KEKUASAAN AHAZIA ATAS ISRAEL KETERANGKATAN ELIA
Pembacaan Alkitab: 1Raj. 22:40b, 52-54; 2Raj. 1:1—2:18
Dalam berita ini kita akan membahas kekuasaan Ahazia atas Israel (1Raj. 22:40b, 51-53; 2Raj. 1:1-18) dan keterangkatan Elia (2Raj. 2:1-18).
I. KEKUASAAN AHAZIA ATAS YEHUDA
A. Berkuasa Selama Dua Tahun
Ahazia mulai berkuasa atas Israel pada tahun ketujuhbelas pemerintahan Yosafat dan berkuasa selama dua tahun (1Raj. 22:51).
B. Melakukan Apa yang Jahat di Mata Yehova
Ahazia melakukan apa yang jahat di mata Yehova, serta hidup bertingkah laku menurut ayahnya dan ibunya dan menurut Yerobeam, yang menyebabkan orang Israel berdosa pula. Ahazia melayani dan menyembah Baal dan membangkitkan amarah Yehova Allah orang Israel, menurut semua yang telah dilakukan ayahnya (ay. 52-53). Dia melihat akhir hidup Ahab ayahnya yang tragis, tetapi dia tidak mengambilnya sebagai satu peringatan.
C. Sakitnya dan Mati
Dua Raja-raja 1 adalah satu catatan sakit dan matinya Ahazia.
1. Mengirim Utusan-utusan untuk Bertanya kepada Baal-Zebub Allah di Ekron
Ketika Ahazia sakit dia mengirim utusan-utusan untuk bertanya kepada Baal-Zebub allah di Ekron apakah dia dapat disembuhkan dari penyakitnya (ay. 2).
2. Yehova Mengutus Elia untuk Menghentikan
Utusan-utusan Ahazia
Yehova mengutus Elia untuk menghentikan utusan-utusan Ahazia dan memerintahkan mereka memberi tahu Ahazia bahwa dia tidak akan turun dari ranjangnya tetapi dia pasti mati (ay. 3-8).
3. Ahazia Dua Kali Mengirim Perwira dengan
Kelima Puluh Anak Buahnya kepada Elia
Ahazia dua kali mengirim perwira dengan kelima puluh anak buahnya kepada Elia, dan setiap kali Elia memerintahkan api turun dari langit dan menyambar mereka semua (ay. 9-12; Luk. 9:54).
4. Ahazia Mengirim Perwira yang Ketiga dengan Lima Puluh Anak Buahnya kepada Elia
Ahazia mengirim perwira yang ketiga dengan lima puluh anak buahnya kepada Elia, dan perwira itu memohon Elia untuk menyelamatkan nyawanya. Malaikat Yehova memberi tahu Elia untuk tidak takut kepada perwira tetapi turun bersama dia untuk melihat Ahazia. Elia pergi dan memberi tahu Ahazia bahwa karena dia mengirim utusan untuk memohon kepada Baal-Zebub allah di Ekron, dia pasti mati (2Raj. 1:13-16).
5. Ahazia Mati Menurut Firman Yehova
Ahazia mati menurut firman Yehova. Karena dia tidak memiliki anak, saudaranya Yoram (menurut Septuagint) mulai berkuasa di tempatnya pada tahun kedua pemerintahan Yoram bin Yosafat, raja Yehuda (ay. 17-18).
II. TERANGKATNYA ELIA
Dalam 2Raja-raja 2:1-18 kita memiliki catatan keterangkatan Elia.
A. Elia Berat Meninggalkan Elisa, dan Elisa tidak Memimpin Dia Pergi, dalam Tiga Langkah
Ketika Yehova mengambil Elia dengan pusaran angin ke langit, Elia berat meninggalkan Elisa, dan Elisa tidak memimpin dia pergi, dalam tiga langkah (ay. 1-8). Langkah pertama adalah dari Gilgal ke betel (ay. 1-3); langkah kedua adalah dari Betel ke Yerikho (ay. 4-5); dan langkah ketiga adalah dari Yerikho ke sungai Yordan. Lima puluh anak-anak (murid-murid) nabi-nabi berjalan dan berdiri berjauhan dengan mereka. Elia memukul air dengan jubahnya, dan air itu terbelah sehingga dia dan Elisa menyeberangi di atas daratan kering (ay. 6-8).
Elia dan Elisa keduanya melambangkan makna rohani. Elia melambangkan zaman Perjanjian Lama, dan Elisa melambangkan zaman Perjanjian Baru. Zaman berubah melalui empat tempat, Gilgal, Betel, Yerikho, dan sungai Yordan.
Gilgal adalah suatu tempat di mana umat Allah ditanggulangi dagingnya (Yos. 5:2-9). Anak-anak mereka yang keluar dari Mesir belum disunat, menunjukkan bahwa daging mereka tidak pernah ditanggulangi. Ketika mereka menyeberang sungai Yordan untuk memulai berperang untuk mendapatkan tanah permai, mereka pertama-tama menanggulangi daging mereka melalui disunat di Gilgal.
Dari Gilgal Elia dan Elisa pergi ke Betel. Dalam Kejadian 12, ketika Abraham keluar dari Ur-Kasdim (meninggalkan dunia) dan datang ke Betel, dia membangun satu mezbah untuk mempersembahkan segala sesuatu kepada Allah. Ini menunjukkan bahwa Betel adalah tempat membuang dunia dan berpaling kepada Allah dengan mutlak, mengambil Allah sebagai segala sesuatu.
Elia kemudian memimpin Elisa ke Yerikho. Kota pertama yang Yosua dan bangsa Israel hancurkan ketika mereka memasuki tanah permai adalah Yerikho. Yerikho melambangkan kepala musuh Allah, Satan.
Akhirnya Elia dan Elisa pergi ke sungai Yordan, yang melambangkan kematian. Baptisan Perjanjian Baru, meletakkan manusia ke dalam kematian, dimulai dari sungai Yordan (Mat. 3:5-6, 13). Menyeberangi sungai Yordan, Elia memukul air dengan jubahnya. Jubah Elia melambangkan pencurahan Roh, Roh kuasa. Roh kuasa, yang banyak pengajar Alkitab menyebut “jubah Roh,” ditanggulangi dengan sungai kematian sehingga terbuka bagi Elia dan Elisa untuk menyeberang.
Seperti yang kita bahas makna semua lambang ini, kita nampak bahwa agar zaman berubah dari Perjanjian Lama ke Perjanjian Baru, kita harus membereskan daging kita, meninggalkan dunia dan berpaling kepada Allah, mengalahkan Satan, dan melewati kematian.
B. Elisa Meminta Dua Bagian Roh Elia di atas Dia
Elia memerintahkan Elisa untuk meminta kepadanya apa yang dia harus lakukan bagi dia sebelum ia diambil darinya, dan Elisa meminta, “Biarlah kiranya aku mendapat dua bagian dari rohmu” (2 Raj. 2:9).
C. Sebuah Kereta Api dan Kuda-kuda Api Muncul untuk Memisahkan Elia dari Elisa
Sebuah kereta api dan kuda-kuda api muncul untuk memisahkan Elia dari Elisa, diangkat melalui pusaran angin ke langit, dan Elisa melihatnya dan berteriak, “Bapaku, bapaku! Kereta Israel dan orang-orangnya yang berkuda” (ay. 11-12a). Maka Elia diambil, meninggalkan Elisa sendirian di bumi.
D. Elisa Mndapat Dua Bagian dari Roh Elia
Elisa mendapat dua bagian dari roh Elia (ay. 12b-18). Setelah Elia diangkat, Elisa merenggut pakaiannya dan mengoyakkannya menjadi dua bagian. Kemudian dia memungut jubah Elia, yang telah jatuh dari dia, kembali dan berdiri di tepi sungai Yordan, dan memukul air, katanya, “Dimanakah TUHAN,Allah Elia?” (ay. 12b-14). Air terbelah, dan Elisa menyeberanginya. Ketika anak-anak nabi yang ada di Yerikho berjauhan dengannya melihat dia, mereka berkata, “Roh Elia telah hinggap pada Elisa” (ay. 15). Kemudian lima puluh anak nabi berusaha mencari Elia selama tiga hari sampai tidak menemukan (ay. 16-18).
Elisa benar-benar menerima roh Elia. Namun, seperti yang akan kita lihat, Roh, yang zaman Elia melakukan mujijat besar seperti menutup langit, membuka langit, dan menurutkan api dari langit, bertindak dengan cara yang berbeda dengan Elisa. Elisa bertindak dengan cara yang sangat serupa dengan Tuhan Yesus dalam Injil-injil, melakukan banyak hal yang sangat ramah dan manis.
Selama tiga setengah tahun Tuhan Yesus membawa murid-murid-Nya dari membereskan daging (Gilgal), untuk membuang dunia (Betel), mengalahkan Satan, kepala setan-setan (Yerikho). Akhirnya, Tuhan Yesus membawa murid-murid-Nya ke sungai Yordan. Seratus dua puluh orang yang berdoa dalam Kisah Para rasul 1 semua telah dibawa ke Yordan untuk mati bersama Kristus dan dikuburkan bersama Dia. Saya percaya bahwa, hasilnya, mereka tidak lagi memustikakan apa adanya mereka atau apa yang mereka dapat lakukan tetapi telah mengoyakkannya “menjadi dua bagian.” Melalui semua langkah ini, mereka berada pada posisi untuk menerima jubah Elia, kuasa dari tempat tinggi. Karena itu, pada hari Pentakosta Roh kuasa hinggap atas mereka. Hari ini kita adalah yang mengikuti Tuhan Yesus dari Gilgal ke Betel, dari betel ke Yerikho, dan dari Yerikho ke Yordan. Melalui semua langkah ini kita masuk ke dalam satu zaman baru, zaman Perjanjian Baru, di mana Kristus melakukan hal yang sangat ramah.
Keterangkatan Elia melambangkan pengakhiran Perjanjian Lama dalam ekonomi Allah. Tetapi Elia sendiri tidak diakhiri. Dia diangkat ke langit untuk menantikan zaman selanjutnya untuk melihat Elisa (Kristus) melakukan banyak hal yang sangat ramah dan manis. Sekarang kita ada dalam Perjanjian Baru Kristus, yang sedang melakukan dan masih melakukan hal yang sangat ramah.
Kitab Suci mengatakan bahwa Elia akan datang kembali (Mal. 4:5; Luk. 1:17; Mat. 11:14; 17:10-13; cf. 17:3-4; Why. 11:3-12). Pada akhir zaman Perjanjian Baru, pada kesusahan besar akan menjadi seperti zaman Ahab, dan Elia akan kembali sebagai saksi. Selama tiga setengah tahun kesusahan besar, Allah akan terpaksa menggunakan Elia lagi membakar musuh-Nya dengan api (Why. 11:5). Akhirnya, Elia akan dibunuh, dan setelah tiga setengah hari dia akan bangkit dan diangkat untuk bergabung bukan saja dengan kaum saleh Perjanjian Lama tetapi juga dengan para pemenang Perjanjian Baru.