← Daftar isi 1 dan 2 Raja-raja (1) · bab 21/23

KEKUASAAN MANASYE, AMON, YOSIA ATAS YEHUDA

Pembacaan Alkitab: 2Raj. 21:1—23:30

Dalam berita ini pertama kita akan membahas kekuasaan Manasye, Amon, Yosia atas Yehuda dan kemudian mengatakan perkataan mengenai esens pralambang dalam kitab-kitab sejarah dalam Perjanjian Lama.

I. KEKUASAAN MANASYE

Catatan kekuasaan Manasye ditemukan dalam 21:1-18.

A. Berkuasa Selama Lima Puluh Lima Tahun

Pada usia duabelas, Manasye bin Hizkia, mulai berkuasa atas Yehuda dan berkuasa selama lima puluh lima tahun di Yerusalem (ay. 1).

B. Melakukan apa yang Jahat di Mata Yehova

Manasye melakukan apa yang jahat di mata Yehova, seperti perbuatan keji bangsa-bangsa. Dia membangun kembali bukit-bukit pengorban yang telah dihancurkan ayahnya dan mendirikan mezbah Baal, seperti yang telah dilakukan raja Ahab. Manasye menyembah semua segenap tentara langit dan membangun mezbah di rumah Yehova dan mezbah segenap tentara langit dalam pelataran rumah Yehova. Lebih jauh lagi, dia membakar anaknya sebagai kurban kepada berhala, melakukan ramal dan telaah, memanggil arwah dan roh peramal, membuat patung Asyera di bait, dan menumpah banyak darah yang tak bersalah. Manasye memimpin bangsa Yehuda sesat untuk melakukan yang lebih jahat dibanding bangsa-bangsa, tidak mendengar hukum Taurat yang diberikan melalui Musa dan melakukan apa yang jahat di mata Yehova sangat keterlaluan dan menimbulkan murka Yehova (ay. 2-9, 15-16).

C. Yehova Mendatangkan Malapetaka

atas Yerusalem dan Yehuda

Karena semua yang dilakukan Manasye, Yehova akan mendatangkan malapetaka atas Yerusalem dan Yehuda, seperti yang telah Dia lakukan atas Israel dan keluarga Ahab. Dia akan menghapuskan Yerusalem dan menyerangkan bangsa itu ke tangan musuh mereka (ay. 10-14).

Hizkia adalah raja yang terbaik dan anaknya Manasye adalah paling buruk. Ini sangat sulit untuk menjelaskan bagaimana seorang raja yang baik dapat memiliki seorang anak yang jahat. Inilah dosa Manasye yang khusus menyebabkan Allah menentukan tidak lagi mentolerir bangsa itu tetapi untuk menghancurkan bait, merusak tanah kudus, dan membiarkan bangsa itu ditawan. Dengan kekuasaan Manasye, toleransi Allah mencapai batasnya, dan Dia menyerahkan umat kudus, bait kudus, kota kudus, dan negeri kudus.

D. Manasye Mendapat Perhentian bersama Leluhurnya

Manasye mendapat perhentian bersama leluhurnya dan dikuburkan di kebun rumahnya sendiri, dan Amon anaknya berkuasa menggantikan dia (ay. 17-18).

II. KEKUASAAN AMON

Dua Raja-raja 21:19-26 memberi catatan kekuasaan Amon.

A. Berkuasa Selama Dua Tahun

Amon mulai berkuasa atas Yehuda pada usia dua puluh dua tahun dan berkuasa dua tahun di Yerusalem (ay. 19).

B. Melakukan apa yang Jahat di Mata Yehova

Amon melakukan apa yang jahat di mata Yehova, seperti Manasye ayahnya telah lakukan. Dia berjalan dalam semua cara ayahnya telah lakukan dan menyembah berhala seperti ayahnya telah sembah, meninggalkan Yehova dan tidak berjalan dalam jalan-Nya (ay. 20-22).

C. Pelayan-pelayannya Bersekongkol Menentang Dia dan Membunuhnya

Pelayan-pelayan Amon bersekongkol menentang dia dan membunuhnya. Bangsa itu mengalahkan pemberontak dan menjadikan Yosia bin Amon raja mengantikannya (ay. 23-24).

D. Dikuburkan di Taman Uza

Amon dikubur dalam kuburnya di taman Uza (ay. 25-26).

III. KEKUASAAN YOSIA

Dua Raja-raja 22:1—23:30 menggambarkan kekuasaan Yosia.

A. Berkuasa Selama Tiga Puluh Satu Tahun

Yosia mulai berkuasa atas Yehuda pada usia delapan tahun dan berkuasa selama tiga pulu satu tahun di Yerusalem (22:1).

B. Melakukan apa yang Benar di Mata Yehova

Yosia melakukan apa yang benar di mata Yehova dan berlaku dalam semua jalan bapa leluhurnya Daud, tidak menyimpang ke kanan atau ke kiri (ay. 2, 23-25).

C. Memperbaiki apa yang Rusak dalam Bait

Pada tahun kedelapanbelas kekuasaannyan Yosia memperbaiki apa yang rusak dalam bait (22:3-7).

D. Mendengar Kitab Taurat, yang Ditemukan oleh Imam Besar di Bait

Kitab Taurat yang ditemukan di bait oleh imam besar dibacakan kepada Yosia melalui ahli Taurat. Ketika Yosia mendengar firman kitab Taurat, dia mengoyakkan pakaiannya dan memerintahkan imam besar dan pelayannya untuk memohonkan Yehova bagi dia, bagi bangsa itu, dan bagi semua kaum Yehuda mengenai firman-firman hukum Taurat (ay. 8-13).

E. Menerima Jawaban Yehova melalui Nabiah Hulda

Melalui nabiah Hulda menerima jawaban Yehova bahwa kerena hatinya lembut dan dia merendahkan dirinya di hadapan Yehova, mengoyakkan pakaian dn menangis di hadapan-Nya, Yehova akan mengumpulkan dia kepada leluhurnya, dikubur dengan damai. Mata Yosia tidaka akan melihat semua malapetaka yang Allah akan timpakan atas negeri itu (ay. 14-20).

F. Membuat satu Perjanjian di Hadapan Yehova

Yosia menyuruh mengumpulkan kepada dia semua tua-tua Yehuda dan Yerusalem, para imam, para nabi, dan semua rakyat dan membacakan kepada mereka semua firman kitab perjanjian itu. Kemudian dia membuat perjanjian di hadapan Yehova, untuk berjalan di hadapan Yehova dan memperhatikan perintah-perintah-Nya, kesaksian-kesaksian-Nya, dan ketetapan-ketetapan-Nya dengan segenap hatinya dan dengan segenap jiwanya, untuk menepati perkataan perjanjian yang tertulis dalam kitab ini. Semua rakyat turut mendukung semua perjanjian itu (23:1-3).

G. Menghapuskan Semua Penyembahan Berhala di Seluruh Negeri itu

Yosia menghapuskan semua penyembahan berhala di seluruh negeri itu (ay. 4-20, 24). Dia menyingkirkan dan membakar berhala, khususnya yang didirikan mereka dalam bagian-bagian bait (ay. 6, 11, 14, 24). Dia menghancurkan semua bukit pengorbanan dan tempat lain untuk menyembahan berhala dan mezbah bersama perabotan yang dibuat untuk berhala, khususnya mezbah, bukit-bukit pengorbanan yang dibangun Yerobeam bin Nebat, untuk menggenapkan nubuat abdi Allah (1Raj. 13:1-3; 2Raj. 23:4, 7-10, 12-19). Dia menyingkirkan semua penyembahan berhala dan orang jahat di negeri itu (ay. 5, 8a, 20, 24a).

H. Merayakan Paskah bagi Yehova

Yosia merayakan Paskah bagi Yehova menurut semua yang tertulis dalam kitab perjanjian itu (ay. 21-23).

I. Yehova Tidak Beralih dari Murka-Nya yang Menyala-nyala Terhadap Yehuda

Bagaimanapun juga yang Yosia telah banyak lakukan yang menyenangkan Yehova, Dia tetap tidak akan beralih dari murka-Nya yang menyala-nyala terhadap Yehova karena semua asutan Manasye. Dia akan tetap menyingkirkan Yehuda dari pandangan-Nya, seperti yang telah Dia lakukan terhadap orang Israel, dan akan membuang kota Yerusalem, yang telah Dia pilih, dan bait di mana Dia telah menempatkan nama-Nya (ay. 26-27). Ibadah Yosia tidak dapat menolong Yehuda keluar dari tangan pembinasaan Allah.

J. Yosia Menghalangi Ekspedisi Firaun Nekko

Ketika Firaun Nekho raja Mesir pergi melawan raja Asyur sampai sungai Efrat, Yosia menghalangi ekspedisi Firaun Nekho dan dibunuh olehnya (ay. 19).

K. Dikuburkan di Yerusalem oleh Pelayan-pelayannya

Yosia dibawa ke Yerusalem oleh pelayan-pelayannya dan dikuburkan di sana dalam kuburnya (ay. 30). Sejarah yang tercatat dalam Perjanjian Lama adalah lambang. Kitab-kitab sejarah ini diletakkan ke dalam Kitab Suci, karena dalam lambang, mereka memberi kita pandangan yang hidup atas ekonomi Allah. Esens lamabang-lambang dalam sejarah Perjanjian Lama adalah ekonomi Allah bersama Kristus dan Tubuh-Nya sebagia inti dan realitas.

Dalam satu kitab 2Samuel, kita melihat bahwa Daud, seorang yang menurut hati Allah, ingin membangun satu rumah, satu bait bagi Allah (7:2-3). Namun, Allah tidak memerlukan rumah seperti itu (ay. 4-7). Terlebih, Allah ingin membangun Daud satu rumah (ay. 11b). melalui satu nubuat dalam lambang, Allah memberi tahu Daud bahwa akhirnya rumah yang akan Dia bangun bagi dia akan memiliki keturunan dan keturunan ini akan menjadi Putra Allah. Karena itu keturunan ini akan menjadi insani dan ilahi. Inilah Allah menjadi keturunan insani, namun keturunan ini akan menjadi Putra Allah. Kristus adalah Allah menjadi keturunan Daud. Ini berarti bahwa Allah sendiri, Sang ilahi, menjadi keturunan insani, keturunan seorang manusia, Daud. Keturunan ini, manusia Allah, Yehova Juruselamat.

Yesus adalah Pencipta kita menjadi Juruselamat kita, keselamatan kita. Dia adalah Allah sang mencipta yang menjadi seorang manusia melalui dilahirkan seorang dara. Dia tinggal dalam rahim selama sembilan bulan menurut prinsip yang ditetapkan Allah bagi manusia. Ketika Dia keluar dari rahim itu, Dia bukan lagi hanya Allah; Dia telah menjadi manusia Allah. Manusia Allah ini hidup di bumi selama tiga puluh tiga setengah tahun dan kemudian masuk ke dalam kematian melalui ketersaliban. Dalam ketersaliban-Nya Dia menggenapkan penebusan dan mengakhiri ciptaan lama.

Kematian Kristus adalah kematian seorang manusia Allah. Dalam satu kidungnya, Charles Wesley menuliskan, “Kasih yang menakjubkan! Bagaimana dapat terjadi / Bahwa Engkau, Allahku harus mati untukku? (kuningHymns, #296). Seorang yang mati di salib dan mencurahkan darah-Nya adalah seorang manusia, namun Kisah Para Rasul 20:28 memberi tahu kita bahwa darah ini adalah darah Allah sendiri. Kematian dari manusia Allah yang menakjubkan ini adalah almuhit. Ini mengakhiri seluruh ciptaan lama. Dia yang menciptakan Adam mati di atas salib sebagai Adam yang akhir (1Kor. 15:45), manusia yang terakhir, Adam yang terakhir.

Di dalam Adam ada sifat dosa, atau dosa. Ketika Adam diakhiri oleh salib, dosa di dalam sifat Adam juga diakhiri. Lebih jauh lagi, sifat kedosaan dalam Adam adalah diri Satan sendiri. Maka, ketika sifat Adam, dosa, diakhiri, Satan juga dihancurkan (Ibr. 2:14). Tambahan pula, dunia, yang diciptakan Satan dan bersatu dengan Satan, juga dihancurkan melalui kematian Kristus di atas Salib (Yoh. 12:31). Mematian Kristus yang menakjubkan mengakhiri manusia yang jatuh, dan melalui ini Dia mengakhiri manusia, dosa, Satan, dan dunia. Pada saat yang sama, melalui kematian-Nya, Kristus membebaskan hayat ilahi yang ada di dalam-Nya didispensikan kepada semua umat pilihan dan tebusan Allah. Kemudian Kristus masuk ke dalam kebangkitan, dan dalam kebangkitan Dia menjadi Roh pemberi hayat.

Roh pemberi hayat adalah Allah Sang Pencipta yang menjadi seorang manusia, menempuh kehidupan seorang manusia, melewati kematian, dan masuk ke dalam kebangkitan. Hari ini Allah kita, tidak seperti Allah orang Yahudi, bukan hanya ilahi tetapi juga insani. Dia bukan saja Allah tetapi juga manusia, bersama kematian Kristus dan kasiatnya dan dengan kebangkitan-Nya bersama kuat kuasa-Nya, semua dibaurkan bersama menjadi Roh pemberi hayat, perampungan akhir dari Allah Tritunggal yang telah melalui proses. Allah Tritunggal diwujudkan dalam Kristus, yang akhirnya menjadi Roh pemberi hayat, Kristus yang pneumatik, yang adalah realitas kebangkitan. Hari ini kita memiliki perampungan Allah Tritunggal, Kristus yang pneumatik, dan almuhit, Roh pemberi hayat yang adalah realitas kebangkitan.

Kebangkitan bukan saja satu perkata; kebangkitan adalah satu persona yang hidup, Tuhan Yesus Kristus (Yoh. 11:25). Dia adalah kebangkitan dan dalam kebangkitan Dia telah menjadi Roh pemberi hayat. Bagi kita hari ini realitas kebangkitan adalah Kristus sebagai Roh pemberi hayat.

Kristus sekarang dalam kebangkitan sebagai Roh pemberi hayat, perampungan Allah Tritunggal yang telah melalui proses. Sejak Dia ada dalam kebangkitan, kita sebagai kaum beriman-Nya, seharusnya juga ada dalam kebangkitan dan hidup dalam kebangkitan. Kebangkitan berarti bahwa semua yang usang, perkara alamiah telah diakhiri dan sesuatu yang baru dan rohani telah ditunaskan. Inilah kebangkitan, mengakhiri alamiah dan menunaskan rohani, mentransformasi yang alamiah ke dalam yang rohani. Dalam kebangkitan kita tidak menempuh kehidupan alamiah tetapi suatu kehidupan yang mengakhiri sifat usang dan menunaskan sifat baru untuk membuat kita anggota-anggota Kristus.

Kristus hari ini adalah Kristus yang korporat bersama banyak anggota (1Kor. 12:12). Ini berarti bahwa Dia bukan saja Kepala tetapi Kepala bersama Tubuh. Di sini kita memiliki esens ekonomi Allah, bersama Kristus dan Tubuh-Nya sebagai inti dan realitasnya.

Dalam ekonomi ini Allah menjadi manusia agar membuat manusia menjadi Allah dalam hayat dan sifat (tetapi bukan dalam ke-Allahan) melalui satu proses yang menakjubkan. Proses Allah ini adalah, inkarnasi, kehidupan insani, kematian, dan kebangkitan. Proses kita adalah dilahirkan kembali, dikuduskan, diperbarui, ditransformasi, diserupakan, dan dimuliakan. Allah telah menjadi manusia, dan akhirnya manusia akan menjadi Allah dalam hayat dan sifat. Kemudian ekonomi kekal Allah akan dirampungkan.