← Daftar isi 1 dan 2 Raja-raja (1) · bab 10/23

KEKUASAAN AHAB ATAS ISRAEL (2)

Pembacaan Alkitab: 1Raj. 17—19

D. Penanggulangan Allah atas Ahab

melalui Nabi Elia

Kita melanjutkan untuk membahas kekuasaan Ahab atas Israel, sekarang kita sampai pada perkara Allah menanggulangi Ahab melalui nabi Elia (17:1-19:9a). Karena Allah ada di belakang Elia, Dia dapat menanggulangi Ahab melalui Elia. Kita dapat menganggap diri kita lebih kecil dari pada Elia, tetapi kita memiliki sesuatu yang tidak dia miliki. Kita memiliki Allah Tritunggal terukir di dalam kita, menyusun diri-Nya sendiri di dalam kita setiap hari, berhuni di dalam kita, dan membangun rumah-Nya di dalam kita.

1. Menutup Langit dari Hujan

Pasal tujuh belas memberi tahu kita bahwa Elia menutup langit dari hujan. Mujizat Elia, seperti kekayaan, kemuliaan, dan keagungan Salomo, di mana ada dalam alam fisikal yang sama.

a. Allah Mengutus Elia untuk Menyembunyikan Dirinya melalui Sungai Kerit

Karena kelaparan, Allah mengutus Elia untuk menyembunyikan dirinya melalui sungai Kerit untuk hidup dari air sungai itu dan roti serta daging yang di bawa oleh burung-burung gagak (ay. 2-7).

b. Allah Mengutus Elia untuk Pergi ke Sarfat Wilayah Sidon

Setelah sungai itu kering Allah mengutus Elia untuk pergi ke Sarfat wilayah Sidon, di sana Allah telah perintahkan seorang janda untuk memberi makan dia (ay. 8-24; Luk. 4:25-26). Daripada diberi makan oleh janda itu, Elia melakukan satu mujijat untuk menyediakan makanan dan minyak bagi janda dan keluarganya (1Raj. 17:8-16). Setelah itu, Elia melakukan mujijat yang lain untuk membangkitkan anak janda dari kematian (ay. 17-24; Ibr. 11:35a). Kedua mujijat ini berada dalam alam fisikal dan tidak melakukan yang melibatkan hal-hal rohani.

2. Membuka Langit untuk Hujan

Dalam 1Raja-raja 18 Allah melalui Elia membuka langit untuk hujan. Menutup langit dari hujan dan membuka langit untuk hujan keduanya adalah perkara besar.

a. Allah Mengutus Elia untuk Melihat Ahab

Mengenai Hujan

Allah mengutus Elia untuk melihat Ahab dan memberi tahu dia bahwa Allah akan mengirim hujan ke bumi, dan Elia pergi memperlihatkan di hadapan Ahab (ay. 1-2). Ketika datang kepada Ahab, Elia sangat berani.

b. Ahab Datang untuk Bertemu Elia melalui Obaja

Ahab datang untuk bertemu Elia melalui Obaja, seorang pelayan Ahab yang menyembunyikan seratus nabi dan melarikan mereka ketika Izebel, istri Ahab, menyingkirkan nabi-nabi Yehova (ay. 3-16). Ahab dan Elia bermusuhan, dan Obaja adalah orang penengah di antara mereka.

c. Elia Menentang Ahab untuk Menguji di atas Gunung Karmel dan Membuktikan Siapakah Allah yang Sejati

Elia menentang Ahab untuk menguji di atas gunung Karmel dan membuktikan siapakah Allah yang sejati, Baal orang kafir atau Yehova orang Israel (ay. 17-40).

1) Nabi-nabi Baal Mempersembahkan Lembu Jantan kepada Baal dan Memohon Baal untuk Membakar Persembahan Mereka

Ahab, tidak dapat mengelak tantangan ini, memerintahkan dan mengumpulkan semua orang Israel bagi dia di Gunung Karmel, segera terkumpul 450 nabi Baal dan 400 nabi Asyera, yang makan di meja Izebel. Nabi-nabi Baal mempersembahkan lembu jantan kepada Baal dan memohon Baal untuk membakar persembahan mereka, berteriak dan bahkan melukai dirinya sehingga darah mereka tercucur. Mereka semua melakukan hal ini tidak ada gunanya seperti yang Elia olok-olokan kepada mereka (ay. 17-39).

2) Elia Berdoa Kepada Allah, dan Yehova Mengirim Api untuk Menyampar Habis Persembahan

Elia, melalui dirinya sendirian, membetulkan mezbah Yehova yang roboh melalui dibangunnya ke dalam nama Yehova dengan dua belas batu (melambangkan orang Israel, umat pilihan Allah). Kemudian dia menggali parit yang dalam dan lebar di sekeliling mezbah, menyembelih lembu jantan dan dipotong-potong dan diletakkannya di atas kayu, dan menuangkan empat buyung air pada korban bakaran dan kayu tiga kali sampai air mengalir di sekeliling mezbah dan memenuhi parit itu dengan air. Setelah hal ini, Elia berdoa kepada Allah, dan Yehova mengirim api untuk menyampar habis korban bakaran, kayu, batu-batu, dan tanah dan air dalam parit itu habis dijilatnya (ay. 30-38).

3) Semua Orang Sujud dan Berkata bahwa Yehova adalah Allah

Ketika semua orang nampak apa yang terjadi, mereka sujud dan berkata bahwa “Yehova, Dia adalah Allah! Yehova, Dia adalah Allah” (ay. 39).

4) Elia Memerintahkan Bangsa itu untuk Menangkap Nabi-nabi Baal

Elia memerintahkan bangsa itu untuk menangkap nabi-nabi Baal, tidak dibiarkan seorangpun melarikan diri. Kemudian dia membawa mereka ke sungai Kison dan menyembelih mereka di sana (ay. 40).

5) Elia Memenangkan Perkara Ini

Melalui hal ini, Elia memenangkan perkara ini, dan Ahab dan semua nabi palsu kalah perang.

d. Memberi Tahu Ahab bahwa Hujan telah Turun

Elia memberi tahu Ahab bahwa hujan telah turun, katanya kepada dia, “Pergilah, makanlah dan minumlah, sebab bunyi derau hujan sudah kedengaran” (ay. 41). Setelah memberi tahu Ahab hal ini, Elia pergi ke puncak Karmel dan berdoa sampai hujan lebat turun dari langit (ay. 42-45; Yak. 5:18).

e. Tangan Yehova di atas Elia

Satu Raja-raja 18:46 memberi tahu kita bahwa tangan Yehova (mengacu pada Roh Yehova) di atas Elia dan bahwa dia mengikat pinggangnya dan berlari mendahului Ahab sampai ke jalan yang menuju Yizreel.

3. Elia Diancam oleh Izebel, Istri Ahab

Dalam 19:1-9a kita nampak bahwa Elia diancam oleh Izebel, istri Ahab (cf. Why. 2:20). Ketika Ahab memberi tahu dia semua yang telah Elia perbuat dan bagaimana dia telah membunuh semua nabi Baal, sia mengirim suruhan kepada Elia katanya, “Beginilah kiranya para allah menghukum aku, bahkan lebih lagi dari pada itu, jika besok kira-kira waktu ini aku tidak membuat nyawamu sama seperti nyawa salah seorang dari mereka itu” (ay. 2).

Elia takut dn melarikan diri untuk menyelamatkan nyawanya (ay. 3-8), pertama-tam ke Bersyeba dan kemudian ke padang gurun, di sana dia memohon untuk mati dan berkata kepada Yehova, “Cukuplah itu! Sekarang, ya TUHAN, ambillah nyawaku, sebab aku ini tidak lebih baik daripada nenek moyangku” (ay. 4). Melalui disegarkan dan dihibur oleh malaikat, Elia melanjutkan perjalanan ke Horeb gunung Allah, dan di sana dia bermalam ke dalam sebuah gua (ay. 9a).

Dalam pasal delapanbelas Elia memiliki kemenangan yang besar, tetapi dalam pasal sembilanbelas dia sangat ketakutan dan melarikan diri untuk menyelamatkan nyawanya. Bagaimanakah seorang nabi yang kuat dapat menjadi lemah setelah kemenangan yang sedemikian? Menjawab pertanyaan ini, saya akan membandingkan Elia dengan Paulus. Tidak ada sesuatu yang dapat mengancam Paulus. Contohnya, Paulus adalah sangat berani dan siap untuk mati martir (2Tim. 4:6-7, 17-18). Dia mengambil martirnya sebagai satu kesempatan untuk memperbesar Kristus (Flp. 1:20-21). Kuat kuasa Allah ada atas Elia pada saat itu, tetapi diri Allah Tritunggal sendiri terus menerus digarapkan ke dalam Paulus, menyusun dia untuk menjadi Allah dalam hayat dan sifat (tetapi bukan dalam ke-Allahan).

Petrus adalah contoh yang lain dari seorang yang menjadi lemah. Mengenai makan bersama orang Kafir, Petrus tidak memegang teguh kebenaran injil karena takut terhadap orang sebangsanya (Gal. 2:11-14). Paulus lebih berani daripada Petrus. Sekalipun Petrus dipimpin Tuhan Yesus selama tiga setengah tahun dan menerima kuat kuasa dari tempat tinggi pada hari Pentakosta, dia tidak memiliki Allah Tritunggal yang digarap ke dalam dia dibandingkan dengan apa yang dilakukan Paulus. Paulus sepenuhnya disusun dengan Allah Tritunggal.

Kita semua memiliki Kristus di dalam kita, tetapi setiap hari kita menikmati Kristus menggarapkan diri-Nya tersusun ke dalam kita sampai taraf yang bagaimana? Setiap hari, setiap saat, perwujudan Allah Tritunggal, Tuhan Yesus Kristus kita yang kekasih, membuat rumahnya dalam hati kita, menyusun diri-Nya ke dalam diri kita. Namun, dalam perkara sedemikian seperti berbicara kepada pasangan kita, kita tentu melaksanakan untuk menikmati Kristus yang menyusun diri-Nya ke dalam kita.

Empat puluh raja Israel dan Yehuda berada pada kedudukan yang paling tinggi, tetapi mereka kurang hati-hati menikmati tanah permai. Daud pun tidak sepenuhnya menikmati tanah permai. Kita seharusnya menerapkan contoh-contoh. Kita telah mendengar banyak berita tentang menikmati Kristus, apakah dalam hal menikmati Kristus, kita telah berhati-hati? Kalimat “menikmati Kristus” mungkin saja menjadi satu ajaran atau satu slogan bagi kita. Di tengah-tengah kita, realitas menikmati Kristus sangat sedikit.

Hal ini dapat kita lihat dengan jelas melalui hubungan di antara kita. Kita sekuatnya tidak berbuat salah, tidak melakukan perkara yang jahat, tetapi dalam hal menikmati Kristus, kita kurang hati-hati. Saya dapat bersaksi bahwa selama dua puluh tahun saya telah bekerja sama dengan Saudara Nee, kita tidak pernah bergurau satu dengan yang lain dan kita selalu menjaga keesaan, tanpa mendebatkan perkara kecil. Kita terjaga dalam jalan ini kerena kita berdua nampak visi mengenai ekonomi Allah dan pemulihan Tuhan, dan kita berdua belajar bagaimana hidup dan mendapatkan diri kita dalam roh dan menurut roh supaya kita mengalami Kristus.

Kita telah menunjukkan bahwa apa adanya kita, apa yang kita dambakan, apa yang kita ingin kerjakan, apa yang kita inginkan, dan bagaimana kita bertingkah laku semuanya sangat berhubungan dengan kenikmatan kita terhadap Kristus. Bebanku dalam berita ini bukan saja untuk menjelaskan Firman tetapi belajar pelajaran dari sejarah dalam perlambangan. Kita harus belajar berjaga-jaga dan berhati-hati dalam memperhatikan hal menikmati Kristus. Hari ini kita sulit menemukan seorang Kristen yang sungguh-sungguh hidup dalam roh, dan menurut roh. Semoga Tuhan membelaskasihani kita. Kita tidak seharusnya ingin menjadi Elia hari ini, tetapi harus sekuatnya menjadi Paulus hari ini. Paulus dapat menyatakan bahwa dia telah disalibkan bersama Kristus tetapi bukan lagi dia yang hidup tetapi Kristus yang hidup di dalam dia (Gal. 2:19b-20). Dia juga dapat berkata bahwa dia memperbesar Kristus dan memperhidupkan Kristus, sekalipun dalam penjara, melalui suplai Roh Yesus Kristus yang serba lengkap (Flp. 1:19-21). Kehidupan kita hari ini seharusnya seperti ini.

E. Amanat Yehova kepada Elia dalam Keputusasaannya

Dalam 1Raja-raja 19:9b-18 kita memiliki catatan amanat Yehova kepada Elia dalam keputusasaannya. Ketika Elia sangat putus asa, Allah datang untuk memberi dia amanat selanjutnya sehingga dia dapat lebih belajar sesuatu.

Elia menutup langit, dia membuka langit, dan dia menurunkan api pekerjaannya tidak ada yang berhubungan dengan ekonomi Allah. Ketika Yohanes bertanya apakah Tuhan Yesus ingin mereka memerintahkan api turun dari langit dan membakar perkampungan itu, Dia menghardik mereka, katanya, “Kalian tidak tahu jenis apa roh yang kalian miliki” (T.L) (Luk. 9:55). Ini menunjukkan bahwa Tuhan Yesus tidak datang seperti Elia. Sebaliknya, Dia datang untuk menggenapkan ekonomi Allah melalui diri-Nya diletakkan di atas Salib.

Ekonomi Allah adalah mutlak melebihi dunia fisik. Namun, kekristenan hari ini terfokus kepada dunia fisik, dan banyak yang suka melihat mujijat dan kesembuhan. Tuhan Yesus melakukan banyak kesembuhan dan bahkan membangkitkan orang dari kematian. Tetapi ketika Dia ditangkap, Dia tidak menyuruh api turun. Dia menyerahkan diri-Nya ke tangan orang yang membunuh-Nya. Bahkan membiarkan mereka datang untuk membunuh-Nya, Dia tidak melakukan sesuatu untuk menyelamatkan diri-Nya.

Situasinya mirip dengan Paulus. Pada permulaan ministrinya, Paulus melakukan banyak mujijat; tetapi ketika dia siap untuk mati martir, melihat Timotius sakit lambung, Paulus hanya berkata kepadanya, “Tambahkan sedikit anggur, berhubungan pencernaanmu terganggu” (1Tim 5:23). Ketika Paulus siap untuk mati martir, tidak ada mujijat. Sebaliknya, hanya ada Allah Tritunggal menjadi kenikmatan Paulus dalam roh sebagai suplai yang serba lengkap, supaya dia rela menderita, dan bermegah. Paulus siap menerima penganiayaan dan mati martir, karena dia dipenuhi, diresapi, dan tersusun oleh Allah. Meskipun Kaisar Nero membunuh dia, tetapi melalui empatbelas surat rasulinya Paulus mendapatkan seluruh dunia.

Elia tidak belajar pelajaran ini. Dia lari ketakutan, tidak seperti Paulus, dia tidak memiliki Allah Tritunggal yang tergarap ke dalam dia. Dia masuk ke dalam gua untuk bersembunyi, berpikir bahwa dia dapat melakukan sesuatu dan bahwa hal ini lebih baik bagi dia mati. Allah tidak menghardik dia, tetapi sebaliknya Dia menunjukkan bahwa masih ada amanat bagi Elia untuk dilaksanakan.

1. Firman Yehova Datang kepada Elia

Firman Yehova datang kepada Elia, menayai dia, “Apakah kerjamu di sini, hai Elia?” (19:9b). Elia menjawab, katanya, “Aku bekerja segiat-giatnya bagi TUHAN, Allah semesta alam, karena orang Israel meninggalkan perjanjian-Mu, meruntuhkan mezbah-mezbah-Mu dan membunuh nabi-nabi-Mu dengan pedang; hanya aku seorang diri yang masih hidup dan mereka ingin mencabut nyawaku” (ay. 10).

2. Allah Memerintah Dia Keluar dan Berdiri di Atas Gunung di Hadapan Yehova untuk Mendengar Firman-Nya

Allah memerintah dia keluar dan berdiri di atas gunung di hadapan Yehova (ay. 11a). Elia menunggu firman amanat, berpikir bahwa hal ini akan ada dalam guntur atau dalam gempa atau dalam api, tetapi Yehova bukan dalam angin, gempa, atau api (ay. 11-12a). Ketika Elia sangat putus asa, datang suara sepoi-sepoi basa (ay. 12b). Inilah prinsip Perjanjian Baru. Fakta bahwa Allah berbicara kepada Elia dalam suara sepoi-sepoi basa menunjukkan bahwa Allah membimbing Elia masuk ke dalam zaman Perjanjian Baru. Hari ini Allah tidak berbicara kepada kita melalui guntur. Allah selalu berbicara kepada kita sepoi-sepoi dan lembut.

Dalam amanat ini Allah menyuruh Elia mengurapi tiga orang (ay. 15-16). Pertama, Allah menyuruh dia mengurapi Hazael menjadi raja Aram. Ini menunjukkan prinsip Perjanjian Baru mempedulikan orang Kafir. Kedua, Elia mengurapi Yehu sebagai raja atas Israel. Ketiga, Elia disuruh mengurapi Elisa, yang adalah lambang Kristus yang sangat ramah, sebagai penggantinya.

3. Memberi Tahu Elia bahwa Dia telah Meninggalkan bagi Dirinya Tujuh Ribu di Israel Mereka yang tidak pernah Menyembah Baal

Elia memberi tahu Allah bahwa bangsa Israel telah meninggalkan perjanjian-Nya, meruntuhkan mezbah-mezbah-Nya, dan membunuh nabi-nabi-Nya dan bahwa dia seorang diri yang tinggal (ay. 14). Allah memberi tahu Elia bahwa Dia telah meninggalkan bagi dirinya tujuh ribu di Israel, mereka yang tidak pernah menyembah Baal dan tidak mencium dengan mulutnya (ay. 18). Orang-orang yang setia ini, para pemenang, tetap berdiri di sisi Allah. Akhirnya, Allah menghakimi Israel melalui menyerahkan mereka dari kaum leluhurnya sebagai tawanan. Inilah para pemenang yang membawa mereka kembali. Seorang dari para pemenang, Daniel, berdoa dengan jendelanya terbuka menghadap Yerusalem. Melalui doanya Allah membawa Israel kembali ke negeri nenek moyangnya.

Allah tidak menggenapkan ekonomi-Nya dengan cara Perjanjian Lama. Semua realitas mengenai ekonomi Allah ada dalam cara kasih Allah Bapa, kasih karunia Allah Putra, dan persekutuan Allah Roh (2Kor. 13:13). Ketika gereja di Korintus memfitnah Paulus (12:16-18), dia tidak menghukum mereka atau menyalahkan mereka; dia berdoa bagi mereka. Setelah gereja di Korintus sedikit bertobat, Paulus menulis surat kedua kepada mereka, memberi tahu mereka bahwa umat Allah seharusnya ditransformasi ke dalam gambar-Nya (3:18) melalui menikmati Dia sebagai sumber, mata air, dan aliran kasih Allah Tritunggal dalam kasih karunia melalui persekutuan.

F. Elia Menemukan Elisa dan Mendapatkan Dia

Akhirnya menurut 1Raja-raja 19:19-21, Elia menemukan Elisa dan mendapatkan dia untuk mengikuti dan menggantikan dia.