunjungan, akan ada sesuatu yang terbangun di dalam dirinya. Jika satu cara kurang memberikan hasil, cobalah cara lain dalam kunjungan berikutnya. Pada akhirnya, setelah sekian lama, sesuatu akan tergarap di dalam orang beriman ini.
MEMPERHATIKAN ORANG MUDA DENGAN
MEMBANGKITKAN KASIH MEREKA KEPADA TUHAN
Seorang saudari peserta pelatihan sepenuh waktu mulai mengunjungi seorang saudari lain yang sedang kuliah di suatu perguruan tinggi. Saudari muda ini selain kuliah juga harus bekerja, sehingga dia tidak memiliki kesempatan untuk datang bersidang. Ketika saudari peserta pelatihan sepenuh waktu itu mengunjungi dia, dia sering tidak ada di rumah. Suatu kah, dia berhasil menemui saudari muda ini di rumahnya dan mencoba membantunya mendoabacakan Efesus 1:17. Meskipun dia menanggapinya dengan baik dan ingin saudari itu datang kembali, saudari ini bingung apa yang akan dilakukan pada kunjungan berikutnya.
Menggarap orang muda, terutama pekerjjaan anak-anak dari kaum saleh dalam gereja, merupakan hal yang sangat penting. Cara yang paling bijaksana menggarap anak-anak ialah membantu mereka untuk mengasihi Tuhan. Jika Anda ingin menjadi orang yang bersyarat menggarap orang muda, Anda harus menjadi orang yang selalu segar dalam mengasihi Tuhan setiap hari. Remaja SMP, secara manusiawi adalah orang-orang yang suka mengasihi. Mereka mengasihi banyak hal, misalnya binatang peliharaan, pakaian dan sebagainya. Semakin Anda muda, Anda semakin mengasihi. Usia remaja SMP adalah usia yang terbaik untuk dibimbing agar mengasihi Tuhan dengan tepat. Namun jerih lelah demikian tidaklah mudah dan banyak orang tua tidak memiliki jalan untuk membantu anak-anak mereka. Jika Anda adalah orang yang selalu segar mengasihi Tuhan, Anda dapat membangkitkan orang muda untuk mengasihi Tuhan. Begitu seorang muda mengasihi suatu hal, dia akan berbuat apa saja untuk hal itu. Dalam hal ini, membantu saudari muda ini mendoabacakan Efesus 1:17 agak mengarah ke tempat yang tinggi. Hal terbaik untuk dilakukan pada kunjungan berikutnya ialah membangkitkan kasihnya kepada Tuhan.
TUJUAN SIDANG KELUARGA
ADALAH MERAWAT KAUM BERIMAN BARU
Kita telah melihat bahwa ketika kita menemui seseorang yang "melayang di angkasa" dengan pemikirannya, kita harus membatasi pemikirannya pada butir tertentu. Demikian juga, kita harus dibatasi dalam beban dan tujuan kita. Ketika seorang tukang kayu mengambil sepotong kayu, dia memiliki tujuan. Kita juga harus memiliki tujuan setiap kah kita mengunjungi orang beriman yang baru; kalau tidak, kita akan membuang waktu kita. Kita harus selalu ingat bahwa jika seseorang adalah orang beriman yang baru, tujuan utama kita dalam sidang keluarga ialah merawat dia. Setiap kita berkumpul bersamanya, kita harus ingat bahwa tujuan kita ialah merawat dia.
TERUS BERJERIH LELAH,
TUHAN YANG BERTANGGUNG JAWAB
MENGHASILKAN BUAH
Kita harus terus berjerih lelah tanpa berharap akan hasilnya nanti. Kita hanya perlu berjerih lelah, berdoa, mohon Tuhan dengan hikmat-Nya memimpin dan membimbing kita. Kita membiarkan Tuhan bertanggung jawab atas hasilnya. Semua petani tahu bahwa selama mereka berjerih lelah, maka akan ada panen. Tidak ada jerih lelah yang sia-sia. Pasti akan ada panen, namun jangan berharap mendapatkan hasil yang cepat. Semakin cepat sesuatu dihasilkan, sernakin cepat pula hasil itu lenyap. Jika seseorang sudah masuk ke dalam kehidupan gereja dalam tiga hari, akan diragukan apakah dia akan bertahan atau tidak. Akan tetapi, jika mendapatkan satu orang saja diperlukan waktu enam bulan, maka orang itu kemungkinan besar akan menetap dalam. kehidupan gereja. Hal ini sepertinya lamban dan peningkatannya pun sangat kecil, namun jika satu saja dari tiga anggota dalam gereja membawa satu orang ke dalam kehidupan gereja setiap tahun, maka gereja akan meningkat 33 persen setiap, tahun. Seorang yang sepenuh waktu mungkin bisa membawa 5 sampai 10 orang ke dalam kehidupan gereja setiap tahun. Ini tidaklah terlalu lamban. Keperluan kita adalah berjerih lelah. Jalan baru ini tak lain adalah berjerih lelah pada jalan yang tepat, yaitu menggunakan waktu setiap minggu untuk mengunjungi kaum beriman baru di rumah mereka.
Membaptis orang tidak terlalu sulit, namun mernbuat seseorang terbangun dalam pengalaman akan Kristus, pengalarnan sehari-hari akan keselamatan Allah yang sempurna, dan dalam kehidupan gereja, ini lebih sulit. Melakukan hal ini paling sedikit menghabiskan setengah tahun. Segala yang lebih cepat dari jangka waktu ini tidak akan meyakinkan. Kita semua harus berjerih lelah, dan membiarkan Tuhan bertanggungjawab atas hasilnya. Bahkan jika kita berjerih lelah selarna dua tahun dengan hasil yang sedikit, kita seharusnya tidak kecewa dan putus asa. Kita harus yakin bahwa siapa pun yang kita garap, akhirnya akan tinggal tetap.
MELAKSANAKAN JALAN BARU DENGAN TEKUN
Pertama, kita harus mengunjungi orang di rumah mereka supaya mereka beroleh selamat dan dibaptis. Begitu mereka dibaptis, kita kembali kepada mereka untuk bersama mengadakan sidang keluarga. Jangan berharap melakukan sesuatu dengan cepat dalam sidang keluarga. Kita harus siap untuk menghabiskan sedikitnya setengah tahun untuk mendapatkan satu orang. Kadang-kadang waktu yang diperlukan dapat lebih lama. Karena itu, lebih baik memperhatikan tiga atau empat orang beriman baru pada saat yang bersamaan.
Membaptis orang itu mudah, karena itu Anda harus nampak bahwa Anda tidak seharusnya sekali membaptis terlalu banyak orang. Jangan membaptis orang dengan ceroboh. Anda seharusnya hanya membaptis tiga atau empat orang dan kemudian memperhatikan mereka selama setengah tahun. Setelah itu, dalam setengah tahun berikutnya, Anda boleh membaptis tiga atau empat orang lagi. Anda harus memiliki daya pembeda terhadap orang-orang baru ini untuk mengetahui siapa dari antara mereka yang tepat untuk Anda garap dengan jerih lelah untuk mendapatkannya bagi kepentingan Tuhan. Anda harus menyeleksi. Tentunya, seleksi Anda belum tentu tepat, namun secara umum hal itu akan membantu pekerjaan Anda. Anda harus bijaksana dalam membaptis, memiliki daya pembeda, dan menggunakan sebagian besar waktu Anda untuk memperhatikan orang beriman yang baru dibaptis.