← Daftar isi Pandangan Menyeluruh dari Jalan yang Ditetapkan Allah Prinsip-prinsip Dasar · bab 14/31

MENGHADAPI BERBAGAI KASUS DALAM PENGINJILAN

Kita harus belajar menghadapi berbagai kasus atau situasi dalam penginjilan. Penginjilan kita tidak seharusnya terlalu beda dengan pernbicaraan umum kita. Bahkan ketika kita mengajar Alkitab, hal itu haruslah sebagai dialog riil dengan pendengar kita.

Kita tidak seharusnya menggunakan contoh-contoh atau ayat-ayat Alkitab yang tidak sesuai untuk menjawab pertanyaan. Seorang saudara sedang bercakap-cakap dengan seseorang yang menunjukkan bahwa ia marah kepada Allah. Reaksi yang tidak sesuai terhadap orang ini akan membangkitkan lebih banyak pertanyaan dan menimbulkan banyak masalah. Lebih baik berkata, "Anda mungkin marah kepada Allah, tetapi Allah tidak pernah marah kepada Anda. Allah mengasihi Anda. Tak peduli berapa lama Anda marah kepadaNya, Dia tetap mengasihi Anda." Inilah Injil. Ini mungkin bukan pengajaran Alkitab, tetapi perkataan seperti ini akan menjamah hatinya. Dengan spontan dia akan berkata, "Lalu apa yang harus kulakukan?" Beritahukan kepadanya, "Anda tidak perlu melakukan apa pun; Allah sedang mengerjakan segala sesuatu bagi Anda. Dia sekarang ada di sini, dan sedang menunggu Anda menerima apa yang telah Dia lakukan bagi Anda." Lalu dia akan mengatakan, "Hal-hal apa yang telah Dia lakukan bagiku?" Beritahukan kepadanya, "Pertama-tama Dia datang menjadi manusia, dan Dia mati di atas salib bagi dosa-dosa Anda. Bukankah ini ajaib?" Kemudian dia mungkin berkata, "Apa yang harus kulakukan?" Pada saat ini Anda boleh mendorongnya dengan sederhana berbicara kepada Allah, "Allah yang terkasih, syukur kepada-Mu. Dulu aku marah kepadaMu, tetapi sekarang aku baru sadar bahwa Engkau tidak pernah marah kepadaku dan bahwa Engkau datang menjadi manusia dan mati di atas salib bagi dosa-dosaku."

Jika dia sulit berdoa sendiri, Anda boleh membimbingnya dengan memintanya mengikuti Anda berdoa. Bantulah dia menempuh beberapa langkah pertama. Inilah penginjilan yang tepat. Ada orang yang tidak percaya bahwa manusia dapat diselamatkan dalam waktu hanya beberapa menit saja, tetapi ini semua tergantung pada bagaimana Anda menyajikan Injil. Dalam situasi ini Amda membimbingnya berdoa dan dia memanjatkan doa yang tulus kepada Allah. Allah sungguh-sungguh kepada kita. Tuhan memberi tahu kita bahwa jika kita percaya kepada-Nya, menerima-Nya, Dia pasti akan memberi hidup kekal kepada kita (Yoh. 3:15-16).

TIDAK DIBATASI OLEH BENTUK AGAMA

Tanpa sadar kita telah dibentuk oleh agama ke dalam suatu corak tertentu. Kita tidak menyadari betapa bentuk ini telah mengekang dan membatasi kita untuk menyalurkan Kristus kepada orang lain. Seorang saudara bersaksi bahwa dia merasa kaget menghadapi reaksi seseorang kepadanya. Orang itu berkata, "Semua yang kalian lakukan hanya berbicara. Aku adalah orang yang bertindak. Anda membuang waktu saja denganku. Anda seharusnya pergi kepada orang-orang miskin, orang-orang yang sedang membutuhkan. Jika Anda ingin membantu seseorang, ajaklah aku, maka aku akan pergi bersama Anda dan bekerja bersama Anda." Saudara itu tidak menduga mendapat jawaban demikian, karena. itu dia tidak tahu apa yang harus dikatakan.

Saya ingin mendorong saudara itu untuk segera menjawab, "Baik sekali! Mari kita pergi sekarang. Kita akan pergi bekerja. Kita akan ambil tindakan." Ini adalah tanggapan terhadap pemikiran orang yang akan kita kunjungi. Belajarlah memiliki telinga bagi apa saja yang mungkin dikatakan oleh orang. Jika dia pergi bersama Anda untuk mengunjungi orang lain, Anda akan mempunyai banyak kesempatan untuk menyalurkan kekayaan Kristus kepadanya. Ini memberi Anda waktu untuk menginfusnya. Anda tidak seharusnya berdebat dengannya, tetapi pakailah cara ini untuk memperhatikannya secara riil.

BERBICARA KEPADA ORANG YANG MEMAKAI

SITUASI DUNU SEBAGAI ALASAN

Ada beberapa orang yang memakai situasi dunia saat ini sebagai alasan untuk menolak Tuhan Yesus. Mereka berpendapatjika memang ada Allah, mengapa Dia mengizinkan begitu banyak perkara terjadi. Mereka menyinggung masalah perang yang menimbulkan banyak korban. Alasan yang lain adalah bahwa Allah harus melakukan mujizat untuk menanggulangi semua masalah itu. Salah satu pertanyaan yang paling sering ditanyakan oleh orang-orang yang banyak pikiran adalah mengapa Allah mengizinkan berbagai perkara itu terjadi.

Kita dapat menjawab pertanyaan semacam ini dengan mengatakan, "Ya, Anda sungguh benar. Hampir semua orang yang banyak berpikir akan menanyakan pertanyaan yang sama. Terus terang aku tidak tahu bagaimana menjawab Anda. Pertanyaan ini terlalu besar. Jika aku dapat menjawab Anda, aku pasti adalah Allah. Dialah Allah. Allah itu misterius, dan kita tidak dapat mengerti segala sesuatu yang Dia lakukan. Tetapi satu hal kita tahu, yaitu di dalam Alkitab Dia memberi tahu kita, bahwa Dia ingin kita bertobat dan percaya kepadaNya. Sekarang, aku tidak tahu banyak, tetapi aku harus memberi tahu Anda, aku dengan tegas tahu bahwa aku harus bertobat, dan aku telah bertobat. Aku juga tahu bahwa aku harus percaya kepada Tuhan Yesus, dan aku telah percaya. Aku juga tahu Allah ingin Anda menerima keselamatan-Nya."

Pendekatan ini merangkurn semua masalah yang mungkin timbul ke dalam satu butir. Dengan jalan ini Anda menyelamatkan diri sendiri dari godaan jatuh ke masalah yang menyimpang. Anda mungkin berdebat dengannya tiga hari dan tiga malam tanpa hasil. Semakin berdebat, semakin banyak yang dapat dia katakan. Anda tidak seharusnya mengikutinya ke dalam hal-hal ini. Anda harus mengatakan sesuatu untuk membatasinya, dan membawanya kernbah kepada tujuan Anda mengunjunginya. Anda datang kepadanya untuk membawanya kepada Kristus.

Belajarlah tidak bertengkar atau berdebat dengan orang. Dalam menghadapi kasus ini, ayat yang bagus untuk membawa orang seperti itu kembali adalah Ulangan 29:29 yang berbunyi, "Hal-hal yang tersembunyi ialah bagi TUHAN, Allah kita, tetapi hal-hal yang dinyatakan ialah bagi kita dan bagi anak-anak kita sampai selama-lamanya, supaya kita melakukan segala perkataan hukum Taurat ini." Apa yang telah Allah wahyukan dalam Alkitab? Alkitab mewahyukan bahwa kita adalah orang dosa, kita harus bertobat dan percaya kepada Tuhan Yesus. Segera Anda dapat membawa orang ini kepada pokok pembicaraan yang sedang Anda bicarakan kepadanya. Namun, jika Anda terlalu banyak menggunakan Alkitab, Anda akan jatuh ke dalam pengajaran Alkitab dan bukannya berbincang-bincang dengan orang.

BERBICARA KEPADA ORANG YANG MIEMAKAI

AGAMA SEBAGAI ALASAN UNTUR MENOLAK INJIIL

Ada orang mungkin berkata bahwa dia tidak ingin percaya kepada Tuhan Yesus karena. dia telah dikecewakan oleh agama. Dia mungkin akan memaparkan semua hal buruk yang sedang terjadi dewasa ini di dalam agama, seperti pengkhotbah-pengkhotbah yang menyesatkan orang dan mengambil uang mereka. Pada kasus seperti itu, lebih baik tidak mendiskusikan agama dengan orang itu, tetapi menunjukkan kepadanya bahwa di dalam alam semesta ini ada Allah yang begitu baik dan terang, juga ada Satan, si Iblis. Hari ini Allah sedang bekerj a, tetapi musuh-Nya, si Iblis, juga. sedang bekerja. Dalam Matius 13, Tuhan memberi tahu kita bahwa ketika Ia sedang bekerja, si Iblis juga sedang bekerja. Inilah sebabnya ada gandum, orang-orang yang baik, juga ada ilalang, orang-orang yang jahat. Bahkan di antara kedua belas murid-Nya, ada Yudas. Kemudian di dalam Perjanjian Baru, sejumlah orang Kristen tertipu dan tersesat. Akan tetapi, kita tidak dapat membuang sisi positif karena sisi negatifnya. Menolak gandum hanya karena banyaknya ilalang bukanlah perbuatan yang bijak. Inilah cara kita menghadapi kasus seperti itu.

MENJAWAB MENURUT MACAM ORANG

Ketika Anda sedang berbicara kepada seseorang, Anda dapat mengetahui orang macam apakah dia dari sikapnya atau dari nada bicaranya. Jika dia adalah orang yang sangat terpelajar atau cukup berpengetahuan tentang Alkitab, Anda harus memikirkan bagaimana melanjutkan percakapan dengannya. Jawaban Anda harus sesuai dengan tingkat pendidikannya dan banyaknya pengetahuan Alkitab yang dia miliki. Jika ia tidak begitu terpelajar dan tidak berpengetahuan Alkitab, Anda dapat menggunakan cara yang jelas dan sederhana dengannya. Ingatlah bahwa Anda tidak pernah boleh bertengkar atau berdebat. Jangan berkata "tidak" pada perkataan orang. Sebaliknya, gunakanlah apa yang diutarakan orang itu untuk memimpinnya.

MENGHADAPI HAL-HAL MENGENAI GEPEJA

Seandainya ada orang yang bertanya Anda pergi ke gereja apa. Ada yang mungkin menjawab bahwa kita tidak mempunyai nama tertentu, tetapi hanya bersidang menurut wilayah kota. Jawaban semacam ini mungkin tidak jelas dan membingungkannya. Cara terbaik untuk menjawab adalah menghindari segala macam keterlibatan. Pertanyaan semacam ini biasanya ditanyakan oleh orang Kristen. yang terbaik hanya memberi tahu dia bahwa kita bukan denominasi. Kita hanya bersidang dengan sederhana. Setelah Anda mengunjunginya beberapa kali, dan tampaknya dia adalah orang yang sungguh-sungguh menuntut kebenaran, Anda mungkin dapat membagikan lebih banyak kebenaran tentang gereja kepadanya.

MENGHADAPI MEREKA YANG MEMILIKI

PENGETAHUAN TERBATAS MENGENAI PERKARA ROHANI

Dengan mereka yang memiliki pengetahuan terbatas mengenai perkara rohani, selalu baik memusatkan pada fakta bahwa Allah itu riil. Perkataan seperti itu menenangkan segala macam keraguan dan pertanyaan. Sulit bagi siapa pun untuk mengatakan bahwa Allah tidak riil atau Allah tidak ada. Karena Allah itu riil, kita semua harus mempertimbangkan apa hubungan antara Allah yang demikian dengan kita. Percakapan semacam ini akan memimpin orang lain menyadari bahwa banyak hal dalam alam semesta yang jauh melampaui pengetahuan kita. Bahkan dokter medis harus mengakui bahwa ada banyak hal tentang tubuh manusia yang tidak mereka mengerti. Hal lain yang tidak dapat kita pahami sepenuhnya adalah listrik. Meskipun kita tidak mempunyai kemampuan untuk mengetahui semua ini, kita tahu. pasti bahwa Allah ada di sini. Dia memperhatikan kita, karena itu kita harus memperhatikan Dia.

KESELAMATAN TUHAN YANG LAPANG

Ada orang yang ditanya, apakah seorang kriminal jahat, yang telah melakukan segala macarn kejahatan dan dirasuki setan, dapat diselamatkan? Kasus semacam ini memberi kesempatan yang baik kepada kita untuk memberitakan kabar sukacita, yaitu Injil. Dalam Peijanjian Baru, dua orang penjahat disalib bersama-sarna dengan Tuhan Yesus. Ketika Tuhan Yesus di atas salib, salah satu dari penjahat itu diselamatkan olehNya. Ini tercatat dalam Lukas 23, dan ini adalah bukti yang kuat bahwa seorang kriminal dapat diselamatkan.

Mengenai kerasukan setan, kita harus belajar tidak terlalu berperasaan akan setan. Pemikiran seperti itu adalah penipuan si musuh. Orang Kristen harus mengabaikan setan-setan. Kemana pun kita pergi, setan-setan akan lari.

DIBEBASKAN DARI FORMALITAS

Belajarlah terlepas dari formalitas. Orang Kristen harus menjadi orang yang sering bernyanyi, memuji, dan bersukaria. Ketika kita tidak bersuka ria, pikiran kita akan melayang-layang. Jalan terbaik untuk mengembalikan pikiran-pikiran kita yang melayang-layang adalah dengan menyanyi. Demikian pikiran kita baru bisa berkonsentrasi, dan Tuhan akan mendapat pujian dan kemuliaan. Betapa muhanyajika kita datang ke semua sidang gereja dengan cara seperti itu.

Jika Anda meletakkan formalitas Anda ketika mengunjungi orang, Anda tidak akan pergi sebagai seorang pendeta, misionaris, atau seorang pelajar Alkitab. Sebahknya, kepergian Anda akan kelihatan wajar seperti manusia pada umumnya. Dengan cara ini, kepergian Anda akan begitu baik dan menyenangkan. Anda harus melupakan status Anda, jangan memikirkan harus bagaimana berperilaku. Hidup saja seperti apa adanya. Mengatur perilaku Anda secara luaran adalah kemunafikan. Jadilah seperti apa adanya Anda. Ketika Anda akan pergi mengetuk pintu, Anda harus bernyanyi dan bersukacita. Kidung No. 521 adalah lagu yang baik untuk dinyanyikan. Koor kidung ini berbunyi :

Bergirang! Bergirang! Tiasa bergirang,

Untung, malang, nyanyi dengan riang;

Ke1uh hilang, mautpun tertelan,

Mari, marilah bergirang!

Orang Kristen seharusnya menjadi makhluk yang hidup (Yeh. 1:5-25; Why. 4:6-8).