← Daftar isi Pandangan Menyeluruh dari Jalan yang Ditetapkan Allah Prinsip-prinsip Dasar · bab 15/31

SIDANG KELUARGA UNTUK BUAH YANG TETAP

Ayat Alkitab :

Yohanes 15:16; 21:15; Kis. 5:42; 20:20; 1 Tes. 2:7; 1 Ptr. 2:2

Kita telah melihat bahwa langkah pertama dari jalan yang ditetapkan Allah ialah menginjil dengan mengunjungi orang di rumahnya. Langkah kedua dari jalan yang ditetapkan Allah ialah mengadakan sidang keluarga bersama orang beriman baru di rumah mereka. Dalam Kisah Para Rasul 5:42 dan 20:20, istilah "di rumah-rumah" mengacu kepada sidang keluarga. Kita harus mempunyai sidang keluarga yang tepat, supaya buah kita tetap.

FIRMAN, ROH, BERNYANYI, DAN BERDOA

Ada empat unsur yang menyusun suatu sidang : firman Allah, roh pembauran - roh kita berbaur dengan Roh Allah, bernyanyi, dan berdoa. Ini semua seperti empat kaki dari sebuah meja. Jika salah satu kaki meja hilang, meja tidak dapat berdiri tegak. Firman, roh, nyanyian, dan doa kita adalah empat "kaki" yang menopang sidang. Tanpa keempat unsur ini, suatu sidang akan rebah seperti daun meja yang tergeletak di atas lantai tanpa ada yang menopang. Akan tetapi, semakin kita memiliki firman yang hidup, semakin kita melatih roh dan semakin kita menyanyi dan berdoa, sidang akan semakin kuat dan terbangun.

Di dalam sidang, banyak di antara kita yang melakukan formalitas, tidak benar-benar hidup. Nyanyian dan bahkan seruan kita sering menjadi formalitas agamawi. Namun, semakin kita melatih roh untuk berbicara, bernyanyi, dan berdoa dengan bebas dan tidak terikat, sidang itu akan semakin baik dan hidup. Akan tetapi jika kita datang dan duduk diam, sidang itu akan mati. Kadang-kadang suatu sidang Kristen bisa menjadi seperti kuburan, begitu sunyi dan teratur, namun mati. Sidang semacam itu adalah hal yang memalukan Tuhan.

Duduk dalam kesunyian akan mematikan sidang dan merupakan hal yang memalukan bagi Allah yang kita layani. Dalam 1 Korintus 12:2 Paulus menunjukkan bahwa berhalaberhala yang bisu membuat mereka yang menyembahnyajuga bisu. Akan tetapi, Allah yang hidup membuat orang-orang yang menyembah-Nya berbicara oleh Roh-Nya (ayat 3). Orang-orang yang beribadah kepada Allah seharusnya tidak diam, tetapi mengucapkan kata-kata "Tuhan Yesus!" dalam Roh Allah. Setiap kali kita datang bersidang, kita harus membicarakan sesuatu. Bernyanyi, berdoa, berseru "Haleluya!", atau membicarakan firman melalui membaca Alkitab atau menghafal ayat-ayat Alkitab, semua ini adalah berbagai pembicaraan yang tepat bagi sidang. Semakin kita memiliki empat unsur ini - firman, roh, nyanyian, dan doa - sidang kita akan semakin kaya.

SECARA NORMAL DAN WAJAR

HIDUP DI DALAM ROH

Ketika kita mengunjungi orang yang baru kita baptis, kita tidak seharusnya pergi dengan cara pelaksanaan, kebiasaan, tradisi agamis yang biasa kita miliki. Sebelum kita mengunjungi orang, kita boleh membuat suatu rencana dan memakai sejangka waktu untuk berdoa. Namun, ini bahkan dapat menj adi bagian dari "agama" kita. Kita mudah menjadikan berbagai cara sebagai pelaksanaan agamis.

Kita semua harus belajar melupakan agama dan belajar hidup dalam roh. Demikian, kita akan sangat normal, bahkan sangat hidup. Kita mungkin begitu pulang bekerja, setengah jam kemudian sudah harus bertemu dengan seorang yang bara percaya; kita tidak sempat berdoa sesuai dengan waktu yang telah kita tetapkan, bahkan tidak memiliki waktu untuk makan, sehingga roti sandwidi yang mungkin kita makan di tengah jalan. Pada saat kita pergi sambil makan, kita dapat berdoa, menyeru nama Tuhan, dan berkidung. Kita dapat pergi dengan sangat wajar, karena kita adalah orang yang hidup di dalam roh.

Begitu tiba di rumah orang baru itu, Anda boleh mengetuk pintu sambil mulai menyanyi. Anda harus menyanyikan lagu, atau bagian lagu (koor) yang Anda nyanyikan bersama mereka pada kunjungan yang lalu ketika mereka dibaptis. Mereka telah mengenal nadanya dan sebelum membuka pintu, mereka sudah tahu siapa yang mengetuk. Jika mereka memiliki seorang anak, anak itu mungkin bergabung dalam nyanyian Anda. Anda bemyanyi di luar dan anaknya yang kecil bernyanyi di dalam. Dengan demikian sidang telah dimulai bahkan sebelum pintu rumah dibuka.

Begitu Anda masuk ke dalam rumah, Anda harus sangat hidup dan wajar. Selain duduk di sofa, Anda dapat duduk di karpet dan berbicara dengan anak kecil itu. Lalu setelah berbicara sebentar Anda boleh berdiri. Melakukan demikian menunjukkan bahwa Anda sangat wajar, sangat manusiawi, dan sangat normal. Sedikit pun tidak ada bayangan agama, tidak ada model seorang pengkhotbah. Jika Anda belajar demikian melaksanakannya, Anda telah berhasil separuh. Seisi keluarga akan dipersiapkan untuk menerima perkataan Anda, karena mereka menghargai Anda sebagai seorang sahabat. Dengan bertindak secara normal, Anda dapat menjadikan diri Anda sahabat mereka dalam waktu singkat. Mereka akan mengasihi Anda, merasa bahwa Anda mudah didekati.

Anda juga harus kaya dalam firman dan tidak asing dengan kidung dan nyanyian. Jika ibu dalam keluarga tersebut sedang kesal karena sesuatu, Anda boleh menyanyikan koor kidung no. 521

Bergirang! Bergirang! ‘Tiasa bergirang,

Untung malang, nyanyi dengan riang;

Keluh hilang, maut pun tertelan,

Mari, marilah bergirang!

Tidak peduli bagaimana situasi dan suasana, Anda harus dapat membicarakan perkataan yang tepat atau dan menyanyikan lagu yang tepat, sehingga sidang dapat dimulai dalam keadaan yang hidup. Sidang keluarga semacam ini janganlah agamis dan formalitas, tetapi harus sangat wajar.

Pada saat ini, anak kecil itu mungkin menyela Anda untuk menunjukkan bahwa dia memiliki Alkitab kecil. Ini adalah kesempatan baik. Dengan berbicara tentang Alkitab kepada anak kecil itu, Anda dapat menyajikan sebuah ayat yang tepat untuk seluruh keluarga. Anda dapat membuka kitab Kisah Para Rasul 16:31 - "Percayalah kepada Tuhan Yesus Kristus dan engkau akan selamat, engkau dan seisi rumahmu" - dan menyuruh anak kecil itu membacanya. Setelah dia membacanya Anda dapat bertanya kepadanya apa yang dikatakan dalam ayat tersebut. Berdasarkan ayat ini, Anda boleh bertanya kepadanya, "Sudahkah Anda percaya kepada Tuhan? Sudahkah Anda beroleh selamat?" Pembicaraan semacam. ini akan memalingkan ibunya dari rasa khawatir atau perasaan yang kesal kepada sukacita dan kegembiraan terhadap keselamatan anaknya. Kemudian Anda boleh juga, kembali kepada yang lain untuk membantu mereka memahami bahwa begitu mereka percaya kepada Tuhan Yesus, mereka telah beroleh selamat. Dengan demikian Anda dapat membahas satu butir yang jelas (jaminan keselamatan Allah) dengan orang yang baru beroleh selamat ini. Inilah jalan untuk mengadakan sidang keluarga.

Kita semua harus berlatih untuk tidak agamis dan formal dalam penampilan, sikap, dan pembicaraan. Ketika mengunjungi orang, kita harus menghindari cara seperti pengkhotbah yang datang untuk berkhotbah kepada orang. Baru-baru ini ada sepasang suami istri dari gereja berkunjung ke rumah pasangan yang lain. Kedua pasangan ini memiliki keadaan yang sama, yaitu suami mereka adalah orang Jepang sedangkan para istri adalah orang China. Pasangan dari gerej a ini telah diberi tahu bahwa pasangan itu tidak tertarik kepada Injil, karena itu mereka sebelumnya telah memutuskan untuk tidak membicarakan Injil. Meskipun mereka berdoa di dalam. mobil ketika dalam perjalanan, mereka tidak membawa Alkitab atau kidung sewaktu berkunjung. Karena latar belakang pernikahan mereka yang sama, mereka dapat berbincang-bincang dengan spontan, bertanya kapan mereka menikah, kapan mereka tiba di Amerika Serikat, dan apakah mereka telah memiliki banyak teman. Pasangan dari gereja ini memberi tahu mereka bahwa mereka sendiri juga baru datang ke Amerika Serikat, dan bila mereka memerlukan bantuan, pasangan dari gereja ini dengan senang akan membantu mereka. Pasangan yang mereka kunjungi berkata bahwa mereka tidak memiliki mobil sehingga sulit jika ingin berbelanja, dan suaminya berkata bahwa dia belum banyak memiliki teman. Saudara yang meng-unjungi berkata kepadanya, jika ada kesempatan, mereka akan datang berkunjung. Suami-suami berbicara bahasa Jepang, sedangkan istri-istri berbicara bahasa Mandarin. Pembicaraan semacam, ini sangatlah alami, menyenangkan, dan membuat pasangan tersebut membuka hati kepada saudara dan saudari ini, memperbincangkan keperluan-keperluan dan kekhawatiran mereka. Akhirnya, sang istri terbuka kepada saudari itu dan menunjukkan bahwa mereka sama sekali tidak menolak Tuhan Yesus dan mereka akan mengizinkan saudara dan saudari itu berbicara tentang Injil.

Mereka meninggalkan pasangan itu dengan suasana yang penuh sukacita; mereka telah mempersiapkan jalan untuk mendapatkan orang- orang baru bagi Tuhan. Ini bukanlah cara seorang pengkhotbah agamis yang memaksa orang lain untuk menerima sesuatu. Pembicaraannya pun spontan dalam segala hal, dan mengarah ke butir yang sangat positif tentang Injil. Sang istri sendiri terbuka dan berkata bahwa mereka tidak menolak Tuhan Yesus. Sekarang pasangan itu ingin menerima saudara dan saudari ini dan mendengar apa pun yang akan mereka katakan. Saya percaya bahwa pada kesempatan lain mereka datang berkunjung, sesuatu akan terjadi; karena hati mereka telah terbuka dan roh mereka telah dipersiapkan. Inilah cara yang bijaksana untuk berbicara tentang Injil kepada orang.

Kita sering merasa ingin sekali mendapatkan orang dan bertindak terlalu jauh dan cepat; sehingga akhirnya, kita menyinggung perasaan orang dan tidak mendapatkan apa-apa. Itulah yang membuat pintu tertutup, dan akan sangat sulit untuk kembali berkunjung. Banyak orang yang tidak menyukai pengkhotbah; banyak orang yang terpelajar, yang berpikiran aktif, tidak menyukai agama. Kita harus menjadi laki-laki dan perempuan yang biasa. Bahkan cara kita berpakaian juga harus biasa, sehingga tidak menarik perhatian orang. Kita harus mengunjungi orang lain sebagai orang biasa, tanpa sesuatu yang khusus di luaran.

Merupakan kedaulatan Tuhan sehingga saudara dan saudari ini dapat mengunjungi pasangan sedemikian : masing-masing suami orang Jepang dan masing-masing istri orang China. Akan tetapi kita harus tahu bagaimana memanfaatkan situasi semacam itu secara alami dan normal. Setelah itu, kita akan mempersiapkan jalan dengan membuka hati orang dan mempersiapkan roh mereka untuk menerima apa yang kita bicarakan pada kesempatan berikutnya. Dalam melaksanakan sidang keluarga, kita tidak seharusnya berharap melakukan pekerjaan dengan cepat, sebaliknya kita harus melakukannya perlahan-lahan. Inilah cara yang bijaksana dan efektif

MEMEGANG KESEMPATAN

UNTUK MENYALURKAN FIRMAN TUHAN

Kita harus belajar memegang kesempatan untuk menyuplaikan perkataan Alkitab. Tidak peduli betapa tindakan Anda sangat alami dan wajar, Anda harus memegang kesempatan untuk menyuplaikan perkataan Alkitab. Dalam berbincang-bincang dengan sang istri, saudari itu seolah-olah tidak menyuplaikan sesuatu tentang firman Tuhan. Namun perempuan itu menanggapi dengan mengatakan kepada saudari itu bahwa dia tidak menolak Tuhan Yesus. Selain itu, dia juga siap menerima apa yang akan saudari itu katakan kepadanya. Melalui dua butir ini, kita dapat melihat bahwa perempuan ini telah menerima sesuatu. Adalah bijaksana untuk tidak melangkah terlalu jauh pada saat itu. Bagaimana pun, dalam segala keadaan kita harus memegang kesempatan untuk menyuplaikan firman Tuhan kepada orang-orang yang kita kunjungi. Kita jangan terburu-buru, namun juga jangan memboroskan waktu. Kita harus menyuplaikan finnan Alkitab tentang Kristus, Allah, dan keselamatan Allah. Di satu pihak, kita harus wajar, biasa, manusiawi, tidak memberi kesan bahwa kita sedang memaksakan sesuatu. Di pihak lain, kita harus belajar dengan terampil memegang kesempatan mengutarakan sesuatu tentang firman, sekalipun itu hanya beberapa menit. yang terbaik ialah menggunakan ayat dari Alkitab. Kita harus menyalurkan ayat ini ke dalam orang-orang yang kita kunjungi untuk mencapai tujuan utama kita.

Jika kita berbeban membantu orang-orang tersebut untuk mengetahui bahwa dosa-dosa mereka telah diampuni, kita harus menunggu waktu yang tepat dan kemudian membaca beberapa ayat dari Alkitab mengenai pengampunan Allah. Selanjutnya kita dapat menyuplaikan ayat-ayat itu kepada mereka. Ini tidaklah mudah, karena itu kita semua harus belajar melalui pelaksanaan. Kita harus memegang kesempatan yang tepat, menyuplaikan firman yang tepat, dan menyuplaikannya dengan singkat tetapi membuat mereka memiliki kesan yang mendalam.

Memilih satu ayat yang tepat mengenai pengampunan Allah tidaklah sulit, tetapi untuk menerapkan ayat semacam ini secara tepat memerlukan keterampilan. Kisah Para Rasul 10:43 berkata, "Tentang Dialah semua nabi bersaksi bahwa siapa saja yang percaya kepada-Nya, akan mendapat pengampunan dosa melalui nama-Nya." Untuk menerapkan ayat ini, pertama-tama Anda dapat meminta orang baru itu membacanya. Ketika dia membaca sampai pada perkataan "siapa saja yang percaya kepada-Nya," Anda harus bertanya kepadanya, "siapa saja yang bagaimana?" Biarkan dia menjawab, "yang percaya kepada-Nya." Setelah itu Anda dapat segera bertanya, "Sudahkah Anda percaya?" Dia mungkin menjawab, "Ya, aku percaya kemarin malam." Suruhlah dia melanjutkan membaca : "yang percaya kepada-Nya." Tanyailah dia kata demi kata, "Sudahkah Anda percaya kepada-Nya? "Nya" di sini mengacu kepada Kristus Juruselamat. Sudahkah Anda percaya kepada-Nya?" Dia pasti akan menjawab, "Ya, aku telah percaya kepada-Nya." Anda boleh bertanya, "Lalu, apa yang akan terjadi?" Dia akan meneruskan, "yang percaya kepada-Nya akan mendapat pengampunan dosa." Anda bertanya, "Mendapat apa?"Dia akan menjawab, "Mendapat pengampunan dosa." Anda bertanya, "pengampunan apa?" Dia akan menjawab, "Pengampunan dosa." Saat dia membaca, Anda dapat mengikuti pembacaannya dengan bertanya kata demi kata. Kemudian Anda dapat memintanya untuk membaca seluruh ayat. Ini akan membuatnya berkesan terhadap perkataan yang hidup dalam Alkitab. Setelah menerapkan ayat ini, Anda boleh bertanya kepadanya, "Bagaimana dosa Anda sekarang?" Dia mungkin menjawab, "Dosaku telah diampuni semua."Anda bertanya,"Bagaimana Anda tahu?"Dia akan membeii tahu Anda, bahwa ayat ini mengatakan demikian.

Hanya membacakan kepada orang-orang baru tidak akan berhasil dengan baik. Kita harus mengembangkan keterampilan sehingga kita dapat menyalurkan ayat-ayat ke dalam mereka. Ini bagaikan memaku sepotong kayu. Anda harus memakunya dengan tepat. Jika tidak, kayu itu akan lepas. Kita harus mengembangkan keterampilan untuk menyalurkan satu ayat ke dalam seseorang dengan sempurna dan lengkap. Ini akan menawan orang- orang baru, dan mereka tidak akan pernah bisa melepaskan diri, karena ayat itu. ada di dalam mereka. Inilah sebabnya saya terus mengulangi pemberitaan saya. Ketika saya membicarakan sesuatu, saya berulang-ulang membicarakannya guna memberi kesan kepada orang yang mendengar, supaya mereka tidak bisa melupakannya. Saya sering membicarakan suatu hal dari berbagai sudut pandang yang berbeda.

Jangan mengira bahwa pergi ke rumah orang dan mengadakan sidang keluarga dengan mereka adalah hal yang mudah. Pertama-tama kita harus belajar wajar, alami; kedua. kita harus belajar memegang kesempatan untuk menyuplaikan firman Tuhan ke dalam orang-orang yang kita kontaki.

Baru-baru ini sebuah tim Injil mengunjungi sepasang suami istri pada suatu Sabtu malam. Pada hari berikutnya pasangan itu menghadiri sidang pemecahan roti. Selama sidang itu sang suami sangat terjamah oleh Tuhan, dan dia dibaptis setelah sidang. Kemudian pada hari Selasa malam, tim ini mengunjungi pasangan ini. Pada kunjungan pertama, salah seorang saudara memberi sang suami sebuah kidung dan sebuah buku yang digunakan untuk penyegaran pagi. Ketika mereka tiba, mereka menyadari bahwa rumah ini telah dipersiapkan bagi mereka, dan dua buku itu telah ada di atas meja. Setelah itu saudara yang baru ini mengambil buku-buku itu dan bergabung dengan mereka, sehingga mereka merasa harus menyanyikan sebuah lagu dari kidung untuk membantunya lebih mengenal Kristus. Setelah menyanyikan kidung, mereka merasa bahwa dia memerlukan sesuatu, karena dia tidak begitu bebas. Mereka memberitahu dia bahwa ada sesuatu yang dapat membuatnya benar-benar bebas. Mereka mempersekutukan bahwa sebagai seorang Kristen, kita memiliki dua harta yang berlimpah; di dalam, kita memiliki Roh Allah yang berdiam di dalam roh kita, dan di luar, kita memiliki Alkitab, firman Allah, yang adalah kebenaran (Yoh. 17:17). Saat kita merasa terikat, kita harus masuk ke dalam firman dengan menggunakan roh kita untuk menjamah firman, dan kebenaran akan membuat kita bebas. Hari ini Tuhan adalah Roh, dan Dia diam. di dalam roh kita. Di mana ada Roh Tuhan, di situ ada kemerdekaan (2 Kor. 3:17). Melalui mempersekutukan hal-hal ini, mereka mendorong dia untuk menggunakan rohnya menyeru nama Tuhan ketika bangun pagi untuk melakukan penyegaran pagi. Dia berkata kepada saudara-saudara bahwa dia telah membaca hampir setengah dari buku penyegaran pagi, dan pada saat mau pulang, dia berdiri dan berdoa dengan mereka dengan cara yang baik. Hanya dalam waktu tiga puluh menit mereka menggunakan firman untuk menunjukkan kepadanya ayatayat yang berkata, "kebenaran itu akan memerdekakan kamu" (Yoh. 8:32) dan "Tuhan adalah Roh" (2 Kor. 3:17), dan mereka telah mendorong dia untuk melatih rohnya bersama mereka. Sidang berakhir dengan suasana yang nyaman, dan dia ingin datang ke sidang kelompok kecil pada hari Jumat berikutnya dan sidang pemecahan roti pada hari Tuhan.

Mereka melakukan suatu pekerj aan yang baik selama kirakira tiga puluh menit. Ketika mereka masuk ke rumah orang baru ini dan melihat bahwa dia telah mengeluarkan kidung dan buku lain dari ayat-ayat penyegaran pagi, mereka sadar bahwa orang ini telah siap menerima sesuatu. Mereka tidak perlu melakukan. sesuatu untuk mempersiapkan dia, tetapi langsung menuju pada sasaran. Mereka datang ke rumah orang baru ini tidak menurut suatu persiapan apa pun, melainkan menurut keadaan yang sebenarnya.

Kita semua harus belajar untuk tidak formal, resmi, dan agamis, namun harus pergi, melihat bagaimana keadaannya, dan setelah itu bertindak menurut keadaan. Saudara-saudara ini tidak memilih suatu topik sebelumnya. Mereka hanya melihat situasi. Orang baru itu mengeluarkan kidung dan. sesuatu yang berhubungan dengan Alkitab, yang menunjukkan bahwa dia sangat senang dengan dua pemberian itu. Demikianlah salah seorang saudara memegang kesempatan untuk membicarakan sesuatu. Sangatlah bijaksana berbicara kepadanya berdasarkan pemberian itu sehingga dia merasa senang.

Jika saudara-saudara telah memilih topik sebelumnya, mereka mungkin menyajikan pembicaraan. mereka yang telah dipersiapkan tanpa memperhatikan keadaan. Pembicaraan semacam ini tidak akan begitu berhasil, tidak begitu positif Adalah baik saudara-saudara itu tidak melakukan hal ini; mereka melangkah menurut apa yang disukai atau tidak disukai oleh orang baru ini. Ini sungguh bijaksana dan fleksibel, membuat pembicaraan mereka sangat efektif

DIPERLENGKAPI DENGAN PENGENALAN

KEBENARAN DAN PENGALAMAN HAYAT

Menempuh jalan ini tidaklah mudah, karena ini menuntut kita untuk diperlengkapi secara memadai dengan pengenalan kebenaran dan pengalaman hayat. Kita harus berpengalaman dan berpengetahuan, sehingga kita mampu menangani setiap keadaan. Kitajuga harus belajar sangat peka dan berhati-hati untuk mengetahui perasaan. dan kedambaan orang. Kita harus mengetahui apa yang ada di dalam orang yang menjadi sasaran bicara kita. Ini memerlukan banyak pengalaman. Saya tahu bahwa ketika beberapa orang saleh muda berjanji untuk mengunjungi seseorang, mereka sangat menggebu-gebu. Sepanjang hari mereka berdoa tentangjanji kunjungan ini dan mereka juga membaca beberapa berita atau buku-buku mengenai cara berbicara dengan orang. Melalui semua hal itu mereka memiliki banyak persiapan, namun itu tidak sama dengan diperlengkapi. Hal itu adalah semacam persiapan sementara yang mungkin malah mematikan sidang keluarga.

Anda semua harus diperlengkapi, tidak hanya denganjerih lelah selama sehari, namun dengan jerih lelah selama 2 tahun lebih. Anda harus memperlengkapi diri dalam pengenalan kebenaran dan dalam pengalaman hayat. Setelah itu Anda akan menjadi kaya, dan juga akan mahir mengetahui perasaan dan keinginan orang. Anda harus banyak berdoa agar Roh Kudus menyertai Anda untuk membantu Anda mengetahui keadaan yang sebenarnya dari orang-orang baru. Kemudian ketika Anda pergi, Anda dapat membicarakan sesuatu dengan kaya menurut keadaan dan keperluan. nyata dari orang-orang yang kita kontaki.

PERLU BERLATIH

Kita semua harus belajar mengenai dua hal : menjadi normal dan alami, dan memegang kesempatan untuk menyalurkan firman Tuhan. Cara terbaik untuk belajar ialah empat atau lima orang bersama-sama saling berlatih. Anda dapat memperagakan bagaimana memulai suatu sidang keluarga dan. bagaimana berbicara dengan orang menurut keadaan yang berbeda-beda. Ini akan membantu Anda. Saya percaya bahwa sebagian besar dari kalian memiliki cukup pengalaman untuk pergi ke sidang keluarga. Akan tetapi, kalian tidak tahu bagaimana membawakan. diri kalian. Beberapa orang muda, terutama para saudari, sangat canggung ketika mereka datang ke sidang keluarga. Mereka tidak tahu harus bagaimana berdiri, duduk, atau bahkan meletakkan tangan mereka. Mereka seolah-olah takut segalanya. Karena itu, mereka harus berlatih. Pada tahun 1927, yakni lebih dari 62 tahun yang lalu, saya nampak bahwa saya harus berbicara bagi Kristus sepanjang hidup saya. Saya tidak belajar di seminari atau sekolah Alkitab, dan saya tidak diajar oleh orang bagaimana berbicara. Perusahaan tempat saya bekeija pada saat itu dekat pantai. Setelah makan siang, kami memiliki waktu sekitar satu jam dan saya pergi ke bukit kecil dekat laut itu untuk belajar berbicara. Inilah cara saya belajar berbicara. Ketika sore hari saya pulang ke rumah, saya berdiri di depan sebuah cermin panjang di mana saya dapat melihat seluruh tubuh saya, dan saya berlatih dalam hal gerak dan bicara. Ini membantu saya. Saya menyarankan Anda semua untuk melatih hal-hal yang telah saya persekutukan dengan Anda. Jangan menunggu sampai Anda berkunjung ke suatu rumah. Jika Anda tidak pernah berlatih, Anda tidak akan tahu apa yang harus dilakukan ketika berkunjung ke suatu rumah. Latihlah hal-hal ini dan Anda akan mampu mengadakan sidang keluarga yang tepat, sehingga buah Anda akan tetap.

Satu Petrus 2:2 mengatakan bahwa bayi-bayi baru sangat menginginkan air susu firman. Bayi-bayi baru tidak tahu cara minum, namun kita harus memberi mereka minum. Tanpa rawatan ibunya, tidak ada bayi yang dapat minum susu. Kita harus pergi ke rumah orang-orang yang baru bukan hanya untuk memberi mereka susu, tetapi juga untuk mengajar mereka cara minum. Kemudian mereka akan bertumbuh melalui perawatan kita. Kita harus pergi kepada orang-orang baru karena mereka tidak tahu apa yang harus dilakukan. Setelah itu kita harus mengajar dan memberi tahu mereka banyak hal tentang kehidupan rohani. Empat hal pertama yang harus kita beri tahukan ialah membaca Alkitab, berdoa kepada Tuhan sebagai Roh itu, bermunajat pagi, dan bersidang. Untuk melakukan hal ini perlu banyak belajar dan keterampilan.

Ketika menginjil, Anda mungkin menemui orang yang sangat terpelajar dan banyak berpikir. Orang itu mungkin berkata bahwa dirinya bukanlah orang yang jahat, bahwa ia memiliki hidup pernikahan. yang baik, dan. ia sedang berusaha menernpuh hidup yang baik. Baginya segala sesuatu kelihatannya baik dan lancar. Ketika Anda memperkenalkan Injil kepadanya, ia mungkin bertanya, bagaimana orang bisa sungguh-sungguh tahu bahwa Yesus Kristus bangkit dari antara orang mati. Karena pertanyaan ini menyangkut perkara yang sangat besar, percakapan Anda dengannya harus sedikit lebih lama, pelan, dan tuntas.