← Daftar isi Bilangan (2) · bab 9/27

PEPERANGAN (4)

Pembacaan Alkitab: Bil. 23:27—24:25; 31:8

Dalam berita ini kita akan melihat sajak Bileam yang ketiga dan keempat.

3. Sajak yang Ketiga

Dalam Bilangan 23:27—24:13 tercatat sajak Bileam yang ketiga.

a. Balak Membawa Bileam ke Puncak Gunung Peor

Balak berkata kepada Bileam, “Marilah aku akan membawa engkau ke tempat lain; mungkin benar di mata Allah bahwa engkau menyerapah mereka bagiku dari tempat itu” (Bil. 23:27). Lalu Balak membawa Bileam ke puncak Gunung Peor (Bil. 3:28).

b. Bileam Meminta Balak Mendirikan bagi Dia Tujuh Mezbah,

Menyediakan bagi Dia Tujuh Ekor Lembu Jantandan Tujuh Ekor Domba Jantan,

dan Mempersembahkan SeekorLembu Jantan dan Seekor Domba Jantan pada Setiap Mezbah

“Berkatalah Bileam kepada Balak: Dirikanlah bagiku di sini tujuh mezbah dan siapkanlah di sini bagiku tujuh ekor lembu jantan dan tujuh ekor domba jantan. Lalu Balak melakukan seperti yang dikatakan Bileam, maka ia mempersembahkan seekor lembu jantan dan seekor domba jantan di atas setiap mezbah itu” (Bil. 23:29-30). Persembahan berupa lembu jantan dan domba jantan ini tidak jelas kepada siapa mereka persembahkannya.

c. Bileam Melihat TUHAN Senang Bila Dia Memberkati Israel,

lalu Dia Tidak Mencari Pertanda seperti yang Sudah-sudah tetapi Mengarahkan Mukanya ke Arah Padang Gurun

“Ketika dilihat Bileam bahwa baik di mata TUHAN untuk memberkati Israel, ia tidak mencarikan pertanda lagi seperti yang sudah-sudah” (Bil. 24:1a). Sebaliknya, Bileam mengarahkan mukanya ke arah padang gurun, membuka matanya lebar-lebar, dan melihat orang Israel berkemah menurut suku-suku mereka (Bil. 24:1b-2).

d. Roh Allah Hinggap ke Atas Bileam, dan Bileam Bernubuat dalam Sajak

Roh Allah hinggap ke atas Bileam, dan dia mengucapkan sajaknya dan berkata, “Tutur kata Bileam bin Beor, tutur kata orang yang terbuka matanya; tutur kata orang yang mendengar firman Allah, yang melihat penglihatan dari Yang Mahakuasa sambil rebah, namun dengan mata tersingkap” (Bil. 24:3b-4). Frase “orang yang terbuka matanya” dan “orang yang mendengar firman Allah” menunjukkan bahwa nabi berjaga-jaga. Dia rebah dengan mata tersingkap menunjukkan bahwa dia bekerja sama dengan Allah.

Dalam ayat 5 Bileam berkata, “Alangkah indahnya kemah-kemahmu, hai Yakub, dan tempat-tempat kediamanmu, hai Israel!” Ini mengingatkan kita kepada perkataan Bileam mengenai orang Israel dalam dua sajaknya yang pertama. Dalam sajak yang pertama dia berkata, “Lihat, suatu bangsa yang diam tersendiri dan tidak mau dihitung di antara bangsa-bangsa kafir” (Bil. 23:9b). Perkataan ini menunjukkan bahwa orang Israel adalah bangsa yang kudus, bangsa yang disisihkan, atau dikuduskan, kepada Allah. Di pandangan Allah, orang Israel berdiri sendiri. Menurut pandangan Allah, orang Israel, bahkan sampai hari ini, tidak mau terhitung di antara bangsa-bangsa kafir. Jika kita memiliki pandangan Allah, kita akan menganggap orang Israel sebagai umat yang khusus dan terpisah, sebagai bangsa yang kudus. Dalam sajak keduanya Bileam berkata, “Tidak ada ditengok kepincangan di antara keturunan Yakub, dan tidak ada dilihat kesukaran di antara orang Israel” (Bil. 23:21a). Ini berarti di mata Allah, orang Israel tidak memiliki kegagalan.

Sajak pertama Bileam mewahyukan bahwa orang Israel adalah kudus, dan kedua, orang Israel adalah sempurna. Sekarang kita perlu melihat bahwa menurut sajak yang ketiga, orang Israel indah. Keindahan Israel ditunjukkan oleh kata “indahnya”. Di mata Allah, Israel adalah kudus, tanpa dosa, dan indah. Pada pendirian ia adalah kudus, pada jenis ia sempurna, dan pada penampilan ia adalah indah. Ini mewahyukan bahwa Allah telah memilih, menebus, menyelamatkan, memisahkan, meninggikan, menyempurnakan, dan memperelok bangsa ini.

Menurut Alkitab, ini akan menjadi situasi Israel yang sebenarnya dalam Kerajaan Seribu Tahun. Orang Yahudi tidak disambut oleh bangsa-bangsa kafir di zaman ini, tetapi mereka akan disambut oleh bangsa-bangsa kafir setelah Tuhan Yesus datang kembali. Allah berjanji bahwa keturunan Abraham akan menjadi berkat bagi semua bangsa (Kej. 12:2-3). Akhirnya orang Yahudi akan sepenuhnya diberkati oleh Allah, dan mereka akan menjadi berkat bagi seluruh umat manusia.

Dalam Bilangan 24:6, Bileam melanjutkan gambarannya tentang Israel: “Sebagai lembah yang membentang semuanya; sebagai taman di tepi sungai; sebagai pohon gaharu yang ditanam TUHAN; sebagai pohon aras di tepi air.” Di sini Israel diumpamakan lembah, yang biasanya hijau, dan taman di tepi sungai. Pohon gaharu adalah tanaman yang dikenal khasiat penyembuhannya. (Tuhan Yesus dikuburkan dengan diminyaki dengan minyak gaharu, Yoh. 19:39.) Setelah kedatangan kembali Tuhan Yesus, Israel akan menjadi kesembuhan bagi bangsa-bangsa, dan penyembuhan ini akan menjadi berkat yang besar.

Bilangan 24:7a mengatakan, “Air mengalir dari timbanya, dan benihnya mendapat air banyak-banyak.” Ini menunjukkan bahwa Israel akan memiliki suplai air yang berlimpah. Air dari satu negeri berhubungan dengan kekayaan negeri itu. Semakin banyak air yang dimiliki suatu bangsa, semakin besar kekayaan bangsa itu. Tanpa air, tanah akan menjadi padang gurun.

Dalam Bilangan 24:7b Bileam selanjutnya berkata, “Rajanya akan naik tinggi melebihi Agag, dan kerajaannya akan dimuliakan.” Agag adalah raja orang Amalek. Perkataan Bileam di sini adalah satu nubuat yang akhirnya digenapi dalam Kristus.

Ayat 8 dan 9 adalah suatu pengulangan dari Bilangan 23:22 dan 24. Bagian pertama mengatakan bahwa Allah membawa orang Israel keluar dari Mesir dan Ia “adalah bagi mereka seperti tanduk kekuatan lembu hutan.” Selain itu, pada bagian kedua orang Israel diumpamakan seperti singa jantan dan singa betina.

e. Bangkitlah Amarah Balak terhadap Bileam

Bileam mengakhiri sajak ketiganya dengan perkataan mengenai berkat dan kutuk: “Diberkatilah orang yang memberkati engkau, dan terkutuklah orang yang mengutuk engkau” (Bil. 24:9b). Ini menyusahkan Balak. “Lalu bangkitlah amarah Balak terhadap Bileam dan dengan meremas-remas jarinya berkatalah ia kepada Bileam” (Bil. 24:10a). Kemudian dia berkata kepada Bileam, “Untuk menyerapah musuhku aku memanggil engkau, tetapi sebaliknya sampai tiga kali engkau memberkati mereka” (Bil. 24:10b).

f. Jawaban Bileam kepada Balak

Terhadap amarah Balak, Bileam membalas dengan berkata, “Bukankah telah kukatakan juga kepada utusan-utusan yang kaukirim kepadaku: Sekalipun Balak memberikan kepadaku emas dan perak seistana penuh, aku tidak akan sanggup melanggar titah TUHAN dengan berbuat baik atau jahat atas kemauanku sendiri; apa yang akan difirmankan TUHAN, itulah yang akan kukatakan?” (Bil. 24:12-13).

4. Sajak yang Keempat

Dalam Bilangan 24:14-25, kita memiliki sajak Bileam yang keempat.

a. Bileam berkata kepada Balak bahwa Dia akan Pergi

kepada Bangsanya Sendiri dan bahwa Dia Memberi Tahu Balak

apa yang akan Dilakukan Bangsa Itu kepada Rakyat Balak

di Kemudian Hari

Dalam Bilangan 24:14 Bileam berkata kepada Balak, “Dan sekarang, aku ini sudah hendak pergi kepada bangsaku; marilah kuberitahukan kepadamu apa yang akan dilakukan bangsa itu kepada bangsamu di kemudian hari.” Bileam bukan saja memberkati orang Israel, tetapi juga menubuatkan bahwa orang Israel akan diberkati lebih lanjut dan berkat Israel itu akan menghancurkan Balak dan rakyatnya.

b. Bileam Bernubuat dengan Sajak

Dalam Bilangan 24:17, Bileam berkata, “Aku melihat dia, tetapi bukan sekarang; aku memandang dia, tetapi bukan dari dekat; bintang terbit dari Yakub, tongkat kerajaan timbul dari Israel, dan meremukkan pelipis-pelipis Moab, dan menghancurkan semua anak Set.” Bintang dan tongkat kerajaan mengacu kepada Kristus. Bintang adalah Kristus yang surgawi, dan tongkat kerajaan adalah Kristus sebagai Dia dengan kekuatan dan kekuasaan. Karena itu, dalam nubuat ini Bileam membicarakan Kristus. Berkat terbesar kepada orang Israel adalah Kristus. Sebagai Bintang dan tongkat kerajaan, Kristus akan menjadi Yang Mahakuasa dengan kekuatan dan kekuasaan yang almuhit. Kristus ini akan meremukkan pelipis-pelipis Moab, salah satu negeri Balak, dan akan menghancurkan semua anak Set.

Dalam Bilangan 24:18-19, Bileam selanjutnya, berkata, “Maka Edom akan menjadi tanah pendudukan dan Seir akan menjadi tanah pendudukan, musuh-musuhnya itu. Tetapi Israel akan melakukan perbuatan-perbuatan yang gagah perkasa, dan dari Yakub akan timbul seorang penguasa, yang akan membinasakan orang-orang yang melarikan diri dari kota!” “Musuh-musuhnya” dalam ayat 18 adalah musuh Kristus. Musuh-musuh ini akan dihancurkan, tetapi karena Kristus, Israel akan tetap tinggal. Setelah bangsa-bangsa ini dihancurkan, orang Israel akan tetap tinggal bersama Kristus. Kristus akan benar-benar menjadi berkat terbesar bagi orang Israel. Nubuat ini, seperti yang ditunjukkan Perjanjian Baru (lihat Rm. 11), akan tergenap sepenuhnya dalam Kerajaan Seribu Tahun.

c. Bileam Bernubuat dalam Sajak mengenai Bangsa-bangsa Lain

Dalam Bilangan 24:20-25, Bileam bernubuat dalam sajak mengenai bangsa-bangsa lain. Ayat-ayat ini membantu kita menyadari bahwa Allah adalah Allah atas semua orang. Semua bangsa ada di bawah kendali dan pemerintahan-Nya untuk menggenapkan tujuan-Nya. Dia memerintah atas bangsa-bangsa supaya ekonomi-Nya dapat dirampungkan di antara bangsa-bangsa melalui orang Israel.

C. Kematian Bileam

Bilangan 31:8 membicarakan kematian Bileam. Bileam, yang adalah nabi Allah, memiliki akhir hidup yang kasihan. Dia dibunuh oleh orang Israel di antara orang Midian.