ALLAH TRITUNGGAL, FIRMAN-NYA, WAHYU-NYA, VISI-NYA, DAN PERGERAKAN-NYA
Pembacaan Alkitab :
Mat. 28:19; Ibr. 1:1-2; 2 Tim. 3:16;
Ef 1:17; Kis. 26:19; 1 Tim. 1:4; Ef 1:10; 3:9
GARIS BESAR
I. Allah Tritunggal :
A. Sumber wahyu ilahi.
B. Diwahyukan sebagai Allah Tritunggal dalam wahyu ilahi yang terkandung dalam seluruh Kitab Suci-Mat. 28:19.
II. Firman Allah Tritunggal:
A. Allah yang berbicara-Ibr. 1: 1-2.
B. Pembicaraan Allah Tritunggal menjadi firman tertulis-Nya-Kitab Suci-2 Tim. 3:16.
III. Wahyu Allah Tritunggal:
A. Perkataan Allah Tritunggal mengandung dan menyampaikan wahyu ilahi-Nya.
B. Melalui Roh-Nya-Ef 1:17.
IV. Visi Allah Tritunggal:
A. Ketika terang ilahi menyinari wahyu ilahi, wahyu ilahi menjadi visi ilahi-Kis. 26:19.
B. Roh wahyu memberikan penglihatan kepada kita untuk melihat visi itu dan memahaminya dengan hikmat-Nya-Ef 1:17.
V. Pergerakan Allah Tritunggal:
A. Allah Tritunggal bergerak dalam dan menurut wahyu ilahi-Nya.
B. Untuk perampungan ekonomi kekal-Nya-1 Tim. 1:4; Ef 1:10; 3:9.
Dalam seri berita-berita ini, kita akan bersekutu mengenai wahyu Allah Tritunggal dan pergerakan-Nya. Persekutuan ini akan merupakan penyampaian kristahsasi seluruh Alkitab. Ayat pertama dari Alkitab, Kejadian 1:1, mengatakan, "Pada mulanya Allah menciptakan langit dan bumi." Kemudian Wahyu 22:21, ayat terakhir, mengatakan "Kasih karunia Tuhan Yesus menyertai kamu sekaliant Amin." Ayat penutup ini dituhs berdasarkan wahyu dari Yerusalem Baru. Pada awal Alkitab, Allah diwahyukan. Pada akhir Kitab Suci, Yerusalem Baru diwahyukan sebagai perampungan dari pergerakan Allah. Inilah seluruh Alkitab. Ikhtisar isi seluruh Kitab Suci tidak lain adalah Allah (pada mulanya) dan Yerusalem Baru (pada akhirnya). Kita perlu terkesan dengan kedua hal ini: Allah dan Yerusalem Baru.
Alkitab telah dipelajari, diajarkan, dan ditafsirkan selama hampir dua puluh abad oleh beribu-ribu pengajar. Kita bersyukur kepada Allah atas hal ini. Kita mewarisi apa yang telah mereka lihat sehingga hari ini kita berdiri di atas pundak semua pengajar Alkitab terdahulu. Dalam hal ini, kita dapat "menjamah tingkat-tingkat langit" lebih mudah daripada mereka. Hari ini Alkitab terbuka bagi kita, dari halaman pertama sampai halaman terakhir. Alkitab begitu jernih seperti kristal. Saya berbeban dan berusaha untuk menyampaikan apa yang telah kami lihat dalam tujuh puluh tahun terakhir secara singkat dan dalam bentuk kristalisasi.
Wahyu Allah dan pergerakan Allah mencakup seluruh Alkitab. Dalam berita pertama ini kami ingin menekankan lima hal: Allah Tritunggal, firman-Nya, wahyu-Nya, visiNya, dan pergerakan-Nya.
I. ALLAH TRITUNGGAL
A. Allah Tritunggal Adalah Sumber dari Wahyu Ilahi
Allah Tritunggal adalah sumber dari wahyu ilahi. Pada. Nya tidak ada permulaan, tetapi Ia adalah permulaan dari segala sesuatu. Allah Tritunggal adalah swa-ada (ada dengan sendirinya) dan kekal-ada.
B. Diwahyukan sebagai Allah Tritunggal
dalam Wahyu Ilahi yang Terkandung dalam Seluruh Kitab Suci
Allah yang swa-ada. dan kekal-ada ini diwahyukan sebagai Allah Tritunggal. Ini adalah suatu penemuan yang besar dari bapa-bapa gereja. Walaupun Alkitab tidak menggunakan istilah tritunggal, bapa-bapa gereja melihat fakta dalam wahyu ilahi yang terkandung dalam seluruh Kitab Suci bahwa Allah adalah tritunggal. Dalam Matius 28:19 Tuhan Yesus berkata, "Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus." Setelah berbicara dalam banyak kitab, mulai Kejadian sampai Matius, Tuhan tibatiba membicarakan Bapa, Putra, dan Roh Kudus. Jika kita berada di sana, kita akan terkejut. Kita akan bertanya, "Tuhan, Aku belum pernah mendengar tentang ketiganya ini. Siapakah Bapa? Siapakah Putra? Siapakah Roh itu?" Mereka adalah komposisi (susunan) dari Allah Tritunggal. Allah adalah tritunggal; Ia adalah tiga, namun satu.
Ayat pertama dari kitab Kejadian mengatakan bahwa pada mulanya Allah menciptakan. Kata Allah di sini berbentuk jamak. Kemudian dalam Kejadian 1:26 Allah mengatakan sesuatu kepada diri-Nya. Ia berkata, "Baiklah Kita menjadikan manusia menurut gambar dan rupa Kita." Pada akhir pasal tiga Allah berkata, "Manusia itu telah menjadi seperti salah satu dari Kita" (ay. 22). Kata Kita menunjukkan bahwa Allah adalah jamak. Ia itu satu, namun tiga; Ia adalah tritunggal. Pada akhir Kitab Matius, Tuhan memberi tahu bahwa kita harus membaptiskan bangsa-bangsa ke dalam nama (bentuk tunggal) dari ketiganya (bentuk jamak). Bagi Allah Tritunggal hanya ada satu nama.
II. FIRMAN ALLAH TRITUNGGAL
Allah Tritunggal ini begitu agung dan penuh tujuan. Ia memiliki tujuan dan kedambaan-Nya. Sesuai dengan kedambaan-Nya, Ia membuat satu rencana, satu ekonomi yang kekal. Dalam Perjanjian Baru, khususnya dalam surat kiriman Paulus, ekonomi ini sangat ditekankan. Dalam 1 Timotius 1:3-4 Paulus memberi tahu Timotius untuk menasihati beberapa orang tertentu agar tidak mengajarkan ajaran lain, kecuali ekonomi Allah. Hanya ada satu ekonomi Allah dalam. alam semesta. Untuk melaksanakan ekonomiNya, Allah harus berbicara.
A. Allah yang Berhicara
Allah Tritunggal adalah Allah yang berbicara (Ibr. 1:12). Bagaimana jika dalam alam semesta tidak ada pembicaraan Allah? Jika Allah tidak berbicara, kita tidak akan ada. Alkitab mengatakan bahwa segala sesuatu yang diciptakan berasal dari firman Allah. Dalam Ibrani 1:1-2 Paulus mengatakan bahwa Allah kita adalah Allah yang berbicara. Ia telah berbicara melalui nabi-nabi dengan berbagai cara, dan sekarang Ia masih berbicara melalui Putra.-Nya. Putra-Nya, Yesus Kristus, adalah Firman Allah. Ketika seseorang sedang menyampaikan firman Allah dalam Roh, kelihatannya dialah yang berhicara, tetapi sebenarnya Kristus, Putra Allah, yang berbicara. Orang yang menyampaikan firman ini bukanlah apa-apa, tetapi dari mulutnya keluar sesuatu yang berasal dari Dia yang adalah segala sesuatu. Hari ini Allah masih berbicara.
B. Pembicaraan Allah Tritunggal
menjadi Firnian Tertulis-Nya-Kitab Suci
Dua Timotius 3:16 mengatakan bahwa seluruh Alkitab adalah embusan Allah. Allah sedang bernapas, mengembuskan. Firman yang diucapkan-Nya dicatat menjadi firman yang tertuhs, yang adalah Kitab Suci. Firman Allah tidak hanya diucapkan tetapi juga. tertuhs. Puji syukur kepada Tuhan, karena selama hampir dua puluh abad, firman yang diucapkan dan tertuhs ini juga telah ditafsirkan, diajarkan, kepada umat Allah.
III. WAHYU ALLAH TRITUNGGAL
A. Firman Allah Tritunggal Mengandung
dan Menyampaikan Wahyu Ilahi-Nya
Di luar Kitab Suci, tidak ada wahyu lain mengenai Allah. Wahyu Allah, dari permulaan sampai akhir, terkandung dalam firman-Nya dan disampaikan kepada kita melalui firman-Nya. Jika Anda ingin memiliki wahyu Allah, Anda harus datang kepada Kitab Suci, dari Kejadian sampai Wahyu. Karena itu, akhir kitab Wahyu memperingatkan kita untuk tidak menambahkan sesuatu atau mengurangi sesuatu dari firman Allah (22:18-19). Ini adalah penghujatan, satu dosa yang besar. Kitab Suci sudah lengkap. Pendiri ahran Mormon, Joseph Smith, mengaku bahwa dia menerima beberapa wahyu sebagai tambahan dari Alkitab. Ini bersifat setani. Setiap orang yang mengaku bahwa ia memiliki wahyu yang lain dari wahyu Alkitab adalah menghujat Allah.
B. Melalui Roh-Nya
Firman Allah menjadi wahyu Allah melalui Roh-Nya (Ef. 1: 17). Alkitab telah dicetak dalam berbagai bahasa. Isinya adalah sama untuk setiap orang, tetapi bagaimana kita dapat menerima wahyu dari Alkitab? Seorang ahli filsafat Cina yang telah meninggal, yang juga adalah seorang duta. besar untuk Amerika Serikat, membaca AWtab, tetapi dia hanya menerima huruf-huruf dari firman yang tertuhs. Banyak orang Kristen melakukan hal yang sama. Ini salah.
Ketika datang kepada Alkitab, kita, harus mempersiapkan diri. Kita mempersiapkan diri untuk membaca firman Allah, bukan membaca surat kabar atau buku pelajaran. Pertama, kita. seharusnya datang kepada Allah sambil berkata, "Ya Allah, saya ini berdosa, ampunilah saya. Saya ini bersalah, ampunilah saya. Saya tidak mengasihi Dikau, ampunilah saya. Saya bahkan tidak takut kepada-Mu, ampunilah saya." Kita harus membuat suatu pengakuan yang tuntas atas dosa-dosa kita. Kemudian pada saat itu juga kita masuk ke dalam persekutuan dengan Allah, dan persekutuan itu tidak lain adalah Allah Roh. Persekutuan Allah adalah Roh Allah. Ketika berada dalam Roh Allah, kita berada dalam persekutuan dengan Allah. Ketika berada di luar Roh Allah, kita tidak berada dalam persekutuan.
Kita harus mengakui seluruh dosa kita untuk menjadikan diri kita murni dan bersih, tanpa penghalang apa pun antara kita dengan Allah. Dengan demikian kita berada dalam persekutuan Allah. Pada saat itu, kita berada dalam Roh Allah; karena itu, ketika kita datang kepada Alkitab, pasti berbeda. Inilah yang telah kita pelajari-mempelajari Alkitab dalam Roh, dalam persekutuan Allah.
Kemudian kita harus mendoa-bacakan (membaca sambil berdoa) Firman, bukan hanya membaca. Pada saat membaca Kejadian 1:1, kita seharusnya berdoa, "Ya Allah, terima kasih. Pada mulanya Engkau menciptakan langit. 0, menciptakan langit! Menciptakan langit!" Belajarlah doabaca. Sepanjang abad, semua pengasih setia Tuhan dan murid-murid sekolah Alkitab sebenarnya berlatih doa-baca, walaupun mereka tidak memiliki istilah doa-baca. Beberapa orang di masa lalu menunjukkan bahwa kita harus membaca Alkitab dengan penuh doa. Membaca Alkitab dengan penuh doa adalah doa-baca.
Kita mengajarkan praktek doa-baca berdasarkan Efesus 6:17-18. Kita menerima firman Allah melalui segala doa, dengan berbagai doa--dengan berteriak, dengan hening, dengan bernyanyi, dan lain-lain. Saya tidak dapat memberi tahu kahan manfaat luar biasa besar yang saya terima dari doa-baca. Dalam Efesus 3 Paulus mengatakan, "Itulah sebabnya aku berdoa (sujud kepada Bapa-TI)... supaya Ia, menurut kekayaan kemuhaan-Nya, menguatkan dan meneguhkan kamu oleh Roh-Nya di dalam batinmu, sehingga oleh imarunu Kristus diam di dalam hatimu... supaya kamu dipenuhi di dalam seluruh kepenuhan Allah" (ay. 14-19). Dulu, ketika saya membaca ayat-ayat ini, saya hanya dapat sedikit memahaminya. Akhirnya, saya menyadari bahwa Kristus membuat rumah-Nya dalam hati kita, itulah pembangunan-Nya. Tanpa pembangunan, bagaimana bisa. ada rumah? Satu-satunya jalan yang melaluinya saya dapat memperoleh bantuan untuk memahami ayat-ayat ini, yaitu dengan mendoa-bacakannya. Ada banyak kebenaran mengenai ayat-ayat ini dalam Pelajaran Hayat Efesus, dan hari ini saya dapat memberikan lebih banyak berita mengenai ayat-ayat tersebut. Banyak ayat dalam Alkitab berada di luar pengertian kita. Kita harus mendoa-bacakan firman itu untuk masuk ke dalam makna rohaninya.
Ketika kita mendoa-bacakan firman, Roh itu memberi kita wahyu (Ef 1:17). Melalui membaca firman dengan penuh doa, Roh itu membuat firman menjadi wahyu.
IV. VISI ALLAH TRITUNGGAL
Sekarang kita perlu melihat bagaimana visi Allah Tritunggal dapat sampai kepada kita.
A. Melalui Terang Ilahi
yang Menyinari Wahyu ilahi
Ketika terang ilahi menyinari wahyu ilahi, wahyu ilahi menjadi visi ilahi (Kis. 26:19). Suatu visi merupakan suatu pandangan yang dengannya kita dapat melihat sesuatu. Jika mata seseorang ditutup oleh selubung tebal, mungkin ada beberapa pemandangan yang indah di depannya, tetapi dia tidak dapat melihatnya. Dia tidak dapat melihat karena dia tidak memiliki visi, tetapi ketika selubung itu telah diambil, dia dapat melihat.
Banyak orang Kristen membaca Alkitab dengan suatu selubung. Itulah sebabnya Paulus berkata bahwa kita harus memandang kepada Kristus dengan muka yang tidak berselubung (2 Kor. 3:18). Dalam 2 Korintus 3, Paulus berkata bahwa setiap kah orang-orang Israel membaca kitab-kitab Musa, ada selubung yang menutupi mereka sehingga mereka tidak melihat apa-apa (ay. 13-15). Kemudian Paulus berkata bahwa apabila hati mereka berbahk kepada Tuhan, maka selubung itu akan diambil dan di mana ada Roh itu, di situ ada kemerdekaan (ay. 16-17). Hal ini berarti ketika kita berselubung, kita terikat, kita tertawan, kita tidak memiliki kemerdekaan. Ketika selubung itu hilang, kita dibebaskan. Kemerdekaan itu berasal dari Roh Allah. Dengan Roh Allah itulah kita memandang kepada Tuhan dengan muka yang tidak berselubung untuk ditransformasi ke dalam gambar-Nya melalui Tuhan Roh.
Kita perlu belajar untuk datang kepada Alkitab setiap hari dengan menghampiri Allah. Kita seharusnya mengakui dosa-dosa kita untuk menjernihkan situasi sehingga kita dapat memiliki persekutuan dengan Allah dalam Roh itu. Kemudian kita harus membaca firman-Nya dengan mendoa-bacakan. Setiap hari kita akan menerima wahyu; Roh itu juga akan menyinari wahyu, dan kita akan menerima visi. Ada perkembangan dari firman ke wahyu dan dari wahyu ke visi.
B. Roh Wahyu Memberikan Penglihatan kepada Kita
untuk Melihat Visi dan Memahaminya dengan Hikmat-Nya
Dalam Efesus 1:17 Paulus meminta kepada Tuhan untuk memberi kita roh hikmat dan wahyu. Ketika Roh itu menyinari wahyu, maka datanglah visi. Tanpa terang, kita tidak dapat menerima visi, sekahpun selubung itu telah diambil. Selubung itu harus dihilangkan dan terang harus datang. Selain itu, kita perlu penglihatan. Jika kita buta, kita tidak akan dapat melihat apa pun, sekahpun selubung itu telah hilang dan ada terang. Kita perlu wahyu, terang, visi melalui terang, dan penglihatan. Dengan demikian selubung itu tidak ada lagi, kita mendapatkan visi, dan kita memiliki terang beserta penglihatan. Kita juga memiliki pengertian akan visi melalui Roh hikmat.
V. PERGERAKAN ALLAH TRITUNGGAL
A. Allah Tritunggal Bergerak
dalam dan Menurut Wahyu Ilahi-Nya
Allah bergerak sepanjang waktu dalam dan menurut wahyu ilahi-Nya. Pada zaman Nuh, Allah memberi tahu Nuh untuk membangun bahtera yang akan menyelamatkan dia dan seisi keluarganya. Nuh menghabiskan seluruh hariharinya dengan mengerjakan bahtera itu. Tidak diragukan lagi, pada saat itu ada banyak pencemooh yang mencemooh apa yang sedang dilakukan Nuh (d. 2 Ptr. 3:3-6). Nuh pasti sudah memberi tahu mereka, "Allah memberi tahu saya bahwa seluruh bumi akan dibanjiri air, jadi kita perlu bahtera untuk menyelamatkan kita." Orang-orang tidak mempercayainya. Akhirnya, hanya delapan anggota keluarga Nuh yang masuk ke dalam bahtera tersebut. Semua yang lain dihancurkan oleh air bah. Pada zaman Nuh, pergerakan Allah adalah membuat bahtera berdasarkan wahyu Allah.
Kemudian pada zaman Abraham, Allah memberi tabu Abraham untuk keluar dari tanah leluhurnya dan berangkat ke tanah permai (suatu negeri yang baik). Allah menyuruh Abraham untuk tinggal di tanah permai yang akan menjadi warisannya. Pada zaman Musa, Allah mewahyukan kepadanya bahwa dia harus menyampaikan hukum Allah kepada umat Allah dan membangun tabernakel. Inilah contoh-contoh dalam Perjanjian Lama mengenai pergerakan Allah Tritunggal dalam dan berdasarkan wahyu ilahi-Nya.
Sekarang mari kita membahas Perjanjian Baru. Petrus adalah seorang nelayan yang dipanggil Tuhan dan terpikat oleh-Nya. Kemudian Tuhan secara bertahap memberikan kepadanya wahyu sehingga dia mulai tahu apa yang akan Tuhan lakukan dalam zaman Perjanjian Baru. Demikian pula dengan Rasul Paulus. Apa yang ingin Tuhan lakukan dalam zaman Perjanjian Baru adalah menyelamatkan banyak orang berdosa yang dipilih oleh Allah untuk menjadi anggota-anggota Kristus, membangun gereja, dan menghasilkan Tubuh Kristus dari pembangunan gereja-gereja. Tubuh Kristus ini akan rampung dalam Yerusalem Baru, dan Yerusalem Baru akan menjadi perluasan, ekapansi, dan ekspresi kekal Allah selama-lamanya. Inilah wahyu seluruh Perjanjian Baru.
Hari ini kita berada pada akhir zaman Perjanjian Baru. Kita seharusnya melakukan apa yang sedang Allah lakukan berdasarkan wahyu-Nya. Dia sedang bergerak dan bekerja dalam wahyu-Nya. Itulah sebabnya mengapa kita harus mengenal Alkitab. BeTjuta-juta orang Kristen membaca Alkitab, tetapi mereka tidak berwahyu atau bervisi. Mereka tidak mengenal apa yang sedang Allah lakukan hari ini, karena itu mereka menetapkan banyak hal tidak dalam wahyu Allah dan tidak sesuai dengan wahyu Allah. Maka apa yang sedang mereka lakukan tidak berada dalam pergerakan Allah. Hari ini kita berterima kasih kepada Tuhan karena kita telah melihat visi mengenai wahyu Allah, dan kita mengenal bagaimana Allah sedang bergerak. Kita harus berada dalam pergerakan-iNya.
B. Untuk Perampungan Ekonomi Kekal-Nya
Pergerakan Allah Tritunggal adalah untuk perampungan ekonomi kekal-Nya (I Tim. 1:4; Ef 1:10; 3:9).