ILUSTRASI-ILUSTRASI TENTANG MENERIMA WAHYU DARI FIRMAN KUDUS DAN MELIHAT VISI MELALUI WAHYU (3)
VISI YANG TERBESAR DAN TERTINGGI
Pembacaan Alkitab : Kej. 1:1, 26-28; 2:7-25
GARIS BESAR
I. Mencakup seluruh ekonomi Allah-Kei. 1-2
II. Penciptaan Allah adalah agar Dia menjadi satu dengan manusia.
III. Dalam bagian pertama penciptaan-Nya, Allah menciptakan manusia hanya menurut gambar (citra) dan rupa-Nya secara luaran, tanpa hayat Allah di dalam.
IV. Bagian kedua penciptaan-Nya dimulai dengan Ia menciptakan roh untuk manusia dan menempatkan manusia di depan pohon hayat.
V. Membuat roh untuk manusia dan menempatkan manusia di depan pohon hayat, mengindikasikan bahwa Allah ingin supaya manusia menerima Dia sebagai pohon hayat untuk menjadi hayat dan segala sesuatu manusia.
VI. Dari tempat pohon hayat, sebuah sungai mengalir dan menghasilkan emas, damar bedolah, dan batu krisopras, mengindikasikan bahwa aliran hayat Allah dalam kaum imani mentransformasi mereka menjadi tiga jenis bahan yang mustika bagi pembangunan Tubuh Kristus sebagai sasaran kekal Allah-1 Kor. 3:12; Why. 21:18-21.
VII. Tidak ada satu pun makhluk hidup yang layak menjadi pasangan Adam, istri Adam, menunjukkan bahwa tidak ada hayat alamiah yang layak dijodohkan dengan Kristus sebagai pasangan-Nya.
VIII. Allah membuat Adam tertidur, membuka bagian sisinya, mengambil salah satu tulang rusuknya, dan membangunnya menjadi seorang perempuan yang benar-benar layak untuk menjadi pasangannya, mengindikasikan bahwa Allah menaruh Kristus ke dalam kematian dan dari bagian sisi-Nya yang tertikam mengalir darah untuk penebusan dan air untuk pendispensian hayat demi menghasilkan gereja untuk dijodohkan dengan Kristus sebagai pasangan-Nya.
IX. Tulang rusuk Adam diambil darinya menandakan hayat Kristus yang tidak terpatahkan (Yoh. 19:33, 36) mengalir sebagai air hayat yang hidup.
X. Visi terbesar dan tertinggi ini menyingkapkan ciptaan baru Allah sebagai bagian kedua dari penciptaan-Nya dalam kebangkitan, terlepas dari sifat ciptaan lama-Nya sebagai bagian pertama dari penciptaan-Nya. Hal ini identik dengan keseluruhan wahyu Alkitab dari penciptaan Allah (Kej. 1), melalui inkarnasi-Nya untuk menyajikan diri-Nya sebagai pohon hayat kepada umat yang telah jatuh demi menghas:dkan gereja, melalui kematian, kebangkitan, dan pekerjaan transformasi-Nya bagi pembangunan Tubuh organik-Nya untuk dijodohkan dengan Kristus sebagai pasangan-Nya, sampai perampungan di dalam Yerusalem Baru sebagai pasangan antara Allah penebus dengan umat tebusan bagi perbesaran ekspresi Allah sampai kekal dengan kemuhaan ilahi yang ternyatakan dalam keinsanian.
XI. Pergerakan-pergerakan Allah dalam seluruh zaman dimotivasi oleh seluruh isi visi yang terbesar dan tertinggi ini.
I. MELIPUTI SELURUH EKONOMI ALLAH
Sangatlah sulit untuk menerima wahyu apalagi melihat visi dari Kejadian 1 dan 2, dua pasal pertama dari Alkitab. Tetapi Tuhan menurut belas kasihan-Nya telah menyingkapkan bagian Firman-Nya ini kepada kita selama bertahun-tahun. Visi dalam kedua, pasal ini adalah visi terbesar dan tertinggi. Tidak ada visi yang lebih besar dan lebih tinggi daripada visi ini, yang meliputi seluruh ekonomi Allah.
II. PENCIPTAAN ALLAH
ADALAH AGAR IA MENJADI SATU DENGAN MANUSIA
Penciptaan Allah adalah agar Ia menjadi satu dengan manusia. Inilah butir pertama dari ekonomi Allah yang secara tegas diwahyukan dalam Kejadian 1. Kejadian 1 adalah satu pasal panjang yang memberi tahu kita bagaimana Allah menciptakan banyak hal. Akhirnya, Dia menciptakan manusia menurut gambar-Nya (citra) sendiri dan rupa-Nya sendiri (ay. 26). Ini mengindikasikan bahwa Allah, dalam ekonomi-Nya, melalui penciptaan, ingin menjadi satu dengan manusia. Inilah butir pertama dari visi yang terbesar dan tertinggi ini. Kejadian 1 hanya berisi satu butir utama, yaitu dalam penciptaan Allah, maksud-Nya ialah untuk menjadi satu dengan manusia.
III. MANUSIA ADALAH MENURUT GAMBAR ALLAH
DAN RUPA ALLAH TETAPI TANPA HAYAT ALLAH
Dalam. bagian pertama penciptaan-Nya, Allah menciptakan manusia hanya menurut gambar dan rupa-Nya secara luaran, tanpa hayat Allah di dalam.
IV. BAGIAN KEDUA PENCIPTAAN ALLAH
Bagian kedua penciptaan Allah dimulai dengan Ia menciptakan roh untuk manusia dan menempatkan manusia di depan pohon hayat (Kej. 2:7-9). Bagian kedua ini adalah satu gambaran dari ciptaan baru Allah, yang dimulai dengan roh manusia dan dengan pohon hayat, menandakan bahwa Allah adalah untuk diterima manusia melalui roh manusia agar manusia dapat memiliki hayat ilahi Allah.
Pada akhir bagian pertama penciptaan Allah, ada satu perhentian, Sabat. Kemudian bagian kedua penciptaan Allah, yang menjadi ciptaan baru Allah, dimulai dengan dua hal : roh manusia dan Allah sebagai hayat untuk diterima oleh manusia melalui rohnya.
V. ALLAH DAMBA MENJADI HAYAT
DAN SEGALA SESUATU MANUSIA
Allah menciptakan roh untuk manusia dan menempatkan manusia di depan pohon hayat mengindikasikan bahwwaa Allah ingin agar manusia menerima-Nya sebagai pohon hayat untuk menjadi hayat dan segala sesuatu manusia.
VI. ALIRAN HAYAT ALLAH DALAM KAUM BERIMAN
MENTRANSFORMASI MEREKA MENJADI BAHAN-BAHAN
BERHARGA BAGI PEMBANGUNAN TUBUH KRISTUS
Dari tempat pohon hayat berada, sebuah sungai mengalir dan menghasilkan emas, damar bedolah, dan batu krisopras (Kej. 2:10-12). Ini mengindikasikan bahwa aliran hayat Allah dalam kaum beriman mentransformasi mereka menjadi tiga jenis bahan berharga bagi pembangunan Tubuh Kristus sebagai sasaran kekal Allah - 1 Kor. 3:12; Why. 21:18-21.
Hanya ada tiga tempat dalam Alkitab yang menyebutkan ketiga jenis bahan : Kejadian 2, 1 Korintus 3, dan Wahyu 21. Kejadian 2 membicarakan emas, damar bedolah (mutiara), dan batu krisopras, satu batu berharga. Satu Korintus 3 mengatakan bahwa kita harus memperhatikan bagaimana kita membangun bangunan Allah. Kita harus membangunnya dengan emas, perak, dan batu-batu berharga (ay. 12). Akhirnya, pada akhir Alkitab, perampungan bangunan Allah adalah Yerusalem Baru yang dibangun dengan emas, mutiara, dan batu-batu berharga.
Inilah visi yang besar untuk menunjukkan kepada kita bahwa setelah manusia menerima hayat Allah, hayat ini mengahr di dalam dan keluar dari manusia sebagai sungai air hidup untuk menghasilkan bahan-bahan yang ditransformasi. Manusia telah dilahirkan kembah dalam rohnya dengan menerima Allah sebagai hayat, tetapi jiwanya tetap dalam ciptaan lama Allah. Jiwa ini harus ditransformasi menjadi bahan berharga. Emas menandakan sifat i1ahi Allah, mutiara menandakan penebusan dan kematian Kristus yang melepaskan hayat serta kebangkitan-Nya yang membagikan hayat, dan batu-batu berharga menandakan pekerjaan Roh yang mentransformasi.
Perjanjian Baru menekankan transformasi. Pertama-tama, Perjanjian Baru menunjukkan kepada kita kelahiran kembah roh manusia untuk menerima Allah sebagai hayat. Kemudian, setelah itu Perjanjian Baru menekankan bahwa pikiran kita perlu ditransformasi (Rm. 12:2). Ini mengindikasikan bahwa transformasi berlangsung dalam jiwa untuk membuat kita menjadi satu manusia baru. Jiwa kita adalah manusia lama dari ciptaan lama, tetapi setelah roh kita dilahirkan kembah, jiwa kita kemudian ditransformasi dari ciptaan lama menjadi ciptaan baru untuk menjadi satu manusia baru.
VII. TIDAK ADA HAYAT ALAMIAH YANG LAYAK
UNTUK DIJODOHKAN DENGAN KRISTUS
Tidak ada satu pun makhluk hidup yang layak untuk menjadi pasangan Adam (Kej. 2:20), mengindikasikan bahwa tidak ada hayat alamiah yang layak untuk dijodohkan dengan Kristus sebagai pasangan-Nya. Manusia dari ciptaan lama tidak ada hubungannya dengan Kristus, khususnya untuk menjadi pasangan Kristus, istri Kristus.
VIII. MENGHASILKAN GEREJA UNTUK DIJODOHKAN
DENGAN KRISTUS SEBAGAI PASANGAN-NYA
Allah membuat Adam tertidur, membuka bagian sisinya, mengambil salah satu tulang rusuknya, dan membangunnya me njadi seorang perempuan yang benar-benar layak untuk menjadi pasangan Adam (Kej. 2:21-22). Ini mengindikasikan bahwa Allah menaruh Kristus ke dalam kematian dan dari bagian sisi-Nya yang tertikam mengalir darah untuk penebusan dan air untuk pendispensian hayat demi menghasilkan gereja untuk dijodohkan dengan Kristus sebagai pasangan-Nya (Yoh. 19:34). Inilah butir yang sangat penting dan satu lambang yang besar. Adam tidak menemukan satu pun makhIuk yang sepadan dengannya untu~ menjadi pasangannya, maka Allah membuat Adam tertidur, membuka bagian sisinya, mengambil salah satu tulang rusuknya dan membangun tulang rusuk ini menjadi seorang perempuan. Kejadian 2:22 dalam bahasa Ibrani tidak dikatakan bahwa Allah membuat seorang perempuan dari tulang rusuk tetapi Ia inembangun tulang rusuk ini menjadi seorang perempuan. Perempuan ini sepenuhnya menggambarkan Yerusalem Baru. Yerusalem Baru akan menjadi istri Kristus, pasangan Kristus.
IX. HAYAT KRISTUS YANG TIDAK TERPATAHKAN
Istri ini berasal dari bagian sisi Kristus, yang tertikam untuk mengahrkan darah dan air. Air hidup melambangkan hayat kebangkitan Kristus, yang juga dilambangkan oleh tula ng, tulang rusuk dalam Kejadian 2. Tidak ada seorang pun yang dapat mematahkan hayat kebangkitan Tuhan. Bagian sisi Tuhan tertikam di atas sahb, tetapi tidak satu pun tulang-Nya dipatahkan (Yoh. 19:33, 36), hanya hayat Kristus yang tidak terpatahkan, sama seperti tulang-Nya yang tidak dipatahkan. Semua hayat lainnya dapat dipatahkan. Tulang rusuk Adam diambil darinya menandakan hayat Kristus yang tidak terpatahkan mengahr sebagai air hayat yang hidup.
X. MENYINGKAPKAN CIPTAAN BARU ALLAH
Visi terbesar dan tertinggi ini menyingkapkan ciptaan baru Allah sebagai bagian kedua penciptaan-Nya dalam kebangkitan, terlepas dari sifat ciptaan lama-Nya sebagai bagian pertama penciptaan-Nya. Bagian pertama adalah ciptaan lama, karena itu bersifat alamiah. Tetapi bagian kedua mengacu kepada ciptaan baru Allah dalam kebangkitan. Segala sesuatu dalam ciptaan baru telah melalui proses kematian dan kebangkitan. Hawa dihasilkan melalui tertidurnya Adam, melambangkan kematian, dan melalui tulang rusuk Adam, melambangkan kebangkitan. Ini menunjukkan bahwa gereja berasal dari kematian Kristus ditambah kebangkitan Kristus.
Visi terbesar dan tertinggi ini identik dengan seluruh wahyu Alkitab dari penciptaan Allah (Kej. 1), melalui inkarnasi-Nya untuk menyajikan diri-Nya sebagai pohon hayat kepada umat yang telah jatuh untuk menghasilkan go-reja, melalui kematian, kebangkitan, dan pekerjaan transformasi-Nya bagi pembangunan Tubuh organik-Nya untuk dijodohkan dengan Kristus sebagai pasangan-Nya, kepada perampungan di dalam Yerusalem Baru sebagai pasangan antara Allah penebus dan umat tebusan bagi perbesaran ekspresi Allah sampai kekal dengan kemuliaan ilahi ternyatakan dalam keinsanian. Kita harus memperhatikan bahwa dalam kahmat panjang di atas ada katakata dari, inelalui, dan kepada. Catatan Alkitab dimulai dari penciptaan Allah. Kemudian catatan Alkitab berlanjut melalui inkarnasi, kematian, kebangkitan, dan pekerjaan transformasi Allah bagi pembangunan Tubuh Kristus. Ini adalah sampai kepada Yerusalem Baru.
Kitab Kejadian dalam Perjanjian Lama membicarakan penciptaan Allah. Ketiga puluh delapan kitab dari Perjanjian Lama berikutnya penuh dengan gambar-gambar dan nubuat-nubuat mengenai Kristus dan gereja. Nubuat-nubuat utama mengenai Kristus ada dalam kitab Yesaya, yang mengatakan bahwa seorang dara akan melahirkan meorang anak laki-laki, dan ia akan menamakan dia Imanuel. (7:14). Inilah nubuat mengenai inkarnasi Kristus. Yesaya 53 memberi kita catatan yang jelas dan terperinci mengenai kematian Kristus. Pada akhir Yesaya 53, ada catatan pendek yang mengacu kepada kebangkitan Kristus (ay. 10-12). Yesaya juga menyebutkan kepada langit baru (ian bumi baru tempat Yerusalem Baru kelak berada (65:17; 66:22). Akhirnya, semua lambang dan nubuat digenapi melalui kedatangan Kristus dalam Perjanjian Baru untuk inelaksanakan ekonomi kekal-Nya.
Kejadian 1 dan 2 tidak hanya menyajikan fakta-fakta mengenai penciptaan Allah, juga tidak hanya menyajikan wahyu-wahyu dari penciptaan Allah, tetapi suatu visi yang besar, visi yang unik, visi terbesar dan tertinggi dari seluruh ekonomi Allah. Seluruh ekonomi Allah mehputi dua bagian : ciptaan lama Allah dan ciptaan baru Allah. Ciptaan latna hanya menduduki Kejadian 1. Gambaran mengenai ciptaan baru Allah dimulai dari Kejadian 2, yaitu dengan Allah menciptakan satu roh bagi manusia dan menempatkan manusia di depan pohon hayat. Kemudian hayat Allah mengalir keluar dari kaum beriman Yang telah dilahirkan kembah untuk mentransformasi mereka menjadi dalam bahan-bahan berharga bagi pembangunan Allah. Pembangunan Allah terdiri atas dua bagian. Pertama, Tubuh Kristus sebagai asal mula, dan kedua, Yerusalem Baru sebagai perampungan terakhir.
Menurut Kejadian I dan 2, ekonomi Allah hanya mehputi empat hal utama. Pertama adalah penciptaan Allah, ciptaan lama. Kedua adalah Allah menciptakan roh bagi manusia agar dengan roh itu manusia dapat menerima-Nya sebagai pohon hayat untuk menjadi hayat manusia. Ketiga adalah sungai Yang mengahr Yang melambangkan bahwa hayat Allah mengahr keluar dari kaum beriman untuk menghasilkan tiga jenis bahan berharga bagi pembangunan Allah sebagai sasaran Allah. Keempat adalah bahwa tidak ada satu pun Yang alamiah layak menjadi pasangan Kristus. Hanya hayat Yang berasal dari Kristus itulah dibangun ke dalam -seorang istri Yang dijodohkan dengan Kristus sebagai pasangan-Nya. Bangunan ini adalah seorang perempuan, dibangun dengan hayat kebangkitan Kristus Yang tak terpatahkan bagi perbesaran dan ekspresi kekal Allah. Akhirnya, bangunan Allah adalah Yerusalem Baru. Di satu pihak, Yerusalem Baru dibangun dengan bahan-bahan berharga dalam aliran hayat Allah. Di pihak lain, Yerusalem Baru dibangun dengan hayat kebangkitan Kristus Yang tak terpatahkan. Inilah visi terbesar dan tertinggi dalam Alkitab, dan inilah ekonomi Allah.
XI. PERGERAKAN-PERGERAKAN ALLAH
DALAM SELURUH ZAMAN
Pergerakan-pergerakan Allah dalam seluruh zaman dimotivasi oleh seluruh isi dari visi Yang terbesar dan tertinggi ini.
FAKTA FAKTA DAN CATATAN
Allah menjadikan Adam dari debu tanah, dan menciptakan satu roh bagi dia pada hari keenam. Kejadian 1 juga mengatakan bahwa pada hari keenam Allah menciptakan laki-laki dan perempuan. Tetapi kita juga perlu melihat bahwa Alkitab adalah satu kitab khusus bahkan dalam hal mencatat peristiwa-peristiwa. Dalam Alkitab, fakta-fakta adalah satu hal sedangkan catatan adalah hal lain. Sering kali Allah menggunakan catatan, bukan hanya fakta-fakta, untuk menyingkapkan sesuatu.
Untuk mengilustrasikan hal ini, mari kita renungkan kasus Melkisedek dalam Ibrani 7. Pasal ini mengatakan bahwa dia tidak berbapa, tidak beribu, dan tidak bersilsilah (ay. 3). Tentunya Melkisedek dalam Kejadian 14 memiliki seorang ayah dan ibu, tetapi dalam catatan Allah sama sekali tidak menyebutkan tentang ayahnya, ibunya, atau silsilahnya. Ini dikarenakan Allah ingin memakai dia untuk melambangkan Kristus sebagai Dia Yang datang dari kekekalan. Catatan dalam Kejadian 1 dan 2 mirip dengan ini karena Allah ingin menggunakan dua bagian dari catatan penciptaan-Nya untuk menunjukkan sesuatu kepada kita. Penciptaan roh Adam dan pembangunan Hawa tidak dicatat pada bagian pertama ciptaan lama, tetapi pada bagian kedua, Yang memamerkan ciptaan baru. Ini sangat bermakna.