KEKUASAAN AZARYA, YOTAM, DAN AHAS ATAS YEHUDA DAN ZAKHARIA, SALUM, MENAHEM, PEKAHYA, DAN PEKAH ATAS ISRAEL
Pembacaan Alkitab: 2Raj. 15—16
Dua Raja-raja 15 dan 16 membahas kekuasaan Azarya, Yotam, dan Ahas atas Yehuda dan kekuasaan Zakharia, Salum, Menahem, Pekahya, dan Pekah atas Israel.
I. KEKUASAAN AZARYA (UZIA) ATAS YEHUDA
A. Berkuasa Selama Lima Puluh Dua Tahun
di Yerusalem
Pada usia enambelas tahun, Azarya (Uzia) mulai berkuasa atas Yehuda pada tahun kedua puluh tujuh pemerintahan Yerobeam raja Israel dan berkuasa selama lima puluh dua tahun di Yerusalem (15:1-2; 14:21).
B. Melakukan apa yang Benar di Mata Yehova
Azarya melakukan apa yang benar di mata Yehova, menurut semua yang telah dilakukan Amazia, ayahnya. Tetapi Azarya tidak menyingkirkan bukit pengorbanan, dan rakyat masih mempersembahkan dan membakar ukupan di bukit pengorbanan (15:3-4).
C. Dihukum oleh Yehova sehingga Dia menjadi Kusta
Karena pelanggarannya dalam menjamah pelayanan keimaman, Azarya dihukum oleh Yehova sehingga dia menjadi kusta sampai pada hari kematiannya (5a; 2Taw. 26:16-21). Dia tidak memperhatikan ketetapan Allah bahwa hanya imam-imam yang ditetapkan Allah yang dapat berbagian dalam pelayanan keimaman. Azarya melampaui dan menjamah pelayanan keimaman. Ini adalah penghinaan yang besar terhadap Allah, dan hal ini mengakibatkan Azarya menjadi kusta.
D. Anaknya Yotam Mengepalai Istana
Anak Azarya yang menjalankan pemerintahan atas istana dan menghakimi rakyat negeri itu (2 Raj. 15:5b).
E. Membangun Elat dan Mengembalikannya
kepada Yehuda
Setelah Amazia ayahnya mati, Azarya membangun Elat dan mengembalikannya kepada Yehuda (14:22).
F. Dikuburkan Bersama Leluhurnya
Azarya mendapat perhentian bersama leluhurnya dan dikuburkan bersama leluhurnya di kota Daud. Dia digantikan oleh anaknya Yotam (15:6-7).
II. KEKUASAAN ZAKHARIA ATAS ISRAEL
A. Berkuasa Selama Enam Bulan
Zakharia mulai berkuasa di Samaria pada tahun ketiga puluh delapan pemerintahan Azarya raja Yehuda dan berkuasa selama enam bulan (ay. 8).
B. Melakukan apa yang Jahat di Mata Yehova
Zakharia melakukan apa yang jahat di mata Yehova seperti yang telah dilakukan leluhurnya. Dia tidak menjauhkan dosa-dosa Yerobeam bin Nebat, yang menyebabkan orang Israel berdosa pula (ay. 9).
C. Salum Bersekongkol Melawan Dia
Salum bersekongkol melawan Zakharia, mengalahkan dia di hadapan rakyat, dan berkuasa di tempatnya. Inilah penggenapan firman Allah yang dibicarakan kepada nenek moyangnya Yehu, karena kesetiaannya kepada Allah, anaknya akan duduk di takhta Israel sampai generasi keempat (ay. 10-12).
III. KEKUASAAN SALUM ATAS ISRAEL
A. Berkuasa Selama Satu Bulan di Samaria
Salum berkuasa selama satu bulan di Samaria, pada tahun ketiga puluh sembilan pemerintahan Uzia (Azarya) raja Yehuda (ay. 13).
B. Dibunuh oleh Menahem
Menahem datang dari Tirza, membunuh Salum, dan merampas takhtanya (ay. 14-15).
IV. KEKUASAAN MENAHEM ATAS ISRAEL
A. Menawan Tifsah dan Perbatasannya
Karena mereka yang diTifsah tidak membuka pintu bagi dia, Menahem menawan Tifsah dan perbatasannya, membunuh semua orangnya, dan membelah semua perempuan yang sedang mengandung (ay. 16). Hal ini sangat sulit dijelaskan, mereka memiliki hukum Taurat Allah mengapa dia dapat begitu jahat dan tak bisa dikendalikan.
B. Berkuasa Selama Sepuluh Tahun di Samaria
Menahem mulai berkuasa atas Israel sejak tahun ketiga puluh sembilan pemerintahan Azarya raja Yehuda dan berkuasa selama sepuluh tahun di Samaria (ay. 17).
C. Melakukan apa yang Jahat di Mata Yehova Sepanjang Hidupnya
Menahem melakukan apa yang jahat di mata Yehova. Sepanjang hidupnya dia tidak menjauhkan dari dosa-dosa Yerobeam bin Nebat, yang mengakibatkan orang Israel berdosa pula (ay. 18).
D. Pul Raja Asyur Datang Memerangi Negeri itu
Pul raja Asyur datang memerangi negeri itu, dan Menahem memberikan sejumlah uang rampasan dari Israel, dari semua orang kaya. Kemudian raja Asyur kembali dan meninggalkan negeri itu (ay. 19-20).
E. Mendapat Perhentian dengan Leluhurnya
Menahem mendapat perhentian dengan leluhurnya dan diteruskan oleh Pekahya anaknya (ay. 21-22).
V. KEKUASAAN PEKAHYA ATAS ISRAEL
A. Berkuasa Selama Dua Tahun
Pekahya mulai berkuasa atas Israel di Samaria sejak tahun kelima puluh pemerintahan Azarya raja Yehuda dan berkuasa selama dua tahun (ay. 23).
B. Melakukan apa yang Jahat di Mata Yehova
Pekahya melakukan apa yang jahat di mata Yehova. Dia tidak menjauhkan dari dosa-dosa Yerobeam bin Nebat, yang mengakibatkan orang Israel berdosa pula (ay. 24).
C. Dibunuh oleh Pekah
Pekahya dibunuh di tempatnya di Samaria oleh Pekah, panglimanya, yang merebut takhtanya (ay. 25-26).
VI. KEKUASAAN PEKAH ATAS ISRAEL
A. Berkuasa Selama Duapuluh Tahun
Pekah mulai berkuasa atas Israel di Samaria sejak tahun kelima puluh dua pemerintahan Azarya raja Yehuda dan berkuasa selama dua puluh tahun (ay.27).
B. Melakukan apa yang Jahat di Mata Yehova
Pekah melakukan apa yang jahat di mata Yehova. Dia tidak menjauhkan dari dosa-dosa Yerobeam bin Nebat, yang mengakibatkan orang Israel berdosa pula (ay. 28).
C. Tiglat-Piliser Raja Asyur Menyerbu Israel
Semaza Pekah, Tiglat-Piliser raja Asyur menyerbu Israel dan menawan banyak orang ke Asyur (ay. 29).
D. Hosea Bersekongkol Melawan Dia
Pada tahun kedua puluh pemerintahan Yotam bin Uzia dan raja Yehuda, Hosea bersekongkol melawan Pekah, membunuh dia, dan berkuasa menggantikannya (ay. 30-21).
VII. KEKUASAAN YOTAM ATAS ISRAEL
A. Berkuasa Selama Enambelas Tahun
Pada usia dua puluh lima, Yotam mulai berkuasa di Yerusalem pada tahun kedua pemerintahan Pekah bin Remalya, raja Israel, dan berkuasa selama enambelas tahun (ay. 32-33).
B. Melakukan apa yang Benar di Mata Yehova
Yotam melakukan apa yang benar di mata Yehova, menurut semua yang telah dilakukan Uzia ayahnya. Tetapi bukit-bukit pengorbanan tidak disingkirkan, dan rakyat masih mempersembahkan dan membakar ukupan di bukit-bukit pengorbanan (ay. 34-35a).
C. Mendirikan Pintu Gerbang Tinggi
di Rumah Yehova
Yotam mendirikan Pintu Gerbang Tinggi di rumah Yehova (ay, 35b).
D. Yehova Mulai Menyuruh Rezin Raja Aram dan Pekah Melawan Yehuda
Mulai zaman itu Yehova menyuruh Rezin raja Aram dan Pekah bin Remalya melawan Yehuda (ay. 37).
E. Dikuburkan bersama Leluhurnya di Kota Daud
Yotam mendapat perhentian bersama leluhurnya dan dikuburkan bersama leluhurnya di kota Daud. Dia digantikan oleh anaknya Ahas (ay. 36, 38).
VIII. KEKUASAAN AHAS ATAS YEHUDA
A. Berkuasa Selama Enambelas Tahun
Pada usia dua puluh tahun, Ahas berkuasa di Yerusalem pada tahun ketujuhbelas pemerintahan Pekah raja Israel dan berkuasa selama enambelas tahun (16:1-2a).
B. Tidak Melakukan apa yang Benar
di Mata Yehova Allahnya
Ahas tidak melakukan apa yang benar di mata Yehova, Allahnya, seperti yang dilakukan Daud bapa leluhurnya. Sebaliknya, dia hidup menurut kelakuan raja-raja Israel. Dia mempersembahkan anaknya sebagai korban dalam api, sesuai perbuatan keji bangsa-bangsa yang telah dihalau Yehova dari depan orang Israel. Juga dia mempersembahkan dan membakar ukupan di bukit-bukit pengorbanan, di tempat-tempat tinggi, dan di bawah setiap pohon yang rimbun (ay. 2b-4).
C. Rezin Raja Aram dan Pekah Raja Israel Datang Menyerang Yerusalem
Rezin raja Aram dan Pekah raja Israel datang menyerang Yerusalem. Mereka mengepung Ahas tetapi tidak dapat menaklukan dia (ay. 5).
D. Rezin Raja Aram Mengembalikan Elat ke Aram
Rezin raja Aram mengembalikan Elat ke Aram dan mengusir orang Yahudi dari sana. Orang Aram kemudian datang ke Elat dan tinggal di sana (ay. 6).
E. Ahaz Mencari Bantuan dari Raja Asyur
Ahas mencari bantuan dari raja Asyur melalui merendahkan dirinya sebagai budaknya dan anaknya dan ternaknya diberikan kepada raja Asyur mempersembahkan perak dan emas dari rumah Yehova dan rumah perbendaharaan raja. Raja Asyur menyerang Damsyik, mengambilnya, menawan rakyatnya, dan membunuh Rezin (ay. 7-9).
F. Ahas Pergi untuk Menemui Raja Asyur di Damsyik dan Mengambil Contoh Mezbah di sana
Ahas pergi untuk menemui raja Asyur di Damsyik dan melihat mezbah di sana. Dia mengambil contoh mezbah ini dan melalui imam Uria dia membangun satu mezbah sesuai mezbah di Yerusalem. Kemudian Ahas mempersembahkan kurban di atasnya dan memerintahkan imam Uria untuk membakar semua persembahannya dan persembahan rakyat di atas mezbah yang besar. Ahas kemudian menyingkirkan mezbah tembaga dari depan rumah Allah dan menempatkannya di sisi mezbahnya. Sekarang mezbah tembaga menjadi tempat bagi Ahas untuk mengajukan permohonan. Selanjutnya, Ahas mengubah cara meletakkan bejana pembasuhan dan lautan tembaga yang dibuat oleh Salomo. Kemudian karena raja Aram, dia menyingkirkan jalan masuk ke rumah Allah untuk hari Sabat dan pintu raja untuk memasuki rumah Allah (ay. 10-18).
G. Dikuburkan bersama Leluhurnya
Ahas mendapat perhentian bersama leluhurnya dan dikuburkan bersama leluhurnya di kota Daud. Dia digantikan oleh Hizkia anaknya (ay. 19-20). Dari sejak Salomo, pembangun bait, jatuh dan rusak sampai bangsa Israel dibawa ke penawanan selama empat ratus tahun. Selama masa itu Allah mengharapkan satu perubahan di anatara bangsa Israel, tetapi tahun demi tahun mereka keras kepala tidak berubah. Ini memaksa Allah membiarkan mereka. Meskipun Allah membiarkan orang Israel, Dia menjaga prinsip, ditemukan dalam Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru, yaitu mendapatkan para pemenang sehingga Dia masih memiliki garis keturunan di bumi untuk memelihara ekonomi-Nya dan melaksanakannya. Semua nabi sejati pada zaman raja-raja dan penawanan, seperti Elia, Elisa, Yesaya, Yunus, Daniel, dan Zakharia, adalah para pemenang. Melalui para pemenang Ezra dan Nehemia dibangunkan untuk menyadari bahwa mereka telah kembali ke tanah nenek moyangnya.
Seluruh sejarah Israel adalah satu lambang, yang diperuntukkan ekonomi Allah. Penggenapan lambang ini adalah sejarah kekristenan. Hari ini kekristenan tertawan, tetapi kita, orang-orang yang dalam pemulihan ini tidak tertawan. Secara lambang, pemulihan Tuhan dimulai dari sejumlah kecil orang seperti Daniel, Ezra, Nehemia. Hari ini pemulihan mungkin sedikit jumlahnya, tetapi menyebar ke tempat tawanan untuk memanggil lebih banyak pemenang. Pemulihan Tuhan bukan mendapatkan semua orang Kristen dalam zaman ini tetapi memanggil sekelompok kecil untuk menjadi para pemenang. Dalam kitab Wahyu, Tuhan Yesus berulang-ulang memanggil para pemenang (2:7, 11, 26; 3:5, 12, 21). Para pemenang ini akan menjadi Bukit Sion, puncak dalam Allah menggenapkan ekonomi-Nya (14:1).
Alkitab adalah satu kita berisi dua bagian, Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru. Perjanjian Lama berisi banyak lambang dan gambaran, dan dalam Perjanjian Baru kita memiliki penggenapan dari perlambangan dalam Perjanjian Lama. Namun, banyak orang Kristen fundamental sangat memperhatikan hanya bagian penggenapan dari perlambangan Perjanjian Lama dalam Perjanjian Baru. Dalam pemulihan Tuhan, melalui belaskasihan-Nya, terus-menerus memperlihatkan kepada kita mengenai penggenapan perlambangan Perjanjian Lama dalam Perjanjian Baru, khususnya dalam wahyu ekonomi Allah.
Dalam kitab Yesaya ada dua nubuat yang sangat pendek, dengan jelas memperlihatkan kepada kita hubungan antara Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru. Yesaya 7:14 mengatakan bahwa seorang perempuan akan melahirkan seorang anak laki-laki yang namanya akan disebut Imanuel. Yesaya 9:5 mengatakan bahwa seorang anak akan diberikan kepada kita dan namanya akan disebut Allah yang perkasa dan Bapa kekal. Nubuat-nubuat ini mewahyukan bahwa Allah akan menjadi seorang manusia sebagai seorang anak kecil. Allah yang perkasa, Bapa kekal, menjadi seorang manusia agar menjadikan manusia menjadi Allah dalam hayat dan sifat (tetapi bukan dalam ke-Allahan). Namun, agar menjadi Allah dalam cara ini, manusia pertama-tama perlu ditebus. Yesaya 53 adalah satu pasal yang tegas atas penebusan Kristus. Dalam keinsanian-Nya Allah yang menjadi manusia adalah Penebus manusia, menghapus dosa manusia. Allah menebus manusia untuk tujuan menjadikan manusia yang ditebus menjadi Allah dalam hayat dan sifat sehingga Allah dapat memiliki satu perampungan ekonomi-Nya dalam Tubuh Kristus sebagai perbesaran Kristus. Tubuh Kristus ini akan rampung dalam Yerusalem Baru sebagai ekspresi dan peluasan Allah yang penuh sampai selamanya. Dalam perlambangan sejarah raja-raja dihubungkan dengan Allah menjadi manusia untuk menebus manusia kembali kepada diri-Nya sehingga Dia dapat menjadikan umat tebusan-Nya menjadi Allah dalam hayat dan sifat sehingga Dia dapat memiliki ekspresi korporat diri-Nya selama-lamanya. Inilah ringkasan ekonomi Allah.
Yesus, yang adalah Allah menjadi manusia, akhirnya menjadi Roh pemberi hayat dalam kebangkitan-Nya (1Kor. 15:45b). Perkara yang berhubungan dengan ini disingkapkan dalam dua puluh tujuh kitab Perjanjian Baru. Perjanjian Baru memperlihatkan kepada kita bahwa Yesus adalah Allah menjadi manusia melalui inkarnasi; yaitu Dia menempuh kehidupan insani di bumi; bahwa Dia mati dalam kematian yang almuhit, yang membereskan semua masalah dalam alam semesta, termasuk dosa, maut, Satan, dunia, dan ciptaan lama; dan Dia masuk ke dalam kebangkitan. Dalam kebangkitan Dia dipertinggi keinsanian-Nya ke dalam keilahian, melahirkan kembali keinsanian-Nya menjadi Putra sulung Allah (Rm. 1:3-4; Kis. 13:33; Rm. 8:29). Dalam kelahiran yang sama kita, sebagai banyak anggota Kristus, dilahirkan kembali bersama Dia (1Ptr. 1:3). Dalam dan melalui kebangkitan-Nya Kristus juga menjadi Roh pemberi hayat.
Roh pemberi hayat, yang adalah Kristus yang almuhit, adalah perampungan dari Allah Tritunggal yang telah melalui proses dan rampung. Roh ini juga adalah realitas kebangkitan Kristus. Lebih jauh lagi, Roh ini, Allah Tritunggal yang rampung, adalah Kristus yang pneumatik, yang adalah perwujudan Allah Tritunggal. Aggregat semuanya ini adalah Roh pemberi hayat. Perkara yang menakjubkan ini disingkapkan secara terperinci dalam Perjanjian Baru, dari Matius sampai Wahyu.
Sasaran ekonomi Allah adalah menggarap umat tebusan-Nya supaya menjadikan mereka Allah dalam hayat dan sifat tetapi bukan dalam ke-Allahan. Hal ini dapat dirampungkan hanya melalui, oleh, dengan, dan dalam Roh pemberi hayat. Hal ini penting bagi kita yang ada dalam pemulihan Tuhan untuk nampak bahwa Kristus kita hari ini dalam kebangkitan dan bahkan dalam kebangkitan Dia adalah Kristus yang pneumatik, Roh pemberi hayat sebagai perampungan Allah Tritunggal yang telah melalu proses. Kita memiliki Dia sebagai Roh majemuk yang almuhit dalam roh kita. Sekarang setiap hari kita harus melakukan segala sesuatu dalam roh kita supaya Roh pemberi hayat ini dapat mentransformasi kita, menyerupakan kita, dan akhirnya memuliakan kita sehingga kita dapat menjadi Allah dalam hayat dan sifat.