← Daftar isi Pandangan Menyeluruh dari Jalan yang Ditetapkan Allah Prinsip-prinsip Dasar · bab 16/31

MENGONTAK ORANG DENGAN INJIL

Kita semua harus mengenal Alkitab dan sedikit fakta sejarah, supaya ketika kita berjumpa dengan orang yang banyak berpikir, orang yang berpendidikan, kita dapat memberikan j awaban atas pertanyaannya dengan meyakinkan, menundukkan, dan menaklukkannya.

MENGINJIL TENTANG KEBANGKITAN YESUS KRISTUS

Ketika kita menginjil tentang kebangkitan Kristus kepada orang yang banyak berpikir, kita dapat menggunakan migrasi orang Eropa Utara ke Amerika Serikat pada 3 sampai 4 abad yang lalu sebagai ilustrasi untuk menunjukkan bagaimana kita percaya bahwa sesuatu telah terjadi pada masa lalu, meskipun ketika itu kita tidak ada di sana untuk menyaksikan kejadian. itu. Ada tiga hal yang membuat kita percaya bahwa banyak orang Eropa Utara yang bermigrasi ke negara ini, yakni: catatan. sejarah, keturunan imigran-imigran ini, dan bukti fisik di sekeliling kita. Ketika kita menggunakan. ilustrasi ini, kita harus menekankan butir-butir ini berkali-kali untuk menyakinkan dan menaklukkan pendengar kita. Pertama, catatan sejarah membeii tahu kita bahwa migrasi sedemikian terjadi 3 sampai 4 abad yang lalu. Kedua, keturunan-keturunan dari orang-orang yang bermigrasi kini ada di tengah-tengah kita, dan mereka dapat menelusuri silsilah mereka kembali kepada imigran-imigran itu. Keberadaan mereka sekarang di negara ini merupakan bukti kuat terjadinya migrasi tersebut. Ketiga, keadaan fisik di sekeliling, seperti corak bangunan yang berbeda-beda menunjuk kepada migrasi tersebut, karena penduduk asli tidak memiliki corak tempat tinggal seperti itu.

Bukti kebangkitan Yesus Kristus pun memiliki tiga unsur utama : catatan sejarah, keturunan orang Kristen, dan pengaruh Kristus dan kebangkitan-Nya atas umat manusia.

Catatan Sejarah

Alkitab tidak hanya berisikan catatan sejarah tentang kebangkitan Kristus, tetapi juga seluruh sejarah Kristus. Halaman pertama Perjanjian Baru memperkenalkan silsilahNya (Mat. 1:1-17). Setelah melewati banyak angkatan, Alkitab telah diakui seluruh dunia sebagai buku yang besar.

Ada orang mungkin mendebat bahwa Alkitab mengatakan hal-hal yang tidak benar. Cara menentukan apakah sebuah kitab itu benar atau tidak adalah dengan mengkaji isinya. Jika sebuah kitab memiliki standar moralitas dan etika yang rendah, seperti kitab-kitab tertentu, kita boleh tidak percaya kepadanya. Tetapi jika sebuah kitab memiliki standar moralitas dan etika yang tertinggi, kita harus mempercayainya. Alkitab telah diakui secara universal sebagai kitab dengan standar moralitas dan etika yang tertinggi. Karena itu, kita harus mengakui bahwa apa saja yang dikatakannya adalah benar.

Isi Alkitab mencakup banyak butir yang berbeda. Nubuat-nubuat tentang bangsa Israel hanyalah salah satu dari bagian yang penting. Karena kemerosotan Israel, Allah murka kepada mereka, dan menghukum mereka dengan menyerakkan mereka di antara bangsa-bangsa. Nubuat tentang penyerakan ini (Ul. 28:62-64; Luk. 21:24) digenapi 600 tahun SM, ketika Nebukadnezar, raja Babilon menduduki Yehuda (2Taw. 36:621). Kekalahan negara mereka adalah tanda hukuman Allah atas bangsa Israel.

Alkitab juga menubuatkan bahwa suatu hari tanah itu akan kembali kepada bangsa Yahudi (Mat. 24:32; Luk. 21:24), dan bahwa mereka akan terbentuk menjadi satu negara. Bangsa Israel terbentuk pada tahun 1948, dan pada tahun 1967 Yerusalem dikembalikan kepada bangsa Yahudi. Nubuat ini adalah bukti yang kuat bahwa Alkitab adalah kitab yang dapat dipercaya. Kitab ini ditulis oleh Allah sendiri melalui perantaraan nabi-nabi dalam Perjanjian Lama dan melalui rasul-rasul dalam Perjanjian Baru.

Alkitab juga berisikan perkataan yang diucapkan Tuhan Yesus. Perkataan-Nya lebih dalam, berstandar lebih tinggi, dan lebih bermakna daripada perkataan filsuf-filsuf mana pun, termasuk Plato dan Konghucu. Contohnya, Tuhan Yesus mengatakan bahwa Dialah terang dunia (Yoh. 8:12), hayat (14:6), dan kebangkitan (11:25). Dia memanggil kita datang kepada-Nya dan minum (7:37), dan menawarkan diri-Nya sendiri sebagai roti hidup (6:35). Kata-kata yang diucapkan Tuhan Yesus unik dan dalam; tidak ada orang lain yang dapat mengucapkan perkataan seperti itu. Perkataan Tuhan Yesus begitu dalam sehingga seorang filsuf memberi pernyataan bahwajika Kristus yang digambarkan dalam kitab-kitab Injil itu salah, maka orang yang memberikan gambaran seperti itu layak menjadi Kristus.

Tidak ada seorang pun kecuali Tuhan Yesus yang dapat berkata, "Marilah kepada-Ku ... Aku akan memberikan kelegaan kepadamu" (Mat. 11:28), atau "Akulah roti hidup yang turun dari surga ... siapa saja yang memakan Aku akan hidup oleh Aku" (Yoh. 6:51, 57), atau "Jika seorang haus, baiklah ia datang kepada-Ku dan minum" (7:37). Konghucu dan Plato tidak dapat mengatakan hal-hal seperti itu, karena mereka bukan orang seperti Tuhan Yesus. Injil Matius pasal 5 sampai pasal 7 menunjukkan standar pengajaran Tuhan yang tinggi. Tidak ada seorang pun, kecuali Tuhan Yesus, yang pernah mengutarakan perkataan tentang mengasihi musuh-musuhnya (Mat. 5:43-44). Dalam sejarah manusia hanya ada satu orang yang berbicara dan memang pernah berbicara tentang hal itu, dan perkataanNya ditulis dalam Alkitab. Alkitab sebagai catatan sejarah sangat tinggi dalam moralitas dan etikanya; karena itu, sangat dapat dipercaya dan meyakinkan.

Kesaksian Keturunan Orang Kristen

Alasan kedua kita tahu bahwa Yesus Kristus dibangkitkan adalah melalui keturunan rohani dari mereka yang bersaksi tentang hal ini. Petrus, Yohanes, dan rasul lainnya, termasuk Paulus, adalah saksi-saksi atas kebangkitan Kristus dan merupakan orang Kristen generasi pertama (1 Kor. 15:4-8). Generasi pertama ini memberi tahu generasi berikutnya, dan generasi berikutnya memberi tahu generasi berikutnya lagi, sampai berita ini mencapai kita pada hari ini. Nenek moyang rohani kita dapat ditelusuri kembali kepada generasi yang pertama. Di China setiap orang percaya bahwa ada orang yang bernama Konghucu, bukan hanya karena sejarah yang tertulis, tetapi juga karena keturunan-keturunannya yang tinggal di China sekarang. Keturunan-keturunan ini dapat menelusuri silsilah mereka kembali ke nenek moyang mereka, Konghucu. Kita, orang-orang Kristen dapat juga menelusuri silsilah kita kembali kepada Petrus dan Yohanes, generasi pertama dari orang Kristen.

Pengaruh Kebangkitan Kristus atas Umat Manusia

Alasan ketiga kita tahu bahwa Yesus Kristus telah dibangkitkan adalah pengaruh kebangkitan-Nya atas umat manusia. Kekristenan adalah hasil dari kebangkitan-Nya. Seluruh bumi tunduk di bawah kalender yang didasarkan atas kelahiran Yesus Kristus. Ini juga merupakan bukti kuat atas kebangkitan Kristus, dan menunjukkan bahwa Yesus adalah Tuhan dari semua.

MEMIMPIN ORANG KE DALAM REALITAS KRISTUS

Ketika seseorang menanyakan hal yang terlalu kabur dan luas, kita harus berusaha memadatkan atau mengkonkritkan pertanyaan menjadi topik yang mudah diatasi. Kalau tidak, pertanyaan mereka akan seperti layang-layang tanpa benang, yang terbang melayang di luar kendali. Dalam hal ini, lebih baik memulai dengan beberapa ayat tertentu. Dengan memberikan beberapa ayat tertentu, Anda membatasi dia. Baru Anda dapat menyampaikan perkataan yang pasti kepadanya, dan dia dapat memberikan pertanyaan yang pasti. Dengan percakapan yang pasti ini, Anda dapat membimbingnya ke dalam realitas Kristus sebagai hayat bagi kita. Anda bisa mengarahkan orang tertentu membaca Yohanes 6:35. Setelah dia membaca. Anda bisa berkata, "Ini adalah perkataan Tuhan Yesus. Kita semua percaya kepada- Nya. Perkataan Tuhan Yesus ini memberi tahu kita bahwa Dia adalah hayat, bahkan roti hayat. Sekarang kita dapat memakan-Nya. Memakan Dia berarti menikmati-Nya, menerima Dia masuk." Dia mungkin bertanya, bagaimana memakan dan menikmati Kristus. Anda dapat memberitahunya bahwa menikmati Kristus, memakan Kristus dapat terjadi melalui berdoa kepada-Nya. Lalu bantulah dia berdoa. Ini pasti akan membantunya.

Orang bisa saja memiliki banyak pengetahuan agama, karena itu lebih baik menghindari segala diskusi tentang doktrin. Bimbing mereka membaca beberapa ayat, dan tekankan isinya berkali-kali. Ini akan menyingkirkan semua kesempatan untuk berdebat, karena ayat-ayat itu adalah perkataan Tuhan Yesus sendiri. Ini juga akan banyak mempersingkat diskusi Anda dengan orang lain.

SETIAP KALI HANYA MEMUSATKAN PEMBICARAAN

PADA SATU ORANG

Cara yang terbaik untuk melaksanakan perbincangan Injil adalah berbicara dengan satu orang saja setiap kalinya. Anda harus mengarahkan pembicaraan Anda hanya pada satu orang saja. Karena itu, ketika Anda sedang bersama-sama dengan kelompok, Anda harus belajar menjadi orang yang peka dan hati-hati. Setiap kali seseorang berbicara, Anda harus mempertimbangkan orang macam apakah dia, dan dari mana dia berasal. Melalui pembicaraan mereka, Anda seharusnya dapat membedakan siapa di antara mereka yang akan menjadi sasaran pembicaraan Anda. Dalam sekelompok orang yang terdiri dari empat atau lima orang, kita harus mengarahkan pembicaraan kita kepada satu orang; kalau tidak, waktu kita akan terbuang dengan mencoba memperhatikan terlalu banyak

Ketika kita pergi menginjil, kita harus tahu bahwa Iblis selalu menentang kita. Dia akan mencoba menghalangi orang dalam satu kah pembicaraan. Gangguan-gangguan akan dikirim Iblis untuk membuang waktu kita dan meniadakan pembicaraan Injil. Akhirnya, karena gangguan-gangguan itu, hasilnya akan sedikit.

SELALU MEMEGANG KESEMPATAN UNTUK

MENYALURKAN FIRMAN TUHAN

Ketika mengunjungi orang, prinsip yang penting adalah selalu memegang kesempatan untuk menyalurkan firman Alkitab ke dalam orang, tak peduli lamanya percakapan maupun sifat percakapan. Penyaluran firman Tuhan ini adalah satu suntikan. Kita bisa datang dan pergi, tetapi ayat-ayat Alkitab akan tetap pada orang itu untuk jangka waktu yang lama. Mungkin pada mulanya orang itu tidak mengizinkan firman itu banyak bekerja. Tetapi setelah dua puluh tahun, ayat-ayat itu masih tinggal di sana dan bekerja di atas dirinya. Karena itu, kita tidak boleh menyia-nyiakan waktu kita dengan orang. Kita harus memberi mereka suntikan firman. Untuk alasan ini, kita harus sangat kenal dengan Alkitab, terutama Perjanjian Baru, sehingga kita dapat memilih ayat-ayat emas untuk digunakan kapan saja tanpa perlu banyak pertimbangan lagi.

MEMALINGKAN ORANG DARI PIKIRAN

KE ROH MANUSIA

Ketika kita pergia menginjil, kita harus tahu bahwa Iblis selalu menentang kita. Dia akan mencoba menghalangi pembicaraan Injil kita dengan memberikan pertanyaan-pertanyaan yang tidak bisa dijawab. Pikiran orang yang berpendidikan sering seperti lautan luas yang tidak berdasar. Kita tetap harus berusaha membatasi mereka pada satu butir khusus. Sering kita harus keluar dari ruang lingkup pertanyaan mereka dan memimpin mereka ke dalam ruang lingkup yang lain. Cara terbaik adalah memalingkan orang dari pikirannya ke dalain rohnya. Anda bisa mengatakan, "Sejauh ini, diskusi kita sepenuhnya berada dalam ruang lingkup pikiran. Tetapi kita harus menyadari bahwa kita manusia bukan hanya terdiri atas satu bagian saja. Kita memiliki banyak bagian. Kita memiliki bagian fisik, tubuh kita; juga memiliki bagian psikologis, jiwa kita, di mana pikiran adalah bagian yang terbesar dari jiwa. Anda dan saya telah menggunakan dua bagian dari diri kita. Kita telah menggunakan inulut kita, yang inerupakan bagian fisik, dan pikiran kita yang merupakan bagian psikologis kita. Namun kita manusia juga memiliki bagian yang lain, yaitu roh kita. Dalam pikiran Anda, Anda mungkin berkata tidak ada Allah dan Anda sepenuhnya percaya pada teori evolusi. Tetapi pada malam. hari, ketika Anda sedang diain dan tenang, pasti ada perasaan yang lain di dalain Anda. Perasaan ini bukanlah di dalain pikiran, tetapi di dalam. bagian yang lain dari diri kita, yaitu roh kita. Jika kita tetap tinggal dalain pikiran kita, Anda merasakan bahwa Allah tidak ada. Tetapi jika Anda berpaling ke roh Anda, Anda merasakan bahwa Allah ada." Dengan percakapan semacam ini, Anda menyelainatkan pendengar Anda dari ruang lingkup psikologis yang tidak ada akhirnya ke dalam ruang lingkup roh manusia.

MENUNJUKAN ROH MANUSIA DENGAN MENGGUNAKAN CONTOH YANG BERBEDA-BEDA

Kita harus belajar berbicara tentang roh manusia dengan berbagai cara, dengan menggunakan contoh yang berbeda-beda. Misalnya Anda melakukan suatu kesalahan. Tidak ada seorang pun yang tahu., tetapi di dalain Anda ada semacam tuduhan. Ini bukan perkara psikologis, tetapi perkara fungsi hati nurani dalam roh manusia. Pada siang hari di tengah- tengah umum, orang ateis akan berkata Allah tidak ada; tetapi ketika ia sandirian di malain hari, ada sesuatu. dalain batin mereka - roh mereka - yang memastikan bahwa Allah ada. Seseorang mungkin sangat kaya dalam benda materi dan menikmati segala macam hiburan, tetapi tetap merasa tidak puas. Tubuh mungkin meraaa puas, bagian psikologis mungkin merasa puas, tetapi masih ada bagian yang tidak merasa puas. Bagian yang tidak merasa puas ini adalah roh manusia.

Roh adalah organ kita untuk berkontak dengan Allah. Kita memiliki lima indera untuk mengenal warna, mencium, mendengar, merasa dan meraba. Mata adalah untuk melihat benda-benda separti warna. Jika Anda kehilangan penglihatan Anda, Anda tidak dapat menggunakan telinga Anda untuk mendengar wnrna. Sama halnya, jika Anda kehilangan indera penciuman, Anda tidak dapat menggunakan mata Anda untuk melihat bau busuk.

Roh kita adalah organ untuk mengenal, merasa, dan mengontak Allah. Kita tidak dapat melihat atau mengenal Allah di dalam pikiran kita. Sama seperti telinga kita tidak dapat mendengar warna, pikiran kita pun tidak dapat mengenal Allah. Kita harus menggunakan mata kita untuk mengenal warna; demikian juga kita harus menggunakan roh kita untuk berkontak dengan Allah. Dalam diskusi yang menggunakan butir-butir tersebut di atas, sangat baik jika kita menyuntikkan satu ayat Alkitab seperti Yohanes 4:24.

MENUNJUKAN GEREJA KEPADA SASARAN INJIL

Perkara gereja bisa jadi timbul setelah Anda mengunjungi orang selama beberapa minggu. Ketika perkara ini disinggung pertama kali, mungkin tidak ada waktu yang cukup untuk membahasnya dengan tuntas, tetapi tetap baik memberikan beberapa suntikan atau ayat mengenai gereja. Anda bisa berkata, "Gereja disusun dengan Kristus sebagai hayat. Menurut Efesus 1:22-23, gereja berasal dari Kristus. Kristus adalah unsur dan realitas gereja." Ini mungkin cukup, khususnya jika dia adalah orang Kristen dan Anda bermaksud mengunjunginya minggu depan.

Pada kunjungan Anda berikutnya, Anda harus segera kembali kepada pokok pembicaraan mengenai gereja, dan tidak membuang waktu sedikit pun. Setelah Anda dengan singkat mengingatkan perkara mengenai gereja yang pernah dia ajukan untuk persekutuan Anda, Anda harus menunggu dia mengatakan sesuatu. Kalau tidak, Anda tidak akan tahu posisinya. Dengan memberinya kesempatan berbicara, Anda dapat mengetahui bahwa dia adalah orang yang belum. pernah beroleh selamat, yaitu dia adalah orang Kristen "KTP" saja. Kemudian Anda bisa mengatakan, "Hari ini, di dalam kekristenan ada dua macara orang Kristen, yaitu yang sejati dan yang "KTP" saja." Lalu Anda harus berbicara kepadanya tentang keselamatan, sambil membantunya menyadari bahwa dia belum menjadi orang Kristen sejati. Ini bisa menyita seluruh waktu Anda, maka Anda harus membuat perjanjian untuk bertemu kembali minggu depan. Mungkin Anda perlu waktu empat sampai lima minggu untuk dapat membahas perkara gereja, tergantung pada cara Anda menghadapi orang semacam ini.