URUTAN PENATAAN ALKITAB (2)
GARIS BESAR
II. Perjanjian Baru -- penggenapan praktis dari ekonomi kekal Allah :
A. Matius sampai Yohanes menyingkapkan bahwa Allah Tritunggal telah melalui proses dan rampung untuk menjadi Roh pemberi-hayat yang almuhit :
1. Melalui inkarnasi-Nya menjadi manusia Allah
2. Melalui kehidupan insani-Nya memperhidupkan hayat manusia Allah
3. Melalui kematian-Nya yang almuhit menebus ciptaan-Nya yang hilang dan melepaskan hayat ilahi-Nya.
4. Melalui kebangkitan-Nya mendispensikan diri-Nya ke dalam umat pilihan tebusan-Nya sebagai hayat dan segala sesuatu mereka.
B. Kisah Para Rasul menyingkapkan Roh pemberi-hayat yang almuhit menyebarkan diri-Nya sebagai realitas Kristus, yang adalah perwujudan Allah, untuk menghasilkan gereja-gereja Allah.
C. Roma sampai Wahyu menyingkapkan Roh pemberi-hayat yang almuhit membangun gereja-gereja menjadi organisme Allah Tritunggal yang telah rampung sebagai Tubuh Kristus, dengan mentransformasi mereka ke dalam gambar Kristus sebagai Putra sulung Allah, yang akan rampung dalam Yerusalem Baru sebagai perbesaran dan ekspresi kekal dari Allah Tritunggal yang telah rampung.
Dalam berita. ini, kita akan melihat bagian kedua mengenai urutan penataan Alkitab. Bagian pertama mencakup Perjanjian Lama. Bagian kedua. mencakup Perjanjian Baru.
II. PERJANJIAN BARU-PENGGENAPAN PRAKTIS
DARI EKONOMI KEKAL ALLAH
Kita telah melihat bahwa Perjanjian Lama merupakan suatu gambaran kiasan dari ekonomi kekal Allah. Perjanjian Baru merupakan penggenapan praktis dari ekonomi kekal Allah. Perjanjian Lama merupakan suatu gambaran dan Perjanjian Baru merupakan suatu penggenapan. Suatu gambaran merupakan suatu lukisan, suatu foto. Orang-orang dapat berkata bahwa mereka telah melihat seseorang melalui kaset video, tetapi sebenarnya mereka tidak melihat orang tersebut. Mereka telah melihat fotonya, gambarnya. Kelak mereka akan senang melihat orang yang pernah mereka lihat melalui kaset video itu. Perjanjian Lama seperti sebuah kaset video, sedangkan Perjanjian Baru adalah realitasnya. Realitas itu bukanlah suatu gambaran, melainkan suatu penggenapan. Diri seseorang sama persis dengan fotonya. Ada dua puluh tujuh kitab dalam Perjanjian Baru yang terbagi dalam tiga kelompok: kitabkitab Injil, Kisah Para Rasul, dan surat-surat kiriman. Kitab-kitab Injil terdiri atas empat kitab; Kisah Para Rasul hanya satu kitab; dan surat-surat kiriman terdiri atas dua puluh dua kitab.
A. Matius sampai Yohanes
Umumnya, beberapa orang Kristen akan mengatakan bahwa keempat kitab Injil memberi tahu kita sejarah Kristus yang terperinci, meliputi kelahiran-Nya dari seorang dara, kematian-Nya di atas salib, dan kebangkitanNya. Yang lainnya berkata bahwa kitab-kitab Injil mewahyukan Kristus secara empat ganda : Dalam kitab Matius, Ia diwahyukan sebagai seorang raja, dalam kitab Markus sebagai seorang hamba, dalam kitab Lukas sebagai seorang manusia, dan dalam kitab Yohanes sebagai Allah. Walaupun pemikiran ini sangat tinggi, kita ingin melihat inti, wahyu intrinsik, dari keempat kitab Injil itu lebih dalam. Wahyu dalam kitab Matius sampai kitab Yohanes ini adalah Allah Tritunggal yang telah melalui proses dan rampung untuk menjadi Roh pemberi-hayat yang almuhit. Allah Tritunggal telah melalui proses inkarnasi, kehidupan insani, kematian, dan kebangkitan. Ia juga telah rampung untuk menjadi Roh pemberi-hayat. Pada akhir keempat kitab Injil itu, pada hari kebangkitan-Nya, Ia datang kembali kepada murid-murid-Nya, mengembusi mereka, dan berkata, "Terimalah Roh Kudus" (Yoh. 20:22). Setelah kebangkitan-Nya, Kristus ada di dalam kita sebagai Roh itu. Dalam 1 Korintus 15:45, Paulus mengatakan bahwa Adam yang akhir, Allah yang terwujud, Allah yang diwujudkan di dalam seorang manusia, menjadi Roh pemberi-hayat. Beberapa penentang mendebat bahwa itu bukan berarti Yesus Kristus adalah Roh itu. Mereka berkata bahwa 1 Korintus 15:45 mengatakan bahwa Adam yang akhir menjadi suatu Roh pemberi hayat, bukan Roh pemberi hayat itu. Tetapi apakah kata sandang (artikel) ini tepat atau tidak, itu tidak menjadi masalah. Jika saya berkata, "Ada seorang (suatu) manusia", atau "ada manusia itu", seorang manusia tetap seorang manusia. Tidak ada perbedaan. Tidak ada Roh lain yang memberikan hayat selain Roh Kudus.
Allah Tritunggal telah melalui proses inkarnasi untuk menjadi manusia Allah, menempuh kehidupan insani-Nya untuk memperhidupkan hayat manusia Allah, melalui kematian-Nya yang almuhit untuk menebus ciptaan-Nya yang hilang dan melepaskan hayat ilahi-Nya dan melalui kebangkitan-Nya untuk mendispensikan diri-Nya ke dalam umat tebusan-Nya sebagai hayat dan segala sesuatu mereka. Jadi, Allah Tritunggal yang telah melalui proses dan rampung sebagai Roh pemberi-hayat yang almuhit telah didispensikan ke dalam umat pihhan-Nya, tebusan-Nya untuk menjadi hayat dan segala sesuatu mereka. Ajaran umum dalam kekristenan hari ini hanya mengatakan bahwa Kristus adalah Penebus. Mereka tidak mengatakan bahwa Kristus adalah hayat dan segala sesuatu kita.
B. Kisah Para Rasul
Kisah Para Rasul menyingkapkan Roh pemberi-hayat yang almuhit menyebarkan diri-Nya sebagai realitas Kristus, yang adalah perwujudan Allah untuk menghasilkan gereja-gereja Allah. Ketika percaya kepada Tuhan Yesus, kita menerima Dia ke dalam kita sebagai Roh itu. Sesungguhnya, Roh itu. adalah Kristus, realitas Kristus.
C. Roma sampai Wahyu
Sekarang kita sampai pada bagian terakhir dari Perjanjian Baru, yaitu kedua puluh dua surat kiriman mulai kitab Roma sampai kitab Wahyu.
Dalam keempat kitab injil, Gereja disebutkan sebanyak dua. kah, dalam Matius 16:18 dan 18:17, tetapi Tubuh Kristus tidak disebutkan. Kisah Para Rasul membicarakan gereja-gereja, tetapi tidak menyebutkan Tubuh Kristus. Tubuh Kristus hanya disinggung dalam surat-surat kiriman. Sesungguhnya, kedua puluh satu surat kiriman yang pertama menyingkapkan Tubuh Kristus, sedangkan kitab Wahyu mewahyukan Yerusalem Baru sebagai perampungan Tubuh Kristus. Roma 12:5 adalah ayat pertama dalam seluruh Perjanjian Baru yang menyebutkan Tubuh Kristus. Ini menunjukkan bahwa semua surat kiriman adalah bagi Tubuh Kristus. Surat kiriman lainnya yang membicarakan Tubuh Kristus adalah 1 Korintus, Efesus, dan Kolose. Keempat kitab ini-Roma, 1 Korintus, Efesus, dan Kolose adalah kitab-kitab utama dalam Perjanjian Baru. Jika kitab-kitab ini diambil, Perjanjian Baru menjadi kurang berarti.
Kitab Roma sampai kitab Wahyu menyingkapkan Roh pemberi-hayat yang almuhit membangun gereja-gereja menjadi organisme Allah Tritunggal yang telah rampung sebagai Tubuh Kristus, dengan mentransformasi mereka ke dalam gambar Kristus sebagai Putra sulung Allah, yang akan rampung di dalam Yerusalem Baru sebagai perbesaran dan ekspresi kekal dari Allah Tritunggal yang telah rampung.
Ketika kita memberi tahu orang apa yang diwahyukan dalam Perjanjian Baru, kita seharusnya memberi tahu mereka apa yang telah kita bicarakan di atas mengenai ketiga kelompok dari Perjanjian Baru (kitab-kitab Injil, Kisah Para Rasul, dan Surat-surat kiriman) sebagai penggenapan praktis ekonomi kekal Allah. Alangkah baiknya jika kita dapat membicarakan ketiga definisi dari ketiga kelompok tersebut.