URUTAN PENATAAN ALKITAB (1)
Pembacaan Alkitab :
Kej. 1:1; Mal. 4:5-6; Mat. 1:1; Why. 22:20-21
GARIS BESAR
I. Perjanjian Lama-gambaran kiasan dari ekonomi kekal Allah :
A. Dalam [kitab-kitab] lambang-Kejadian sampai Ulangan :
1. Menyingkapkan Allah Tritunggal yang diwujudkan dalam Kristus sebagai pusat dan ruang lingkup dari ekonomi kekal-Nya.
2. Menyingkapkan Kristus ini sebagai berkat dan segala sesuatu bagi umat pilihan Allah Tritunggal.
B. Dalam [kitab-kitab] sejarah-Yosua sampai Ester :
1. Menyingkapkan pergerakan Allah Tritunggal dalam umat pilihan-Nya untuk memiliki, mewarisi, dan menikmati Kristus yang almuhit yang telah dijanjikan sebagai tanah permai.
2. Menyingkapkan kegagalan umat pilihan-Nya sebagai peringatan bagi umat pilihan Perjanjian Baru-Nya.
C. Dalam [kitab-kitab] puisi-Ayub sampai Kidung Agung :
1. Menyingkapkan bahwa Allah Tritunggal seharusnya menjadi penuntutan manusia sebagai penyempurnaannya, dan Allah ini berinkarnasi menjadi seorang manusia dalam daging untuk menjadi Yang diurapi-Nya, yang adalah perkenan-Nya, dan telah ditinggikan oleh-Nya dan yang seharusnya diterima, dimustikakan, dan ditinggikan oleh umat pilihan-Nya.
2. Menyingkapkan bahwa segala sesuatu dalam kehidupan manusia di bawah matahari adalah kesia-siaan di atas kesia-siaan dan Kristus sebagai perwujudan Allah Tritunggal adalah kepuasan yang unik bagi umat pilihan Allah.
D. Dalam [kitab-kitab] nubuat-Yesaya sampai Maleakhi :
1. Menyingkapkan bahwa Allah Tritunggal yang diwujudkan dalam Kristus akan datang untuk menjadi manusia Allah (Yes. 7:14; 9:5) demi merampungkan penebusan (Yes. 53) bagi penggenapan ekonomi kekal Allah menurut tiga kategori terdahulu dari kitab-kitab dalam Perjanjian Lama.
2. Menyingkapkan bahwa perampungan Allah Tritunggal yang telah melalui proses dan rampung sempurna dalam Kristus akan tersimpul dalam langit baru dan bumi baruYes. 65:17; 66:22; 2 Ptr. 3:13; Why. 2 1: 1.
Catatan Kesimpulan :
Seluruh butir di atas menyajikan kepada kita satu gambaran yang jelas dari Kristus yang almuhit dalam dan bagi ekonomi kekal Allah dalam Perjanjian Lama. Dalam kitab-kitab lambang, kita melihat bahwa Kristus adalah sentralitas (inti) dan universahtas (kesemestaan) dari ekonomi kekal Allah dan berkat ilahi untuk semua umat pilihan Allah. Dalam kitab kitab sejarah, kita melihat bahwa Kristus yang almuhit adalah tanah permai yang dijanjikan Allah yang seharusnya diterima, dimiliki, di warisi, dan dinikmati oleh semua umat pilihan Allah sampai puncaknya bahkan sampai tingkat raja. Dalam kitab-kitab puisi, kita melihat bahwa Kristus adalah kesempurnaan unik yang harus dicari oleh umat pihhan Allah dan kepuasan unik yang harus didapatkan dan dinikmati oleh umat pilihan Allah. Dalam kitab-kitab nubuat, kita melihat bahwa Allah Tritunggal telah menjadi seorang manusia Allah untuk merampungkan penebusan-Nya yang lengkap bagi penggenapan ekonomi kekal-Nya yang akan rampung di dalam langit baru dan bumi baru.
Allah sedang berbicara, dan pembicaraan-Nya adalah untuk pergerakan-Nya. Dia bergerak melalui pembicaraanNya. Misalnya, Dia berbicara, "Jadilah terang," lalu terang itu jadi (Kej. 1:3). Berita sebelumnya membicarakan Allah Tritunggal, firman-Nya, wahyu-Nya, visi-Nya, dan pergerakan-Nya. Sekarang kita akan melihat apa yang diwahyukan Alkitab melalui membahas urutan penataan Alkitab.
Seluruh Alkitab menyajikan suatu gambaran bahwa dalam alam semesta ada Dia sang Adalah. Ia adalah Allah. Ia itu tritunggal, dan Ia telah berbicara dari generasi ke generasi. Ia telah bergerak dan masih bergerak dalam dan menurut pembicaraan-Nya. Pergerakan ini akan rampung di dalam Yerusalem Baru. Menurut esensnya, Alkitab berbicara tentang Allah Tritunggal dan Yerusalem Baru. Hal ini sederhana tetapi almuhit. Alkitab dimulai dengan Allah Tritunggal dan diakhiri dengan Yerusalem Baru.
I. PERJANJIAN LAMA-GAMBARAN KIASAN
DARI EKONOMI KEKAL ALLAH
Alkitab terdiri atas dua bagian : Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru, tetapi mengapa demikian? Kita berkata bahwa bagian pertama dari Alkitab, yaitu Perjanjian Lama, menyajikan suatu bayangan; dan Perjanjian Baru menyajikan realitasnya. Seseorang adalah realitas dari bayangannya. Sekarang saya akan menggunakan suatu. istilah baru untuk menggambarkan seluruh Perjanjian Lama. Istilah baru ini merupakan gambaran kiasan. Perjanjian Lama merupakan suatu gambaran kiasan dari ekonomi kekal Allah. Suatu gambaran, suatu lukisan, merupakan suatu bayangan. Perjanjian Lama merupakan suatu gambaran tetapi dalam bentuk kiasan.
Alkitab mewahyukan bahwa Allah Tritunggal memiliki kehendak. Ia memiliki tujuan, jadi Ia membuat rencana, ekonomi. Dia membuat ekonomi ini dalam diri-Nya dan dalam Putra-Nya, Kristus. Ekonomi-Nya berkenaan dengan kedatangan-Nya untuk dilahirkan melalui inkarnasi, untuk hidup di bumi, dan akhirnya menempuh kematian yang almuhit di atas salib. Lalu Ia masuk ke dalam kebangkitan untuk melepaskan diri-Nya sebagai hayat ilahi sehingga hayat ini dapat didispensikan ke dalam umat pilihan-Nya sebelum dunia dijadikan untuk membuat mereka menjadi manusia-manusia Allah. Dia adalah Allah yang unik dalam Trinitas ilahi-Nya, tetapi melalui inkarnasi, kehidupan di bumi, kematian, dan kebangkitan-Nya, Ia telah membuat beribu-ribu orang pilihan-Nya menjadi sama seperti Dia dalam hayat dan sifat tetapi tidak dalam ke-Allahan-Nya. Mereka adalah manusia-manusia Allah untuk menjadi anggota-anggota Tubuh Kristus, dan Tubuh ini merupakan organisme dari Allah Tritunggal yang telah melalui proses dan rampung untuk terampung dalam Yerusalem Baru bagi perbesaran, perluasan, dan ekspresi-Nya sampai selama-lamanya. Inilah definisi singkat ekonomi Allah.
Gambaran kiasan dari ekonomi kekal Allah yang disajikan dalam Perjanjian Lama meliputi tiga puluh sembilan kitab, tetapi hanya dibagi dalam empat bagian--dalam kitab-kitab lambang, sejarah, puisi, dan nubuat. Kitab-kitab lambang terdiri atas lima kitab, dari Kejadian sampai Mangan. Kitab-kitab sejarah terdiri atas dua belas kitab, dari Yosua sampai Ester. Kitab-kitab puisi terdiri atas lima kitab, dari Ayub sampai Kidung Agung. Kitab-kitab nubuat terdiri atas tujuh belas kitab, dari Yesaya sampai Maleakhi. Ada lima kitab nabi besar dan dua belas kitab nabi kecil. Maka, ketiga puluh sembilan kitab Perjanjian Lama tersebut dapat dibagi menjadi tiga "lima" dan dua "dua belas". Ada lima kitab lambang, dua belas kitab sejarah, lima kitab puisi, lima kitab nabi-nabi besar, dan dua belas kitab nabinabi kecil. Kedua belas kitab nabi-nabi kecil itu dari Hosea sampai Maleakhi. Kita akan melihat makna intrinsik (terkandung di dalamnya) dari keempat bagian Perjanjian Lama ini.
A. Dalam Kitab-kitab Lambang
Kejadian sampai Ulangan
Kitab-kitab lambang dari Kejadian sampai Mangan menyingkapkan Allah Tritunggal yang terwujud dalam. Kristus sebagai pusat dan ruang hngkup ekonomi kekalNya. Kitab-kitab lambang itu juga menyingkapkan Kristus ini sebagai berkat dan segala sesuatu bagi umat pilihan Allah Tritunggal.
B. Dalam Kitab-kitab Sejarah-Yosua sampai Ester
Kedua belas kitab sejarah dari Yosua sampai Ester menyingkapkan pergerakan Allah Tritunggal dalam umat pilihan-Nya untuk memiliki, mewarisi, dan menikmati Kristus yang almuhit yang dijanjikan-Nya sebagai tanah permai. Kitab-kitab itu juga menyingkapkan kegagalan umat pilihan Allah sebagai suatu peringatan bagi umat pilihan Perjanjian Baru-Nya. Semua umat pilihan Allah dalam Perjanjian Lama gagal dalam pergerakan Allah. Catatan mengenai hal ini dalam Alkitab merupakan suatu peringatan bagi kita, orang-orang gereja hari ini, dalam Perjanjian Baru.
C. Dalam Kitab-kitab Puisi - Ayub sampai Kidung Agung
Kitab-kitab puisi dalam Perjanjian Lama hanya terdiri atas lima kitab : Ayub, Mazmur, Amsal, Pengkhotbah, Kidung Agung. Kitab-kitab itu menyingkapkan bahwa manusia seharusnya hanya mencari Allah Tritunggal itu sendiri sebagai kesempurnaannya, bukan etis atau moralitas. Kalimat ini mencakup inti, wahyu intrinsik dari kitab Ayub. Kitab Mazmur menyingkapkan bahwa Allah ini telah berinkarnasi menjadi seorang manusia dalam daging untuk menjadi Yang diurapi-Nya, yang adalah perkenan-Nya, yang telah ditinggikan oleh-Nya, dan yang seharusnya diterima, dimustikakan, dan ditinggikan oleh umat pilihanNya. Kitab Pengkhotbah menyingkapkan bahwa segala sesuatu dalam kehidupan insani di bawah matahari adalah kesia-siaan di atas kesia-siaan, dan Kitab Kidung Agung menunjukkan bahwa Kristus sebagai perwujudan Allah Tritunggal merupakan kepuasan yang unik bagi umat pilihan Allah. Maka kita seharusnya mengejar Allah sebagai kesempurnaan kita, dan kita seharusnya mengejar Kristus sebagai kepuasan kita. Allah seharusnya menjadi kesempurnaan kita, dan Kristus dapat menjadi kepuasan kita.
D. Dalam Kitab-kitab Nubuat Yesaya sampai Maleakhi
Ketujuh belas kitab nubuat dari Yesaya sampai Maleakhi menyingkapkan bahwa Allah Tritunggal yang terwujud dalam Kristus akan datang menjadi manusia Allah (Yes. 7:14; 9:6) untuk merampungkan penebusan (pasal 53) bagi penggenapan ekonomi kekal Allah menurut tiga kategori terdahulu dari kitab-kitab dalam Pezjanjian Lama. Kitab-kitab itu juga menyingkapkan bahwa perampungan Allah Tritunggal yang telah melalui proses dan sempurna dalam Kristus akan tersimpul di dalam langit baru dan bumi baru (Yes. 65:17; 66:22; 2 Ptr. 3:13; Why. 2 1: 1).
E. Kesimpulan
Semua butir di atas menyajikan kepada kita suatu gambaran hidup mengenai Kristus yang almuhit dalam dan bagi ekonomi kekal Allah dalam Perjanjian Lama. Dalam kitabkitab lambang, kita melihat bahwa Kristus adalah sentrahtas (inti) dan universalitas (kesemestaan) dari ekonomi kekal Allah dan berkat ilahi bagi semua orang pilihan Allah. Dalam kitab-kitab sejarah, kita melihat bahwa Kristus yang almuhit adalah tanah permai yang dijanjikan Allah yang seharusnya diambil, dimiliki, diwarisi, dan dinikmati oleh semua umat pilihan Allah sampai puncaknya, bahkan sampai tingkat raja. Dalam kitab-kitab puisi, kita melihat bahwa Kristus adalah kesempurnaan unik yang harus dikejar oleh umat pilihan Allah dan kepuasan unik yang harus didapatkan dan dinikmati oleh umat pilihan Allah. Kemudian dalam kitab-kitab nubuat kita melihat bahwa Allah Tritunggal telah menjadi manusia Allah untuk merampungkan penebusan-Nya yang lengkap bagi penggenapan ekonomi kekal-Nya yang akan rampung di dalam langit baru dan bumi baru.
Yesaya bernubuat tentang langit baru dan bumi baru, di sana Kristus akan menjadi sentralitas dan universalitas seperti diilustrasikan oleh Yerusalem Baru. Dalam keempat bagian Perjanjian Lama tersebut, Kristus diwahyukan sebagai sentralitas dan universalitas dari ekonomi Allah.