← Daftar isi 1 dan 2 Raja-raja (1) · bab 3/23

KEKUASAAN SALOMO (1)

Pembacaan Alkitab: 1Raj. 2:12—3:28

Bebanku dalam berita ini pada 1dan 2Raja-raja adalah memperhatikan bukan dengan fakta sejarah tetapi dengan wahyu mendasar dalam kitab ini. Kita dapat mengetahui fakta-fakta sejarah sederhana melalui pembacaan kita. Namun, untuk mengetahui wahyu mendasar yang terkandung dan tersembunyi dalam Firman kudus, kita perlu roh hikmat dan wahyu (Ef. 1:17). Kita perlu roh wahyu untuk melihat isi yang terkandung dalam Firman kudus dan roh hikmat untuk memahaminya, untuk penafsirkannya, dan bahkan untuk menyajikan kepada orang lain.

Dalam berita ini kita akan memulai membahas kekuasaan Salomo. Mereka yang tahu sesuatu tentang Alkitab dan bahkan orang duniawi menghargai Salomo sangat tinggi. Di satu pihak, saya juga mengapresiasi Salomo. Di pihak lain, karena saya telah melihat wahyu yang terkandung dalam Kitab Suci, Dia adalah seorang raja bijaksana, dan bangsa-bangsa datang untuk mendengarkan perkataan hikmatnya. Karena itu, kekuasaan Salomo pada satu waktu mulia dan agung. Tetapi Salomo mengasihi banyak perempuan asing; dia memiliki tujuh ratus istri dan tiga ratus gundik, dan dia membangun tempat penyembahan bagi mereka (1Raj. 11:1-8). Hal yang demikian, yang di luar pemahaman kita, menyebabkan kehilangan tanah permai.

I. EMPAT PULUH TAHUN DI YERUSALEM

Salomo berkuasa selama empat puluh tahun di Yerusalem, dari 1015-975 S.M. (2:12—11:42).

II. ASAL USUL SALOMO

A. Diperanakkan Raja Daud

Salomo diperanakkan raja Daud (2Sam. 12:24).

B. Dilahirkan Batsyeba

Salomo dilahirkan Batsyeba, istri Uria orang Het, dan kemungkinan dirinya juga adalah seorang Het (Mat. 1:6b), seorang perempuan Kafir.

C. Seorang Sumber Kedosaan, Diampuni Allah

Maka sumber Salomo adalah dari sumber yang sangat berdosa, yang diampuni Allah (2Sam. 11:1—12:15a).

III. NAMA SALOMO

Salomo memiliki dua nama. Pertama, diberi oleh Daud, adalah Salomo yang berarti “damai sejahtera”, “selamat” (12:24a), menunjukkan bahwa Daud mengharapkan damai sejahtera. Sesungguhnya, dia tidak memiliki damai sejahtera. Dalam sejarah manusia sulit untuk menemukan kasus seperti pemberontakan Absalom anak Daud melawan ayahnya. Inilah ganjaran tangan Allah atas Daud. Di satu pihak, Allah mengampuni Daud, tetapi di pihak lain, Dia mengganjar dan menghukum Daud menurut pemerintahan keadilbenaran-Nya.

Nama Salomo kedua, Yedija, diberikan Allah, yang berarti “yang disenangi Yehova” (ay. 25). Di satu pihak, Allah adalah benar dalam pemerintahan pemberesan-Nya. Di pihak lain, Allah adalah kasih dan rahmat, penuh kemurahan, kasih karunia, dan pengampunan. Nama Salomo yang kedua menunjukkan bahwa dia disenangi Allah.

IV. BERTAKHTA

Satu Raja-raja 1:32-48 memberi tahu kita bagaimana Salomo bertakhta.

A. Ditetapkan dengan Sah oleh Ayahnya Raja Daud

Bertakhtanya Salomo adalah ditetapkan dengan sah oleh ayahnya Raja Daud (ay. 32-37). Mengenai Salomo Daud mengumumkan, “Ia akan masuk dan duduk di atas takhtaku, sebab dialah yang harus naik takhta menggantikan aku, dan dialah yang kutunjuk menjadi raja atas Israel dan Yehuda” (ay. 35).

B. Dilaksanakan Secara Resmi oleh Zadok,

Natan, dan Benaya

Bertakhtanya Salomo dilaksanakan secara resmi oleh imam Zadok, nabi Natan, dan perwira pasukan Benaya (ay. 38-39).

C. Disetujui Secara Umum oleh Bangsa itu

Duduknya Salomo di atas takhta kerajaan disetujui secara umum oleh bangsa itu (ay. 40-47a).

D. Diberkati dengan Menyembah Allah

oleh Ayahnya Daud

Akhirnya, bertakhtanya Salomo diberkati dengan menyembah Allah oleh ayahnya Daud, penetap, yang berkata, “Terpujilah TUHAN, Allah Israel, yang pada hari ini telah memberi seorang duduk di atas takhtaku yang aku sendiri masih boleh saksikan” (ay. 48).

V. BERAKHIRNYA FAKTOR-FAKTOR PEMBERONTAKAN BAGI MENDIRIKAN KERAJAANNYA

Dalam 2:12-46 kita nampak bahwa Salomo mengakhiri faktor-faktor pemberontakan bagi mendirikan kerajaannya.

A. Menghukum Mati Adonia

Adonia mencoba untuk merebut takhta Daud dan ditaklukan dan diampuni oleh Salomo untuk memberi dia perempuan sebagai istrinya, dan Salomo menolak dia dan menghukum dia sampai mati (2:13-24). Salomo menggunakan kesempatan sebagai satu peluang untuk mengakhiri hidup Adonia.

B. Memecat Abyatar dari Jabatan Imam Besar

Karena Abyatar telah bersekongkol dengan pemberontakan Adonia, Salomo memecat dia dari jabatan imam besar (ay. 26-27).

C. Menghukum Mati Yoab

Dalam ayat 28 sampai 34 Salomo menghukum mati Yoab. Yoab adalah perwira pasukan yang membantu Adonia untuk merebut takhta Daud dan yang membunuh perwira pasukan yang tidak bersalah, Abner dan Amasa (1:7; 2:32). Salomo menghukum mati Yoab menurut perintah ayahnya Daud (ay. 5-6, 28-34).

D. Mengangkat Benaya sebagai Perwira Pasukan

dan Zadok sebagai Imam Besar

Selanjutnya, Salomo mengganti perwira pasukan dan imam besar dalam persetujuan keluarga Daud melalui menunjuk Banaya sebagai perwira pasukan untuk mengganti Yoab, dan Zadok sebagai imam besar untuk mengganti Abyatar (ay. 35).

E. Menghukum Mati Simei

Akhirnya, Salomo mengakhiri faktor pemberontakan melalui menghukum mati Simei (ay. 36-46a). Simei mengutuk Daud ketika dia melarikan diri dari pemberontakan Absalom anaknya (2Sam. 16:5-13). Simei kemudian bertobat kepada Daud ketika Daud lepas dari pemberontakan Absalom, dan Daud mengampuni dia (19:16-23). Salomo menghukum Simei menurut perintah ayahnya Daud (1Raj. 2:36-38, 8-9). Simei melanggar sumpah yang dia buat kepada Salomo, dan Salomo memutuskan dia untuk mati (ay. 39-46a).

F. Kerajaan Ditegakkan di Tangan Salomo

Setelah semua faktor pemberontakan dibersihkan, takhta Salomo sepenuhnya ditegakkan. Maka, kerajaan ditegakkan di tangan Salomo (ay. 46b, 12).

VI. MENIKAHI PUTRI RAJA MESIR

Salomo menikahi putri raja Mesir (3:1). Dalam hal melakukan ini dia mengikuti ayahnya dalam menghamburkan hawa nafsunya untuk mendapat istri orang Kafir.

A. Merobohkan Pemisah Umat Kudus Allah

dari Umat Kosmos Satan

Ini adalah merobohkan pemisah umat kudus Allah dari umat kosmos Satan, dunia jahat.

B. Tidak Dibatasi dan Ditekan

oleh Hukum Taurat Allah

Dalam menikahi putri raja Mesir, Salomo tidak dibatasi dan ditekan oleh hukum Taurat Allah. Dalam Keluaran 34:16, Ulangan 7:3, dan Yosua 23:12 Allah memerintahkan orang Israel untuk tidak menikahi orang Kafir, kerena orang Kafir akan menyebabkan mereka menyembah berhala. Tetapi Salomo terang-terangan melanggar ketetapan Allah ini.

C. Membangkang kepada Allah dalam

Melaksanakan Ekonomi Allah

Dalam perkara ini Salomo membangkang kepada Allah dalam melaksanakan ekonomi Allah. Ekonomi Allah termasuk menghapus semua penyembahan berhala orang Kafir di negeri itu. Oleh karena tidak beralasan bagi Salomo menikahi putri seorang raja Kafir.

D. Satu Tanda Mengumbar Hawa Nafsu Daging

Salomo menikahi seorang Mesir adalah satu tanda mengumbar hawa nafsu daging.

E. Meletakkan Satu Pondasi bagi Kejatuhannya

di Masa Mendatang

Salomo menikahi seorang Mesir juga meletakkan satu pondasi bagi kejatuhannya di masa mendatang dalam kerusakan dan kehancuran.

VII. MENCARI ALLAH

A. Mengasihi Yehova dan Berjalan menurut Ketetapan-ketetapan Daud Ayahnya

Satu poin yang sangat positif mengenai Salomo adalah dia mencari Allah (1Raj. 3:2-4). Dia mengasihi Yehova dan berjalan menurut ketetapan-ketetapan Daud ayahnya (ay. 3a).

B. Mempersembahkan Korban Sembelihan dan Ukupan di Bukit-bukit Pengorbanan

Di satu pihak, Salomo mencari Allah. Di pihak lain, dia mempersembahkan korban sembelihan dan ukupan di bukit-bukit pengorbanan (ay. 3b-4; cf. Ul. 12:5-14). Dalam Perjanjian Lama “tempat tinggi” (bukit-bukit pengorbanan) adalah istilah negatif, untuk mengacukan ke tempat di mana bangsa Kafir, orang Kanaan, menyembah berhala mereka. Dalam perkara ini Salomo bodoh dan kekurangan visi.

VIII. MENUNTUT HIKMAT

Satu Raja-raja 3:5-15 menggambarkan Salomo menuntut hikmat

A. Yehova Menampakan Diri kepada

Dia dalam Suatu Mimpi

Yehova menampakan diri kepada Salomo dalam suatu mimpi dan berjanji untuk memberi dia apapun yang dia akan minta (ay. 5).

B. Meminta Yehova Memberikan Dia Hikmat dan Hati yang Faham untuk Menghakimi Umat Allah

Salomo meminta Yehova untuk memberi dia hikmat dan hati yang faham untuk menghakimi umat Allah (ay. 6-9). Hikmat adalah perkara dalam roh kita, dan pemahaman adalah perkara dalam pikiran kita. Ungkapan “hati yang faham” (ay. 9) sebenarnya mengacu kepada pemahaman dalam pikiran kita karena pikiran adalah bagian utama hati. Sering kali kita memiliki hikmat dalam roh kita tetapi kurang kemampuan untuk memahami dalam pikiran kita. Maka, kita perlu hikmat Allah dalam roh kita dan pemahaman Allah dalam pikiran kita.

C. Permohonannya Menyenangkan Allah

Salomo meminta Allah bukan bagi kesejahteraan dan panjang umur tetapi meminta hikmat sehingga dia dapat mengenal bagaimana dirinya berperilaku di antara umat Allah bagi kerajaan Allah. Permohonan Salomo menyenangkan Allah, dan Allah berjanji untuk memberi dia hati hikmat dan pemahaman (ay. 10-12). Sebagai tambahan, Allah berjanji untuk memberi dia kekayaan dan kemuliaan dan panjang umur, perihal yang dia tidak minta (ay. 13-14).

D. Salomo Tahu di Mana Dia harus Mempersembahkan kepada Allah

Melalui mimpi ini yang mana Allah menampakan diri kepada dia, Salomo paham di mana dia harus mempersembahkan kepada Allah. Dia melakukan hal ini setelah dia kembali ke Yerusalem, dan dia membuat satu perayaan bagi seluruh pegawainya (ay. 15).

IX. MENGHAKIMI KASUS PERTENGKARAN

DUA PELACUR

Dalam ayat 16-28 Salomo menghakimi kasus pertengkaran dua pelacur tentang ibu yang asli dari anak itu (ay. 16-22). Salomo memerintahkan untuk membelah dua dan memberikan kepadanya setiap orang sepotong (ay. 23-25). Melalui menghakimi ini ibu yang asli dan yang palsu tersingkapkan (ay. 26-27). Sebagai seorang hakim yang bijaksana meyakinkan semua orang Israel dan menyebabkan mereka hormat kepada Salomo karena mereka nampak bahwa hikmat Allah menyertai dia (ay. 28).

Salomo menjadi seorang berhikmat dan juga seorang yang faham. Namun, karena dia mengambil banyak perempuan penyembah berhala dan menyembah berhala-berhala mereka dan membangun tempat-tempat bagi orang menyembah berhala, dia kehilangan hikmat yang diberikan Allah dan pemahamannya yang diberikan Allah. Dia menjadi sangat bodoh dan membawa kerusakan dalam kerajaannya.

Sejarah yang demikian menunjukkan kepada kita bahwa hubungan Allah dengan umat-Nya sangat serius dan sangat terperinci. Allah berhubungan dengan setiap kita dengan cara yang serius dan terperinci. Kita seharusnya tidak melupakan bahwa apapun yang kita kerjakan adalah menabur benih. Akan ada akibatnya, suatu hasil, dari apa yang kita tabur. Bahkan kelalaian kecil akan menghasilkan akibat. Maka, kita harus belajar takut akan Allah.

Inilah sebenarnya bahwa Allah adalah kasih, lemah lembut, penuh kasih karunia, dan penuh pengampunan. Namun, Dia juga adalah Allah yang benar, dan Dia adalah benar dalam cara yang terperinci. Jika kita tidak bertindak dalam cara Allah yang menginginkan kita bertindak, Dia akan memiliki kesempatan untuk membuat rumah-Nya di dalam hati kita. Pekerjaan kita, perilaku kita, mempengaruhi Allah dalam hubungan-Nya dengan kita. Karena itu, kita semua perlu sangat berhati-hati dalam tingkah laku kita. Kita perlu belajar pelajaran tidak mendengarkan perkataan yang salah atau perkataan sia-sia. Kita adalah umat dalam tangan Allah, bahkan dalam diri Allah sendiri. Allah tidak akan lalai. Sehingga kita harus belajar berhati-hati, bahkan dalam perkara kecil.

Karena raja-raja semua melakukan perkara yang salah, kenikmatan mereka dalam tanah permai dipotong. Hari ini kita juga adalah raja-raja, berkuasa bersama Kristus. Perhatian, kedambaan, karakter, kebiasaan, dan perilaku kita mempengaruhi kenikmatan kita atas Kristus. Karena kita adalah raja-raja, bagi kita dipotong dari kenikmatan atas Kristus berarti bahwa kita dipotong dari kenikmatan yang top atas Kristus, dan akan menyebabkan kita kehilangan jabatan raja. Maka, kita harus berhati-hati, bahkan dalam perkara sekecilpun. Kita harus berjalan menurut roh dalam segala sesuatu (Rm. 8:4).