KEKUASAAN YOAHAS, YOYAKIM, YOYAKIN, DAN ZEDEKIA ATAS YEHUDA DAN PEMERINTAHAN GEDALYA
Pembacaan Alkitab: 2Raj. 23:31—25:30
Dalam berita ini pertama kita akan membahas
I. KEKUASAAN YOAHAS
Dalam 23:31-34 kita memiliki catatan kekuasaan Yoahas.
A. Berkuasa Selama Tiga Bulan
Yoahas mulai berkuasa di Yerusalem pada usia dua puluh tiga tahun dan berkuasa selama tiga bulan (ay. 31).
B. Melakukan apa yang Jahat di Mata Yehova
Yoahas melakukan apa yang jahat di mata Yehova, menurut semua yang dilakukan leluhurnya (ay. 32).
C. Firaun Nekho Memenjarakan Dia
Firaun Nekho memenjarakan Yoahas sehingga dia tidak berkuasa di Yerusalem. Dia juga membebankan kepada negeri Yehuda denda sebesar seratus talenta perak dan sepuluh talenta emas (ay. 33).
D. Yoahas Mati di Mesir
Firaun Nekho menjadikan Elyakim bin Yosia raja, menggantikan Yosia dan mengubah namanya menjadi Yoyakim. Firaun Nekho kemudian membawa Yoahas ke Mesir, dan Yoahas mati di sana (ay. 34).
II. KEKUASAAN YOYAKIM
Kekuasn Yoyakim dicatat dalam 23:35—24:6.
A. Berkuasa Selama Sebelas Tahun
Yoyakim mulai berkuasa di Yerusalem pada usia dua puluh lima tahun dan berkuasa selama sebelas tahun (23:36).
B. Membayar Perak dan Emas kepada Firaun Nekho
Yoyakim membayar perak dan emas kepada Firaun Nekho yang dia bebankan kepada bangsa itu (ay. 35).
C. Melakukan apa yang Jahat di Mata Yehova
Yoyakim melakukan apa yang jahat di mata Yehova, menurut semua yang telah dilakukan leluhurnya (ay. 37).
D. Melayani Nebukadnezar dan Memberontak Terhadap Dia
Yoyakim melayani Nebukadnezar raja Babel selama tiga tahun dan kemudian memberontak terhadap dia (24:1).
E. Yehova Mengirim Orang Kasdim, Asyur, Moab, dan Amon Melawan Yehuda
Yehova mengirim orang Kasdim, Asyur, Moab, dan Amon melawan Yehuda untuk menghancurkannya, menurut perkataan Yehova melalui nabi-nabi, dan menyingkirkan bangsa itu dari pandangan-Nya karena dosa-dosa Manasye, sesuai dengan semua yang telah dilakukannya (ay. 2-4).
F. Mendapat Perhentian bersama Leluhurnya
Mendapat perhentian bersama leluhurnya, dan anaknya Yoyakin berkuasa menggantikannya (ay. 5-6).
III. KEKUASAAN YOYAKIN
Dua Raja-raja 24:7-16 membicarakan kekuasaan Yoyakin.
A. Berkuasa Selama Tiga Bulan
Yoyakin mulai berkuasa di yerusalem pada usia delapanbelas tahun dan berkuasa selama tiga bulan (ay. 8).
B. Melakukan apa yang Jahat di Mata Yehova
Yoyakin melakukan apa yang jahat di mata Yehova, menurut semua yang telah dilakukan leluhurnya (ay. 9).
C. Raja Mesir tidak lagi Keluar dari Negerinya
Raja Mesir tidak lagi keluar dari negerinya, selama raja Babel merampas semua yang dimiliki raja Mesir sampai sungai Efrat (ay. 7).
D. Nebukadnezar Raja Babel datang
untuk Merampas Yerusalem
Pada tahun kedelapan Yoyakin, nebukadnezar raja Babel datang merampas Yerusalem, dan Yoyakin raja Yehuda, ibunya, pelayan-pelayannya, panglima-palimanya, dan kasim-kasimnya menyerah kepadanya. Raja Babel mengambil semua rumah perbendaharaan Yehova dan perbendaharaan raja dan menghancurkan semua perabotan emas yang telah dibuat Salomo dalam bait Yehova. Nebukadnezar membawa ke pembuangann semua penduduk Yerusalem, semua penglima, raja Yoyakin bersama ibunya, istri-istrinya, para pegawai, dan semua pemimpin di negeri itu. Sebagai tambahan, dia membawa tujuh ribu orang gagah perkasa, seribu para tukang dan pandai besi, dan semua pahlawan yang sanggup berperang (ay. 10-16).
Di sini kita harus mencatat bahwa pada tahun ketiga puluh tujuh sesudah Yoyakin, Ewil-Merodakh raja Babel, pada tahun itu menjadi raja, membebaskan Yoyakin dari penjara. Dia berbicara baik-baik kepada Yoyakin dan memberi kedudukan kepadanya lebih tinggi daripada kedudukan raja-raja yang bersama-sama dengan dia di Babel. Yoyakin mengganti pakaian penjaranya dan makan makanannya di hadapan raja Babel sepanjang harinya, seumur hidupnya, dengan bagian khusus sekadar yang diperlukan setiap hari (25:27-30).
IV. KEKUASAAN ZEDEKIA
Dua Raja-raja 24:17—25:21 memberi tahu kita kekuasaan Zedekia.
A. Dijadikan Raja oleh Raja Babel
Zedekia, paman Yoyakin dijadikan raja oleh raja Babel untuk menggantikan Yoyakin, mengubah namanya dari Matanya menjadi Zedekia (24:17).
B. Berkuasa Selama Sebelas Tahun
Zedekia mulai berkuasa di Yerusalem pada usia dua puluh satu dan berkuasa selama sebelas tahun (ay. 18).
C. Melakukan apa yang Jahat di Mata Yehova
Zedekia melakukan apa yang jahat di mata Yehova, menurut semua yang dilakukan Yoyakim, dan dia memberontak melawan raja Babel (ay. 19-20).
D. Nebukadnezar Raja Babel Datang ke Yerusalem dan Membangun Tembok Pengepung untuk Mengepungnya
Pada tahun kesembilan kekuasaan Zedekia, pada hari kesepuluh dan bulan kesepuluh, Nebukadnesar raja Babel datang ke Yerusalem dan membangun tembok pengepung untuk mengepung seluruh kota itu terkepung sampai tahun kesebelas Raja Zedekia. Pasukan orang Kasdim mengejar raja, menawan dia, membawa dia kepada Raja Babel, dan menghukum berat dia. Mereka membunuh anak-anak Zedekia di hadapan matanya, mencukil mata Zedekia, mengikat dia dengan rantai tembaga, dan membawa dia ke Babel (25:1-7).
E. Nebuzaradan Datang ke Yerusalem untuk Membakar Rumah Yehova
Pada bulan kelima, hari ketujuh bulan itu, dalam tahun kesembilanbelas Nebukadnezar, Nebuzaradan panglima dari pengawal dan pelayan Nebukadnezar, datang ke Yerusalem untuk membakar rumah Yehova, istana raja, setiap rumah pembesar, dan semua rumah di Yerusalem. Semua pasukan Kasdim merusak tembok di sekeliling Yerusalem. Nebuzaradan membawa ke pembuangan orang yang tinggal dalam kota dan para pembelot yang menyeberang ke pihak kepada raja Babel dan sisa khalayak ramai, tetapi beberapa orang miskin di negeri itu menjadi tukang-tukang kebun anggur dan peladang-peladang. Orang Kasdim memecahkan tiang-tiang tembaga dan lautan tembaga dalam bait Allah dan membawa tembaga itu ke Babel beserta kuali-kuali, penyodok,penyodok, pisau-pisau, cawan-cawan, dan semua perkakas tembaga, juga perbaraan-perbaraan dan bokor-bokor penyiraman, baik segala yang dari emas maupun segala yang dari perak. Kepala pasukan pengawal membawa kepala imam, dua imam, tiga penjaga pintu, seorang pegawai istana, lima orang pelayan pribadi raja, panitera panglima tentara, enam puluh orang dari rakyat negeri itu dan membawa mereka ke raja Babel, dan raja Babel menaklukkan dan membunuh mereka. Maka Yehuda dibawa ke pembuangan dari negerinya (ay. 8-21).
V. PEMERINTAHAN GEDALYA
Ayat 22 sampai 26 adalah catatan pemerintahan Gedalya.
A. Nebukadnezar Mengangkat Dia Mengepalai Penduduk yang tinggal di Negeri Yehuda
Nebukadnezar mengangkat Gedalya mengepalai penduduk yang tinggal di Yehuda (ay. 22). Ketika semua panglima tentara mendengar tentang hal ini, mereka datang ke Gemalya, dan Gemalya bersumpah kepada mereka dan berkata kepada mereka, “Janganlah kamu takut terhadap pegawai-pegawai orang Kasdim itu; tinggallah di negeri ini dan takluklah kepada raja babel, maka keadaanmu akan menjadi baik” (ay. 23-24).
B. Ismael Datang bersama Sepuluh Orang dan Membunuh Gedalya
Pada bulan ketujuh Ismael, seorang keturunan raja, datang bersama sepuluh orang dan membunuh Gedalya dan orang Yahudi dan orang Kasdim yang ada bersama dia. Semua penduduk dan panglima tentara melarikan diri ke Mesir, mereka takut terhadap orang Kasdim (ay. 25-26).
Akhirnya setalah dikuasai oleh Babel, Persia, dan Yunani, Israel menjadi bagian Kekaisaran Roma. Dengan waktu yang singkat Kekaisaran Roma mengambil alih tanah kudus, tempat Tuhan Yesus dilahirkan. Garis silsilah Kristus menjadi sangat tipis, tetapi kita berterima kasih dan memuji Tuhan bahwa dalam kedaulatan-Nya garis silsilah Kristus tidak pernah hancur. Keturunan rajani Daud dihancurkan, tetapi Allah memelihara garis Daud sehingga Dia dapat datang menjadi seorang manusia melalui inkarnasi. Hal ini membawa Allah kepada keinsanian dan ke dalam keinsanian. Ini perubahan zaman di seluruh alam semesta, termasuk surga.
Allah menjadi seorang manusia dan hidup di bumi, masuk ke dalam kematian dan melalui kematian masuk ke dalam kebangkitan. Dalam kebangkitan Allah yang berinkarnasi, sebagai Adam yang akhir dalam daging, menjadi Roh pemberi hayat. Manusia Allah menjadi Roh pemberi hayat adalah lebih besar dari pada inkarnasi. Inkarnasi membawa Allah ke dalam satu persona, tetapi Adam yang akhir menjadi Roh pemberi hayat membawa Allah ke dalam berjuta-juta umat manusia. Kita semua dilahirkan kembali melalui kebangkitan Kristus (1Ptr. 1:3). Allah menjadi seorang manusia, dan manusia ini menjadi Roh pemberi hayat untuk menunaskan berjuta-juta umat pilihan dan tebusan Allah, untuk hidup dalam mereka, membuat tempat tinggal bersama, dan bahkan membangun satu rumah dalam mereka sehingga membuat Dia satu dengan seluruh tebusan menjadi manusia baru yang besar di alam semesta. Kepala manusia baru ini adalah Kristus, dan Tubuh disusun dari berjuta-juta umat Allah yang ditebus dan dilahirkan kembali.
Surat Paulus memberi tahu kita, bahwa sebagai kaum beriman dalam Kristus, kita telah hidup dalam Kristus, yang sebagai Roh pemberi hayat adalah realitas kebangkitan. Kebangkitan berarti mengakhiri semua yang usang dan alamiah dan satu permulaan yang baru melalui penunasan. Di mata Allah, setiap ciptaan lama telah diakhiri, dan ciptaan baru telah ditunaskan. Kita adalah ciptaan baru, yang bersama-sama dalam kebangkitan.
Namun, kebanyakan dari mereka yang dalam pemulihan Tuhan tidak hidup dalam kebangkitan yang sebenarnya dan secara praktis. Kaum saleh mungkin memiliki karakter yang baik dan berperilaku baik, tetapi perilaku baik ini hanya menurut prinsip pohon pengetahuan yang baik dan jahat. Di satu pihak, kita tahu tentang hayat kebangkitan, tetapi di pihak lain, tanpa disadari dan tanpa disengaja kita menempuh satu kehidupan menurut prinsip baik dan jahat, bukan menurut prinsip hayat.
Sejak sebermula, Allah bermaksud bahwa manusia tidak akan hidup oleh hayatnya sendiri tetapi oleh hayat Allah. Hasilnya, setelah Allah menciptakan manusia, Dia menunjukkan kepada dia bahwa dia harus mengambil bagian dari pohon hayat dan dengan demikian mengambil Allah sebagai hayat dan memperhidupkan hayat ini. Ini berarti bahwa manusia diciptakan Allah perlu dilahirkan kembali. Kelahiran kembali bukan berarti bahwa manusia dibuat jatuh sehingga dia perlu hayat yang lain. Bahkan sebellum manusia jatuh dan sebelum dosa masuk ke dalam umat manusia, Allah bermaksud untuk melahirkan kembali manusia.
Mereka yang telah dilahirkan kembali, kita seharus tidak memperhidupkan alamiah kita, hayat insani tetapi oleh hayat Allah dalam kebangkitan. Sekarang kita memiliki dua hayat di dalam kita: hayat ciptaan dan hayat kelahiran kembali, hayat alamiah dan hayat kebangkitan. Hayat alamiah kita, ego kita, manusia lama kita, daging kita, telah diakhiri oleh Kristus di atas salib. Kita tidak saja telah diakhiri tetapi juga ditunaskan. Kita diakhiri melalui kematian Kristus dan kita ditunaskan melalui kebangkitan Kristus, realitasnya adalah Roh berbaur dengan roh kita. Sekarang setiap hari, dalam segala perkara besar dan kecil, termasuk cara kita menyisir rambut dan berbicara kepada orang lain, kita harus melakukan segala sesuatu bukan oleh diri sendiri tetapi melakukan segala sesuatu oleh Dia yang bersatu dengan kita dan berbaur dengan kita. Inilah penerapan kematian Kristus dalam kehidupan kita setiap hari.
Jika kita melaksanakan kehidupan ini, kemudian dalam pengalaman kita, kita akan disalibkan dan diserupakan kepada kematian Kristus. Kemudian kita akan dapat berkata seperti Paulus bahwa kita telah disalibkan bersama Kristus dan bukan lagi kita sendiri yang hidup tetapi Kristus yang hidup di dalam kita (Gal. 2:19b-20). Ketika Paulus di penjara, dia dapat menyatakan bahwa bagi dia hidup adalah Kristus (Flp. 1:21). Dia bersatu dengan Kristus dan dia memperhidupkan Kristus dan memperbesar Kristus oleh suplai Roh yang limpah lengkap (ay. 19-20).
Ketika Kristus hidup di bumi, kehidupan-Nya murni dan kudus. Namun Dia tidak pernah melakukan sesuatu berdasarkan diri-Nya sendiri ataupun berbicara dari diri-Nya sendiri atau bagi diri-Nya sendiri. Apapun yang Dia lakukan dan bicarakan adalah oleh Bapa. Sekarang kita melanjutkan Kristus, dan kita harus menempuh kehidupan yang tersalib setiap hari. Inilah alasannya kita diberi tahu untuk senantiasa berdoa (1Tes. 5:17). Kita perlu bertanya kepada Dia dalam setiap perkara.
Untuk hidup dalam kebangkitan berarti bahwa kita menolak hayat alamiah kita, kita menyangkalnya dan meletakkannya pada salib dan maka diserupakan kepada kematian Kristus. Kemudian kita ada dalam kebangkitan, hidup oleh Kristus yang pneumatik, Kritus pemberi hayat, Allah Tritunggal yang rampung.
Kita perlu mengingat, bahwa sebagai kaum beriman dalam Kristus, kita orang-orang yang khusus, kita adalah banyak manusia Allah. Kita adalah orang Kristen, manusia Kristus. Kita seharusnya tidak hidup oleh diri sendiri. Kita harus hidup oleh Dia yang bersatu dengan kita. Inilah diserupakan kepada kematian Kristus dan hidup dalam kebangkitan.