ILUSTRASI-ILUSTRASI TENTANG MENERIMA WAHYU DARI FIRMAN KUDUS DAN MELIHAT VISI MELALUI WAHYU (2)
Pembacaan Alkitab : Kej. 2
GARIS BESAR
I. Fakta-fakta :
A. Allah menetapkan hari ketujuh menjadi hari Sabat sebagai suatu. perhentian yang nyaman - ay. 1-3.
B. Allah menciptakan manusia dalam tiga. Bagian - ay. 7:
1. Tubuh yang dibuat dari debu tanah.
2. Roh yang dibuat dengan nafas hayat Allah agar manusia menerima Allah.
3. Jiwa sebagai hasil dari pertemuan antara roh dengan tubuh.
C. Allah meletakkan manusia dalam taman, di depan pohon hayat (pohon kehidupan), dan di sebelah pohon hayat terdapat pohon pengetahuan tentang yang baik dan yang jahat yang tidak boleh dimakan oleh manusia-ay. 8-9, 15-17.
D. Dari tempat pohon hayat berada, mengalirlah sebuah sungai yang terbagi ke dalam empat cabang, dan dalam ahran itu ada emas, damar bedolah, dan batu krisopras-ay. 10- 14.
E. Tidak satu pun dari makhluk-makhluk hidup yang diciptakan Allah bersyarat untuk menjacti pasangan yang sepadan dengan manusia sebagai istrinya - ay. 18-20.
F. Yehova membuat manusia tertidur dan me ngambil salah satu tulang rusuknya, dan dari tulang rusuk itu Ia membangun seorang istri yang sepadan dengan manusia untuk menjadi satu tubuh dengannya-ay. 21-25.
II. Wahyu :
A. Sabat, sebagai suatu perhentian, membagi ciptaan Allah ke dalam dua bagian :
1. Bagian pertama adalah yang tidak memiliki hayat Allah.
2. Bagian kedua adalah yang berpusat pada hayat Allah.
B. Allah secara khusus menciptakan roh bagi manusia agar manusia dapat menerima-Nya sebagai hayat dan segala sesuatu.
C. Pohon hayat menandakan Allah sebagai hayat bagi manusia sehingga manusia dapat sepenuhnya seperti Allah dalam penampilan, hayat, dan sifat-Nya, tetapi bukan dalam ke-Allahan-Nya.
D. Setelah Allah menciptakan manusia sebagai makhluk yang memiliki roh, Allah meletakkan manusia ini dalam taman, di depan pohon hayat. Gambaran ini menunjukkan bahwa Allah ingin agar manusia menerima pohon hayat.
E. Pohon pengetahuan tentang yang baik dan yang jahat menandakan Satan, sebagai musuh Allah dalam penciptaan Allah, menyiratkan bahwa Satan sepenuhnya tersusun dari pengetahuan dan hal-hal jahat (kejahatan) juga hal-hal baik (kebaikan).
F. Sungai yang mengalir keluar dari tempat pohon hayat berada, menandakan bahwa Roh Allah mengalir keluar dari Allah sebagai sungai air hayat dengan empat cabang untuk mencapai keempat penjuru bumi.
G. Emas, damar bedolah, dan batu krisopras pada ahran sungai adalah bahan-bahan berharga bagi pembangunan Allah-Tubuh Kristus yang rampung di dalam Yerusalem Baru (1 Kor. 3:9; Why. 21:18-21).
H. Tidak satu pun dari makhluk-makhluk hidup yang diciptakan oleh Allah dalam bagian pertama dari ciptaan-Nya bersyarat untuk menjadi istri manusia, ini menandakan bahwa makhluk hidup dan juga manusia tidak ada yang bersyarat untuk dijodohkan dengan Kristus sebagai pasangan-Nya.
I. Allah membuat manusia tertidur dan mengambil salah satu tulang rusuknya, dan dari tulang rusuk itu Ia membangun seorang istri bagi manusia, ini menandakan bahwa Kristus mati menurut kehendak Allah dan dari lambung-Nya (bagian sisi-Nya) mengalir darah-Nya untuk penebusan dan Roh hayat-Nya untuk pendispensian hayat, yang melaluinya Tubuh-Nya dibangun dan menjadi satu dengan-Nya dalam hayat, sifat, dan ekspresi-Nya, tetapi tidak dalam ke-Allahan-Nya, seperti yang disingkapkan sepenuhnya oleh Yerusalem Baru.
Dalam berita-berita ini, saya tidak bermaksud mengajar Kejadian 1 dan 2. Sebaliknya, saya bermaksud untuk menggunakan Kejadian 1 dan 2 sebagai ilustrasi untuk mengajar kita mengenai bagaimana. membaca Alkitab dengan benar. Pertama-tama, kita perlu mendapatkan fakta-fakta dari catatan Alkitab. Hari ini, Alkitab telah diterjemahkan ke dalam lebih dari seribu bahasa dan dapat diterima oleh hampir setiap orang. Kita semua bisa membaca dan mendapatkan fakta-faktanya.
Selain itu, mempelajari bahasa Ibrani dan Yunani, bahasa asli Alkitab (Alkitab dituhs dengan kedua bahasa tersebut), dapat membantu kita untuk memahami makna sesungguhnya dari Alkitab dengan lebih baik. Penerjemahan Alkitab dari bahasa aslinya bukanlah suatu tugas yang mudah. Terjemahan bahasa Cina yang populer menerjemahkan kata roh, roh manusia, menjadi "roh-jiwa" atau "roh-hati". Ini berarti penerjemah-penerjemah itu mengira bahwa roh, jiwa, dan hati manusia itu sama. Terjemahan yang salah demikian akan membuat orang menyimpang dari pemahaman yang tepat terhadap Alkitab. Itulah sebabnya kita harus mencari makna sesungguhnya dari fakta-fakta itu berdasarkan bahasa Ibrani dan Yunani. Banyak pelajar sekolah Alkitab dan pengajar-pengajar teologi memahami bahasa-bahasa Alkitab itu tetapi juga membuat kesalahan karena mereka mengatakan bahwa roh dan jiwa adalah sinonim. Namun, dalam 1 Tesalonika 5:23 Paulus mengatakan bahwa Allah menguduskan kita dalam roh dan jiwa dan tubuh kita. Tiga kata benda dengan dua kata penghubung itu secara tegas menunjukkan bahwa manusia terdiri atas tiga bagian.
Kita telah melihat bahwa pertama-tama kita perlu mendapatkan fakta-fakta dari Alkitab, tetapi kemudian kita perlu melanjutkan untuk menerima wahyu. Begitu kita menerima wahyu, kita perlu maju lagi untuk melihat visi. Dalam beberapa berita ini, saya berbeban untuk menyajikan ilustrasi mengenai bagaimana kita melakukan hal ini. Sekarang, marilah kita melihat ilustrasi dari Kejadian 2 mengenai menerima wahyu dan visi melalui wahyu.
I. FAKTA-FAKTA
A. Menetapkan Hari Ketujuh Menjadi Hari Sabat
Kejadian 2 memberi tahu. kita bahwa Allah menetapkan hari ketujuh menjadi hari Sabat sebagai suatu perhentian (ay. 1-3). Sabat adalah suatu perhentian yang memisahkan pekerjaan penciptaan Allah selama enam hari dengan hari kedelapan.
B. Allah Menciptakan Manusia
dalam Tiga Bagian
Kejadian 2:7 menunjukkan bahwa Allah menciptakan manusia dalam tiga bagian : tubuh yang dibuat dari debu tanah, roh yang dibuat dengan napas hayat Allah agar manusia menerima Allah, dan jiwa sebagai hasil pertemuan antara roh dengan tubuh.
C. Meletakkan Manusia dalam. Taman,
di depan Pohon Hayat
Allah meletakkan manusia dalam taman, di depan pohon hayat, dan di sebelah pohon hayat terdapat pohon pengetahuan tentang yang baik dan yang jahat, yang oleh Allah tidak boleh dimakan manusia (ay. 8-9, 15-17).
D. Satu Sungai dengan Bahan-bahan Berharga
Dari tempat pohon hayat itu berada, mengahrlah satu sungai yang terbagi ke dalam empat cabang, dan pada aliran itu terdapat emas, damar bedolah, dan batu krisopras (ay. 10-14).
E. Tidak Satu Pun dari Makhluk-makhluk Hidup yang bersyarat
untuk Dijodohkan dengan Manusia.
Allah membawa semua makhluk ciptaan kepada manusia untuk melihat bagaimana manusia menamainya, lalu Adam memberi nama kepada semua makhluk hidup itu. Tidak satu pun dari makhluk-makhluk hidup yang diciptakan oleh Allah bersyarat untuk menjadi pasangan yang sepadan dengan manusia sebagai istrinya (ay. 18-20).
F. Yehova Membangun Seorang Perempuan
Yehova membuat manusia tidur dan mengambil salah satu tulang rusuknya, dari tulang rusuk tersebut Ia membangun seorang perempuan yang sepadan dengan manusia untuk menjadi satu tubuh dengannya (ay. 21-25).
Inilah fakta-fakta dari pasal dua, tetapi apakah artinya? Mengapa ada suatu perhentian, Sabat? Mengapa roh manusia tidak disebutkan dalam catatan penciptaan Allah sebelum Sabat? Kejadian 1 mengatakan bahwa Allah menciptakan manusia menurut gambar (citra) dan rupa-Nya, tetapi sampai Kejadian 2, setelah menyinggung Sabat, barulah disebutkan mengenai roh manusia.
II. WAHYU
A. Sabat, Sebagai suatu Perhentian,
Membagi Ciptaan Allah ke dalam Dua Bagian
Sejak muda saya diajar bahwa Sabat diberikan kepada kita oleh Allah supaya kita dapat mengingat bahwa Dia adalah Pencipta langit dan bumi. Tetapi kita perlu melihat makna rohani sesungguhnya dari Sabat. Sabat membagi ciptaan Allah ke dalam dua bagian. Bagian pertama adalah yang tidak memiliki hayat Allah. Hayat Allah tidak disebut dalam Kejadian 1. Kita hanya melihat bahwa manusia memiliki gambar dan rupa Allah tetapi tidak memiliki hayat Allah.
Bagian kedua dari catatan penciptaan Allah dalam Kejadian 2 berpusat pada hayat Allah. Butir yang paling mencolok dalam Kejadian 2 adalah pohon hayat. Beberapa tahun lalu, ada seorang pengajar Alkitab ternama yang mengatakan bahwa hari ini pohon hayat telah berIalu. Tetapi pohon hayat itu tidak berlalu karena dalam kitab Wahyu pohon hayat disebutkan lagi sebagai pahala bagi para pemenang (2:7) dan sebagai suplai hayat kekal bagi umat tebusan Allah di dalam Yerusalem Baru (22:2). Sabat memisahkan bagian pertama dari penciptaan Allah yang tidak memiliki hayat Allah dengan bagian kedua yang memfliki hayat Allah. Inilah makna rohani dari Sabat.
Setelah enam hari pekerjaan penciptaan Allah, Ia memihki perhentian pada hari ketujuh, Sabat. Kemudian pada hari kedelapan setelah keberadaan manusia, segala sesuatu berpusat pada hayat Allah, karena Allah meletakkan manusia yang diciptakan-Nya di hadapan pohon hayat. Hari kedelapan adalah hari kebangkitan Tuhan. Dalam Perjanjian Baru, hari kedelapan kita adalah dari hari kebangkitan Tuhan sampai Yerusalem Baru. Kita semua perlu perhentian, Sabat, seperti yang dimiliki Paulus saat menempuh perjalanan ke Damsyik ketika Tuhan menghentikan dia dan membawa dia masuk ke dalam hari kedelapan kebangkitan Kristus.
B. Allah Secara Khusus Menciptakan Roh
bagi Manusia
Allah secara khusus menciptakan roh bagi manusia agar manusia dapat menerima-Nya sebagai hayat dan segala sesuatu. Kejadian 1 memberi tahu kita bahwa Allah menciptakan banyak hal, tetapi Is. tidak memberikan rincian penciptaan-Nya. Tetapi dalam pasal dua, Ia memberi catatan yang jelas dan terperind kepada kita. Allah menciptakan tubuh bagi manusia dari debu, dan Allah mengembuskan napas hayat ke dalamnya. Istilah Ibrani untuk napas dalam Kejadian 2:7 sama dengan istilah roh dalam Amsal 20:27, yang mengatakan bahwa roh manusia adalah pelita Yehova. Jiwa adalah hasil pertemuan antara roh dengan tubuh. Allah menciptakan manusia sebagai makhluk yang memiliki roh agar manusia dapat menerima-Nya sebagai hayat dan segala sesuatu.
C. Pohon Hayat
Pohon hayat menandakan Allah sebagai hayat bagi manusia sehingga manusia dapat sepenuhnya menjadi seperti Allah dalam penampilan, hayat, dan sifat-Nya tetapi tidak dalam ke-Allahan-Nya. Pohon hayat adalah suatu kiasan yang melambangkan Allah sebagai hayat. Dalam Injil Yohanes Tuhan berkata, "Akulah... hidup (hayat-Tl.)" (14:6a), dan Is. juga berkata bahwa Ia adalah pokok anggur (15:1). Ia adalah hayat dan Ia adalah pohon, jadi Ia adalah pohon hayat. Wahyu 2:7 mengatakan, "Barangsiapa menang, dia akan Kuberi makan dari pohon kehidupan (hayat)." Kemudian pada akhir Alkitab, pohon hayat bertumbuh dalam ahran Yang keluar dari takhta untuk menyuplai seluruh Yerusalem Baru. Inilah wahyu Yang jelas.
D. Allah Meletakkan Manusia di depan Pohon Hayat
Setelah menciptakan manusia sebagai makhluk Yang memiliki roh, Allah meletakkan manusia ini dalam taman, di depan pohon hayat. Gambaran ini menunjukkan bahwa Allah menghendaki manusia menerima pohon hayat.
E. Pohon Pengetahuan
tentang yang Baik dan yang Jahat
Pohon pengetahuan tentang Yang baik dan Yang jahat menandakan Satan sebagai musuh Allah dalam penciptaan Allah, menyiratkan bahwa Satan sepenuhnya tersusun dari pengetahuan dan hal-hal jahat (kejahatan) maupun hal-hal baik (kebaikan). Ini menunjukkan bahwa di dalam alam semesta ada penentang Allah. Allah menjadi hayat bagi manusia tetapi Satan menjadi pengetahuan hal-hal jahat dan hal-hal baik bagi manusia Yang menuju kepada maut. Allah melarang Adam memakan pohon pengetahuan. Jika Adam memakan pohon hayat, dia akan menerima hayat, tetapi dia mengambil pohon lain dan menerima maut.
Satan menggoda Hawa dengan pengetahuan, ia bertanya, "Tentulah Allah berfirman ...? (Kej. 3:1), hal ini mengakibatkan Hawa ragu terhadap firman Allah. Hawa terpancing karena dia menjawab pertanyaan Satan dan dibawa masuk ke dalam alam pohon pengetahuan. Pengetahuan demikian adalah suatu hal Yang mengerikan. Sering kali orang-orang terpelajar semakin sukar diyakinkan mengenai Kristus. Lebih mudah bagi orang Yang tidak berpendidikan untuk diselamatkan.
Ketika orang-orang muda mendengar perkataan ini, mereka mungkin berpikir bahwa mereka tidak perlu bersekolah. Pada tahun 1977, saya menyampaikan beritaberita tentang Pelajaran Hayat Kejadian. Dalam berita-berita itu saya mendorong orang-orang muda untuk meraih pendidikan setinggi-tingginya. Banyak orang muda mendapatkan bantuan melalui berita-berita Yang berkenaan dengan Hiram, seorang ahh bangunan Yang cakap Yang membangun pilar-pilar dalam bait Allah. Tetapi dalam beritaberita itu, saya menunjukkan bahwa setelah mendapatkan pendidikan, kita harus menguburkannya supaya pendidikan itu dapat berguna dalam kebangkitan bagi pembangunan Allah (lihat Pelajaran Hayat Kejadian berita kedelapan puluh lima dan delapan puluh enam). Rasul Paulus menerima pendidikan Yang tertinggi, dia dididik dengan teliti di bawah pimpinan Gamaliel (Ms. 22:3). Setelah diselamatkan oleh Tuhan, pendidikan dan kemampuan Paulus terpakai oleh Tuhan dalam kebangkitan bagi pembangunan Tubuh-Nya.
F. Sungai Yang Mengalir
Sungai Yang mengalir keluar dari tempat pohon hayat berada menandakan bahwa Roh Allah mengahr keluar dari Allah sebagai sungai air hayat dengan empat cabang untuk mencapai keempat penjuru bumi.
G. Emas, Darnar Bedolah, dan Batu Krisopras
Emas, damar bedolah, dan batu krisopras pada ahran sungai adalah bahan-bahan berharga bagi pembangunan Allah-Tubuh Kristus Yang rampung di dalam Yerusalem Baru (1 Kor. 3:9; Why. 21:18-21). Damar bedolah adalah sejenis mutiara Yang bukan dihasilkan oleh tiram tetapi oleh getah pohon. Satu Korintus 3 mengatakan bahwa kita adalah bangunan Allah Yang dibangun dengan emas, perak, dan batu-batu berharga; Selain itu, kita seharusnya tidak membangun bangunan Allah dengan kayu, rumput, dan jerami (ay. 9-12). Pada akhir Alkitab, dalam kitab Wahyu, ada satu kota Yang dibangun dengan ketiga bahan berharga ini -- emas, mutiara, dan batu-batu berharga. Emas adalah dasarnya, mutiara adalah pintu-pintu gerbangnya, dan batu-batu berharga adalah dinding-dinding dan fondasifondasinya. Ini menunjukkan bahwa melalui ahran Roh Kudus, kita ditransformasi menjadi bahan-bahan berharga bagi pembangunan Allah, yaitu Yerusalem Baru. Inilah wahyu Yang besar.
H. TIDAK ADA SATU PUN MAKHLUK HIDUP
DAN MANUSIA YANG BERSYARAT
UNTUK DIJODOHKAN DENGAN KRISTUS
Tidak ada satu pun makhluk hidup Yang diciptakan oleh Allah dalam bagian pertama dari penciptaan-Nya Yang bersyarat untuk menjadi istri manusia, hal ini menandakan bahwa tidak ada makhluk hidup maupun manusia Yang bersyarat untuk dijodohkan dengan Kristus sebagai pasangan-Nya. Adam adalah lambang Kristus (Rm. 5:14). Dia mencari seorang istri, sebagaimana, Kristus mencari gereja untuk menjadi istri-Nya, pasangan-Nya. Tetapi dalam ciptaan lama tidak ada Yang dapat dijodohkan dengan Kristus untuk menjadi pasangan-Nya. Supaya sepadan dengan Kristus, kita harus memiliki hayat Kristus.
I. ALLAH MENGAMBIL
SALAH SATU TULANG RUSUK MANUSIA
UNTUK MEMBANGUN SEORANG ISTRI BAGI MANUSIA
Allah membuat manusia tertidur dan mengambil salah satu tulang rusuknya untuk membangun seorang istri bagi manusia, hal ini menandakan bahwa Kristus mati menurut kehendak Allah dan dari lambung-Nya (bagian sisi-Nya) mengalir darah-Nya untuk penebusan dan Roh hayat-Nya untuk pendispensian hayat Yang melaluinya Tubuh-Nya dibangun dan menjadi satu dengan-Nya dalam hayat, sifat, dan ekspresi-Nya tetapi tidak dalam ke-Allahan-Nya, seperti Yang disingkapkan secara lengkap dalam Yerusalem Baru. Versi King James mengatakan bahwa Allah membuat tulang rusuk Yang diambil dari bagian sisi Adam menjadi seorang perempuan. Kata membuat adalah terjemahan Yang salah. Dalam bahasa Ibrani dikatakan bahwa Allah membangun seorang perempuan.
Allah membuat Adam tertidur. Ini berarti Allah memutuskan sesuai dengan kehendak-Nya dengan membiarkan Kristus mati. Kemudian ketika Kristus mati di atas salib, bagian sisi-Nya terkoyak. Dari bagian sisi Adam keluar sebuah tulang rusuk, sedangkan dari bagian sisi Kristus keluar darah dan air (Yoh. 19:34). Darah menandakan penebusan. Air menandakan pendispensian Roh itu. Menurut Perjanjian Baru, tulang rusuk menandakan hayat Kristus Yang tidak terpatahkan. Ketika Ia berada di atas salib, para prajurit datang untuk mematahkan tulang-tulang-Nya, tetapi ketika melihat Dia telah mati, mereka tidak mematahkannya. Yohanes 19:36 mengatakan, "Sebab hal itu terjadi, supaya genaplah Yang tertulis dalam Kitab Suci : Tidak ada tulang-Nya Yang akan dipatahkan." Hayat kebangkitan Yesus itu tidak terpatahkan. Hawa adalah pralambang Yerusalem Baru Yang dibangun oleh hayat kebangkitan Tuhan Yang Ia lepaskan.