← Daftar isi 1 dan 2 Raja-raja (1) · bab 20/23

KEKUASAAN HIZKIA ATAS YEHUDA

Pembacaan Alkitab: 2Raj. 18—20

Kekuasaan yang paling baik dari antara semua raja adalah Hizkia atas Yehuda. Dalam berita ini pertama kita akan membahas kekuasaan Hizkia dan kemudian membicarakan lebih lanjut mengenai hubungan yang mendasar antara kitab-kitab sejarah dalam Perjanjian Lama dan penggenapannya dalam Perjanjian Baru.

I. BERKUASA SELAMA DUA PULUH SEMBILAN TAHUN

Hizkia mulai berkuasa pada usia dua puluh lima tahun, pada tahun ketiga pemerintahan Hosea raja Israel, dan berkuasa selama dua puluh sembilan tahun di Yerusalem (18:1-2).

II. MELAKUKAN APA YANG BENAR DI MATA YEHOVA

Ayat 3 sampai 6 memperlihatkan kepada kita bahwa Hizkia melakukan apa yang benar di mata Yehova, menurut semua yang telah dilakukan bapa leluhurnya, Daud. Hizkia menyingkirkan bukit-bukit pengorbanan, merobohkan tugu-tugu, dan menebang Asyera. Juga, dia menghancurkan ular tembaga yang dibuat Musa yang Hizkia sebut Nehustan (artinya “kepingan tembaga”) dan di sana bangsa Israel membakar ukupan. Musa menurut arahan Allah, telah membuat ular tembaga agar menolong umat itu dari kematian. Namun, dalam ketakhayulan mereka akhirnya manganggap ular tembaga sebagai berhala, dan inilah alasan Hizkia menghancurkannya berkeping-keping. Hizkia berpegang teguh pada Yehova dan tidak menyimpang dari Dia tetapi memperhatikan perintah-Nya dan bersandar dalam Dia, sehingga setelah dia tidak ada yang seperti dia di antara semua raja Yehuda, ataupun orang yang sebelum dia.

III. YEHOVA MENYERTAI DIA

Yehova menyertai Hizkia, dan ke manapun dia pergi, dia beruntung. Dia memberontak melawan raja Aram dan mengalahkan orang Filistin (ay. 7-8).

IV. PENYERBUAN ORANG ASYUR

Dalam 18:9—19:37 kita memiliki catatan penyerbuan orang Asyur.

A. Penyerbuan Dipimpin Shalmaneser Raja Asyur

Pada tahuk keempat Hizkia, tahun ketujuh pemerintahan Hosea raja Israel, Shalmaneser raja Asyur datang menyerang Samaria dan mengepungnya (ay. 9). Pada akhir tiga tahun, pada tahun keenam Hizkia dan tahun kesembilan Hosea, Shalmaneser merampas Samaria dan membawa orang Israel ke penawanan (ay. 10-11; 17:3-6). Hal ini terjadi karena orang Israel tidak mau mendengarkan suara Yehova ataupun melakukannya (18:12).

B. Menyerang dan Menentang Sanherib Raja Asyur

Dalam 18:13—19:37 kita membaca penyerangan dan penentangan Sanherib raja Asyur dengan menghina dan mengutuk.

1. Menyerang Segala Kota Berkubu Negeri Yehuda

Sanherib menyerang segala kota berkubu negeri Yehuda dan merebutnya (18:13).

2. Hizkia Menaklukkan Dirinya kepada Dia

Hizkia raja Yehuda menaklukkan dirinya kepada Sanherib. Karena Sanherib membebankan dia, Hizkia memberikan tiga ratus talenta perak dan tiga ratus talenta emas dari bait Yehova dan rumah perbendaharaan raja (ay. 14-16).

3. Menentang dengan Menghina dan Mengutuk

Sanherib menentang Sanherib dengan menghina dan mengutuk melalui Rab-Shakeh bersama pasukannya (ay. 17-37; 19:8-13).

4. Hizkia Memohon Nabi Yesaya

Hizkia memohon nabi Yesaya. Nabi Yesaya memberi tahu dia bahwa Yehova akan menyebabkan raja Asyur kembali ke negerinya dan mati rebah oleh pedang ditangannya sendiri (19:1-7).

5. Hizkia Berdoa kepada Yehova

Hizkia pergi ke bait Yehova, membentangkan surat penentangan di hadapan Yehova, dan berdoa kepada Yehova, memohon keselamatan (ay. 14-19).

6. Yehova Menjawab Hizkia melalui Nabi Yesaya

Yehova menjawab Hizkia melalui nabi Yesaya, katanya bahwa Dia akan mengembalikan raja Asyur melalui mengkail dia pada hidungnya dan mengekang dia pada bibirnya dan bahwa Yerusalem akan dilindungi untuk kepentingan diri-Nya dan bagi kepentingan Daud hamba-Nya (ay. 20-34).

7. Seorang Malaikat Yehova Keluar dan Membunuh Perkemahan Orang Asyur

Pada malam itu seorang malaikat Yehova keluar dan membunuh 185,000 dari perkemahan orang Asyur, Sanherib raja Asyur pergi dan kembali ke tempat tinggalnya di Niniwe. Akhirnya dia dibunuh, mungkin oleh anaknya, dan Esarhadon anaknya berkuasa menggantikannya (ay. 35-37).

V. PENYEMBUHAN YEHOVA

Dua Raja-raja 20:1-11 memberi tahu kita tentang penyembuhan Yehova atas Hizkia.

A. Hizkia Sakit dan Hampir Mati

Hizkia sakit dan hampir mati, dan Yehova memberi tahu dia melalui nabi Yesaya bahwa dia akan mati (ay. 1).

B. Hizkia Berdoa kepada Yehova

Hizkia berdoa kepada Yehova. Melalui nabi Yesaya Yehova memberi tahu Hizkia bahwa Dia akan menyembuhkan dia, menambah umurnya selama limabelas tahun, dan membebaskan dia dan Yerusalem dari raja Asyur bagi kepentingan diri-Nya dan bagi kepentingan Daud hamba-Nya (ay. 2-6).

C. Yesaya Menyembuhkan Hizkia

Yesaya menyembuhkan Hizkia melalui kue ara (ay. 7).

D. Hizkia Meminta satu Tanda

Hizkia meminta satu Tanda, dan Yehova memberi dia satu tanda, bayangan yang telah turun atas petunjuk matahari buatan Ahas akan mundur sepuluh tapak (ay. 8-11).

VI. KEJATUHAN HIZKIA

Dalam ayat 12 sampai 19 kita nampak kejatuhan Hizkia.

A. Raja Babel Mengirim Surat dan Hadiah

kepada Hizkia

Raja Babel mengirm surat dan hadiah kepada Hizkia karena kesembuhannya (ay. 12).

B. Hizkia Memperlihatkan Semua Gedung Kekayaannya dan Pasukannya dan Gedung Persenjataannya

Hizkia memperlihatkan kepada orang-orang babel semua gerdung kekayaannya dan pasukannya dan gedung persenjataannya. Tidak ada barang yang tidak diperlihatkannya kepada mereka (ay. 13). Keinginannya untuk pamer, dibenci Allah. Allah membenci orang yang sombong. Maka, kita jangan pernah mencoba untuk memuliakan diri sendiri. Dalam pekerjaan Tuhan kita perlu belajar pelajaran menyembunyikan diri sendiri, tidak membiarkan karya kita dipamerkan di depan orang. Hal ini akan diperkenan Allah.

C. Hizkia Diperintahkan oleh Allah

melalui Nabi-Nya Yesaya

Karena pa yang dilakukan Hizkia, dia diperintahkan oleh Allah melalui nabi-Nya Yesaya. Yesaya memberi tahu dia bahwa pada hari mendatang ketika segala sesuatu yang ada di rumahnya dan leluhurnya itu akan diangkut ke Babel dan tidak ada sesuatu yang ditinggalkan. Yesaya selanjutnya mengatakan bahwa orang-orang Babel merampas beberapa anak Hizkia dan menjadikan mereka sida-sida di istana raja Babel (ay. 14-18).

D. Hizkia Menjawab bahwa Firman Yehova

adalah Baik

Hizkia menjawab bahwa firman Yehova adalah baik dan hal ini baik asal ada kedamaian dan kebenaran (kestabilan) seumur hidupnya (ay. 19). Saya disusahkan oleh jawaban Hizkia, hal ini menunjukkan bahwa dia agak mementingkan sendiri, memperhatikan dirinya sendiri tetapi tidak bagi keturunannya. Ini menunjukkan bahwa dia tidak kaya dalam perkara rohani.

Sekarang saya harus mencatat bahwa bagian dari 18:13—20:19 mirip dengan Yesaya 36:1—39:8, dengan kelalaian bahwa nyanyian Hizkia yang dicatat dalam Yesaya 38:9-20. Mengenai hal ini saya akan meminta kalian memeriksa berita sembilanbelas dan duapuluh dalam Pelajaran-hayat Yesaya, yang disampaikan dari sudut kerohanian Hizkia.

VII. HIZKIA MEMBUAT KOLAM DAN SALURAN AIR

Hizkia membuat kolam dan saluran air dan mengalirkan air ke kota. Dia mendapat perhentian bersama leluhurnya, dan Manasye anaknya berkuasa menggantikan dia (2 Raj. 20:20-21).

Sekarang mari kita kembali ke perkara ekonomi Allah. Ekonomi Allah adalah inti dalam Kristus bersama Tubuh-Nya yang organik, gereja, yang akan rampung dalam Yerusalem Baru. Hubungan ekonomi Allah, hubungan yang terkandung antara kitab-kitab sejarah dalam Perjanjian Lama dan penggenapannya dalam Perjanjian Baru dalam Yesaya 7:14 dan 9:5. Ayat-ayat ini menunjukkan bahwa Allah akan mengenakan keinsanian ke atas diri-Nya, membaurkan keilahian-Nya dengan keinsanian. Melalui inkarnasi Kristus menjadi manusia Allah, seorang yang memiliki keilahian dan keinsanian, telah membaurkan keilahian-Nya dengan keinsanian-Nya. Karena itu, inkarnasi adalah kejadian yang terbesar dalam alam semesta.

Perjanjian Baru dengan jelas mewahyukan ministri Kristus memiliki dua bagian. Bagian pertama, dari inkarnasi-Nya sampai kematian-Nya untuk merampungkan penebusan kekal Allah, ada dalam empat Injil. Bagian kedua disajikan dalam Kisah Para Rasul sampai Wahyu.

Setelah merampungkan penebusan Allah melalui kematian-Nya, Kristus masuk ke dalam kebangkitan. Dalam kebangkitan keinsanian Kristus dipertinggi ke dalam keilahian dan Kristus “ditunjuk sebagai Anak Allah dalam kuat kuasa menurut Roh Kekudusan melalui bangkit dari kematian” (Rm. 1:4). Keinsanian-Nya dilahirkan kembali, dan dalam kebangkitan Dia dilahirkan sebagai Putra sulung Allah. Sebagai Anak tunggal Allah dalam kekekalan, Kristus hanya memiliki keilahian tanpa keinsanian. Tetapi dalam ekonomi-Nya Allah bermaksud menyatukan diri-Nya dengan manusia dan membaurkan diri-Nya dengan manusia. Maka, ketika Kristus dibangkitkan, Dia dilahirkan menjadi Putra sulung Allah dalam keinsanian-Nya (Kis. 13:33). Pada waktu yang sama Dia melahirkan kembali semua kaum beriman dalam kelahiran tunggal yang korporat dan besar (1Ptr. 1:3). Dalam kebangkitan-Nya, Kristus sebagai seorang manusia dalam daging, menjadi Roh pemberi hayat (1Kor. 15:45b). Mengingat Dia menebus kita melalui kematian-Nya, Dia melahirkan kembali kita melalui Roh pemberi hayat.

Ekonomi Allah adalah untuk membuat semua orang tebusan, semua kaum beriman dalam Kristus, banyak manusia Allah. Allah mendambakan bukan hanya memiliki banyak manusia baik, kedambaan Allah adalah memiliki banyak manusia Allah. Kristus, manusia Allah yang unik, adalah model, prototipe, dipakai Allah untuk satu “reproduksi masal” berjuta-juta manusia Allah. Kelahiran kembali membawa Allah ke dalam kita, membuat kita manusia Allah. Sebagai manusia Allah kita harus memiliki sati kehidupan manusia Allah. senantiasa menolak manusia alamiah kita dan hidup oleh Allah yang adalah hayat dalam kita. Sebagai manusia Allah, kita menolak hayat alamiah kita dan menerapkan hayat ilahi dalam kehidupan kita sehari-hari.

Setelah kelahiran kembali, Roh pemberi hayat, perampungan dan totalitas Allah Tritunggal yang terproses, pertama menguduskan kita, kedua, memperbarui kita (Tit. 3:5); ketiga, mentransformasi kita (2Kor. 3:18); dan keempat, menyerupakan kita kepada gambar Allah (Rm. 8:29), membuat kita sama seperti Allah dalam penampakan, elemen, dan esens. Akhirnya, ketika Tuhan Yesus kembali, Dia akan memuliakan kita, menjenuhi seluruh diri kita dengan kemuliaan-Nya. Maka, pengudusan, pembarruan, transformasi, penyerupaan, dan pemuliaan adalah langkah-langkah ministri Kristus dalam kebangkitan.

Setelah Kristus masuk ke dalam kebangkitan, menjadi Roh pemberi hayat dan Putra sulung dari banyak anak, Dia naik ke surga dan ditunjuk Allah menjadi Tuhan dan Kristus (Kis. 2:36) dan ditinggikan menjadi Pemimpin dan Juruselamat (5:31). Dia juga Imam Besar kita, berdoa syafaat bagi kita di hadapan Allah (Ibr. 8:1; 7:25-26), Pengantara dan Pelaksana perjanjian yang baru (8:6; 9:16-17), dan seorang Pelayan di surga (8:1-2), melayankan banyak hal surgawi ke dalam kita dalam langkah-langkah yang disebut di atas.

Jika kita akan memahami bagian kedua dari ministri Kristus dan mengenal apa yang Kristus kerjakan sekarang di surga, kita perlu semua surat Rasuli Paulus melakukan satu pekerjaan yang ajaib yang menyingkapkan bagaimana Kristus sebagai Sang yang naik ke surga, melayankan diri-Nya sebagai Roh pemberi hayat, sebagai Kristus yang pneumatik, sebagai perwujudan Allah Tritunggal yang melalui proses dalam kebangkitan-Nya, untuk mentransformasi kita dari debu ke dalam sesuatu yang berharga, membuat kita sama seperti Dia, tetapi bukan dalam ke-Allahan tetapi dalam esens-Nya, dalam elemen-Nya, dalam sifat-Nya, dalam hayat-Nya, dan dalam penampakkan-Nya. Inilah ekonomi Allah, yang akan rampung dalam Yerusalem Baru.