KEKUASAAN SALOMO (5)
Pembacaan Alkitab: 1Raj. 9—11
Kita, kaum beriman dalam Kristus, adalah orang yang paling besar dalam alam semesta. Kita sudah menerima Allah ke dalam kita, dan Allah masih terus menerus menggarapkan diri-Nya ke dalam susunan kita untuk menjadikan kita Allah dalam hayat dan sifat (tetapi bukan dalam ke-Allahan). Menurut Roma 5:17, kita menjadi raja dalam hayat yang kita terima. Kalau kita ingin menjadi pemenang hari ini, kita harus berdaulat dan menjadi raja di dalam hayat. Kalau tidak, kita akan kehilangan bagian yang terbaik dari kenikmatan terhadap Kristus, lagi pula, pada masa yang akan datang, kita akan diganjar oleh Tuhan. Kita semua harus matang segera dan secepatnya. Jika kita matang dalam zaman ini, kita akan meraja sebagai raja dalam hayat dalam zaman ini dan akan bersama meraja dengan Kristus dalam zaman yang akan datang untuk memerintah bangsa-bangsa. Kita perlu memperhatikan hal ini dalam pikiran seperti yang kita bahas apa yang diwahyukan dalam 1Raja-raja 9—11 berhubungan dengan kekuasaan Salomo.
XIII. PUNCAK TERTINGGI KEMULIAAN SALOMO DI ANTARA BANGSA-BANGSA
Satu Raja-raja 9 dan 10 memperlihatkan kepada kita puncak tertinggi kemuliaan Salomo di antara bangsa-bangsa.
A. Penerimaan Yehova atas Doa Salomo
Penerimaan Yehova atas doa Salomo dan janji Yehova untuk meneguhkan kerajaannya selama-lamanya (9:1-9). Di sini kita nampak bahwa inilah Allah yang membuat Salomo makmur.
B. Persekutuan Salomo dengan Hiram Didirikan dalam Saling Memberi Pemberian
Persekutuan Salomo dengan Hiram didirikan dalam saling memberi pemberian (ay. 10-14). Ini adalah penguatan dan bantuan yang besar dari sisi manusia. Maka, sebagai tambahan untuk penguatan sisi ilahi, ada penguatan pada sisi manusia.
C. Salomo Membangun Kota-kota Selanjutnya, Menarik Orang Kanaan, sebagai Rodi, dan Membuat Bangsa Israel menjadi Prajurit, Pegawai,
Pembesar, dan Panglima
Salomo membangun kota-kota selanjutnya, menarik orang Kanaan, sebagai rodi, dan membuat bangsa Israel menjadi prajurit, pegawai, pembesar, dan panglima (ay. 15-24).
D. Salomo Tiga Kali Setahun Mempersembahakan Korban Bakaran dan Korban Keselamatan
Salomo tiga kali setahun mempersembahakan korban bakaran dan korban keselamatan di atas mezbah yang dia bangun untuk Yehova dan membakar ukupan yang dipersembahkan di atas mezbah emas yang ada di hadapan Yehova. Maka dia menyelesaikan pembangunan bait itu (ay. 25).
Ada dua mezbah: mezbah tembaga di pelataran luar bait dan dan mezbah emas di dalam bait. Mezbah tembaga adalah untuk mempersembahkan korban persembahan; mezbah emas adalah untuk membakar ukupan. Wangi-wangian ukupan dibakar di mezbah emas, mezbah ukupan, melambangkan Kristus sebagai penerimaan kita oleh Allah. Membakar ukupan berdasarkan Kristus sebagi korban yang dipersembahkan di mezbah tembaga. Sedangkan mezbah tembaga adalah tempat untuk merampungkan penebusan Kristus, mezbah ukupan adalah tempat bagi penerimaan kita oleh Allah berdasarkan penebusan yang dirampungkan oleh Kristus pada mezbah tembaga.
E. Salomo Membangun suatu Armada Kapalnya
Salomo membangun suatu armada kapalnya dan kerjasama dengan Hiram (ay. 26-28).
F. Ratu Syeba Datang untuk Memberikan Hormat kepada Salomo
Ratu Syeba datang untuk memberikan hormat kepada Salomo dan mendengarkan perkataan-perkataan hikmatnya (10:1-10, 13).
G. Hamba-hamba Hiram Mengangkut Emas dari Ofir dan Membawa Sangat Banyak Kayu Cendana dan Batu Permata yang Mahal-mahal kepada Salomo
Hamba-hamba Hiram mengangkut emas dari Ofir dan membawa sangat banyak kayu cendana dan batu permata yang mahal-mahal kepada Salomo untuk menghiasi bait Allah dan istananya dan untuk membuat alat-alat musik (ay. 11-12).
H. Diperkaya dengan Atribut-atribut oleh Raja-raja Bangsa-bangsa dan Tarif atas Pedagang-pedagang dan Saudagar-saudagar
Salomo diperkaya dengan atribut-atribut oleh raja-raja bangsa-bangsa dan tarif atas pedagang-pedagang dan saudagar-saudagar, dengan yang Salomo membuat perisai kecil dan besar dari emas untuk diperlihatkan dan membuat takhta besar dari gading yang disalut emas untuk keagungannya dan peninggiannya, disimpan di gedung Hutan Libanon (satu tempat mewah). Dia juga membuat perak seperti timbunan batu-batu. Maka, dia mengungguli semua raja di bumi bukan saja dalam hikmat tetapi juga dalam kekayaan (ay. 14-25, 27).
I. Membangun Satu Pertahanan dari Kereta-kereta dan Pasukan Berkuda
Salomo, dengan kekayaannya yang berlimpah, membangun satu pertahanan dari 1,400 kereta dan 12,000 pasukan berkuda, kuda-kuda yang dibawa dari Mesir (ay. 26, 28-29).
XIV. TRAGEDI SEJARAH ORANG ISRAEL
Hal ini kelihatannya bahwa seluruh dunia bagi Salomo, tetapi kemuliaannya seperti bulan purnama, sebentar saja sudah larut. Seperti yang akan kita lihat, terjadinya sejarah orang Israel yang menyedihkan (psl. 11) dikarenakan Salomo melampiaskan nafsu dan menyembah berhala.
A. Kejatuhan Salomo
Dalam 11:1-8 kita memiliki catatan kejatuhan Salomo.
1. Dalam Hawa Nafsunya
Kejatuhan Salomo adalah dalam pelampiasan nafsunya dengan mengasihi banyak perempuan asing: 700 istri, mereka adalah putri-putri raja bangsa-bangsa, dan 300 gundik, sebagai tambahan untuk anak perempuan Firaun (ay. 1-3). Memiliki banyak istri dan gundik Salomo sangat bodoh.
2. Dalam Meninggalkan Allah dan Menyembah Berhala-berhala Orang Kafir
Kejatuhan Salomo juga dalam meninggalkan Allah, yang diperlihatkan kepada dia dua kali (ay. 9), dan menyembah berhala-berhala orang Kafir melalui rayuan perempuan-prempuan asing yang dia kasihi (ay. 4-8).
B. Penghukuman Allah
Sebagai akibat kejatuhan Salomo, penghukuman Allah datang. Setelah salomo jatuh, Allah datang menghakimi dan menghajar dia.
1. Allah Marah Terhadap Salomo
Allah marah terhadap Salomo dan memutuskan untuk mengoyak kerajaan dari dia dan memberikannya kepada hamba-hambanya (ay. 9-13). Namun, karena kepentingan Daud Allah tidak akan melakukan hal ini pada zaman Salomo tetapi pada zaman anaknya (ay. 12, 34). Selain itu, karena kepentingan Daud dan karena kepentingan Yerusalem, yang telah Allah pilih, Allah tetap memelihara satu suku bagi anak Salomo (ay. 13, 32-33, 35-36).
2. Tindakan-tindakan Penghukuman Allah
Dalam ayat 14 sampai 40 kita nampak tindakan-tindakan penghukuman Allah. Allah membangkitkan Hadad orang Edom untuk menyerang Salomo (ay. 14-22); Dia membangkitkan Rezon, raja Aram, menjadi musuh Salomo yang lain (ay. 23-25); dan Dia membangkitkan Yerobeam, seorang pelayan Salomo, untuk memberontak melawan Salomo (ay. 26-40).
C. Kematian Salomo Setelah Berkuasa atas Seluruh Israel Selama Empat Puluh Tahun
Kematian Salomo setelah berkuasa atas seluruh Israel selama empat puluh tahun (ay. 41-43) adalah dalam kesedihan yang suram. Kemuliaan-Nya jatuh seperti bunga rumput (Mat. 6:29; 1Ptr. 1:24), dan karyanya yang menggemparkan menjadi “sia-sia,” seperti apa yang diberitakan-nya sendiri (Pkh. 1:2). Namun, apa yang Allah lakukan melalui dia sebagai lambang Kristus tinggal sampai selamanya. Karena itu, kita perlu membedakan antara apa yang ada dalam kehidupan pribadi Salomo dan apa yang dia se-bagai lambang Kristus.
D. Salomo di Bawah Terang Hayat Rohani
Di bawah terang hayat rohani, kita nampak Salomo adalah orang berhikmat tetapi tidak rohani, ada bakat tetapi tidak ada hayat; hikmatnya adalah satu karunia, tetapi bukan ukuran hayat. Kesuksesan karyanya adalah bukti bakat yang ia miliki dari hikmat yang diberikan kepadanya, buka pernyataan kekuatan hayat yang matang.
Dalam pemulihan Tuhan, kita harus lebih dulu memperhatikan hayat. Kemudian, pada taraf tertentu, juga perlu bakat. Dalam gereja, bakat kita seharusnya adalah pernyataan kematangan hayat. Bakat yang terlepas dari hayat sama seperti seekor ular, meracuni gereja. Sebaliknya kita harus seperti merpati, memiliki kadar hayat yang tepat, terus mensuplaikan hayat kepada gereja. Sementara sebagai Salomo hari ini, kita harus menjadi “merpati” dengan kematangan hayat yang tepat.
Kenikmatan Salomo atas tanah permai yang diberikan Allah mencapai taraf tertinggi melalui karunianya yang diberikan Allah. Namum, karena hayat rohaninya kerdil, dia dipotong dari kenikmatan tanah permai dalam ekonomi Allah, karena ia tidak mengendalikan nafsu sexnya. Ayahnya Daud, seorang yang menurut hati Allah, tetapi mengalami kegagalan, telah melakukan pelampiasan nafsu sex yang kasar dan jelek. Kegagalan Salomo akibat godaan satanik semacam ini, jauh lebih besar dari pada ayahnya, bahkan melampaui dugaan orang. Hal ini membuat dia dan keturunannya kehilangan sembilan puluh persen lebih kerajaannya, dan menyebabkan umat pilihan Allah sering mengalami perpecahan dan kekacauan. Mereka kehilangan yang Allah berikan kepada mereka, menjadi tawanan di tanah penyembahan berhala kafir. Hal ini seharusnya menjadi satu peringatan keras bagi kita! Karena kegagalan Salomo, negara Israel sampai hari ini masih menderita. Kita harus hati-hati, sedikit kesalahan dalam pelampiasan nafsu dapat merusak seluruh gereja, membunuh kegemilangan kehidupan gereja.