← Daftar isi 1 dan 2 Raja-raja (1) · bab 1/23

KATA PENDAHULUAN

Pembacaan Alkitab: 1Raj. 1:1; 2:10-11; 2Raj. 25:1-7

Dengan berita ini kita akan memulai pelajaran-hayat 1dan 2Raja-raja. Bebanku dalam pelajaran-hayat ini dapat diungkapkan melalui empat pernyataan berikut ini.

1) Daud melakukan dosa yang kasar, berdosa kepada Allah. Meskipun setelah Daud bertobat, Allah mengampuninya, dan memberinya satu anak, menjadi yang disenangi Allah, tetapi karena keadilan dan kebenaran Allah sendiri, Allah tetap harus menghukumnya.

2) Karena menerima banyak berhala yang dibawa oleh gundik-gundik kafirnya, Salomo menghujat Allah. Sebab itu Allah memotong sepuluh suku dari kerajaan Salomo. Tetapi Allah masih meninggalkan satu suku untuknya, supaya Daud memiliki pelita di Yerusalem.

3) Bangsa Israel meninggalkan Allah untuk mengikuti berhala, sebab itu Allah menyerakkan mereka di antara bangsa-bangsa. Tetapi dalam kasih-Nya yang kekal, Allah pasti membawa mereka kembali ke tanah nenek moyang mereka pada akhir zaman.

4) Allah begitu merahmati Daud, Salomo, dan Israel, untuk mempertahankan garis silsilah Kristus, supaya Kristus bisa masuk ke dalam keinsanian, dan mempertahankan sekelompok orang, supaya mereka memiliki tanah Imanuel sebagai warisan, supaya Kristus bisa mendirikan kerajaan-Nya di bumi.

I. WAHYU MENDASAR DARI KITAB-KITAB SEJARAH DALAM PERJANJIAN LAMA DARI YOSUA SAMPAI ESTER

Kata pendahuluan ini untuk pelajaran-hayat 1dan 2raja-raja menyajikan wahyu yang terkandung dari kitab-kitab sejarah dalam Perjanjian Lama. Wahyu sedemikian perlu memasuki makna sejati dari kitab-kitab ini. Walaupun demikian, kita dapat menganggap kitab-kitab ini hanya sebagai kitab-kitab kisah.

Allah berjanji kepada Abraham bahwa Dia akan memberikan Kanaan sebagai tanah permai kepada dia dan keturunannya. Melalui Musa Dia membawa Israel sebagai satu umat, keturunan Abraham, keluar dari Mesir melalui padang gurun sampai perbatasan tanah permai. Setelah Musa, Yosua dipakai Allah untuk membawa umat pilihan-Nya memasuki tanah permai yang telah Dia janjikan kepadanya.

Wahyu yang terkandung dalam catatan sejarah kitab Yosua sampai Ester mengungkapkan kepada kita, bagaimana umat pilihan Allah melaksanakan ekonomi kekal Allah di bumi. Ekonomi kekal Allah sepenuhnya berhubungan dengan Kristus, juga untuk Kristus; terutama tentang persona dan kerajaan Kristus. Pada aspek persona Kristus, catatan sejarah Perjanjian Lama mempertahankan silsilah Kristus, supaya melalui menjadi daging, Dia datang menjadi manusia. Pada aspek kerajaan, Perjanjian Lama mempertahankan garis kerajaan Allah, supaya Kristus dapat mendirikan kerajaan ilahi-Nya di bumi. Kedua hal ini menjadi garis wahyu ilahi yang mengendali kitab sejarah orang Israel. Sekarang kita harus mengenal garis pengendali ini dalam kitab 1dan 2 Raja-raja, supaya kita bisa mempelajari dan mengerti kedua kitab ini.

Untuk melaksanakan ekonomi-Nya, Allah memerlukan satu umat satu tanah. Untuk persona Kristus, diperlukan satu umat menjadi garis silsilah-Nya untuk membawa Dia ke dalam keinsanian. Untuk kerajaan Kristus, diperlukan satu tanah. Sekalipun bumi diciptakan Allah, namun bumi ini telah dirampas Satan. Maka, Allah memakai umat-Nya untuk mendapatkan bagian bumi yang dirampas Satan untuk dipergunakan sebagai “benteng” bagi Dia untuk mendirikan kerajaan-Nya.

Alkitab bukan satu kitab sejarah. Alkitab adalah catatan tentang wahyu ilahi ekonomi kekal Allah. Inti dan realitas ekonomi kekal Allah adalah Kristus. Kristus adalah perwujudan Allah Tritunggal, gereja adalah Tubuh organik Kristus. Kedua hal itu adalah konstruksi dasar seluruh Alkitab. Sebab itu kalau kita ingin mengerti kitab manapun dalam Alkitab, kita harus berpegang pada pandangan ini; lebih-lebih dalam pelajaran-hayat kitab Raja-raja. Dilihat dari luar, 1dan 2Raja-raja adalah sejarah raja-raja Israel. Sesungguhnya kedua kitab ini ditulis oleh inspirasi Allah, sangat berhubungan dengan ekonomi kekal Allah.

Dua raja yang pertama, Daud dan Salomo, adalah lambang utama Kristus. Kristus memiliki dua aspek. Aspek pertama adalah aspek penderitaan di bumi, sebelum kebangkitan-Nya. Sejak kelahiran-Nya, Dia menderita. Riwayat hidup-Nya dimulai dari palungan di tempat yang rendah, dan berakhir pada salib adalah dua ujung penderitaan dalam seumur hidup-Nya. Daud melambangkan Kristus yang menderita. Daud juga menderita sejak mudanya. Namun penderitaannya adalah untuk menundukkan musuh-musuh yang menjajah, dan mendapatkan tanah permai, mendapatkan tumpuan bagi bangunan Allah. Salomo melambangkan Kristus yang dimuliakan dalam kerajaan Allah dan kejayaan-Nya. Salomo mendapatkan kemuliaan dalam kerajaan Israel dengan kejayaannya. Inilah pendahuluan Kristus dalam kerajaan milenium. Kedua lambang ini adalah bukti yang sangat kuat, membuktikan sejarah raja-raja Israel berhubung dengan ekonomi kekal Allah. Ekonomi kekal Allah adalah Kristus menjadi perwujudan Allah, serta gereja menjadi Tubuh Kristus yang organik.

II. PENEKANAN POIN UTAMA DARI KITAB-KITAB SEJARAH MENGENAI ISRAEL

Penekanan poin utama dari kitab-kitab sejarah mengenai Israel diperlihatkan kepada kita secara terperinci, dengan cara perlambangan, bagaimana menikmati Kristus sebagai tanah permai yang diberikan Allah kepada kita sebagai bagian kita (Kol. 1:12). Pertama-tama, kitab Yosua memperlihatkan kepada kita bagaimana mendapatkan, menduduki, dan mempertahankan tanah permai. Kemudian kitab Hakim-hakim, Rut, dan 1dan 2Samuel memberi kita gambaran beberapa tokoh, memperlihatkan kepada kita bagaimana mereka tinggal di tanah permai dan menikmati tanah permai setelah mereka mendapatkannya. Beberapa hakim yang tercatat dalam kitab Hakim-hakim; Rut dan Boas yang tercatat dalam kitab Rut; Eli, Samuel, Saul, Yonatan, dan Daud yang tercatat dalam kitab 1dan 2Samuel menggambarkan satu lukisan yang mengesankan, memperlihatkan kepada kita bagaimana orang-orang ini tinggal di tanah permai, dan bagaimana mereka menikmati tanah permai. Meskipun gambar-gambar itu telah diukir dengan teliti, tetapi masih perlu kitab 1dan 2Raja-raja untuk memberi kita gambaran lebih banyak figur yang memperlihatkan kepada kita bagaimana mereka tinggal di tanah permai, dan menikmati tanah permai.

Kristus adalah tanah permai yang diberikan kepada kita oleh Allah, dan kita perlu menikmati tanah permai ini. Kita harus bertanya pada diri kita sendiri berapa banyak kita telah menikmati Kristus. Ini tidak cukup sederhana untuk mengalami Kristus; kita harus menikmati Kristus. Apakah kalian menikmati Kristus hari ini? Saya dapat bersaksi bahwa hari ini saya telah menikmati Kristus sebagai suplai hayatku, kekuatanku, penghidupan imanku, sukacitaku, dan damai sejahteraku.

III. DUA KITAB RAJA-RAJA MENYAJIKAN KEPADA KITA GAMBARAN PENUH DAN TERPERINCI YANG DENGANNYA UMAT PILIHAN ALLAH TINGGGAL DAN BERBAGIAN DALAM TANAH PERMAI

Dua kitab Raja-raja memberi kita satu gambaran yang lengkap, menggambarkan macam-macam rincian tanah permai yang ditinggali dan dimiliki oleh umat pilihan Allah. Kitab ini seperti sinar x, dengan rinci menggambarkan sifat, motifasi, kegemaran, kebiasaan, moral, dan gerakan raja-raja keturunan Daud. Melalui gambaran ini, kita bisa nampak, bahwa hakiki kita, keinginan kita, pekerjaan kita, kehendak kita, serta tindak tanduk kita, semuanya berhubungan erat dengan perihal kita tinggal di dalam Kristus, berbagian dalam kekayaan Kristus yang tidak terduga sebagai kenikmatan kita. Gambaran tentang Israel ini berakhir pada satu adegan yang menyedihkan. Meskipun raja-raja di taruh pada keadaan berkat dalam kedudukan raja Daud, tetapi mereka tidak setia kepada Allah, juga tidak dengan tepat mempedulikan tanah pusaka mereka, sehingga mereka kehilangan tanah permai, dan tertawan ke dunia penyembahan berhala. Hal ini seharusnya menjadi peringatan yang serius bagi hubungan kita dengan Kristus. Jika kita salah dalam setiap perkara yang disebutkan di atas, kita akan mengalami kehilangan Kristus sebagai kenikmatan kita. Saya berharap bahwa kita semua akan nampak hal ini dan sangat terkesan dengan hal ini.

Kristus adalah tanah permai kita, dan kita perlu tinggal dalam tanah ini, berbagian dalamnya, dan menikmatinya. Tetapi menikmati Kristus sangat diabaikan oleh kaum beriman. Sebagai contoh, banyak kaum beriman dapat bersaksi bahwa mereka telah berdoa dan bahwa doa-doa mereka telah dijawab Allah. Namun, tidak banyak yang berkata bahwa dalam menerima jawaban doa-doanya mereka menikmati Kristus. Ini menunjukkan kita dapat berdoa dan menerima jawabannya tanpa memiliki kenikmatan apapun atas Kristus.

IV. CATATAN DUA PASAL PERTAMA DARI 1 DAN 2 RAJA-RAJA MEMPERHATIKAN PENUTUP SEJARAH DAUD YANG DICATAT DALAM 1 DAN 2 SAMUEL

Catatan dua pasal pertama dari 1dan 2Raja-raja dapat dipandang sebagai penutup sejarah Daud yang tercatat dalam 1dan 2Samuel. Ini dengan kuat membuktikan, kitab sejarah dalam Perjanjian Lama ditulis dengan maksud mengungkapkan ekonomi Allah, bukan melulu menuliskan sejarah Israel. Ini sangat penting bagi kita yang mempelajari Kitab Suci. Seluruh Alkitab terdiri dari enam puluh enam kitab. Meskipun ditulis oleh empat puluh orang lebih, namun yang terungkap kepada kita hanya satu ekonomi Allah yang unik, yang Dia buat untuk merampungkan kedambaan hati-Nya, yaitu agar diri-Nya diekspresikan dan diperluas melalui Kristus dalam Trinitas Ilahi-Nya. Penggenapan Allah yang sedemikian lebih banyak melibatkan gereja dalam Perjanjian Baru daripada Israel, umat pilihan Allah, dalam Perjanjian Lama dan akan rampung dalam Yerusalem Baru.

V. 1 DAN 2 RAJA-RAJA ADALAH SATU KITAB DALAM KITAB SUCI BERBAHASA IBRANI

Satu dan 2Raja-raja adalah satu kitab dalam Kitab Suci berbahasa Ibrani, disebut kitab Raja-raja.

VI. PENULISNYA

Tidak ada penjelasan dalam dua kitab ini untuk menunjukkan siapa penulisnya. Beberapa orang Yahudi dan pengajar-pengajar Kristen mengira Yeremia sebagai penulisnya.

VII. WAKTUNYA

Sejarah yang diliput dalam dua kitab ini mencakup 426 tahun. Kitab pertama mencakup 118 tahun, dari 1015 sampai 897 S.M., yaitu dari kematian Daud (2:10) sampai berkuasanya Ahazia bin Ahab, raja Israel (22:51). Kitab kedua mencakup 308 tahun, dari 896 sampai 588 S.M., yaitu dari berkuasanya Yoram bin Ahab, raja Israel (3:1-3) sampai penawanan (25:1-7).

VIII. TEMPATNYA

Dua kitab Raja-raja ini kemungkinan ditulis di Yerusalem.

IX. ISINYA

Isi kitab Raja-raja ini adalah sejarah orang Israel, umat pilihan Allah, dari matinya Daud sampai penawanan orang Israel ke Babel.

X. POKOK PIKIRANNYA

Penanggulangan pemerintahan Allah, dalam ekonomi Allah, bersama kerusakan dan kehancuran rajani ilahi di bumi karena raja-raja dan kesudahan yang menyedihkan dari penghukuman Allah, yaitu kehilangan tanah permai, yang adalah dasar kerajaan Allah di bumi, serta tertawannya umat kudus yang mempertahankan garis silsilah Kristus.

Allah damba memiliki sekelompok orang untuk membawa Kristus ke dalam keinsanian, dan Allah memerlukan sebidang tanah bagi Kristus untuk mendirikan kerajaan Allah. Satan menghasut raja Babel untuk menaklukan orang Israel, mengrusak negeri itu dan menawan umat-Nya. Kelihatannya dua garis ini hampir habis, tetapi dalam silsilah Matius, kita nampak bahwa dua garis berlanjut bahkan melewati penawanan. Akhirnya, Kristus datang ke dalam keinsanian melalui garis silsilah ini.

XI. PEMBAGIANNYA

Hanya ada dua bagian untuk kitab Raja-raja: masa tua dan matinya Daud (1Raj. 1:1—2:11). Dan kekuasaan raja-raja (1Raj. 2:12—2Raj. 25:30).