MASA TUA DAN MATINYA DAUD
Pembacaan Alkitab: 1Raj. 1—2:11
Dalam berita ini kita akan membahas masa tua dan matinya Daud.
I. TUA DAN UZUR
Daud bukan saja menjadi tua tetapi juga uzur. Uzur berbeda dengan tua, yang adalah umum. Kehidupan Daud memiliki satu permulaan yang baik, seperti terang matahari terbit, dan kehidupannya bersama kariernya seperti matahari terik. Namun hawa nafsunya merusak kariernya dan menyebabkan kehidupannya yang terang menjadi uzur seperti matahari terbenam di sore hari. Masa tua Daud tidak lagi ada terang, keunggulan, atau keagungan.
II. MENJADIKAN SALOMO PENERUS BAGI TAKHTANYA
Daud menjadikan Salomo penerus bagi takhtanya (1:5-53). Namun, sumber Salomo adalah hawa nafsu Daud. Ibu Salomo adalah istri Uria, seorang Kafir yang memimpin pasukan tentara Daud. Daud membunuh Uria dan mengambil istrinya. Karena hal ini, ketika Daud menunjuk Salomo sebagai penerusnya, dia tidak dapat memiliki perasaan yang mulia. Daud menunjuk Salomo adalah bukti kuat dari pengampunan Allah dan kasih karunia yang tak terbatas, tetapi Daud sekalipun demikian masih memiliki perasaan malu tentang hal ini.
Yoab, panglima pasukan tentara Daud, yang berbagian dalam pembunuhan Uria, tidak pernah dapat menghapus perasaan negatifnya tentang dosa Daud. Mungkin karena hal ini Yoab bersatu dengan Adonia dalam pemberontakannya. Melalui hal ini kita dapat melihat bahwa cahaya kita bukan perkara terang. Hal ini merusak segala sesuatu. Nafsu Daud yang sangat besar itu merusak namanya, posisinya, dan bahkan akhir hidupnya. Inilah kehidupan Daud yang uzur, terbenam.
Nafsu Daud menjadi benih yang mengakibatkan kehilangan tanah permai dan tertawannya umat kudus. Akibat tragedi ini sangat lama bahkan sampai pada kita hari ini. Hai ini seharusnya membantu sebagai satu peringatan kepada semua orang muda di antara kita. Kita tidak harus berkontak dengan lawan jenis secara sembarangan. Sebagai saudara dan saudari dalam gereja kita tidak dapat terhindar berkontak satu dengan yang lain, tetapi kita harus selalu menjaga jarak dengan lawan jenis. Nafsu dosa Daud dimulai dengan hanya sekali melihat. Pandangan sepintasnya mengakibatkan dia jatuh sampai sedemikian dengan akibat yang tragis.
A. Adonia Berjuang dengan Cara Merampas untuk menjadi Penerus Takhta Daud
Adonia anak Hagit dan seorang kakak Salomo dari ibu yang berbeda (2:22), berjuang dengan cara merampas untuk menjadi penerus takhta Daud (1:5-10). Dia mencoba perebut takhta mengadakan tindakan pemberontakan.
B. Pernyataan Tegas Daud untuk Menjadikan Salomo Penerus Takhtanya
Dalam ayat 11 sampai 31 kita memiliki catatan pernyataan tegas Daud, di tengah-tengah pemberontakan Adonia, untuk menjadikan Salomo penerus takhtanya. Karena asal-usul Salomo, hal ini tidak mudah bagi Daud untuk menyatakan sedemikian.
1. Melalui Usulan Nabi Natan yang Bijaksana
Pernyataan tegas Daud mengenai Salomo telah dibuat melalui bantuan usulan nabi Natan yang bijaksana (ay. 11-14, 22-27). Sedangkan Yoab bersatu dengan Adonia untuk memberontak melawan Daud, Natan menguatkan dia.
2. Melalui Permohonan Batsyeba secara Pribadi
Pernyataan tegas Daud bahwa Salomo harus menjadi penerus takhtanya dibuat juga melalui permohonan Batsyeba secara pribadi
C. Salomo Naik Takhta Ayahnya sebagai Penerus yang Sah bagi Takhta Daud
Ayat 32 sampai 40 membicarakan Salomo naik takhta ayahnya sebagai penerus yang sah bagi takhta Daud.
1. Ditetapkan oleh Daud Ayahnya
Naiknya Salomo ditetapkan oleh Daud ayahnya (ay. 32-37). Sehubungan Salomo, Daud berkata, “Imam Zadok dan nabi Natan harus mengurapi dia di sana menjadi raja atas Israel; kemudian kamu meniup sangkakala dan berseru: Hidup raja Salomo!…Ia akan masuk dan duduk di atas takhtaku, sebab dialah yang harus menggantikan aku, dan dialah yang kutunjuk menjadi raja atas Israel dan Yehuda” (ay. 34-35).
2. Dilaksanakan oleh Imam Zadok, Nabi Natan, dan Panglima Benaya
Ketetapan Daud mengenai Salomo sebagai pengganti dilaksanakan oleh imam Zadok, nabi Natan, dan panglima Benaya (ay. 38-40).
D. Penyerahan Adonia
Ayat 41 sampai 53 menggambarkan penyerahan Adonia.
1. Dia Menyerah dan Dikabulkan Salomo
Ayat 41 sampai 52 membicarakan Adonia menyerah dan dikabulkan Salomo. Ketika Adonia mendengar bahwa Daud telah menjadikan Salomo raja, dia memegang tanduk mezbah, katanya, “Biarlah raja Salomo lebih dahulu bersumpah mengenai aku, bahwa ia takkan membunuh hambanya ini dengan pedang” (ay. 51).
2. Persetujuan dan Pengampunan Salomo
Salomo menyetujui Adonia dan mengampuninya (ay. 53).
III. MEMBERI PERINTAH TERAKHIR KEPADA SALOMO PUTRANYA SEBAGAI PENERUS UNTUK TAKHTA DAUD
Dalam 2:1-9 Daud memberi perintah terakhir kepada Salomo putranya sebagai penerus untuk takhta Daud.
A. Memerintahkan Dia untuk Menguatkan Hati dan menjadi Seorang Laki-laki
Daud memerintahkan Salomo untuk menguatkan hati dan menjadi seorang laki-laki (ay. 2).
B. Memerintahkan Dia untuk Berjalan dalam Jalan Yehova dan Menjaga Hukum-hukum-Nya
Daud selanjutnya memerintahkan Salomo untuk berjalan dalam jalan Yehova dan menjaga hukum-hukum-Nya seperti yang tertulis dalam hukum Taurat Musa, sehingga dia dapat sejahtera dan takhtanya dapat diteguhkan (ay. 3-4). Namun, seperti yang akan kita lihat, akhirnya Salomo menjadi lebih mengumbar nafsu dari pada Daud. Sebagai akibatnya, dia tidak sejahtera; Malahan, dia menderita dan kehilangan sepuluh suku dari kerajaannya.
C. Memerintahkan Dia untuk Mengakhiri Hidup Yoab dan Simei dan Memberi Hadiah Anak-anak Barzilai
Akhirnya, dalam ayat 5 sampai 9 Daud memerintahkan Salomo untuk mengakhiri hidup Yoab yang membantu Adonia dalam dia merebut takhta (ay. 1:7), dan Simei, yang mengutuki Daud ketika dia melarikan diri dari Absalom (2Sam. 16:5-13), dan memberi hadiah anak-anak Barzilai, yang membantu Daud ketika melarikan diri dari pemberontakan Absalom (17:27-29). Perhatian Daud di sini menunjukkan bahwa sementara dia di atas tempat meninggalnya dia tidak memiliki damai atau hiburan dalam hatinya. Hubungannya dengan orang-orang ini adalah akibat mengumbar nafsu dosanya. Allah mengampuni dia, tetapi penghakiman kebenaran Allah tidak membiarkan dia lewat.
IV. MENGAKHIRI HIDUPNYA DI BUMI
Satu Raja-raja 2:10-11 membicarakan Daud mengakhiri hidupnya di bumi. Dia dikuburkan di kota Daud (ay. 10), setelah berkuasa selama empat puluh tahun: tujuh tahun di Hebron atas Yehuda dan tiga puluh tiga tahun di Yerusalem atas seluruh bangsa Israel (ay. 11).
Menurut apa yang telah dilakukan Daud bagi Israel, bangsa itu seharusnya tindak balik, pada waktu kematiannya, untuk mengenang dia. Namun, sebaliknya apa yang kita kira, Alkitab tidak memberi kita suatu catatan yang jelas memberi tahu kita bahwa pada saat kematiannya bangsa itu menyatakan apresiasinya kepada dia. Malahan, catatan akhir kehidupan Daud di bumi adalah kabur dan redup. Ini menunjukkan bahwa pengumbaran hawa nafsu Daud merusak kehidupannya yang agung. Terlebih lagi, dosa-dosa dilanjutkan oleh Salomo dan tiga puluh delapan raja mengikuti jejak dia dalam hawa nafsu Daud. Satu perbuatan nafsunya mengakibatkan kehilangan tanah permai yang diberikan Allah oleh keturunannya dan dalam merusak umat pilihan Allah.
Sekalipun akhir kehidupan Daud menyedihkan, sekalipun demikian kedaulatan Allah mengalahkan kelicikan Satan. Allah masih melaksanakan pengembalian dari penawanan agar melindungi empat belas generasi silsilah Kristus. Melalui kembali dari penawanan tanah permai dipulihkan. Allah masih melaksanakan maksud-Nya untuk membawa diri-Nya dalam Trinitas-Nya ke dalam keinsanian dan mendirikan kerajaan rohani-Nya.