← Daftar isi 1 dan 2 Raja-raja (1) · bab 6/23

KEKUASAAN SALOMO (4)

Pembacaan Alkitab: 1Raj. 7:1-12; 8:1-66

Dalam berita ini kita akan melanjutkan membahas Salomo membangun bait Allah dengan istananya sendiri.

I. ISTANANYA DIBANGUN BERSATU DENGAN

TEMPAT TINGGAL ALLAH

Salomo membangun istananya bersatu dengan tempat tinggal Allah (7:1-12).

1. Dibangun dengan Bahan-bahan

Yang Sama seperti untuk Bait

Istana Salomo dibangun dengan bahan-bahan yang sama seperti untuk bait. Ini menunjukkan bahwa istananya berada pada tingkat yang sama seperti tempat tinggal Allah, Tempat tinggal Allah adalah bagi Allah menjadi penyembahan umat-Nya. Istana Salomo adalah bagi dia untuk mengatur administrasi pemerintahan. Pemerintahan Salomo adalah administrasi pemerintahan Allah atas umat-Nya.

2. Menunjukkan bahwa Pemerintahan Allah Harus Sejalan dengan Penyembahannya

Fakta bahwa istana Salomo dibangun bersatu dengan tempat tinggal Allah menunjukkan bahwa pemerintahan Allah atas umat-Nya harus sejalan dengan penyembahan umat-Nya.

3. Perlambangan dan Realitas Perjanjian Baru

Dalam perlambangan istana raja dan bait Allah adalah terpisah, sedangkan dalam Perjanjian Baru realitas dua bangunan ini adalah satu. Kita, kaum beriman Perjanjian Baru, di satu pihak adalah imam-imam Allah untuk melayani, untuk menyembah Allah dan di pihak lain adalah raj-raja Allah untuk berkuasa bagi Allah.

J. Dedikasi Bait

Pasal delapan memperhatikan dedikasi bait.

1. Tabernakel Bergabung dengan Bait

Ayat 1 sampai 11 memperlihatkan kepada kita bahwa tabernakel bergabung dengan bait.

a. Tabernakel adalah Pendahulu yang Mudah Dibawa

Tabernakel adalah pendahulu yang mudah dibawa bergerak melintasi padang gurun.

b. Bait adalah Perampungan Bangunan Allah

dalam Lambang

Bait adalah perampungan bangunan Allah dalam lambang bangunan di atas gunung Sion, puncak bukit Moria.

c. Kemuliaan Yehova Memenuhi Bait

Kemuliaan Allah memenuhi bait (cf. Kel. 40:34), membawa Allah yang di surga ke bumi dan menyatukan bumi ke surga. Ini seharusnya menjadi situasi kita hari ini.

Dalam Kejadian 28 Yakub mendapat satu mimpi, ia menyebut tempat itu Betel, artinya “rumah Allah.” Di sana surga turun ke bumi dan bumi bersatu dengan surga melalui tangga; tangga ini adalah lambang Kristus (Yoh. 1:51). Hari ini, Allah yang di surga datang ke bumi, bumi juga bersatu dengan surga melalui Kristus yang tinggal di dalam kita.

2. Berkat dan Pernyataannya kepada Rakyat

Berkat dan pernyataannya kepada rakyat yang berhubungan dengan tempat tinggal Allah dalam kekelaman dan janji Allah kepada Daud bahwa anaknya akan membangun satu rumah bagi Allah (1Raj. 8:12-21).

3. Doanya

Ayat 22 sampai 53 adalah satu catatan doa Salomo. Bebanku di sini adalah kita harus nampak makna yang terkandung dalam doanya. Jika kita mau memahami makna yang terkandung dalam doa Salomo, kita perlu hikmat rohani dan wahyu rohani.

a. Meminta Allah untuk selalu Memperhatikan Rumah yang Dia Bangun bagi Allah

Dalam doanya Salomo meminta Allah untuk selalu memperhatikan rumah yang dia bangun bagi Allah (ay. 22-29).

b. Memohon Allah untuk Mendengar dari Tempat Kediaman-Nya di Surga

Salomo memohon Allah untuk mendengar dari tempat kediaman-Nya di surga doa-doa yang dipersembahkan kepada Dia oleh umat-Nya terhadap tempat tinggal-Nya ini di bumi yang Salomo siapkan bagi Allah. Di sini kita nampak bahwa Allah memiliki dua tempat tinggal, satu di surga dan satu di bumi. Sesungguhnya, dua tempat ini adalah satu, bagi mereka adalah dua tempat tinggal Allah. Yang satu di surga, dan yang lainnya di bumi. Hari ini, sebagai kaum beriman Kristus, kita adalah umat yang khusus, satu umat yang ada di surga dan di bumi, di bumi dan di surga.

1) Dalam Menghakimi Umat Allah

Salomo memohon Allah mendengarkan doa-doa umatnya dalam cara yang sangat pasti, menyebutkan tujuh kondisi mengenai pendengaran Allah terhadap doa-doa umat-Nya. Pertama, Salomo meminta Allah untuk mendengarkan dalam menghakimi umat-Nya, menghukum yang jahat dan membenarkan orang benar (ay. 31-32). Allah melaksanakan pemerintahan-Nya di antara umat-Nya menurut keadilan-Nya; yaitu, Dia menghukum orang jahat dan membenarkan orang benar.

2) Dalam Menaklukan Umat-Nya

Salomo datang untuk meminta Allah bahwa ketika umat-Nya kalah, Dia akan mendengarkan permohonan mereka dari surga dan membawa mereka kembali ke negeri yang Dia berikan kepada nenek moyangnya (ay. 33-34).

3) Dalam Kemarau

Salomo melanjutkan doanya bahwa dalam kemarau Allah harus mengampuni dosa umat-Nya dan menurutkan hujan ke atas tanah-Nya, yang Dia berikan kepada umat-Nya sebagai pusaka (ay. 35-36).

4) Dalam Kelaparan dan Penyakit Sampar

Selanjutnya, Salomo berdoa bahwa selama masa kelaparan dan penyakit sampar, Allah karus mengampuni dan membawa kepada setiap orang menurut semua jalannya (ay. 37-40).

5) Mengenai Mencari Orang Asing Kafir

Mengenai mencari orang asing Kafir, Salomo berdoa bahwa Allah harus mengampuni semua orang asing yang akan berseru kepada Dia (ay. 41-43).

6) Dalam Mengutus Rakyatnya ke Peperangan

Dalam ayat 45 Salomo berdoa bahwa juga umat Allah diutus ke peperangan, Allah harus mendengar doa mereka dan memperhatikan perkaranya. Agar Allah memperhatikan perkara umat-Nya sehingga Dia melaksanakan penghakiman berhubungan dengan situasi mereka.

7) Dalam Menawan Rakyatnya

Salomo berdoa bahkan mengenai penawanan umat Allah yang akan datang (ay. 46-53). Dia berdoa bahwa dalam penawanan umat-Nya Yehova harus mendengar doa umat-Nya dan memperhatikan perkara mereka ketika mereka akan berpaling kepada Dia dengan segenap hati mereka dan dengan segenap jiwa mereka dan berdoa kepada Dia terhadap negeri yang telah Dia berikan kepada nenek moyangnya, terhadap kota yang telah Allah pilih dan ke rumah yang telah Salomo dirikan bagi nama Allah, supaya mereka dipisahkan dari segala bangsa, menjadi pusaka Allah.

Dalam tujuh kondisi terakhir mengenai Allah mendengarkan doa-doa umat-Nya, ada tiga hal yang ditekankan (ay. 48): negeri kudus, melambangkan Kristus sebagai bagian yang diundikan Allah kepada kaum beriman (Kol. 1:12); kota kudus, melambangkan kerajaan Allah dalam Kristus; dan bait kudus, melambangkan rumah Allah, gereja, di bumi. Tiga hal ini, negeri kudus, kota kudus, dan bait kudus, adalah tiga hal penting mengenai ekonomi Allah. Selama penawanan di Babel, Daniel berdoa mengarah ke negeri kudus, kota kudus, dan bait kudus tiga kali sehari dengan membuka jendelanya menghadap Yerusalem (Dan. 6:11). Ini menunjukkan bahwa Allah akan mendengarkan doa kita dengam cara bahwa doa kita kepada Allah harus menghadap Kristus, kerajaan Allah, dan rumah Allah sebagai sasaran dalam ekonomi Allah.

Negeri kudus, kota kudus, dan bait kudus semuanya melambangkan Kristus. Kristus adalah tanah permai kita; Kristus adalah kota kita, kerajaan kita; dan Kristus adalah bait, tempat tinggal Allah. Hari ini, doa-doa kita seharusnya mengarah ke negeri kudus, kota kudus, dan bait kudus. Ini berarti bahwa doa-doa kita seharusnya mengarah kepada kepentingan Allah, yaitu, kepada Kristus dan gereja sebagai kepentingan Allah di bumi.

Makna rohani kepentingan Allah adalah diri Kristus sendiri. Ini menunjukkan bahwa bukan perkara untuk apa kita berdoa, kita berdoa harus mengarah kepada Kristus sebagai kepentingan Allah. Kita perlu berdoa bagi kaum saleh, tetapi kita seharusnya tidak mengarahkan doa-doa kita kepada mereka. Di satu pihak kita berdoa bagi mereka, tetapi di pihak lain kita berdoa bagi mereka karena kepentingan Allah. Jika dalam doa-doa kita mengarah kepada orang yang kita doakan, ini akan membawa serangan musuh. Inilah satu strategi rohani dalam peperangan rohani.

Kita perlu mengingat bahwa doa melibatkan tiga bagian: kita, Allah, dan Satan. Kadang-kadang ketika kita berdoa bagi seseorang, Satan datang menyerang dia, dan situasinya menjadi lebih buruk. Diakibatkan kedambaan kita ada dalam orang itu, bukan dalam ekonomi Allah. Bukan perkara bagi siapa kita berdoa, kita harus mengarahkan doa kita kepada Kristus Allah, yang adalah kepentingan Allah dalam ekonomi-Nya.

Untuk berdoa dengan tepat, kita harus berdoa kepada Allah dalam nama Tuhan Yesus (Yoh. 16:24), mengarah kepada kepentingan Allah bagi ekonomi-Nya. Melalui diungkapkan: “dalam nama Tuhan Yesus” saya tidak mengartikan bentuk doa tradisional. Berdoa dalam nama Yesus adalah berdoa bagi kepentingan Allah di bumi, yang adalah Kristus sebagai bagian Allah bagi kita, sebagai kerajaan Allah, dan sebagai tempat tinggal Allah. Doa-doa kita seharusnya semua bagi kepentingan Allah untuk menggenapkan ekonomi Allah.

4. Berkatnya kepada Bangsa itu

Berkat Salomo kepada bangsa itu adalah Allah tidak akan meninggalkan mereka ataupun membuang mereka tetapi sebaliknya memperhatikan perkara umat-Nya seperti keperluan sehari-hari mereka, dan bangsa itu akan memiliki satu hati yang sempurna terhadap Yehova, berjalan dalam status-Nya dan memperhatikan hukum-hukum-Nya seperti pada hari itu (1Raj. 8:54-61).

Dalam ayat 59 Salomo berkata, “Hendaklah perkataan yang kumohonkan tadi di hadapan TUHAN, dekat pada TUHAN, Allah kita, siang dan malam, supaya Ia memberikan keadilan kepada hamba-Nya dan kepada umat-Nya Israel menurut yang perlu pada setiap hari.” Melalui berabad-abad Allah telah memperhatikan perkara umat-Nya Israel, melaksanakan keadilan-Nya kepada mereka. Ketika mereka salah terhadap Dia, Dia menghukum mereka dan mengganjar mereka melalui tangan kekuasaan orang Kafir, termasuk Babel, Persia, Yunani, dan kekaisaran Romawi. Tetapi ketika bangsa-bangsa ini menanggulangi orang Israel dengan keterlaluan, maka Allah memperhatikan perkara orang Israel, menghakimi mereka yang menganiayanya.

Di balik alam fisikal ada alam rohani di mana Allah memerintah seluruh alam semesta, melaksanakan keadilan bagi umat-Nya setiap hari seperti yang mereka minta hari itu. Allah melakukan hal ini bagi umat-Nya, bagi orang Israel dan bagi kaum beriman dalam Kristus. Ketika umat-Nya berbuat kesalahan dan melanggar Dia, Dia akan mengganjar mereka, menggunakan orang lain sebagai alat untuk penghakiman. Pada saat yang sama, Dia memperhatikan perkara umat-Nya melalui melaksanakan keadilan atas mereka yang menganiayanya. Sebagai contoh, Hitler membunuh jutaan orang Yahudi tanpa satu sebab, tetapi Allah datang untuk melaksanakan keadilan-Nya atas Hitler dan untuk memperhatikan perkara orang Israel.

5. Dia dan Rakyatnya Mempersembahkan Korban Sembelihan dengan Jumlah Besar kepada Allah

Setelah Salomo memberkati bangsa itu, dia dan rakyatnya mempersembahkan korban sembelihan dengan jumlah besar kepada Allah (ay. 62-64). Korban bakaran adalah bagi kesenangan Allah; korban sajian adalah bagi kepuasan Allah; dan korban perdamaian adalah bagi Allah dan umat-Nya menjadi satu dalam damai.

6. Dia dan Rakyatnya Merayakan Perayaan Selama Empat Belas Hari

Salomo dan rakyatnya merayakan perayaan selama tujuh hari dan tujuh hari lagi, empat belas hari seluruhnya. Kemudian dia mengutus rakyat pergi, dan bangsa itu memberkati dia sebagai raja mereka dan pergi ke perkemahan mereka dengan sukaria dan senang hati atas semua kebaikan yang Yehova telah lakukan kepada Daud dan bangsa Israel umat-Nya (ay. 65-66).

K. Makna Rohani, dalam Lambang, Salomo dan Bait yang Dia Bangun untuk Allah

Salomo melambang Kristus (Mat. 12:42) dalam mengucapkan perkataan hikmat Allah (13:35) dan membangun gereja menjadi bait Allah (16:18; 1Kor. 3:16; Ef. 2:21-22), dan bait melambangkan Kristus (Mat. 12:6) dan gereja sebagai bangunan unik Allah dalam alam semesta. Dua hal ini, Kristus dan Tubuh-Nya, gereja, adalah inti, realitas, dan sasaran ekonomi kekal Allah.

Karena Salomo dan bait yang dia bangun dalam sejarah orang Israel menempati peran yang sangat penting, dan sejarah yang demikian menempati wilayah yang sangat besar, sebab itu kedua hal itu dengan kuat membuktikan, sejarah orang Israel dalam Perjanjian Lama, secara lambang sangat berkaitan dengan perampungan ekonomi kekal Allah. Kalau kita membaca sejarah yang demikian, tetapi terpisah dengan ekonomi Allah, pembacaan kita akan sia-sia. Kristus dan gereja adalah sentralitas dan universalitas ekonomi Allah, dalam Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru sama saja. Kita perlu nampak dengan jelas bahwa kitab-kitab sejarah ditulis dari titik pandang ekonomi Allah mengenai Kristus dan gereja.