← Daftar isi Wahyu dan Pergerakan Allah Tritunggal · bab 4/12

CARA MENERIMA WAHYU DARI FIRMAN KUDUS DAN MELIHAT VISI MELALUI WAHYU

Pembacaan Alkitab :

Ef 6:17-18; 1:17-18; Kis. 26:16-19; 16:9-10; 1:8; 10:17-20

GARIS BESAR

I. Cara untuk menerima wahyu dari firman kudus :

A. Membaca Firman kudus dan memahami isinya menurut fakta :

1. Terbiasa dengan teksnya.

2. Dengan bantuan dari teks bahasa aslinya Ibrani dan Yunani.

3. Dengan belajar mengenal lambang-lambang -gambar-gambar dan bayang-bayang.

B. Menerima wahyu ilahi dengan melatih roh untuk berkontak dengan Tuhan melalui doa-baca (membaca sambil berdoa) - Ef 6:17-18.

1. Bukan oleh kemampuan pemahaman alamiah.

2. Bukan oleh khayalan yang aneh-aneh.

3. Tetapi oleh roh hikmat dan wahyu-Ef 1: 17.

4. Melalui banyak berdoa saat - berkontak dengan Tuhan.

II. Cara untuk melihat visi melalui wahyu ilahi :

A. Melalui sorotan terang ilahi - Ef 1:18b.

B. Dengan mengontaki Tuhan melalui melihat kembali wahyu i1ahi di dalam roh.

C. Melalui memihki penglihatan rohani - Ef. 1:18a.

D. Visi ilahi terutama mengenai pergerakan Allah - Kis. 26:16-19; 16:9-10; 1:8; 10:17-20.

Dalam berita ini kita akan melihat cara menerima wahyu dari firman kudus dan melihat visi melalui wahyu.

I. CARA MENERIMA WAHYU DARI FIRMAN KUDUS

DAN MELIHAT VISI MELALUI WAHYU

A. Membaca Firman Kudus dan Memahami Isinya

menurut Fakta

1. Terbiasa dengan Teksnya

Untuk menerima wahyu dari firman kudus, kita harus membaca Firman dan memahami isinya menurut fakta. Bila kita ingin menerima wahyu dari Kejadian 1, pertamatama kita harus membaca bab ini dengan pengertian dan dengan ingatan untuk memahami isinya. Kita harus mengenal bahwa Kejadian 1 adalah catatan tentang penciptaan Allah. Akhirnya, Allah menciptakan manusia dan meletakkan manusia di depan pohon kehidupan. Fakta-fakta ini sangat penting.

2. Dengan Bantuan dari Teks Bahasa Aslinya

Bahasa Ibrani dan Yunani

Untuk memahami faktal kita perlu bantuan dari teks bahasa aslinya (bahasa Ibrani dan Yunani). Tidak ada terjemahan Alkitab yang sempurna. Itulah sebabnya, bila memungkinkan, kita harus belajar bahasa Ibrani, yaitu bahasa Perjanjian Lama, dan bahasa Yunani, yaitu bahasa Perjanjian Baru. Kita juga dapat memakai bantuan dari telaah kata (word studies) tertentu dari Perjanjian Lama maupun Perjanjian Baru.

3. Dengan Belajar Mengenal Lambang-lambang

Kita juga perlu belajar mengenal lambang-lambanggambar-gambar dan bayang-bayang-dalam Alkitab. Perjanjian Lama penuh dengan lambang-lambang. Hampir segala sesuatu dalam Kejadian 1 adalah suatu lambang Kristus, Roma 5:14 memberi tahu kita bahwa Adam adalah lambang Kristus. Kidung Agung, suatu kitab pendek yang terdiri atas delapan pasal, penuh lambang-lambang dan bayang-bayang. Dalam kitab ini Kristus adalah bunga pacar (1:14), mur (ay. 13), dan pohon apel (2:3). Akhirnya, Kristus datang menjadi pohon anggur (Yoh. 15:1), dan juga pohon kehidupan (Kej. 2:9; Why. 22:2).

B. Menerinia Wahyu ilahi dengan Melatih Roh

untuk Berkontak dengan Tuhan melalui Doa-baca

1. Bukan dengan Kemampuan

Pemahaman Alamiah

Pertama, kita perlu membaca Firman kudus untuk memahami isi. Membaca adalah menggunakan pikiran. Kemuthan kita perlu menerima wahyu ilahi, bukan melalui melatih kemampuan pemahaman alamiah, melainkan dengan melatih roh untuk berkontak dengan Tuhan melalui doa-baca (Ef 6:17-18). Ketika saya datang ke Amerika Serikat untuk melayankan (minister) firman pada awal tahun enam puluhan, banyak orang memberi tahu saya bahwa mereka sebelumnya tidak pernah mendengar tentang roh manusia. Ini mengejutkan saya. Bila kita tidak tahu bahwa kita memiliki roh juga tidak tahu bagaimana melatih menggunakan roh, kita tidak dapat menerima wahyu dari Firman kudus. Tanpa melatih roh, Firman kudus tetap berupa huruf-huruf, fakta-fakta, tidak menjadi wahyu bagi kita. Tetapi bila kita melatih roh, Firman yang tertulis akan menjadi firman yang rohani, firman yang adalah Roh itu, untuk diterima bukan dengan pikiran kita melainkan oleh roh kita.

Kita harus melatih roh untuk berkontak dengan Tuhan karena Tuhan sendiri adalah Firman (Yoh. 1:1). Firman, yang adalah Allah, adalah embusan Allah, Roh itu (2 Tim. 3:16; Ef 6:17). Kita melatih roh untuk mengontaki Tuhan melalui doa-baca. Melatih roh, mengontaki Tuhan, dan doabaca, harus dilaksanakan bersama-sama.

Istilah doa-baca berdasarkan Efesus 6:17-18, yang mengatakan bahwa kita harus menerima firman Allah, firman Allah itu adalah Roh, dengan segala doa dan permohonan, berdoalah setiap waktu di dalam roh. Dalam ayat-ayat ini, kita memiliki firman, Roh Allah, dan latihan roh kita melalui doa-baca. Wahyu berasal dari menerima firman, bukan hanya dengan berpikir untuk memahaminya, tetapi dengan melatih roh untuk berkontak dengan Tuhan melalui mendoa-bacakannya. Ketika kita doa-baca, kita harus melatih roh. Kemudian kita akan menerima wahyu.

2. Bukan dengan Khayalan yang aneh-aneh

Kita menerima wahyu ilahi bukan dengan kemampuan pemahaman alamiah atau dengan khayalan yang anehaneh. Banyak orang Kristen, khususnya golongan Advent, memahami bagian-bagian Alkitab dengan melatih angan-angan/imajinasi mereka. Nyonya White, yang mendirikan Advent memberi tahu orang-orang bahwa pads. tanggal tertentu Kristus akan kembah. Beberapa orang dari mereka siap sedia untuk menyambut Tuhan pada tanggal tersebut, tetapi Is. tidak datang. Dia juga secara salah mengajar bahwa orang-orang Kristen harus memehhara hari Sabat Perjanjian Lama.

3. Dengan Roh Hikmat dan Wahyu

Kita tidak dapat, menerima wahyu ilahi melalui khayalan aneh-aneh yang demikian. Sebaliknya, kita menerimanya dengan roh hikmat dan wahyu, seperti yang dibicarakan dalam Efesus 1: 17. Roh di sini adalah roh perbauran, Roh ilahi berbaur dengan roh insani. Syukur pada Tuhan karena hari ini dalam alam semesta bukan hanya ada Roh ilahi atau hanya roh manusia, tetapi juga roh perbauran. Allah dan manusia dapat berbaur bersama-sama sebagai satu roh (1 Kor. 6:17). Pads. dasarnya, cara untuk menerima wahyu adalah melalui roh perbauran, yaitu melalui Roh ilahi yang berhuni dalam roh manusia. Roh perbauran ini disebut roh hikmat. Ini adalah untuk pemahaman kita. Bila kita memiliki suatu wahyu, kita perlu hikmat untuk menafsirkan dan memahaminya.

4. Melalui Banyak Berdoa

saat Berkontak dengan Tuhan.

Untuk menerima wahyu dari Firman kudus, kita juga perlu banyak berdoa saat berkontak dengan Tuhan. Sama seperti berjalan adalah cara terbaik untuk melatih kaki, berdoa adalah cars, terbaik untuk melatih roh. Tidak ada yang lebih melatih roh selain berdoa. Semakin kita mendoabacakan firman, semakin banyak terang datang. Melalui berdoa, kita menjamah firman, Roh Allah dan roh kita. Roh Allah adalah Kristus, dan Kristus adalah Allah. Allah, firman, Roh, Kristus, dan roh kita dibaurkan bersama melalui berdoa sehingga kita dapat menerima wahyu.

II. CARA MELIHAT VISI MELALUI WAHYU ILAHI

A. Melalui Sorotan Terang Ilahi

Pertama-tama, kita harus memiliki wahyu. Lalu wahyu yang berada di bawah sorotan terang ilahi itu (Ef 1: 18b) menjadi visi.

Untuk mengilustrasikan perihal ini, mari kita membahas visi dalam Kidung Agung pasal lima dan enam. Dalam kitab ini kita akan melihat bahwa pengasih Kristus, melalui hidup dalam kenaikan Kristus sebagai ciptaan baru Allah dalam kebangkitan, menjadi matang dan kaya dalam hayat untuk menjadi sebuah kebun bagi Kristus (5:1). Dia juga menjadi tempat kudus Allah di tingkat-tingkat langit (6:4). Jadi, dia adalah sebush kebun bagi Kristus di bumi dan tempat kudus Allah di tingkat-tingkat langit. Kebun menekankan kekayaan hayat Kristus dengan segala jenis keindahan pohon dan keharuman rempah-rempah. Tempat kudus Allah di tingkat-tingkat langit menunjukkan bahwa hayat Kristus juga memiliki unsur pembangunan.

Tempat kudus di tingkat-tingkat langit memiliki satu tirai yang memisahkannya menjadi dua bagian; bagian luar adalah Ruang Kudus, dan bagian dalam adalah Ruang Maha Kudus, tempat Allah berada. Kita mungkin hidup dalam tempat kudus Allah, namun masih tidak hidup di bahk tirai, dalam Ruang Maha Kudus. Maka ada satu panggilan dari Kristus yang menyuruh kita untuk hidup di balik tirai tempat Allah berada. Ruang Maha Kudus adalah diri Allah sendiri dan roh kita.

Ketika pencari masuk di balik tirai, dia laksana benda-benda di langit, bulan, dan matahari, menjadi cahaya terang Allah dalam alam semesta (6:10a). Dia juga menjadi tentara yang dahsyat (ay. 10b) untuk berperang dalam peperangan rohani yang terlihat dalam Efesus 6. Akhirnya, dia menjadi seorang Gadis Sulami (Kid. 6:13). Nama Sulami adalah bentuk feminim dari Salomo, menunjukkan bahwa dia telah menjadi duplikat Salomo. Maka pencari dan pengasih Kristus menjadi lima hal: kebun, tempat kudus Allah, benda-benda di langit, tentara yang dahsyat, dan gadis Sulami. Yerusalem Baru adalah gadis Sulami yang riil dan rampung. Inilah visi yang dapat kita terima melalui diterangi oleh terang ilahi.

Kita harus menjadi sebuah kebun yang penuh dengan kekayaan hayat Kristus bagi kenikmatan-Nya. Kemudian kita harus menjadi tempat kudus Allah untuk menjadi bangunan Allah. Kita juga harus melalui pemberesan salib sehingga kita dapat hidup di balik tirai dalam Ruang Maha Kudus Allah. Dengan demikian kita laksana benda-benda di langit yang bercahaya. Kita bukan hanya dikuduskan melainkan juga surgawi seperti Allah. Orang-orang sedemikian adalah pemenang-pemenang Allah. Pemenang-pemenang ini adalah pasukan tentara yang dahsyat untuk mengalahkan semua musuh Allah seperti yang terlihat dalam Efesus 6. Ini akan mendatangkan Yerusalem Baru, dilambangkan oleh gadis Sulami. Di satu pihak, Yerusalem Baru adalah tempat kediaman Allah, dan di pihak lain, adalah istri Kristus, gadis Sulami. Istri Kristus dan Kristus disatukan untuk menjadi Yerusalem baru bagi ekspresi Allah. Itulah gadis Sulami yang rampung. Melalui ini kita dapat melihat bahwa Kidung Agung mencakup Perjanjian Baru.

B. Dengan Mengontaki Tuhan

melalui Melihat Kembali Wahyu Ilahi dalam Roh

Saya menerima visi dalam Kidung Agung 5 dan 6 melalui melihat kembali wahyu ilahi itu berulang kali dengan mengontaki Tuhan. Kita satu dengan Tuhan dalam roh, karena itu kita harus melihat kembali wahyu ilahi ini dalam roh bersama Tuhan. Dengan demikian terang itu bersinar untuk memberi kita visi. Jika tidak, maksimal kita hanya dapat memiliki wahyu tetapi bukan visi. Setelah kita melihat kembali wahyu ilahi itu berulang kali dalam roh dengan Tuhan sendiri, lebih banyak terang datang, dan visi pun datang agar kita melihatnya.

C. Dengan Memiliki Penglihatan Rohani

Kita perlu kemampuan untuk melihat visi, dan kemampuan untuk melihat itu adalah penglihatan. Dalam Efesus 1:18 Paulus berdoa agar mata hati kita diterangi sehingga kita dapat melihat. Kita bukan hanya perlu terang tetapi juga penglihatan. Ada banyak pemandangan yang ajaib di depan kita, tetapi tanpa terang itu, kita tidak dapat melihat visi mengenai pemandangan Mi. Ketika terang datang, visi pun datang. Tetapi bila kita tidak memiliki penglihatan, maka kits tetap tidak mampu melihat. Kita perlu wahyu ditambah terang ditambah penglihatan. Terang datang dari Allah; penglihatan ada di dalam kita. Wahyu ditambah terang ilahi serta penglihatan mendatangkan visi.

D. Visi Ilahi

Terutama adalah mengenai Pergerakan Allah

Kitab Kisah Para Rasul memperlihatkan bahwa visi ilahi itu terutama adalah mengenai pergerakan Allah. Paulus melihat visi surgawi, dan dalam visi ini Allah memerintahkan Paulus untuk pergi memberitakan Injil kepada orang Kafir (Kis. 26:16-19). Paulus juga melihat visi seorang Makedonia memanggil dia. Segera ia bergerak dari Asia menyeberangi laut menuju Makedonia, ke bagian selatan Eropa (16:9-10). Itu adalah suatu pergerakan. Dalam Kisah Para Rasul 1 Tuhan memberi tahu murid-murid bahwa mereka akan menerima Roh itu untuk bersaksi bagi-Nya dari Yerusalem sampai seluruh Yudea dan Samaria dan sampai ke ujung bumi (ay. 8). Kisah Para Rasul 10 mencatat visi yang diterima Petrus ketika dia sedang berdoa (ay. 9-16; cf. 17-20). Dalam visi itu, Allah memerintahkan Petrus untuk pergi kepada orang-orang Kafir melalui seorang perwira Itali yang bernama Kornelius. Ini memperlihatkan bahwa visi yang kita terima dari Tuhan akan menyebabkan kita pergi (bergerak). Kita bergerak menurut visi yang telah kita lihat.