← Daftar isi 1 dan 2 Raja-raja (1) · bab 13/23

MINISTRI KASIH KARUNIA ELISA

Pembacaan Alkitab: 2Raj. 2:19-25; 4:1—6:7

Dalam berita ini kita akan membahas apa yang diwahyukan dalam 2 Raja-raja mengenai ministri kasih karunia Elisa.

I. ELIA ADALAH LAMBANG YOHANES PEMBAPTIS DALAM MENGHUKUM ORANG KE DALAM KEMATIAN

Elia adalah lambang Yohanes Pembaptis dalam menghukum orang ke dalam kematian (Luk. 1:17; Mat. 11:11, 14; 3:1-2, 6-11a). Yohanes Pembaptis, yang datang sebelum Kristus, membawa masuk Kristus. Ini dilambangkan oleh Elia yang membawa masuk Elisa.

II. ELISA ADALAH LAMBANG KRISTUS DALAM MELAKUKAN MUJIJAT KASIH KARUNIA DALAM HAYAT

Elisa adalah lambang Kristus dalam melakukan mujijat kasih karunia dalam hayat. Elia banyak melakukan mujijat yang besar, seperti menutup langit sehingga tidak turun hujan dan memerintahkan api turun dari langit untuk menyambar habis kurban bakaran dan air yang telah dicurahkan ke atasnya. Namun, ketika Elisa datang untuk menggantikan dia, ia tidak melakukan keajaiban. Sebaliknya, Elisa melakukan mujijat kasih karunia dalam hayat.

Banyak orang Kristen memperhatikan mujijat, tetapi mereka mengabaikan perkara kasih karunia dan hayat atau membicarakannya dalam cara yang dangkal. Paulus sangat menitik beratkan kasih karunia dalam kitab Roma. Dalam Roma, dibenarkan melalui hayat sampai memerintah dalam hayat (3:24; 5:17-18). Karena itu, kasih karunia dalam hayat adalah satu perkara penting dalam kitab Roma.

Kasih karunia adalah Allah melakukan segala sesuatu bagi kita melalui memberikan diri-Nya kepada kita sebagai kenikmatan kita. Kasih karunia ini dihasilkan dalam hayat ilahi, yang adalah kaya dan tinggi, bahkan sampai membuat kita menjadi sesama raja dengan Kristus. Namun, di antara orang Kristen hari ini, hal ini mungkin seorang pun tidak dapat mendengarkan satu berita yang memberi tahu kaum beriman bahwa kasih karunia Allah dihasilkan dalam hayat ilahi bagi kita untuk memerintah sebagai raja-raja.

A. Menyehatkan Air Yerikho yang tidak Baik

Pertama, Elisa menyehatkan air yang tidak baik di Yerikho (2Raj. 2:19-22). Ketika orang kota itu memberi tahu Elisa bahwa air itu tidak baik dan sehingga di negeri itu ada keguguran bayi, dia pergi ke sumber air dan melemparkan garam ke sana, katanya, “Beginilah firman TUHAN: Telah Kusehatkan air ini, maka tidak akan terjadi lagi olehnya kematian atau keguguran bayi” (ay. 21). Yerikho melambangkan Satan, dan segala sesuatu milik Satan adalah kematian, termasuk air. Tetapi air Yerikho yang tidak baik disehatkan menurut perkataan Elisa dan menjadi air yang baik, air yang memberi kasih karunia.

Mujijat pertama yang Tuhan Yesus lakukan dalam Injil Yohanes adalah mengubah air menjadi anggur (2:3-11). Makna dari mujijat ini adalah mengubah kematian menjadi hayat. Mengubah kematian menjadi hayat adalah prinsip yang mengendali semua mujijat Tuhan dalam Injil Yohanes dan semua kasus yang berhubungan dengan Dia dalam Yohanes pasal tiga sampai sebelas. Makna mujijat yang dilakukan oleh Elisa dalam 2Raja-raja 2 dan mujijat yang dilakukan oleh Tuhan Yesus dalam Yohanes 2 adalah sama, merubah kematian menjadi hayat.

B. Mejadikan Perihal yang tidak Ada menjadi Ada

Selanjutnya, Elisa menjadikan perihal yang tidak ada menjadi ada (2Raj. 4:1-7, 8-17, 42-44; cf. Mat. 14:14-21; 15:32-39; Rm. 4:17b). Khususnya, Elisa menjadikan perihal yang tidak ada menjadi ada ketika dia menghasilkan banyak minyak dalam bejana-bejana dari satu bejana. Tuhan Yesus melakukan hal yang sama dalam prinsip ini. Dalam Matius 14 dan 15 Dia memperbanyak makanan dengan beberapa roti dan ikan.

Dalam perkara ini juga Elisa melambangkan Tuhan Yesus dalam zaman Perjanjian Baru. Melebihi setiap nabi, Elisa melakukan hal ini, dalam lambang, dimana sama seperti apa yang Tuhan Yesus telah lakukan dalam realitas. Prinsipnya, Elisa dan Tuhan Yesus melakukan hal yang sama, melakukan mujijat-mujijat kasih karunia dalam hayat.

C. Membangkitkan Orang Mati dari Kematian

Elisa juga membangkitkan orang mati dari kematian (2Raj. 4:18-37; cf. Ibr. 11:35; Luk. 7:11-17; Yoh. 11:41-44; Rm. 4:17b). Tuhan Yesus membangkitkan berjuta-juta orang termasuk kita (Yoh. 5:25).

Memanggil perihal yang tidak ada menjadi ada dan memberikan hayat kepada orang mati bukan hanya mujijat. Mereka adalah kasih karunia yang dihasilkan dalam hayat sampai berkuasa dalam hayat sebagai raja.

D. Meniadakan Racun dari Sulur-suluran Liar

dengan Tepung

Ketika murid-murid Elisa kekurangan makanan, mereka memasak sop dengan sulur-suluran (labu) beracun. Elisa meniadakan racun sulur-suluran liar dengan tepung (2Raj. 4:38-41). Prinsipnya, Tuhan Yesus melakukan hal yang sama untuk murid-murid-Nya. Dia memperingatkan mereka, katanya, “Berjaga-jagalah dan waspadalah terhadap ragi orang Farisi dan Saduki” (Mat. 6:6-12), dan Dia menyehatkan murid-murid dengan diri-Nya sebagai tepung yang baik.

Banyak pengajar dalam kekritenan hari ini adalah “sulur-suluran beracun.” Banyak buku kekristenan adalah baik, tetapi banyak juga yang tidak murni. Kita merekomendasikan beberapa tulisan oleh Andrew Murray, Madame Guyon, Brother Lawrence, dan yang lainnya. Khususnya kita merekomendasikan karya agung Andrew Murray yang berjudul The Spirit of Christ, yang lainnya God’s plan of Redemption oleh Mary E. McDonough dan Life on the Highest Plane oleh Rut Paxton. Di antara kita, kita juga memiliki ministri Saudara Nee. Ministri Saudara Nee ditolak oleh misionaris Barat pada masa mudanya, tetapi hari ini ministrinya dikenal oleh orang Kristen yang menuntut di seluruh dunia. Melalui belaskasihan dan kasih karunia Tuhan, dalam tujuh puluh tahun terakhir ini hampir semua wahyu yang penting dan utama dari Alkitab telah dibahas dalam ministri Watchman Nee dan ministriku. Saya akan mendorong kalian untuk memperhatikan perihal yang murni dan sehat ini dan tidak memboroskan waktu kalian untuk mengoleksi “sulur-suluran beracun.”

E. Menyembuhkan Penyakit Kusta

Dalam 2Raja-raja Elisa menyembuhkan penyakit kusta (Luk. 4:27). Tuhan Yesus melakukan hal yang sama dalam ministri-Nya (Mat. 11:5; 8:1-4; Luk. 17:11-19).

F. Mengapungkan Kepala Kapak yang Jatuh ke dalam Air dengan Sebatang Kayu

Dalam 2Raja-raja 6:1-7 Elisa mengapungkan kepala kapak yang jatuh ke dalam air dengan sebatang kayu. Ini melambangkan kekuatan Kristus dalam kebangkitan. Dengan salib-Nya, Ia memulihkan orang-orang dosa yang jatuh ke dalam air kematian. Sebagai orang-orang dosa, kita kehilangan “kepala kapak” kita, kekuatan kita, tetapi Kristus telah memulihkan kekuatan kita yang hilang ini dalam kebangkitan dengan “sebatang kayu” dari salib-Nya.

G. Mengutuk Bocah-bocah yang Mengolok-olok

Dalam 2Raja-raja 2:23-24 Elisa mengutuk bocah-bocah yang mengolok-olok melalui dicabik oleh dua beruang betina yang keluar dari hutan. Mereka yang berpikir bahwa Tuhan Yesus tidak melakukan hal yang sama dalam prinsip ini perlu membaca Injil Matius lagi. Matius 3:12 berkata bahwa gandum akan dikumpulkan ke dalam lumbung Tuhan tetapi Dia akan membakar sekam dalam api yang tak terpadamkan. Yakin, pembakaran sekam ini adalah satu hukuman. Lebih jauh lagi, dalam Matius 12:31-32, 34 Tuhan Yesus memperingatkan orang Farisi mengenai dosa yang tak dapat diampuni, dosa yang menghujat Roh Kudus. Dalam Matius 23 Dia membicarakan delapan celaka kepada ahli Taurat dan orang Farisi. Inilah kutukan Tuhan kepada mereka.

Melalui semua hal di atas kita dapat melihat bahwa Elisa adalah sangat tepat melambangkan Kristus. Elisa mengubah zamam dalam lambang, dan Tuhan Yesus melakukan hal yang sama dalam penggenapan. Hari ini ada dalam perubahan zaman, zaman penggenapan ekonomi Perjanjian Baru Allah.