← Daftar isi 1 dan 2 Raja-raja (1) · bab 16/23

KEKUASAAN ATALYA DAN YOAS ATAS YEHUDA

Pembacaan Alkitab: 2Raj. 11—12

Dua Raja-raja 11 dan 12 ada catatan kekuasaan Atalya dan Yoas ata Yehuda.

I. KEKUASAAN ATALYA ATAS YEHUDA

A. Atalya Memusnahkan semua Keturunan Raja

Atalya, ibu Ahazia dan istri Yoram dari keluarga Ahab (8:25-27), membinasakan semua keturunan raja (11:1).

B. Putri Raja Yoram Menyembunyikan Yoas

di Rumah Yehova

Yoseba, putri raja Yoram dan adik perempuan Ahazia, menyembunyikan Yoas bin Ahazia di rumah Yehova selama enam tahun sementara Atalya, neneknya berkuasa atas negeri itu (ay. 2-3).

C. Imam Besar Memperlengkapi

untuk Mengurapi Yoas

Pada tahun ketujuh imam besar Yoyada memperlengkapi dengan bijaksana untuk mengurapi Yoas, dan rakyat mengakui dia sebagai raja dengan sukaria, sambil bertepuk tangan mereka berkata, “Hiduplah raja!” (ay. 4-12).

D. Atalya Bereaksi kepada Bertakhtanya Yoas

dan Dibunuh

Atalya bereaksi kepada bertakhtanya Yoas dengan mengoyakkan pakaiannya dan berseru, “Kianat, kianat!”(ay. 13-14). Kemudian menurut saran imam besar Yoyada dia dibunuh di luar rumah Allah (ay. 15-16).

II. KEKUASAAN YOAS (YOAHAS) ATAS YEHUDA

Dalam 11:17—12:21 kita memiliki catatan kekuasaan Yoas (Yoahas) atas Yehuda.

A. Imam Besar Yoyada membuat Satu Perjanjian antara Yehova dan Raja dan Rakyat

Imam besar Yoyada membuat satu perjanjian antara Yehova dan raja dan rakyat bahwa mereka akan menjadi umat Yehova. Dia juga membuat satu perjanjian antara raja dan rakyat. Kemudian semua rakyat pergi ke kuil Baal, menghancurkannya sampai berkeping-keping, memecahkan mezbah-mezbah dan patung-patung Baal, dan membunuh imam Baal (11:17-18).

B. Yoas Bertakhta pada Usia Tujuh Tahun

Pada usia tujuh tahun, Yoas bertakhta oleh rakyat dengan sukaria (ay. 19-21). Sejak Yoas masih kanak-kanak, dia dibantu oleh imam besar.

C. Berkuasa Selama Empat Puluh Tahun di Yerusalem

Yoas mulai berkuasa atas Yehuda sejak tahun ketujuh pemerintahan Yehu dan berkuasa selama empat puluh tahun di Yerusalem (12:1).

D. Melakukan apa yang Benar di Mata Yehova

Yoas melakukan apa yang benar di mata Yehova sepanjang hidupnya dalam arahan imam besar Yoyada. Namun, bukit-bukit pengorbanan tidak disingkirkan, dan rakyat masih mempersembahkan dan membakar ukupan di bukit-bukit pengorbanan (ay. 2-3).

E. Memperbaiki Rumah Allah

Yoas memperbaiki rumah Allah dengan persembahan-persembahan rakyat di bawah pengaturan para imam dan pelayan-pelayan raja, mereka yang setia. Tetapi uang dari kurban pelanggaran dan uang dari kurban dosa adalah bagi para imam (ay. 4-16).

F. Hazael Raja Aram Datang untuk

Menyerang Yerusalem

Hazael raja Aram datang untuk menyerang Yerusalem. Yoas raja Yehuda mengirm dia semua hal yang telah dipersembahkan oleh ayahnya dan dirinya sendiri dengan semua emas di perbendaharaan rumah Allah dan istana raja, dan Hazael meninggalkan Yerusalem (ay. 17-18).

G. Dibunuh oleh Pelayannya

Sekalipun Yoas adalah seorang raja yang baik, dia dibunuh oleh pelayannya. Dia dikuburkan dengan leluhurnya di kota Daud dan digantikan anaknya Amazia (ay. 19-21).

Ketika kita membaca sejarah raja-raja dan memperhatikan apakah yang digambarkan oleh lambang-lambang, perkara penting yang dapat kita lihat adalah perpecahan. Perpecahan berasal dari ambisi orang, yaitu ingin lebih tinggi daripada orang lain, ingin menjadi kepala, penguasa, dan raja dari rakyat.

Dalam Perjanjian Baru keesaan Tubuh Kristus sangat ditekankan. Menurut Injil, pengikut Tuhan Yesus sangat mengasihi Dia, meninggalkan kampungnya, rumahnya, dan kerabatnya untuk mengikuti Dia selama tiga setengah tahun. Selama waktu itu, perkara yang paling sering diperdebatkan oleh mereka adalah siapakah yang paling besar. Bahkan pada akhir kali Tuhan Yesus naik ke Yerusalem, Tuhan berbeban memberi tahu mereka, bahwa Dia akan tersalib, mereka masih berebut menjadi yang paling besar (Mat. 20:20-28; cf. Luk. 22:24). Ibu anak-anak Zebedeus, yaitu Yakobus dan Yohanes, datang kepada-Nya bersama anak-anaknya dan meminta bahwa mereka akan duduk, satu di sebelah kanan-Nya dan yang satu di sebelah kiri-Nya, dalam kerajaan-Nya (Mat. 20:20-21).

Pada malam terakhir di bumi, Tuhan Yesus berbicara kepada murid-murid-Nya panjang lebar wahyu ilahi mengenai ekonomi Allah (Yoh. 14—16). Selanjutnya, Dia mempersembahkan doa kesimpulan kepada Bapa dalam Yohanes 17. Dalam doa ini berkali-kali meminta Bapa menjaga semua kaum beriman dalam keesaan Allah Tritunggal. Tuhan Yesus berdoa bagi mereka berdasarkan hayat Allah Tritunggal, nama Bapa, kebenaran mengenai ekonomi Allah, dan kemuliaan (ay. 11, 17, 21-23). Sejak itu murid-murid menjadi setia mengikuti Tuhan. Setelah kebangkitan dan kenaikan-Nya, mereka bahkan tinggal bersama-sama di Yerusalem dan berdoa selama sepuluh hari dalam harmonis (Kis. 1:14). Kemudian Tuhan mencurahkan ke atas mereka sebagai Roh Pentakosta, kehidupan gereja dimulai. Namun, perpecahan datang setahap demi setahap.

Saya akan meminta kalian memperhatikan, menurut Perjanjian Baru, apakah perpecahan pertama untuk menyerang gereja. Saya percaya bahwa perpecahan pertama masuk ketika Barnabas meninggalkan Paulus. Setelah Saul, selanjutnya Paulus, diselamatkan diarahkan oleh Tuhan dan dibaptis oleh Ananias, Barnabas membawa dia ke dalam persekutuan Tubuh. Kaum beriman di Yerusalem takut kepada Saul karena dia adalah penganiaya dan pengrusak gereja, tetapi Barnabas berani membawa dia ke Yerusalem dan merekomendasi dia kepada para rasul untuk membawa ke dalam persekutuan Tubuh (Kis. 9:26-28). Selanjutnya, Paulus dan Barnabas, hubungannya sangat dekat, di antara mereka ada nabi-nabi dan pengajar di Antiokhia (13:1) dan akhirnya diutus oleh Roh Kudus bagi pekerjaan yang karenanya Dia telah memanggil mereka (ay. 2). Kemudian mereka pergi bersama-sama, nama Barnabas disebutkan pertama (ay. 7). Tetapi di Pafos ada situasi yang memerlukan pembicaraan yang agak kuat. Paulus yang memimpin pembicaraan itu (ay. 8-12). Ini menunjukkan bahwa sekalipun Barnabas terlebih dulu mengambil pimpinan, dia tidak mutlak seperti Paulus, yang sekarang mengambil pimpinan untuk berbicara. Sejak waktu itu nama Paulus selalu sebelum Barnabas dalam wahyu ilahi. Sejangka waktu Paulus dan Barnabas bekerja sama dengan baik. Selanjutnya, Paulus mengajukan Barnabas bahwa mereka mengunjungi gereja-gereja yang telah dibangunkan. Barnabar pertama mengajukan dan kemudian meminta membawa sepupunya Markus. Paulus tidak mengijinkannya dengan baik, karena Markus tidak dapat menanggung kesulitan perjalanan, dia telah meninggalkan pada perjalanannya yang pertama. Karena selisih pendapat, Barnabas meninggalkan Paulus (15:36-39). Setelah itu, tidak pernah menyinggung mereka berdua menjadi satu. Itulah perpecahan.

Dalam hal melayani Tubuh Kristus, hati kita harus tulus, murni. Karena dalam hati Barnabas ada hal-hal yang tidak begitu tulus, tidak begitu murni, mungkin sesuatu ambisi. Hal ini menghasilkan perpecahan.

Perpecahan menjadi satu masalah kepada para rasul, yang berusaha menjaga keesaan Tubuh Kristus. Perpecahan bangkit di Korintus (1Kor. 1:10-12), dan Paulus menulis surat kepada gereja di sana mengenai hal ini. Ketika Paulus menulis surat kepada gereja di Efesus, dia berkata bahwa kebajikan pertama dari perilaku kaum beriman adalah memelihara keesaan Roh, yaitu memelihara keesaan Tubuh (Ef. 4:1-3).

Melalui berabad-abad sejarah gereja, telah ada perpecahan demi perpecahan. Selama tujuh puluh tahun di antara kita juga ada beberapa perpecahan. Menurut pengamatanku, setiap perpecahan disebabkan oleh ambisi. Sebagai satu peringatan, Aku harus memberi tahu kalian bahwa dalam pemulihan Tuhan sepanjang tujuh puluh tahun tidak ada seorang pun yang menciptakan perpecahan bertobat. Ini adalah perkara yang serius.

Kita seharusnya membaca kitab sejarah Perjanjian Lama bukan hanya menurut tulisan hitam di atas putih tetapi dengan pandangan yang penuh dari ekonomi Allah di bumi, Jika kita memiliki pandangan yang sedemikian, kita akan menyadari bahwa lambang-lambang dalam kitab sejarah di Perjanjian Lama menunjukkan kepada kita bahwa perpecahan membawa kekacauan, pembunuhan, dan penyimpangan. Hari ini, seluruh dunia kekristenan penuh perpecahan, kekacauan, penyimpangan, dan pembunuhan rohani. Bahkan di antara kita mungkin ada penyimpangan dalam hubungan dengan kepenatuaan. Hal yang jahat sedemikian adalah dari Alam Maut yang masih tinggal dalam pemulihan Tuhan. Kalian harus berhati-hati untuk tidak menyebabkan perpecahan, karena perpecahan selalu merusak. Jika kalian menyebabkan perpecahan, orang pertama yang dirusak oleh perpecahan adalah dirimu sendiri.