PEPERANGAN (1)
Pembacaan Alkitab: Bil. 21:1-3, 21-35
Dalam berita ini akan memulai pembahasan tentang peperangan orang Israel. Bilangan 21:1-3, 21-35 mewahyukan bahwa orang Israel mengalahkan raja Arad, Amori, dan Basan. Raja-raja ini adalah penjaga pintu masuk tanah permai; wilayah kekuasaan mereka adalah sebelah timur Yordan. Untuk masuk ke dalam tanah Kanaan, orang Israel harus melewati wilayah yang dikendalikan oleh raja-raja yang menjaga negeri Kanaan untuk Iblis. Karena itu, raja-raja ini adalah penjaga pintu masuk kerajaan kegelapan, dan mereka harus dikalahkan sebelum orang Israel dapat masuk ke negeri yang dirampas dan diduduki oleh Iblis.
Apakah makna Kanaan dalam perlambangan? Pema-haman yang umum dan dangkal menyebutkan Kanaan melambangkan surga. Ada kidung yang membicarakan menyeberangi “ombak dingin Yordan” pada jalan ke surga. Pemahaman makna rohani Kanaan yang demikian sebenarnya tidak akurat. Di negeri Kanaan ada segala jenis musuh. Jika Kanaan melambangkan surga, ini akan bermakna bahwa ada musuh di surga. Jika demikian, surga bukan tempat yang menyenangkan, dan tidak seorang pun ingin pergi ke sana.
Dalam perlambangan, Kanaan melambangkan wilayah udara, wilayah langit, kerajaan kegelapan Iblis. Matius 12:26 menunjukkan bahwa Iblis memiliki satu kerajaan. Sebagai penguasa dunia ini (Yoh. 12:31) dan sebagai penguasa otoritas di angkasa (Ef. 2:2), Iblis memiliki otoritasnya (Kis. 26:18) dan malaikat-malaikatnya (Mat. 25:41), yang adalah bawahannya sebagai raja-raja, penguasa-penguasa, dan pemerintah-pemerintah kegelapan dunia ini (Ef. 6:12). Maka, dia memiliki kerajaannya, kuasa kegelapan (Kol. 1:13). Iblis dan kerajaannya sedang berperang, bermusuhan dengan Allah dan kerajaan-Nya. Semula, kita ada dalam kerajaan Iblis, tetapi keselamatan Allah telah membawa kita keluar dari kerajaan kegelapan masuk ke dalam kerajaan Anak Allah yang terkasih (Kol. 1:13). Sekarang kita tidak lagi dalam kerajaan Iblis, tetapi ada dalam Kerajaan Allah.
Butir yang akan kita tekankan di sini adalah Kanaan bukan melambangkan surga dalam pengertian positif; sebaliknya, Kanaan melambangkan wilayah utama, wilayah penting, wilayah udara, kerajaan Iblis, dengan penguasa-penguasa dan pemerintah-pemerintahnya. Dalam perlambangan, raksasa-raksasa di negeri Kanaan adalah malaikat-malaikat jahat, malaikat-malaikat yang memberontak yang mengikuti Iblis (Why. 12:4, 7).
Selama 25 tahun yang lalu, kita telah menekankan bahwa Kanaan, tanah permai, adalah lambang Kristus. Sekarang kita mengatakan bahwa Kanaan adalah lambang kerajaan Iblis, dengan roh-roh jahatnya. Ini kelihatannya berlawanan, tetapi sebenarnya tidak. Jika kita mempelajari perlambangan dengan hati-hati, kita akan melihat bahwa Kanaan memiliki dua ciri. Di satu pihak, Kanaan adalah negeri yang kaya, seperti diwahyukan dalam Ulangan 8. Berdasarkan firman ini, kita menyampaikan berita yang telah dicetak dalam buku Kristus yang Almuhit. Di pihak lain, Kanaan adalah negeri yang penuh dengan orang-orang jahat dan musuh, semuanya perlu dibasmi oleh orang Israel. Ciri-ciri, atau aspek-aspek Kanaan ini melambangkan wilayah jahat kerajaan kegelapan Iblis. Kalau kita perhatikan kedua ciri Kanaan ini, kita lihat bahwa bisa atau tidaknya kita menikmati Kristus sebagai tanah yang almuhit tergantung pada apakah kita mengalahkan musuh yang dilambangkan oleh orang Kanaan. Ini menunjukkan bahwa gereja secara keseluruhan, termasuk semua anggota, harus ikut dalam peperangan rohani yang diwahyukan dalam Efesus 6.
Kitab Efesus adalah kitab mengenai Kristus yang almuhit. Efesus 3:8 memberi tahu kita bahwa kekayaan Kristus itu tidak terduga. Untuk menikmati Kristus yang demikian, kita perlu berperang melawan musuh-musuh rohani, “melawan roh-roh jahat di udara” (Ef. 6:12). Kita harus mengalahkan dan meremukkan musuh-musuh yang dilambangkan oleh raja Arad, Sihon raja orang Amori, dan Og raja Basan. Kita semua perlu mengingat bahwa orang Kanaan melambangkan malaikat-malaikat yang jatuh, yang menjadi penguasa-penguasa, dan pemerintah-pemerintah dalam kerajaan Iblis, dan perang ini terjadi antara roh-roh jahat dengan gereja. Perlambangan dalam Bilangan 21 memperlihatkan kepada kita bagaimana berjuang dalam peperangan ini. Membunuh penjaga pintu dalam pasal ini menunjukkan kita perlu mengalahkan roh-roh jahat dalam kerajaan Iblis. Sangatlah membantu bila kita memiliki pandangan ini karena kita akan membahas Bilangan 21:1-3, 21-35.
I. MENGALAHKAN RAJA NEGERI ARAD
Dalam Bilangan 21:1-3 bani Israel mengalahkan raja negeri Arad.
A. Orang Kanaan, Raja Negeri Arad, Berperang Melawan Israel
dan Mengangkut Beberapa Orang Tawanan dari Mereka
“Raja negeri Arad, orang Kanaan yang tinggal di Tanah Negeb, mendengar bahwa Israel datang dari jalan Atarim, lalu ia berperang melawan Israel, dan diangkutnya beberapa orang tawanan dari pada mereka” (Bil. 21:1). Ini menggambarkan satu aspek sejarah gereja. Sejumlah orang beriman dalam gereja telah ditawan oleh roh-roh jahat.
B. Israel Bernazar kepada TUHAN, jika TUHAN Menyerahkan Bangsa Arad ke Tangan Mereka,
Mereka akan Menumpas Kota-kota Mereka sampai Binasa
Maka bernazarlah orang Israel kepada TUHAN, katanya: “Jika Engkau serahkan bangsa ini sama sekali ke da-lam tangan kami, kami akan menumpas kota-kota mereka sampai binasa” (Bil. 21:2). Israel bernazar akan menumpas bukan saja bangsa Arad, tetapi juga kota-kota mereka. Ini menunjukkan bahwa kita perlu berperang melawan roh-roh jahat, mengalahkan mereka, dan mengambil wilayah kekuasaan mereka. Kita perlu melaksanakan otoritas yang Kristus berikan kepada kita atas penguasa-penguasa di udara.
C. TUHAN Mendengarkan Israel dan Menyerahkan Orang Kanaan,
dan Israel Menumpas Mereka dan Kota-kota Mereka sampai Binasa
“TUHAN mendengarkan permintaan orang Israel, lalu menyerahkan orang Kanaan itu; kemudian orang-orang itu dan kota-kotanya ditumpas sampai binasa” (Bil. 21:3). Ini menunjukkan bahwa Arad, penjaga pintu pertama, dikalahkan oleh bani Israel. Saya harap pemandangan di sini akan membantu kita melihat visi peperangan gereja melawan roh-roh jahat di udara.
II. MENGALAHKAN SIHON, RAJA ORANG AMORI
Dalam Bilangan 21:21-32 bani Israel mengalahkan Sihon, raja orang Amori (Kej. 15:16).
A. Israel Mengirim Utusan kepada Raja Sihon,
Meminta Jalan untuk Melewati Negerinya
“Kemudian orang Israel mengirim utusan kepada Sihon, raja orang Amori, dengan pesan: ‘Izinkanlah kami melalui negerimu; kami tidak akan menyimpang masuk ke ladangladang dan kebun-kebun anggurmu, kami tidak akan minum air sumurmu, di jalan besar saja kami akan berjalan, sampai kami melalui batas daerahmu’” (Bil. 21:21-22). Karena Sihon adalah lambang roh-roh jahat, ayat-ayat ini menunjukkan bahwa kadang-kadang kita meminta roh-roh jahat memberi kita jalan melewati wilayah kekuasaan mereka.
B. Sihon Tidak Mengizinkan Orang Israel Melalui Daerahnya,
bahkan Mengumpulkan Seluruh Rakyatnya untuk Berperang Melawan Orang Israel
“Tetapi Sihon tidak mengizinkan orang Israel berjalan melalui daerahnya, bahkan ia mengumpulkan seluruh laskarnya, lalu keluar ke padang gurun menghadapi orang Israel, dan sesampainya di Yahas berperanglah ia melawan orang Israel” (Bil. 21:23). Ini menggambarkan sesuatu yang sebenarnya terjadi dalam alam rohani. Kita mungkin berkata kepada roh-roh jahat, meminta mereka memberi kita jalan untuk melalui daerahnya, tetapi ini malah menggerakkan mereka untuk berperang melawan kita.
C. Orang Israel Membunuh Sihon, Merebut Negerinya, dan Tinggal di Negeri Orang Amori
Orang Israel membunuh Sihon, merebut negerinya, dan tinggal di negeri orang Amori (Bil. 21:24-32). Ini menunjukkan bahwa setelah kita terjun dalam peperangan rohani melawan roh-roh jahat, sebagian wilayah Iblis di udara menjadi milik kita. Sepanjang abad, banyak orang beriman telah berperang secara demikian melawan penguasape-nguasa jahat di udara.
III. MENGALAHKAN OG, RAJA BASAN
Menurut Bilangan 21:33-35, orang Israel juga mengalahkan Og, raja Basan. Basan, yang disebut beberapa kali dalam Kitab Mazmur, adalah gunung yang menjulang menghalangi tempat kediaman Allah. Maka, Basan adalah lambang kuasa setan di angkasa.
Raja Og dan semua rakyatnya datang untuk berperang melawan orang Israel di Edrei (Bil. 21:33). TUHAN berkata kepada Musa, “Janganlah takut kepadanya, sebab Aku menyerahkan dia dengan seluruh rakyatnya dan negerinya ke dalam tanganmu, dan haruslah kaulakukan kepadanya seperti yang kaulakukan kepada Sihon, raja orang Amori, yang diam di Hesybon” (Bil. 21:34). Karena itu, orang Israel membunuh Og, anak-anaknya, dan semua rakyatnya, sampai tidak ada yang tersisa, dan menduduki negerinya (Bil. 21:35).
Jika kita memahami ayat-ayat ini sehubungan dengan tiga penjaga pintu sebagai lambang peperangan rohani gereja melawan roh-roh jahat di udara, kita akan mendapat banyak faedah dari ayat-ayat ini. Hari ini kita harus berperang melawan roh-roh jahat dan mengalahkan mereka, supaya kita mendapat lebih banyak wilayah kekuasaan untuk Kerajaan Allah.
Dalam pengalaman kristiani kita, mungkin kita tidak menyadari adanya peperangan rohani yang sedang kita bicarakan. Ketika kita berpikir tentang peperangan rohani, kita mungkin membayangkan peperangan antara roh kita dengan daging kita atau pergumulan melawan dosa dan dunia. Namun, perang melawan dosa, dunia, dan daging adalah bagian yang lebih rendah dalam peperangan rohani. Bagian yang lebih tinggi adalah peperangan di alam rohani melawan roh-roh jahat dan setan.
Dalam dunia rohani ada wilayah yang diserobot dan diduduki oleh Iblis dan pengikutnya. Paulus memiliki pemahaman yang unggul atas hal ini dan berbicara banyak mengenai hal ini. Sekarang kita perlu belajar tentang realitas rohani ini, yang adalah kerajaan Iblis, kerajaan kegelapan. Di dalam kerajaan ini ada malaikat-malaikat yang jatuh dan setan-setan. Malaikat-malaikat yang jatuh ada di udara, sedangkan setan-setan ada di air. Malaikat-malaikat dan setan-setan, sebagai pengikut Iblis, bekerja atas manusia yang jatuh untuk menundukkan mereka dalam kerajaan Iblis. Malaikat-malaikat yang jatuh di udara, pemerintah-pemerintah, penguasa-penguasa, dan otoritas-otoritas kerajaan Iblis, memerintah seluruh dunia, dan setan-setan adalah pembantu-pembantu mereka, membantu malaikat-malaikat yang jatuh untuk merampas manusia. Jadi, kerajaan Iblis terdiri dari malaikat-malaikat jahat, setan-setan, dan manusia yang jatuh.
Perjanjian Baru memberi tahu kita bahwa Allah telah menunjuk umat-Nya untuk berperang melawan kerajaan Iblis. Dia telah menugaskan mereka untuk berperang dalam peperangan rohani. Sejarah peperangan Israel melawan orang Kanaan adalah satu lambang, gambar, dari peperangan yang terjadi hari ini antara kita dengan malaikat-malaikat yang jatuh dan setan-setan. Jika kita membaca Bilangan 21 dari sudut pandang ini, kita akan melihat visi mengenai peperangan rohani.