← Daftar isi 1 dan 2 Raja-raja (1) · bab 17/23

BERITA TUJUHBELAS

KEKUASAAN YOAHAS, YOAS DAN YEROBEAM ATAS ISRAEL DAN AMAZIA ATAS YEHUDA

Pembacaan Alkitab: 2Raj. 13—14

Dalam berita ini kita akan membahas kekuasaan Yoahas, Yoas, Yerobeam ats Israel dan kekuasaan Amazia atas Yehuda.

I. KEKUASAAN YOAHAS ATAS ISRAEL

A. Berkuasa Selama Tujuhbelas Tahun

Yoahas bin Yehu, mulai berkuasa pada tahun ke dua puluh pemerintahan Yoahas (Yoas) dan berkuasa selama tujuhbelas tahun.

B. Melakukan apa yang Jahat di Mata Yehova

Yoahas melakukan apa yang jahat di mata Yehova dan mengikuti dosa-dosa Yerobeam bin Nebat yang menyebabkan orang Israel berdosa pula. Yoahas tidak menjauhinya (ay. 2).

C. Murka Yehova Menyala-nyala Terhadap

Orang Israel

Murka Yehova menyala-nyala terhadap orang Israel, dan Dia menyerahkan mereka terus menerus ke tangan Hazael raja Aram dan ke dalam tangan anaknya Benhadad. Mereka menghancurkan Israel dan menjadikan mereka seperti debu di pengirikan, yang tertinggal untuk Yoahas selain dari lima puluh orang berkuda dan sepuluh kereta dan sepuluh ribu orang berjalan kaki (ay. 3, 7, 22-24).

D. Yoahas Memohon Yehova, dan Yehova memberi Israel Seorang Pembebas

Yoahas memohon Yehova, dan Yehova memberi Israel seorang pembebas. Namun, mereka tidak meninggalkan dari dosa-dosa keluarga Yerobeam tetapi berjalan dalam dosa mereka dan memelihara Asyera di Samaria (ay. 4-6).

E. Dikuburkan di Samaria

Yoahas mendapat perhentian bersama leluhurnya dan dikuburkan di Samaria (ay. 8-9a).

II. KEKUASAAN YOAS ATAS ISRAEL

A. Berkuasa di Samaria Selama Enambelas Tahun

Yoas mulai berkuasa pada tahun ke tiga puluh tujuh pemerintahan Yoas raja Yehuda dan berkuasa di Samaria selama enambelas tahun (ay. 9b-10).

B. Melakukan apa yang Jahat di mata Yehova

Yoas melakukan apa yang jahat di mata Yehova dan tidak meninggalkan dari semua dosa Yerobeam bin Nebat, yang mana dia menyebabkan orang Israel berdosa pula, terus menerus dalam dosa mereka (ay. 11).

C. Akhir Kemuliaan Kehidupan dan Ministri Elisa

Ayat 14 sampai 21 memberi tahu kita akhir kemuliaan kehidupan dan ministri Elisa. Elisa adalah satu lambang Kristus yang menakjubkan.

1. Tidak Disembuhkan oleh satu Mujijat

Elisa mengadakan mujujat penyembuhan ilahi bagi orang lain, tetapi dalam kehendak Allah, dia sendiri tidak disembuhkan oleh satu mujijat (ay. 14a).

2. Diakui oleh Yoas Raja Israel sebagai Kereta dan Orang-orang Berkuda Israel

Elisa diakui Yoas raja Israel sebagai kereta dan orang-orang berkuda Israel (ay. 14b). Ini berarti bahwa dia diakui sebagai pertahan bangsa Israel.

3. Menubuatkan Yoas melalui Perumpamaan Menarik Busur dan Melepaskan Anak Panah

Elisa menubuatkan Yoas melalui perumpamaan menarik dan melepaskan busur bahwa Yoas akan dikalahkan orang Aram dan menghabisi mereka tiga kali (ay. 15-19).

4. Meninggal dalam Tubuh namun Masih

Berministri dalam Roh

Elisa meninggal dalam tubuhnya namun msih berministri dalam roh untuk menghidupkan orang mati (ay. 20-21). Ketika dia mati tubuhnya dikubur dalam kubur. Suatu hari seorang dibunuh, dan tubuhnya dilemparkan ke kuburan Elisa. Ketika tubuhnya menyentuh tubuh Elisa dapat menghidupkan orang ini. Inilah satu gambaran Kristus dalam kebangkitan. Siapapun menjamah Dia dihidupkan. D.L. Moody suatu kali berkata bahwa mujijat terbesar adalah kelahiran kembali. Kelahiran kembali termasuk seorang mati rohani menjamah kematian dan dibangkitkan Kristus. Siapapun menjamah Kristus ini dia lahirkan kembali, dan dihidupkan. Saya dapat bersaksi bahwa enam puluh sembilan tahun yang lalu saya menjamah Dia dan dihidupkan dan menjadi seorang yang mutlak berbeda. Sesungguhnya, hayat Kristus yang menghidupkan telah memelihara aku dalam tangan-Nya.

D. Memulihkan Kota-kota dari Tangan Benhadad

Melalui kemenangannya tiga kali atas orang Aram, Yoas memulihkan kota-kota dari tangan Benhadad yang telah Benhadad rebut dalam perang dari tangan Yoas (ay. 25).

E. Dikubur di Samaria dengan Raja Israel

Yoas mendapat perhentian dengan leleuhurnya dan dikuburkan di Samaria dengan raja-raja Israel. Dia diteruskan oleh anaknya Yerobeam (ay. 12-13; 14:15-18).

III. KEKUASAAN AMAZIA ATAS YEHUDA

A. Berkuasa Selama Dua Puluh Sembilan Tahun

di Yerusalem

Amazia bin Yoas raja Yehuda, mulai berkuasa dalam tahun kedua Yoas bin Yoahas raja Israel, pada usia dua puluh lima tahun dan berkuasa dua puluh sembilan tahun di Yerusalem (14:1-2).

B. Melakukan apa yang Benar di Mata Yehova

Amazia melakukan apa yang benar di mata Yehova, menurut semua yang Yoas ayahnya lakukan, namun tidak seperti Daud bapa leluhurnya. Bukit pengorbanan tidak disingkirkannya, dan orang masih mempersembahkan dan membakar ukupan di bukit pengorbanan (ay. 3-4).

C. Memulihkan Perbatasan Israel dari Pintu Masuk Hamath sampai Laut Araba

Yerobeam memulihkan perbatasan Israel dari pintu masuk Hanath sampai Laut Araba, menurut firman yang dikatakan Yehova melalui nabi Yunus. Yehova telah melihat pahitnya penderitaan Israel, sudah habis lenyap yang tinggi dan rendah kedudukannya, dan tidak ada penolong bagi orang Israel. Yehova mengatakan bahwa Ia akan menghapuskan nama Israel dari kolong langit, sehinga Ia menolong mereka dengan perantaraan tangan Yerobeam (ay. 25-27).

D. Mendapat Perhentian dengan Leluhurnya

Yerobeam mendapat perhentian dengan leluhurnya, raja Israel, dan anaknya Zakharia meneruskan dia (ay. 28-29). Sekarang saya ingin mengatakan perkataan mengenai hubungan antara sejarah Perjanjian Lama dan penggenapan ekonomi Allah dalam Perjanjian Baru. Sejarah dalam Perjanjian Lama adalah lambang. Penggenapan lambang ini ada dalam Perjanjian Baru.

Sehubungan ini kita perlu nampak bahwa kitab nabi-nabi sejajar dengan sejarah Israel. Sebagai contoh, Yesaya membantu Hizkia. Dalam kitab Yesaya ada dua ayat yang sangat mencolok. Yesaya 7:14 mengatakan, “Sesungguhnya, seorang prempuan muda mengandung dan akan melahirkan seorang anak laki-laki, dan ia akan menamakan Dia Imanuel.” Artinya Imanuel adalah :Allah menyertai kita.” Inilah Allah Tritunggal menjadi seorang anak laki-laki. Ketika Yesaya memperkuat dan membantu raja Israel, dia menubuatkan bahwa Allah Israel akan menjadi bayi manusia, lahir dari seorang dara.

Yesaya 9:5 mengatakan, “Sebab seorang anak telah lahir untuk kita…, namanya disebut orang: Penasihat, Ajaib, Allah yang Perkasa, Bapa yang Kekal, Raja Damai.” Inilah Allah menjadi manusia untuk tujuan menggenapkan ekonomi-Nya melalui menjadikan manusia menjadi Allah dalam hayat dan sifat (tetapi bukan dalam ke-Allah). Dia menjadi seorang manusia untuk tujuan menjadikan manusia menjadi Allah dalam hayat dan sifat melalui proses inkarnasi, kehidupan insani, ketersaliban, kematian yang almuhit, dan kebangkitan. Dalam kebangkitan, Dia sebagai Adam yang akhir dalam daging, menjadi Roh pemberi hayat (1Kor. 15:45b). Roh pemberi hayat ini adalah Allah itu yang menjadi seorang manusia, hidup di bumi dalam keinsanian selama tiga puluh tiga setengah tahun, mati di salib, dan masuk ke dalam kebangkitan, sehingga Dia menjadi Roh pemberi hayat.

Persona ini sangat ajaib. Pertama, Dia adalah Allah menjadi seorang anak manusia. Akibatnya, Dia bukan saja Allah tetapi seorang manusia Allah dalam daging. Paulus menyebut Dia sebagai Adam yang akhir, yang artinya bahwa Dia adalah kesimpulan dari umat manusia. Sebagai Adam yang akhir dalam daging, Dia menjadi Roh pemberi hayat dalam kebangkitan. Yesus Kristus yang almuhit ini adalah Roh pemberi hayat yang melahirkan kita kembali, yang adalah Allah di dalam kita, dan yang bukan saja tinggal di dalam kita dan hidup dalam kita tetapi juga membangun diri-Nya ke dalam diri kita untuk membentuk suatu rumah bagi diri-Nya di dalam kita. Sebagai kaum beriman dalam Kristus, kita sekarang harus hidup, bergerak, dan apa adanya kita di dalam Roh ini dan menurut Roh ini (Rm. 8:4; Gal. 5:25; Kol. 2:6).

Melalui semua langkah dalam proses transformasi (Rm. 12:2; 2Kor. 3:18) Allah menjadikan kita diri-Nya dalam hayat dan sifat. Bahkan diri Tuhan Yesus sendiri melalui satu transformasi. Keinsanian-Nya ditransformasi ke dalam keilahian melalui langkah kematian dan kebangkitan. Transformasi kita melibatkan semua langkah ini. Tuhan Yesus melalui kematian dan kebangkitan tidak lebih dari tiga hari, tetapi transformasi kita akan berlangsung seumur hidup kita. Tak peduli kita ditransformasi pada zaman ini atau selanjutnya, kita akan tetap ditransformasi.

Allah menjadikan kita, menebus kita, menjadi Dia dalam hayat dan sifat. Dia menjadikan kita sebagai perbesaran-Nya dan ekspresi-Nya melalui ditransformasi dengan elemen diri-Nya sebagai hayat. Ini berarti bahwa Allah Tritunggal mentransformasi kita dengan hayat-Nya, hayat ilahi, sebagai elemen. Hari ini hayat ilahi ini adalah keseluruhan Roh pemberi hayat.

Menjadi kaum beriman yang tepat dalam Kristus, kita tidak perlu memperhatikan banyak hal. Sebaliknya, kita hanya perlu memperhatikan kehidupan, berjalan, dan apa adanya kita dalam Roh dan menurut Roh. Roh yang almuhit, yang mengandung apa adanya Kristus, semua yang telah Kristus rampungkan, dan semua yang telah Kristus dapat dan capai, berbaur dengan roh kelahiran kembali kita. Kita hanya perlu hidup, berjalan, dan melakukan sesuatu menurut roh perbauran ini.