KEKUASAAN AHAB ATAS ISRAEL (3)
KEKUASAAN YOSAHAT ATAS YEHUDA
Pembacaan Alkitab: 1Raj. 20:1—22:51
Dalam berita ini kita akan melanjutkan membahas kekuasaan Ahab atas Israel dan kemudian membahas kekuasaan Yosafat atas Yehuda.
G. Ahab ditanggulangi Benhadad raja Aram
Dalam pasal dua puluh kita memiliki catatan Ahab ditanggulangi Benhadad raja Aram.
1. Benhadad Menimbulkan Pertentangan
kepada Ahab
Benhadad mengumulkan semua pasukannya bersama-sama dan mengepung Samaria dan memeranginya (ay. 1). Kemudian dia menimbulkan pertentangan kepada Ahab (ay. 2-6).
2. Ahab Menolak Benhadad
Ahab memanggil semua tua-tua negeri itu, dan melalui dorongan mereka dia menolak Benhadad (ay. 7-12).
3. Ahab Mengadakan Perang Melawan Banhadad
dan Memenangkannya
Seorang nabi mendekati Ahab dan berkata, “Beginilah firman TUHAN: Sudahkah kau lihat semua orang yang sangat ramai itu? Bahwasanya pada hari ini Aku akan menyerahkan mereka ke dalam tangnmu, supaya engkau tahu, bahwa Akulah TUHAN.” (ay. 13). Didorong oleh janji Allah melalui nabi, Ahab mengadakan perang melawan Banhadad dan memenangkannya (ay. 14-21).
4. Ahab Diperingatkan bahwa Benhadad Akan Datang Kembali untuk Menyerang Dia Tahun Berikutnya
Ahab diperingatkan seorang nabi bahwa Benhadad akan datang kembali untuk menyerang dia tahun berikutnya (ay. 22).
5. Benhadad Mengatur Kembali Pasukannya
dan Mengatur Strateginya
Benhadad mengatur kembali pasukannya dan mengatur strateginya untuk berperang dengan Israel di tanah rata tetapi sebaliknya terjadi di atas gunung-gunung. Benhadad kemudian datang menyerang Ahab, tetapi dia kalah perang dan dikepung oleh Ahab untuk menyelamatkan hidupnya. Ahab membuat satu perjanjian dengan dia dan membebaskan dia (ay. 23-34).
6. Ahab Dihardik karena Dia telah Membebaskan Seorang yang Dikhususkan Allah untuk Ditumpas
Ahab dihardik oleh seorang nabi dalam penyamaran karena dia telah membebaskan seorang yang dikhususkan Allah untuk ditumpas. Allah telah memerintahkan untuk menghancurkan Benhadad, tetapi Ahab membebaskan dia tanpa bertanya pada Allah. Karena hal itu, nyawa Ahab akan menggantikan nyawa orang itu dan rakyat Ahab menggantikan rakyat orang itu (ay. 35-42).
7. Ahab ke Rumahnya dengan Kesal dan Gusar
Setelah Ahab dihardik oleh nabi itu, dia pulang ke rumahnya dengan kesal dan gusar (ay. 43).
H. Mengambil Kebun Anggur Nabot
dengan Merebut tanpa Keadilan
Pasal dua puluh satu memperlihatkan kepada kita bahwa Ahab mengambil kebun anggur Nabot dengan merebut tanpa keadilan.
1. Ahab Menginginkan Kekayaan Nabot
Nabot memiliki sebidang kebun anggur yang dekat dengan tempat tinggal Ahab. Menginginkan kebun ini, Ahab memberi tahu Nabot untuk memberikan kepadanya sehingga dia dapat memilikinya untuk kebun sayuran. Nabot, tidak takut kepada raja, menolak memberikan pusaka ayahnya kepada Ahab (ay. 1-4).
2. Rencana Jahat Izebel
Dalam ayat 5 sampai 16 kita membaca rencana jahat Izebel untuk memfitnah Nabot melalui para tua-tua dan orang dursila dan untuk merampas kekayaannya.
3. Yehova Mengutus Elia untuk Menghukum Ahab
Yehova mengutus Elia untuk menghukum Ahab, katanya bahwa karena dia melakukan yang jahat kepada Nabot, di tempat di mana anjing-anjing menjilati darah Nabot, anjing-anjing akan menjilati darah Ahab juga (ay. 17-19). Elia melanjutkan berkata untuk memberi tahu Ahab bahwa semua keturunannya akan disingkirkan dan anjing-anjing dan burung-burung akan memakan mereka karena Ahab telah menjual dirinya untuk melakukan apa yang jahat di mata Yehova melalui bujukan Izebel (ay. 20-26).
4. Ahab Bertobat dan Merendahkan Diri
di Hadapan Allah
Ahab bertobat dan merendahkan diri di hadapan Allah. Karena hal ini, Allah berkata bahwa Dia tidak akan mendatangkan yang jahat ke atas dia pada zamannya tetapi akan mendatangkan yang jahat kepada keluarganya pada zaman anak-anaknya (ay. 27-29). Di sini kita nampak bahwa sangat besarnya belaskasihan Allah bahkan kepada seorang manusia yang seperti Ahab.
I. Akhir Hidup Ahab yang Menyedihkan
Satu Raja-raja 22:1-40 menggambarkan akhir hidup Ahab yang menyedihkan.
1. Ahab Ingin Berperang Melawan Raja Aram
Setelah tiga tahun damai antara Aram dan Israel, Ahab ingin berperang melawan raja Aram untuk Ramoth-Gilead. Sehubungan hal ini, raja Yehuda, Yosafat, bergabung dengan Ahab (ay. 1-4).
2. Yosafat Mengusulkan Menanyakan Firman Yehova
Yosafat mengajukan kepada Ahab bahwa mereka bertanya firman Yehova (ay. 5). Ahab mengumpulkan kira-kira empat ratus orang nabi dan meminta mereka jika dia harus pergi melawan Ramoth-Gilead untuk berperang atau menahan diri. Nabi-nabi palsu ini berdusta kepadanya, katanya bahwa dia harus pergi segera dan Allah akan menyerahkan kota itu ke dalam tangannya. Namun, Mikha nabi Allah yang sejati, menubuatkan bahwa semua orang Israel akan berserakan di atas gunung, seperti domba yang tidak memiliki gembala, dan memberi tahu Ahab bahwa Yehova telah meletakkan roh dusta ke dalam nabi-nabinya dan telah berbicara jahat mengenai dia. Kemudian Mikha ditahan oleh Ahab (ay. 6-28). Ahab menolak untuk mendengarkan nabi yang sejati tetapi sebaliknya mendengarkan nabi-nabi yang palsu.
3. Ahab dan Yosafat Pergi ke Peperangan
Ahab dan Yosafat raja Yehuda pergi ke peperangan. Ahab menyamar sehingga orang lain tidak mengenalinya, tetapi dia tetap dikalahkan dan dibunuh dalam peperangan (ay. 29-36). Ahab dapat bersembunyi dari orang, tetapi dia tidak dapat bersembunyi dari Allah, yang melihat di mana dia dan apa yang dia lakukan. Tidak pernah dapat bersembunyi dari mata Allah.
4. Dikubur di Samaria
Ahab dikuburkan di Samaria. Seseorang mencuci darah Ahab dari keretanya di tepi telaga Samaria, dan anjing-anjing menjilati darahnya, menurut apa yang telah Allah katakan (ay. 37-40a).
Cara Allah menanggulangi Ahab memperlihatkan bagaimana keadilan dan bagaimana belaskasihan Dia. Di satu pihak, Allah adalah lemah lembut; di pihak lain, Dia adalah keras. Kita perlu takut akan Dia dan serius terhadap Dia. Kita juga perlu siap untuk menuai apa yang telah kita tabur.
IX. KEKUASAAN YOSAFAT ATAS YEHUDA
Ayat 41 sampai 50 memberi tahu kita tentang kekuasaan Yosafat atas Yehuda.
A. Berkuasa Selama Dua Puluh Lima Tahun
Yosafat mulai berkuasa di Yehuda pada usia tiga puluh lima tahun dan memerintah selama dua puluh lima tahun (ay. 41-42).
B. Melakukan Apa yang Benar di Mata Yehova
Yosafat hidup bertingkah laku menurut Asa ayahnya dan melakukan apa yang benar di mata Yehova (ay. 43).
C. Berdamai dengan Raja Israel
Yosafat membuat perdamaian dengan raja Israel (ay. 44, 47-49).
D. Menghapuskan Pelacur Bakti dari Tanah Kudus
Yosafat menyingkirkan sisa pelacur bakti dari negeri kudus, yang tinggal pada zaman Asa ayahnya (ay. 46).
E. Dikubur di Kota Daud
Yosafat mendapat perhentian bersama ayahnya dan dikuburkan dengan mereka di kota Daud (ay. 50).