KEKUASAAN SALOMO (3)
Pembacaan Alkitab: 1Raj. 6—7
XII. MEMBANGUN BAIT ALLAH BERSAMA
ISTANANYA SENDIRI
Dalam pasal enam sampai delapan kita memiliki catatan Salomo membangun bait dengan istananya sendiri. Bait adalah lambang Kristus dan juga Tubuh Kristus.
A. Dimulai Setelah Orang Israel Empat Ratus Delapan Puluh Tahun Keluar dari Mesir
Pembangunann bait, rumah Yehova, dimulai setelah orang Israel empat ratus delapan puluh tahun keluar dari Mesir, pada tahun keempat kekuasaan Salomo, 1012 S.M. (6:1). Alangkah sabarnya Allah kita! Dia membawa sekelompok umat keluar dari Mesir dengan maksud untuk membangun kerajaan-Nya dan rumah-Nya, bait. Tetapi umat-Nya tidak bekerja sama dengan Dia; karena itu, Dia tidak dapat menggenapkan hal ini sampai zaman Daud. Inilah alasannya Daud sangat berkenan kepada Allah; dia adalah seorang yang menurut kedambaan hati Allah. Hati Allah memperhatikan kerajaan-Nya dengan rumah-Nya. Namun, tidak ada seorangpun yang memperhatikan kedambaan hati Allah sampai Daud. Daud adalah seorang yang menurut kedambaan Allah untuk membangun satu kerajaan dan satu rumah yang dibangun bagi diri-Nya di bumi. Sebenarnya bangunan ini dimulai pada tahun keempat kekuasaan Salomo. Setiap hal bagi pembangunan bait telah disiapkan oleh Daud.
B. Di Bukit Sion
Bait dibangun di gunung Sion, yang disebut bukit Zaitun, di sana Abraham mempersembahkan Ishak (Kej. 22:2) dan Daud mempersembahkan korban persembahannya kepada Yehova (1Taw. 21:18—22:1; 2Taw. 3:1). Melalui hal ini kita dapat nampak bahwa Alkitab adalah satu catatan mengenai ekonomi Allah. Ishak adalah lambang Kristus, yang disalibkan pada gunung yang sama di mana Ishak di persembahkan kepada Allah.
C. Menurut Janji Yehova yang Diberikan
kepada Daud
Salomo membangun bait adalah menurut janji Yehova yang diberikan kepada Daud (2Sam. 7:12-13; 1Raj. 5:5).
D. Menurut Perintah Raja Daud Ayahnya
Salomo membangun bait menurut perintah Daud ayahnya (1Taw. 22:6-11). Ini menunjukkan bahwa Salomo tidak melakukan sesuatu dengan cara sembarangan tetapi mengerjakan sesuatu menurut pengarahan ayahnya.
E. Dengan Bahan-bahan yang Disiapkan
oleh Daud Ayahnya
Salomo membangun bait dengan bahan-bahan yang disiapkan oleh Daud ayahnya (1Taw. 22:14-16).
F. Menurut Rancangan yang Diberikan
Allah kepada Daud
Salomo tidak membangun bait menurut kepandaian pikirannya. Sebaliknya dia membangunnya menurut rancangan Allah sendiri yang diberikan kepada Daud (1Taw. 28:11-19).
G. Bahan-bahan bagi Pembangunann Bait Allah
dan Semua Perabotannya dan Makna-maknanya dalam Perlambangan
Semua bahan bagi pembangunann Bait Allah dan semua perabotannya dan makna-maknanya dalam perlambangan.
1. Emas
Emas melambangkan sifat ilahi Allah, keilahian (1Raj. 6:20-22).
2. Kayu
Berbagai jenis kayu yang berbeda melambangkan aspek berbeda dari keinsanian Kristus.
a. Aras
Aras melambangkan keinsanian Kristus dalam kebangkitan, Kristus yang bangkit (ay. 9, 10b, 15a, 16).
b. Sanobar
Sanobar melambangkan keinsanian Kristus dalam kematian-Nya, Yesus yang tersalib (ay. 15b, 34)
c. Kayu Minyak
Kayu minyak melambangkan keinsanian Kristus dalam Roh Allah, Kristus yang diurapi (ay. 23, 31-33).
3. Batu Permata
Batu permata melambangkan keinsanian Kristus dalam transformasi, Kristus yang ditransformasi (ay. 7, 36; 5:17). Bukan saja kita perlu ditransformasi; Kristus juga perlu ditransformasi. Sebagai Allah, Kristus dalam inkarnasi-Nya mengenakan daging manusia. Firman menjadi daging (Yoh. 1:14). Telah menjadi seorang manusia dalam daging, Kristus adalah keserupaan dalam daging dosa (Rm. 8:3). Karena itu, Dia perlu ditransformasi dalam bagian insani-Nya.
4. Tembaga
Tembaga melambangkan Kristus di bawah penghakiman Allah, Kristus yang dihakimi (1Raj. 7:15-16, 27, 30).
H. Butir Penting dari Pembangunan dan Makna-maknanya dalam Perlambangan
Butir penting dari pembangunan dan makna-maknanya dalam perlambangan.
1. Bait
Bait menggantikan tabernakel sebagai tempat kediaman Allah di bumi (6:1-2).
a. Melambangkan Inkarnasi Kristus sebagai Tempat Kediaman Allah di Bumi
Bait pertama melambangkan inkarnasi Kristus sebagai tempat kediaman Allah di bumi (Yoh. 2:19-21; 1:14; Mat. 12:6).
b. Melambangkan Gereja
Bait juga melambangkan gereja, termasuk semua kaum beriman, anggota-anggota Kristus, sebagai perbesaran Kristus menjadi tempat tinggal Allah di bumi (1Kor. 3:16; 6:19; Ef. 2:21-22). Bait melambangkan Kristus dan gereja karena gereja dan Kristus adalah satu. Kristus adalah kepala dan gereja adalah Tubuh. Tubuh adalah perbesaran Kepala bagi tempat kediaman Allah. Maka, agar Allah tinggal dalam Kristus adalah agar Allah tinggal dalam gereja.
c. Ukurannya
Ukuran bait adalah enam puluh hasta panjangnya, dua puluh hasta lebarnya, dan tiga puluh hasta tingginya (1Raj. 6:2). Kita harus membandingkan hal ini dengan ukuran tabernakel, tiga puluh hasta panjangnya, sepuluh hasta lebarnya, dan sepuluh hasta tingginya (Kel. 26:16-23).
d. Jendela-jendelanya untuk Udara dan Terang
Jendela-jendela bait adalah untuk udara dan terang, melambangkan persekutuan Roh pemberi hayat membawa udara rohani dan terang ilahi (1Raj. 6:4a).
e. Menetapkan Kisi-kisinya
Menetapkan kisi-kisinya adalah untuk menjaga jendela-jendela terbuka dan hal-hal negatif (ay. 4b). Melambangkan persekutuan Roh pemberi hayat menjaga terbuka untuk komunikasi ilahi dan melindungi ruangan dari penyerangan semua perkara dan hal-hal negatif.
f. Serambi Depan
Serambi depan bait, suatu ruangan untuk menerima orang (ay. 3), melambangkan terbuka, mempersilahkan, dan penerimaan bait untuk orang (seperti lobbi bangunan yang besar).
g. Bait Luar, Ruang Kudus
Bait luar, Ruang Kudus, melambangkan jiwa kaum beriman sebagai bait Allah yang dikuduskan bagi Allah (ay. 5a).
h. Tempat Paling Dalam, Ruang Mahakudus
Tempat paling dalam, Ruang Mahakudus, melambangkan roh kaum beriman sebagai bait Allah, sama dalam tiga dimensi, seperti Yerusalem Baru, bentuk yang besar dari Ruang Mahakudus (ay. 5b, 16, 20; Why. 21:16).
i. Bilik Samping
Bilik samping melambangkan kekayaan Kristus yang tak terduga menjadi perluasannya sebagai kepenuhan-Nya (1Raj. 6:5c). Sebagai kaum beriman dalam Kristus, kita adalah bait dan kita juga bilik samping. Perluasan Kristus sebagai kepenuhan-Nya.
1) Dalam Tiga Tingkat
Bilik samping ada tiga tingkat, melambangkan Allah Tritunggal dan kebangkitan Kristus (ay. 6).
2) Lebarnya
Lebar tingkat pertama adalah lima hasta; kedua, enam hasta, dan yang ketiga, tujuh hasta (ay. 6). Ini melambangkan bahwa tingginya gereja sebagai kepenuhan Kristus, lebarnya adalah apa adanya.
3) Pintunya
Pintu bilik samping melambangkan komunikasi, persekutuan gereja sebagai kepenuhan Kristus (ay. 8a). Bilik samping adalah terpisah, tetapi ada satu pintu untuk komunikasi. Jika tidak memiliki pintu, hal ini akan menunjukkan otonomi. Hari ini, beberapa gereja lokal masing-masing tidak memiliki pintu atau mereka menutup pintunya. Mereka memutuskan persekutuan antara gereja. Lebar pintu, kekayaan persekutuan. Maka, semua gereja lokal sebagai bilik Kristus seharusnya melebarkan pintunya.
4) Tangga-tangga Berpilin
Tangga-tangga berpilin melambangkan bahwa jalan untuk memasuki gereja sebagai kepenuhan Kristus adalah spiral tanpa sudut-sudut (ay. 8c). Ini menunjukkan bahwa persekutuan antara gereja-gereja seharusnya tidak memiliki sudut. Sebaliknya, persekutuan harus berlanjut terus dan melalui jalan yang spiral memutar, seperti jalan di Yerusalem Baru (Why. 22:1). Dalam Yerusalem Baru, dari gunung ada takhta Allah, ada satu sungai yang mengalir di jalan itu dalam bentuk spiral untuk mencapai keduabelas pintu gerbangnya.
j. Dua Tiang Tembaganya
Dua tiang tembaga melambangkan Kristus dihakimi Allah menjadi pengokoh tempat tinggal Allah di bumi (1Raj. 15-22).
k. Pelataran Dalamnya
Pelataran dalam bait (6:36) melambangkan dipisahkan melalui pengudusan Allah dari dunia yang umum (yang mana ada mezbah tembaga dan laut tuangan tembaga).
1) Dibangun dengan Tiga Jajar Batu Pahat
Pelataran dalam dibangun dengan tiga jajar batu pahat, melambangkan penyaliban Kristus dalam kebangkitan-Nya.
2) Dibangun dengan Satu Jajar Balok Kayu Aras
Pelataran dalam dibangun juga dengan satu jajar balok kayu aras, melambangkan kebangkitan Kristus dalam keinsanian-Nya.
3) Menjadi Tembok Pemisah
Pelataran dalam dibangun dengan tiga jajar batu pahat dan satu jajar balok kayu aras menjadi tembok pemisah sebagi satu garis pemisah tempat tinggal Allah dari dunia umum.
2. Laut Tuangan Tembaga dengan Sepuluh Bejana Pembasuhan dari Tembaga
Laut tuangan tembaga dengan sepuluh bejana pembasuhan dari tembaga melambangkan penghukumn, penghakiman, dan pembaruan Roh Allah yang membasuh, berdasarkan kematian Kristus, semua hal negatif dari mereka berbagian dalam tempat tinggal Allah di bumi (7:23-40; Yoh. 16:8; Tit. 3:5). Salomo juga membangun suatu mezbah tembaga (1Raj. 9:25), tetapi hal ini tidak terdaftar di sini.
3. Meja Emas untuk Roti Sajian
Meja emas untuk roti sajian melambangkan Kristus yang telah melalui proses inkarnasi, penyaliban, kebangkitan, dan kenaikan dan telah menjadi Roh pemberi hayat menjadi makanan rohani umat pilihan Allah (7:48b; Yoh. 6:32-63).
4. Kaki Pelita Emas
Kaki pelita emas melambangkan Kristus yang telah menjadi Roh pemberi hayat melalui kebangkitan-Nya menjadi terang ilahi untuk umat-Nya (1Raj. 7:49; Yoh. 8:12).
5. Mezbah Emas dengan Ukupannya
Mezbah emas dengan ukupannya melambangkan kebangkitan dan kenaikan Kristus menjadi bau-bauan yang wangi bagi penerimaan Allah atas tebusan-Nya (1Raj. 7:48a; Why. 8:3).
Pembuatan tabut perjanjian tidak disebutkan dalam daftar di 1Raja-raja 6 dan 7 karena Salomo masih memelihara tabut perjanjian yang dibuat oleh Musa (6:19; 8:3-9).