← Daftar isi 1 dan 2 Raja-raja (1) · bab 14/23

KEKUASAAN YORAM ATAS ISRAEL

Pembacaan Alkitab: 2Raj. 1:17b; 3:1-27; 6:8—8:15

Sejarah Perjanjian Lama sangat berhubungan dengan ekonomi Allah dalam cara perlambangan. Nabi Elisa mewakili ekonomi Perjanjian Baru Allah dalam lambang. Elisa adalah lambang dalam Perjanjian Lama yang melambangkan hal yang sejati dalam Perjanjian Baru. Dalam Lukas 4:27 Tuhan Yesus mengacukan Elisa sebagai lambang diri-Nya, katanya, “Pada zaman nabi Elisa banyak orang kusta di Israel dan tidak ada seorang pun dari mereka yang disembuhkan selain Naaman, orang Siria itu.” Di sini Tuhan menunjukkan bahwa penolakan orang Israel terhadap Elisa dan berpalingnya Elisa kepada orang Kafir yang adalah lambang diri-Nya sebagai Anak Manusia. Perkataan ini menyinggung mereka yang ada di Sinagoge, dan mereka mengusir-Nya. Ini menggenapi lambang Elisa, yang datang kepada umat Allah dengan firman kasih karunia tetapi ditolak mereka. Kristus juga ditolak dan dipaksa untuk berpaling kepada orang Kafir untuk memberitakan firman kasih karunia.

Dalam berita ini kita akan melihat lagi mengenai ministri Elisa seperti yang kita bahas dalam kekuasaan Yoram atas Israel.

I. KEKUASAAN YORAM ATAS ISRAEL

A. Berkuasa Selama Duabelas Tahun di Samaria

Yoram bin Ahab, mulai berkuasa pada tahun kedelapanbelas pemerintahan Yosafat raja Yehuda dan berkuasa selama duabelas tahun di Samaria (2Raj. 1:17b; 3:1).

B. Melakukan yang Jahat di Mata Yehova

Yoram melakukan apa yang jahat di mata Yehova, tetapi tidak seperti ayahnya dan ibunya, dia meletakkan kembali tugu-tugu Baal, yang telah dibuat ayahnya. Namun dia masih terpaut kepada dosa Yerobeam bin Nebat yang mengakibatkan orang Israel berdosa pula, dan ia tidak menjauhinya (ay. 2-3). Ini berarti bahwa Yoram mengikuti orang yang menyebabkan perpecahan dan penyembahan berhala di Israel.

C. Berperang Melawan Raja Moab

Yoram berperang melawan raja Moab, yang memberontak melawan dia (ay. 4-27). Yoram mengadakan persepakatan dengan Yosafat raja Yehuda dan raja Edom (ay. 7-10). Yosafat memberi saran supaya Yoram mencari Elisa untuk bertanya kepada Yehova melalui dia. Melalui Elisa Yehova memberi tahu Yoram untuk pergi segera ke peperangan (ay. 11-19). Yoram menaklukkan Moab, memaksa raja Moab untuk mengorbankan anak sulungnya, sebagai penerusnya, kepada berhalanya sebagai satu korban bakaran di atas tembok (ay. 20-27a). Kemudian kegusaran besar menimpa atas Israel, dan mereka meninggalkannya dan pulang ke negeri mereka sendiri (ay. 27b).

D. Benhadad, Raja Aram Berperang Melawan Israel

Dalam 6:8-23 kita diberi tahu bahwa Benhadad, raja Aram berperang melawan Israel.

1. Elisa menyingkapkan Strategi Benhadad kepada Yoram dan Mengarahkan Dia

Elisa menyingkapkan strategi Benhadad kepada Yoram raja Israel dan mengarahkan mereka bagaimana untuk tetap tinggal dari strategi Benhadad (ay. 8-11).

2. Benhadad Mengirm Pasukan untuk

Mengepung Kota Dotan

Setelah dia mendapat keterangan bahwa strateginya telah diberi tahukan kepada Yoram oleh Elisa, Benhadad mengirim pasukan untuk mengepung kota Dotan (ay. 12-14).

3. Pelayan-pelayan Elisa Melihat Pasukan itu

dan Takut

Pelayan-pelayan Elisa melihat pasukan itu pada pagi hari dan takut, tidak tahu apa yang akan diperbuat (ay. 15-16).

4. Elisa Berdoa bahwa Yehova akan Membuka Mata Pelayan-pelayannya

Elisa berdoa Yehova akan membuka mata pelayan-pelayannya. Yehova membuka matanya, dan dia nampak bahwa gunung itu penuh dengan kuda-kuda dan kereta-kereta api yang mengelilingi Elisa (ay. 17). Di sini hanya ada untuk pertahanan, bukan untuk penyerangan. Mujijat Elisa menyerang, tetapi Elisa bertahan. Kuda-kuda dan kereta-kereta api yang di sekeliling Elisa bukan untuk berperang hanya untuk melindungi.

5. Elisa Berdoa bahwa Allah akan Memukul Pasukan Benhadad dengan Kebutaan

Pasukan Benhadad menyerang Elisa, dan Elisa berdoa bahwa Allah akan memukul mereka dengan kebutaan. Setelah Yehova memukul mereka dengan kebutaan menurut perkataan Elisa, Elisa memberi tahu mereka untuk mengikuti dia, dan dia membawa mereka ke Samaria. Kemudian dia meminta Allah untuk membuka matanya, dan mereka nampak bahwa mereka berada di tengah-tengah Samaria (ay. 18-20).

6. Elisa Memerintahkan Yoram supaya Menyiapkan suatu Pesta untuk Pasukan Benhadad

Yoram ingin membunuh pasukan Benhadad, tetapi Elisa menghentikan dia dan memerintahkan supaya menyiapkan suatu pesta bagi mereka dan kemudian mereka dibiarkan pulang ke tuannya. Setelah mereka makan dan minum, mereka pulang ke tuannya, dan tidak ada lagi gerombolan-gerombolan Aram untuk memasuki negeri Israel (ay. 21-23). Dalam perkara menyiapkan suatu pesta bagi musuh-musuh, kita nampak ministri Perjanjian Baru (Rm. 12:20-21). Orang Aram dihentikan melalui mengundang untuk suatu pesta.

E. Benhadad Raja Aram Mengepung Samaria

2Raja-raja 6:24—7:20 memberi tahu kita bahwa Benhadad raja Aram mengepung Samaria.

1. Terjadi Kelaparan Besar di Samaria

Terjadi kelaparan besar di Samaria (6:25-29). Kelaparan yang sangat hebat sampai meluas sehinga bangsa itu memakan anaknya sendiri.

2. Yoram Raja Israel Marah kepada Elisa

Yoram raja Israel marah kepada Elisa dan mencoba untuk membunuh dia (ay. 30-33).

3. Elisa Bernubuat mengenai satu Persediaan Makanan yang Limpah

Dalam 7:1-20 Elisa bernubuat bahwa pada hari selanjutnya akan ada satu persediaan makanan yang limpah oleh penaklukkan Allah atas orang Aram.

a. Panglima yang menjadi Ajudan Raja tidak Percaya bahwa akan Ada Persediaan Makanan yang Limpah

Panglima yang menjadi ajudan raja tidak percaya bahwa akan ada persediaan yang limpah, katanya, “Sekalipun TUHAN membuat tingkap-tingkap di langit, masakan hal itu mungkin terjadi? (ay. 2a). Elisa memberi tahu dia bahwa matanya akan melihatnya tetapi dia tidak akan dapat makan apa-apa dari padanya.

b. Empat Orang yang Sakit Kusta Menemukan

Persediaan Makanan yang Limpah dan Melaporkannya kepada Pegawai Istana

Empat orang yang sakit kusta menemukan persediaan makanan yang limpah dan melaporkan kabar baik ini kepada pegawai raja. Pelayan raja memeriksa situasi dan menegaskan laporan orang kusta itu (ay. 3-15).

c. Penduduk Israel pergi untuk Menjarah Perkemahan

Orang Aram

Penduduk Israel pergi untuk menjarah perkemahan orang Aram. Mereka menginjak-injak panglima yang tidak percaya itu di pintu gerbang, dan dia mati seperti yang Elisa telah katakan (ay. 16-20).

F. Elisa Memberi tahu Tujuh Tahun Kelapan

yang Ditetapkan Allah

Elisa memberi tahu perempuan yang anaknya telah dia hidupkan kembali untuk pergi ke keluarganya dan tinggal di mana saja dia dapat menetap, karena tujuh tahun kelapan yang ditetapkan Allah akan menimpa. Dia melakukan menurut perkataan Elisa. Setelah dia kembali, dia mendapatkan kekayaannya kembali melalui raja dengan bantuan Elisa (8:1-6).

G. Kontak Elisa dengan Benhadad Raja Aram

secara Berteman

Ayat 7 sampai 15 menggambarkan kontak Elisa dengan Benhadad raja Aram secara berteman.

1. Elisa datang ke Damsyik ketika Benhadad Sakit

Elisa datang ke Damsyik ketika Benhadad sakit, dan Benhadad memberitahukan hal ini (ay. 7).

2. Benhadad Mengirim Hambanya Hazael untuk melihat Elisa dengan Pemberian yang Banyak

Benhadad mengirim hambanya Hazael untuk melihat Elisa dengan pemberian yang banyak, empat puluh unta yang dimuati banyak barang yang baik dari Damsyik, untuk bertanya kepada Elisa apakah Benhadad akan pulih dari sakitnya (ay. 8-9).

3. Elisa Menjawab bahwa Benhadad

akan Dipulihkan dari Sakitnya

Elisa menjawab bahwa Benhadad akan dipulihkan dari sakitnya tetapi akan mati oleh seseorang. Kemudian Elisa bernubuat untuk Hazael bahwa dia akan menjadi raja atas Aram. Elisa merasa malu dan menangis karena Hazael akan melakukan yang jahat kepada bangsa Israel, kota-kota berkubu akan dicampakkannya ke api, teruna-terunanya dibunuh dengan pedang, bayinya akan diremukkan, dan perempuannya yang mengandung akan dibelas (ay. 10-13).

4. Hazael Kembali untuk Memberi Tahu Tuannya apa yang Elisa Katakan Kepadanya

Hazael kembali untuk memberi tahu tuannya apa yang Elisa katakan kepadanya. Pada hari selanjutnya Hazael membunuh Banhadad dan merebut takhta (ay. 14-15).

II. DALAM MINISTRINYA ELISA PERILAKUNYA SEBAGAI WAKIL ALLAH DI BUMI

Dalam ministrinya nabi Elisa, sebagai abdi Allah, perilakunya sebagai wakil Allah, sebagai tindakan Allah, di bumi. Sebagai kaum beriman dalam Kristus, kita dapat menjadi sama. Elisa sebagai seorang murid Elia, akhirnya mendapatkan roh Elia, tetapi dia mutlak berbeda dengan Elia. Dalam perlambangan Elia melambangkan ekonomi Perjanjian Lama dan Elisa melambangkan ekonomi Perjanjian Baru.

Ketika kita membaca kitab sejarah, kita perlu memiliki pandangan yang menyeluruh terhadap Alkitab dari halaman pertama sampai halaman terakhir. Paulus adalah seorang yang mengenal Perjanjian Lama dan dapat menafsirkannya. Kitab Roma adalah suatu penjelasan ayat dalam Perjanjian Lama yang mengatakan, “Orang benar akan hidup oleh iman” (Rm. 1:17; Ibr. 2:4). Paulus menulis satu kitab sebanyak enambelas pasal untuk menjelaskan apa yang disebut hidup oleh iman. Empat pasal pertama adalah yuridis, memberi tahu kita bahwa Allah membenarkan kita berdasarkan penebusan Kristus melalui iman kita (3:24, 28). Ini tidak ada hubungannya dengan hayat. Namun, Allah membenarkan melalui kasih karunia memimpin kepada hayat (5:18). Dibenarkan menghasilkan kelahiran Kembali, menerima hayat ilahi, yang adalah diri Allah sendiri. Hayat ini bekerja di dalam kita untuk menjadikan raja-raja untuk memerintah (ay. 17). Setelah pasal empat, setiap pasal kitab Roma adalah organik. Melalui hayat organik ini, kita orang-orang dosa yang dibenarkan, dijadikan anggota-anggota Tubuh Kristus yang hidup. Tubuh Kristus dalam pasal duabelas adalah ekspresi secara organik di lokalitas berbeda dengan pasal enambelas.

Saya menerima terang ini kebanyakan dari Saudara Nee. Dia sangat seimbang dalam mengenal Alkitab. Melalui dia saya mengambil prinsip mempelajari Alkitab secara hayat. Dalam dua puluh abad terakhir ini, Alkitab telah dipelajari, ditafsirkan, dan dijelaskan. Saudara Nee mempelajari semua penafsiran dan melalui mereka kemudian memberikannya kepadaku. Inilah penjelasan singkat Versi Pemulihan Perjanjian Baru yang mengatakan bahwa catatan kaki berisi “kristalisasi pemahaman wahyu ilahi yang dicapai oleh kaum saleh di segala tempat dalam kurun waktu dua ribu tahun.” Jika kita memperhatikan semua catatannya, kita akan memahami Alkitab melalui semua pengajar Alkitab yang lampau.